Lingkungan SubBudaya
dan Demografinya
Pertemuan 3
Budaya  SubBudaya  Demografi
BUDAYA
• Menurut T Hall, menjelaskan bahwa budaya adalah komunikasi dan
komunikasi adalah budaya.
• Menurut Peter dan Olson (1999), arti/makna budaya adalah jika
sebagian besar dari orang yang berada di dalam sebuah kelompok
sosial memiliki pemahaman mendasar yang sama terhadap makna
tersebut.
• Menurut Jensen dan Trenholm, budaya diartikan sebagai seperangkat
norma, nilai, kepercayaan, adat-istiadat, aturan dan juga kode.
Unsur-Unsur Budaya
1. Nilai (Value)
Nilai adalah kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh
seseorang atau suatu masyarakat.
Nilai mengarahkan seseorang untuk berperilaku yang sesuai dengan
budayanya. Nilai akan mempengaruhi sikap seseorang, yang kemudian sikap
akan mempengaruhi perilaku seseorang.
Contoh nilai-nilai yang dianut orang Indonesia :
a. Laki-laki adalah kepala rumah tangga.
b. Menghormati orang tua dan orang yang lebih tua.
c. Hamil diluar nikah adalah aib.
Contoh Perubahan Nilai
Nilai yang Berubah Pengaruh Terhadap Konsumsi
Dulu sedikit wanita yang memakai jilbab,
sekarang banyak wanita yang memakai
jilbab.
Kebutuhan akan pakaian muslimah meningkat
Semakin banyak wanita mulai bekerja
diluar rumah
Pemakaian kosmetik, pakaian kerja, dan
transportasi meningkat
Wanita diberi kesempatan untuk
melanjutkan pendidikan
Permintaan pakaian, peralatan sekolah,
transportasi meningkat
Wanita banyak memakai celana panjang
sebagai pengganti rok
Permintaan celana panjang meningkat
Laki-laki banyak yang hobi kesalon dan
menggunakan anting
Frekuensi ke salon meningkat dan permintaan
perhiasan meningkat
Unsur-Unsur Budaya,
2. Norma (Norms)
Norma adalah aturan masyarakat tentang sikap baik dan buruk, tindakan
yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
3. Kebiasaan (Customs)
Kebiasaan adalah berbagai bentuk perilaku dan tindakan yang diterima
secara budaya. Kebiasaan diturunkan dari generasi ke generasi secara turun
temurun.
Contoh Kebiasaan
Daerah Budaya Keterangan Pengaruh Terhadap Konsumsi
Padang Manjalang Mintuo
Mengantar makanan ke rumah
mertua sebelum bulan puasa,
dalam bulan puasa, dan saat
lebaran
Meningkatkan pembeliaan bahan
makanan (beras, lauk pauk)
Riau Balimau kasai
Mandi bersama di sungai
sehari sebelum puasa
ramadhan
Sarana transportasi, makanan,
minuman, perlengkapan mandi,
mainan anak, dan hiburan
Aceh Rabu abek
Pergi ke tempat wisata
minggu terakhir menjelang
puasa
Meningkatkan pembeliaan bahan
makanan
Unsur-Unsur Budaya,
4. Larangan (Mores)
Larangan adalah berbagai bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral,
biasanya berbentuk tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam
suatu masyarakat.
Contoh Larangan:
Larangan Alasan
Apabila istri hamil dilarang bagi suami/istri
melukai atau membunuh binatang
Anaknya akan cacat
Dilarang foto bertiga Karena nanti salah satunya akan celaka
Anak gadis tidak boleh duduk di depan pintu
dan tangga
Nanti akan terjadi sesuatu yang buruk, yang
bisa berakibat susah dapat jodoh
Unsur-Unsur Budaya,
5. Konvensi (Conventions)
Konvensi menggambarkan norma dalam kehidupan sehari-hari, anjuran atau
kebiasaan bagaimana seseorang harus bertindak sehari-hari, dan biasanya
berkaitan dengan perilaku konsumen yang rutin dilakukan konsumen. Contohnya
minum teh dan kopi dengan gula, memasak menggunakan garam, anak yang
menyebut orang tuanya ayah/ibu, ayah/bunda, papa/mama, umi/abi,
mami/papi.
6. Mitos
Mitos menggambarkan sebuah cerita atau kepercayaan yang mengandung
nilai dan idealisme bagi suatu masyarakat. Mitos sering kali sulit di buktikan
kebenarannya. Contohnya pada masyarakat jawa mengenai raja-raja dan wali
songo.
Unsur-Unsur Budaya,
7. Simbol
Simbol adalah segala sesuatu (benda, nama , warna, konsep) yang memiliki
arti penting lainnya ( makna budaya yang diinginkan). Contoh bendera warna
kuning yang dipasang disuatu tempat adalah simbol bahwa ada warga yang
meninggal di daerah tersebut.
SUB BUDAYA
• Menurut Kotler dan Armstrong (2001), subbudaya adalah sekelompok
orang dengan system nilai bersama berdasarkan pengalaman dan
situasi hidup yang sama.
• Menurut Stanton dan Lamarto (2001), subbudaya merupsakan bagian
yang integral dalam sebuah kebudayaan yang heterogen seperti di
Amerika Serikat.
• Menurut Mowen dan Minor (2002), subbudaya adalah subdivisi
kebudayaan nasional yang didasarkan atas beberapa karakter yang
menyatukan.
Kesimpulan SUB BUDAYA,
• Menurut Sumarwan (2003), Suatu budaya terdiri dari beberapa
kelompok, yang dicirikan oleh adanya perbedaan perilaku, yang
didasarkan kepada perbedaan karakteristik sosial, ekonomi, dan
demografi konsumen. Konsep sub-budaya sangat terkait dengan
demografi, dan demografi menggambarkan karakteristik suatu
penduduk, salah satu variabel demografi adalah suku.
Karakteristik Demografi dan sub-budaya di
Indonesia
No. Karakteristik Demografi
1 Usia
2 Agama
3 Suku Bangsa
4 Warga Indonesia Keturunan
5 Pendapatan
6 Jenis Kelamin
7 Status perkawinan
8 Jenis Keluarga
9 Pekerjaan
10 Lokasi Geografi
11 Jenis Rumah Tangga
12 Kelas Sosial
Sumber: Ujang Sumarwan, Perilaku Konsumen. Februari 2003, hal.198
Miskin, Menengah, Kaya
Jawa, Luar Jawa, Kota, Desa
Rumah Tangga Keluarga, Bukan Rumah Tangga Keluarga
Kelas Atas, Kelas Menengah, Kelas Bawah
Laki-laki, perempuan
Lajang, Menikah, Duda, Janda
Orang Tua Tunggal, Orang Tua Lengkap,
Keluarga dengan satu anak, dua anak.
Dosen, Guru, Buruh, Karyawan, Dokter, Akuntan, Montir,
Pengacara
Contoh Sub-Budaya
Anak-anak, Remaja, Dewasa Awal, Dewasa Lanjut, Lansia
Islam, Protestan, KatolIk, Hindu, Budha
Sunda, Jawa, Bali, Batak, Melayu, Dayak, Minahasa, Bugis
Pribumi, Tionghoa, India, Arab
DEMOGRAFI
• Menurut Kotler dan Amstrong (2001), demografi adalah ilmu tentang
populasi manusia dalam hal ukuran, kepadatan, lokasi, umur, jenis
kelamin, ras, mata pencaharian, dan statistic lainnya.
Jenis Sub Budaya berdasar Demografi
1. Usia
Kelompok usia juga dapat dianalisis sebagai sebuah subbudaya
karena sering memiliki nilai dan perilaku yang berbeda.
Namun demikian, pemasar harus berhati-hati dalam
penyegmentasian konsumen jika mendasarkan diri pada usia mereka
yang sebenarnya karena sebagian konsumen dewasa merasa mereka
masih muda, sebaliknya ada pula konsumen remaja yang
menganggap dirinya sudah dewasa.
Contoh Segmentasi Pasar berdasar Usia,
Pasar anak dan remaja, Pasar Baby Boomer, Pasar dewasa
Pasar Anak dan Remaja,
- Usia untuk pasar anak dan remaja adalah antara 7 sampai 15 tahun.
Banyak produsen meluncurkan iklan yang melibatkan anak-anak
dan remaja dalam komunitas suatu keluarga, misalnya iklan kecap
ABC, pasta gigi Pepsodent, Sabun cuci Sunlight, dll.
- Usia 16 sampai 29 tahun disebut Generasi X Baru.
Banyak produsen biasanya sudah masuk ke dalam dunia informasi
di mana pengaksesan papan informasi dan berselancar di internet
merupakan hal yang biasa.
Dalam usia ini, konsumen sudah termasuk konsumen yang pandai.
Oleh karena itu, kelompok ini merupakan konsumen yang lebih
berpengalaman dari generasi sebelumnya.
Pasar Baby Boomer,
Biasanya pada umur antara 30-an sampai 40-an, di mana mereka
memasuki tahun-tahun puncak penghasilan dan pengeluarannya.
Baby Boomer memiliki dampak yang kuat pada pasar perumahan,
mobil, pangan, pakaian, kosmetik dan jasa keuangan.
Pasar Dewasa,
Kelompok yang termasuk dalam pasar dewasa adalah mereka yang
berumur 55-64 (lebih dewasa), 65-74 (tua). 75-84 (sangat tua), dan
diatas 85 tahun (renta).
Biasanya produsen mengabaikan pasar dewasa, mungkin karena
diasumsikan memiliki daya beli yang rendah.
Jenis Sub Budaya berdasar Demografi,
2. Agama
Kelompok agama mempunyai pengaruh penting bagi konsumsi
suatu masyarakat karena bersifat pribadi.
Pemasar hendaknya dapat memperhatikan secara saksama atas
barang yang dihasilkan karena akan mempengaruhi perilaku pembeli
dari subbudaya kelompok keagamaan yang dimaksud.
Banyaknya lembaga pendidikan yang berlatar belakang
keagamaan menunjukkan bahwa saat ini masyarakat sangat
membutuhkan suatu lembaga pendidikan yang dapat memberikan
nilai-nilai agama yang lebih, contohnya sekolah Al-Azhar untuk yang
beragama Islam, Santo Angela dan Aloysius untuk agama katolik.
Jenis Sub Budaya berdasar Demografi,
3. Kelas Sosial
Menurut Mowen dan Minor (2002), kelas sosial adalah strata yang
relative tetap dalam masyarakat yang berbeda status, kekayaan,
pendidikan, pemilikan dan nilai.
Kita perlu berhati-hati karena perilaku beli antara dua konsumen
bisa sangat berbeda, meskipun mereka berada dalam satu kelas
sosial atau kelompok kerja yang sama.
Jenis Sub Budaya berdasar Demografi,
4. Jenis Kelamin
Dengan adanya emansipasi wanita banyak didapati bukti bahwa
pria dan wanita tidak berbeda untuk beberapa hal penting tertentu.
Sebagai contoh, penelitian membuktikan bahwa wanita
memperlakukan harta milik secara berbeda dibandingkan pria.
Kepemilikan produk dipandang oleh pria sebagai cara untuk
mendominasi dan mengungkapkan kekuasaan atas orang lain,
membedakan dirinya dari orang lain. Wanita sebaliknya, cenderung
menilai tinggi barang milik yang dapat memperkuat hubungan
personal dan sosial, karena lebih menghargai perawatan.
Jenis Sub Budaya berdasar Demografi,
5. Etnis
Etnis dapat diartikan sebagai kelompok orang yang mempunyai
norma dan nilai spesifik yang sama dalam persepsi dan kognisi yang
berbeda dengan persepsi dan kognisi kelompok lain dalam
masyarakat yang lebih luas.
Contoh: etnis Sunda yang umumnya berkulit sawo matang dan
beragama Islam.
Etnis Papua yang umumnya berkulit hitam dan beragama Kristen.
PENGARUH KEBUDAYAAN
Pengaruh kebudayaan berganti sesuai dengan perubahan zaman, seperti
halnya pola-pola budaya yang sudah ketinggalan zaman diganti dengan
pola-pola budaya yang baru.
Beberapa perubahan yang dapat mempengaruhi pemasaran,
diantaranya:
1. Tekanan pada kualitas
Dalam kehidupan sehari-hari saat ini kualitas mulai lebih
dipentingkan daripada kuantitas. “Bukannya lebih banyak, akan
tetapi lebih baik”. Ketika membeli barang, kita sekarang lebih
mengutamakan nilai keawetan dan keamanannya.
Pengaruh Kebudayaan,
2. Perubahan peranan wanita
Dampak pemasaran dari jumlah pekerja wanita semakin
meningkat.
Berubahnya peran kaum wanita ini juga bisa kita lihat di kota
Blitar, dimana ada banyak wanita yang berkarir di luar rumah
sehingga fungsi untuk menjalankan aktivitas rumah tangga yang rutin
mulai dijalankan oleh pembantu. Kondisi ini membuat kurang
intensifnya hubungan anak dengan ibu, sehingga muncul berbagai
masalah anak.
Dampak dari wanita bekerja ini adalah perilaku konsumtif anak
karena mereka mendapat uang jajan berlebih dari orangtuanya.
Pengaruh Kebudayaan,
3. Perubahan kehidupan keluarga
Perubahan yang terjadi adalah berkembangnya mentalitas
migran, yang juga terjadi di kalangan keluarga kelas menengah.
Perubahan ini terjadi sebagai akibat dari perpindahan penduduk dari
pusat kota ke daerah pinggiran.
Orang-orang muda menangguhan perkawinan mereka sampai
kondisi yang cukup matang secara emosional dan lebih mampu secara
finansial.
Pengaruh Kebudayaan,
4. Perubahan sikap terhadap kerja dan kesenangan
Saat ini masyarakat sudah dapat menerima pandangan bahwa
hidup itu perlu dinikmati dan diri sendiri perlu dimanjakan. Hal
seperti ini bukan merupakan dosa. Bagi pemasar hal ini berarti
mereka harus berurusan dengan sebuah generasi “aku” dan
mementingkan diri sendiri.
Minat untuk mengembangkan dan memenuhi diri sendiri semakin
meningkat. Seperti yang terlihat dalam pasar perkembangan pesat
untuk produk pakaian, makanan, dan perlengkapan yang erat
hubungannya dengan kegiatan-kegiatan generasi “aku”.
Pengaruh Kebudayaan,
5. Peningkatan waktu senggang
Kehidupan keluarga sekarang memiliki waktu senggang yang lebih
banyak karena mereka mempunyai jam kerja per minggu yang lebih
pendek, masa cuti yang lebih panjang, dan bertambah banyaknya
aneka peralatan otomatis yang digunakan di dalam rumah.
Kecenderungan ini mengakibatkan tumbuhnya pasar dalam
bidang macam-macam seperti rekreasi, jenis produk, serta
perlengkapan yang dibutuhkan untuk melibatkan diri dalam kegiatan
tersebut.
Pengaruh Kebudayaan,
6. Pembelian secara impulsif
Merupakan pembelian yang dilakukan tanpa perencanaan terlebih
dahulu. Sebagai Contoh:
Seseorang mungkin pergi ke took bahan pangan dengan rencana
untuk membeli daging dan roti. Setiba di took, ia juga membeli
beberapa buah persik yang segar karena harganya murah atau karena
bentuknya menarik.
Pengaruh Kebudayaan,
7. Hasrat akan kenyamanan
Para konsumen sekarang menuntut kenyamanan dalam
berbelanja. Kita semua menginginkan produk-produk yang dikemas
dalam aneka bentuk, ukuran dan kuantitas. Kita juga mengharapkan
took yang menjualnya berlokasi di tempat yang tidak jauh serta buka
sepanjang hari.
Usaha untuk memperoleh kenyamanan seperti ini sangat
mempengaruhi setiap tahap pokok program pemasaran sebuah
perusahaan. Misalkan perencanaan produk, dipengaruhi oleh
kebutuhan konsumen akan kenyamanan dalam seleksi, kuantitas dan
pengemasan.
KESIMPULAN
• Budaya terdiri dari beberapa sub-budaya, yang tekait dengan demografi
• Beberapa karakteristik Demografi yang penting untuk memahami konsumen
adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, suku bangsa,
pendapatan, jenis keluarga, status pernikahan, lokasi geografi dan kelas
sosial.
• Pengaruh kebudayaan diakibatkan oleh beberapa macam perubahan:
- Tekanan pada kualitas
- Perubahan peranan wanita
- Perubahan kehidupan keluarga
- Perubahan sikap terhadap kerja dan kesenangan
- Peningkatan waktu senggang
- Pembelian secara impulsif
- Hasrat akan kenyamanan
Selesai,,,,
Pertemuan berikutnya Keputusan Pembelian Konsumen

Pk pertemuan 3

  • 1.
  • 2.
    Budaya  SubBudaya Demografi
  • 3.
    BUDAYA • Menurut THall, menjelaskan bahwa budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya. • Menurut Peter dan Olson (1999), arti/makna budaya adalah jika sebagian besar dari orang yang berada di dalam sebuah kelompok sosial memiliki pemahaman mendasar yang sama terhadap makna tersebut. • Menurut Jensen dan Trenholm, budaya diartikan sebagai seperangkat norma, nilai, kepercayaan, adat-istiadat, aturan dan juga kode.
  • 4.
    Unsur-Unsur Budaya 1. Nilai(Value) Nilai adalah kepercayaan atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau suatu masyarakat. Nilai mengarahkan seseorang untuk berperilaku yang sesuai dengan budayanya. Nilai akan mempengaruhi sikap seseorang, yang kemudian sikap akan mempengaruhi perilaku seseorang. Contoh nilai-nilai yang dianut orang Indonesia : a. Laki-laki adalah kepala rumah tangga. b. Menghormati orang tua dan orang yang lebih tua. c. Hamil diluar nikah adalah aib.
  • 5.
    Contoh Perubahan Nilai Nilaiyang Berubah Pengaruh Terhadap Konsumsi Dulu sedikit wanita yang memakai jilbab, sekarang banyak wanita yang memakai jilbab. Kebutuhan akan pakaian muslimah meningkat Semakin banyak wanita mulai bekerja diluar rumah Pemakaian kosmetik, pakaian kerja, dan transportasi meningkat Wanita diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Permintaan pakaian, peralatan sekolah, transportasi meningkat Wanita banyak memakai celana panjang sebagai pengganti rok Permintaan celana panjang meningkat Laki-laki banyak yang hobi kesalon dan menggunakan anting Frekuensi ke salon meningkat dan permintaan perhiasan meningkat
  • 6.
    Unsur-Unsur Budaya, 2. Norma(Norms) Norma adalah aturan masyarakat tentang sikap baik dan buruk, tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. 3. Kebiasaan (Customs) Kebiasaan adalah berbagai bentuk perilaku dan tindakan yang diterima secara budaya. Kebiasaan diturunkan dari generasi ke generasi secara turun temurun.
  • 7.
    Contoh Kebiasaan Daerah BudayaKeterangan Pengaruh Terhadap Konsumsi Padang Manjalang Mintuo Mengantar makanan ke rumah mertua sebelum bulan puasa, dalam bulan puasa, dan saat lebaran Meningkatkan pembeliaan bahan makanan (beras, lauk pauk) Riau Balimau kasai Mandi bersama di sungai sehari sebelum puasa ramadhan Sarana transportasi, makanan, minuman, perlengkapan mandi, mainan anak, dan hiburan Aceh Rabu abek Pergi ke tempat wisata minggu terakhir menjelang puasa Meningkatkan pembeliaan bahan makanan
  • 8.
    Unsur-Unsur Budaya, 4. Larangan(Mores) Larangan adalah berbagai bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya berbentuk tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat. Contoh Larangan: Larangan Alasan Apabila istri hamil dilarang bagi suami/istri melukai atau membunuh binatang Anaknya akan cacat Dilarang foto bertiga Karena nanti salah satunya akan celaka Anak gadis tidak boleh duduk di depan pintu dan tangga Nanti akan terjadi sesuatu yang buruk, yang bisa berakibat susah dapat jodoh
  • 9.
    Unsur-Unsur Budaya, 5. Konvensi(Conventions) Konvensi menggambarkan norma dalam kehidupan sehari-hari, anjuran atau kebiasaan bagaimana seseorang harus bertindak sehari-hari, dan biasanya berkaitan dengan perilaku konsumen yang rutin dilakukan konsumen. Contohnya minum teh dan kopi dengan gula, memasak menggunakan garam, anak yang menyebut orang tuanya ayah/ibu, ayah/bunda, papa/mama, umi/abi, mami/papi. 6. Mitos Mitos menggambarkan sebuah cerita atau kepercayaan yang mengandung nilai dan idealisme bagi suatu masyarakat. Mitos sering kali sulit di buktikan kebenarannya. Contohnya pada masyarakat jawa mengenai raja-raja dan wali songo.
  • 10.
    Unsur-Unsur Budaya, 7. Simbol Simboladalah segala sesuatu (benda, nama , warna, konsep) yang memiliki arti penting lainnya ( makna budaya yang diinginkan). Contoh bendera warna kuning yang dipasang disuatu tempat adalah simbol bahwa ada warga yang meninggal di daerah tersebut.
  • 11.
    SUB BUDAYA • MenurutKotler dan Armstrong (2001), subbudaya adalah sekelompok orang dengan system nilai bersama berdasarkan pengalaman dan situasi hidup yang sama. • Menurut Stanton dan Lamarto (2001), subbudaya merupsakan bagian yang integral dalam sebuah kebudayaan yang heterogen seperti di Amerika Serikat. • Menurut Mowen dan Minor (2002), subbudaya adalah subdivisi kebudayaan nasional yang didasarkan atas beberapa karakter yang menyatukan.
  • 12.
    Kesimpulan SUB BUDAYA, •Menurut Sumarwan (2003), Suatu budaya terdiri dari beberapa kelompok, yang dicirikan oleh adanya perbedaan perilaku, yang didasarkan kepada perbedaan karakteristik sosial, ekonomi, dan demografi konsumen. Konsep sub-budaya sangat terkait dengan demografi, dan demografi menggambarkan karakteristik suatu penduduk, salah satu variabel demografi adalah suku.
  • 13.
    Karakteristik Demografi dansub-budaya di Indonesia No. Karakteristik Demografi 1 Usia 2 Agama 3 Suku Bangsa 4 Warga Indonesia Keturunan 5 Pendapatan 6 Jenis Kelamin 7 Status perkawinan 8 Jenis Keluarga 9 Pekerjaan 10 Lokasi Geografi 11 Jenis Rumah Tangga 12 Kelas Sosial Sumber: Ujang Sumarwan, Perilaku Konsumen. Februari 2003, hal.198 Miskin, Menengah, Kaya Jawa, Luar Jawa, Kota, Desa Rumah Tangga Keluarga, Bukan Rumah Tangga Keluarga Kelas Atas, Kelas Menengah, Kelas Bawah Laki-laki, perempuan Lajang, Menikah, Duda, Janda Orang Tua Tunggal, Orang Tua Lengkap, Keluarga dengan satu anak, dua anak. Dosen, Guru, Buruh, Karyawan, Dokter, Akuntan, Montir, Pengacara Contoh Sub-Budaya Anak-anak, Remaja, Dewasa Awal, Dewasa Lanjut, Lansia Islam, Protestan, KatolIk, Hindu, Budha Sunda, Jawa, Bali, Batak, Melayu, Dayak, Minahasa, Bugis Pribumi, Tionghoa, India, Arab
  • 14.
    DEMOGRAFI • Menurut Kotlerdan Amstrong (2001), demografi adalah ilmu tentang populasi manusia dalam hal ukuran, kepadatan, lokasi, umur, jenis kelamin, ras, mata pencaharian, dan statistic lainnya.
  • 15.
    Jenis Sub Budayaberdasar Demografi 1. Usia Kelompok usia juga dapat dianalisis sebagai sebuah subbudaya karena sering memiliki nilai dan perilaku yang berbeda. Namun demikian, pemasar harus berhati-hati dalam penyegmentasian konsumen jika mendasarkan diri pada usia mereka yang sebenarnya karena sebagian konsumen dewasa merasa mereka masih muda, sebaliknya ada pula konsumen remaja yang menganggap dirinya sudah dewasa. Contoh Segmentasi Pasar berdasar Usia, Pasar anak dan remaja, Pasar Baby Boomer, Pasar dewasa
  • 16.
    Pasar Anak danRemaja, - Usia untuk pasar anak dan remaja adalah antara 7 sampai 15 tahun. Banyak produsen meluncurkan iklan yang melibatkan anak-anak dan remaja dalam komunitas suatu keluarga, misalnya iklan kecap ABC, pasta gigi Pepsodent, Sabun cuci Sunlight, dll. - Usia 16 sampai 29 tahun disebut Generasi X Baru. Banyak produsen biasanya sudah masuk ke dalam dunia informasi di mana pengaksesan papan informasi dan berselancar di internet merupakan hal yang biasa. Dalam usia ini, konsumen sudah termasuk konsumen yang pandai. Oleh karena itu, kelompok ini merupakan konsumen yang lebih berpengalaman dari generasi sebelumnya.
  • 17.
    Pasar Baby Boomer, Biasanyapada umur antara 30-an sampai 40-an, di mana mereka memasuki tahun-tahun puncak penghasilan dan pengeluarannya. Baby Boomer memiliki dampak yang kuat pada pasar perumahan, mobil, pangan, pakaian, kosmetik dan jasa keuangan.
  • 18.
    Pasar Dewasa, Kelompok yangtermasuk dalam pasar dewasa adalah mereka yang berumur 55-64 (lebih dewasa), 65-74 (tua). 75-84 (sangat tua), dan diatas 85 tahun (renta). Biasanya produsen mengabaikan pasar dewasa, mungkin karena diasumsikan memiliki daya beli yang rendah.
  • 19.
    Jenis Sub Budayaberdasar Demografi, 2. Agama Kelompok agama mempunyai pengaruh penting bagi konsumsi suatu masyarakat karena bersifat pribadi. Pemasar hendaknya dapat memperhatikan secara saksama atas barang yang dihasilkan karena akan mempengaruhi perilaku pembeli dari subbudaya kelompok keagamaan yang dimaksud. Banyaknya lembaga pendidikan yang berlatar belakang keagamaan menunjukkan bahwa saat ini masyarakat sangat membutuhkan suatu lembaga pendidikan yang dapat memberikan nilai-nilai agama yang lebih, contohnya sekolah Al-Azhar untuk yang beragama Islam, Santo Angela dan Aloysius untuk agama katolik.
  • 20.
    Jenis Sub Budayaberdasar Demografi, 3. Kelas Sosial Menurut Mowen dan Minor (2002), kelas sosial adalah strata yang relative tetap dalam masyarakat yang berbeda status, kekayaan, pendidikan, pemilikan dan nilai. Kita perlu berhati-hati karena perilaku beli antara dua konsumen bisa sangat berbeda, meskipun mereka berada dalam satu kelas sosial atau kelompok kerja yang sama.
  • 21.
    Jenis Sub Budayaberdasar Demografi, 4. Jenis Kelamin Dengan adanya emansipasi wanita banyak didapati bukti bahwa pria dan wanita tidak berbeda untuk beberapa hal penting tertentu. Sebagai contoh, penelitian membuktikan bahwa wanita memperlakukan harta milik secara berbeda dibandingkan pria. Kepemilikan produk dipandang oleh pria sebagai cara untuk mendominasi dan mengungkapkan kekuasaan atas orang lain, membedakan dirinya dari orang lain. Wanita sebaliknya, cenderung menilai tinggi barang milik yang dapat memperkuat hubungan personal dan sosial, karena lebih menghargai perawatan.
  • 22.
    Jenis Sub Budayaberdasar Demografi, 5. Etnis Etnis dapat diartikan sebagai kelompok orang yang mempunyai norma dan nilai spesifik yang sama dalam persepsi dan kognisi yang berbeda dengan persepsi dan kognisi kelompok lain dalam masyarakat yang lebih luas. Contoh: etnis Sunda yang umumnya berkulit sawo matang dan beragama Islam. Etnis Papua yang umumnya berkulit hitam dan beragama Kristen.
  • 23.
    PENGARUH KEBUDAYAAN Pengaruh kebudayaanberganti sesuai dengan perubahan zaman, seperti halnya pola-pola budaya yang sudah ketinggalan zaman diganti dengan pola-pola budaya yang baru. Beberapa perubahan yang dapat mempengaruhi pemasaran, diantaranya: 1. Tekanan pada kualitas Dalam kehidupan sehari-hari saat ini kualitas mulai lebih dipentingkan daripada kuantitas. “Bukannya lebih banyak, akan tetapi lebih baik”. Ketika membeli barang, kita sekarang lebih mengutamakan nilai keawetan dan keamanannya.
  • 24.
    Pengaruh Kebudayaan, 2. Perubahanperanan wanita Dampak pemasaran dari jumlah pekerja wanita semakin meningkat. Berubahnya peran kaum wanita ini juga bisa kita lihat di kota Blitar, dimana ada banyak wanita yang berkarir di luar rumah sehingga fungsi untuk menjalankan aktivitas rumah tangga yang rutin mulai dijalankan oleh pembantu. Kondisi ini membuat kurang intensifnya hubungan anak dengan ibu, sehingga muncul berbagai masalah anak. Dampak dari wanita bekerja ini adalah perilaku konsumtif anak karena mereka mendapat uang jajan berlebih dari orangtuanya.
  • 25.
    Pengaruh Kebudayaan, 3. Perubahankehidupan keluarga Perubahan yang terjadi adalah berkembangnya mentalitas migran, yang juga terjadi di kalangan keluarga kelas menengah. Perubahan ini terjadi sebagai akibat dari perpindahan penduduk dari pusat kota ke daerah pinggiran. Orang-orang muda menangguhan perkawinan mereka sampai kondisi yang cukup matang secara emosional dan lebih mampu secara finansial.
  • 26.
    Pengaruh Kebudayaan, 4. Perubahansikap terhadap kerja dan kesenangan Saat ini masyarakat sudah dapat menerima pandangan bahwa hidup itu perlu dinikmati dan diri sendiri perlu dimanjakan. Hal seperti ini bukan merupakan dosa. Bagi pemasar hal ini berarti mereka harus berurusan dengan sebuah generasi “aku” dan mementingkan diri sendiri. Minat untuk mengembangkan dan memenuhi diri sendiri semakin meningkat. Seperti yang terlihat dalam pasar perkembangan pesat untuk produk pakaian, makanan, dan perlengkapan yang erat hubungannya dengan kegiatan-kegiatan generasi “aku”.
  • 27.
    Pengaruh Kebudayaan, 5. Peningkatanwaktu senggang Kehidupan keluarga sekarang memiliki waktu senggang yang lebih banyak karena mereka mempunyai jam kerja per minggu yang lebih pendek, masa cuti yang lebih panjang, dan bertambah banyaknya aneka peralatan otomatis yang digunakan di dalam rumah. Kecenderungan ini mengakibatkan tumbuhnya pasar dalam bidang macam-macam seperti rekreasi, jenis produk, serta perlengkapan yang dibutuhkan untuk melibatkan diri dalam kegiatan tersebut.
  • 28.
    Pengaruh Kebudayaan, 6. Pembeliansecara impulsif Merupakan pembelian yang dilakukan tanpa perencanaan terlebih dahulu. Sebagai Contoh: Seseorang mungkin pergi ke took bahan pangan dengan rencana untuk membeli daging dan roti. Setiba di took, ia juga membeli beberapa buah persik yang segar karena harganya murah atau karena bentuknya menarik.
  • 29.
    Pengaruh Kebudayaan, 7. Hasratakan kenyamanan Para konsumen sekarang menuntut kenyamanan dalam berbelanja. Kita semua menginginkan produk-produk yang dikemas dalam aneka bentuk, ukuran dan kuantitas. Kita juga mengharapkan took yang menjualnya berlokasi di tempat yang tidak jauh serta buka sepanjang hari. Usaha untuk memperoleh kenyamanan seperti ini sangat mempengaruhi setiap tahap pokok program pemasaran sebuah perusahaan. Misalkan perencanaan produk, dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen akan kenyamanan dalam seleksi, kuantitas dan pengemasan.
  • 30.
    KESIMPULAN • Budaya terdiridari beberapa sub-budaya, yang tekait dengan demografi • Beberapa karakteristik Demografi yang penting untuk memahami konsumen adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, suku bangsa, pendapatan, jenis keluarga, status pernikahan, lokasi geografi dan kelas sosial. • Pengaruh kebudayaan diakibatkan oleh beberapa macam perubahan: - Tekanan pada kualitas - Perubahan peranan wanita - Perubahan kehidupan keluarga - Perubahan sikap terhadap kerja dan kesenangan - Peningkatan waktu senggang - Pembelian secara impulsif - Hasrat akan kenyamanan
  • 31.

Editor's Notes

  • #22 Emansipasi wanita: kecenderungan modern untuk meniadakan perbedaan antara wanita dan pria.
  • #23 Kognisi: kepercayaan seseorang terhadap sesuatu