TEORI
ANTRIAN
Manajemen Operasional
Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi,
Universitas Islam Malang (UNISMA)
ANTRIAN
Antrian timbul karena orang/sesuatu material/bahan tiba di
suatu fungsi service atau pelayanan/proses produksi lebih
cepat dibandingkan waktu mereka dilayani
Hal ini terjadi karena konsumen datang dalam rentang
waktu yang tidak tentu dan waktu pelayanan setiap
konsumen juga tidak konstan.
Sehingga antrian secara kontinuitas menjadi bertambah
dan berkurang panjangnya dan kadang-kadang kosong
dalam jangka panjang sesuai dengan frekuensi kedatangan
konsumen yang tidak tentu/acak (random).
STRUKTUR SISTEM ANTRIAN
Garis tunggu atau
antrian
Fasilitas
pelayanan
1
2
3
n
Sistem antrian
Pelanggan masuk
ke dalam sistem
antrian
Pelanggan keluar
dari sistem
ANALISIS ANTRIAN
Pelayanan
Rerata
kedatangan ( Jumlah Rerata
dalam Antrian (Lq )
Waktu Rerata dalam Sitem (W )
Jumlah Rerata dalam Sistem (L )
Waktu Tunggu Rerata
dalam Antrian (Wq )
Laju (
CONTOH SISTEM ANTRIAN
Sistem Antrian/Garis Tunggu Fasilitas Pelayanan
Lapangan terbang Pesawat menunggu di
landasan
Landasan pacu
Bank Nasabah (orang) Kasir/teller
Pencucian mobil Mobil Tempat pencucian mobil
Bongkar muat barang Kapal dan truk Fasilitas bongkar muat
Sistem komputer Program komputer CPU, printer, dll
Bantuan pengobatan
darurat
Orang Ambulance
Perpustakaan Member Pegawai perpustakaan
Registrasi mahasiswa Mahasiswa Pusat registrasi
Skedul sidang pengadilan Kasus yang disidangkan Pengadilan
KOMPONEN SISTEM ANTRIAN
 Ukuran Populasi Kedatangan
 Tak terbatas (essentially infinite)
 Terbatas (finite)
 Pola kedatangan pada sistem
 Terjadwal
 Secara acak  distribusi Poisson
 Disiplin pelayanan
 First Come First Served (FCFS)
 Shortest Processing Time (SPT)
 Priority (jobs are in different priority classes)
 Fasilitas pelayanan
 Single channel
 Multiple channel
DESAIN SISTEM ANTRIAN
Sistem Jalur Tunggal, Satu Tahap
Sistem Jalur Tunggal, Tahapan Berganda
Kedatangan Antrian Fasilitas
Pelayanan
Kedatangan Antrian Fasilitas
Pelayanan
Tahap 1
Fasilitas
Pelayanan
Tahap 2
Keberangkatan
Setelah Pelayanan
Keberangkatan
Setelah Pelayanan
DESAIN SISTEM ANTRIAN
8
Sistem Jalur Berganda, Satu Tahap
Kedatangan Antrian
Fasilitas
Pelayanan
Keberangkatan
Setelah Pelayanan
DESAIN SISTEM ANTRIAN
Sistem Jalur Berganda, Tahapan Berganda
Kedatangan Antrian Fasilitas
Pelayanan
Tahap 1
Fasilitas
Pelayanan
Tahap 2
Keberangkatan
Setelah Pelayanan
NOTASI DALAM ANALISIS SISTEM ANTRIAN
 n = Jumlah pelanggan dalam sistem. ‘
 Pn = Probabilitas kepastian n pelanggan dalam sistem.
 λ = Jumlah rata-rata pelanggan yang datang per satuan waktu.
 µ = Jumlah rata-rata pelanggan yang dilayani per satuan waktu.
 po = Probabilitas tidak ada pelanggan dalam sistem.
 P = Tingkat intensitas fasilitas pelayanan.
 L = Jumlah rata-rata pelangan yang diharapkan dalam sistem.
 Lq = Jumlah pelanggan yang diharapkan menunggu dalam antrian.
 W = Waktu yang diharapkan oleh pelanggan selama dalam sistem.
 Wq = Waktu yang diharapkan pelanggan selama menunggu dalam antrian.
 1/µ = Waktu rata-rata pelayanan.
 1A = Waktu rata-rata antar kedatangan.
 s = Jumlah fasilitas pelayanan.
MODEL ANTRIAN:
SINGLE CHANNEL MODEL (M/M/1)
ASUMSI M/M/1
 Populasi input tidak terbatas
 Distribusi kedatangan pelanggan potensial mengikuti distribusi
Poisson
 Disiplin pelayanan mengikuti pedoman FCFS
 Hanya ada satu fasilitas layanan dan Distribusi pelayanan
mengikuti distribusi Poisson (λ < μ)
 Kapasitas sistem diasumsikan tak terbatas
 Tidak ada penolakan maupun pengingkaran
RUMUS MODEL ANTRIAN M/M/1
Probabilitas bahwa pelayan sedang sibuk (yaitu, probabilitas seorang
pelanggan harus menunggu), dikenal dengan faktor utilisasi
Probabilitas tidak adanya pelanggan dalam suatu system antrian (baik
sedang dalam antrian maupun sedang dilayani) atau Probabilitas
bahwa pelayan menganggur
Probabilitas terdapat n pelanggan dalam suatu sistem antrian
Rata-rata jumlah pelanggan dalam suatu sistem antrian
Rata-rata jumlah pelanggan yang berada dalam baris antrian
Waktu rata-rata dihabiskan seorang pelanggan dalam keseluruhan
sistem antrian (yaitu, waktu menunggu dan dilayani)
Waktu rata-rata yang dihabiskan seorang pelanggan untuk menunggu
dalam antrian sampai dilayani
)
-
µ(µ
2



q
L
)
-
(µ 


L
0
.
µ
P
P
n
n








µ
-
1
P0













P
)
( 





q
W


L
W 


µ
1
CONTOH SOAL
Kasus Pompa Bensin (SPBU)
PT SGT mengoperasikan satu buah pompa bensin dengan satu orang
operator yang bernama John, Rata-rata tingkat kedatangan
kendaraan yaitu 20 kendaraan/mobil per jam. John dapat melayani
rata-rata 25 mobil per jam. Hitunglah soal-soal berikut ini untuk John:
 Tingkat intensitas (kegunaan) pelayanan (p).
 Jumlah rata-rata kendaraan yang diharapkan dalam sistem.
 Jumlah kendaraan yang diharapkan menunggu dalam antrian.
 Waktu yang diharapkan oleh setiap kendaraan selama dalam
sistem (menunggu pelayanan).
 Waktu yang diharapkan oleh setiap kendaraan untuk menunggu
dalam antrian.
Dari kasus SPBU, diketahui λ = 20 dan µ = 25
 Tingkat intensitas (kegunaan) pelayanan atau p
p = λ / μ = 20/25 = 0.80
Angka tersebut menunjukkan bahwa John akan sibuk melayani mobil
selama 80% dari waktunya. Sedangkan 20% dari waktunya atau (1 - p) atau
(1 - 0,80) yang sering disebut idle time akan digunakan John untuk istirahat,
membersihkan pompa dan lain-lain.
 Jumlah rata-rata kendaraan yang diharapkan dalam system (L)
L = λ / (μ – λ) = 20 / (25-20) = 4, atau
L = p / (1-p) = 0.80 / (1-0.80) = 4
Angka 4 menunjukkan bahwa John dapat mengharapkan 4 mobil yang
berada dalam sistem.
PENYELESAIAN
PENYELESAIAN
 Jumlah kendaraan yang diharapkan menunggu dalam antrian
Angka tersebut menunjukkan bahwa, mobil yang menunggu untuk dilayan
dalam antrian sebanyak 3 kendaraan.
 Waktu yang diharapkan oleh setiap kendaraan selama dalam sistem
(menunggu pelayanan)
W = 1 / (μ – λ) = 1 / (25-20) = 0.2 jam atau 12 menit
Angka tersebut menunjukkan bahwa, waktu rata-rata kendaraan menunggu
dalam sistem selama 12 menit.
 Waktu yang diharapkan oleh setiap kendaraan untuk menunggu dalam
antrian
Wq = λ / μ (μ – λ) = 20 / 25(25-20) = 0.16 jam atau 9.6 menit
Angka tersebut menunjukkan bahwa, waktu rata-rata kendaraan menunggu
dalam antrian selama 9,6 menit.
Lq = λ2
/ μ (μ – λ) = (20)2
/ 25(25-20) = 3.2 -- 3
MODEL ANTRIAN:
MULTI CHANNEL MODEL (M/M/S)
MULTI CHANNEL MODEL (M/M/s)
Dasar yang digunakan dalam multiple-channel model
adalah sistem (M/M/s). Perbedaannya dengan single-
channel model adalah terletak pada jumlah fasilitas
pelayanan. Dalam multiple-channel model, fasilitas
pelayanan yang dimiliki lebih dari satu. Huruf (s) yang
terdapat dalam sistem (M/M/s) menyatakan jumlah fasilitas
pelayanan.
ASUMSI M/M/s
 Populasi input tidak terbatas
 Distribusi kedatangan pelanggan potensial mengikuti
distribusi Poisson
 Disiplin pelayanan mengikuti pedoman FCFS
 Ada beberapa fasilitas pelayanan (S)
 Distribusi pelayanan mengikuti distribusi Poisson (λ < sμ)
 Kapasitas sistem diasumsikan tak terbatas
 Tidak ada penolakan maupun pengingkaran
RUMUS MODEL ANTRIAN M/M/s
Probabilitas seorang pelanggan yang datang
dalam sistem tersebut harus menunggu untuk
dilayani
Probabilitas tidak adanya pelanggan dalam
sistem tersebut
Probabilitas terdapat n pelanggan dalam sistem
antrian tersebut
Jumlah rata-rata pelanggan dalam
sistem antrian tersebut
Jumlah rata-rata pelanggan dalam antrian
tersebut
Waktu rata-rata yang dihabiskan pelanggan
dalam sistem antrian tersebut














































c
c
c
n
P
c
n
c
n
n
!
1
!
1
1
1
0
0
c
n
untuk
P
n
P
c
n
untuk
P
P
n
n
c
n
n
n
c
c

















 
1
;
1
,
0
,
0
! 



   









 0
2
!
1
)
/
(
P
c
c
c
L

L
W 



L
Lq


q
q
L
W
W 


1
0
!
1
P
c
c
c
P
c






 





CONTOH SOAL
Sebuah rumah sakit memiliki sebuah ruang gawat
darurat (RGD) yang berisi tiga bagian ruangan yang
terpisah untuk setiap kedatangan pasien. Setiap
ruangan memiliki satu orang dokter dan satu orang
jururawat. Secara rata-rata seorang dokter dan
jururawat dapat merawat 5 orang pasien per jam. A
Rata-rata tingkat kedatangan pasien yaitu 12 pasien
per jam. Dan diketahui Po = 0,20
PENYELESAIAN
Rata-rata pasien menunggu antrian selama 0,768*60 = 46 menit
Pasien menunggu dalam sistem selama 0,968*60 = 58 menit
Pihak rumah sakit mengharapkan 12 pasien berada di sistem
PENYELESAIAN
BIAYA MINIMUM ANTRIAN
MODEL BIAYA MINIMUM
 Persamaan biaya total per jam sebagai berikut:
TC = SC + WC
Keterangan:
TC : total biaya per jam,
SC : biaya pelayanan per jam,
WC : biaya menunggu per jam per pelanggan.
 Jika biaya menunggu per jam per pelanggan adalah Cw dan rata-rata pelanggan
menghabiskan waktunya: W jam dalam sistem, maka rata-rata biaya menunggu
per pelanggan adalah WCw. Jika tingkat rata-rata kedatangan pelanggan per jam
adalah λ, maka dengan persamaan L = λW, maka total biaya menunggu per jam
adalah:
WC = λ(WcW) = (λW)cw = Lcw
Cw
λ
-
μ
λ
LCw 
Masalah Bongkar Muat Barang
Sebuah perusahaan membeli bahan dari berbagai sumber. Bahan
diangkut dengan menggunakan truk dan rata-rata setiap hari
menerima kedatangan satu truk. Pembongkaran dilakukan oleh
sekelompok tenaga kerja baik langsung maupun tidak. Jumllah
minimal anggota kelompok kerja adalah 2 orang
 Kelompok tenaga kerja memiliki (n) anggota dan dapat
membongkar 0,8n truk per hari.
 Biaya yang harus dikeluarkan ketika truk ditahan karena sedang
melakukan pembongkaran sebesar Rp. 300.000,00. Setiap pekerja
yang bertugas melakukan pemuatan menerima upah sebesar Rp.
105.000,00 per hari.
 Tentukan jumlah optimum anggota kelompok kerja.
CONTOH SOAL
Model antrian yang digunakan adalah sistem (M/M/1) dengan λ = 1
truk per hari. Tingkat pelayanan µ = 0,8n, di mana n = jumlah anggota
kelompok kerja. Persoalannya adalah menentukan nilai n agar total
biaya per hari minimum.
 Jika terdapat n pekerja dalam satu kelompok, maka biaya pelayanan
adalah SC = 105.000n (Rp/hari). Maka biaya menunggu per hari: Cw =
300.000 (Rp/hari/truk),
 Persamaan total biaya:
1
-
0.8n
300.000
300.000
x
1
-
0.8n
1
LCw
1
-
0,8n
1
λ
-
μ
λ
L 




1
-
0,8n
300000
105.000n
WC
SC
TC 



PENYELESAIAN
 Persamaan total biaya di atas adalah total biaya per hari,
sedangkan TC adalah fungsi dari variabel (n). Oleh karena itu kita
harus menentukan (n) untuk meminimumkan TC. Dalam
pembahasan ditentukan bahwa paling sedikit menggunakan 2
pekerja dalam kelompok kerja.
 Jumlah tenaga kerja optimum dalam kelompok kerja adalah
sebanyak 3 orang pekerja, karena biaya paling rendah.
1
-
0,8n
300000
105.000n
TC 
 /hari
Rp.710.000
1
-
0,8(2)
300000
105.000(2)
TC 


/hari
Rp.529.285
1
-
0,8(3)
300000
105.000(3)
TC 


/hari
Rp.556.360
1
-
0,8(4)
300000
105.000(4)
TC 


PENYELESAIAN
Soal
Suatu rental komputer mempunyai tiga pengetik. Setiap pengetik
dapat mengetik rata-rata 6 surat/jam. Jika surat-surat yang masuk
rental tersebut sebanyak 15 surat/jam, tentukan:
1. Tingkat intensitas (kegunaan) pelayanan?
2. Jumlah rata-rata surat yang diharapkan dalam antrian?
3. Jumlah surat yang diharapkan menunggu dalam sistem?
4. Waktu yang diharapkan oleh setiap surat selama dalam antrian ?
5. Waktu yang diharapkan oleh setiap surat untuk menunggu dalam
sistem?

TEORI ANTRIAN rev1 Riset Operasi FInal.pptx

  • 1.
    TEORI ANTRIAN Manajemen Operasional Jurusan Manajemen,Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Malang (UNISMA)
  • 2.
    ANTRIAN Antrian timbul karenaorang/sesuatu material/bahan tiba di suatu fungsi service atau pelayanan/proses produksi lebih cepat dibandingkan waktu mereka dilayani Hal ini terjadi karena konsumen datang dalam rentang waktu yang tidak tentu dan waktu pelayanan setiap konsumen juga tidak konstan. Sehingga antrian secara kontinuitas menjadi bertambah dan berkurang panjangnya dan kadang-kadang kosong dalam jangka panjang sesuai dengan frekuensi kedatangan konsumen yang tidak tentu/acak (random).
  • 3.
    STRUKTUR SISTEM ANTRIAN Garistunggu atau antrian Fasilitas pelayanan 1 2 3 n Sistem antrian Pelanggan masuk ke dalam sistem antrian Pelanggan keluar dari sistem
  • 4.
    ANALISIS ANTRIAN Pelayanan Rerata kedatangan (Jumlah Rerata dalam Antrian (Lq ) Waktu Rerata dalam Sitem (W ) Jumlah Rerata dalam Sistem (L ) Waktu Tunggu Rerata dalam Antrian (Wq ) Laju (
  • 5.
    CONTOH SISTEM ANTRIAN SistemAntrian/Garis Tunggu Fasilitas Pelayanan Lapangan terbang Pesawat menunggu di landasan Landasan pacu Bank Nasabah (orang) Kasir/teller Pencucian mobil Mobil Tempat pencucian mobil Bongkar muat barang Kapal dan truk Fasilitas bongkar muat Sistem komputer Program komputer CPU, printer, dll Bantuan pengobatan darurat Orang Ambulance Perpustakaan Member Pegawai perpustakaan Registrasi mahasiswa Mahasiswa Pusat registrasi Skedul sidang pengadilan Kasus yang disidangkan Pengadilan
  • 6.
    KOMPONEN SISTEM ANTRIAN Ukuran Populasi Kedatangan  Tak terbatas (essentially infinite)  Terbatas (finite)  Pola kedatangan pada sistem  Terjadwal  Secara acak  distribusi Poisson  Disiplin pelayanan  First Come First Served (FCFS)  Shortest Processing Time (SPT)  Priority (jobs are in different priority classes)  Fasilitas pelayanan  Single channel  Multiple channel
  • 7.
    DESAIN SISTEM ANTRIAN SistemJalur Tunggal, Satu Tahap Sistem Jalur Tunggal, Tahapan Berganda Kedatangan Antrian Fasilitas Pelayanan Kedatangan Antrian Fasilitas Pelayanan Tahap 1 Fasilitas Pelayanan Tahap 2 Keberangkatan Setelah Pelayanan Keberangkatan Setelah Pelayanan
  • 8.
    DESAIN SISTEM ANTRIAN 8 SistemJalur Berganda, Satu Tahap Kedatangan Antrian Fasilitas Pelayanan Keberangkatan Setelah Pelayanan
  • 9.
    DESAIN SISTEM ANTRIAN SistemJalur Berganda, Tahapan Berganda Kedatangan Antrian Fasilitas Pelayanan Tahap 1 Fasilitas Pelayanan Tahap 2 Keberangkatan Setelah Pelayanan
  • 10.
    NOTASI DALAM ANALISISSISTEM ANTRIAN  n = Jumlah pelanggan dalam sistem. ‘  Pn = Probabilitas kepastian n pelanggan dalam sistem.  λ = Jumlah rata-rata pelanggan yang datang per satuan waktu.  µ = Jumlah rata-rata pelanggan yang dilayani per satuan waktu.  po = Probabilitas tidak ada pelanggan dalam sistem.  P = Tingkat intensitas fasilitas pelayanan.  L = Jumlah rata-rata pelangan yang diharapkan dalam sistem.  Lq = Jumlah pelanggan yang diharapkan menunggu dalam antrian.  W = Waktu yang diharapkan oleh pelanggan selama dalam sistem.  Wq = Waktu yang diharapkan pelanggan selama menunggu dalam antrian.  1/µ = Waktu rata-rata pelayanan.  1A = Waktu rata-rata antar kedatangan.  s = Jumlah fasilitas pelayanan.
  • 11.
  • 12.
    ASUMSI M/M/1  Populasiinput tidak terbatas  Distribusi kedatangan pelanggan potensial mengikuti distribusi Poisson  Disiplin pelayanan mengikuti pedoman FCFS  Hanya ada satu fasilitas layanan dan Distribusi pelayanan mengikuti distribusi Poisson (λ < μ)  Kapasitas sistem diasumsikan tak terbatas  Tidak ada penolakan maupun pengingkaran
  • 13.
    RUMUS MODEL ANTRIANM/M/1 Probabilitas bahwa pelayan sedang sibuk (yaitu, probabilitas seorang pelanggan harus menunggu), dikenal dengan faktor utilisasi Probabilitas tidak adanya pelanggan dalam suatu system antrian (baik sedang dalam antrian maupun sedang dilayani) atau Probabilitas bahwa pelayan menganggur Probabilitas terdapat n pelanggan dalam suatu sistem antrian Rata-rata jumlah pelanggan dalam suatu sistem antrian Rata-rata jumlah pelanggan yang berada dalam baris antrian Waktu rata-rata dihabiskan seorang pelanggan dalam keseluruhan sistem antrian (yaitu, waktu menunggu dan dilayani) Waktu rata-rata yang dihabiskan seorang pelanggan untuk menunggu dalam antrian sampai dilayani ) - µ(µ 2    q L ) - (µ    L 0 . µ P P n n         µ - 1 P0              P ) (       q W   L W    µ 1
  • 14.
    CONTOH SOAL Kasus PompaBensin (SPBU) PT SGT mengoperasikan satu buah pompa bensin dengan satu orang operator yang bernama John, Rata-rata tingkat kedatangan kendaraan yaitu 20 kendaraan/mobil per jam. John dapat melayani rata-rata 25 mobil per jam. Hitunglah soal-soal berikut ini untuk John:  Tingkat intensitas (kegunaan) pelayanan (p).  Jumlah rata-rata kendaraan yang diharapkan dalam sistem.  Jumlah kendaraan yang diharapkan menunggu dalam antrian.  Waktu yang diharapkan oleh setiap kendaraan selama dalam sistem (menunggu pelayanan).  Waktu yang diharapkan oleh setiap kendaraan untuk menunggu dalam antrian.
  • 15.
    Dari kasus SPBU,diketahui λ = 20 dan µ = 25  Tingkat intensitas (kegunaan) pelayanan atau p p = λ / μ = 20/25 = 0.80 Angka tersebut menunjukkan bahwa John akan sibuk melayani mobil selama 80% dari waktunya. Sedangkan 20% dari waktunya atau (1 - p) atau (1 - 0,80) yang sering disebut idle time akan digunakan John untuk istirahat, membersihkan pompa dan lain-lain.  Jumlah rata-rata kendaraan yang diharapkan dalam system (L) L = λ / (μ – λ) = 20 / (25-20) = 4, atau L = p / (1-p) = 0.80 / (1-0.80) = 4 Angka 4 menunjukkan bahwa John dapat mengharapkan 4 mobil yang berada dalam sistem. PENYELESAIAN
  • 16.
    PENYELESAIAN  Jumlah kendaraanyang diharapkan menunggu dalam antrian Angka tersebut menunjukkan bahwa, mobil yang menunggu untuk dilayan dalam antrian sebanyak 3 kendaraan.  Waktu yang diharapkan oleh setiap kendaraan selama dalam sistem (menunggu pelayanan) W = 1 / (μ – λ) = 1 / (25-20) = 0.2 jam atau 12 menit Angka tersebut menunjukkan bahwa, waktu rata-rata kendaraan menunggu dalam sistem selama 12 menit.  Waktu yang diharapkan oleh setiap kendaraan untuk menunggu dalam antrian Wq = λ / μ (μ – λ) = 20 / 25(25-20) = 0.16 jam atau 9.6 menit Angka tersebut menunjukkan bahwa, waktu rata-rata kendaraan menunggu dalam antrian selama 9,6 menit. Lq = λ2 / μ (μ – λ) = (20)2 / 25(25-20) = 3.2 -- 3
  • 17.
  • 18.
    MULTI CHANNEL MODEL(M/M/s) Dasar yang digunakan dalam multiple-channel model adalah sistem (M/M/s). Perbedaannya dengan single- channel model adalah terletak pada jumlah fasilitas pelayanan. Dalam multiple-channel model, fasilitas pelayanan yang dimiliki lebih dari satu. Huruf (s) yang terdapat dalam sistem (M/M/s) menyatakan jumlah fasilitas pelayanan.
  • 19.
    ASUMSI M/M/s  Populasiinput tidak terbatas  Distribusi kedatangan pelanggan potensial mengikuti distribusi Poisson  Disiplin pelayanan mengikuti pedoman FCFS  Ada beberapa fasilitas pelayanan (S)  Distribusi pelayanan mengikuti distribusi Poisson (λ < sμ)  Kapasitas sistem diasumsikan tak terbatas  Tidak ada penolakan maupun pengingkaran
  • 20.
    RUMUS MODEL ANTRIANM/M/s Probabilitas seorang pelanggan yang datang dalam sistem tersebut harus menunggu untuk dilayani Probabilitas tidak adanya pelanggan dalam sistem tersebut Probabilitas terdapat n pelanggan dalam sistem antrian tersebut Jumlah rata-rata pelanggan dalam sistem antrian tersebut Jumlah rata-rata pelanggan dalam antrian tersebut Waktu rata-rata yang dihabiskan pelanggan dalam sistem antrian tersebut                                               c c c n P c n c n n ! 1 ! 1 1 1 0 0 c n untuk P n P c n untuk P P n n c n n n c c                    1 ; 1 , 0 , 0 !                   0 2 ! 1 ) / ( P c c c L  L W     L Lq   q q L W W    1 0 ! 1 P c c c P c             
  • 21.
    CONTOH SOAL Sebuah rumahsakit memiliki sebuah ruang gawat darurat (RGD) yang berisi tiga bagian ruangan yang terpisah untuk setiap kedatangan pasien. Setiap ruangan memiliki satu orang dokter dan satu orang jururawat. Secara rata-rata seorang dokter dan jururawat dapat merawat 5 orang pasien per jam. A Rata-rata tingkat kedatangan pasien yaitu 12 pasien per jam. Dan diketahui Po = 0,20
  • 22.
  • 23.
    Rata-rata pasien menungguantrian selama 0,768*60 = 46 menit Pasien menunggu dalam sistem selama 0,968*60 = 58 menit Pihak rumah sakit mengharapkan 12 pasien berada di sistem PENYELESAIAN
  • 24.
  • 25.
    MODEL BIAYA MINIMUM Persamaan biaya total per jam sebagai berikut: TC = SC + WC Keterangan: TC : total biaya per jam, SC : biaya pelayanan per jam, WC : biaya menunggu per jam per pelanggan.  Jika biaya menunggu per jam per pelanggan adalah Cw dan rata-rata pelanggan menghabiskan waktunya: W jam dalam sistem, maka rata-rata biaya menunggu per pelanggan adalah WCw. Jika tingkat rata-rata kedatangan pelanggan per jam adalah λ, maka dengan persamaan L = λW, maka total biaya menunggu per jam adalah: WC = λ(WcW) = (λW)cw = Lcw Cw λ - μ λ LCw 
  • 26.
    Masalah Bongkar MuatBarang Sebuah perusahaan membeli bahan dari berbagai sumber. Bahan diangkut dengan menggunakan truk dan rata-rata setiap hari menerima kedatangan satu truk. Pembongkaran dilakukan oleh sekelompok tenaga kerja baik langsung maupun tidak. Jumllah minimal anggota kelompok kerja adalah 2 orang  Kelompok tenaga kerja memiliki (n) anggota dan dapat membongkar 0,8n truk per hari.  Biaya yang harus dikeluarkan ketika truk ditahan karena sedang melakukan pembongkaran sebesar Rp. 300.000,00. Setiap pekerja yang bertugas melakukan pemuatan menerima upah sebesar Rp. 105.000,00 per hari.  Tentukan jumlah optimum anggota kelompok kerja. CONTOH SOAL
  • 27.
    Model antrian yangdigunakan adalah sistem (M/M/1) dengan λ = 1 truk per hari. Tingkat pelayanan µ = 0,8n, di mana n = jumlah anggota kelompok kerja. Persoalannya adalah menentukan nilai n agar total biaya per hari minimum.  Jika terdapat n pekerja dalam satu kelompok, maka biaya pelayanan adalah SC = 105.000n (Rp/hari). Maka biaya menunggu per hari: Cw = 300.000 (Rp/hari/truk),  Persamaan total biaya: 1 - 0.8n 300.000 300.000 x 1 - 0.8n 1 LCw 1 - 0,8n 1 λ - μ λ L      1 - 0,8n 300000 105.000n WC SC TC     PENYELESAIAN
  • 28.
     Persamaan totalbiaya di atas adalah total biaya per hari, sedangkan TC adalah fungsi dari variabel (n). Oleh karena itu kita harus menentukan (n) untuk meminimumkan TC. Dalam pembahasan ditentukan bahwa paling sedikit menggunakan 2 pekerja dalam kelompok kerja.  Jumlah tenaga kerja optimum dalam kelompok kerja adalah sebanyak 3 orang pekerja, karena biaya paling rendah. 1 - 0,8n 300000 105.000n TC   /hari Rp.710.000 1 - 0,8(2) 300000 105.000(2) TC    /hari Rp.529.285 1 - 0,8(3) 300000 105.000(3) TC    /hari Rp.556.360 1 - 0,8(4) 300000 105.000(4) TC    PENYELESAIAN
  • 29.
    Soal Suatu rental komputermempunyai tiga pengetik. Setiap pengetik dapat mengetik rata-rata 6 surat/jam. Jika surat-surat yang masuk rental tersebut sebanyak 15 surat/jam, tentukan: 1. Tingkat intensitas (kegunaan) pelayanan? 2. Jumlah rata-rata surat yang diharapkan dalam antrian? 3. Jumlah surat yang diharapkan menunggu dalam sistem? 4. Waktu yang diharapkan oleh setiap surat selama dalam antrian ? 5. Waktu yang diharapkan oleh setiap surat untuk menunggu dalam sistem?

Editor's Notes

  • #1 NOTE: To change the image on this slide, select the picture and delete it. Then click the Pictures icon in the placeholder to insert your own image.