KELOMPOK 3 :
Aldi Alfarizi
Diaz Ananta Putra
Maznah Zuhria
Shafira Gina Andriana
Wiwit Puspita Utami
Kelas X MIA 3
Struktur Bakteri
Struktur bakteri dibagi dua :
1. Struktur dasar/Internal dan 2. Struktur
materi genetik(dimiliki oleh
hampir semua jenis bakteri)

tambahan/Eksternal (dimiliki
oleh jenis bakteri tertentu)

• Meliputi: dinding sel, • Meliputi: kapsul,
membran plasma,
flagela, pilus/fimbria,
sitoplasma, ribosom,
klorosom, Vakuola
DNA, dan granula
gas dan endospora.
penyimpanan.
Struktur Dasar
1. Dinding Sel
• Tersusun dari peptidoglikan
: yaitu gabungan protein dan polisakarida
• Berfungsi mempertahankan bentuk sel, memberikan
perlindungan fisik dan menjaga sel agar tidak pecah
dalam lingkungan yang hipotonis.
 Berdasarkan perbedaan ketebalan lapisan peptidoglikan
dinding sel, bakteri dapat dibedakan atas :
• 1. Bakteri Gram Positif
: Bakteri yang hanya mempunyai membran plasma tunggal
yang dikelilingi dinding sel tebal berupa peptidoglikan.
contoh: Staphylococcus aureus
Akan berwarna ungu, Jika diwarnai dengan pewarnaan gram
• 2. Bakteri Gram Negatif
: Bakteri yang memiliki sistem membran ganda (membran
plasmanya diselimuti oleh membran luar permeabel) dan
dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis yang
terletak di antara membran dalam dan membran luarnya ,
contoh : E. coli
Akan berwarna merah muda/merah, Jika diwarnai dengan
pewarnaan gram.
Dinding sel
2. Membran Plasma
: adalah membran yang menyelubungi
sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid
dan protein. Membran plasma terletak di
bagian dalam dinding sel.
Fungsi Membran Plasma
1. Sebagai membran selektif, untuk memelihara tekanan
osmosis sel dan keluar masuknya larutan makanan dalam
pengangkutan nutrien dan sisa metabolisme
2. Berperan saat sintesis dinding sel
3. Tempat perlekatan dan pemisahan kromosom bakteri
selama pembelahan sel
4. Tempat berlangsungnya sebagian proses bioenergi
(fungsi ini identik dengan mitokondria pada sel
eukariotik). Pada membran sel terdapat enzim untuk
respirasi
5. Mengandung enzim untuk degradasi makanan
6. Tempat perlekatan pangkal flaglel
Membran Plasma
3. Mesosom
• Organel sel yang merupakan penonjolan
membran plasma ke arah dalam sitoplasma.
• Fungsi :
- Menghasilkan energi.
- Membentuk dinding
sel baru saat terjadi
pembelahan sel.
- Menerima DNA pada
saat konjugasi.
4. Sitoplasma
: adalah cairan sel bagian yang terlindungi oleh

membran sel disusun oleh 80% air dan sisanya
berupa bahan-bahan terlarut (enzim,
karbohidrat, lemak, dan ion anorganik) yang
diperlukan untuk kehidupan sel.

• Merupakan tempat terjadinya proses
metabolisme pada sel bakteri.
Sitoplasma
5. Ribosom
: Merupakan organel-organel kecil yang
tersebar di dalam sitoplasma dan
berfungsi dalam sintesis protein
• Tersusun dari senyawa protein dan RNA
• Jumlahnya sangat banyak, hingga ribuan
Ribosom
6.A DNA (Kromosom dan non kromosom
(plasmid))
DNA Kromosom
- Merupakan materi genetik yang menentukan
sebagaian besar sifat-sifat metabolisme bakteri.
- Berbentuk rantai melingkar yang terkumpul
sebagai serat kusut yang disebut region
nukleoid.
- Dapat bereplikasi saat menjelang pembelahan
sel.
6.B DNA Non-Kromosom (plasmid)
- DNA Non-Kromosom atau juga bisa disebut
Plasmid merupakan materi genetik yang
menentukan sifat-sifat tertentu. Seperti sifat
patogen, sifat fertilitas, dan sifat kekebalan
terhadap suatu antibiotik.
- Berbentuk melingkar (sirkuler) dengan ukuran
yang jauh lebih kecil dibangingkan DNA kromosom.
- Berupa DNA di luar nukleoid yang dapat
membentuk duplikatnya sendiri.
- Pada umumnya bakteri memiliki plasmid
berbentuk seperti cincin yang terdapat di dalam
sitoplasma.
Kromosom dan Plasmid
7. Granula Penyimpanan
Granula sebagai penyimpan cadangan
makanan atau senyawa-senyawa lain yang
dihasilkanya.
Granula Penyimpanan

Gambar mikroskopis : granula pada
sedimentasi urine
Struktur Tambahan
1. Kapsul/Lapisan Lendir
: adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis
bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut
kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan
lendir.
• Kapsul tersusun dari glikoprotein.
• Lapisan lendir tersusun dari air dan
polisakarida.
FUNGSI KAPSUL/LAPISAN LENDIR
1. sebagai pelindung
2. menjaga sel agar tidak kekeringan
3. membantu pelekatan dengan sel bakteri lain atau
pada substrat
4. melindungi bakteri dari pengaruh sistem kekebalan
(pada bakteri patogen)
Contoh : Klebsiella pneumonia
2. Flagela
•Merupakan bulu cambuk yang tersusun dari senyawa protein dan
terdapat pada dinding sel
• Berfungsi sebagai alat gerak
•Terdiri dari tubuh dasar, struktur seperti kait, dan sehelai filamen
yang panjang
• Bakteri dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis
berdasarkan jumlah dan letak flagelanya, yaitu :
- Monotorik (memiliki satu flagela)
- Lofotorik (memiliki banyak flagela)
- Amfitirik (memiliki flagela pada kedua ujung)
- Peritrik (memiliki banyak flagela yang tersebar di seluruh
permukaan dinding sel)
- Atrik (tidak memiliki flagela)
Macam-macam flagela
Bakteri Vibrio Cholera
merupakan bakteri monotorik
(memiliki satu flagela)

A.
B.
C.
D.

Monotorik
Lofotorik
Amfitirik
Peritrik
3. Pilus / Fimbria
• Pilus (jamak : pili) = tabung protein yang menonjol
dari membran yang berukuran besar dan yang
terdapat pada permukaan bakteri dengan jumlah
hanya satu atau berpasangan.
• Fimbria (jamak : fimbriae) = tabung protein yang
menonjol dari membran yang berukuran kecil dan
yang terdapat pada permukaan sel bakteri dengan
jumlah yang banyak.
• Fungsi :
- Membantu bakteri menempel pada suatu medium
tempat hidupnya
- Melekatkan diri dengan sel bakteri lainnya, sehingga
terjadi transfer DNA pada saat konjugasi (pilus untuk
konjugasi disebut pilus seks)

• Banyak terdapat pada bakteri Gram (-). Ukuran
lebih kecil, pendek, dan lebih banyak dari flagela.
Hanya dapat diamatin dengan mikroskop elektron
•Contoh : Neisseria gonorrhoeae dan Escherichia
coli.
Pilus / Fimbria
Neisseria gonorrhoeae
4. Klorosom
: Suatu struktur lipatan di bawah membran
plasma yang berisi klorofil dan pigmen
fotosintetik lainnya.
-Berfungsi untuk fotosintesis.
-Klorosom hanya terdapat pada bakteri
fotosintetik(respon gerak makhluk hidup
terhadap cahaya)
Contoh : Chlorobium.
Chlorobium
5. Vakuola Gas
Sebagai penyimpan cadangan makanan. Vakuola
gas hanya terdapat pada bakteri-bakteri
fotosintetik yang hidup di air. Memungkinkan
bakteri mengapung di permukaan air, sehingga
mendapatkan sinar matahari untuk
berfotosintesis.
Contoh : Thiospirilum
6. Endospora
• Merupakan spora/struktur yang berdinding
tebal, pembentukannya terjadi di dalam sel
bakteri. Endospora tahan terhadap panas
dengan batas + 120° C.
• Merupakan bentuk non aktif/istirahat (laten)
pada beberapa bakteri saat kondisi lingkungan
tidak menguntungkan. Bakteri akan
membentuk dinding tebal yang tersusun atas
protein.
• Berfungsi untuk proteksi.

Melindungi diri dari kekeringan,
radiasi, dan cahaya
• Jika lingkungan kembali normal
maka endospora akan membentuk
sel baru
• Contoh : Clostridium botulinum
Clostridium botulinum
Endospora
Struktur bakteri
Struktur bakteri

Struktur bakteri

  • 1.
    KELOMPOK 3 : AldiAlfarizi Diaz Ananta Putra Maznah Zuhria Shafira Gina Andriana Wiwit Puspita Utami Kelas X MIA 3
  • 2.
  • 4.
    Struktur bakteri dibagidua : 1. Struktur dasar/Internal dan 2. Struktur materi genetik(dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) tambahan/Eksternal (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) • Meliputi: dinding sel, • Meliputi: kapsul, membran plasma, flagela, pilus/fimbria, sitoplasma, ribosom, klorosom, Vakuola DNA, dan granula gas dan endospora. penyimpanan.
  • 5.
    Struktur Dasar 1. DindingSel • Tersusun dari peptidoglikan : yaitu gabungan protein dan polisakarida • Berfungsi mempertahankan bentuk sel, memberikan perlindungan fisik dan menjaga sel agar tidak pecah dalam lingkungan yang hipotonis.
  • 6.
     Berdasarkan perbedaanketebalan lapisan peptidoglikan dinding sel, bakteri dapat dibedakan atas : • 1. Bakteri Gram Positif : Bakteri yang hanya mempunyai membran plasma tunggal yang dikelilingi dinding sel tebal berupa peptidoglikan. contoh: Staphylococcus aureus Akan berwarna ungu, Jika diwarnai dengan pewarnaan gram • 2. Bakteri Gram Negatif : Bakteri yang memiliki sistem membran ganda (membran plasmanya diselimuti oleh membran luar permeabel) dan dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis yang terletak di antara membran dalam dan membran luarnya , contoh : E. coli Akan berwarna merah muda/merah, Jika diwarnai dengan pewarnaan gram.
  • 7.
  • 8.
    2. Membran Plasma :adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein. Membran plasma terletak di bagian dalam dinding sel.
  • 9.
    Fungsi Membran Plasma 1.Sebagai membran selektif, untuk memelihara tekanan osmosis sel dan keluar masuknya larutan makanan dalam pengangkutan nutrien dan sisa metabolisme 2. Berperan saat sintesis dinding sel 3. Tempat perlekatan dan pemisahan kromosom bakteri selama pembelahan sel 4. Tempat berlangsungnya sebagian proses bioenergi (fungsi ini identik dengan mitokondria pada sel eukariotik). Pada membran sel terdapat enzim untuk respirasi 5. Mengandung enzim untuk degradasi makanan 6. Tempat perlekatan pangkal flaglel
  • 10.
  • 11.
    3. Mesosom • Organelsel yang merupakan penonjolan membran plasma ke arah dalam sitoplasma. • Fungsi : - Menghasilkan energi. - Membentuk dinding sel baru saat terjadi pembelahan sel. - Menerima DNA pada saat konjugasi.
  • 12.
    4. Sitoplasma : adalahcairan sel bagian yang terlindungi oleh membran sel disusun oleh 80% air dan sisanya berupa bahan-bahan terlarut (enzim, karbohidrat, lemak, dan ion anorganik) yang diperlukan untuk kehidupan sel. • Merupakan tempat terjadinya proses metabolisme pada sel bakteri.
  • 13.
  • 14.
    5. Ribosom : Merupakanorganel-organel kecil yang tersebar di dalam sitoplasma dan berfungsi dalam sintesis protein • Tersusun dari senyawa protein dan RNA • Jumlahnya sangat banyak, hingga ribuan
  • 15.
  • 16.
    6.A DNA (Kromosomdan non kromosom (plasmid)) DNA Kromosom - Merupakan materi genetik yang menentukan sebagaian besar sifat-sifat metabolisme bakteri. - Berbentuk rantai melingkar yang terkumpul sebagai serat kusut yang disebut region nukleoid. - Dapat bereplikasi saat menjelang pembelahan sel.
  • 17.
    6.B DNA Non-Kromosom(plasmid) - DNA Non-Kromosom atau juga bisa disebut Plasmid merupakan materi genetik yang menentukan sifat-sifat tertentu. Seperti sifat patogen, sifat fertilitas, dan sifat kekebalan terhadap suatu antibiotik. - Berbentuk melingkar (sirkuler) dengan ukuran yang jauh lebih kecil dibangingkan DNA kromosom. - Berupa DNA di luar nukleoid yang dapat membentuk duplikatnya sendiri. - Pada umumnya bakteri memiliki plasmid berbentuk seperti cincin yang terdapat di dalam sitoplasma.
  • 18.
  • 19.
    7. Granula Penyimpanan Granulasebagai penyimpan cadangan makanan atau senyawa-senyawa lain yang dihasilkanya.
  • 20.
    Granula Penyimpanan Gambar mikroskopis: granula pada sedimentasi urine
  • 21.
    Struktur Tambahan 1. Kapsul/LapisanLendir : adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. • Kapsul tersusun dari glikoprotein. • Lapisan lendir tersusun dari air dan polisakarida.
  • 22.
    FUNGSI KAPSUL/LAPISAN LENDIR 1.sebagai pelindung 2. menjaga sel agar tidak kekeringan 3. membantu pelekatan dengan sel bakteri lain atau pada substrat 4. melindungi bakteri dari pengaruh sistem kekebalan (pada bakteri patogen) Contoh : Klebsiella pneumonia
  • 24.
    2. Flagela •Merupakan bulucambuk yang tersusun dari senyawa protein dan terdapat pada dinding sel • Berfungsi sebagai alat gerak •Terdiri dari tubuh dasar, struktur seperti kait, dan sehelai filamen yang panjang • Bakteri dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan jumlah dan letak flagelanya, yaitu : - Monotorik (memiliki satu flagela) - Lofotorik (memiliki banyak flagela) - Amfitirik (memiliki flagela pada kedua ujung) - Peritrik (memiliki banyak flagela yang tersebar di seluruh permukaan dinding sel) - Atrik (tidak memiliki flagela)
  • 26.
    Macam-macam flagela Bakteri VibrioCholera merupakan bakteri monotorik (memiliki satu flagela) A. B. C. D. Monotorik Lofotorik Amfitirik Peritrik
  • 28.
    3. Pilus /Fimbria • Pilus (jamak : pili) = tabung protein yang menonjol dari membran yang berukuran besar dan yang terdapat pada permukaan bakteri dengan jumlah hanya satu atau berpasangan. • Fimbria (jamak : fimbriae) = tabung protein yang menonjol dari membran yang berukuran kecil dan yang terdapat pada permukaan sel bakteri dengan jumlah yang banyak.
  • 29.
    • Fungsi : -Membantu bakteri menempel pada suatu medium tempat hidupnya - Melekatkan diri dengan sel bakteri lainnya, sehingga terjadi transfer DNA pada saat konjugasi (pilus untuk konjugasi disebut pilus seks) • Banyak terdapat pada bakteri Gram (-). Ukuran lebih kecil, pendek, dan lebih banyak dari flagela. Hanya dapat diamatin dengan mikroskop elektron •Contoh : Neisseria gonorrhoeae dan Escherichia coli.
  • 30.
  • 31.
  • 32.
    4. Klorosom : Suatustruktur lipatan di bawah membran plasma yang berisi klorofil dan pigmen fotosintetik lainnya. -Berfungsi untuk fotosintesis. -Klorosom hanya terdapat pada bakteri fotosintetik(respon gerak makhluk hidup terhadap cahaya) Contoh : Chlorobium.
  • 33.
  • 34.
    5. Vakuola Gas Sebagaipenyimpan cadangan makanan. Vakuola gas hanya terdapat pada bakteri-bakteri fotosintetik yang hidup di air. Memungkinkan bakteri mengapung di permukaan air, sehingga mendapatkan sinar matahari untuk berfotosintesis. Contoh : Thiospirilum
  • 35.
    6. Endospora • Merupakanspora/struktur yang berdinding tebal, pembentukannya terjadi di dalam sel bakteri. Endospora tahan terhadap panas dengan batas + 120° C. • Merupakan bentuk non aktif/istirahat (laten) pada beberapa bakteri saat kondisi lingkungan tidak menguntungkan. Bakteri akan membentuk dinding tebal yang tersusun atas protein.
  • 36.
    • Berfungsi untukproteksi. Melindungi diri dari kekeringan, radiasi, dan cahaya • Jika lingkungan kembali normal maka endospora akan membentuk sel baru • Contoh : Clostridium botulinum
  • 37.
  • 39.