1
Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan
Arif Rahman, ST MT
2
Dasar Hukum AMDAL
Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun
1986
Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun
1993
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun
1999
3
Perubahan Kebijakan AMDAL
PP 29/1986 PP 51/1993 PP 27/1999
Diberlakukan 5 Juni 1987
Implementasi :
a. PIL (Penyajian Informasi Lingkungan)/
PEL (Penyajian Evaluasi Lingkungan)
b. KA-ANDAL
c. ANDAL
d. RKL
e. RPL
Studi AMDAL :
• AMDAL kegiatan tunggal
Kewenangan penilaian:
27 komisi penilai AMDAL lokal
16 komisi penilai AMDAL pusat
Diberlakukan 23 Oktober 1993
Implementasi :
a.KA-ANDAL
b.ANDAL,RKL-RPL
Studi AMDAL :
•AMDAL kegiatan tunggal
•AMDAL multisektor
•AMDAL area
•AMDAL regional
Kewenangan penilaian:
27 komisi penilai AMDAL lokal
16 komisi penilai AMDAL pusat
1 komisi AMDAL regional &
terpadu
Diberlakukan 7 Nopember 2000
Implementasi :
a.KA-ANDAL
b.ANDAL,RKL-RPL
Studi AMDAL :
•AMDAL kegiatan tunggal
•AMDAL terpadu
•AMDAL kegiatan dalamkawasan
Kewenangan penilaian:
88 komisi penilai AMDALkab/kota
33 komisi penilai AMDAL propinsi
1 komisi penilai AMDAL pusat
4
Definisi AMDAL
Analisis mengenai dampak lingkungan
hidup (AMDAL) adalah kajian mengenai
dampak besar dan penting suatu usaha
dan/atau kegiatan yang direncanakan
pada lingkungan hidup yang diperlukan
bagi proses pengambilan keputusan
tentang penyelenggaraan usaha dan/atau
kegiatan;
5
Definisi AMDAL
Dampak besar dan penting adalah perubahan
lingkungan hidup yang sangat mendasar yang
diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan;
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan
makhluk hidup, termasuk manusia, dan
perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lain;
6
Lingkup Studi AMDAL
Usaha dan/atau kegiatan tunggal adalah hanya satu
jenis usaha dan/atau kegiatan yang kewenangan
pembinaannya di bawah satu instansi yang membidangi
usaha dan/atau kegiatan.
Usaha dan/atau kegiatan terpadu/multisektor adalah
usaha dan/atau kegiatan yang terpadu yang melibatkan
lebih dari satu instansi yang membidangi kegiatan
dimaksud.
Usaha dan/atau kegiatan kawasan adalah usaha
dan/atau kegiatan dalam satu kesatuan hamparan
ekosistem zona pengembangan wilayah/kawasan sesuai
dengan rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana
tata ruang kawasan.
7
Dasar Hukum Pemberlakuan AMDAL
Kegiatan wajib AMDAL diatur dalam
KepMenLH no 17 tahun 2001, juncto
PerMenLH no 11 tahun 2006
Kegiatan yang tidak wajib AMDAL diatur
dalam KepMenLH no. 86 tahun 2002,
juncto PerMenLH no 12 tahun 2007
8
Macam Kegiatan Wajib AMDAL
a. pengubahan bentuk lahan dan bentang alam;
pembuatan jalan,
bendungan,
jalan kereta api dan
pembukaan hutan;
a. eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui
maupun yang tak terbaharui;
kegiatan pertambangan dan
eksploitasi hutan;
9
Macam Kegiatan Wajib AMDAL
c. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat
menimbulkan pemborosan, pencemaran dan kerusakan
lingkungan hidup, serta kemerosotan sumber daya alam
dalam pemanfaatannya;
pemanfaatan tanah yang tidak diikuti dengan usaha konservasi
dan
penggunaan energi yang tidak diikuti dengan teknologi yang
dapat mengefisienkan pemakaiannya;
c. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi
lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan
sosial dan budaya;
kegiatan yang menimbulkan perubahan atau pergeseran
struktur tata nilai, pandangan dan/atau cara hidup masyarakat
setempat;
10
Macam Kegiatan Wajib AMDAL
e. proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat
mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi
sumber daya dan/atau perlindungan cagar budaya;
kegiatan yang proses dan hasilnya menimbulkan pencemaran,
kerusakan kawasan konservasi alam, atau pencemaran benda
cagar budaya;
e. introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewan, dan
jenis jasad renik;
introduksi suatu jenis tumbuh-tumbuhan baru atau jasad renik
(mikro organisme) yang dapat menimbulkan jenis penyakit
baru terhadap tanaman,
introduksi suatu jenis hewan baru dapat mempengaruhi
kehidupan hewan yang telah ada;
11
Macam Kegiatan Wajib AMDAL
g. pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non
hayati, mencakup pula pengertian pengubahan;
h. penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai
potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan hidup
dan menimbulkan dampak negatif terhadap
kesehatan;
i. kegiatan yang mempunyai resiko tinggi, dan atau
mempengaruhi pertahanan negara.
Gudang dan pabrik mesiu dan senjata
Pangkalan militer
12
13
14
15
16
17
Kriteria Dampak Besar dan Penting
a. jumlah manusia yang akan terkena dampak;
Manusia yang berada di wilayah studi ANDAL, tetapi tidak
menikmati manfaat, jumlahnya ≥ dari jumlah manusia yang
menikmati manfaat.
a. luas wilayah persebaran dampak;
Rencana usaha atau kegiatan mengakibatkan adanya wilayah
yang mengalami perubahan mendasar dari segi intensitas
dampak atau tidak berbaliknya dampak atau segi kumulatif
dampak
a. lamanya dampak berlangsung;
Mengakibatkan timbulnya dampak hanya pada satu atau lebih
tahapan kegiatan
18
Kriteria Dampak Besar dan Penting
d. Intensitas dampak;
Mengakibatkan perubahan/kerusakan:
pada sifat2 fisik atau hayati lingkungan yang melampaui baku
mutu lingkungan menurut UU
pada komponen lingkungan yang melampaui kriteria yang
diakui berdasarkan pertimbangan ilmiah
spesies langka dan atau endemik atau dilindungi terancam
punah atau habitatnya mengalami kerusakan
pada kawasan lindung (hutan lindung, cagar alam, taman
nasional, suaka margasatwa)
pada benda-benda dan bangunan peninggalan sejarah yang
bernilai tinggi
pada daerah rawan konflik atau kontroversi dengan
masyarakat pemda atau pemerintah pusat
atau memodifikasi areal yang mempunyai nilai keindahan
alami tinggi.
19
Kriteria Dampak Besar dan Penting
e. banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena
dampak;
Yang dampak menimbulkan dampak sekunder atau dampak
lanjutan yang jumlah komponennya ≥ dengan komponen yang
akan terkena dampak primer
e. sifatnya kumulatif dampak;
Dampak lingkungan yang berlangsung berulangkali dan terus
menerus, sehingga pada kurun waktu tertentu tidak dapat
diasimilasi oleh lingkungan alam atau sosial yang menerimanya.
Beragam dampak lingkungan yang menumpuk dalam suatu
ruang tertentu sehingga tidak dapak diasimilasi oleh lingkungan
alam atau sosial yang menerimanya.
Dampak dari berbagai sumber kegiatan yang menimbulkan efek
yang saling memperkuat (sinergetik)
e. berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible)
dampak.
Perubahan yang akan dialami oleh suatu komponen lingkungan tidak
dapat dipulihkan kembali, walaupun dengan intervensi manusia.
20
Metodologi AMDAL
21
Metodologi AMDAL
AKTIVITAS & HASILPROSES PERENCANAAN
AMDAL
RKL
Analisis kinerja
Tujuan program pemantauan
Persiapan AMDAL
 Konsultasi masyarakat
 Studi dasar (baseline) spesies yang terancam punah
 Modifikasi tata letak proyek untuk meminimalkan
dampak terhadap spesies dengan memindahkan
pembangunan jauh dari habitat
 Studi khas lokasi tentang populasi dan
perkembangbiakan
 Menghalangi jalan masuk ke batang air yang
tercemar dengan berbagai cara
 Menyediakan suplai air secara lokal untuk
daerah (yang disukai) spesies terkait
 Program pemantauan spesies tersebut
 Praktek pengelolaan lainnya
 Studi regional tentang populasi dan
perkembangbiakan spesies yang dipantau
 Studi tentang pergerakan lokal dan migrasi
regional
22
Kegiatan dalam AMDAL
Penapisan (screening) ialah pemilihan
rencana pembangunan yang harus
dilengkapi dengan analisis mengenai
dampak lingkungan
Pelingkupan (scoping) ialah penentuan
ruang lingkup analisis mengenai dampak
lingkungan
Pelaporan
Penilaian
Penapisan
Bertujuan memilah proyek pembangunan
yang perlu AMDAL dan tidak
Metode penapisan
Dengan uraian
Dengan daftar positif
• FEARO (Federal Environmental Review Office), Kanada
• OECD, Perancis
23
Penapisan Dua tahap
24
Penapisan Satu Tahap
25
26
Penapisan
Kriteria yang banyak dipakai untuk penapisan adalah
karakteristik proyek, misalnya jenis, volume dan
penyimpanan bahan baku dan lokasi proyek, dan nilai
ambang.
Nilai ambang yang digunakan adalah nilai ambang
teknik, yang memperhatikan fisik proyek dan volume.
Terjadinya dampak penting tidak hanya ditentukan oleh
proyek, melainkan juga oleh lokasi proyek menurut TGL,
geografi, dayadukung lingkungan dan pentahapan
proyek
Misalnya, terjadi dampak kumulatif karena penempatan
wilayah industri di suatu wilayah, industri yang dibangun
akhir efeknya dapat melampaui ambang batas
dayadukung lingkungan, walaupun sebenarnya jumlah
limbahnya rendah
Pelingkupan
Bertujuan membatasi penelitian AMDAL
pada hal penting untuk pengambilan
keputusan
Metode identifikasi hal penting ( disebut
juga bidang kepedulian penting) harus
mencakup :
Mendapat informasi dari sumber informasi
(masyarakat, LSM, pemimpin masyarakat & pakar
Membangkitkan partisipasi masyarakat
Identifikasi hal penting dari faktor ilmiah, teknis
27
Pelingkupan
Telaah uraian proyek dan penelitian lapangan di daerah
proyek
Telaah literatur
Literatur ilmiah
rencana pembangunan
Perkembangan informasi
dll
Wawancara dan kuesioner
Penelitian partisipasi-observasi
Rapat dan lokakarya
Simulasi
Metode delphi
28
Pelingkupan
KERANGKA ACUAN (KA)
Adalah ruang lingkup studi Analisis Dampak Lingkungan yang
merupakan hasil pelingkupan
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN (ANDAL)
Adalah telaah secara cermat dan mendalam tentang dampak
penting suatu rencana usaha atau kegiatan
RENCANA PENGELOLAAN LINGUNGAN (RKL)
Adalah dokumen mengandung upaya penanganan dampak
penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan
RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL)
Adalah dokumen mengandung upaya pemantauan komponen
yang terkena dampak penting akibat dari rencana usaha atau
kegiatan
29
Kerangka Acuan
Menguraikan ketentuan tugas yang harus dulakukan
dalam kontrak pelaksanaan
Disusun berdasar hasil pelingkupan yang telah
dirumuskan
Dampak yang masuk hanya yang dianggap penting
Berisi
Uraian singkat proyek
Tujuan penelitian dan sasaran
Metode identifikasi dampak penting
Ruang lingkup penelitian
Metodologi penelitian
30
ANDAL
Dalam studi ANDAL hanya diperkirakan dan dievaluasi
dampak penting yang diidentifikasi dalam pelingkupan dan
tertera dalam KA sehingga penelitian ANDAL terfokus pada
dampak yang penting saja
Dampak yang tidak penting dapat diabaikan, dengan
penelitian yang terfokus dan diperhitungkan untuk
memperkirakan besarnya dan pentingnya dampak juga
menjadi terbatas
Metode yang digunakan : Daftar Uji, Matriks & Bagan Alir
Berisi :
Uraian singkat proyek
Ruang lingkup dan metodologi
Rencana kegiatan (pra-konstruksi, konstruksi, pasca-konstruksi)
Rona lingkungan hidup
Perkiraan dampak penting
Evaluasi dampak penting
31
Penyusunan RPL dan RKL
Pengelolaan Lingkungan terdiri atas
Pengelolaan dampak
Pemantauan dampak
Penanganan dampak
Metode sesuai dampak yang ditangani
Pemantauan dampak
Audit lingkungan  hasil RPL dan RKL yang
disempurnakan
32
Penyusunan RPL dan RKL
Pendekatan Pengelolaan Lingkungan
terdiri atas :
Pendekatan Teknologi
• Penanggulangan limbah
• Efisiensi SDA dan Energi
• Pencegahan kerusakan dan konservasi
Pendekatan Ekonomi
• Fasilitasi penanggulangan dan pengelolaan dampak
lingkungan
Pendekatan Institusional
• Kerjasama dalam pengelolaan lingkungan hidup
• Peraturan dan perundang-undangan
• Pengawasan intern dan ekstern yang melibatkan pemerintah
dan masyarakat
33
34
Penyusunan RKL
Faktor Lingkungan yang terkena dampak
Sumber dampak
Bobot dan pengukuran dampak
dibandingkan dengan nilai ambang batas
Upaya pengelolaan lingkungan
35
Penyusunan RPL
Jenis dampak penting
Faktor lingkungan yang dipantau
Tolok ukur dampak
Lokasi pemantauan
Periode pemantauan
36
Pelaporan
Pada umumnya laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu ringkasan
eksekutif (executive summary), laporan utama (main report) dan
lampiran (appendix)
Pembagian laporan dalam tiga bagian dimaksudkan untuk dapat
mencapai dua sasaran kelompok pembaca.
Sasaran pertama ialah para pengambil keputusan pada pihak
pemrakarsa (direktur dan direktur utama) maupun pemerintah
(direktur, direktur jenderal dan menteri) yang berkepentingan
dengan proyek tersebut, dimana para pengambil keputusan ini
sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk mempelajari laporan yang
terinci, bagi merekalah diperuntukkan ringkasan eksekutif
(executive summary)
Laporan ini singkat dan berisi pokok permasalahan, cara
pemecahannya dan rekomendasi tindakan yang harus diambil
37
Pelaporan
Laporan utama diperuntukkan bagi para pelaksana proyek dan teknisi yang
memerlukan keterangan terinci.
Laporan harus dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, baik isi
maupun format, dengan bahasa yang harus dapat dimengerti dengan
mudah oleh pakar dalam bidang yang berbeda-beda.
Hal ini mengingat AMDAL bersifat lintas sektoral dan harus dipelajari oleh
pakar dalam berbagai bidang
Suatu tantangan dalam metode penulisan laporan ialah untuk membuat
bagian-bagian dalam berbagai bidang menjadi satu kesatuan yang koheren,
yaitu terintegrasi
Yang sering terjadi ialah penelitian AMDAL yang bersifat multidisiplin
menghasilkan laporan yang teridiri atas bab-bab dalam berbagai bidang
yang berdiri sendiri-sendiri.
Di sini pulalah letak bahaya tidak terintegrasinya ANDAL dengan RKL dan
RPL
Penilaian AMDAL
Prosedur
• Surat permohonan penilaian KA-ANDAL oleh
pemrakarsa kegiatan
• Rapat komisi AMDAL dan keputusan tentang penilaian
KA-ANDAL
• Surat permohonan penilaian ANDAL oleh pemrakarsa
• Rapat komisi AMDAL dan keputusan tentang penilaian
ANDAL, RKL dan RPL
38
39
Akhir Perkuliahan…Akhir Perkuliahan…
…… Ada Yang DitanyakanAda Yang Ditanyakan

Rekling08 amdal

  • 1.
  • 2.
    2 Dasar Hukum AMDAL PeraturanPemerintah Nomor 29 Tahun 1986 Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1993 Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999
  • 3.
    3 Perubahan Kebijakan AMDAL PP29/1986 PP 51/1993 PP 27/1999 Diberlakukan 5 Juni 1987 Implementasi : a. PIL (Penyajian Informasi Lingkungan)/ PEL (Penyajian Evaluasi Lingkungan) b. KA-ANDAL c. ANDAL d. RKL e. RPL Studi AMDAL : • AMDAL kegiatan tunggal Kewenangan penilaian: 27 komisi penilai AMDAL lokal 16 komisi penilai AMDAL pusat Diberlakukan 23 Oktober 1993 Implementasi : a.KA-ANDAL b.ANDAL,RKL-RPL Studi AMDAL : •AMDAL kegiatan tunggal •AMDAL multisektor •AMDAL area •AMDAL regional Kewenangan penilaian: 27 komisi penilai AMDAL lokal 16 komisi penilai AMDAL pusat 1 komisi AMDAL regional & terpadu Diberlakukan 7 Nopember 2000 Implementasi : a.KA-ANDAL b.ANDAL,RKL-RPL Studi AMDAL : •AMDAL kegiatan tunggal •AMDAL terpadu •AMDAL kegiatan dalamkawasan Kewenangan penilaian: 88 komisi penilai AMDALkab/kota 33 komisi penilai AMDAL propinsi 1 komisi penilai AMDAL pusat
  • 4.
    4 Definisi AMDAL Analisis mengenaidampak lingkungan hidup (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan;
  • 5.
    5 Definisi AMDAL Dampak besardan penting adalah perubahan lingkungan hidup yang sangat mendasar yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan; Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain;
  • 6.
    6 Lingkup Studi AMDAL Usahadan/atau kegiatan tunggal adalah hanya satu jenis usaha dan/atau kegiatan yang kewenangan pembinaannya di bawah satu instansi yang membidangi usaha dan/atau kegiatan. Usaha dan/atau kegiatan terpadu/multisektor adalah usaha dan/atau kegiatan yang terpadu yang melibatkan lebih dari satu instansi yang membidangi kegiatan dimaksud. Usaha dan/atau kegiatan kawasan adalah usaha dan/atau kegiatan dalam satu kesatuan hamparan ekosistem zona pengembangan wilayah/kawasan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana tata ruang kawasan.
  • 7.
    7 Dasar Hukum PemberlakuanAMDAL Kegiatan wajib AMDAL diatur dalam KepMenLH no 17 tahun 2001, juncto PerMenLH no 11 tahun 2006 Kegiatan yang tidak wajib AMDAL diatur dalam KepMenLH no. 86 tahun 2002, juncto PerMenLH no 12 tahun 2007
  • 8.
    8 Macam Kegiatan WajibAMDAL a. pengubahan bentuk lahan dan bentang alam; pembuatan jalan, bendungan, jalan kereta api dan pembukaan hutan; a. eksploitasi sumber daya alam baik yang terbaharui maupun yang tak terbaharui; kegiatan pertambangan dan eksploitasi hutan;
  • 9.
    9 Macam Kegiatan WajibAMDAL c. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pemborosan, pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, serta kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya; pemanfaatan tanah yang tidak diikuti dengan usaha konservasi dan penggunaan energi yang tidak diikuti dengan teknologi yang dapat mengefisienkan pemakaiannya; c. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya; kegiatan yang menimbulkan perubahan atau pergeseran struktur tata nilai, pandangan dan/atau cara hidup masyarakat setempat;
  • 10.
    10 Macam Kegiatan WajibAMDAL e. proses dan kegiatan yang hasilnya akan dapat mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya dan/atau perlindungan cagar budaya; kegiatan yang proses dan hasilnya menimbulkan pencemaran, kerusakan kawasan konservasi alam, atau pencemaran benda cagar budaya; e. introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewan, dan jenis jasad renik; introduksi suatu jenis tumbuh-tumbuhan baru atau jasad renik (mikro organisme) yang dapat menimbulkan jenis penyakit baru terhadap tanaman, introduksi suatu jenis hewan baru dapat mempengaruhi kehidupan hewan yang telah ada;
  • 11.
    11 Macam Kegiatan WajibAMDAL g. pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non hayati, mencakup pula pengertian pengubahan; h. penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan hidup dan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan; i. kegiatan yang mempunyai resiko tinggi, dan atau mempengaruhi pertahanan negara. Gudang dan pabrik mesiu dan senjata Pangkalan militer
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
  • 17.
    17 Kriteria Dampak Besardan Penting a. jumlah manusia yang akan terkena dampak; Manusia yang berada di wilayah studi ANDAL, tetapi tidak menikmati manfaat, jumlahnya ≥ dari jumlah manusia yang menikmati manfaat. a. luas wilayah persebaran dampak; Rencana usaha atau kegiatan mengakibatkan adanya wilayah yang mengalami perubahan mendasar dari segi intensitas dampak atau tidak berbaliknya dampak atau segi kumulatif dampak a. lamanya dampak berlangsung; Mengakibatkan timbulnya dampak hanya pada satu atau lebih tahapan kegiatan
  • 18.
    18 Kriteria Dampak Besardan Penting d. Intensitas dampak; Mengakibatkan perubahan/kerusakan: pada sifat2 fisik atau hayati lingkungan yang melampaui baku mutu lingkungan menurut UU pada komponen lingkungan yang melampaui kriteria yang diakui berdasarkan pertimbangan ilmiah spesies langka dan atau endemik atau dilindungi terancam punah atau habitatnya mengalami kerusakan pada kawasan lindung (hutan lindung, cagar alam, taman nasional, suaka margasatwa) pada benda-benda dan bangunan peninggalan sejarah yang bernilai tinggi pada daerah rawan konflik atau kontroversi dengan masyarakat pemda atau pemerintah pusat atau memodifikasi areal yang mempunyai nilai keindahan alami tinggi.
  • 19.
    19 Kriteria Dampak Besardan Penting e. banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak; Yang dampak menimbulkan dampak sekunder atau dampak lanjutan yang jumlah komponennya ≥ dengan komponen yang akan terkena dampak primer e. sifatnya kumulatif dampak; Dampak lingkungan yang berlangsung berulangkali dan terus menerus, sehingga pada kurun waktu tertentu tidak dapat diasimilasi oleh lingkungan alam atau sosial yang menerimanya. Beragam dampak lingkungan yang menumpuk dalam suatu ruang tertentu sehingga tidak dapak diasimilasi oleh lingkungan alam atau sosial yang menerimanya. Dampak dari berbagai sumber kegiatan yang menimbulkan efek yang saling memperkuat (sinergetik) e. berbalik (reversible) atau tidak berbaliknya (irreversible) dampak. Perubahan yang akan dialami oleh suatu komponen lingkungan tidak dapat dipulihkan kembali, walaupun dengan intervensi manusia.
  • 20.
  • 21.
    21 Metodologi AMDAL AKTIVITAS &HASILPROSES PERENCANAAN AMDAL RKL Analisis kinerja Tujuan program pemantauan Persiapan AMDAL  Konsultasi masyarakat  Studi dasar (baseline) spesies yang terancam punah  Modifikasi tata letak proyek untuk meminimalkan dampak terhadap spesies dengan memindahkan pembangunan jauh dari habitat  Studi khas lokasi tentang populasi dan perkembangbiakan  Menghalangi jalan masuk ke batang air yang tercemar dengan berbagai cara  Menyediakan suplai air secara lokal untuk daerah (yang disukai) spesies terkait  Program pemantauan spesies tersebut  Praktek pengelolaan lainnya  Studi regional tentang populasi dan perkembangbiakan spesies yang dipantau  Studi tentang pergerakan lokal dan migrasi regional
  • 22.
    22 Kegiatan dalam AMDAL Penapisan(screening) ialah pemilihan rencana pembangunan yang harus dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan Pelingkupan (scoping) ialah penentuan ruang lingkup analisis mengenai dampak lingkungan Pelaporan Penilaian
  • 23.
    Penapisan Bertujuan memilah proyekpembangunan yang perlu AMDAL dan tidak Metode penapisan Dengan uraian Dengan daftar positif • FEARO (Federal Environmental Review Office), Kanada • OECD, Perancis 23
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    26 Penapisan Kriteria yang banyakdipakai untuk penapisan adalah karakteristik proyek, misalnya jenis, volume dan penyimpanan bahan baku dan lokasi proyek, dan nilai ambang. Nilai ambang yang digunakan adalah nilai ambang teknik, yang memperhatikan fisik proyek dan volume. Terjadinya dampak penting tidak hanya ditentukan oleh proyek, melainkan juga oleh lokasi proyek menurut TGL, geografi, dayadukung lingkungan dan pentahapan proyek Misalnya, terjadi dampak kumulatif karena penempatan wilayah industri di suatu wilayah, industri yang dibangun akhir efeknya dapat melampaui ambang batas dayadukung lingkungan, walaupun sebenarnya jumlah limbahnya rendah
  • 27.
    Pelingkupan Bertujuan membatasi penelitianAMDAL pada hal penting untuk pengambilan keputusan Metode identifikasi hal penting ( disebut juga bidang kepedulian penting) harus mencakup : Mendapat informasi dari sumber informasi (masyarakat, LSM, pemimpin masyarakat & pakar Membangkitkan partisipasi masyarakat Identifikasi hal penting dari faktor ilmiah, teknis 27
  • 28.
    Pelingkupan Telaah uraian proyekdan penelitian lapangan di daerah proyek Telaah literatur Literatur ilmiah rencana pembangunan Perkembangan informasi dll Wawancara dan kuesioner Penelitian partisipasi-observasi Rapat dan lokakarya Simulasi Metode delphi 28
  • 29.
    Pelingkupan KERANGKA ACUAN (KA) Adalahruang lingkup studi Analisis Dampak Lingkungan yang merupakan hasil pelingkupan ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN (ANDAL) Adalah telaah secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatu rencana usaha atau kegiatan RENCANA PENGELOLAAN LINGUNGAN (RKL) Adalah dokumen mengandung upaya penanganan dampak penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL) Adalah dokumen mengandung upaya pemantauan komponen yang terkena dampak penting akibat dari rencana usaha atau kegiatan 29
  • 30.
    Kerangka Acuan Menguraikan ketentuantugas yang harus dulakukan dalam kontrak pelaksanaan Disusun berdasar hasil pelingkupan yang telah dirumuskan Dampak yang masuk hanya yang dianggap penting Berisi Uraian singkat proyek Tujuan penelitian dan sasaran Metode identifikasi dampak penting Ruang lingkup penelitian Metodologi penelitian 30
  • 31.
    ANDAL Dalam studi ANDALhanya diperkirakan dan dievaluasi dampak penting yang diidentifikasi dalam pelingkupan dan tertera dalam KA sehingga penelitian ANDAL terfokus pada dampak yang penting saja Dampak yang tidak penting dapat diabaikan, dengan penelitian yang terfokus dan diperhitungkan untuk memperkirakan besarnya dan pentingnya dampak juga menjadi terbatas Metode yang digunakan : Daftar Uji, Matriks & Bagan Alir Berisi : Uraian singkat proyek Ruang lingkup dan metodologi Rencana kegiatan (pra-konstruksi, konstruksi, pasca-konstruksi) Rona lingkungan hidup Perkiraan dampak penting Evaluasi dampak penting 31
  • 32.
    Penyusunan RPL danRKL Pengelolaan Lingkungan terdiri atas Pengelolaan dampak Pemantauan dampak Penanganan dampak Metode sesuai dampak yang ditangani Pemantauan dampak Audit lingkungan  hasil RPL dan RKL yang disempurnakan 32
  • 33.
    Penyusunan RPL danRKL Pendekatan Pengelolaan Lingkungan terdiri atas : Pendekatan Teknologi • Penanggulangan limbah • Efisiensi SDA dan Energi • Pencegahan kerusakan dan konservasi Pendekatan Ekonomi • Fasilitasi penanggulangan dan pengelolaan dampak lingkungan Pendekatan Institusional • Kerjasama dalam pengelolaan lingkungan hidup • Peraturan dan perundang-undangan • Pengawasan intern dan ekstern yang melibatkan pemerintah dan masyarakat 33
  • 34.
    34 Penyusunan RKL Faktor Lingkunganyang terkena dampak Sumber dampak Bobot dan pengukuran dampak dibandingkan dengan nilai ambang batas Upaya pengelolaan lingkungan
  • 35.
    35 Penyusunan RPL Jenis dampakpenting Faktor lingkungan yang dipantau Tolok ukur dampak Lokasi pemantauan Periode pemantauan
  • 36.
    36 Pelaporan Pada umumnya laporanterdiri atas tiga bagian, yaitu ringkasan eksekutif (executive summary), laporan utama (main report) dan lampiran (appendix) Pembagian laporan dalam tiga bagian dimaksudkan untuk dapat mencapai dua sasaran kelompok pembaca. Sasaran pertama ialah para pengambil keputusan pada pihak pemrakarsa (direktur dan direktur utama) maupun pemerintah (direktur, direktur jenderal dan menteri) yang berkepentingan dengan proyek tersebut, dimana para pengambil keputusan ini sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk mempelajari laporan yang terinci, bagi merekalah diperuntukkan ringkasan eksekutif (executive summary) Laporan ini singkat dan berisi pokok permasalahan, cara pemecahannya dan rekomendasi tindakan yang harus diambil
  • 37.
    37 Pelaporan Laporan utama diperuntukkanbagi para pelaksana proyek dan teknisi yang memerlukan keterangan terinci. Laporan harus dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, baik isi maupun format, dengan bahasa yang harus dapat dimengerti dengan mudah oleh pakar dalam bidang yang berbeda-beda. Hal ini mengingat AMDAL bersifat lintas sektoral dan harus dipelajari oleh pakar dalam berbagai bidang Suatu tantangan dalam metode penulisan laporan ialah untuk membuat bagian-bagian dalam berbagai bidang menjadi satu kesatuan yang koheren, yaitu terintegrasi Yang sering terjadi ialah penelitian AMDAL yang bersifat multidisiplin menghasilkan laporan yang teridiri atas bab-bab dalam berbagai bidang yang berdiri sendiri-sendiri. Di sini pulalah letak bahaya tidak terintegrasinya ANDAL dengan RKL dan RPL
  • 38.
    Penilaian AMDAL Prosedur • Suratpermohonan penilaian KA-ANDAL oleh pemrakarsa kegiatan • Rapat komisi AMDAL dan keputusan tentang penilaian KA-ANDAL • Surat permohonan penilaian ANDAL oleh pemrakarsa • Rapat komisi AMDAL dan keputusan tentang penilaian ANDAL, RKL dan RPL 38
  • 39.
    39 Akhir Perkuliahan…Akhir Perkuliahan… ……Ada Yang DitanyakanAda Yang Ditanyakan