Kondisi lingkungan: satu arah keragaman
sehingga kesuburan heterogen.
Terdapat 2 sumber keragaman: keragaman karena
perlakuan dan keragaman kelompok (+ galat)
Keragaman tambahan perlu dieliminasi dari analisis, fokus
pada keragaman yang ditimbulkan oleh perlakuan
Perlu pengelompokan
Keragaman antara kelompok disertakan dalam rancangan
(dimasukkan ke dalam JK blok)
JK galat menjadi berkurang
KT galat akan semakin kecil
Nilai F semakin besar
 Rancangan Acak kelompok adalah suatu
rancangan acak yang dilakukan dengan
mengelompokkan satuan percobaan ke dalam
grup-grup yang homogen yang dinamakan
kelompok dan kemudian menentukan
perlakuan secara acak di dalam masing-
masing kelompok.
Untuk membuat keragaman
satuan-satuan percobaan di
dalam masing-masing
kelompok sekecil mungkin
sedangkan perbedaan antar
kelompok sebesar mungkin
 Pada satuan percobaan/media/bahan
percobaan terdapat faktor yang tidak
seragam (heterogen)
 Terdapat 2 sumber keragaman yaitu
perlakuan dan kelompok (plus galat
percobaan)
 Keragaman respons disebabkan oleh
Perlakuan, Kelompok dan Galat
 Lebih efisien dan akurat dibandingkan
dengan RAL
- Pengelompokan yang efektif akan
menurunkan jumlah kuadrat galat, sehingga
akan meningkatkan tingkat ketepatan atau
bisa mengurangi jumlah ulangan
 Lebih fleksibel dalam hal jumlah perlakuan,
jumlah ulangan/kelompok
 Penarkan kesimpulan lebih luas, karena kita
juga bisa melihat perbedaan antar kelompok
 Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa
uji hipotesis
 Interaksi antara kelompok dan perlakuan sangat
sulit
 Peningkatan ketepatan pengelompokan akan
menurun dengan semakin meningkatnya jumlah
satuan percobaan dalam kelompok
 Derajat bebas kelompok akan menurunkan
derajat bebas galat, sehingga sensifitasnya akan
menurun terutama apabila jumlah perlakuannya
sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan
kecil (homogen)
 Jika ada data yang hilang memerlukan
perhitungan yang rumit
Variabel Penganggu Unit percobaan
Perbedaan arah kesuburN Petak percobaan
Perbedaan arah kandungan
air/kelembaban
Perbedaan kemiringan
Perbedaan komposisi tanah
Arah terhadap sudut
penyinaran matahari
Rumah kaca
Aliran air
Penyebaran panas/suhu
Umur Pohon
Kepadatan
 Sebelum pengacakan, bagilah daerah
percobaan atau satuan percobaan ke dalam
beberapa kelompok sesuai dengan jumlah
ulangan
 Setiap kelompok kemudian dibagi lagi
menjadi beberapa petak yang sesuai dengan
banyaknya perlakuan yang akan dicobakan
 Pengacakan dilakukan secara terpisah untuk
setiap kelompok, karena dalam RAK
perlakuan harus muncul satu kali dalam
setiap ulangan
Yij = µ + Ƭi + ßj+ €ij
µ = rata-rata umum (populasi)
Ƭi = pengaruh perlakuan ke-I
ßj = pengaruh kelompok
€ij = galat percobaan
1. Hitung faktor koreksi: FK = Y..2/rt
2. Hitung jumlah kuadrat total
JKT = ∑ Yij2 – FK
= (Y112+ Y122 + Y132 + …. ++ Y532 ) – FK
3. Hitung jumlah kuadrat perlakuan
JKP = ∑ Yi.2/r – FK
JKP = (Y1.2+ Y2.2 + Y3.2 + Y4.2 + Y5.2 )/r – FK
4. Hitung jumlah kuadrat kelompok
JKK = ∑ Y.j2/r – FK
JKP = (Y.12+ Y.22 + Y.32 + Y.42 + Y.52 )/p – FK
5. Hitung jumlah kuadrat galat: JKG = JKT – JKP-
JKK
5. Hitung nilai derajat bebas untuk setiap sumber
keragaman:
db total = rt-1
db perlakuan = t-1
db kelompok = r-1
db galat = db total –db perlakuan-db kelompok
6. Hitung Kuadrat tengah (KT) masing-masing
sumber keragaman:
KT perlakuan = JKP – db P
KT kelompok = JK K – db K
KT galat = JK galat – db galat
7. Hitung nilai F hitung (F hit.)
F hit perlakuan = KT perlakuan/KT galat
F hit kelompok = KT kelompok/KT galat
8. Lihat pada Tabel F nilai F tabel pada taraf uji 5% dan 1 %
dengan kolom = db perlakuan dan baris =db galat
9. Lihat pada Tabel F nilai F tabel pada taraf uji 5% dan 1%
dengan kolom= db kelompok dan baris db galat
10. Bandingkan antara F hitung perlakuan dan F hitung
kelompok dengan F tabel:
 Jika F hit ≤ F tabel 5 % dan 1% berarti perlakuan
berpengaruh tidak nyata (tn)
 Jika Ftabel 5% ≤ F hit ≤ F tabel 1% berarti perlakun
berpegaruh nyata (simbol *)
 Jika F hit > F tabel 1% berarti perlakuan berpengaruh
sangat nyata (simbol **)
Sumber
Keragaman
Derajat
bebas
(db)
Jumlah Kuadrat
(JK)
Kuadrat
Tengah(KT)
F hitung F tabel
5% 1%
Perlakuan t-1 JK perlakuan JKP/db P KTP/KTG
Kelompok r-1 Jk kelompok JKK/db K KTK/KTG
Galat (r-1)(t-1) JKT-JKP-JKK JKT-JKP-JKK
Total tr-1 JK total JKT/dbK
 Perhitungan koefisien keragaman (KK):
 KK adalah ukuran nilai keragaman hasil
pengamatan. Semakin besar nilai KK berarti
semakin besar keragaman dalam satu
ulangan, yang berarti tingkat ketelitian
semakin rendah.
 KK = √KTG/Y.. X 100%
 Perlakuan x berpengaruh sangat
nyata/nyata/tidak nyata terhadap y
 Pemblokan berpengaruh sangat
nyata/nyata/tidak nyata terhadap y

Rancangan acak kelompok

  • 2.
    Kondisi lingkungan: satuarah keragaman sehingga kesuburan heterogen. Terdapat 2 sumber keragaman: keragaman karena perlakuan dan keragaman kelompok (+ galat) Keragaman tambahan perlu dieliminasi dari analisis, fokus pada keragaman yang ditimbulkan oleh perlakuan Perlu pengelompokan Keragaman antara kelompok disertakan dalam rancangan (dimasukkan ke dalam JK blok) JK galat menjadi berkurang KT galat akan semakin kecil Nilai F semakin besar
  • 3.
     Rancangan Acakkelompok adalah suatu rancangan acak yang dilakukan dengan mengelompokkan satuan percobaan ke dalam grup-grup yang homogen yang dinamakan kelompok dan kemudian menentukan perlakuan secara acak di dalam masing- masing kelompok.
  • 4.
    Untuk membuat keragaman satuan-satuanpercobaan di dalam masing-masing kelompok sekecil mungkin sedangkan perbedaan antar kelompok sebesar mungkin
  • 5.
     Pada satuanpercobaan/media/bahan percobaan terdapat faktor yang tidak seragam (heterogen)  Terdapat 2 sumber keragaman yaitu perlakuan dan kelompok (plus galat percobaan)  Keragaman respons disebabkan oleh Perlakuan, Kelompok dan Galat
  • 6.
     Lebih efisiendan akurat dibandingkan dengan RAL - Pengelompokan yang efektif akan menurunkan jumlah kuadrat galat, sehingga akan meningkatkan tingkat ketepatan atau bisa mengurangi jumlah ulangan  Lebih fleksibel dalam hal jumlah perlakuan, jumlah ulangan/kelompok  Penarkan kesimpulan lebih luas, karena kita juga bisa melihat perbedaan antar kelompok
  • 7.
     Memerlukan asumsitambahan untuk beberapa uji hipotesis  Interaksi antara kelompok dan perlakuan sangat sulit  Peningkatan ketepatan pengelompokan akan menurun dengan semakin meningkatnya jumlah satuan percobaan dalam kelompok  Derajat bebas kelompok akan menurunkan derajat bebas galat, sehingga sensifitasnya akan menurun terutama apabila jumlah perlakuannya sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan kecil (homogen)  Jika ada data yang hilang memerlukan perhitungan yang rumit
  • 8.
    Variabel Penganggu Unitpercobaan Perbedaan arah kesuburN Petak percobaan Perbedaan arah kandungan air/kelembaban Perbedaan kemiringan Perbedaan komposisi tanah Arah terhadap sudut penyinaran matahari Rumah kaca Aliran air Penyebaran panas/suhu Umur Pohon Kepadatan
  • 9.
     Sebelum pengacakan,bagilah daerah percobaan atau satuan percobaan ke dalam beberapa kelompok sesuai dengan jumlah ulangan  Setiap kelompok kemudian dibagi lagi menjadi beberapa petak yang sesuai dengan banyaknya perlakuan yang akan dicobakan  Pengacakan dilakukan secara terpisah untuk setiap kelompok, karena dalam RAK perlakuan harus muncul satu kali dalam setiap ulangan
  • 10.
    Yij = µ+ Ƭi + ßj+ €ij µ = rata-rata umum (populasi) Ƭi = pengaruh perlakuan ke-I ßj = pengaruh kelompok €ij = galat percobaan
  • 11.
    1. Hitung faktorkoreksi: FK = Y..2/rt 2. Hitung jumlah kuadrat total JKT = ∑ Yij2 – FK = (Y112+ Y122 + Y132 + …. ++ Y532 ) – FK 3. Hitung jumlah kuadrat perlakuan JKP = ∑ Yi.2/r – FK JKP = (Y1.2+ Y2.2 + Y3.2 + Y4.2 + Y5.2 )/r – FK 4. Hitung jumlah kuadrat kelompok JKK = ∑ Y.j2/r – FK JKP = (Y.12+ Y.22 + Y.32 + Y.42 + Y.52 )/p – FK 5. Hitung jumlah kuadrat galat: JKG = JKT – JKP- JKK
  • 12.
    5. Hitung nilaiderajat bebas untuk setiap sumber keragaman: db total = rt-1 db perlakuan = t-1 db kelompok = r-1 db galat = db total –db perlakuan-db kelompok 6. Hitung Kuadrat tengah (KT) masing-masing sumber keragaman: KT perlakuan = JKP – db P KT kelompok = JK K – db K KT galat = JK galat – db galat
  • 13.
    7. Hitung nilaiF hitung (F hit.) F hit perlakuan = KT perlakuan/KT galat F hit kelompok = KT kelompok/KT galat 8. Lihat pada Tabel F nilai F tabel pada taraf uji 5% dan 1 % dengan kolom = db perlakuan dan baris =db galat 9. Lihat pada Tabel F nilai F tabel pada taraf uji 5% dan 1% dengan kolom= db kelompok dan baris db galat 10. Bandingkan antara F hitung perlakuan dan F hitung kelompok dengan F tabel:  Jika F hit ≤ F tabel 5 % dan 1% berarti perlakuan berpengaruh tidak nyata (tn)  Jika Ftabel 5% ≤ F hit ≤ F tabel 1% berarti perlakun berpegaruh nyata (simbol *)  Jika F hit > F tabel 1% berarti perlakuan berpengaruh sangat nyata (simbol **)
  • 14.
    Sumber Keragaman Derajat bebas (db) Jumlah Kuadrat (JK) Kuadrat Tengah(KT) F hitungF tabel 5% 1% Perlakuan t-1 JK perlakuan JKP/db P KTP/KTG Kelompok r-1 Jk kelompok JKK/db K KTK/KTG Galat (r-1)(t-1) JKT-JKP-JKK JKT-JKP-JKK Total tr-1 JK total JKT/dbK
  • 15.
     Perhitungan koefisienkeragaman (KK):  KK adalah ukuran nilai keragaman hasil pengamatan. Semakin besar nilai KK berarti semakin besar keragaman dalam satu ulangan, yang berarti tingkat ketelitian semakin rendah.  KK = √KTG/Y.. X 100%
  • 16.
     Perlakuan xberpengaruh sangat nyata/nyata/tidak nyata terhadap y  Pemblokan berpengaruh sangat nyata/nyata/tidak nyata terhadap y