ANALISIS
DAMPAK
LINGKUNGAN
M.
FADHIL
25313883
M. INDRA
25313988
M.
TAUFIK
26313160
M. YOGA
26313180
NANTON
GGA
26313335
RESTIKA R
27313438
RINDHO I.
27313735
QODRY A.
27313061
SELA C.
28313347
WINI Y.
29313336
TIRZA C.
29313839
SITI AYU
28313529
M. IRFAN
29313882
T AZIERA
28313782
RARAS T.
27313294
Apa itu AMDAL ?
Analisis Dampak Lingkungan.
Menurut PP No. 27 Tahun 1999 yang berbunyi bahwa pengertian AMDAL adalah Kajian atas dampak
besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha
atau kegiatan analisis yang meliputi berbagai macam faktor seperti fisik, kimia, sosial ekonomi, biologi
dan sosial budaya yang dilakukan secara menyeluruh.
AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh
terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek fisika –
kimia, ekologi, sosial – ekonomi, sosial – budaya, dan kesehatan masyarakat. Dasar hukum AMDAL
adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang “Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Hidup”.
Dokumen AMDAL
Dokumen AMDAL terdiri dari :
Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA – ANDAL)1
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)2
Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)3
Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)4
Tujuan AMDAL adalah menjaga dengan kemungkinan dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan
sehingga tidak memberikan dampak buruk bagi lingkungan.
Apa Tujuan AMDAL?
Apa Fungsi AMDAL?
AMDAL digunakan untuk :
Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah.1
Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana
usaha dan/atau kegiatan.
2
Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau
kegiatan.
3
Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan
hidup.
4
Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana
usaha dan atau kegiatan.
5
Alasan diperlukannya AMDAL
untuk diperlukannya studi kelayakan karena dalam undang-undang dan peraturan pemerintah serta
menjaga lingkungan dari operasi proyek kegiatan industri atau kegiatan-kegiatan yang dapat
menyebabkan kerusakan lingkungan. Komponen-komponen AMDAL adalah PIL (Penyajian informasi
lingkungan), KA (Kerangka Acuan), ANDAL (Analisis dampak lingkungan), RPL ( Rencana pemantauan
lingkungan), RKL (Rencana pengelolaan lingkungan).
Apa Kegunaan AMDAL?
Dilihat dari fungsi AMDAL yang sangat menjaga rencana usaha dan/atau kegiatan usaha sehingga tidak
merusak lingkungan, maka terlihat begitu besar Manfaat AMDAL. Manfaat AMDAL antara lain sebagai
berikut :
Apa Manfaat AMDAL?
Manfaat AMDAL bagi Pemerintah1
Mencegah dari pencemaran dan kerusakan lingkungan.a
Menghindarkan konflik dengan masyarakat.b
Menjaga agar pembangunan sesuai terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan.c
Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup.d
Apa Manfaat AMDAL?
Manfaat AMDAL bagi Pemrakarsa.2
Menjamin adanya keberlangsungan usaha.a
Menjadi referensi untuk peminjaman kredit.b
Interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar untuk bukti ketaatan hukum.c
Manfaat AMDAL bagi Masyarakat.3
Mengetahui sejak dari awal dampak dari suatu kegiatan.a
Melaksanakan dan menjalankan kontrol.b
Syarat-syarat Pelaksanaan AMDAL
Penentuan kriteria wajib AMDAL, saat ini, Indonesia menggunakan / menerapkan penapisan 1
langkah dengan menggunakan daftar kegiatan wajib AMDAL (one step scoping by prerequest
list). Daftar kegiatan wajib AMDAL dapat dilihat di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup
Nomor 11 Tahun 2006.
1
Apabila kegiatan tidak tercantum dalam peraturan tersebut, maka wajib menyusun UKL – UPL,
sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16Tahun 2012.
2
Penyusunan AMDAL menggunakan Pedoman Penyusunan AMDAL sesuai dengan Permen LH NO 16
Tahun 2012.
3
Kewenangan Penilaian didasarkan oleh Permen LH No. 16/2012.4
Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah :
Pihak-pihak yang terlibat dalam AMDAL
Komisi Penilai AMDAL, komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL1
Pemrakarsa, orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu
rencana usaha dan/ atau kegiatan yang akan dilaksanakan,
2
Masyarakat yang berkepentingan, masyarakat yang terpengaruh atas segala
bentuk keputusan dalam proses AMDAL.
3
Studi Kasus
Latar Belakang
Rumah sakit bertaraf Internasional RS. Siloam, Hative Kecil sebagai salah satu hasil pembangunan dan
upaya penunjang pembangunan dalam bidang kesehatan merupakan sarana pelayanan umum, tempat
berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat yang memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan,
gangguan kesehatan dan dapat menjadi tempat penularan penyakit. Untuk itu telah dilakukan berbagai
upaya penanggulangan dampak lingkungan Rumah Sakit yang dimulai dari analisa mengenai dampak
lingkungan (AMDAL). Kenyataan, upaya tersebut tidak dapat dilaksanakan karena berbagai kendala
khususnya biaya dan waktu, namun dengan waktu dan biaya praktikum seadanya kami kelompok II
mencoba membuat dokumen AMDAL Pembangunan RS. Siloham, Hative Kecil di Kota Ambon.
Data Deskripsi Rencana Kegiatan
Kontraktor : PT. HAP dan CV.TRIJAYA MAKMUR
Proyek : Pembangun RS. Siloam
Lokasi : Hative Kecil, Kota Ambon (Pesisir pantai Tantui)
Luas Lahan : ± 25 Ha Pesisir Pantai (tanah timbunan)
Tenaga kerja : 13 orang / unit (dari PT)
Iklim : Panas (± 29 – 35 o C).
Udara : Panas ( karena dekat pantai diantara Proyek
Jembatan Merah Putih dan Pasar Oleh-oleh).
Bising : Terlalu bising (jarak ± 5m dari jalan utama).
Getaran : Ada karena terdapat proyek pembangunan
Jembatan Merah Putih , MCM, dan jalan utama
di sekitar RS. Siloam.
Topografi : Berada di tanah timbunan (reklamasi pantai).
Waktu : 450hari
Jam Kerja : 08.00 – 16.00 WIB
Alat Berat : Stamper , ekstfator, truk dan Setum
Perijinan : Proses langsung kepada Pemkot Ambon
Sertifikat tanah : Dari pemilik tanah langsung (Pemkot Ambon)
Keistimewaan :
• Dekat dengan jalan raya • Akses akomodasi mudah
• Dekat dengan Maluku City Mall • Dekat jembatan Merah Putih
• Daerahnya Strategis
Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 1993
Tentang Analisis Dampak Lingkungan, merupakan suatu terobosan baru yang memungkinkan setiap
Rumah Sakit yang terkena wajib AMDAL (Rumah Sakit dengan kapasitas lebih dari 400 tempat tidur )
dapat melaksanakan dengan baik. Dengan demikian RS. Siloam yang rencana pembangunannya 6 lantai
dan tempat tidurnya lebih dari 400 maka RS. Siloam terkena wajib AMDAL.
Deskripsi Rona Lingkungan Awal
Rumah Sakit bertaraf Internasional RS. Siloam yang dibangun untuk keperluan jasa komersial,
merupakan kawasan pesisir di daerah Hative Kecil, yang awalnya merupakan kawasan dengan
memeliki beberapa vegetasi pantai seperti mangrove, ketapang pantai dan bintanggur yang kemudian
di timbun dan di reklamasi pantainya merupakan daerah pembangunan RS. Siloam. Lahan ini dipilih
oleh pengembang karena proses perijinan lebih mudah dan daerahnya strategis sebagai kawasan
Rumah sakit .
Komponen yang ditelaah karena terkena dampak Aspek lingkungan yang ditelaah meliputi :
Geofisika Kimia.1
Biologi2
Sosekbud3
Keslingmas4
Geofisika Kimia, meliputi komponen :1
Temperatur dan Kelembaban Udaraa
Kualitas Udara (Gas dan Debu)b
Kualitas Air Lautc
Abrasi Pantaid
Kebisingane
Getaranf
Biologi, meliputi komponen :2
Vegetasi Pantaia
Biota Air Lautb
Keslingmas, meliputi komponen :4
Kesehatan Masyarakata
Kesehatan Lingkunganb
Sosekbud, meliputi komponen :
Kesempatan Kerjaa
Peluang Usahab
Pendapatan Masyarakatc
Pemberdayaan Masyarakatd
Akulturasie
Sikap dan Presepsi Masyarakatf
3
Presepsi & Sikap Masyarakat Terhadap Geofisika Kimia dan Biologi1
Tahap Pra Kontruksi
Pada tahap ini ,ketika pembebasan lahan maka ada beberapa vegetasi pantai berupa mangrove, bintanggur
pantai dan ketapang yang ditebang (komponen bilogis) yang tentunya berkibat gangguan pada padang lamun.
selanjutnya batu karang yang merupakan tempat makannya ikan pun terganggu dan dampak turunannya
adalah biota laut terganggu.
a
Tahap Kontruksi
Pada Tahap ini ketika mobiliasisi alat dan bahan proyek dapat meningkatkan kebisingan, serta kualitas udara
dan air menurun akibat dari masuk keluarnya kendaraan proyek dalam membawa bahan baku. Penurunan
kulaitas udara ini berpengaruh pada kesehatan masyarakat sekitarnya. Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan
akan lahan, pada proyek RS. Siloham di pesisir Pantai cenderung menambah luasan lahannya dengan
mereklamasi Pantai, yaitu kegiatan menimbun atau memasukkan material tertentu di kawasan Pantai dengan
maksud untuk memperoleh lahan kering
b
Tahap Operasi
Pada tahap ini limbah dari RS. Siloam harus dikelola dengan baik agar tidak terjadi pencemaran pada teluk
sekitar RS. Siloam. Dengan menggunakan IPAL dan tekonologi terkini maka upaya pengelolaannya dapat
mengurangi dampak pencemaran. Sebab jika tidak dikelola dengan IPAL yang baik maka akan terjadi
pencemaran.
c
Presepsi & Sikap Masyarakat Terhadap Sosekbud dan Keslingmas2
Tahap Pra Kontruksi
Tahap dimana segala persiapan yang dilakukan sebelum melakukan pekerjaan, pada tahap ini kegiatan
perijinan dilakukakan yang kemudian bukan berarti setelah pemakarsa mendapat ijin lantas siap untuk
memabangun RS, Siloham. Tetapi , harus melalui sosialiasi kepada masyarakat sekitar dan masyarakat umum.
Rekuitmen tenaga kerja pada proses pembangunan RS. Siloham ini tentunya membawa dampak positif bagi
masyarakat dimana ada masyarakt lokal yang dilibatkan untuk pembangunan ini.
a
Tahap Kontruksi
A. Sebelum memulai tahap kontruksi yang jelas para pekerja yang sudah direkrut selain ada pekerja lokal ,
ada juga pekerja dari luar kota ambon. Mereka yang dari luar kota ini pun mencari tempat untuk tinggal,
warga Rumah Tiga menyediakan jasa Kos-Kosan dan Kontrakan , selain beberrapa tempat di Hative Kecil.
Dengan para pekerja mengontrak tempat tinggal tentunya pendapatan masyarakat sekitar bertambah
selain lewat kontrakan juga lewat tempat makan , kios, tokoh penyedia makanan dan minuman sekitar
kontrakan para pekerja.
B. Mobilisasi alat dan bahan juga mengakibatkan kemacetan pada daerah sekitar pembangunan RS. Siloham,
Kemacetan sering mengakibatakan kecelakaan.
C. Kesehatan masyarakat sekitar juga terganggu akibat adanya kualitas udara menurun ketika mobilisasi
alat dan bahan proyek. Sehingga mengakibatkan presepsi dan sikap masyarakat yang agak negative
terhadap pembangunan proyek ini.
D. Reklamasi pantai juga mengakibatkan kesehatan masyarakat sekitar Hative kecil terganggu karena
kualitas udara yang menurun.
b
Tahap Operasi
A. Sebelum tahap operasi yang jelas ada rekuitmen tenaga kerja , sebagaimana keterangan
Walikota Ambon dalam situs resmi Pemkot dan RS. Siloham Ambon bahwa jumalah pekerja
yang dibutuhkan adalah 2000 pekerja. Memberi kesempatan kerja bagi penduduk lokal.
B. Setelah Rekuitment tenaga kerja , tentunnya para pekerja membutuhkan tempat tinggal yang
aksesnya dekat dengan tempat mereka bekerja. Ini membuat peluang usaha bagi masyarakt
sekitar Hative Kecil dan Poka Rumah Tiga untuk menyediakan jasa tempat tinggal, dengan
demikian pendapatan masyarakat meningkat.
C. Setelah Rekuitment tenaga kerja , tentunnya para pekerja membutuhkan tempat tinggal yang
aksesnya dekat dengan tempat mereka bekerja. Ini membuat peluang usaha bagi masyarakt
sekitar Hative Kecil dan Poka Rumah Tiga untuk menyediakan jasa tempat tinggal, dengan
demikian pendapatan masyarakat meningkat.
c
Kesehatan lingkungan akibat debu, bising dan getaran.1
Isu – Isu Pokok
Dampak kegiatan terhadap pencemaran air laut di teluk ambon.2
Rekrutmen tenaga kerja.3
Masalah terjadinya kemacetan.4
Transportasi menuju lokasi.5
Keamanan lingkungan RS. Siloam.6
PRAKIRAAN DAMPAK
Metode prakiraan dan Penentuan Dampak Besar dan Penting
Metode yang digunakan dalam identifikasi dampak adalah matriks dan diagram air. Penetapan kedua
metode tersebut dianggap sesuai dengan objek studi, karena sifatnya yang saling menunjang dan
komprehensif.
Untuk prakiraan dampak dasar dan penting menggunakan metode formal dan informal. Pada metode
formal dengan penghitungan matematis, sedangkan metode informal dengan pendekatan “profesional
judgement”.
Evaluasi Dampak Besar Dan Penting Setelah diketahui hubungan sebab akibat antara komponen
kegiatan dengan komponen lingkungan, selanjutnya akan dievakuasi besaran serta tingkat kepentingan
dampaknya secara holistis atas komponen lingkungan yang diperkirakan mengalami perubahan yang
mendasar akibat rencana kegiatan pembangunan perumahan, baik matematis maupun profesional
judgement.
Pedoman mengenai ukuran dampak besar dan penting yang ditetapkan
meliputi 6 kriteria, antara lain :
Jumlah Manusia yang terkena Dampak.1
Intensitas berlangsungnya dampak2
Luas Penyebaran Dampak.3
Lamanya dampak berlangsung.4
Sifat komulatif dampak.5
Berbalik atau tidak berbaliknya dampak.6
TERIMAKASIH

Sofskill Amdal Kelompok 2 (3TB03)

  • 1.
  • 2.
    M. FADHIL 25313883 M. INDRA 25313988 M. TAUFIK 26313160 M. YOGA 26313180 NANTON GGA 26313335 RESTIKAR 27313438 RINDHO I. 27313735 QODRY A. 27313061 SELA C. 28313347 WINI Y. 29313336 TIRZA C. 29313839 SITI AYU 28313529 M. IRFAN 29313882 T AZIERA 28313782 RARAS T. 27313294
  • 3.
    Apa itu AMDAL? Analisis Dampak Lingkungan. Menurut PP No. 27 Tahun 1999 yang berbunyi bahwa pengertian AMDAL adalah Kajian atas dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan analisis yang meliputi berbagai macam faktor seperti fisik, kimia, sosial ekonomi, biologi dan sosial budaya yang dilakukan secara menyeluruh. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek fisika – kimia, ekologi, sosial – ekonomi, sosial – budaya, dan kesehatan masyarakat. Dasar hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang “Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup”.
  • 4.
    Dokumen AMDAL Dokumen AMDALterdiri dari : Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA – ANDAL)1 Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)2 Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)3 Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)4
  • 5.
    Tujuan AMDAL adalahmenjaga dengan kemungkinan dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan sehingga tidak memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Apa Tujuan AMDAL?
  • 6.
    Apa Fungsi AMDAL? AMDALdigunakan untuk : Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah.1 Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan. 2 Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan. 3 Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. 4 Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan. 5
  • 7.
    Alasan diperlukannya AMDAL untukdiperlukannya studi kelayakan karena dalam undang-undang dan peraturan pemerintah serta menjaga lingkungan dari operasi proyek kegiatan industri atau kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Komponen-komponen AMDAL adalah PIL (Penyajian informasi lingkungan), KA (Kerangka Acuan), ANDAL (Analisis dampak lingkungan), RPL ( Rencana pemantauan lingkungan), RKL (Rencana pengelolaan lingkungan). Apa Kegunaan AMDAL?
  • 8.
    Dilihat dari fungsiAMDAL yang sangat menjaga rencana usaha dan/atau kegiatan usaha sehingga tidak merusak lingkungan, maka terlihat begitu besar Manfaat AMDAL. Manfaat AMDAL antara lain sebagai berikut : Apa Manfaat AMDAL? Manfaat AMDAL bagi Pemerintah1 Mencegah dari pencemaran dan kerusakan lingkungan.a Menghindarkan konflik dengan masyarakat.b Menjaga agar pembangunan sesuai terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan.c Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup.d
  • 9.
    Apa Manfaat AMDAL? ManfaatAMDAL bagi Pemrakarsa.2 Menjamin adanya keberlangsungan usaha.a Menjadi referensi untuk peminjaman kredit.b Interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar untuk bukti ketaatan hukum.c Manfaat AMDAL bagi Masyarakat.3 Mengetahui sejak dari awal dampak dari suatu kegiatan.a Melaksanakan dan menjalankan kontrol.b
  • 10.
    Syarat-syarat Pelaksanaan AMDAL Penentuankriteria wajib AMDAL, saat ini, Indonesia menggunakan / menerapkan penapisan 1 langkah dengan menggunakan daftar kegiatan wajib AMDAL (one step scoping by prerequest list). Daftar kegiatan wajib AMDAL dapat dilihat di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006. 1 Apabila kegiatan tidak tercantum dalam peraturan tersebut, maka wajib menyusun UKL – UPL, sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 16Tahun 2012. 2 Penyusunan AMDAL menggunakan Pedoman Penyusunan AMDAL sesuai dengan Permen LH NO 16 Tahun 2012. 3 Kewenangan Penilaian didasarkan oleh Permen LH No. 16/2012.4
  • 11.
    Pihak-pihak yang terlibatdalam proses AMDAL adalah : Pihak-pihak yang terlibat dalam AMDAL Komisi Penilai AMDAL, komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL1 Pemrakarsa, orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu rencana usaha dan/ atau kegiatan yang akan dilaksanakan, 2 Masyarakat yang berkepentingan, masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL. 3
  • 12.
    Studi Kasus Latar Belakang Rumahsakit bertaraf Internasional RS. Siloam, Hative Kecil sebagai salah satu hasil pembangunan dan upaya penunjang pembangunan dalam bidang kesehatan merupakan sarana pelayanan umum, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat yang memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan dan dapat menjadi tempat penularan penyakit. Untuk itu telah dilakukan berbagai upaya penanggulangan dampak lingkungan Rumah Sakit yang dimulai dari analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL). Kenyataan, upaya tersebut tidak dapat dilaksanakan karena berbagai kendala khususnya biaya dan waktu, namun dengan waktu dan biaya praktikum seadanya kami kelompok II mencoba membuat dokumen AMDAL Pembangunan RS. Siloham, Hative Kecil di Kota Ambon.
  • 13.
    Data Deskripsi RencanaKegiatan Kontraktor : PT. HAP dan CV.TRIJAYA MAKMUR Proyek : Pembangun RS. Siloam Lokasi : Hative Kecil, Kota Ambon (Pesisir pantai Tantui) Luas Lahan : ± 25 Ha Pesisir Pantai (tanah timbunan) Tenaga kerja : 13 orang / unit (dari PT) Iklim : Panas (± 29 – 35 o C). Udara : Panas ( karena dekat pantai diantara Proyek Jembatan Merah Putih dan Pasar Oleh-oleh). Bising : Terlalu bising (jarak ± 5m dari jalan utama). Getaran : Ada karena terdapat proyek pembangunan Jembatan Merah Putih , MCM, dan jalan utama di sekitar RS. Siloam. Topografi : Berada di tanah timbunan (reklamasi pantai). Waktu : 450hari Jam Kerja : 08.00 – 16.00 WIB Alat Berat : Stamper , ekstfator, truk dan Setum Perijinan : Proses langsung kepada Pemkot Ambon Sertifikat tanah : Dari pemilik tanah langsung (Pemkot Ambon) Keistimewaan : • Dekat dengan jalan raya • Akses akomodasi mudah • Dekat dengan Maluku City Mall • Dekat jembatan Merah Putih • Daerahnya Strategis
  • 14.
    Peraturan Pemerintah No.51 Tahun 1993 Tentang Analisis Dampak Lingkungan, merupakan suatu terobosan baru yang memungkinkan setiap Rumah Sakit yang terkena wajib AMDAL (Rumah Sakit dengan kapasitas lebih dari 400 tempat tidur ) dapat melaksanakan dengan baik. Dengan demikian RS. Siloam yang rencana pembangunannya 6 lantai dan tempat tidurnya lebih dari 400 maka RS. Siloam terkena wajib AMDAL.
  • 15.
    Deskripsi Rona LingkunganAwal Rumah Sakit bertaraf Internasional RS. Siloam yang dibangun untuk keperluan jasa komersial, merupakan kawasan pesisir di daerah Hative Kecil, yang awalnya merupakan kawasan dengan memeliki beberapa vegetasi pantai seperti mangrove, ketapang pantai dan bintanggur yang kemudian di timbun dan di reklamasi pantainya merupakan daerah pembangunan RS. Siloam. Lahan ini dipilih oleh pengembang karena proses perijinan lebih mudah dan daerahnya strategis sebagai kawasan Rumah sakit . Komponen yang ditelaah karena terkena dampak Aspek lingkungan yang ditelaah meliputi : Geofisika Kimia.1 Biologi2 Sosekbud3 Keslingmas4
  • 16.
    Geofisika Kimia, meliputikomponen :1 Temperatur dan Kelembaban Udaraa Kualitas Udara (Gas dan Debu)b Kualitas Air Lautc Abrasi Pantaid Kebisingane Getaranf Biologi, meliputi komponen :2 Vegetasi Pantaia Biota Air Lautb
  • 17.
    Keslingmas, meliputi komponen:4 Kesehatan Masyarakata Kesehatan Lingkunganb Sosekbud, meliputi komponen : Kesempatan Kerjaa Peluang Usahab Pendapatan Masyarakatc Pemberdayaan Masyarakatd Akulturasie Sikap dan Presepsi Masyarakatf 3
  • 18.
    Presepsi & SikapMasyarakat Terhadap Geofisika Kimia dan Biologi1 Tahap Pra Kontruksi Pada tahap ini ,ketika pembebasan lahan maka ada beberapa vegetasi pantai berupa mangrove, bintanggur pantai dan ketapang yang ditebang (komponen bilogis) yang tentunya berkibat gangguan pada padang lamun. selanjutnya batu karang yang merupakan tempat makannya ikan pun terganggu dan dampak turunannya adalah biota laut terganggu. a Tahap Kontruksi Pada Tahap ini ketika mobiliasisi alat dan bahan proyek dapat meningkatkan kebisingan, serta kualitas udara dan air menurun akibat dari masuk keluarnya kendaraan proyek dalam membawa bahan baku. Penurunan kulaitas udara ini berpengaruh pada kesehatan masyarakat sekitarnya. Untuk memenuhi tuntutan kebutuhan akan lahan, pada proyek RS. Siloham di pesisir Pantai cenderung menambah luasan lahannya dengan mereklamasi Pantai, yaitu kegiatan menimbun atau memasukkan material tertentu di kawasan Pantai dengan maksud untuk memperoleh lahan kering b Tahap Operasi Pada tahap ini limbah dari RS. Siloam harus dikelola dengan baik agar tidak terjadi pencemaran pada teluk sekitar RS. Siloam. Dengan menggunakan IPAL dan tekonologi terkini maka upaya pengelolaannya dapat mengurangi dampak pencemaran. Sebab jika tidak dikelola dengan IPAL yang baik maka akan terjadi pencemaran. c
  • 19.
    Presepsi & SikapMasyarakat Terhadap Sosekbud dan Keslingmas2 Tahap Pra Kontruksi Tahap dimana segala persiapan yang dilakukan sebelum melakukan pekerjaan, pada tahap ini kegiatan perijinan dilakukakan yang kemudian bukan berarti setelah pemakarsa mendapat ijin lantas siap untuk memabangun RS, Siloham. Tetapi , harus melalui sosialiasi kepada masyarakat sekitar dan masyarakat umum. Rekuitmen tenaga kerja pada proses pembangunan RS. Siloham ini tentunya membawa dampak positif bagi masyarakat dimana ada masyarakt lokal yang dilibatkan untuk pembangunan ini. a Tahap Kontruksi A. Sebelum memulai tahap kontruksi yang jelas para pekerja yang sudah direkrut selain ada pekerja lokal , ada juga pekerja dari luar kota ambon. Mereka yang dari luar kota ini pun mencari tempat untuk tinggal, warga Rumah Tiga menyediakan jasa Kos-Kosan dan Kontrakan , selain beberrapa tempat di Hative Kecil. Dengan para pekerja mengontrak tempat tinggal tentunya pendapatan masyarakat sekitar bertambah selain lewat kontrakan juga lewat tempat makan , kios, tokoh penyedia makanan dan minuman sekitar kontrakan para pekerja. B. Mobilisasi alat dan bahan juga mengakibatkan kemacetan pada daerah sekitar pembangunan RS. Siloham, Kemacetan sering mengakibatakan kecelakaan. C. Kesehatan masyarakat sekitar juga terganggu akibat adanya kualitas udara menurun ketika mobilisasi alat dan bahan proyek. Sehingga mengakibatkan presepsi dan sikap masyarakat yang agak negative terhadap pembangunan proyek ini. D. Reklamasi pantai juga mengakibatkan kesehatan masyarakat sekitar Hative kecil terganggu karena kualitas udara yang menurun. b
  • 20.
    Tahap Operasi A. Sebelumtahap operasi yang jelas ada rekuitmen tenaga kerja , sebagaimana keterangan Walikota Ambon dalam situs resmi Pemkot dan RS. Siloham Ambon bahwa jumalah pekerja yang dibutuhkan adalah 2000 pekerja. Memberi kesempatan kerja bagi penduduk lokal. B. Setelah Rekuitment tenaga kerja , tentunnya para pekerja membutuhkan tempat tinggal yang aksesnya dekat dengan tempat mereka bekerja. Ini membuat peluang usaha bagi masyarakt sekitar Hative Kecil dan Poka Rumah Tiga untuk menyediakan jasa tempat tinggal, dengan demikian pendapatan masyarakat meningkat. C. Setelah Rekuitment tenaga kerja , tentunnya para pekerja membutuhkan tempat tinggal yang aksesnya dekat dengan tempat mereka bekerja. Ini membuat peluang usaha bagi masyarakt sekitar Hative Kecil dan Poka Rumah Tiga untuk menyediakan jasa tempat tinggal, dengan demikian pendapatan masyarakat meningkat. c
  • 21.
    Kesehatan lingkungan akibatdebu, bising dan getaran.1 Isu – Isu Pokok Dampak kegiatan terhadap pencemaran air laut di teluk ambon.2 Rekrutmen tenaga kerja.3 Masalah terjadinya kemacetan.4 Transportasi menuju lokasi.5 Keamanan lingkungan RS. Siloam.6
  • 22.
    PRAKIRAAN DAMPAK Metode prakiraandan Penentuan Dampak Besar dan Penting Metode yang digunakan dalam identifikasi dampak adalah matriks dan diagram air. Penetapan kedua metode tersebut dianggap sesuai dengan objek studi, karena sifatnya yang saling menunjang dan komprehensif. Untuk prakiraan dampak dasar dan penting menggunakan metode formal dan informal. Pada metode formal dengan penghitungan matematis, sedangkan metode informal dengan pendekatan “profesional judgement”. Evaluasi Dampak Besar Dan Penting Setelah diketahui hubungan sebab akibat antara komponen kegiatan dengan komponen lingkungan, selanjutnya akan dievakuasi besaran serta tingkat kepentingan dampaknya secara holistis atas komponen lingkungan yang diperkirakan mengalami perubahan yang mendasar akibat rencana kegiatan pembangunan perumahan, baik matematis maupun profesional judgement.
  • 23.
    Pedoman mengenai ukurandampak besar dan penting yang ditetapkan meliputi 6 kriteria, antara lain : Jumlah Manusia yang terkena Dampak.1 Intensitas berlangsungnya dampak2 Luas Penyebaran Dampak.3 Lamanya dampak berlangsung.4 Sifat komulatif dampak.5 Berbalik atau tidak berbaliknya dampak.6
  • 24.