Resistor
Rangkaian Elektronika
Daftar Isi


Apa Itu Resistor?
Fungsi Spesifik Resistor
Kategori Resistor
Membaca/Menentukan Nilai Resistor
Apa Itu Resistor?


Resistor merupakan komponen elektronika yang bersifat
membatasi, menghambat, menahan arus listrik yang
mengalir di dalam suatu rangkaian. Kemampuan resistor
dalam menghambat arus listrik sangat beragam
disesuaikan dengan nilai resistor tersebut. Satuan Resistor
adalah Ohm dengan simbol "Ω".
Bagaimana resistor dapat menahan arus listrik? di antara
dua kutub resistor diproduksi sejumlah tegangan listrik,
berdasarkan hukum Ohm, nilai tegangan berbanding lurus
dengan arus yang mengalir.
Prinsip Kerja Resistor


Sebagai gambaran tentang bagaimana prinsip kerja dari
sebuah resistor, anggap saja ada arus air itu sebagai arus
listrik, sedangkan bendungan sebagai resistornya maka
besarnya arus tergantung dari besar kecilnya pintu
bendungan yang dibuka. Semakin besar terbukanya pintu
bendungan, semakin besar juga arus yang melewati
bendungan tersebut, jadi bila kita menginginkan arus yang
besar maka kita pasang resistor yang nilai resistansi
(tahanan)-nya kecil, bila mendekati nol atau sama dengan nol
atau tidak dipasang sama sekali dengan demikian arus tidak
lagi dibatasi.
Fungsi Spesifik Resistor


Sebagai pembagi arus
Sebagai penurun tegangan
Sebagai pembagi tegangan
Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.
Kategori Resistor


    Berdasarkan Nilainya
•   Resistor Linera (Fixed)
•   Resistor non Linear
•   Resistor variabel
    Berdasarkan Bentuknya
•   Silinder
•   SMD
•   Wiremound
    Berdasarkan Bahan Resistor
    Karbon (paling Banyak)
    Kawat
    Meta film (paling Banyak)
    SMD
Berdasarkan Nilainya
        Resistor Linear (fixed)
Ialah resistor yang nilai hambatannya tetap.




Makin besar bentuk fisik resistor, makin besar pula daya
resistor tersebut.
Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi suhu yang
bisa diterima resistor tersebut.
Resistor bahan gulungan kawat pasti lebih besar bentuk
dan nilai daya-nya dibandingkan resistor dari bahan carbon.
Berdasarkan Nilainya
             Resistor non Linear
Ialah resistor yang nilai hambatannya berubah-ubah karena faktor
lingkungan, ex cahaya dan suhu

   PTC : Positive Temperatur Coefisien
Nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi
suhu yang mempengaruhi makin besar nilai hambatannya.
   NTC : Negative Temperatur Coefisien
Nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi
suhu yang mempengaruhi makin kecil nilai hambatannya.
   LDR : Light Dependent Resistor
Nlai hambatannya terpengaruh oleh perubahan intensitas cahaya
yang mengenainya. Makin besar intensitas cahaya yang
mengenainya makin kecil nilai hambatannya
Gambar Resistor Non Linier
Berdasarkan Nilainya
            Resistor variabel

Ialah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah
dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat
tersebut, sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai
dengan kebutuhan.
   Trimpot, Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya
   dapat diubah dengan mengunakan obeng.
   Potensio, Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya
   dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat
   bantu) dengan cara memutar poros engkol atau mengeser
   kenop untuk potensio geser.
Gambar Resistor Variabel


Gbr. Resistor Trimpot



Gbr. Potensio
Berdasarkan Bentuknya


Silinder



SMD (chip)
Berdasarkan Bahan Resistor
             Karbon

Pada awalnya, resistor ini dibuat dari bahan karbon
kasar yang diberi lilitan kawat yang kemudian diberi
tanda dengan kode warna berbentuk gelang dan
pembacaannya dapat dilihat pada tabel kode warna.
Jenis resistor ini juga merupakan jenis resistor generasi
awal setelah adanya resistor kawat. Sekarang sudah
jarang untuk dipakai pada rangkaian – rangkaian
elektronika. Bentuk dari resistor jenis ini dapat dilihat
pada gambar di samping.
Berdasarkan Bahan Resistor
             Kawat

Resistor kawat adalah jenis resistor generasi pertama yang
lahir pada saat rangkaian elektronika masih menggunakan
(vacuum tube). Bentuknya bervariasi dan memiliki ukuran
yang cukup besar. Resistor kawat ini biasanya banyak
dipergunakan dalam rangkaian power karena memiliki
resistansi yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi.
Jenis lainnya yang masih dipakai sampai sekarang adalah jenis
resistor dengan lilitan kawat yang dililitkan pada bahan
keramik, kemudian dilapisi dengan bahan semen. Rating daya
yang tersedia untuk resistor jenis ini adalah dalam ukuran 1
watt, 2 watt, 5 watt, dan 10 watt. Ilustrasi dari resistor kawat
dapat dilihat pada gambar di samping.
Berdasarkan Bahan Resistor
             Meta film

Resistor film metal dibuat dengan bentuk hampir menyerupai resistor
film karbon. Resistor tahan terhadap perubahan temperatur. Resistor
ini juga memiliki tingkat kepresisian yang tinggi karena nilai toleransi
yang tercantum pada resistor ini sangatlah kecil, biasanya sekitar 1%
atau 5%. Jika dibandingkan dengan resistor film karbon, resistor film
metal ini memiliki tingkat kepresisian yang lebih tinggi dibandingkan
dengan resistor film karbon karena resistor film metal ini memiliki 5
buah gelang warna, bahkan ada yang 6 buah gelang warna.
Sedangkan, resistor film karbon hanya memiliki 4 buah gelang warna.
Resistor film metal ini sangat cocok digunakan dalam rangkaian –
rangkaian yang memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi, seperti alat
ukur. Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt,
dan 2 watt. Bentuk dari resistor ini dapat dilihat pada gambar di
samping.
Berdasarkan Bahan Resistor
             SMD


SMD ( Surface Mounted Device ) Resistor adalah
resistor dengan bentuk kotak kecil yang cara
pemasangannya menempel pada pcb.
Gambar Resistor Berdasar Bahannya


  Gbr. Resistor Karbon




  Gbr. Resistor Kawat
Gambar Resistor Berdasar Bahannya


  Gbr. Resistor Film




  Gbr. Resistor SMD
Membaca/Menentukan Nilai
           Resistor

Seperti yang sudah diketahui, kemampuan resistor dalam
menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan
nilai resistor tersebut. Nilai tersebut ditandai oleh gelang
warna serta angka pada jenis resistor tertentu.
Apabila kita menginginkan nilai suatu resistor tetapi tidak
terdapat di resistor tersebut, kita dapat menggunakan teknik
rangkaian seri dan pararel untuk mendapatkan nilai seperti
yang kita inginkan.
Pada bahasan kali ini, kita akan mempelajari bagaimana
menghitung nilai resistor berdasarkan gelang warna, angka
serta rangkaian.
Caranya?


Berdasarkan warna gelang
Berdasarkan kode angka
Berdasarkan rangkaian
Mengukur Resistor Dengan Multitester
Gelang Warna


Gelang warna merupakan tanda nilai suatu resistor,
pada umumnya resistor bentuk silinder. Kode warna
tersebut berjumlah 10 warna yang menandakan kode
bilangan, multiplier, toleransi dan temperatur.
Jumlah gelang warna dalam resistor ada yang 4 warna,
5 warna serta 6 warna.
Kode Gelang Warna
Contoh
Warna dimulai dari 3 warna yang rapat, warna pertama sebagai
angka, kedua sebagai angka, ketiga sebagai pengali, keempat
sebagai toleransi.
Warna kuning bernilai 4, warna ungu bernilai 7, merah sebagai
pengali bernilai 00, dan emas bernilai 5%.
Kalkulasikan kode tersebut, 4 digabung 7 X 100 = 4700 ohm.
Dengan toleransi 5% dari 4700 = 235 ohm.
Nilai toleransi ada karena nilai resistor tidak begitu tepat, karena
pada kenyataannya nilai tersebut tergantung kondisi resistor itu
sendiri.
Batas Maksimal nilai= 4700+235 = 4935 ohm
Batas minimal nilai= 4700-235 = 4665 ohm.
Maka kesimpulannya, resistor tersebut mempunyai nilai antara
4665 – 4935 ohm.
Berdasarkan kode angka




Resistor dengan kode angka pada umumnya terdapat pada resistor
chip. Contoh
Dalam gambar diatas tertera kode 102. Penghitungan sama seperti
gelang warna, berarti 1 digabung dengan 2 X 100 = 1000 ohm.
Berdasarkan rangkaian


Berapakah nilai total rangkaian resistor di bawah?
Penghitungan

Pertama jumlahkan rangkaian yang paralel.
1/R = 1/56 + 1/33 = 89/1848, Maka R = 1848/89 = 20,8 ohm.
Sekarang didapat rangkaian seri sbb :




Maka, R = R1 + R2, R = 20,8 + 47 = 67,8 ohm.
Mengukur Resistor Dengan
         Multitester

Pastikan anda sudah melakukan zerro Ohm.
Putar batas ukur pada Ohmmeter (pastikan batas ukur lebih tinggi
atau hampir sama dengan perkiraan resistor yang diukur).
Hubungkan probe ke masing-masing kaki resistor (bolak balik sama
saja)
Lihat penunjukan jarum pada papan skala.
Kesimpulan Hasil Pengukuran
Jarum menunjuk angka sesuai dengan ukuran aslinya : resistor baik
Jarum menunjuk angka lebih besar / kecil dari ukuran aslinya :
resistor rusak
Jarum tidak bergerak sama sekali : resistor putus
Jarum menunjuk angka nol : resistor short
Selesai


Oleh Sofhian Fazrin Nashrullah
Mahasiswa PTIK Tingkat 2, STKIP Muhammadiyah
Kuningan
www.azidan.com

Resistor

  • 1.
  • 2.
    Daftar Isi Apa ItuResistor? Fungsi Spesifik Resistor Kategori Resistor Membaca/Menentukan Nilai Resistor
  • 3.
    Apa Itu Resistor? Resistormerupakan komponen elektronika yang bersifat membatasi, menghambat, menahan arus listrik yang mengalir di dalam suatu rangkaian. Kemampuan resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistor tersebut. Satuan Resistor adalah Ohm dengan simbol "Ω". Bagaimana resistor dapat menahan arus listrik? di antara dua kutub resistor diproduksi sejumlah tegangan listrik, berdasarkan hukum Ohm, nilai tegangan berbanding lurus dengan arus yang mengalir.
  • 4.
    Prinsip Kerja Resistor Sebagaigambaran tentang bagaimana prinsip kerja dari sebuah resistor, anggap saja ada arus air itu sebagai arus listrik, sedangkan bendungan sebagai resistornya maka besarnya arus tergantung dari besar kecilnya pintu bendungan yang dibuka. Semakin besar terbukanya pintu bendungan, semakin besar juga arus yang melewati bendungan tersebut, jadi bila kita menginginkan arus yang besar maka kita pasang resistor yang nilai resistansi (tahanan)-nya kecil, bila mendekati nol atau sama dengan nol atau tidak dipasang sama sekali dengan demikian arus tidak lagi dibatasi.
  • 5.
    Fungsi Spesifik Resistor Sebagaipembagi arus Sebagai penurun tegangan Sebagai pembagi tegangan Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.
  • 6.
    Kategori Resistor Berdasarkan Nilainya • Resistor Linera (Fixed) • Resistor non Linear • Resistor variabel Berdasarkan Bentuknya • Silinder • SMD • Wiremound Berdasarkan Bahan Resistor Karbon (paling Banyak) Kawat Meta film (paling Banyak) SMD
  • 7.
    Berdasarkan Nilainya Resistor Linear (fixed) Ialah resistor yang nilai hambatannya tetap. Makin besar bentuk fisik resistor, makin besar pula daya resistor tersebut. Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi suhu yang bisa diterima resistor tersebut. Resistor bahan gulungan kawat pasti lebih besar bentuk dan nilai daya-nya dibandingkan resistor dari bahan carbon.
  • 8.
    Berdasarkan Nilainya Resistor non Linear Ialah resistor yang nilai hambatannya berubah-ubah karena faktor lingkungan, ex cahaya dan suhu PTC : Positive Temperatur Coefisien Nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin besar nilai hambatannya. NTC : Negative Temperatur Coefisien Nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin kecil nilai hambatannya. LDR : Light Dependent Resistor Nlai hambatannya terpengaruh oleh perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Makin besar intensitas cahaya yang mengenainya makin kecil nilai hambatannya
  • 9.
  • 10.
    Berdasarkan Nilainya Resistor variabel Ialah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut, sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Trimpot, Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah dengan mengunakan obeng. Potensio, Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser.
  • 11.
    Gambar Resistor Variabel Gbr.Resistor Trimpot Gbr. Potensio
  • 12.
  • 13.
    Berdasarkan Bahan Resistor Karbon Pada awalnya, resistor ini dibuat dari bahan karbon kasar yang diberi lilitan kawat yang kemudian diberi tanda dengan kode warna berbentuk gelang dan pembacaannya dapat dilihat pada tabel kode warna. Jenis resistor ini juga merupakan jenis resistor generasi awal setelah adanya resistor kawat. Sekarang sudah jarang untuk dipakai pada rangkaian – rangkaian elektronika. Bentuk dari resistor jenis ini dapat dilihat pada gambar di samping.
  • 14.
    Berdasarkan Bahan Resistor Kawat Resistor kawat adalah jenis resistor generasi pertama yang lahir pada saat rangkaian elektronika masih menggunakan (vacuum tube). Bentuknya bervariasi dan memiliki ukuran yang cukup besar. Resistor kawat ini biasanya banyak dipergunakan dalam rangkaian power karena memiliki resistansi yang tinggi dan tahan terhadap panas yang tinggi. Jenis lainnya yang masih dipakai sampai sekarang adalah jenis resistor dengan lilitan kawat yang dililitkan pada bahan keramik, kemudian dilapisi dengan bahan semen. Rating daya yang tersedia untuk resistor jenis ini adalah dalam ukuran 1 watt, 2 watt, 5 watt, dan 10 watt. Ilustrasi dari resistor kawat dapat dilihat pada gambar di samping.
  • 15.
    Berdasarkan Bahan Resistor Meta film Resistor film metal dibuat dengan bentuk hampir menyerupai resistor film karbon. Resistor tahan terhadap perubahan temperatur. Resistor ini juga memiliki tingkat kepresisian yang tinggi karena nilai toleransi yang tercantum pada resistor ini sangatlah kecil, biasanya sekitar 1% atau 5%. Jika dibandingkan dengan resistor film karbon, resistor film metal ini memiliki tingkat kepresisian yang lebih tinggi dibandingkan dengan resistor film karbon karena resistor film metal ini memiliki 5 buah gelang warna, bahkan ada yang 6 buah gelang warna. Sedangkan, resistor film karbon hanya memiliki 4 buah gelang warna. Resistor film metal ini sangat cocok digunakan dalam rangkaian – rangkaian yang memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi, seperti alat ukur. Resistor ini memiliki rating daya sebesar 1/4 watt, 1/2 watt, 1 watt, dan 2 watt. Bentuk dari resistor ini dapat dilihat pada gambar di samping.
  • 16.
    Berdasarkan Bahan Resistor SMD SMD ( Surface Mounted Device ) Resistor adalah resistor dengan bentuk kotak kecil yang cara pemasangannya menempel pada pcb.
  • 17.
    Gambar Resistor BerdasarBahannya Gbr. Resistor Karbon Gbr. Resistor Kawat
  • 18.
    Gambar Resistor BerdasarBahannya Gbr. Resistor Film Gbr. Resistor SMD
  • 19.
    Membaca/Menentukan Nilai Resistor Seperti yang sudah diketahui, kemampuan resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistor tersebut. Nilai tersebut ditandai oleh gelang warna serta angka pada jenis resistor tertentu. Apabila kita menginginkan nilai suatu resistor tetapi tidak terdapat di resistor tersebut, kita dapat menggunakan teknik rangkaian seri dan pararel untuk mendapatkan nilai seperti yang kita inginkan. Pada bahasan kali ini, kita akan mempelajari bagaimana menghitung nilai resistor berdasarkan gelang warna, angka serta rangkaian.
  • 20.
    Caranya? Berdasarkan warna gelang Berdasarkankode angka Berdasarkan rangkaian Mengukur Resistor Dengan Multitester
  • 21.
    Gelang Warna Gelang warnamerupakan tanda nilai suatu resistor, pada umumnya resistor bentuk silinder. Kode warna tersebut berjumlah 10 warna yang menandakan kode bilangan, multiplier, toleransi dan temperatur. Jumlah gelang warna dalam resistor ada yang 4 warna, 5 warna serta 6 warna.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
    Warna dimulai dari3 warna yang rapat, warna pertama sebagai angka, kedua sebagai angka, ketiga sebagai pengali, keempat sebagai toleransi. Warna kuning bernilai 4, warna ungu bernilai 7, merah sebagai pengali bernilai 00, dan emas bernilai 5%. Kalkulasikan kode tersebut, 4 digabung 7 X 100 = 4700 ohm. Dengan toleransi 5% dari 4700 = 235 ohm. Nilai toleransi ada karena nilai resistor tidak begitu tepat, karena pada kenyataannya nilai tersebut tergantung kondisi resistor itu sendiri. Batas Maksimal nilai= 4700+235 = 4935 ohm Batas minimal nilai= 4700-235 = 4665 ohm. Maka kesimpulannya, resistor tersebut mempunyai nilai antara 4665 – 4935 ohm.
  • 25.
    Berdasarkan kode angka Resistordengan kode angka pada umumnya terdapat pada resistor chip. Contoh Dalam gambar diatas tertera kode 102. Penghitungan sama seperti gelang warna, berarti 1 digabung dengan 2 X 100 = 1000 ohm.
  • 26.
    Berdasarkan rangkaian Berapakah nilaitotal rangkaian resistor di bawah?
  • 27.
    Penghitungan Pertama jumlahkan rangkaianyang paralel. 1/R = 1/56 + 1/33 = 89/1848, Maka R = 1848/89 = 20,8 ohm. Sekarang didapat rangkaian seri sbb : Maka, R = R1 + R2, R = 20,8 + 47 = 67,8 ohm.
  • 28.
    Mengukur Resistor Dengan Multitester Pastikan anda sudah melakukan zerro Ohm. Putar batas ukur pada Ohmmeter (pastikan batas ukur lebih tinggi atau hampir sama dengan perkiraan resistor yang diukur). Hubungkan probe ke masing-masing kaki resistor (bolak balik sama saja) Lihat penunjukan jarum pada papan skala. Kesimpulan Hasil Pengukuran Jarum menunjuk angka sesuai dengan ukuran aslinya : resistor baik Jarum menunjuk angka lebih besar / kecil dari ukuran aslinya : resistor rusak Jarum tidak bergerak sama sekali : resistor putus Jarum menunjuk angka nol : resistor short
  • 29.
    Selesai Oleh Sofhian FazrinNashrullah Mahasiswa PTIK Tingkat 2, STKIP Muhammadiyah Kuningan www.azidan.com