KELOMPOK 4
1. Maya Sofia Fatima Azzahra (213111157)
2. Apriani Muyasaroh Yasin (213111165)
3. Maulana Rizaq Ba’alwy (213111185)
4. Fidela Bahirotun Ni’am (213111186)
Pengertian Model
Pengembangan Bahan Ajar
model pengembangan bahan ajar
merupakan kerangka konseptual yang
menjadi acuan dalam melakukan kegiatan
belajar-mengajar dengan bahan atau
materi yang dibutuhkan pendidik yang
disusun secara sistematis
MACAM MACAM MODEL
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
• ADDIE
Model ADDIE adalah singkatan atas lima
langkah, yaitu:
1) analyze (tahap analisis)
2) design (tahap design)
3)development (tahap pengembangan)
4) implementation (tahap implementasi)
5) evaluation (tahap evaluasi)
2. Model Degeng (1990)
Model Degeng merupakan salah satu model yang dapat
digunakan mengembangkan bahan ajar.
a. Analisis Tujuan dan Karakteristik Bidang Studi
b. Analisis Sumber Belajar
c. Analisis Karakteristik Si -Belajar
d. MenetapkanTujuan dan Isi Pembelajaran
e. MenetapkanTujuan dan Isi Pembelajaran
f. Menetapkan Strategi Penyampaian
g. Menetapkan Strategi Pengelolaan
h. Pengukuran Hasil Pembelajaran
3.Model Bergman and Moore (1990)
Model ini menekankan evaluasi output pada setiap
langkah sebelum proses berikutnya. Model Bergman
dan Moore memuat enam aktivitas utama yaitu:
(1) analisis
(2) desain
(3) pengembangan
(4) produksi
(5) penggabungan
(6) validasi.
4. ASSURE
Model ASSURE merupakan langkah merancanakan pelaksanaan
pembelajaran di ruang kelas secara sistematis dengan memadukan
penggunaan terknologi dan media. langkah-langkah dalam desain
model ASSURE ini terdiri dari enam langkah, yaitu:
a. Analyze learner characteristics (Analisis karakter siswa)
b. State performance objectives (Menetapkan kompetensi)
c. Select methods, media, and materials (Memilih metode, media,
dan bahan ajar)
d. Utilize materials (Pemanfaatan bahan ajar dan media
pembelajaran)
e. Requires learner participation (Melibatkan siswa dalam proses
pembelajaran)
f. Evaluate and revise (evaluasi dan revisi)
5. Dick and Carey
Berbagai model dapat dikembangkan dalam mengorganisasi pengajaran.
Satu di antaranya adalah model pembelajran Dick and Carrey (1985).
Adapun langkah-langkahnya mencakup :
a. Identifikasi kebutuhan dan menentukan tujuan umum
b. Melakukan analisis instruksional
c. Mengidentifikasi tingkah laku awal dan karakteristik siswa
d. Merumuskan tujuan kinerja atau tujuan pembelajaran khusus
e. Pengembangan tes acuan patokan
f. Pengembangan strategi pembelajaran
g. Pengembangan atau memilih materi pembelajaran
h. Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif
i. Merancang dan melaksanakan evaluasi sumatif
j. Revisi Pembelajaran
6. Model Pengembangan Hannafin dan Peck
Kelebihan Model Hannafin & Peck
a.Menekankan proses penilaian dan pengulangan yang
melibatkan ketiga fase
b.Dapat menentukan hal utama dari apa yang dibutuhkan dalam
pendidikan
c.Dapat memecahkan kesenjangan dari analisis performance
Kekurangan Model Hannafin & Peck
a.Media pembelajaran dengan bahan yang ada karena
berorientasi pada produk
b.Dalam produk atau program pembelajaran nya memerlukan uji
coba dan revisi terlebih dahulu
c. Masalah yang mungkin bisa diselesaikan adalah tentang
pengembangan bahan dan alat-alat.
Model Hannafin dan Peck adalah model desain pembelajaran
yang terdiri dari pada tiga fase yaitu fase Analisis keperluan, fase
desain, fase pengembangan dan implementasi. Dalam model ini,
penilaian dan pengulangan perlu dijalankan dalam setiap fase.
Model ini lebih berorientasi pada produk.
7. 4D
Model 4D secara umum dapat dipandang sebagai model untuk
pengembangan instruksional (a model for instructional
development). Selanjutnya desain ini setelah melalui proses
revisi dan pengembangan dalam pelatihan-pelatihan yang
dilakukan disebut model 4D yang meliputi empat tahap:
• define (pendefinisian)
• design (perancangan)
• develop (penngembangan)
• disseminate (penyebarluasan)
Semoga kamu bisa mendapatkan ilmu
yang bermanfaat dari presentasi ini.

PPT PBA KEL 4.pptx

  • 2.
    KELOMPOK 4 1. MayaSofia Fatima Azzahra (213111157) 2. Apriani Muyasaroh Yasin (213111165) 3. Maulana Rizaq Ba’alwy (213111185) 4. Fidela Bahirotun Ni’am (213111186)
  • 3.
    Pengertian Model Pengembangan BahanAjar model pengembangan bahan ajar merupakan kerangka konseptual yang menjadi acuan dalam melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan bahan atau materi yang dibutuhkan pendidik yang disusun secara sistematis
  • 4.
    MACAM MACAM MODEL PENGEMBANGANBAHAN AJAR • ADDIE Model ADDIE adalah singkatan atas lima langkah, yaitu: 1) analyze (tahap analisis) 2) design (tahap design) 3)development (tahap pengembangan) 4) implementation (tahap implementasi) 5) evaluation (tahap evaluasi) 2. Model Degeng (1990) Model Degeng merupakan salah satu model yang dapat digunakan mengembangkan bahan ajar. a. Analisis Tujuan dan Karakteristik Bidang Studi b. Analisis Sumber Belajar c. Analisis Karakteristik Si -Belajar d. MenetapkanTujuan dan Isi Pembelajaran e. MenetapkanTujuan dan Isi Pembelajaran f. Menetapkan Strategi Penyampaian g. Menetapkan Strategi Pengelolaan h. Pengukuran Hasil Pembelajaran
  • 5.
    3.Model Bergman andMoore (1990) Model ini menekankan evaluasi output pada setiap langkah sebelum proses berikutnya. Model Bergman dan Moore memuat enam aktivitas utama yaitu: (1) analisis (2) desain (3) pengembangan (4) produksi (5) penggabungan (6) validasi. 4. ASSURE Model ASSURE merupakan langkah merancanakan pelaksanaan pembelajaran di ruang kelas secara sistematis dengan memadukan penggunaan terknologi dan media. langkah-langkah dalam desain model ASSURE ini terdiri dari enam langkah, yaitu: a. Analyze learner characteristics (Analisis karakter siswa) b. State performance objectives (Menetapkan kompetensi) c. Select methods, media, and materials (Memilih metode, media, dan bahan ajar) d. Utilize materials (Pemanfaatan bahan ajar dan media pembelajaran) e. Requires learner participation (Melibatkan siswa dalam proses pembelajaran) f. Evaluate and revise (evaluasi dan revisi)
  • 6.
    5. Dick andCarey Berbagai model dapat dikembangkan dalam mengorganisasi pengajaran. Satu di antaranya adalah model pembelajran Dick and Carrey (1985). Adapun langkah-langkahnya mencakup : a. Identifikasi kebutuhan dan menentukan tujuan umum b. Melakukan analisis instruksional c. Mengidentifikasi tingkah laku awal dan karakteristik siswa d. Merumuskan tujuan kinerja atau tujuan pembelajaran khusus e. Pengembangan tes acuan patokan f. Pengembangan strategi pembelajaran g. Pengembangan atau memilih materi pembelajaran h. Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif i. Merancang dan melaksanakan evaluasi sumatif j. Revisi Pembelajaran
  • 7.
    6. Model PengembanganHannafin dan Peck Kelebihan Model Hannafin & Peck a.Menekankan proses penilaian dan pengulangan yang melibatkan ketiga fase b.Dapat menentukan hal utama dari apa yang dibutuhkan dalam pendidikan c.Dapat memecahkan kesenjangan dari analisis performance Kekurangan Model Hannafin & Peck a.Media pembelajaran dengan bahan yang ada karena berorientasi pada produk b.Dalam produk atau program pembelajaran nya memerlukan uji coba dan revisi terlebih dahulu c. Masalah yang mungkin bisa diselesaikan adalah tentang pengembangan bahan dan alat-alat. Model Hannafin dan Peck adalah model desain pembelajaran yang terdiri dari pada tiga fase yaitu fase Analisis keperluan, fase desain, fase pengembangan dan implementasi. Dalam model ini, penilaian dan pengulangan perlu dijalankan dalam setiap fase. Model ini lebih berorientasi pada produk. 7. 4D Model 4D secara umum dapat dipandang sebagai model untuk pengembangan instruksional (a model for instructional development). Selanjutnya desain ini setelah melalui proses revisi dan pengembangan dalam pelatihan-pelatihan yang dilakukan disebut model 4D yang meliputi empat tahap: • define (pendefinisian) • design (perancangan) • develop (penngembangan) • disseminate (penyebarluasan)
  • 8.
    Semoga kamu bisamendapatkan ilmu yang bermanfaat dari presentasi ini.