SEJARAH KOPERASI
AI NUR SOLIHAT, M.PD
LATAR BELAKANG KOPERASI
SEBAGAI SISTEM
Kebutuhan
Alat
Pemuas
Kebutuhan
Kesejahteraan
KAPITALIS
WIN
LOSS
KOPERASI
KEADILAN SOSIAL SOSIALIS
Dua Alasan Yang Mendasari
Pengaruh Sosialis
Terdapat kesamaan motif antara gerakan koperasi dengan gerakan
sosialis. Sebagai reaksi terhadap penderitaan kaum buruh dalam sistem
perekonomian kapitalis.
Sebagai suatu bentuk organisasi ekonomi yang berbeda dengan bentuk
organisasi ekonomi kapitalis, Koperasi menawarkan kerangka tatanan
sosial yang berbeda dengan tatanan sosial masyarakat kapitalis.
Dampak Revolusi Industri terhadap
Pemikiran Koperasi
Bagi kehidupan kaum buruh, Revolusi Industri ini memberikan akibat-
akibat yang kurang menguntungkan, diantaranya:
Perbedaan lapisan antara
pengusaha pabrik yang
kaya dan buruh pabrik
yang miskin, makin lama
makin bertambah besar
Pekerjaan buruh pabrik
menjadi berat dan
menjemukan
Penggunaan mesin-mesin
berarti akan mengurangi
kebutuhan akan tenaga
buruh
Harga mesin yang sangat
mahal bagi juru gilda, yang
menyebabkan hanya para
kapitalis saja yang dapat
membelinya
Era revolusi industri tersebut memang
merupakan waktu yang gelap bagi
buruh, kondisi kerja sangat buruk dan
penuh keonaran serta memberikan
pemandangan yang suram dan
mengerikan. Tetapi yang tidak dapat
disangkal adalah bahwa revolusi industri
tidak hanya sekedar menghancurkan
tatanan lama, tetapi juga membentuk
acuan dasar baru dengan menciptakan
iklim persaingan dalam dunia usaha
sebagai pengganti dari iklim peraturan-
peraturan yang menentukan produksi
dan distribusi kekayaan dari abad
pertengahan.
Dipandang dari kacamata gerakan koperasi
dunia, Revolusi industri tersebut merupakan
suatu hikmah, karena revolusi industri
tersebut telah melahirkan inspirasi bagi
lahirnya gerakan koperasi yang dicetuskan
oleh Robert Owen (1830), seorang sosialis
utopis, dan kemudian disusul dengan
pemunculan gerakan-gerakan di kota
Rochdale pada tahun 1844, yang dalam
perkembangannya telah menjadi suatu sistem
sendiri dalam kehidupan ekonomi
masyarakat.
Tidak kalah pentingnya dari produk revolusi
industri seperti disebut di atas adalah bahwa
revolusi industri telah melahirkan 2 sistem
pemikiran yaitu Ilmu Pengetahuamn
Ekonomi atau Econommics Science dan
Antithesisnya sosialisme, sebagaimana
dikatakan oleh Arnold Toynbee dalam
bukunnya yang berjudul “The Industrial
Revolution”.
Sejarah Perkembangan Koperasi Dunia
Koperasi pertama kali muncul pada awal abad ke
19. Dua alasan yang mendasari pengaruh sosialisme
Terdapat kesamaan motif antara gerakan koperasi dengan gerakan
sosialis. Sebagai reaksi penderitaan kaum buruh dari hisapan kaum
kapitalis
Sebagai suatu bentuk organisasi ekonomi yang berbeda dengan bentuk
organisasi ekonomi kapitalis, koperasi menawarkan suatu bentuk dasar dari
tatanan sosial yang berbeda dengan tatanan sosial masyarakat kapitalis
Perkembangan Koperasi di Inggris
LATAR
BELAKANG
• Koperasi yang pertama didirikan adalah di inggris, sebagai akibat penderitaan yang dialami kaum buruh di eropa akibat
revolusi industri pada wal abad ke 19. Hal inilah yang mendorong pekerja pabrik tekstil sebanyak 28 orang untuk
menyatukan kemampuan mereka yang terbatas dengan membentuk perkumpulan dan mendirikan sebuah toko. Maka
pada tahun 1844 di Rochdale, inggris mendirikan koperasi konsumsi yang dipelopori oleh Charles Howard
• Menyusul keberhasilan koperasi Rochdale ini, hingga tahun 1852 telah berdiri
sekitar 100 koperasi konsumsi di inggris, yang pada umumnya didirikan oleh
para konsumen.
• Dalam rangka memperkuat gerakan koperasi, maka pada tahun 1862,
koperasi-koperasi konsumsi di inggris bergabung menjadi pusat koperasi
pembelian (Cooperative Wholesale Society).
Perkembangan Koperasi di Prancis
Pelopor-pelopor koperasi di Prancis antara lain Charles Fourier,
Louis Blanc, serta Ferdinand Lasalle. Mereka menyadari bahwa
setelah terjadinya revolusi Prancis dan perkembangan industri
yang menimbulkan kemiskinan, maka nasib rakyat perlu
diperbaiki, dengan membangun koperasi-koperasi yang
bergerak di bidang produksi bersama-sama dengan para
pengusaha kecil.
Di Prancis terdapat Gabungan Koperasi Konsumsi Nasional
Perancis (Federation Natonale Dess Cooperative de
Consummtion), dengan jumlah koperasi yang bergabung
sebanyak 476 buah, anggota 3.460.000 orang, toko
9.900buah dan perputaran modal sebesar 3600 miliar Franc/
tahun.
Perkembangan Koperasi di Jerman
Pada tahun 1848 di Inggris dan Prancis telah mencapai
kemajuan industri, sedangkan di Jerman
perekonomianya masih bercorak agraris. Barang-barang
impor dari Inggris dan Prancis memberikan tekanan
berat perkembangan industri di Jerman, demikian juga
yang dialami oleh para petani di pedesaan.
Pada saat itu muncul Pelopor Koperasi di Jerman,
yaitu F.W Raiffeisen, Walikota Flammersfield. Ia
menganjurkan agar kaum petani menyatukan diri
dalam kumpulan simpan pinjam.
Anggota koperasi wajib menyimpan sejumlah uang, walaupun dalam
jumlah yang sangat kecil sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Uang simpanan boleh dikeluarkan sebagai pinjaman bagi anggota
yang membutuhkannya, dengan membayar bunga ringan.
Penggunaan uang itu diawasi terutama untuk tujuan produktif.
Usaha koperasi mula-mula dibatasi pada desa setempat, pada
kelompok orang yang saling mengenal agar tercapai kerjasama
yang erat
Setelah melalui beberapa rintangan, Raiffeisen akhirnya
berhasil mendirikan koperasi kredit dengan pedoman sebagai
berikut:
Pengurus koperasi diselenggarakan sendiri oleh
anggota yang dipilih tanpa mendapatkan upah.
Keuntungan diperoleh dari perputaran uang simpan
pinjam jadi miilik koperasi dan dipergunakan untuk
membantu kesejahteraan masyarakat setempat.
Koperasi Raiffeisen ini kemudian dikenal sebagai
Koperasi Kredit Pertanian Model Raiffeisen.
Pelopor Koperasi dari Jerman lainya adalah H. Schulze seorang hakim dari kota
Delitzcsh. Pada tahun 1849, ia mempelopori pendirian koperasi simpan pinjam yang
bergerak di daerah perkotaan. Pedoman kerja koperasi simpan pinjam Schulze adalah:
Uang simpanan sebagai modal kerja koperasi dikumpulkan dari
anggota. Anggota-anggota terdiri dari setiap unsur dalam
masyarakat, dan terutama pengusaha kecil dan pedagang kecil.
Wilayah kerjanya bukan daerah pertanian, melainkan di daerah
perkotaan, dimana banyak tinggal pengusaha dan pedagang kecil.
Pengurus Kopersi dipilih dan diberi upah atas pekerjaanya.
Pinjaman yyang diberikan kepada anggota bersifat jangka pendek
dan diberikan kepada mereka yang berusaha sebagai pedagang atau
pengusaha kecil.
Keuntungan yang diperoleh dari bunga pinjaman dibagikan kepada
anggota.
Perkembangan Koperasi di Denmark
Denmark adalah salah satu
negara di Eropa yang dapat
dijadikan contoh pengembangan
koperasi pertanian. Kegiatan
yang dilakukan petani yang
tergabung dalam koperasi
pertanian perlu dipelajari sebagai
pola yang cocok untuk
membangun daerah agraria.
Pada tahun 1952 anggota
koperasi mencapai 1 juta orang
tau sekitar 30% dari jumlah
penduduk Denmark, selain itu
hampir sepertiga penduduk
pedesaan di Denmark berusia 18
tahun sampai dengan 30 tahun
pernah belajar di perguruan
tinggi, sehingga tidak sulit bagi
mereka untuk bergabung ke
dalam koperasi
Selain koperasi pertanian, di
Denmark juga berkembang
koperasi konsumsi. Koperasi
konsumsi ini pada umumnya
didirikan oleh serikat-serikat
pekerja di daerah perkotaan.
Perkembangan Koperasi di Swedia
Salah satu pelopor koperasi di Swedia ialah Albin Johansen. Mereka tidak hanya
terlibat aktif dalam koperasi, tetapi dengan posisinya osebagai pejabat pemerintah
mereka memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada koperasi untuk tumbuh
dan berkembang di Swedia.
Maka pada tahun 1911 gerakan koperasi ini berhasil mengalahkan kekuatan
perusahaan besar milik kelompok orang yang mulanya sangat berkuasa dalam
penentuan harga penjualan margarin, dan pada tahun 1962 berhasil
menghancurkan monopoli penjualan tepung terigu yang dimilki perusahaan swasta.
Rahasia keberhasilan koperasi di Swedia adalah berkat program pendidikan yang
disusun secara teratur dan pendidikan orang dewas di Sekolah Tinggi Rakyat (Folk
High School), serta lingkaran studi dalam pendidikan luar sekolah.
Perkembangan Koperasi di
Amerika Serikat
Koperasi yang tumbuh anatar tahun 1863 samapi
dengan 1869, berjumlah 2600 buah. Sekitar 57%
koperasi ini mengalami kegagalan, karena prinsip-prinsip
koperasi Rochdale dikenal di Amerika Serikat sekitar
tahun 1860, sehingga pertumbuhan koperasi secara pesat
baru sekitar tahun 1880.Koperasi yang tumbuh anatar
tahun 1863 samapi dengan 1869, berjumlah 2600 buah.
Sekitar 57% koperasi ini mengalami kegagalan, karena
prinsip-prinsip koperasi Rochdale dikenal di Amerika
Serikat sekitar tahun 1860, sehingga pertumbuhan
koperasi secara pesat baru sekitar tahun 1880.
Perkembangan koperasi yang menarik adalah tahun
1908. Presiden Rosevelt mengemukakan dalam
laporannya bahwa kebutuhan utama masyarakat
pedesaan ialah kerjasama yang efektif di antara para
petani untuk mempersatukan usahanya pada tingkat
yang sesuai dengan kepentingan bersama. Pada tahun
1913 mengirim utusan ke Eropa untuk meninjau dan
mempelajari pola permodalan, sistem produksi, dan
sistem kehidupan pedesaan yang diselenggarakan koperasi
pertanian di Eropa. Ketika krisis ekonomi melanda dunia
antara tahun 1933-1940, yang mengakibatkan
merosotnya harga produk pertanian, maka koperasi
pertanian Amerika, mengambil sikap untuk mengatasi
masalah itu dengan membentuk koperasi pertanian.
Perkembangan Koperasi di Jepang
Koperasi pertama kali berdiri di jepang pada tahun 1900 (33 tahun setelah pembaharuan oleh Kaisar Meiji), atau
bersamaan dengan pelaksanaan Undang-undang Koperasi Industri Kerajinan. Namun pada hakikatnya koperasi ini
juga bergerak dalam bidang pertanian
Gerakan koperasi pertanian di jepang mengalami kemajuan yang sangat pesat sejak tahun 1930-an, khususnya
ketika penduduk jepang menghadapi krisis ekonomi yang melanda dunia dalam periode 1933-1940
Di jepang ada 2 bentuk koperasi pertanian, yanng pertama disebut koperasi pertanian umum yang cara bekerjanya atas dasar
serba usaha, dan yang kedua koperasi khusus, yang hanya menyelenggarakan satu jenis usaha. Koperasi-koperasi yang
menyelenggarakan kegiatan serba usaha juga bergabung dalam sebuah koperasi induk yang bernama Gabungan Perkumpulan
Koperasi Pertanian Nasional (Zenchiku Novo Kyodokumiami Choukai). Titik berat kegiatan koperasi gabungan atau yang dikenal
dengan sebutan Zen-Noh adalah penyaluran sarana produksi dan pemsaran hasil pertanian.
Perkembangan Koperasi di Korea
Perkembangan koperasi di Korea. Khususnya koperasi di pedesaan, dimulai pda awal
abad ke-20. Koperasi kredit pedesaan misalnya sudah mulain dikenal pada tahun1907.
Sedangkan koperasi kerajinan dan koperasi pertanian baru mulai diorganisir pada
tahun 1936
Pada tahun 1956 koperasi kredit pedesaan diorganisir oleh pemerintah korea
menjadi Bank Pertanian Korea. Namun pada tahun 1957 koperasi pertanian
melebarkan sayapnya dalam kegiatan simpan pinjam. Jadi Korea ada 2 organisasi
pedesaan yang melayani kebutuhan kredit petani, yakni Bank Pertanian Korea dan
Koperasi Pertanian
Pada tahun 1961 dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Koperasi pertanian
yang baru, Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian digabungkan menjadi satu
dengan nama Gabungan Koperasi Pertanian Nasional (National Cooperative
Federation) di singkat NACF. NACF bekerja atas dasar prinsip-prinsip koperasi
modern dan melakukan kegiatan atas dasar serba usaha (multi purpose).
Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia
Sejarah perkembangan koperasi di Indonesia tidak dapat
dipisahkan dari kehadiran pedagang-pedagang bangsa
Eropa yang datang ke indonesia. Namun dengan
keserakahan pedagang-pedagang Eropa untuk meraih
keuntungan yang sebesar-besarnya, maka hubungan
dagang menjadi ingin mengusai rantai perdagangan.
Dari penderitaan inilah yang menggugah pemuka-pemuka
bangsa indonesia berjuang untuk memperbaiki kehidupan
masyarakat, salah satunya ialah dengan mendirikan
koperasi.
Zaman Belanda
• R. Aria Wiraatmaja seorang patih di Purwokerto, mempelopori berdirinya sebuah bank yang bertujuan menolong
para pegawai agar tidak terjerat oleh lintah darat. Usaha ini mendapat dukungan Residen Purwokerto E. Sieburg.
Badan usaha yang dipilih untuk bank yang diberi nama Bank penolong dan tabungan (Help en Spaar Bank).
• Pada tahun 1898, atas bantuan E. Sieburg dan De Wolf Van Westerrode, jangkauan pelayanan bank diperluas ke
sektor pertanian (Hulp-Spaar en Lanbouwcredit Bank), yaitu meniru pola koperasi pertanian yang dikembangkan
di Jerman. Karena masyarakat yang hidup di alam penjajahan tidak boleh berkembang terlalu jauh, maka upaya
yang ditempuh pemerintah kolonial belanda dengan mendirikan Algement Volkscredit Bank.
• Pada tahun 1908 Raden Soetomo melalui Budi Utomo berusaha mengembangakan koperasi rumah tangga tetapi
kurang berhasil karena dukungan dari masyarakat sangat rendah.Pada tahun 1908 Raden Soetomo melalui Budi
Utomo berusaha mengembangakan koperasi rumah tangga tetapi kurang berhasil karena dukungan dari
masyarakat sangat rendah.
• Kemudian sekitar tahun 1913, Serikat Dagang Islam yang kemudian menjadi Sarekat Islam
yang mempelopori berdirinya beberapa jenis Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan.
• Akan tetapi adapun hambatan formal dari pemerintah belanda adalah diterapkannya
peraturan koperasi No. 431 tahun 1915, di mana persyaratan administrasi, yang
menyangkut masalah perizinan, pembiayaan dan masalah-masalah teknis pendirian dan
kegiatan usaha koperasi dibuat sangat berat.
• Setelah itu, perkembangan koperasi di Indonseia menunjukkan tanda-tanda yang mengembirakan.
Study Club 1928, sebagai kelompok intelektual indonesia sangat menyadari peranan koperasi
sebagai salah satu alat perjuangan bangsa. Pada tahun 1939, koperasi di indonesia tumbuh pesat,
mencapai 1712 buah, dan terdaftar sebanyak 172 buah dengan anggota sekitar 14.134 orang.
Zaman Jepang
Adapun siasat pemerintah jepang melalui pemebentukan Kumiai sebenarnya ialah untuk menyelewengkan asas-asas koperasi
yang sebenarnya untuk memenuhi kepentingan perang.
Pada zaman jepang ini dikembangkan model koperasi yang terkenal dengan sebutan Kumiai, dengan propaganda untuk
meningkatkan kesejahteraan mereka, sehingga mendapat simpati yang luas dari masyarakat.
Pada masa ini usaha-usaha koperasi di indonesia disesuaikan dengan asas-asas kemiliteran. Usaha koperasi di indonesia dibatasi
hanya pada kepentingan perang asia timur raya yang dikobarkan oleh Jepang. Akibatnya perkumpulan koperasi yang berdiri
berdasarkan peraturan Belanda harus mendapatka persetujuan ulang daru Suchokan (Para Pejabat Jepang).
Periode 1945-1967
Seiring perkembangan situasi politik dalam negeri yang tidak begitu
menggembirakan, yang antara lain ditandai dengan dikelurkannya
Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959. Keberadaan koperasi
disesuaikan dengan perkembangan kebijaksanaan politik ppada saat
itu. UU Koperasi No. 79/ 1958 misalnya, disyahkan berdasarkan
ketentuan UUDS 1950. Pemerintah kemudian memberlakukan PP
No. 60/1959 sebagai pengganti UU No. 79/1958.
Pada tahun 1965 pemerintah mencabut PP No.
60/1959, dan memberlakukan UU Koperasi No.
14/1965. Penggantian UU ini menyebabkan
memburuknya perkembangan koperasi. Hal ini yang
sangat menonjol adalah sulitnya bagi seseorang untuk
menjadi anggota koperasi tanpa menggabungkan diri
sebagai anggota kelompok partai tertentu.
Periode 1967-1992
Pemerintah orde baru memberlakukan UU No. 12/ 1967 sebagai pengganti UU No. 14/1965, disusul dengan melakukan
rehabilitasi koperasi yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan UU No. 12/1967 terpaksa membubarkan diri.
Dengan diberlakukan UU No. 12/1967 koperasi mulai berkembang kembali. Salah satu yang menonjol ialah pembinaan dan
pengembangan KUD (inpres No.4/1984)
Anggota koperasi pada Pelita I berjumlah 2,5 juta dan Pada Pelita V meningkat menjadi 19 juta, dengan volume usaha
meningkat dari Rp 88,5 miliar menjadi 4,9 triliun
Sehubungan dengan tantangan yang dihadapi pada PJP II, dimana terjadi globalisasi ekonomi yang mana pada tahun 2003 ada
AFTA dan tahun 2020 ada APEC, pemerintah mengambil langkah strategis dengan mengganti UU No. 12/1967 dengan UU No.
25/1992 tentang Perkoperasian.
Periode 1992-2005
Dengan diberlakukannya UU Nomor 25/1992 tentang Perkoperasian maka terjadi perubahan
yang cukup signifikan dalam pergerakan koperasi di Indonsia. Di mana pada undang-undang
yang baru tidak disebutkan secara eksplisit adanya unsur sosial, walaupun secara implisit
tersirat dalam prinsip-prinsip koperasi dan asas koperasi.
Namun, secara umum kegiatan usaha koperasi masih tetap kalah dengan badan usaha lainya,
karena masih adanya proteksi dari pemerintah, antara lain dalam satu desa hanya boleh ada
satu usaha koperasi yaitu Koperasi Unit Desa (KUD) dan apabila ada kegiatan usaha telah
ditangani oleh koperasi maka badan usaha lain tidak boleh menanganinya.
Dengan menghadapi persoalan tersebut maka pemerintah mengambil langkah strategis yang
diharapkan dapat memacu perkembangan koperasi secara kualitatif dan kuantitatif, yaitu
dengan mencabut Inpres Nomor 4/1984 dan mengganti dengan Inpres Nomor 8/1998
tentang Pengembangan Koperasi, dengan begitu maka KUD sebagai satu-satunya koperasi di
pedesaan menjadi gugur.
Sejarah Koperasi

Sejarah Koperasi

  • 1.
  • 2.
    LATAR BELAKANG KOPERASI SEBAGAISISTEM Kebutuhan Alat Pemuas Kebutuhan Kesejahteraan KAPITALIS WIN LOSS KOPERASI KEADILAN SOSIAL SOSIALIS
  • 3.
    Dua Alasan YangMendasari Pengaruh Sosialis Terdapat kesamaan motif antara gerakan koperasi dengan gerakan sosialis. Sebagai reaksi terhadap penderitaan kaum buruh dalam sistem perekonomian kapitalis. Sebagai suatu bentuk organisasi ekonomi yang berbeda dengan bentuk organisasi ekonomi kapitalis, Koperasi menawarkan kerangka tatanan sosial yang berbeda dengan tatanan sosial masyarakat kapitalis.
  • 4.
    Dampak Revolusi Industriterhadap Pemikiran Koperasi Bagi kehidupan kaum buruh, Revolusi Industri ini memberikan akibat- akibat yang kurang menguntungkan, diantaranya: Perbedaan lapisan antara pengusaha pabrik yang kaya dan buruh pabrik yang miskin, makin lama makin bertambah besar Pekerjaan buruh pabrik menjadi berat dan menjemukan Penggunaan mesin-mesin berarti akan mengurangi kebutuhan akan tenaga buruh Harga mesin yang sangat mahal bagi juru gilda, yang menyebabkan hanya para kapitalis saja yang dapat membelinya
  • 5.
    Era revolusi industritersebut memang merupakan waktu yang gelap bagi buruh, kondisi kerja sangat buruk dan penuh keonaran serta memberikan pemandangan yang suram dan mengerikan. Tetapi yang tidak dapat disangkal adalah bahwa revolusi industri tidak hanya sekedar menghancurkan tatanan lama, tetapi juga membentuk acuan dasar baru dengan menciptakan iklim persaingan dalam dunia usaha sebagai pengganti dari iklim peraturan- peraturan yang menentukan produksi dan distribusi kekayaan dari abad pertengahan.
  • 6.
    Dipandang dari kacamatagerakan koperasi dunia, Revolusi industri tersebut merupakan suatu hikmah, karena revolusi industri tersebut telah melahirkan inspirasi bagi lahirnya gerakan koperasi yang dicetuskan oleh Robert Owen (1830), seorang sosialis utopis, dan kemudian disusul dengan pemunculan gerakan-gerakan di kota Rochdale pada tahun 1844, yang dalam perkembangannya telah menjadi suatu sistem sendiri dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
  • 7.
    Tidak kalah pentingnyadari produk revolusi industri seperti disebut di atas adalah bahwa revolusi industri telah melahirkan 2 sistem pemikiran yaitu Ilmu Pengetahuamn Ekonomi atau Econommics Science dan Antithesisnya sosialisme, sebagaimana dikatakan oleh Arnold Toynbee dalam bukunnya yang berjudul “The Industrial Revolution”.
  • 8.
    Sejarah Perkembangan KoperasiDunia Koperasi pertama kali muncul pada awal abad ke 19. Dua alasan yang mendasari pengaruh sosialisme Terdapat kesamaan motif antara gerakan koperasi dengan gerakan sosialis. Sebagai reaksi penderitaan kaum buruh dari hisapan kaum kapitalis Sebagai suatu bentuk organisasi ekonomi yang berbeda dengan bentuk organisasi ekonomi kapitalis, koperasi menawarkan suatu bentuk dasar dari tatanan sosial yang berbeda dengan tatanan sosial masyarakat kapitalis
  • 9.
    Perkembangan Koperasi diInggris LATAR BELAKANG • Koperasi yang pertama didirikan adalah di inggris, sebagai akibat penderitaan yang dialami kaum buruh di eropa akibat revolusi industri pada wal abad ke 19. Hal inilah yang mendorong pekerja pabrik tekstil sebanyak 28 orang untuk menyatukan kemampuan mereka yang terbatas dengan membentuk perkumpulan dan mendirikan sebuah toko. Maka pada tahun 1844 di Rochdale, inggris mendirikan koperasi konsumsi yang dipelopori oleh Charles Howard • Menyusul keberhasilan koperasi Rochdale ini, hingga tahun 1852 telah berdiri sekitar 100 koperasi konsumsi di inggris, yang pada umumnya didirikan oleh para konsumen. • Dalam rangka memperkuat gerakan koperasi, maka pada tahun 1862, koperasi-koperasi konsumsi di inggris bergabung menjadi pusat koperasi pembelian (Cooperative Wholesale Society).
  • 10.
    Perkembangan Koperasi diPrancis Pelopor-pelopor koperasi di Prancis antara lain Charles Fourier, Louis Blanc, serta Ferdinand Lasalle. Mereka menyadari bahwa setelah terjadinya revolusi Prancis dan perkembangan industri yang menimbulkan kemiskinan, maka nasib rakyat perlu diperbaiki, dengan membangun koperasi-koperasi yang bergerak di bidang produksi bersama-sama dengan para pengusaha kecil. Di Prancis terdapat Gabungan Koperasi Konsumsi Nasional Perancis (Federation Natonale Dess Cooperative de Consummtion), dengan jumlah koperasi yang bergabung sebanyak 476 buah, anggota 3.460.000 orang, toko 9.900buah dan perputaran modal sebesar 3600 miliar Franc/ tahun.
  • 11.
    Perkembangan Koperasi diJerman Pada tahun 1848 di Inggris dan Prancis telah mencapai kemajuan industri, sedangkan di Jerman perekonomianya masih bercorak agraris. Barang-barang impor dari Inggris dan Prancis memberikan tekanan berat perkembangan industri di Jerman, demikian juga yang dialami oleh para petani di pedesaan. Pada saat itu muncul Pelopor Koperasi di Jerman, yaitu F.W Raiffeisen, Walikota Flammersfield. Ia menganjurkan agar kaum petani menyatukan diri dalam kumpulan simpan pinjam.
  • 12.
    Anggota koperasi wajibmenyimpan sejumlah uang, walaupun dalam jumlah yang sangat kecil sesuai dengan kemampuan masing-masing. Uang simpanan boleh dikeluarkan sebagai pinjaman bagi anggota yang membutuhkannya, dengan membayar bunga ringan. Penggunaan uang itu diawasi terutama untuk tujuan produktif. Usaha koperasi mula-mula dibatasi pada desa setempat, pada kelompok orang yang saling mengenal agar tercapai kerjasama yang erat Setelah melalui beberapa rintangan, Raiffeisen akhirnya berhasil mendirikan koperasi kredit dengan pedoman sebagai berikut:
  • 13.
    Pengurus koperasi diselenggarakansendiri oleh anggota yang dipilih tanpa mendapatkan upah. Keuntungan diperoleh dari perputaran uang simpan pinjam jadi miilik koperasi dan dipergunakan untuk membantu kesejahteraan masyarakat setempat. Koperasi Raiffeisen ini kemudian dikenal sebagai Koperasi Kredit Pertanian Model Raiffeisen.
  • 14.
    Pelopor Koperasi dariJerman lainya adalah H. Schulze seorang hakim dari kota Delitzcsh. Pada tahun 1849, ia mempelopori pendirian koperasi simpan pinjam yang bergerak di daerah perkotaan. Pedoman kerja koperasi simpan pinjam Schulze adalah: Uang simpanan sebagai modal kerja koperasi dikumpulkan dari anggota. Anggota-anggota terdiri dari setiap unsur dalam masyarakat, dan terutama pengusaha kecil dan pedagang kecil. Wilayah kerjanya bukan daerah pertanian, melainkan di daerah perkotaan, dimana banyak tinggal pengusaha dan pedagang kecil. Pengurus Kopersi dipilih dan diberi upah atas pekerjaanya. Pinjaman yyang diberikan kepada anggota bersifat jangka pendek dan diberikan kepada mereka yang berusaha sebagai pedagang atau pengusaha kecil. Keuntungan yang diperoleh dari bunga pinjaman dibagikan kepada anggota.
  • 15.
    Perkembangan Koperasi diDenmark Denmark adalah salah satu negara di Eropa yang dapat dijadikan contoh pengembangan koperasi pertanian. Kegiatan yang dilakukan petani yang tergabung dalam koperasi pertanian perlu dipelajari sebagai pola yang cocok untuk membangun daerah agraria. Pada tahun 1952 anggota koperasi mencapai 1 juta orang tau sekitar 30% dari jumlah penduduk Denmark, selain itu hampir sepertiga penduduk pedesaan di Denmark berusia 18 tahun sampai dengan 30 tahun pernah belajar di perguruan tinggi, sehingga tidak sulit bagi mereka untuk bergabung ke dalam koperasi Selain koperasi pertanian, di Denmark juga berkembang koperasi konsumsi. Koperasi konsumsi ini pada umumnya didirikan oleh serikat-serikat pekerja di daerah perkotaan.
  • 16.
    Perkembangan Koperasi diSwedia Salah satu pelopor koperasi di Swedia ialah Albin Johansen. Mereka tidak hanya terlibat aktif dalam koperasi, tetapi dengan posisinya osebagai pejabat pemerintah mereka memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada koperasi untuk tumbuh dan berkembang di Swedia. Maka pada tahun 1911 gerakan koperasi ini berhasil mengalahkan kekuatan perusahaan besar milik kelompok orang yang mulanya sangat berkuasa dalam penentuan harga penjualan margarin, dan pada tahun 1962 berhasil menghancurkan monopoli penjualan tepung terigu yang dimilki perusahaan swasta. Rahasia keberhasilan koperasi di Swedia adalah berkat program pendidikan yang disusun secara teratur dan pendidikan orang dewas di Sekolah Tinggi Rakyat (Folk High School), serta lingkaran studi dalam pendidikan luar sekolah.
  • 17.
    Perkembangan Koperasi di AmerikaSerikat Koperasi yang tumbuh anatar tahun 1863 samapi dengan 1869, berjumlah 2600 buah. Sekitar 57% koperasi ini mengalami kegagalan, karena prinsip-prinsip koperasi Rochdale dikenal di Amerika Serikat sekitar tahun 1860, sehingga pertumbuhan koperasi secara pesat baru sekitar tahun 1880.Koperasi yang tumbuh anatar tahun 1863 samapi dengan 1869, berjumlah 2600 buah. Sekitar 57% koperasi ini mengalami kegagalan, karena prinsip-prinsip koperasi Rochdale dikenal di Amerika Serikat sekitar tahun 1860, sehingga pertumbuhan koperasi secara pesat baru sekitar tahun 1880. Perkembangan koperasi yang menarik adalah tahun 1908. Presiden Rosevelt mengemukakan dalam laporannya bahwa kebutuhan utama masyarakat pedesaan ialah kerjasama yang efektif di antara para petani untuk mempersatukan usahanya pada tingkat yang sesuai dengan kepentingan bersama. Pada tahun 1913 mengirim utusan ke Eropa untuk meninjau dan mempelajari pola permodalan, sistem produksi, dan sistem kehidupan pedesaan yang diselenggarakan koperasi pertanian di Eropa. Ketika krisis ekonomi melanda dunia antara tahun 1933-1940, yang mengakibatkan merosotnya harga produk pertanian, maka koperasi pertanian Amerika, mengambil sikap untuk mengatasi masalah itu dengan membentuk koperasi pertanian.
  • 18.
    Perkembangan Koperasi diJepang Koperasi pertama kali berdiri di jepang pada tahun 1900 (33 tahun setelah pembaharuan oleh Kaisar Meiji), atau bersamaan dengan pelaksanaan Undang-undang Koperasi Industri Kerajinan. Namun pada hakikatnya koperasi ini juga bergerak dalam bidang pertanian Gerakan koperasi pertanian di jepang mengalami kemajuan yang sangat pesat sejak tahun 1930-an, khususnya ketika penduduk jepang menghadapi krisis ekonomi yang melanda dunia dalam periode 1933-1940 Di jepang ada 2 bentuk koperasi pertanian, yanng pertama disebut koperasi pertanian umum yang cara bekerjanya atas dasar serba usaha, dan yang kedua koperasi khusus, yang hanya menyelenggarakan satu jenis usaha. Koperasi-koperasi yang menyelenggarakan kegiatan serba usaha juga bergabung dalam sebuah koperasi induk yang bernama Gabungan Perkumpulan Koperasi Pertanian Nasional (Zenchiku Novo Kyodokumiami Choukai). Titik berat kegiatan koperasi gabungan atau yang dikenal dengan sebutan Zen-Noh adalah penyaluran sarana produksi dan pemsaran hasil pertanian.
  • 19.
    Perkembangan Koperasi diKorea Perkembangan koperasi di Korea. Khususnya koperasi di pedesaan, dimulai pda awal abad ke-20. Koperasi kredit pedesaan misalnya sudah mulain dikenal pada tahun1907. Sedangkan koperasi kerajinan dan koperasi pertanian baru mulai diorganisir pada tahun 1936 Pada tahun 1956 koperasi kredit pedesaan diorganisir oleh pemerintah korea menjadi Bank Pertanian Korea. Namun pada tahun 1957 koperasi pertanian melebarkan sayapnya dalam kegiatan simpan pinjam. Jadi Korea ada 2 organisasi pedesaan yang melayani kebutuhan kredit petani, yakni Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian Pada tahun 1961 dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Koperasi pertanian yang baru, Bank Pertanian Korea dan Koperasi Pertanian digabungkan menjadi satu dengan nama Gabungan Koperasi Pertanian Nasional (National Cooperative Federation) di singkat NACF. NACF bekerja atas dasar prinsip-prinsip koperasi modern dan melakukan kegiatan atas dasar serba usaha (multi purpose).
  • 20.
    Sejarah Perkembangan Koperasidi Indonesia Sejarah perkembangan koperasi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kehadiran pedagang-pedagang bangsa Eropa yang datang ke indonesia. Namun dengan keserakahan pedagang-pedagang Eropa untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya, maka hubungan dagang menjadi ingin mengusai rantai perdagangan. Dari penderitaan inilah yang menggugah pemuka-pemuka bangsa indonesia berjuang untuk memperbaiki kehidupan masyarakat, salah satunya ialah dengan mendirikan koperasi.
  • 21.
    Zaman Belanda • R.Aria Wiraatmaja seorang patih di Purwokerto, mempelopori berdirinya sebuah bank yang bertujuan menolong para pegawai agar tidak terjerat oleh lintah darat. Usaha ini mendapat dukungan Residen Purwokerto E. Sieburg. Badan usaha yang dipilih untuk bank yang diberi nama Bank penolong dan tabungan (Help en Spaar Bank). • Pada tahun 1898, atas bantuan E. Sieburg dan De Wolf Van Westerrode, jangkauan pelayanan bank diperluas ke sektor pertanian (Hulp-Spaar en Lanbouwcredit Bank), yaitu meniru pola koperasi pertanian yang dikembangkan di Jerman. Karena masyarakat yang hidup di alam penjajahan tidak boleh berkembang terlalu jauh, maka upaya yang ditempuh pemerintah kolonial belanda dengan mendirikan Algement Volkscredit Bank. • Pada tahun 1908 Raden Soetomo melalui Budi Utomo berusaha mengembangakan koperasi rumah tangga tetapi kurang berhasil karena dukungan dari masyarakat sangat rendah.Pada tahun 1908 Raden Soetomo melalui Budi Utomo berusaha mengembangakan koperasi rumah tangga tetapi kurang berhasil karena dukungan dari masyarakat sangat rendah.
  • 22.
    • Kemudian sekitartahun 1913, Serikat Dagang Islam yang kemudian menjadi Sarekat Islam yang mempelopori berdirinya beberapa jenis Koperasi Industri Kecil dan Kerajinan. • Akan tetapi adapun hambatan formal dari pemerintah belanda adalah diterapkannya peraturan koperasi No. 431 tahun 1915, di mana persyaratan administrasi, yang menyangkut masalah perizinan, pembiayaan dan masalah-masalah teknis pendirian dan kegiatan usaha koperasi dibuat sangat berat. • Setelah itu, perkembangan koperasi di Indonseia menunjukkan tanda-tanda yang mengembirakan. Study Club 1928, sebagai kelompok intelektual indonesia sangat menyadari peranan koperasi sebagai salah satu alat perjuangan bangsa. Pada tahun 1939, koperasi di indonesia tumbuh pesat, mencapai 1712 buah, dan terdaftar sebanyak 172 buah dengan anggota sekitar 14.134 orang.
  • 23.
    Zaman Jepang Adapun siasatpemerintah jepang melalui pemebentukan Kumiai sebenarnya ialah untuk menyelewengkan asas-asas koperasi yang sebenarnya untuk memenuhi kepentingan perang. Pada zaman jepang ini dikembangkan model koperasi yang terkenal dengan sebutan Kumiai, dengan propaganda untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, sehingga mendapat simpati yang luas dari masyarakat. Pada masa ini usaha-usaha koperasi di indonesia disesuaikan dengan asas-asas kemiliteran. Usaha koperasi di indonesia dibatasi hanya pada kepentingan perang asia timur raya yang dikobarkan oleh Jepang. Akibatnya perkumpulan koperasi yang berdiri berdasarkan peraturan Belanda harus mendapatka persetujuan ulang daru Suchokan (Para Pejabat Jepang).
  • 24.
    Periode 1945-1967 Seiring perkembangansituasi politik dalam negeri yang tidak begitu menggembirakan, yang antara lain ditandai dengan dikelurkannya Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959. Keberadaan koperasi disesuaikan dengan perkembangan kebijaksanaan politik ppada saat itu. UU Koperasi No. 79/ 1958 misalnya, disyahkan berdasarkan ketentuan UUDS 1950. Pemerintah kemudian memberlakukan PP No. 60/1959 sebagai pengganti UU No. 79/1958. Pada tahun 1965 pemerintah mencabut PP No. 60/1959, dan memberlakukan UU Koperasi No. 14/1965. Penggantian UU ini menyebabkan memburuknya perkembangan koperasi. Hal ini yang sangat menonjol adalah sulitnya bagi seseorang untuk menjadi anggota koperasi tanpa menggabungkan diri sebagai anggota kelompok partai tertentu.
  • 25.
    Periode 1967-1992 Pemerintah ordebaru memberlakukan UU No. 12/ 1967 sebagai pengganti UU No. 14/1965, disusul dengan melakukan rehabilitasi koperasi yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan UU No. 12/1967 terpaksa membubarkan diri. Dengan diberlakukan UU No. 12/1967 koperasi mulai berkembang kembali. Salah satu yang menonjol ialah pembinaan dan pengembangan KUD (inpres No.4/1984) Anggota koperasi pada Pelita I berjumlah 2,5 juta dan Pada Pelita V meningkat menjadi 19 juta, dengan volume usaha meningkat dari Rp 88,5 miliar menjadi 4,9 triliun Sehubungan dengan tantangan yang dihadapi pada PJP II, dimana terjadi globalisasi ekonomi yang mana pada tahun 2003 ada AFTA dan tahun 2020 ada APEC, pemerintah mengambil langkah strategis dengan mengganti UU No. 12/1967 dengan UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian.
  • 26.
    Periode 1992-2005 Dengan diberlakukannyaUU Nomor 25/1992 tentang Perkoperasian maka terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam pergerakan koperasi di Indonsia. Di mana pada undang-undang yang baru tidak disebutkan secara eksplisit adanya unsur sosial, walaupun secara implisit tersirat dalam prinsip-prinsip koperasi dan asas koperasi. Namun, secara umum kegiatan usaha koperasi masih tetap kalah dengan badan usaha lainya, karena masih adanya proteksi dari pemerintah, antara lain dalam satu desa hanya boleh ada satu usaha koperasi yaitu Koperasi Unit Desa (KUD) dan apabila ada kegiatan usaha telah ditangani oleh koperasi maka badan usaha lain tidak boleh menanganinya. Dengan menghadapi persoalan tersebut maka pemerintah mengambil langkah strategis yang diharapkan dapat memacu perkembangan koperasi secara kualitatif dan kuantitatif, yaitu dengan mencabut Inpres Nomor 4/1984 dan mengganti dengan Inpres Nomor 8/1998 tentang Pengembangan Koperasi, dengan begitu maka KUD sebagai satu-satunya koperasi di pedesaan menjadi gugur.