Kaidah ini menyatakan bahwa syariat Islam tidak membedakan antara kemudaratan yang sudah lama ada atau baru timbul, dan bahwa semua kemudaratan harus dicegah dan dihilangkan. Kaidah ini melengkapi kaidah dasar sebelumnya bahwa kemudaratan harus dihilangkan, dengan menyatakan bahwa hal itu berlaku untuk kemudaratan baru maupun lama.