DASAR 
PSIKROMETRIK
IIssii ppeerrkkuulliiaahhaann :: 
Menjelaskan komposisi dan sifat-sifat 
termodinamika udara. 
Menjelaskan konstruksi diagram 
psikrometrik. 
Menjelaskan cara mencari propertis 
termodinamika udara pada diagram 
psikrometrik.
UUnnttuukk aappaa MMeemmppeellaajjaarrii PPssiikkrroommeettrrii 
• Psikrometrik mengkaji sifat-sifat termodinamika 
udara atmosfer untuk mengendalikan kondisi udara 
ruangan. 
• Udara terdiri dari campuran gas-gas di dalam udara 
(udara kering) dengan uap air. 
• Temperatur dan kandungan uap air yang terdapat di 
dalam udara (kelembaban udara) mempunyai 
pengaruh yang signifikan tehadap kenyamanan bagi 
manusia dalam melakukan kegiatan, berpengaruh 
pada material dan juga berpengaruh pada kegiatan 
suatu proses serta produk yang dihasilkan
UUnnttuukk aappaa MMeemmppeellaajjaarrii PPssiikkrroommeettrrii 
Temperatur , kelembaban udara , jumlah udara yang dipasok 
ke ruangan pada sistem tata udara harus dikendalikan 
(dipertahankan pada kondisi tertentu). 
Kalor dan kelembaban udara yang berlebihan, akibat dari 
kondisi udara ambien, pengaruh proses dan penghuni yang 
berada di dalam ruangan. 
Kalor dan kelembaban udara yang berlebihan didalam ruangan 
yang harus dikeluarkan disebut dengan beban pendinginan. 
Membuang kalor dan kelembaban udara yang berlebihan 
dalam upaya mempertahankan kondisi udara ruangan 
dianalisis dengan psikrometri untuk menentukan kondisi dan 
kapasitas koil.
Untuk aappaa MMeemmppeellaajjaarrii PPssiikkrroommeettrrii 
• Dari data kondisi (parameter psikrometri) dan 
kapasitas koil pendingin akan dipilih kapasitas mesin 
pendingin. 
• Memilih sistem dan kontrol tata udara dimulai dari 
analisis psikrometri terhadap beban pendinginan 
parsial. 
• Penyebab gangguan pada sistem tata udara dapat 
ditelusuri dengan analisis psikrometri. 
• Dengan demikian tanpa penguasaan terhadap materi 
psikrometri akan mengalami kesulitan dalam 
mempelajari sistem tata udara berikutnya.
CCoonnttoohh ppeerraallaattaann ppeennggeennddaallii uuddaarraa 
rruuaannggaann ((AAiirr CCoonnddiittiioonniinngg)) 
ada unit pengolah udara 
ada chiller 
ada cooling tower
SSiisstteemm TTaattaa UUddaarraa
AACC ppaaddaa rruuaanngg ppeennggoollaahh ddaattaa
AACC ppaaddaa rruuaannggaann ppeemmiinnttaallaann bbeennaanngg 
((AAiirr WWaasshheerr))
AACC uunnttuukk PPrroosseess ppaaddaa IInndduussttrrii
SSuuppllaaii uuddaarraa yyaanngg ssuuddaahh ddiikkoonnddiissiikkaann 
kkee rruuaannggaann
KKoonnvveerrssii ssaattuuaann 
11iinncchhii 
11 ffoooott 
11 ffoooott 
11 yyaarrdd 
11 ccuubbiicc ffoooott 
11 qquuaarrtt 
11 ggaalllloonn 
11 oouunnccee 
11 ppoouunndd 
CCeellcciiuuss 
11 kkgg 
11 ppoouunndd ffoorrccee 
11 ppssii 
11 llbb//ssqq..fftt 
11 kkccaall 
11 bbttuu 
1 
2255,,44 
00,,33004488 
1122 
00,,99114444 
00,,228833 
00,,994466 
33,,778855 
2288,,3355 
00,,44553366 
((FF –– 3322))//11,,88 
99,,880077 
44,,444488 
66889955 
4477,,8888 
33,,9977 
225522 
1 
mmmm 
mmiinncchhii 
mm 
mm33 
lliitteerr 
lliitteerr 
ggrr 
kkgg 
NN 
NN 
PPaa 
PPaa 
bbttuu 
ccaall 
1 
==
KKoonnvveerrssii ssaattuuaann 
11 iinn wwaatteerr 
11 ffeeeett wwaatteerr 
11 iinn HHgg 
11 llbb//ssqq..fftt.. 
11 bbttuu 
11 bbttuu//hhrr 
11 HHPP 
11 TTRR 
11 TTRR 
11 iinn22 
11 fftt22 
11 fftt//ss 
11 fftt//mmiinn 
11 ggppmm 
11 bbttuu//llbb 
PPaa 
PPaa 
PPaa 
KKgg//mm33 
JJ 
WW 
WW btu/hr 
WW mm2 
mm22 
mm//ss 
mm//ss 
ll//ss 
kkJJ//kkgg 
224499,,11 
22998899 
33338866 
1166,,0022.. 
11,,005555 
00,,22993311 
774466 
1122000000 
33,,551166 
665544,,22 
00,,00992299 
00,,33004488 
00,,0000550088 
00,,006633 
22,,332266 
==
Pada sistem tata udara , udara yang terdapat 
dalam atmosfir pada permukaan bumi khususnya 
dalam lingkungan di dalam ruangan menjadi 
fokus perhatian 
Udara akan mengalami proses treatment secara 
termal dan sekaligus sebagai media pembawa 
panas 
Diperlukan pengkajian terhadap sifat-sifat termal 
udara yang dikenal dengan istilah psikrometrik
KKoommppoossiissii uuddaarraa 
Udara atmosfer terdiri atas 
• Udara kering 
• Kelembaban, dalam bentuk uap air 
• Partikel pengotor: debu, asap, gas 
Komposisi udara kering 
• Nitrogen: 78% 
• Oksigen: 21% 
• Karbon diokside: 0.03% (variabel) 
• Gas lain: 0.96%
Temperatur dan tekanan udara atmosfer 
bervariasi terhadap ketinggian pada 
permukaan bumi ( altitude ). 
Temperatur dan tekanan standart ( US 
standart atmosphere ) merujuk pada basis 
permukaan laut (sea level) dengan 
temperatur standar 15ºC, tekanan standar 
101,325 kPa dan gravitasi 9,80665 m/s².
Pengaruh altitude (hingga ketinggian10.000 
m) terhadap tekanan 
p = 101,325 
Pengaruh altitude terhadap temperatur 
(hingga ketinggian 10.000 m) 
t = 15 – 0,0065 Z 
p = tekanan barometrik ( kPa) 
t = temperatur ( ºC ) 
Z = altitude ( m )
1. Suatu tempat barada 500 m di atas permukan laut, hitung 
tekanan barometrik dan penurunan temperatur pada 
ketinggan tempat tersebut. 
• Penyelesaian : 
p = 101,325 
Z = 500 m 
p = 101,325 
p = 95,46 kPa 
t = 15 - 0,00 65 Z 
t = 15 - 0,0065 ( 500) 
t = 15 - 3,9 ºC 
t = 11,1 ºC
TTeemmppeerraattuurr uuddaarraa 
• Temperatur tabung kering (dry bulb 
temperature, TDB ) didefinisikan sebagai temperatur 
udara yang terukur oleh termometer biasa dengan 
sensor kering. 
• Temperatur tabung basah (wet bulb 
temperature,TWB) didefinisikan sebagai temperatur 
jenuh uap air dalam udara yang terukur oleh 
termometer biasa dengan sensor yang dibalut 
dengan kasa basah 
• Untuk mengurangi pengaruh radiasi dari lingkungan pada 
pengukuran temperatur bola kering, dan temperatur bola 
basah, sensor bulb harus dialiri udara dengan kecepatan di 
atas 5 m/s. Aliran udara berfungsi untuk memperoleh 
temperatur jenuh penguapan pada permukaan sensor 
basah. 
• Temperatur udara dinyatakan dalam ⁰C atau ⁰F
Peletakan termometer dalam satu wadah kompak 
untuk pengukuran temperatur bola kering dan 
temperatur bola basah yang dialiri udara 
berkecepatan dengan tuas yang dapat diputar 
disebut dengan sling psikrometer
SSlliinngg ppssiikkrroommeettrriikk
RRaassiioo kkeelleemmbbaabbaann// kkaaddaarr uuaapp aaiirr ((mmooiissttuurree 
ccoonntteenntt ))// kkeelleemmbbaabbaann aabbssoolluutt ((aabbssoolluuttee 
hhuummddiittyy)) //kkeelleemmbbaabbaann ssppeessiiffiikk ((ssppeecciiffiicc 
hhuummiiddiittyy)),, ωω ((kkggvv /kkggaa)) 
didefinisikan sebagai perbandingan antara 
massa parsial uap air dengan massa udara 
kering yang terdapat dalam udara 
atmosfir. 
ω = mv/ma
• untuk udara kering : Pa Va = ma Ra Ta, 
• untuk uap air : Pv Vv = mv Rv Tv 
• dari Hukum Dalton : Va = Vv dan Ta = Tv 
atau mv = Pv / Rv dan ma = Pa / Ra 
Nilai Ra = 287,055 J/ (kg K) 
Nilai Rv = 461,520 J/( kg K), 
ω = 0,622 pv/ pa 
Hk. Dalton : p = pa + pv, 
ω = 0,622 pv/( p – pv)
Mencari Pv dengan rumus Carrier 
Pv = pg,w – 
p = tekanan udara barometrik 
pv = tekanan parsial uap air 
pgw = tekanan jenuh uap air pada temperatur Twb 
Tdb = temperatur bola kering udara ⁰C atau ⁰F 
Twb = temperatur bola basah ⁰C atau ⁰F 
Kw = 2800 untuk temperatur pada ⁰F 
= 1537,8 untuk temperatur pada ⁰C
Temperatur pengembunan ( dew 
point ) , Tdp 
temperatur ketika uap air mulai mengembun jika 
udara didinginkan pada tekanan konstan atau 
temperatur jenuh pada tekanan parsial uap air,
PPeennggeemmbbuunnaann aaiirr ppaaddaa ddiinnddiinngg ssooddaa ccaann
Kelembaban relatif (Relative 
humidity), RH 
Kelembaban relatif, RH ( %) didefinisikan 
sebagai perbandingan antara tekanan parsial 
uap air dengan tekanan uap air jenuh pada 
temperatur yang sama. 
RH = pv / pg,db ]T x 100 % [%] 
pv = tekanan parsial up air ( kPa ) 
pg,db = tekanan jenuh uap air ( kPa ) pada tabel 
uap jenuh
Mencari pg dengan rumus 
ln pg = C8 /T +C9 + C10T +C11T2 + C12T3 + + 
C13 lnT 
C8 = -5.8002206 x 10 3 
C9 = 1.3914993 
C10 = -4.8640239 x 10-2 
C11 = 4.1764768 x 10-5 
C12 = -1.445 2093 x 10-8 
C13 = 6.5459673 
pg = tekanan jenuh uap air (kPa) 
T = temperatur uap air (K)
 pg dapat dicari dari tabel uap jenuh pada 
temperatur jenuh 
T⁰C 10 15 20 25 30 35 
pg kPa 1,288 1,7055 2,3388 3,1692 4,246 5,6278 
2. Diketahui : Tdb = 30 ⁰C ; Pbarometrik = 101,325 kPa 
Twb = 25 C ⁰ 
Cari : a. pw,g 
b. Pv 
3. Diketahui : Tdb = 30 ⁰C dan Twb = 25 ⁰ 
Cari : a. Pv 
b. RH
Entalpi spesifik udara, h 
Entalpi spesifik udara (kJ/kga ) adalah kandungan 
energi kalor yang terdapat dalam udara dan 
merupakan penjumlahan entalpi udara kering, ha 
dengan entalpi uap air, hv . 
H = Ha + Hv 
H = m h 
h ma = ha ma + hv mv 
h = ha + hv mv/ma 
h = ha + ω hv 
ha = cp,a Tdb 
hv = hg (T= 0⁰C) + cp,v Tdb 
hv = 2501 + cp,v Tdb
cp,a = 1,006 kJ/kgK 
cp,v = 1,86 kJ/kgK 
h = 1,006 Tdb + ω (2501 + 1,86 Tdb ) 
H = entalpi total udara (kJ/K) 
Ha = entalpi udara kering (kJ) 
Hv = entalpi total uap air (kJ) 
h = entalpi spesifik udara (kJ/kg ) 
ha = entalpi spesifik udara kering (kJ/kg) 
hv = entalpi spesifik uap air (kJ/kgK 
cp,a = kalor spesifik udara = 1 (kJ/kgK) 
cp,v = kalor spesifik uap air (kJ/kgK) 
ω = rasio kelembaban udara (kgv/kga) 
Tdb = temperatur bola kering udara (⁰C) 
2501= entalpi uap air jenuh kering pada 0 ⁰C (kJ/kg)
Volume spesifik udara, υ 
Volume spesifik udara υ didefinisikan sebagai 
volume udara dibagi dengan massa udara kering. 
hukum Dalton : 
volume udara, V = volume udara kering ,Va = 
volume uap air, Vv 
 persaman gas ideal : υ = υa = = 
Ra = konstanta gas udara kering = 287,055 J/ (kg K). 
T = temperatur udara (K) 
p = tekanan udara barometrik (kPa) 
pa = tekanan parsial udara kering (kPa) 
pv = tekanan parsial uap air (kPa) (pv pake rumus 
carrier)
CONTOH 
Temperatur bola kering udara ruangan tdb adalah 
30 C, ⁰ temperatur bola basah 250C dan tekanan 
udara barometrik 100 kPa. Dengan mengunakan 
tabel uap jenuh , hitung : 
tekanan jenuh uap air dalam udara, pg (kpa), pg.w 
(kPa) 
tekanan parsial uap air,pv (kpa) 
temperatur pengembunan , tdp 
rasio kelembaban udara, ω 
volume spesifik udara, υ (m3/kga) 
entalpi udara, h ( kJ/kga)
a. Temperatur bola kering udara, tdb = 30 ºC 
Temperatur bola basah twb = 250C 
Dari tabel uap air jenuh, untuk temperatur jenuh 
tg = 30 ºC, diperoleh pg,db = 4,24 kPa 
tg, w = 250C, diproleh pg,wb = 3,169 ka 
b. Pv = pg,w – 
= 3,169 – = 2,85 kPa 
c. Dari tabel uap, untuk pv,g = 2,85 kPa, 
tg,pv = tdp = 23 0C 
-
d. Rasio kelembaban udara, ω 
ω = = 
= 0,0182 kgv/kga = 18,2 gv/kg 
e. Volume spesifik udara, υ 
υ = = 0,895 m3/kga 
f. Entalpi udara h 
h = 1,006 t + ω ( 2500 + 1,805 t ) 
h = (1,006) 300 +0,0182 { 2501 + 1,805 ( 30º)} 
h = 77,43 kJ/kga
SOAL 
Temperatur bola kering udara ruangan tdb adalah 
30ºC, kelembaban relatip RH sebesar 50% dan 
tekanan udara barometrik 100 kPa. Dengan 
mengunakan tabel uap jenuh , hitung : 
◦ tekanan jenuh uap air dalam udara, pg (kpa) 
◦ tekanan parsial uap air,pv (kpa) 
◦ temperatur pengembunan , tdp 
◦ rasio kelembaban udara, ω 
◦ volume spesifik udara, υ (m3/kga) 
◦ entalpi udara, h ( kJ/kga)
Konstruksi diagram psikrometrik 
AIRAH (Australian Institut of Refrigeration, Air 
Conditioning and Heating ) memberikan contoh 
membuat diagram psikrometrik. 
1. Data awal yang diperlukan tdb. 
2. Cari nilai tekanan jenuh uap air (dari tabel uap air). 
3. Hitungan harga rasio kelembaban udara pada 
kondisi jenuh, ωg. 
4. Cari harga RH = 100% (kondisi jenuh). 
5. Cari harga volume spesifik,ν dan entalpi , h untuk 
kondisi RH = 100 % . 
6. Hitung ωg ,RH ν, Twb dan h untuk kondisi RH 50%, 
Tabelkan.
Langkah ke 1 , plot temperatur tdb pada 
sumbu mendatar, buatkan skala 2 cm untuk 
setiap 5 C ⁰ . Plot ω pada sumbu tegak pada sebelah 
kanan dengan menarik skala 2 cm untuk 5 gv/kga.
Langkah 2 : plot garis jenuh atau garis RH = 
100% , merupakan pertemuan garis tdb dengan 
rasio kelembaban pada kondisi jenuh untuk 
semua titik Tdb.
Langkah 3 : plot pada setiap titik tdb 
dengan masing- masing harga rasio 
kelembaban pada 50% RH untuk 
meperoleh garis RH = 50%
Langkah ke 4 : temperatur pengembunan, 
merupakan titik pertemuan antara garis 
horisontal dengan garis jenuh dan pertemuan 
antara garis horisontal dengan garis vertikal 
menunjukkan nilai tertentu rasio kelembaban.
Langkah ke 5 : plot gais Twb, dari temperatur 
jenuh menuju temperatur twb pada 50% RH hingga 
mencapai batas garis horisontal atau garis vertikal.
Langkah ke 6: tarik garis entalpi dari garis 
jenuh memotong garis 50% RH hingga ke batas 
garis horisontal dan garis vertikal. Pembuatan 
skala pembacaan entalpi spesifik berada di luar 
garis dan kurva diagram.
• Untuk memperoleh hasil yang lengkap dari 
diagram psikrometrik dibuat garis-garis skala Tdb, 
Twb, dan Tdp untuk setiap rentang 1ºC, 
• buat garis skala kelembaban untuk setiap 
rentang 1 gv/kga, 
• buat garis skala kelembaban relatif RH untuk 
setiap rentang 10%, 
• buat garis skala entalpi spesifik untuk setiap 
rentang 1 kJ/kga 
• uat skala volume spesifik untuk setiap rentang 
0,25 m3/kg, 
• petakan secara lengkap nilai-nilai menjadi 
diagram psikrometrik.
DDiiaaggrraamm PPssiikkrroommeettrrii
DDiiaaggrraamm PPssiikkrroommeettrrii
Cara membaca ddiiaaggrraamm ppssiikkrroommeettrrii 
Psikromertik terdiri dari 7 (tujuh) variabel atau sifat-sifat 
udara yang dipetakan pada diagram pada tekanan 
udara standar : Tdb, Twb, Tdp, ω, RH, υ dan h. 
Dibutuhkan masukan/ data dua variabel untuk mencari 
variabel lainnya. 
Pertemuan antar kedua garis variabel yang diketahui 
menghasilkan suatu titik , disebut dengan titik kondisi. 
Untuk mempermudah pembacaan diagram psikrometrik 
diurutkan cara membaca masing-masing garis variabel 
psikrometrik yang terdapat pada diagram.
11.. GGaarriiss kkeedduudduukkaann tteemmppeerraattuurr bboollaa kkeerriinngg 
TTddbb
2. Garis kedudukan tteemmppeerraattuurr bboollaa bbaassaahh TTwwbb
33.. GGaarriiss kkeedduudduukkaann rraassiioo kkeelleemmbbaabbaann ωω
44.. GGaarriiss ppeennggeemmbbuunnaann TTddpp
55.. KKuurrvvaa kkeelleemmbbaabbaann rreellaattiiff RRHH
66.. GGaarriiss kkeedduudduukkaann vvoolluummee ssppeessiiffiikk υυ
77.. GGaarriiss kkeedduudduukkaann eennttaallppii ssppeessiiffiikk hh
Membaca bbeessaarraann ppaaddaa ddiiaaggrraamm 
PPssiikkrroommeettrriikk
Gunakan Karta Psikrometri 
1. Udara ruang memiliki temperatur 25⁰ CDB 
dan 50% RH, tentukan : 
a. Kelembaban spesifik (rasio 
kelembaban, ω 
b. Temperatur bola basah, Twb 
c. Temperatur (titik) embun, TDP 
d. Volume spesifik, υ 
e. Entalpi, h
RH = 50% 
• 
TDB = 25 C ⁰ 
? 
TWB = ⁰C 
? 
ω = gv/kga 
TDP = ⁰C v = m³/kga h = kJ/kga 
? 
? 
?
RH = 50% 
• 
TDB = 25⁰C 
? 
TWB = ⁰C 
? 
ω = gv/kga 
TDP = ⁰C v = m³/kga h = kJ/kga 
? 
? 
?
2. Temperatur tabung kering udara ruangan 
35 C ⁰ dan 27⁰C tabung basah, tentukan : 
a. Kelembaban relatip,RH 
b. Kelembaban spesifik, ω = gv/kga 
c. Temperatur embun, TDP 
d. Volume spesifik, ν 
e. Entalpi, h = kJ/kga
• 
TWB = 27⁰ 
TDB = 35⁰C
GGuunnaakkaann KKaarrttaa PPssiikkrroommeettrrii 
3. Kelembaban relatip udara ruangan 100%, 
dan TDB = 30⁰C, cari : 
a. Temperatur tabung basah,TWB 
b. Kelembaban spesifik, ω 
c. Temperatur embun, TDP 
d. Volume spesifik, υ 
e. Entalpi, h
RH = 100% 
• 
TDB =30⁰C
DASAR PSIKROMETRIK

DASAR PSIKROMETRIK

  • 1.
  • 2.
    IIssii ppeerrkkuulliiaahhaann :: Menjelaskan komposisi dan sifat-sifat termodinamika udara. Menjelaskan konstruksi diagram psikrometrik. Menjelaskan cara mencari propertis termodinamika udara pada diagram psikrometrik.
  • 3.
    UUnnttuukk aappaa MMeemmppeellaajjaarriiPPssiikkrroommeettrrii • Psikrometrik mengkaji sifat-sifat termodinamika udara atmosfer untuk mengendalikan kondisi udara ruangan. • Udara terdiri dari campuran gas-gas di dalam udara (udara kering) dengan uap air. • Temperatur dan kandungan uap air yang terdapat di dalam udara (kelembaban udara) mempunyai pengaruh yang signifikan tehadap kenyamanan bagi manusia dalam melakukan kegiatan, berpengaruh pada material dan juga berpengaruh pada kegiatan suatu proses serta produk yang dihasilkan
  • 4.
    UUnnttuukk aappaa MMeemmppeellaajjaarriiPPssiikkrroommeettrrii Temperatur , kelembaban udara , jumlah udara yang dipasok ke ruangan pada sistem tata udara harus dikendalikan (dipertahankan pada kondisi tertentu). Kalor dan kelembaban udara yang berlebihan, akibat dari kondisi udara ambien, pengaruh proses dan penghuni yang berada di dalam ruangan. Kalor dan kelembaban udara yang berlebihan didalam ruangan yang harus dikeluarkan disebut dengan beban pendinginan. Membuang kalor dan kelembaban udara yang berlebihan dalam upaya mempertahankan kondisi udara ruangan dianalisis dengan psikrometri untuk menentukan kondisi dan kapasitas koil.
  • 5.
    Untuk aappaa MMeemmppeellaajjaarriiPPssiikkrroommeettrrii • Dari data kondisi (parameter psikrometri) dan kapasitas koil pendingin akan dipilih kapasitas mesin pendingin. • Memilih sistem dan kontrol tata udara dimulai dari analisis psikrometri terhadap beban pendinginan parsial. • Penyebab gangguan pada sistem tata udara dapat ditelusuri dengan analisis psikrometri. • Dengan demikian tanpa penguasaan terhadap materi psikrometri akan mengalami kesulitan dalam mempelajari sistem tata udara berikutnya.
  • 6.
    CCoonnttoohh ppeerraallaattaann ppeennggeennddaalliiuuddaarraa rruuaannggaann ((AAiirr CCoonnddiittiioonniinngg)) ada unit pengolah udara ada chiller ada cooling tower
  • 7.
  • 8.
    AACC ppaaddaa rruuaannggppeennggoollaahh ddaattaa
  • 9.
    AACC ppaaddaa rruuaannggaannppeemmiinnttaallaann bbeennaanngg ((AAiirr WWaasshheerr))
  • 10.
    AACC uunnttuukk PPrroosseessppaaddaa IInndduussttrrii
  • 11.
    SSuuppllaaii uuddaarraa yyaannggssuuddaahh ddiikkoonnddiissiikkaann kkee rruuaannggaann
  • 12.
    KKoonnvveerrssii ssaattuuaann 11iinncchhii 11 ffoooott 11 ffoooott 11 yyaarrdd 11 ccuubbiicc ffoooott 11 qquuaarrtt 11 ggaalllloonn 11 oouunnccee 11 ppoouunndd CCeellcciiuuss 11 kkgg 11 ppoouunndd ffoorrccee 11 ppssii 11 llbb//ssqq..fftt 11 kkccaall 11 bbttuu 1 2255,,44 00,,33004488 1122 00,,99114444 00,,228833 00,,994466 33,,778855 2288,,3355 00,,44553366 ((FF –– 3322))//11,,88 99,,880077 44,,444488 66889955 4477,,8888 33,,9977 225522 1 mmmm mmiinncchhii mm mm33 lliitteerr lliitteerr ggrr kkgg NN NN PPaa PPaa bbttuu ccaall 1 ==
  • 13.
    KKoonnvveerrssii ssaattuuaann 11iinn wwaatteerr 11 ffeeeett wwaatteerr 11 iinn HHgg 11 llbb//ssqq..fftt.. 11 bbttuu 11 bbttuu//hhrr 11 HHPP 11 TTRR 11 TTRR 11 iinn22 11 fftt22 11 fftt//ss 11 fftt//mmiinn 11 ggppmm 11 bbttuu//llbb PPaa PPaa PPaa KKgg//mm33 JJ WW WW btu/hr WW mm2 mm22 mm//ss mm//ss ll//ss kkJJ//kkgg 224499,,11 22998899 33338866 1166,,0022.. 11,,005555 00,,22993311 774466 1122000000 33,,551166 665544,,22 00,,00992299 00,,33004488 00,,0000550088 00,,006633 22,,332266 ==
  • 14.
    Pada sistem tataudara , udara yang terdapat dalam atmosfir pada permukaan bumi khususnya dalam lingkungan di dalam ruangan menjadi fokus perhatian Udara akan mengalami proses treatment secara termal dan sekaligus sebagai media pembawa panas Diperlukan pengkajian terhadap sifat-sifat termal udara yang dikenal dengan istilah psikrometrik
  • 15.
    KKoommppoossiissii uuddaarraa Udaraatmosfer terdiri atas • Udara kering • Kelembaban, dalam bentuk uap air • Partikel pengotor: debu, asap, gas Komposisi udara kering • Nitrogen: 78% • Oksigen: 21% • Karbon diokside: 0.03% (variabel) • Gas lain: 0.96%
  • 16.
    Temperatur dan tekananudara atmosfer bervariasi terhadap ketinggian pada permukaan bumi ( altitude ). Temperatur dan tekanan standart ( US standart atmosphere ) merujuk pada basis permukaan laut (sea level) dengan temperatur standar 15ºC, tekanan standar 101,325 kPa dan gravitasi 9,80665 m/s².
  • 17.
    Pengaruh altitude (hinggaketinggian10.000 m) terhadap tekanan p = 101,325 Pengaruh altitude terhadap temperatur (hingga ketinggian 10.000 m) t = 15 – 0,0065 Z p = tekanan barometrik ( kPa) t = temperatur ( ºC ) Z = altitude ( m )
  • 18.
    1. Suatu tempatbarada 500 m di atas permukan laut, hitung tekanan barometrik dan penurunan temperatur pada ketinggan tempat tersebut. • Penyelesaian : p = 101,325 Z = 500 m p = 101,325 p = 95,46 kPa t = 15 - 0,00 65 Z t = 15 - 0,0065 ( 500) t = 15 - 3,9 ºC t = 11,1 ºC
  • 19.
    TTeemmppeerraattuurr uuddaarraa •Temperatur tabung kering (dry bulb temperature, TDB ) didefinisikan sebagai temperatur udara yang terukur oleh termometer biasa dengan sensor kering. • Temperatur tabung basah (wet bulb temperature,TWB) didefinisikan sebagai temperatur jenuh uap air dalam udara yang terukur oleh termometer biasa dengan sensor yang dibalut dengan kasa basah • Untuk mengurangi pengaruh radiasi dari lingkungan pada pengukuran temperatur bola kering, dan temperatur bola basah, sensor bulb harus dialiri udara dengan kecepatan di atas 5 m/s. Aliran udara berfungsi untuk memperoleh temperatur jenuh penguapan pada permukaan sensor basah. • Temperatur udara dinyatakan dalam ⁰C atau ⁰F
  • 20.
    Peletakan termometer dalamsatu wadah kompak untuk pengukuran temperatur bola kering dan temperatur bola basah yang dialiri udara berkecepatan dengan tuas yang dapat diputar disebut dengan sling psikrometer
  • 21.
  • 22.
    RRaassiioo kkeelleemmbbaabbaann// kkaaddaarruuaapp aaiirr ((mmooiissttuurree ccoonntteenntt ))// kkeelleemmbbaabbaann aabbssoolluutt ((aabbssoolluuttee hhuummddiittyy)) //kkeelleemmbbaabbaann ssppeessiiffiikk ((ssppeecciiffiicc hhuummiiddiittyy)),, ωω ((kkggvv /kkggaa)) didefinisikan sebagai perbandingan antara massa parsial uap air dengan massa udara kering yang terdapat dalam udara atmosfir. ω = mv/ma
  • 23.
    • untuk udarakering : Pa Va = ma Ra Ta, • untuk uap air : Pv Vv = mv Rv Tv • dari Hukum Dalton : Va = Vv dan Ta = Tv atau mv = Pv / Rv dan ma = Pa / Ra Nilai Ra = 287,055 J/ (kg K) Nilai Rv = 461,520 J/( kg K), ω = 0,622 pv/ pa Hk. Dalton : p = pa + pv, ω = 0,622 pv/( p – pv)
  • 24.
    Mencari Pv denganrumus Carrier Pv = pg,w – p = tekanan udara barometrik pv = tekanan parsial uap air pgw = tekanan jenuh uap air pada temperatur Twb Tdb = temperatur bola kering udara ⁰C atau ⁰F Twb = temperatur bola basah ⁰C atau ⁰F Kw = 2800 untuk temperatur pada ⁰F = 1537,8 untuk temperatur pada ⁰C
  • 25.
    Temperatur pengembunan (dew point ) , Tdp temperatur ketika uap air mulai mengembun jika udara didinginkan pada tekanan konstan atau temperatur jenuh pada tekanan parsial uap air,
  • 26.
    PPeennggeemmbbuunnaann aaiirr ppaaddaaddiinnddiinngg ssooddaa ccaann
  • 27.
    Kelembaban relatif (Relative humidity), RH Kelembaban relatif, RH ( %) didefinisikan sebagai perbandingan antara tekanan parsial uap air dengan tekanan uap air jenuh pada temperatur yang sama. RH = pv / pg,db ]T x 100 % [%] pv = tekanan parsial up air ( kPa ) pg,db = tekanan jenuh uap air ( kPa ) pada tabel uap jenuh
  • 28.
    Mencari pg denganrumus ln pg = C8 /T +C9 + C10T +C11T2 + C12T3 + + C13 lnT C8 = -5.8002206 x 10 3 C9 = 1.3914993 C10 = -4.8640239 x 10-2 C11 = 4.1764768 x 10-5 C12 = -1.445 2093 x 10-8 C13 = 6.5459673 pg = tekanan jenuh uap air (kPa) T = temperatur uap air (K)
  • 30.
     pg dapatdicari dari tabel uap jenuh pada temperatur jenuh T⁰C 10 15 20 25 30 35 pg kPa 1,288 1,7055 2,3388 3,1692 4,246 5,6278 2. Diketahui : Tdb = 30 ⁰C ; Pbarometrik = 101,325 kPa Twb = 25 C ⁰ Cari : a. pw,g b. Pv 3. Diketahui : Tdb = 30 ⁰C dan Twb = 25 ⁰ Cari : a. Pv b. RH
  • 31.
    Entalpi spesifik udara,h Entalpi spesifik udara (kJ/kga ) adalah kandungan energi kalor yang terdapat dalam udara dan merupakan penjumlahan entalpi udara kering, ha dengan entalpi uap air, hv . H = Ha + Hv H = m h h ma = ha ma + hv mv h = ha + hv mv/ma h = ha + ω hv ha = cp,a Tdb hv = hg (T= 0⁰C) + cp,v Tdb hv = 2501 + cp,v Tdb
  • 32.
    cp,a = 1,006kJ/kgK cp,v = 1,86 kJ/kgK h = 1,006 Tdb + ω (2501 + 1,86 Tdb ) H = entalpi total udara (kJ/K) Ha = entalpi udara kering (kJ) Hv = entalpi total uap air (kJ) h = entalpi spesifik udara (kJ/kg ) ha = entalpi spesifik udara kering (kJ/kg) hv = entalpi spesifik uap air (kJ/kgK cp,a = kalor spesifik udara = 1 (kJ/kgK) cp,v = kalor spesifik uap air (kJ/kgK) ω = rasio kelembaban udara (kgv/kga) Tdb = temperatur bola kering udara (⁰C) 2501= entalpi uap air jenuh kering pada 0 ⁰C (kJ/kg)
  • 33.
    Volume spesifik udara,υ Volume spesifik udara υ didefinisikan sebagai volume udara dibagi dengan massa udara kering. hukum Dalton : volume udara, V = volume udara kering ,Va = volume uap air, Vv  persaman gas ideal : υ = υa = = Ra = konstanta gas udara kering = 287,055 J/ (kg K). T = temperatur udara (K) p = tekanan udara barometrik (kPa) pa = tekanan parsial udara kering (kPa) pv = tekanan parsial uap air (kPa) (pv pake rumus carrier)
  • 34.
    CONTOH Temperatur bolakering udara ruangan tdb adalah 30 C, ⁰ temperatur bola basah 250C dan tekanan udara barometrik 100 kPa. Dengan mengunakan tabel uap jenuh , hitung : tekanan jenuh uap air dalam udara, pg (kpa), pg.w (kPa) tekanan parsial uap air,pv (kpa) temperatur pengembunan , tdp rasio kelembaban udara, ω volume spesifik udara, υ (m3/kga) entalpi udara, h ( kJ/kga)
  • 35.
    a. Temperatur bolakering udara, tdb = 30 ºC Temperatur bola basah twb = 250C Dari tabel uap air jenuh, untuk temperatur jenuh tg = 30 ºC, diperoleh pg,db = 4,24 kPa tg, w = 250C, diproleh pg,wb = 3,169 ka b. Pv = pg,w – = 3,169 – = 2,85 kPa c. Dari tabel uap, untuk pv,g = 2,85 kPa, tg,pv = tdp = 23 0C -
  • 36.
    d. Rasio kelembabanudara, ω ω = = = 0,0182 kgv/kga = 18,2 gv/kg e. Volume spesifik udara, υ υ = = 0,895 m3/kga f. Entalpi udara h h = 1,006 t + ω ( 2500 + 1,805 t ) h = (1,006) 300 +0,0182 { 2501 + 1,805 ( 30º)} h = 77,43 kJ/kga
  • 37.
    SOAL Temperatur bolakering udara ruangan tdb adalah 30ºC, kelembaban relatip RH sebesar 50% dan tekanan udara barometrik 100 kPa. Dengan mengunakan tabel uap jenuh , hitung : ◦ tekanan jenuh uap air dalam udara, pg (kpa) ◦ tekanan parsial uap air,pv (kpa) ◦ temperatur pengembunan , tdp ◦ rasio kelembaban udara, ω ◦ volume spesifik udara, υ (m3/kga) ◦ entalpi udara, h ( kJ/kga)
  • 38.
    Konstruksi diagram psikrometrik AIRAH (Australian Institut of Refrigeration, Air Conditioning and Heating ) memberikan contoh membuat diagram psikrometrik. 1. Data awal yang diperlukan tdb. 2. Cari nilai tekanan jenuh uap air (dari tabel uap air). 3. Hitungan harga rasio kelembaban udara pada kondisi jenuh, ωg. 4. Cari harga RH = 100% (kondisi jenuh). 5. Cari harga volume spesifik,ν dan entalpi , h untuk kondisi RH = 100 % . 6. Hitung ωg ,RH ν, Twb dan h untuk kondisi RH 50%, Tabelkan.
  • 40.
    Langkah ke 1, plot temperatur tdb pada sumbu mendatar, buatkan skala 2 cm untuk setiap 5 C ⁰ . Plot ω pada sumbu tegak pada sebelah kanan dengan menarik skala 2 cm untuk 5 gv/kga.
  • 41.
    Langkah 2 :plot garis jenuh atau garis RH = 100% , merupakan pertemuan garis tdb dengan rasio kelembaban pada kondisi jenuh untuk semua titik Tdb.
  • 42.
    Langkah 3 :plot pada setiap titik tdb dengan masing- masing harga rasio kelembaban pada 50% RH untuk meperoleh garis RH = 50%
  • 43.
    Langkah ke 4: temperatur pengembunan, merupakan titik pertemuan antara garis horisontal dengan garis jenuh dan pertemuan antara garis horisontal dengan garis vertikal menunjukkan nilai tertentu rasio kelembaban.
  • 44.
    Langkah ke 5: plot gais Twb, dari temperatur jenuh menuju temperatur twb pada 50% RH hingga mencapai batas garis horisontal atau garis vertikal.
  • 45.
    Langkah ke 6:tarik garis entalpi dari garis jenuh memotong garis 50% RH hingga ke batas garis horisontal dan garis vertikal. Pembuatan skala pembacaan entalpi spesifik berada di luar garis dan kurva diagram.
  • 46.
    • Untuk memperolehhasil yang lengkap dari diagram psikrometrik dibuat garis-garis skala Tdb, Twb, dan Tdp untuk setiap rentang 1ºC, • buat garis skala kelembaban untuk setiap rentang 1 gv/kga, • buat garis skala kelembaban relatif RH untuk setiap rentang 10%, • buat garis skala entalpi spesifik untuk setiap rentang 1 kJ/kga • uat skala volume spesifik untuk setiap rentang 0,25 m3/kg, • petakan secara lengkap nilai-nilai menjadi diagram psikrometrik.
  • 48.
  • 49.
  • 50.
    Cara membaca ddiiaaggrraammppssiikkrroommeettrrii Psikromertik terdiri dari 7 (tujuh) variabel atau sifat-sifat udara yang dipetakan pada diagram pada tekanan udara standar : Tdb, Twb, Tdp, ω, RH, υ dan h. Dibutuhkan masukan/ data dua variabel untuk mencari variabel lainnya. Pertemuan antar kedua garis variabel yang diketahui menghasilkan suatu titik , disebut dengan titik kondisi. Untuk mempermudah pembacaan diagram psikrometrik diurutkan cara membaca masing-masing garis variabel psikrometrik yang terdapat pada diagram.
  • 51.
    11.. GGaarriiss kkeedduudduukkaanntteemmppeerraattuurr bboollaa kkeerriinngg TTddbb
  • 52.
    2. Garis kedudukantteemmppeerraattuurr bboollaa bbaassaahh TTwwbb
  • 53.
    33.. GGaarriiss kkeedduudduukkaannrraassiioo kkeelleemmbbaabbaann ωω
  • 54.
  • 55.
  • 56.
    66.. GGaarriiss kkeedduudduukkaannvvoolluummee ssppeessiiffiikk υυ
  • 57.
    77.. GGaarriiss kkeedduudduukkaanneennttaallppii ssppeessiiffiikk hh
  • 58.
    Membaca bbeessaarraann ppaaddaaddiiaaggrraamm PPssiikkrroommeettrriikk
  • 60.
    Gunakan Karta Psikrometri 1. Udara ruang memiliki temperatur 25⁰ CDB dan 50% RH, tentukan : a. Kelembaban spesifik (rasio kelembaban, ω b. Temperatur bola basah, Twb c. Temperatur (titik) embun, TDP d. Volume spesifik, υ e. Entalpi, h
  • 61.
    RH = 50% • TDB = 25 C ⁰ ? TWB = ⁰C ? ω = gv/kga TDP = ⁰C v = m³/kga h = kJ/kga ? ? ?
  • 62.
    RH = 50% • TDB = 25⁰C ? TWB = ⁰C ? ω = gv/kga TDP = ⁰C v = m³/kga h = kJ/kga ? ? ?
  • 63.
    2. Temperatur tabungkering udara ruangan 35 C ⁰ dan 27⁰C tabung basah, tentukan : a. Kelembaban relatip,RH b. Kelembaban spesifik, ω = gv/kga c. Temperatur embun, TDP d. Volume spesifik, ν e. Entalpi, h = kJ/kga
  • 64.
    • TWB =27⁰ TDB = 35⁰C
  • 65.
    GGuunnaakkaann KKaarrttaa PPssiikkrroommeettrrii 3. Kelembaban relatip udara ruangan 100%, dan TDB = 30⁰C, cari : a. Temperatur tabung basah,TWB b. Kelembaban spesifik, ω c. Temperatur embun, TDP d. Volume spesifik, υ e. Entalpi, h
  • 66.
    RH = 100% • TDB =30⁰C