LAPORAN KASUS:
GASTROENTERITIS AKUT
DENGAN DEHIDRASI RINGAN SEDANG
IDENTITAS
• Nama : An .MW
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Usia : 1 tahun
• Alamat : Serang
• Masuk RS : 17 Desember 2022
• Tanggal Periksa : 17 Desember 2022
ANAMNESIS
• Anamnesis dilakukan secara alloanamnesis terhadap ibu
kandung pasien pada hari Sabtu, 17 desember 2022 di RS
Hermina Ciruas Serang.
RIWAYAT PENYAKIT
SEKARANG
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Riwayat makan
ASI/PASI Buah/biskuit Bubur susu Nasi tim
0-2 + - - -
2-4 + - - -
4-6 + - - -
6-8 +/+ + + +
8-10 +/+ + + +
Riwayat imunisasi
Vaksin Dasar (umur) Ulangan (umur)
BCG 2 bln
- - - - -
DPT 2 bln 4 bln -
- - -
POLIO 1 bln 2 bln
- - - -
CAMPAK -
- - - - -
HEPATITIS B 1 bln
- - - - -
Riwayat imunisasi dasar: tidak lengkap
Pemeriksaan fisik
Kepala :
Mesocephali, warna rambut hitam,
distribusi merata
Mata :
CA -/-, SI -/-,
pupil isokor, RCL +/+, RCTL +/+
THT :
Otorhea -/-, rinorhea -/-, septum deviasi (-)
faring hiperemis (-), uvula di tengah,T1-T1
Leher :
KGB dan tiroid TTM
Thorax : Bentuk (N), simetris +/+
Cor : BJ I-II (N), murmur (-) gallop (-)
Pulmo : SN vesikular (+/+) rhonki (-/-)
wheezing (-/-)
Abdomen :
Supel BU (+)
NTE (-), supel, timpani
Hepatomegali (-)
Extremitas :
Akral hangat,(+), CRT <2”, edema (-),
sianosis (-)
Genitalia :
Tidak ada kelainan
Status
Generalisata
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium Darah tanggal 17 desember 2022
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan
Hematologi Rutin 1
Leukosit 21,50 103/ul 5 – 10
Trombosit 426 10/3 ul 150-350
Hemoglobin 12,2 g/dl 11 – 14.5
Hematokrit 35.1 % 35 – 43
GDS 103 Mg/dl 33-111
Antigen covid Negatif
PENATALAKSANAAN
• Th Igd Asupan cairan
• Rehidrasi RL 70cc/kgbb/6 jam 780 cc/ hari
• Medikamentosa:
• L-Bio 1 sach
• Zinc syr 1x1cth
• Ranitidin 10 mg
• Ondancentron 1 mg
Konsul dr Sp.anak : - pasca rehidrasi kasih ivfd kaen 3b 800 ml/hr
• -cefotaxim 3x275 mg iv
• - L bio 2x1 sach
• - zinc syr 1x5 ml
• - ondan 3x1 ml
• - paracetamol 4x80 mgiv
PROGNOSIS
• Ad vitam : Ad Bonam
• Ad functionam : Dubia Ad Bonam
• Ad sanationam : Dubia Ad Bonam
FOLLOW UP
TGl 18 des 2022 di RPA
S BAB cair (+) 2x, muntah (-) demam(-), BAK (+)
O TD : tidak dilakukan, S: 36,30 C, N : 108 RR : 22
KU: TSS, CM
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Paru : Vesikular, Rh(-/-), Wh(-/-)
Jantung : S1/S2 regular, M (-), G (-)
Abdomen: supel, BU(+),
Ekstremitas:, akral hangat (+), CRT>2s
A GEA dengan dehidrasi RS
Bacterial infection
P
 Th lanjut
Cek ulang HR 1 besok pagi, rencana TUTD
besok bila leukosit turun
19 des 2022
BAB mencret 5 x sejak pagi, lemas (+) muntah (-), BAK (+)
TD : tidak dilakukan
HR: 110x/m, RR: 23x/m, S: 360 C
KU: TSS, cm
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Paru : Vesikular, Rh(-/-), Wh(-/-)
Jantung : S1/S2 regular, M (-), G (-)
Abdomen: supel, BU(+), turgor baik
Ekstremitas: akral hangat (+), CRT<2s
GEA dengan dehidrasi RS
Th LANJUT
20 des 2022
BAB mencret 1 x sejak pagi, lemas (-) muntah (-), BAK (+)
TD : tidak dilakukan
HR: 105x/m, RR: 23x/m, S: 360 C
KU: TSS, cm
Mata : CA (-/-), SI (-/-)
Paru : Vesikular, Rh(-/-), Wh(-/-)
Jantung : S1/S2 regular, M (-), G (-)
Abdomen: supel, BU(+), turgor baik
Ekstremitas: akral hangat (+), CRT<2s
GEA dengan perbaikan
Th lanjut
Observasi sampai sore bila diare kurang dari 3x rawat jalan
HASIL Lab tgl 20 desember 2022:
HB : 12,2 g/dl
Leukosit : 15,49 10’3/ul
Trombosit : 378 10’3/ul
Heematokrit : 33%
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian
• Gastroenteritis atau diare  buang air besar (defekasi)
dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah
padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya, lebih
dari 200 gram atau 200 ml/24 jam.
• Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer
lebih dari 3x sehari baik disertai lendir dan darah maupun
tidak.1
Klasifikasi
1. Diare cair akut
 Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali
per hari, disertai dengan perubahan konsitensi tinja menjadi cair dengan
atau tanpa lender dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu.1
 Akibat diare akut adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan
penyebab utama kematian bagi penderita diare.
Diare kronik
• >15 hari.
• Patogenesis lebih kompleks + berbagai factor.
• penyebab :
• diare osmotic, diare sekretorik,
• malabsorbsi,
• defek system pertukaran anion/transport elektrolit aktif di enterosit,
• motilitas dan waktu transit usus abnormal,
• gangguan permeabilitas usus
• eksudasi cairan, elektrolit dan mucus yang berlebihan.
• kelainan pada organ : pancreas, hati dan usus.
Diare enterovasif
• Ada gejala demam dan tinja berdarah.
• berlaku secara invasive
• sering terjadi di kolon
• frekuensi BAB sering tapi sedikit-sedikit dan sering diawali
dengan diare air
• Sulit dibedakan dengan Irritable Bowel Disease (IBD).
• Pemeriksaan lab :banyak leukosit di tinja
• kultur tinja : bakteri seperti Salmonella, Shigella dan
Campylobacter.
Diare enterotoksigenik
• non invasive
• terdapat mual
• gejala tanpa demam dan tanpa darah.
• Tinjanya adalah kolera tinja yaitu seperti cucian beras dan
disertai muntah.
• Penyebab lain: bahan toksik pada makanan (logam berat
misalnya preservative kaleng, nitrit, pestisida, histamine pada
ikan).
• Pemeriksaan lab : tidak ada leukosit di tinja.
• Patogennya : ETEC, G.lamblia, rotavirus, virus cholera dan
jamur.
Diare persisten
• Diare tipe ini pada mulanya akut
• berlangsung lebih dari 14 hari
• dimulai dengan diare akut atau disentri.
• Diare kronik tidak sama dengan diare persisten.
• Faktor resiko:
• anak berusia < 1 tahun
• malnutrisi
• minum susu formula
• baru mengalami diare akut.
ETIOLOGI (umum)
• Infeksi
infeksi enteral infeksi parenteral
bakteri
(Shigella, E.coli, Salmonella, Vibrio,
Yersinia dll)
intoksikasi makanan: beracun,
mengandung logam berat, mengandug
bacteria (Clostridium perfringens,
B.cereus, S.aureus dll)
virus
(Rotavirus, Adenovirus, Norwalk virus,
cytomegalovirus, echovirus, HIV)
alergi : susu sapi, makanan tertentu
parasit
(Protozoa seperti Entamoeba
histolytica, Giardia lamblia, dll)
malabsorpsi/maldigesti :
monosakarida, lemak, asam amino
tertentu
cacing
(A.lumbricoides, cacing tambang,
Trichuris trichiura, S.stercoralis,
cestodiasis dll)
ETIOLOGI (umum)
• Imunodefisiensi
• hipogamaglobulinemia
• penyakit granulomatose kronik
• defisiensi IgA
• imunodefisiensi IgA
• Terapi obat
• antibiotic, kemoterapi, antacid
ETIOLOGI (umum)
• Tindakan tertentu
• gastrektomi, gastroenterostomi, dosis tinggi terapi radiasi
• Lain-lain
• sindrom Zollinger-Ellison
• hipersekresi asam lambung, ulserasi peptik parah, dan sel tumor
islet non-beta pankreas (gastrinoma).
• neuropati autonomic
• neuropati diabetic.
PATOGENESIS
• MEKANISME DASAR
1. Gangguan
osmotic
(diare osmotic)
Mekanisme dasar
2. Gangguan sekresi (diare sekretorik)
Mekanisme dasar
• 3. Gangguan motilitas usus
• Hiperperistaltik :berkurang kesempatan usus
untuk menyerap makanandiare.
• peristaltic usus menurun  bakteri tumbuh
berlebihan diare
• Penyebab yang lain:
• diabetes mellitus
• pasca vagotomi
• hipertiroid.
Mekanisme dasar
• 4. Malabsorbsi asam empedu, malabsorpsi
lemak
• gangguan pembentukan/ produksi micelle
empedu
• penyakit saluran bilier dan hati
Mekanisme dasar
• Diare infeksi
• Disebabkan oleh infeksi dinding usus.
Faktor kausal (agent) Faktor pejamu (host)
Kemampuan tubuh untuk
mempertahan diri terhadap organism
yang dapat menimbulkan diare akut,
terdiri dari factor pertahanan saluran
cerna seperti keasaman lambung,
motilitas usus, imunitas dan
lingkungan flora normal usus.
Daya penetrasi yang dapat merusak sel
mukosa, kemampuan menghasilkan
toksin yang mempengaruhi sekresi
cairan usus halus serta daya lekat
kuman.
GEJALA KLINIS
Rotavirus Shigella Salmonella ETEC EIEC Kolera
Gejala klinis :
Masa Tunas
Panas
Mual, muntah
Nyeri perut
Nyeri kepala
lamanya sakit
17-72 jam
+
Sering
Tenesmus
-
5-7 hari
24-48 jam
++
Jarang
Tenesmus, kramp
+
>7hari
6-72 jam
++
Sering
Tenesmus,kolik
+
3-7 hari
6-72 jam
-
+
-
-
2-3 hari
6-72 jam
++
-
Tenesmus, kramp
-
variasi
48-72 jam
-
Sering
Kramp
-
3 hari
Sifat tinja:
Volume
Frekuensi
Konsistensi
Darah
Bau
Warna
Leukosit
Lain-lain
Sedang
5-10x/hari
Cair
-
Langu
Kuning hijau
-
anorexia
Sedikit
>10x/hari
Lembek
+
-
Merah-hijau
+
Kejang+
Sedikit
Sering
Lembek
Kadang
Busuk
Kehijauan
+
Sepsis +
Banyak
Sering
Cair
-
-
Tak berwarna
-
Meteorismus
Sedikit
Sering
Lembek
+
-
Merah-hijau
-
Infeksi sistemik+
Banyak
Terus menerus
Cair
-
Amis khas
Seperti air
cucuian beras
-
-
PENILAIAN DERAJAT DEHIDRASI
Symptom Minimal atau tanpa
dehidrasi, kehilangan
BB<5%
Dehidrasi ringan sedang,
kehilangan BB 5%-10%
Dehidrasi berat, kehilangan
BB>10%
Kesadaran Baik Normal, lelah, gelisah,
irritable
Apatis, letargi, idak sadar
Denyut jantung Normal Normal meningkat Takikardi, bradikardi, (kasus
berat)
Kualitas nadi Normal Normal melemah Lemah, kecil tidak teraba
Pernapasan Normal Normal-cepat Dalam
Mata Normal Sedikit cowong Sangat cowong
Air mata Ada Berkurang Tidak ada
Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering
Cubitan kulit Segera kembali Kembali<2 detik Kembali>2detik
Cappilary refill Normal Memanjang Memanjang, minimal
Ekstremitas Hangat Dingin Dingin,mottled, sianotik
Kencing Normal Berkurang Minimal
Penatalaksanaan
Pemberian cairan pada diare
dehidrasi murni
1. Jenis Cairan
 Cairan rehidrasi oral
○ Formula lengkap, mengandung NaCl, NaHCO3, KCl, dan Glukosa
○ Formula sederhana, hanya mengandung NaCl dan sukrosa atau karbohidrat
lain.
 Cairan parenteral
2. Jalan pemberian cairan
 Peroral untuk dehidrasi ringan, sedang dan tanpa dehidrasi dan bila anak
mau minum serta kesadaran baik.
 Intragastrik untuk dehidrasi ringan, sedang atau tanpa dehidrasi, tetapi anak
tidak mau minum, atau kesadaran menurun.
 Intravena untuk dehidrasi berat.
3. Jumlah cairan
Jumlah cairan yang hilang didasarkan pada berat badan dan usia
anak
TATALAKSANA
 Tanpa dehidrasi : cairan rumah tangga, ASI
oralit diberikan tiap BAB atau muntah dengan dosis :
 < 1 tahun : 50-100 cc
 1-5 tahun : 100-200 cc
 > 5 tahun : semaunya
 Dehidrasi tidak berat (ringan-sedang)
 Oralit 75 cc/kg/4 jam dilanjutkan pemberian cairan tiap BAB
 Bisa peroral, NGT, parenteral.
 Dehidrasi berat : rehidrasi parenteral dengan cairan RL
atau ringer asetat 100 cc/kgBB :
 < 1 tahun : 30 cc/kgBB dalam 1 jam I, 70 cc/kgBB dalam 5 jam
 > 1 tahun : 30 cc/kgBB dalam ½ jam I, 70 cc/kgBB dalam 2½
jam
4. Seng ( Zinc )
• Seng merupakan mikronutrien komponen berbagai enzim dalam tubuh yang
penting antara lain untuk sintesis DNA. Sejak tahun 2004, WHO dan UNICEF
telah merekomendasikan penggunaan seng pada anak dengan diare dengan
dosis 20 mg per hari selama 10-14 hari, dan pada bayi<6 bulan dengan dosis
10 mg per hari selama 10-14 hari
5. Pemberian makanan selama dan setelah diare
• Pemberian makanan harus diteruskan selama diare dan ditingkatkan setelah
sembuh. Tujuannya adalah memberikan makanan kaya nutrien sebanyak
anak mampu menerima. Meneruskan pemberian makanan aan mempercepat
kembalinya fungsi usus yang normal termasuk kemampuan menerima dan
mengabsorbsi berbagai nutrien, sehingga memburuknya status gizi dapat
dicegah atau paling tidak dikurangi. Bayi yang minum ASI harus diteruskan
sesering mungkin dan selama anak mau. Bayi yang tidak mium ASI harus
diberi susu yang biasa diminum paling tidak setiap 3 jam.
6. Terapi Medikamentosa
7. Probiotik dan Prebiotik
KOMPLIKASI
1. DEHIDRASI
Jenis dehidrasi Kadar ion Na+ dalam plasma
Dehidrasi hipotonik/
dehidrasi hiponatremia
Kurang kadar Na+ dalam
plasma
(<130 mEq/l)
Dehidrasi isotonic 130-150 mEq/l
Dehidrasi hipertonik lebih dari 150 mEq/l
2.gangguan keseimbangan asam-
basa
• asidosis metabolik
• kehilangan NaHCO3 melalui tinja
• penimbunan asam laktat
• produk metabolic bersifat asam yang tidak dapat dikeluarkan
(oliguria atau anuria)
• hipokalemia:
• gelaja hipotoni otot, bradikardia, ileus paralitik
• hipoglikemi:
• Gizi buruk: cadangan glikogen kurang, ggn.absorbsi glukosa
• Lemas, tremor, berkeringat, pucat, kejang, syok
3. Gangguan gizi
 masukan makanan berkurang
 anoreksia, muntah, memuasakan, memberi makanan encer
• berkurang penyerapan makanan terutama lemak dan protein
• Kerusakan vili usus
• Defisiensi lactase = malabsorbsi laktosa
• Berkurang konsentrasi asam empedu
• Transit makanan melalui usus meningkat
• Meningkatnya kebutuhan zat makanan
• meningkatnya metabolism dan kebutuhan untuk memperbaiki epitel usus
4. Gangguan sirkulasi darah
• Syok hipovolemik
• Akral dingin
• Kesadaran menurun
• Nadi kecil, cepat
• tekanan darah menurun
• kulit lembab berkeringat dingin
• pucat, sianosis
PENCEGAHAN
• Faktor kebersihan
• mencuci tangan dengan sabun
• Penyiapan makanan yang higienis
• Penyediaan air minum yang bersih
• Kebersihan perorangan
• Cuci tangan sebelum makan
• Buang air besar pada tempatnya (WC, toilet)
• Tempat buang sampah yang memadai
• Berantas lalat agar tidak menghinggapi makanan
• Lingkungan hidup yang sehat
PENCEGAHAN
• pemberian ASI eksklusif minimal 6 bulan
• vaksin rotavirus per-oral
• Pemberian gizi yang baik kepada anak.
PROGNOSIS
• Pasien diare akut disebabkan infeksi virus sembuh dengan baik
tanpa komplikasi sekiranya diberikan terapi rehidrasi yang
tepat.
• Dehidrasi berat tanpa terapi rehidrasi yang adekuat dapat
menyebabkan shock hipovolemia yang berakhir dengan
kematian.

Presentation_GEA-2.ppt

  • 1.
  • 2.
    IDENTITAS • Nama :An .MW • Jenis kelamin : Laki-laki • Usia : 1 tahun • Alamat : Serang • Masuk RS : 17 Desember 2022 • Tanggal Periksa : 17 Desember 2022
  • 3.
    ANAMNESIS • Anamnesis dilakukansecara alloanamnesis terhadap ibu kandung pasien pada hari Sabtu, 17 desember 2022 di RS Hermina Ciruas Serang.
  • 4.
  • 5.
  • 11.
    Riwayat makan ASI/PASI Buah/biskuitBubur susu Nasi tim 0-2 + - - - 2-4 + - - - 4-6 + - - - 6-8 +/+ + + + 8-10 +/+ + + +
  • 12.
    Riwayat imunisasi Vaksin Dasar(umur) Ulangan (umur) BCG 2 bln - - - - - DPT 2 bln 4 bln - - - - POLIO 1 bln 2 bln - - - - CAMPAK - - - - - - HEPATITIS B 1 bln - - - - - Riwayat imunisasi dasar: tidak lengkap
  • 14.
  • 15.
    Kepala : Mesocephali, warnarambut hitam, distribusi merata Mata : CA -/-, SI -/-, pupil isokor, RCL +/+, RCTL +/+ THT : Otorhea -/-, rinorhea -/-, septum deviasi (-) faring hiperemis (-), uvula di tengah,T1-T1 Leher : KGB dan tiroid TTM Thorax : Bentuk (N), simetris +/+ Cor : BJ I-II (N), murmur (-) gallop (-) Pulmo : SN vesikular (+/+) rhonki (-/-) wheezing (-/-) Abdomen : Supel BU (+) NTE (-), supel, timpani Hepatomegali (-) Extremitas : Akral hangat,(+), CRT <2”, edema (-), sianosis (-) Genitalia : Tidak ada kelainan Status Generalisata
  • 16.
    PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Darahtanggal 17 desember 2022 Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan Hematologi Rutin 1 Leukosit 21,50 103/ul 5 – 10 Trombosit 426 10/3 ul 150-350 Hemoglobin 12,2 g/dl 11 – 14.5 Hematokrit 35.1 % 35 – 43 GDS 103 Mg/dl 33-111 Antigen covid Negatif
  • 17.
    PENATALAKSANAAN • Th IgdAsupan cairan • Rehidrasi RL 70cc/kgbb/6 jam 780 cc/ hari • Medikamentosa: • L-Bio 1 sach • Zinc syr 1x1cth • Ranitidin 10 mg • Ondancentron 1 mg Konsul dr Sp.anak : - pasca rehidrasi kasih ivfd kaen 3b 800 ml/hr • -cefotaxim 3x275 mg iv • - L bio 2x1 sach • - zinc syr 1x5 ml • - ondan 3x1 ml • - paracetamol 4x80 mgiv
  • 18.
    PROGNOSIS • Ad vitam: Ad Bonam • Ad functionam : Dubia Ad Bonam • Ad sanationam : Dubia Ad Bonam
  • 19.
    FOLLOW UP TGl 18des 2022 di RPA S BAB cair (+) 2x, muntah (-) demam(-), BAK (+) O TD : tidak dilakukan, S: 36,30 C, N : 108 RR : 22 KU: TSS, CM Mata : CA (-/-), SI (-/-) Paru : Vesikular, Rh(-/-), Wh(-/-) Jantung : S1/S2 regular, M (-), G (-) Abdomen: supel, BU(+), Ekstremitas:, akral hangat (+), CRT>2s A GEA dengan dehidrasi RS Bacterial infection P  Th lanjut Cek ulang HR 1 besok pagi, rencana TUTD besok bila leukosit turun
  • 20.
    19 des 2022 BABmencret 5 x sejak pagi, lemas (+) muntah (-), BAK (+) TD : tidak dilakukan HR: 110x/m, RR: 23x/m, S: 360 C KU: TSS, cm Mata : CA (-/-), SI (-/-) Paru : Vesikular, Rh(-/-), Wh(-/-) Jantung : S1/S2 regular, M (-), G (-) Abdomen: supel, BU(+), turgor baik Ekstremitas: akral hangat (+), CRT<2s GEA dengan dehidrasi RS Th LANJUT
  • 21.
    20 des 2022 BABmencret 1 x sejak pagi, lemas (-) muntah (-), BAK (+) TD : tidak dilakukan HR: 105x/m, RR: 23x/m, S: 360 C KU: TSS, cm Mata : CA (-/-), SI (-/-) Paru : Vesikular, Rh(-/-), Wh(-/-) Jantung : S1/S2 regular, M (-), G (-) Abdomen: supel, BU(+), turgor baik Ekstremitas: akral hangat (+), CRT<2s GEA dengan perbaikan Th lanjut Observasi sampai sore bila diare kurang dari 3x rawat jalan HASIL Lab tgl 20 desember 2022: HB : 12,2 g/dl Leukosit : 15,49 10’3/ul Trombosit : 378 10’3/ul Heematokrit : 33%
  • 22.
  • 23.
    Pengertian • Gastroenteritis ataudiare  buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya, lebih dari 200 gram atau 200 ml/24 jam. • Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3x sehari baik disertai lendir dan darah maupun tidak.1
  • 24.
    Klasifikasi 1. Diare cairakut  Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali per hari, disertai dengan perubahan konsitensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lender dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu.1  Akibat diare akut adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama kematian bagi penderita diare.
  • 25.
    Diare kronik • >15hari. • Patogenesis lebih kompleks + berbagai factor. • penyebab : • diare osmotic, diare sekretorik, • malabsorbsi, • defek system pertukaran anion/transport elektrolit aktif di enterosit, • motilitas dan waktu transit usus abnormal, • gangguan permeabilitas usus • eksudasi cairan, elektrolit dan mucus yang berlebihan. • kelainan pada organ : pancreas, hati dan usus.
  • 26.
    Diare enterovasif • Adagejala demam dan tinja berdarah. • berlaku secara invasive • sering terjadi di kolon • frekuensi BAB sering tapi sedikit-sedikit dan sering diawali dengan diare air • Sulit dibedakan dengan Irritable Bowel Disease (IBD). • Pemeriksaan lab :banyak leukosit di tinja • kultur tinja : bakteri seperti Salmonella, Shigella dan Campylobacter.
  • 27.
    Diare enterotoksigenik • noninvasive • terdapat mual • gejala tanpa demam dan tanpa darah. • Tinjanya adalah kolera tinja yaitu seperti cucian beras dan disertai muntah. • Penyebab lain: bahan toksik pada makanan (logam berat misalnya preservative kaleng, nitrit, pestisida, histamine pada ikan). • Pemeriksaan lab : tidak ada leukosit di tinja. • Patogennya : ETEC, G.lamblia, rotavirus, virus cholera dan jamur.
  • 28.
    Diare persisten • Diaretipe ini pada mulanya akut • berlangsung lebih dari 14 hari • dimulai dengan diare akut atau disentri. • Diare kronik tidak sama dengan diare persisten. • Faktor resiko: • anak berusia < 1 tahun • malnutrisi • minum susu formula • baru mengalami diare akut.
  • 29.
    ETIOLOGI (umum) • Infeksi infeksienteral infeksi parenteral bakteri (Shigella, E.coli, Salmonella, Vibrio, Yersinia dll) intoksikasi makanan: beracun, mengandung logam berat, mengandug bacteria (Clostridium perfringens, B.cereus, S.aureus dll) virus (Rotavirus, Adenovirus, Norwalk virus, cytomegalovirus, echovirus, HIV) alergi : susu sapi, makanan tertentu parasit (Protozoa seperti Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, dll) malabsorpsi/maldigesti : monosakarida, lemak, asam amino tertentu cacing (A.lumbricoides, cacing tambang, Trichuris trichiura, S.stercoralis, cestodiasis dll)
  • 30.
    ETIOLOGI (umum) • Imunodefisiensi •hipogamaglobulinemia • penyakit granulomatose kronik • defisiensi IgA • imunodefisiensi IgA • Terapi obat • antibiotic, kemoterapi, antacid
  • 31.
    ETIOLOGI (umum) • Tindakantertentu • gastrektomi, gastroenterostomi, dosis tinggi terapi radiasi • Lain-lain • sindrom Zollinger-Ellison • hipersekresi asam lambung, ulserasi peptik parah, dan sel tumor islet non-beta pankreas (gastrinoma). • neuropati autonomic • neuropati diabetic.
  • 33.
    PATOGENESIS • MEKANISME DASAR 1.Gangguan osmotic (diare osmotic)
  • 34.
    Mekanisme dasar 2. Gangguansekresi (diare sekretorik)
  • 35.
    Mekanisme dasar • 3.Gangguan motilitas usus • Hiperperistaltik :berkurang kesempatan usus untuk menyerap makanandiare. • peristaltic usus menurun  bakteri tumbuh berlebihan diare • Penyebab yang lain: • diabetes mellitus • pasca vagotomi • hipertiroid.
  • 36.
    Mekanisme dasar • 4.Malabsorbsi asam empedu, malabsorpsi lemak • gangguan pembentukan/ produksi micelle empedu • penyakit saluran bilier dan hati
  • 37.
    Mekanisme dasar • Diareinfeksi • Disebabkan oleh infeksi dinding usus. Faktor kausal (agent) Faktor pejamu (host) Kemampuan tubuh untuk mempertahan diri terhadap organism yang dapat menimbulkan diare akut, terdiri dari factor pertahanan saluran cerna seperti keasaman lambung, motilitas usus, imunitas dan lingkungan flora normal usus. Daya penetrasi yang dapat merusak sel mukosa, kemampuan menghasilkan toksin yang mempengaruhi sekresi cairan usus halus serta daya lekat kuman.
  • 38.
    GEJALA KLINIS Rotavirus ShigellaSalmonella ETEC EIEC Kolera Gejala klinis : Masa Tunas Panas Mual, muntah Nyeri perut Nyeri kepala lamanya sakit 17-72 jam + Sering Tenesmus - 5-7 hari 24-48 jam ++ Jarang Tenesmus, kramp + >7hari 6-72 jam ++ Sering Tenesmus,kolik + 3-7 hari 6-72 jam - + - - 2-3 hari 6-72 jam ++ - Tenesmus, kramp - variasi 48-72 jam - Sering Kramp - 3 hari Sifat tinja: Volume Frekuensi Konsistensi Darah Bau Warna Leukosit Lain-lain Sedang 5-10x/hari Cair - Langu Kuning hijau - anorexia Sedikit >10x/hari Lembek + - Merah-hijau + Kejang+ Sedikit Sering Lembek Kadang Busuk Kehijauan + Sepsis + Banyak Sering Cair - - Tak berwarna - Meteorismus Sedikit Sering Lembek + - Merah-hijau - Infeksi sistemik+ Banyak Terus menerus Cair - Amis khas Seperti air cucuian beras - -
  • 39.
    PENILAIAN DERAJAT DEHIDRASI SymptomMinimal atau tanpa dehidrasi, kehilangan BB<5% Dehidrasi ringan sedang, kehilangan BB 5%-10% Dehidrasi berat, kehilangan BB>10% Kesadaran Baik Normal, lelah, gelisah, irritable Apatis, letargi, idak sadar Denyut jantung Normal Normal meningkat Takikardi, bradikardi, (kasus berat) Kualitas nadi Normal Normal melemah Lemah, kecil tidak teraba Pernapasan Normal Normal-cepat Dalam Mata Normal Sedikit cowong Sangat cowong Air mata Ada Berkurang Tidak ada Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering Cubitan kulit Segera kembali Kembali<2 detik Kembali>2detik Cappilary refill Normal Memanjang Memanjang, minimal Ekstremitas Hangat Dingin Dingin,mottled, sianotik Kencing Normal Berkurang Minimal
  • 40.
  • 42.
    Pemberian cairan padadiare dehidrasi murni 1. Jenis Cairan  Cairan rehidrasi oral ○ Formula lengkap, mengandung NaCl, NaHCO3, KCl, dan Glukosa ○ Formula sederhana, hanya mengandung NaCl dan sukrosa atau karbohidrat lain.  Cairan parenteral 2. Jalan pemberian cairan  Peroral untuk dehidrasi ringan, sedang dan tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik.  Intragastrik untuk dehidrasi ringan, sedang atau tanpa dehidrasi, tetapi anak tidak mau minum, atau kesadaran menurun.  Intravena untuk dehidrasi berat. 3. Jumlah cairan Jumlah cairan yang hilang didasarkan pada berat badan dan usia anak
  • 43.
    TATALAKSANA  Tanpa dehidrasi: cairan rumah tangga, ASI oralit diberikan tiap BAB atau muntah dengan dosis :  < 1 tahun : 50-100 cc  1-5 tahun : 100-200 cc  > 5 tahun : semaunya  Dehidrasi tidak berat (ringan-sedang)  Oralit 75 cc/kg/4 jam dilanjutkan pemberian cairan tiap BAB  Bisa peroral, NGT, parenteral.  Dehidrasi berat : rehidrasi parenteral dengan cairan RL atau ringer asetat 100 cc/kgBB :  < 1 tahun : 30 cc/kgBB dalam 1 jam I, 70 cc/kgBB dalam 5 jam  > 1 tahun : 30 cc/kgBB dalam ½ jam I, 70 cc/kgBB dalam 2½ jam
  • 44.
    4. Seng (Zinc ) • Seng merupakan mikronutrien komponen berbagai enzim dalam tubuh yang penting antara lain untuk sintesis DNA. Sejak tahun 2004, WHO dan UNICEF telah merekomendasikan penggunaan seng pada anak dengan diare dengan dosis 20 mg per hari selama 10-14 hari, dan pada bayi<6 bulan dengan dosis 10 mg per hari selama 10-14 hari 5. Pemberian makanan selama dan setelah diare • Pemberian makanan harus diteruskan selama diare dan ditingkatkan setelah sembuh. Tujuannya adalah memberikan makanan kaya nutrien sebanyak anak mampu menerima. Meneruskan pemberian makanan aan mempercepat kembalinya fungsi usus yang normal termasuk kemampuan menerima dan mengabsorbsi berbagai nutrien, sehingga memburuknya status gizi dapat dicegah atau paling tidak dikurangi. Bayi yang minum ASI harus diteruskan sesering mungkin dan selama anak mau. Bayi yang tidak mium ASI harus diberi susu yang biasa diminum paling tidak setiap 3 jam. 6. Terapi Medikamentosa 7. Probiotik dan Prebiotik
  • 45.
    KOMPLIKASI 1. DEHIDRASI Jenis dehidrasiKadar ion Na+ dalam plasma Dehidrasi hipotonik/ dehidrasi hiponatremia Kurang kadar Na+ dalam plasma (<130 mEq/l) Dehidrasi isotonic 130-150 mEq/l Dehidrasi hipertonik lebih dari 150 mEq/l
  • 46.
    2.gangguan keseimbangan asam- basa •asidosis metabolik • kehilangan NaHCO3 melalui tinja • penimbunan asam laktat • produk metabolic bersifat asam yang tidak dapat dikeluarkan (oliguria atau anuria) • hipokalemia: • gelaja hipotoni otot, bradikardia, ileus paralitik • hipoglikemi: • Gizi buruk: cadangan glikogen kurang, ggn.absorbsi glukosa • Lemas, tremor, berkeringat, pucat, kejang, syok
  • 47.
    3. Gangguan gizi masukan makanan berkurang  anoreksia, muntah, memuasakan, memberi makanan encer • berkurang penyerapan makanan terutama lemak dan protein • Kerusakan vili usus • Defisiensi lactase = malabsorbsi laktosa • Berkurang konsentrasi asam empedu • Transit makanan melalui usus meningkat • Meningkatnya kebutuhan zat makanan • meningkatnya metabolism dan kebutuhan untuk memperbaiki epitel usus
  • 48.
    4. Gangguan sirkulasidarah • Syok hipovolemik • Akral dingin • Kesadaran menurun • Nadi kecil, cepat • tekanan darah menurun • kulit lembab berkeringat dingin • pucat, sianosis
  • 49.
    PENCEGAHAN • Faktor kebersihan •mencuci tangan dengan sabun • Penyiapan makanan yang higienis • Penyediaan air minum yang bersih • Kebersihan perorangan • Cuci tangan sebelum makan • Buang air besar pada tempatnya (WC, toilet) • Tempat buang sampah yang memadai • Berantas lalat agar tidak menghinggapi makanan • Lingkungan hidup yang sehat
  • 50.
    PENCEGAHAN • pemberian ASIeksklusif minimal 6 bulan • vaksin rotavirus per-oral • Pemberian gizi yang baik kepada anak.
  • 51.
    PROGNOSIS • Pasien diareakut disebabkan infeksi virus sembuh dengan baik tanpa komplikasi sekiranya diberikan terapi rehidrasi yang tepat. • Dehidrasi berat tanpa terapi rehidrasi yang adekuat dapat menyebabkan shock hipovolemia yang berakhir dengan kematian.