PENDALAMAN MATERI
(Lembar Kerja Resume Modul)
A. Judul Modul : Teori Belajar Humanistik, Konstruktivistik, dan Teori
Belajar Sosial serta Penerapannya dalam Kegiatan
Pembelajaran
B. Kegiatan Belajar : KB 2
C. Refleksi
NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN
1
Konsep (Beberapa istilah
dan definisi) di KB
Teori humanistik Teori belajar ini berusaha untuk memahami
perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut
pandang pengamatnya, pendidik membantu peserta didik untuk
mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing
individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia
yang unik dan membantu untuk mewujudkan potensi-potensi
yang ada dalam diri mereka.
Maslow : Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan).
Menurut Maslow, bahwa manusia termotivasi untuk memenuhi
segala kebutuhan kebutuhan hidupnya.
“the desire to become everything that one is capable of
becoming” (keinginan untuk menjadi apa pun yang ingin dia
lakukan).
Tipe belajar menurut Hubermas :
1) belajar teknis (technical learning),
2) belajar praktis (practical learning), dan
3) belajar emansipatoris (emancipatory learning).
Teori belajar konstruktivisme
adalah sebuah teori yang memberikan kebebasan kepada
manusia yang mau belajar atau mencari kebutuhannya dengan
kemampuan menemukan kebutuhannya tersebut dengan
bantuan orang lain, sehingga teori ini memberikan keaktifan
terhadap seseorang untuk belajar menemukan sendiri
kompetensi, pengetahuan, atau teknologi dan hal lain yang
dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya sendiri.
Teori belajar kokonstruktivistik (Lev Vygotsky)
Teori belajar ko-kontruktinvistik atau teori belajar sosiokultur
merupakan teori belajar yang titik tekan pada bagaimana
seseorang belajar dengan bantuan orang lain dalam suatu zona
keterbatasan dirinya yaitu Zona Proksimal Developmen (ZPD)
atau Zona Perkembangan Proksimal dan mediasi. Di mana anak
dalam perkembangannya memerlukan orang lain untuk dapat
memahami dan memecahkan masalah yang dihadapi olehnya.
Zona Perkembangan Proksimal/Zona Proximal
Development (ZPD) merupakan konsep utama yang paling
mendasar dari teori belajar konstruktivistik Vygotsky. Dalam Luis
C. Moll (1993: 156-157), Vygotsky berpendapat bahwa setiap
anak dalam suatu domain mempunyai ‘level perkembangan
aktual’ yang dapat dinilai dengan menguji secara individual dan
potensi terdekat bagi perkembangan domain dalam tersebut.
Vygotsky mengemukakan ada empat tahapan PD yang
terjadi dalam perkembangan dan pembelajaran, yaitu :
Tahap 1 : Tindakan anak masih dipengaruhi atau dibantu orang
lain. Seorang anak yang masih dibantu memakai baju, sepatu
dan kaos kakinya ketika akan berangkat ke sekolah
ketergantungan anak pada orang tua dan pengasuhnya begitu
besar, tetapi ia suka memperhatikan cara kerja yang ditunjukkan
orang dewasa
Tahap 2 : Tindakan anak yang didasarkan atas inisiatif sendiri.
59 Anak mulai berkeinginan untuk mencoba memakai baju,
sepatu dan kaos kakinya sendiri tetapi masih sering keliru
memakai sepatu antara kiri dan kanan. Memakai baju pun masih
membutuhkan waktu yang lama karena keliru memasangkan
kancing.
Tahap 3 : Tindakan anak berkembang spontan dan
terinternalisasi. Anak mulai melakukan sesuatu tanpa adanya
perintah dari orang dewasa. Setiap pagi sebelum berangkat ia
sudah mulai faham tentang apa saja yang harus dilakukannya,
misalnya memakai baju kemudian kaos kaki dan sepatu.
Tahap 4 : Tindakan anak spontan akan terus diulang-ulang
hingga anak siap untuk berfikir abstrak.
Mediasi merupakan tanda-tanda atau lambang-lambang
yang digunakan seseorang untuk memahami sesuatu di luar
pemahamannya.
Prinsip-prinsip utama teori belajar kokonstruktivistik yang
banyak digunakan dalam pendidikan menurut Guruvalah :
a) Pengetahuan dibangun oleh siswa secara aktif
b) Tekanan proses belajar mengajar terletak pada Siswa
c) Mengajar adalah membantu siswa belajar
d) Tekanan dalam proses belajar lebih pada proses dan bukan
pada hasil belajar
e) Kurikulum menekankan pada partisipasi siswa f) Guru
adalah fasilitator.
Teori belajar sosial
Teori ini merupakan perluasan dari teori belajar perilaku
tradisional (behavioristik) yang dikembangkan oleh Albert
Bandura (1986). Teori ini juga menerima sebagian besarnya dari
prinsip-prinsip teori-teori belajar perilaku, tetapi memberi lebih
banyak penekanan pada efek-efek dari isyarat-isyarat pada
perilaku, dan pada proses-proses mental internal.
Vicarious Experiences yaitu pengalaman-pengalaman tak
terduga.
Peniruan (imitation)
Pemodelan (modeling)
2
Daftar materi pada KB
yang sulit dipahami
- Hierarchy of Needs
- The desire to become everything that one is capable of
becoming
- Zona Proksimal Developmen
- Vicarious Experiences
3
Daftar materi yang sering
mengalami miskonsepsi
dalam pembelajaran
Teori belajar konstruktivisme
Teori belajar kokonstruktivistik

RESUME KB 2.pdf

  • 1.
    PENDALAMAN MATERI (Lembar KerjaResume Modul) A. Judul Modul : Teori Belajar Humanistik, Konstruktivistik, dan Teori Belajar Sosial serta Penerapannya dalam Kegiatan Pembelajaran B. Kegiatan Belajar : KB 2 C. Refleksi NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN 1 Konsep (Beberapa istilah dan definisi) di KB Teori humanistik Teori belajar ini berusaha untuk memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya, pendidik membantu peserta didik untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu untuk mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka. Maslow : Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). Menurut Maslow, bahwa manusia termotivasi untuk memenuhi segala kebutuhan kebutuhan hidupnya. “the desire to become everything that one is capable of becoming” (keinginan untuk menjadi apa pun yang ingin dia lakukan). Tipe belajar menurut Hubermas : 1) belajar teknis (technical learning), 2) belajar praktis (practical learning), dan 3) belajar emansipatoris (emancipatory learning). Teori belajar konstruktivisme adalah sebuah teori yang memberikan kebebasan kepada manusia yang mau belajar atau mencari kebutuhannya dengan kemampuan menemukan kebutuhannya tersebut dengan bantuan orang lain, sehingga teori ini memberikan keaktifan terhadap seseorang untuk belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan, atau teknologi dan hal lain yang dibutuhkan untuk mengembangkan dirinya sendiri. Teori belajar kokonstruktivistik (Lev Vygotsky) Teori belajar ko-kontruktinvistik atau teori belajar sosiokultur merupakan teori belajar yang titik tekan pada bagaimana seseorang belajar dengan bantuan orang lain dalam suatu zona keterbatasan dirinya yaitu Zona Proksimal Developmen (ZPD)
  • 2.
    atau Zona PerkembanganProksimal dan mediasi. Di mana anak dalam perkembangannya memerlukan orang lain untuk dapat memahami dan memecahkan masalah yang dihadapi olehnya. Zona Perkembangan Proksimal/Zona Proximal Development (ZPD) merupakan konsep utama yang paling mendasar dari teori belajar konstruktivistik Vygotsky. Dalam Luis C. Moll (1993: 156-157), Vygotsky berpendapat bahwa setiap anak dalam suatu domain mempunyai ‘level perkembangan aktual’ yang dapat dinilai dengan menguji secara individual dan potensi terdekat bagi perkembangan domain dalam tersebut. Vygotsky mengemukakan ada empat tahapan PD yang terjadi dalam perkembangan dan pembelajaran, yaitu : Tahap 1 : Tindakan anak masih dipengaruhi atau dibantu orang lain. Seorang anak yang masih dibantu memakai baju, sepatu dan kaos kakinya ketika akan berangkat ke sekolah ketergantungan anak pada orang tua dan pengasuhnya begitu besar, tetapi ia suka memperhatikan cara kerja yang ditunjukkan orang dewasa Tahap 2 : Tindakan anak yang didasarkan atas inisiatif sendiri. 59 Anak mulai berkeinginan untuk mencoba memakai baju, sepatu dan kaos kakinya sendiri tetapi masih sering keliru memakai sepatu antara kiri dan kanan. Memakai baju pun masih membutuhkan waktu yang lama karena keliru memasangkan kancing. Tahap 3 : Tindakan anak berkembang spontan dan terinternalisasi. Anak mulai melakukan sesuatu tanpa adanya perintah dari orang dewasa. Setiap pagi sebelum berangkat ia sudah mulai faham tentang apa saja yang harus dilakukannya, misalnya memakai baju kemudian kaos kaki dan sepatu. Tahap 4 : Tindakan anak spontan akan terus diulang-ulang hingga anak siap untuk berfikir abstrak. Mediasi merupakan tanda-tanda atau lambang-lambang yang digunakan seseorang untuk memahami sesuatu di luar pemahamannya. Prinsip-prinsip utama teori belajar kokonstruktivistik yang banyak digunakan dalam pendidikan menurut Guruvalah : a) Pengetahuan dibangun oleh siswa secara aktif b) Tekanan proses belajar mengajar terletak pada Siswa c) Mengajar adalah membantu siswa belajar d) Tekanan dalam proses belajar lebih pada proses dan bukan pada hasil belajar e) Kurikulum menekankan pada partisipasi siswa f) Guru adalah fasilitator.
  • 3.
    Teori belajar sosial Teoriini merupakan perluasan dari teori belajar perilaku tradisional (behavioristik) yang dikembangkan oleh Albert Bandura (1986). Teori ini juga menerima sebagian besarnya dari prinsip-prinsip teori-teori belajar perilaku, tetapi memberi lebih banyak penekanan pada efek-efek dari isyarat-isyarat pada perilaku, dan pada proses-proses mental internal. Vicarious Experiences yaitu pengalaman-pengalaman tak terduga. Peniruan (imitation) Pemodelan (modeling) 2 Daftar materi pada KB yang sulit dipahami - Hierarchy of Needs - The desire to become everything that one is capable of becoming - Zona Proksimal Developmen - Vicarious Experiences 3 Daftar materi yang sering mengalami miskonsepsi dalam pembelajaran Teori belajar konstruktivisme Teori belajar kokonstruktivistik