TUGAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN

             REVIEW MAKALAH




                JOKO SOEBAGYO
                   782612081




          UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
     PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
                     2013
Working Memory and Intelligence: A Brief Review
  (Weng – Think Chooi, Advanced Medical & Dental Institute, Universiti Sains
 Malaysia, Journal of Educational and Development Psychology, Vol.2 No. 2; 3
                                  Agustus 2012)




A. Latar Belakang


   Penelitian yang dilakukan adalah sebuah studi literatur untuk menjawab
pertanyaan para peneliti tentang hubungan working memory (WM) dan
intelligence (g). WM dan g adalah dua hal yang berbeda dimana WM adalah
konsepsi psikologi yang fokus terhadap perhatian dan umumnya dilihat sebagai
penyimpanan sementara yang menahan dan menggerakkan informasi, sedangkan
g adalah kemampuan kognitif secara umum yang terkait dengan efisiensi
pemikiran tingkat tinggi seperti penalaran dan keterampilan pemecahan masalah.
Para psikolog kognitif sangat tertarik dengan WM yang mengartikannya sebagai
kemampuan mental yang aktif menjaga dan menggerakkan informasi dari segala
gangguan sebagai alat untuk memahami hubungan antara WM dan g.
   Untuk mengetahui dan mengukur cara kerja WM, A.D. Baddeley dan Hitch
(1974) mengusulkan suatu model untuk mengukur WM dan membuat dalil bahwa
ada tiga komponen model untuk mengukur WM yaitu: “2 sistem budak” yang
terdiri: dari the phonological loop dan the visuo-spatial sketch pad, dan “1 sistem
penggerak” yaitu the central executive.         The phonologila loop bertugas
memelihara dan menjaga informasi dari kerusakan akibat latihan, sementara the
visuo-spatial sketch pad bertugas menyimpan informasi visual dan spasial.
Sedangkan the central executive bertugas mengkoordinasikan informasi dari the
phonological loop dan the visuo-spatial sketch pad dengan mengarahkan
perhatian pada informasi yang relevan dan menekan informasi yang tidak relevan.
Di tahun 2000, A.D. Baddeley menambahkan satu komponen lagi yaitu the
episodic buffer yang bertugas mengintegrasikan informasi dari the phonological
loop dan the visuo-spatial sketch pad dan informasi dari long term memory (LTM)
apabila diperlukan.
Untuk mengukur g, Cattell (1943) dan Horn (1976) berelaborsi mengusulkan
penggunaan model the fluidcrystallized intelligence. Fluid intelligence adalah
karakteristik secara umum kemampuan bawaan untuk memecahkan masalah baru
dan sebagai kemampuan yang bertanggung jawab atas inter-korelasi antara tes
kemampuan mental. Crystallized intelligence adalah berkaitan dengan kapasitas
untuk memecahkan masalah dan membedakan hubungan antara elemen fisik atau
abstrak di bidang khusus atau bidang umum. Kemampuan untuk memecahkan
maslah dengan menggunakan akumulasi pengetahuan sebelumnya yang disebut
crystallized mental abilities (kemampuan mental yang mengkristal).Meskipun
teori yang diusulkan Cattell dan Horn tidak mendukung faktor kesatuan
kecerdasan (g) secara umum, perbedaan antara fluida dan kemampuan
mengkristal melekat dalam teori mereka, dan telah memainkan peranan penting
dalam pemahaman dan menggambarkan perbedaan individu dalam kecerdasan
(g)manusia.
   Tinjauan ini meringkas pekerjaan-pekerjaan yang telah dan masih dilakukan
dalam membangun hubungan antara WM dan g, serta upaya yang memanipulasi
hubungan antara dua konsepsi dalam rangka mencapai pemahaman yang
mendalam dari keduanya.      Untuk memahami hubungandua konsepsi tersebut
maka dilakukan studi literatur dimana perhatian peneliti difokuskan pada hasil-
hasil penelitianbasic, empiric, brain behavior dan modifiability of the construct
mengenai WM dan g yang cukup mendalam, dengan judul penelitian yaitu
“Working Memory and Intelligence: A Brief Review”


B. Masalah


   Masalah yang diangkat dalam jurnal ini adalah mencari keterkaitan antara
hubungan WM dan g. Tujuan dari studi literatur ini adalh mencari ide “how” dan
“why” antara WM dan g bisa saling terkait guna memberikan harapan dan
pemahaman sebagai suatu kekuatan untuk memprediksi hasil kehidupan manusia
yang lebih baik.
C. Metodelogi


     Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang ditunjukkan dengan
proses pencarian melalui ISI Web of Knowledge dan Scopus menggunakan
keyword seperti “working memory”, ”intelligence”, ”general/intelectual ability”,
“neural network” dan “training” yang diorganisir menjadi 4 bagian yaitu: basic
processes involved, empirical studies, brain behavior studies dan modifiability of
the construct.
1.   Basic Processes Involved
        Pada bagian ini ada 5 hasil penelitian dasar yang meliputi dasar-dasar WM
     dan g yaitu:
     1) Penelitian yang telah dilakukan Baddeley dan Hitch yang menyatakan ada
         2 proses yang mendasar untuk menentukan proses WM yaitu:
         penyimpanan short term memory (STM) dan kecepatan dalam
         pemrosesan informasi. Hasil penelitian memyatakan bahwa kecepatan
         pengolahan yang tinggi mempengaruhi kecepatan proses WM sehingga
         dapat mengkoordinasikan informasi yang ada dalam STM pada saat
         informasi diperlukan.
     2) Penelitian yang dilakukan oleh Kyllonen dan Christal (1990) menyatakan
         bahwa individu yang memelihara dan memanipulasi informasi dalam
         WM-nya adalah dasar dari kemampuan penalaran yang merupakan
         keterampilan tingkat tinggi yang berkaitan dengan g.
     3) Penelitian Jensen dan Munro (1979) yang menyatakan bahwa kecepatan
         pemrosesan informasi dan waktu bereaksi WMdalam mengerjakan tugas,
         secara signifikan berkorelasi dengan g.
     4) Penelitian oleh Colom, Abad, Quiroga, dan Flores Mendoza (2008)
         mengeksplorasi alasan dibalik tingginya korelasi antara WM dan g.
     5) Penelitian Fry dan Hale (1996) menyatakan bahwa kecepatan pemrosesan
         berperan dalam WM dan fluid intelligence.


     Jadi secara mendasar dinyatakan oleh 5 hasil penelitian bahwa ada
keterkaitan antara WM dan g.
2.   Empirical Studies


        Banyak penelitian yang memberikan kontribusi dalam membangun
     hubungan antara WM dan g untuk mencari data korelasi antara keduanya,
     diantaranya:
     1) Kyllonen dan Christal yang mendapatkan nilai korelasi yang tinggi yaitu r
         = 0,8 sampai 0,9 antara WM capacity dan faktor-faktor kemampuan
         penalaran.
     2) Ackerman, Beier, dan Boyle (2005) mendapatkan nilai korelasi sebesar r
         = 0,48 antara WM dan g.
     3) Colom, Flores Mendoza, dan Rebollo (2003); Fry dan Hale (1996);
         Jurden (1995); Salthouse, Miitchell, Skovronek, dan Babcook (1989);
         Stauffer, Ree dan Carretta (1996); Tucker dan Warr (1996); Vergust dan
         De Boek (2001), mereka semua secar mengejutkan mendapatkan nilai
         korelasi yang sama yaitu r = 0,50 sampai 0,90 antara WM dan g.
     4) Kane et al. (2005) dan Obreauer et al. (2003) mendapat nilai korelasi r =
         0,85 antara WM dan g.
     5) Engle et al. (1999) mendapatkan nilai korelasi r = 0,49 antaraWM dan g.


         Dari kelima penelitian empiris diatas, secara signifikan dengan mendapatkan
     nilai korelasi r = 0,49 – 0,90 antara WM dan g.


3.   Brain Behavior Studies


     Salah satu penelitian psikologi kognitif dan neuroscience yang mencoba
untuk menjelaskan relasi antara WM dan g adalah penelitian Holford, Cowan dan
Andrews (2007) yang menyatakan bahwa WM dan kemampuan penalaran saling
berbagi relasi dalam batas-batas kapasitas tertentu.
     Penelitian dalam bidang neuroscience menyatakan bahwa attention
(perhatian) adalah sebuah fungsi dari prefrontal cortex dan menegaskan bahwa
hubungan antara WM dan g dimediasikan oleh aktifitas di dalam the lateral
prefrontal dan parietal region(Gray et. al., 2003).       Kane dan Engle (2002)
melaporkan bahwa dorsolateral prefrontal cortex mungkin mempunyai peranan
 dalam WM khususnya relasi terhadap kontrol perhatian (attention).
      Conway et. al. (2003) mendukung hipotesis Gray et. al. bahwa rentang waktu
 dalam penyelesaian tugas-tugas di WM mengaktifkan daerah di prefrontal cortex
 ketika mekanisme eksekutif kontrol terlibat dalam memerangi gangguan selama
 pemeliharaan dan manipulasi proses.
      Jung dan Haier (2007) mengkaji 37 studi tentang neuroimaging yang
 mempelajari tentang lokasi-lokasi g di otak dan hasilnya menyatakan bahwa g
 kemungkinan besar di distribusikan ke beberapa daerah di otak khususnya daerah
 yang paling relevan denga kecerdasan.
      Dari beberpa penelitian dalam bidang brain behavior menyatakan bahwa
 hubungan antara WM dan g adalah WM merupakan sub komponen penting dari
 kemampuan kognitif secara umum bila dilihat dari sudut pandang biologis dan ini
 semakin memperkuat prinsip-prinsip dalam membangun hubungan antara WM
 dan g.


 4.   Modifiability of The Construct


      Akumulasi dan minat dalam bidang penelitian dua konsepsi itu memunculkan
pelatihan-pelatihan dalam bidang kognitif terutama dalam pelatihan WM (Morrison
dan Chain, 2011).     Sejumlah penelitian telah melaporkan efek pelatihan dan
transfer sebagai akibat dari WM, executive function, dan attention yang sebagian
besar dilakukan terhadap anak-anak atau orang dewasa. Penelitian-penelitian yang
dimaksud diantaranya:
 1) Klingberg dan rekan (2002;2005) mengamati perbaikan dalam tugas-tugas
      penalaran matriks untuk mengurangi kelalaian dalam pengerjaan terhadap
      anak-anak dengan gejala Attentin Deficit Hyperctivity Disorder (ADHD).
 2) Borella, Carretti, Riboldi dan De Beni (2010); Schmieldek, Lovden dan
      Lindenberger (2010) hasil penelitian keduanya menemukan perbaikan dalam
      fluid penalaran setelah pelatihan pada WM pada orang dewasa.
3) Buschkuehl et. al. (2008) dalam studi pelatihan WM yang dilakukan terhadap
    orang dewasa menyatakan adanya perbaikan yang signifikan terhadap g
    akibat dari efek perpindahan dekat.
4) Van der Molen dan rekan (2010) menemukan perbaikan short term memory
    dan tidak menemukan perbaikan nilai Intelligence Quetion (IQ) pada remaja
    dengan cacat intelektual ringan.
5) Li dan rekan (2008) melaporkan tidak ada efek transfer jauh dari pelatihan
    WM dalam tugas yang kompleks dan tidak melaporkan adanya perbaikan
    dalam pengukuran IQ.
    Dari beberapa penelitian terhadap pelatihan WM ternyata ada perbaikan
terhadap cognitif ability walaupun hasilnya belum terlihat secara signifikan.


D. Landasan Teori


   Penelitian studi literatur ini berdasarkan atas teori bahwa kecerdasan (g)
memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari (Gottfredson, 1997).
Kemampuan kognitif seperti penalaran dan pemecahan masalah dalam diri
seseorang dapat dilihat dari faktor kecerdasan (g) orang tersebut.         Menurut
Spearmen (1904) menuliskan bahwa kecerdasan faktor penentu dalam
kemampuan kognitif.
   Banyak peneliti yang menyatakan bahwa kecerdasan (g) dapat diperbaiki dan
ditingkatkan dengan cara melihat kapasitas WMC (Working Memory Capacity).
Seperti hasil penelitian oleh Conway, Cowan, Bunting, Therriault dan Mihoff
(2002), Engle, Langklin, Tukolski dan Conway (1999) yang menyatakan bahwa
kecerdasan dapat diprediksi dengan melihat WMC.
   Penelitian dalam bidang WM memunculkan ide untuk mengukur sejauh mana
proses WM berlangsung dalam otak seseorang. Menurut A.D. Baddeley dan Hitch
(1974) yang telah menelurkan suatu ide dalam bentuk suatu model
WMmenyatakan ada3 komponen model WM untuk mengukur WM seseorang,
yaitu: the phonological loop dan the visuo-spatial sketch pad, dan “1 sistem
penggerak” yaitu the central executive.
Penelitian dalam bidang brain behavior lebih jauh lagi memperlihatkan hasil
yang lebih spesifik mengenai hubungan antara WM dan g.              Menurut Jaeggi,
Buschkuehl, Jonides, dan Perrig (2008) menyatakan bahwa kemampuan kognitif
tingkat tinggi dipengaruhi oleh hubungan antara WM dan g.
   Berdasarkan teori-teori diatas, peneliti melakukan studi literatur untuk
memahami secara mendalam hubungan antara WM dan g.


E. Hasil


   Hasil dari studi literatur pada jurnal ini adalah sebagai berikut:
   1) Secara mendasar ada hubungan yang kuat antara WM dan g sehingga
       diharapkan dengan mempelajari proses WM dapat menghasilkan individu-
       individu yang cerdas (g).
   2) Sebagian besar penelitian empiris dari literatur yang dijadikan acuan
       menyatakan bahwa hubungan antara WM dan g memiliki nilai korelasi
       yang tinggi yaitu r = 0,49 – 0,90.
   3) Upaya untuk meningkatkan g dilakukan dengan cara melakukan pelatihan-
       pelatihan WM, walaupun hasilnya hasil perbaikan belum terlihat secara
       siginifikan namun memiliki harapan yang cukup kuat untuk memperbaiki
       g. Sehingga diperlukan perbaikan-perbaikan dalam pelatihan-pelatihan
       WM tersebut.


F. Komentar (Keunggulan dan Kekurangan)


   1) Keunggulan


       Menurut pendapat saya kelebihan dari studi literatur ini adalah adanya
    data-data yang melimpah pada bagian metodelogi dan peneliti melakukan
    penelusuran dan pengorganisasian yang cukup baik, sehingga hasil penelitian
    dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
       Keunggulan lainnya yaitu adanya data empiris yang cukup siginifikan
    sesuai dengan tujuan literatur ini dan adanya tinjauan dari brain
behaviorsehingga sedikit banyak memberikan wawasan tentang bagaimana
memori diproses serta pelatihan tentang WM yang diduga dapat diperbaiki
dan ditingkatkan.


2) Kekurangan


  Menurut pendapat saya, kekurangan dari studi literatur ini adalah tidak
adanya data yang pasti mengenai responden dalam penelitian-penelitian yang
di jadikan literatur, sehingga tidak dapat diketahui dengan jelas WM dan g
untuk usia tertentu. Menurut Gottfredson (1997) kecerdasan (g) memiliki
peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.       Semua orang pada usia
berapapun pasti ingin memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari,
namun peneliti tidak menampilkan data-data pada usia-usia tertentu.

Review Makalah

  • 1.
    TUGAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN REVIEW MAKALAH JOKO SOEBAGYO 782612081 UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 2013
  • 2.
    Working Memory andIntelligence: A Brief Review (Weng – Think Chooi, Advanced Medical & Dental Institute, Universiti Sains Malaysia, Journal of Educational and Development Psychology, Vol.2 No. 2; 3 Agustus 2012) A. Latar Belakang Penelitian yang dilakukan adalah sebuah studi literatur untuk menjawab pertanyaan para peneliti tentang hubungan working memory (WM) dan intelligence (g). WM dan g adalah dua hal yang berbeda dimana WM adalah konsepsi psikologi yang fokus terhadap perhatian dan umumnya dilihat sebagai penyimpanan sementara yang menahan dan menggerakkan informasi, sedangkan g adalah kemampuan kognitif secara umum yang terkait dengan efisiensi pemikiran tingkat tinggi seperti penalaran dan keterampilan pemecahan masalah. Para psikolog kognitif sangat tertarik dengan WM yang mengartikannya sebagai kemampuan mental yang aktif menjaga dan menggerakkan informasi dari segala gangguan sebagai alat untuk memahami hubungan antara WM dan g. Untuk mengetahui dan mengukur cara kerja WM, A.D. Baddeley dan Hitch (1974) mengusulkan suatu model untuk mengukur WM dan membuat dalil bahwa ada tiga komponen model untuk mengukur WM yaitu: “2 sistem budak” yang terdiri: dari the phonological loop dan the visuo-spatial sketch pad, dan “1 sistem penggerak” yaitu the central executive. The phonologila loop bertugas memelihara dan menjaga informasi dari kerusakan akibat latihan, sementara the visuo-spatial sketch pad bertugas menyimpan informasi visual dan spasial. Sedangkan the central executive bertugas mengkoordinasikan informasi dari the phonological loop dan the visuo-spatial sketch pad dengan mengarahkan perhatian pada informasi yang relevan dan menekan informasi yang tidak relevan. Di tahun 2000, A.D. Baddeley menambahkan satu komponen lagi yaitu the episodic buffer yang bertugas mengintegrasikan informasi dari the phonological loop dan the visuo-spatial sketch pad dan informasi dari long term memory (LTM) apabila diperlukan.
  • 3.
    Untuk mengukur g,Cattell (1943) dan Horn (1976) berelaborsi mengusulkan penggunaan model the fluidcrystallized intelligence. Fluid intelligence adalah karakteristik secara umum kemampuan bawaan untuk memecahkan masalah baru dan sebagai kemampuan yang bertanggung jawab atas inter-korelasi antara tes kemampuan mental. Crystallized intelligence adalah berkaitan dengan kapasitas untuk memecahkan masalah dan membedakan hubungan antara elemen fisik atau abstrak di bidang khusus atau bidang umum. Kemampuan untuk memecahkan maslah dengan menggunakan akumulasi pengetahuan sebelumnya yang disebut crystallized mental abilities (kemampuan mental yang mengkristal).Meskipun teori yang diusulkan Cattell dan Horn tidak mendukung faktor kesatuan kecerdasan (g) secara umum, perbedaan antara fluida dan kemampuan mengkristal melekat dalam teori mereka, dan telah memainkan peranan penting dalam pemahaman dan menggambarkan perbedaan individu dalam kecerdasan (g)manusia. Tinjauan ini meringkas pekerjaan-pekerjaan yang telah dan masih dilakukan dalam membangun hubungan antara WM dan g, serta upaya yang memanipulasi hubungan antara dua konsepsi dalam rangka mencapai pemahaman yang mendalam dari keduanya. Untuk memahami hubungandua konsepsi tersebut maka dilakukan studi literatur dimana perhatian peneliti difokuskan pada hasil- hasil penelitianbasic, empiric, brain behavior dan modifiability of the construct mengenai WM dan g yang cukup mendalam, dengan judul penelitian yaitu “Working Memory and Intelligence: A Brief Review” B. Masalah Masalah yang diangkat dalam jurnal ini adalah mencari keterkaitan antara hubungan WM dan g. Tujuan dari studi literatur ini adalh mencari ide “how” dan “why” antara WM dan g bisa saling terkait guna memberikan harapan dan pemahaman sebagai suatu kekuatan untuk memprediksi hasil kehidupan manusia yang lebih baik.
  • 4.
    C. Metodelogi Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang ditunjukkan dengan proses pencarian melalui ISI Web of Knowledge dan Scopus menggunakan keyword seperti “working memory”, ”intelligence”, ”general/intelectual ability”, “neural network” dan “training” yang diorganisir menjadi 4 bagian yaitu: basic processes involved, empirical studies, brain behavior studies dan modifiability of the construct. 1. Basic Processes Involved Pada bagian ini ada 5 hasil penelitian dasar yang meliputi dasar-dasar WM dan g yaitu: 1) Penelitian yang telah dilakukan Baddeley dan Hitch yang menyatakan ada 2 proses yang mendasar untuk menentukan proses WM yaitu: penyimpanan short term memory (STM) dan kecepatan dalam pemrosesan informasi. Hasil penelitian memyatakan bahwa kecepatan pengolahan yang tinggi mempengaruhi kecepatan proses WM sehingga dapat mengkoordinasikan informasi yang ada dalam STM pada saat informasi diperlukan. 2) Penelitian yang dilakukan oleh Kyllonen dan Christal (1990) menyatakan bahwa individu yang memelihara dan memanipulasi informasi dalam WM-nya adalah dasar dari kemampuan penalaran yang merupakan keterampilan tingkat tinggi yang berkaitan dengan g. 3) Penelitian Jensen dan Munro (1979) yang menyatakan bahwa kecepatan pemrosesan informasi dan waktu bereaksi WMdalam mengerjakan tugas, secara signifikan berkorelasi dengan g. 4) Penelitian oleh Colom, Abad, Quiroga, dan Flores Mendoza (2008) mengeksplorasi alasan dibalik tingginya korelasi antara WM dan g. 5) Penelitian Fry dan Hale (1996) menyatakan bahwa kecepatan pemrosesan berperan dalam WM dan fluid intelligence. Jadi secara mendasar dinyatakan oleh 5 hasil penelitian bahwa ada keterkaitan antara WM dan g.
  • 5.
    2. Empirical Studies Banyak penelitian yang memberikan kontribusi dalam membangun hubungan antara WM dan g untuk mencari data korelasi antara keduanya, diantaranya: 1) Kyllonen dan Christal yang mendapatkan nilai korelasi yang tinggi yaitu r = 0,8 sampai 0,9 antara WM capacity dan faktor-faktor kemampuan penalaran. 2) Ackerman, Beier, dan Boyle (2005) mendapatkan nilai korelasi sebesar r = 0,48 antara WM dan g. 3) Colom, Flores Mendoza, dan Rebollo (2003); Fry dan Hale (1996); Jurden (1995); Salthouse, Miitchell, Skovronek, dan Babcook (1989); Stauffer, Ree dan Carretta (1996); Tucker dan Warr (1996); Vergust dan De Boek (2001), mereka semua secar mengejutkan mendapatkan nilai korelasi yang sama yaitu r = 0,50 sampai 0,90 antara WM dan g. 4) Kane et al. (2005) dan Obreauer et al. (2003) mendapat nilai korelasi r = 0,85 antara WM dan g. 5) Engle et al. (1999) mendapatkan nilai korelasi r = 0,49 antaraWM dan g. Dari kelima penelitian empiris diatas, secara signifikan dengan mendapatkan nilai korelasi r = 0,49 – 0,90 antara WM dan g. 3. Brain Behavior Studies Salah satu penelitian psikologi kognitif dan neuroscience yang mencoba untuk menjelaskan relasi antara WM dan g adalah penelitian Holford, Cowan dan Andrews (2007) yang menyatakan bahwa WM dan kemampuan penalaran saling berbagi relasi dalam batas-batas kapasitas tertentu. Penelitian dalam bidang neuroscience menyatakan bahwa attention (perhatian) adalah sebuah fungsi dari prefrontal cortex dan menegaskan bahwa hubungan antara WM dan g dimediasikan oleh aktifitas di dalam the lateral prefrontal dan parietal region(Gray et. al., 2003). Kane dan Engle (2002)
  • 6.
    melaporkan bahwa dorsolateralprefrontal cortex mungkin mempunyai peranan dalam WM khususnya relasi terhadap kontrol perhatian (attention). Conway et. al. (2003) mendukung hipotesis Gray et. al. bahwa rentang waktu dalam penyelesaian tugas-tugas di WM mengaktifkan daerah di prefrontal cortex ketika mekanisme eksekutif kontrol terlibat dalam memerangi gangguan selama pemeliharaan dan manipulasi proses. Jung dan Haier (2007) mengkaji 37 studi tentang neuroimaging yang mempelajari tentang lokasi-lokasi g di otak dan hasilnya menyatakan bahwa g kemungkinan besar di distribusikan ke beberapa daerah di otak khususnya daerah yang paling relevan denga kecerdasan. Dari beberpa penelitian dalam bidang brain behavior menyatakan bahwa hubungan antara WM dan g adalah WM merupakan sub komponen penting dari kemampuan kognitif secara umum bila dilihat dari sudut pandang biologis dan ini semakin memperkuat prinsip-prinsip dalam membangun hubungan antara WM dan g. 4. Modifiability of The Construct Akumulasi dan minat dalam bidang penelitian dua konsepsi itu memunculkan pelatihan-pelatihan dalam bidang kognitif terutama dalam pelatihan WM (Morrison dan Chain, 2011). Sejumlah penelitian telah melaporkan efek pelatihan dan transfer sebagai akibat dari WM, executive function, dan attention yang sebagian besar dilakukan terhadap anak-anak atau orang dewasa. Penelitian-penelitian yang dimaksud diantaranya: 1) Klingberg dan rekan (2002;2005) mengamati perbaikan dalam tugas-tugas penalaran matriks untuk mengurangi kelalaian dalam pengerjaan terhadap anak-anak dengan gejala Attentin Deficit Hyperctivity Disorder (ADHD). 2) Borella, Carretti, Riboldi dan De Beni (2010); Schmieldek, Lovden dan Lindenberger (2010) hasil penelitian keduanya menemukan perbaikan dalam fluid penalaran setelah pelatihan pada WM pada orang dewasa.
  • 7.
    3) Buschkuehl et.al. (2008) dalam studi pelatihan WM yang dilakukan terhadap orang dewasa menyatakan adanya perbaikan yang signifikan terhadap g akibat dari efek perpindahan dekat. 4) Van der Molen dan rekan (2010) menemukan perbaikan short term memory dan tidak menemukan perbaikan nilai Intelligence Quetion (IQ) pada remaja dengan cacat intelektual ringan. 5) Li dan rekan (2008) melaporkan tidak ada efek transfer jauh dari pelatihan WM dalam tugas yang kompleks dan tidak melaporkan adanya perbaikan dalam pengukuran IQ. Dari beberapa penelitian terhadap pelatihan WM ternyata ada perbaikan terhadap cognitif ability walaupun hasilnya belum terlihat secara signifikan. D. Landasan Teori Penelitian studi literatur ini berdasarkan atas teori bahwa kecerdasan (g) memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari (Gottfredson, 1997). Kemampuan kognitif seperti penalaran dan pemecahan masalah dalam diri seseorang dapat dilihat dari faktor kecerdasan (g) orang tersebut. Menurut Spearmen (1904) menuliskan bahwa kecerdasan faktor penentu dalam kemampuan kognitif. Banyak peneliti yang menyatakan bahwa kecerdasan (g) dapat diperbaiki dan ditingkatkan dengan cara melihat kapasitas WMC (Working Memory Capacity). Seperti hasil penelitian oleh Conway, Cowan, Bunting, Therriault dan Mihoff (2002), Engle, Langklin, Tukolski dan Conway (1999) yang menyatakan bahwa kecerdasan dapat diprediksi dengan melihat WMC. Penelitian dalam bidang WM memunculkan ide untuk mengukur sejauh mana proses WM berlangsung dalam otak seseorang. Menurut A.D. Baddeley dan Hitch (1974) yang telah menelurkan suatu ide dalam bentuk suatu model WMmenyatakan ada3 komponen model WM untuk mengukur WM seseorang, yaitu: the phonological loop dan the visuo-spatial sketch pad, dan “1 sistem penggerak” yaitu the central executive.
  • 8.
    Penelitian dalam bidangbrain behavior lebih jauh lagi memperlihatkan hasil yang lebih spesifik mengenai hubungan antara WM dan g. Menurut Jaeggi, Buschkuehl, Jonides, dan Perrig (2008) menyatakan bahwa kemampuan kognitif tingkat tinggi dipengaruhi oleh hubungan antara WM dan g. Berdasarkan teori-teori diatas, peneliti melakukan studi literatur untuk memahami secara mendalam hubungan antara WM dan g. E. Hasil Hasil dari studi literatur pada jurnal ini adalah sebagai berikut: 1) Secara mendasar ada hubungan yang kuat antara WM dan g sehingga diharapkan dengan mempelajari proses WM dapat menghasilkan individu- individu yang cerdas (g). 2) Sebagian besar penelitian empiris dari literatur yang dijadikan acuan menyatakan bahwa hubungan antara WM dan g memiliki nilai korelasi yang tinggi yaitu r = 0,49 – 0,90. 3) Upaya untuk meningkatkan g dilakukan dengan cara melakukan pelatihan- pelatihan WM, walaupun hasilnya hasil perbaikan belum terlihat secara siginifikan namun memiliki harapan yang cukup kuat untuk memperbaiki g. Sehingga diperlukan perbaikan-perbaikan dalam pelatihan-pelatihan WM tersebut. F. Komentar (Keunggulan dan Kekurangan) 1) Keunggulan Menurut pendapat saya kelebihan dari studi literatur ini adalah adanya data-data yang melimpah pada bagian metodelogi dan peneliti melakukan penelusuran dan pengorganisasian yang cukup baik, sehingga hasil penelitian dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Keunggulan lainnya yaitu adanya data empiris yang cukup siginifikan sesuai dengan tujuan literatur ini dan adanya tinjauan dari brain
  • 9.
    behaviorsehingga sedikit banyakmemberikan wawasan tentang bagaimana memori diproses serta pelatihan tentang WM yang diduga dapat diperbaiki dan ditingkatkan. 2) Kekurangan Menurut pendapat saya, kekurangan dari studi literatur ini adalah tidak adanya data yang pasti mengenai responden dalam penelitian-penelitian yang di jadikan literatur, sehingga tidak dapat diketahui dengan jelas WM dan g untuk usia tertentu. Menurut Gottfredson (1997) kecerdasan (g) memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang pada usia berapapun pasti ingin memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, namun peneliti tidak menampilkan data-data pada usia-usia tertentu.