PETUNJUK TEKNIS
      PROMOSI KESEHATAN DAN
   PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
            DESA SIAGA AKTIF
MENGAPA DESA SIAGA?
 Munculnya   penyakit-penyakit baru: HIV/AIDS,
  SARS, flu burung, kecanduan narkoba,
  kecelakaan di jalan raya dsb  new emerging
  disesases
 Berbagai bencana terjadi di negeri ini dan
  mungkin akan terjadi terus sejalan dengan
  terjadinya perubahan iklim & pemanasan global.
 Sebagian besar masyarakat masih belum per-
  PHBS (< 30% Rumah Tangga PHBS)
 Meningkatnya berbagai faktor risiko kesehatan
  lainnya dsb dsb.
                                                   3
HAKEKAT DESA SIAGA
 Merupakan    upaya men-bumi-kan cita-cita visi
  Indonesia Sehat menjadi kenyataan yang dimulai
  dari setiap desa. Di setiap desa terdapat banyak
  keluarga yang didorong menjadi keluarga yang
  menerapkan gaya hidup sehat. Keluarga-keluarga
  sehat inilah bersama berbagai exixting UKBM
  (yang ada) di desa akan menggerakkan
  masyarakat membentuk Desa Siaga sebagai
  prasyarat menuju Desa Sehat.
 Indonesia Sehat akan terwujud bila provinsi
  sehat, kabupaten/kota sehat, kecamatan sehat,
  desa sehat yang diawali dengan keluarga sehat.
PENGERTIAN DESA SIAGA
     KEPMENKES NO. 564/MENKES/SK/VIII/2006


      ADALAH DESA YG MEMILIKI
     KESIAPAN SUMBER DAYA DAN
   KEMAMPUAN UNTUK MENCEGAH &
    MENGATASI MASALAH-MASALAH
       KESEHATAN (BENCANA &
        KEGAWAT-DARURATAN
    KESEHATAN) SECARA MANDIRI

(DESA = KELURAHAN = NAGARI = DLL YG SEPADAN)

                                               5
Key word batasan Desa Siaga
 Kesiapan sumberdaya
 mampu dan mau
 mencegah dan mengatasi
 masalah kesehatan, bencana dan
  kegawat daruratan

  secara mandiri

                                   6
TUJUAN DESA SIAGA

        TUJUAN UMUM:

          TERWUJUDNYA
  MASYARAKAT DESA YANG SEHAT,
        PEDULI & TANGGAP
TERHADAP PERMASALAHAN KESEHATAN
          DI WILAYAHNYA


                              7
keyword:
      TUJUAN DESA SIAGA

 MASYARAKAT PEDULI
 MASYARAKAT TANGGAP
 MASYARAKAT SEHAT




                          8
TUJUAN KHUSUS
 Meningkatya  pengetahuan dan kesadaran
  masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan
 Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan
  masyarakat desa terhadap risiko dan bahaya
  yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan
  (bencana, wabah, darurat dan sebagainya)
 Meningkatnya keluarga sadar gizi & ber-PHBS
 Meningkatnya kesehatan lingkungan desa
 Meningkatnya kemampuan dan kemauan
  masyarakat desa untuk menolong dirinya sendiri
  di bidang kesehatan
                                               9
INDONESIA
                       SEHAT


        PROVINSI                   PROVINSI
         SEHAT                      SEHAT


 KAB     KOTA       KAB    KOTA       KAB      KAB
SEHAT    SEHAT     SEHAT   SEHAT     SEHAT    SEHAT


    KEC       KEC                 KEC     KEC
   SEHAT     SEHAT               SEHAT   SEHAT


         DESA      DESA              DESA     DESA
         SIAGA     SIAGA             SIAGA    SIAGA
                                                      10
DESA SIAGA
                          Substansi
  Surveillance        • Kesehatan Ibu & Anak
   Berbasis
  masyarakat          • Perbaikan Gizi
                                                     Goal
                      • Pencegahan Penyakit
                        (menular & tidak menular)   Masyarakat:
                                                     - Tanggap,
                      • PHBS                        - Peduli dan
Kesiap-siagaan                                          - Sehat
 masyarakat           • Kesehatan lingkungan
  mengatasi
   masalah            • Pelayanan kesehatan dasar
  kesehatan

  Aktifitas: alih pengetahuan, olah ketrampilan, survaillans
 berbasis masyarakat, simulasi kedaruratan sehari-hari dan
             kesiap-siagaan bencana, dan selfcare
STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM)-18

Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
Kerangka Konsep Desa Siaga Aktif

               Yankesdas di Poskesdes
                 dan atau sejenisnya
                                             Peran LS Terkait




                                                                  80%
                  Surveilans Berbasis           SMD,             DESA
 Regulasi             Masyarakat                MMD,             SIAGA
                                                                 AKTIF
DESI AKTIF                                      PPK,
                                                                TAHUN
                                                PKP,
                                                 DPB             2015




              Kesiap-siagaan masyarakat
             dalam kedaruratan sehari-hari
             dan penanggulangan bencana
                                               MONEV
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
       DALAM DESA SIAGA
Pemberdayaan Masyarakat dalam Desa Siaga adalah proses
pengorganisasian masyarakat dalam rangka membantu mengatasi
masalah yang dihadapi oleh individu, keluarga,
kelompok/masyarakat.


Suatu Desa akan menjadi Desa Siaga yang mandiri, jika
masyarakatnya, dalam batas-batas kemampuannya, telah dapat
memecahkan/mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya tanpa
bantuan pihak lain.


Outcome Desa Siaga adalah masyarakat yang tanggap terhadap
masalah kesehatan dan peduli dalam mengatasinya yang pada
akhirnya masyarakat menjadi sehat secara mandiri.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
      DALAM DESA SIAGA
Pemberdayaan Masyarakat dalam Desa Siaga
adalah proses pengorganisasian masyarakat dalam
rangka membantu mengatasi masalah yang
dihadapi oleh individu, keluarga,
kelompok/masyarakat.
Suatu Desa akan menjadi Desa Siaga yang mandiri,
jika masyarakatnya, dalam batas-batas
kemampuannya, telah dapat
memecahkan/mengatasi masalah-masalah yang
dihadapinya tanpa bantuan pihak lain.
DESA SIAGA AKTIF
Desa Siaga Aktif adalah desa yang mempunyai
Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)* atau UKBM
lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi
sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar,
melakukan surveilance berbasis masyarakat
yang meliputi pemantauan pertumbuhan (gizi),
penyakit, lingkungan dan perilaku sehingga
masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS), serta
penanggulangan kedaruratan sehari-hari dan
pencegahan bencana (dengan simulasi, latihan
dsb)
*) Poskesdes bukan artian fisik
Pos Kesehatan Desa
           (Poskesdes)
Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa
dalam rangka upaya mendekatkan
pelayanan kesehatan dasar bagi
masyarakat desa. Poskesdes dikelola oleh
1 (satu) orang Bidan dan minimal 2 (dua)
orang kader.
Poskesdes merupakan koordinator dari
UKBM yang ada.
Pelayanan kesehatan dasar


Pelayanan kesehatan yang diberikan dan
sesuai kewenangan Bidan sebagai
penangung jawab Poskesdes, selanjutnya
dirujuk ke Puskesmas pembantu (Pustu)
atau Puskesmas apabila tidak bisa
ditangani.
Surveilans penyakit yang berbasis
masyarakat :
Upaya pengamatan dan pencatatan yang
dilakukan oleh masyarakat (kader dan
bidan/perawat) tentang kejadian penyakit
yang dapat mengancam kesehatan
penduduk/masyarakat.
Dilaporkan dengan cara sederhana oleh
masyarakat kepada petugas kesehatan
terdekat.
Pemantauan Pertumbuhan

Suatu upaya yang dilakukan oleh
kader untuk mengetahui berat badan
balita setiap bulan untuk mendeteksi
secara dini pertumbuhan balita (D/S).
Masyarakat berperilaku hidup
Bersih & Sehat (PHBS)

Masyarakat dimana penduduknya
menerapkan perilaku hidup bersih dan
sehat.
Langkah-langkah Kegiatan:
1. Persiapan:
a. Persiapan Petugas:
 Pelatihan Bidan (1 desa: 1 Bidan)
 Pelatihan Kader dan Toma (1 desa: 2 kader +
    1 toma) selama 4 hari: 3 hari di kelas, 1 hari di
    lapangan

b. Persiapan Masyarakat
 Pembentukan forum melalui pertemuan
    Tingkat Desa (3 kali/tahun)
 Survei Mawas Diri (pendataan ke lapangan
    atau pertemuan rembuk desa) 2 kali/tahun)
 Musyawarah Masyarakat Desa: 2 kali/tahun
Lanjutan Langkah-langkah Kegiatan:


2. Pelaksanaan:
a. Pelayanan kesehatan dasar: honor/transport
    bidan, kader dan toma
b. Kader dan toma melakukan surveilan berbasis
    masyarakat (pengamatan sederhana) thd KIA,
    Gizi, Kesling, Penyakit, PHBS; honor/transport
    kader dan toma, melakukan pendataan PHBS
    dengan survei cepat.
c. Pertemuan tindak lanjut penemuan hasil
    surveilan dalam rangka meningkatkan
    kewaspadaan dini masy (1 bulan sekali)
Lanjutan Langkah-langkah Kegiatan:

2. Pelaksanaan:

d.  Alih pengetahuan dan olah ketrampilan melalui
    pertemuan: 2 kali/tahun
e. Pertemuan Forum Masyarakat Desa untuk
    membahas masalah kesehatan dengan
    memanfaatkan forum yang ada di desa
    (1bulan sekali)
3. Monitoring dan Evaluasi
4. Pelaporan
Cara Perhitungan/Rumus
1)Rumus

           Cakupan
           Desa Siaga =               Jumlah Desa
           Aktif                      siaga yg aktif     x 100 %

                                      Jumlah Desa
                                    Siaga yg dibentuk
2)Pembilang
Jumlah desa siaga yang aktif di satu wilayah pada kurun waktu
tertentu.
3)Penyebut
Jumlah desa siaga yang dibentuk di satu wilayah pada kurun
waktu tertentu.
4)Ukuran/Konstanta
Persentase (%)
5)Contoh Perhitungan
Sumber Daya Manusia

 Bidan (Petugas Kesehatan lainnya)
 Kader
 Tokoh masyarakat (TOMA)
PETUNJUK TEKNIS PROMOSI KESEHATAN &
 PEMBERDAYAAN MASY DESA SIAGA AKTIF

Bab I. Pendahuluan
      a. Latar Belakang
      b. Kerangka Konsep

Bab II. Pemberdayaan Masyarakat dlm Desi
        a. Pengertian
        b. Prinsip2 Pemberdayaan
        c. Potensi Masyarakat
        d. Langkah-Langkah PPM
Bab III. Desa Siaga Aktif
         a. Definisi Operasional
         b. Pengertian Desi Aktif
         c. Langkah2 Desi Aktif
         d.. SDM
         e. Cara Perhitungan/Rumus

Bab IV. Peran Masing2 Individu, Klp & Institusi
      dlm Pelaksanaan Desi Aktif

Bab V. Pemantauan dan Evaluasi serta Sistem
      Pelaporan Pelaksanaan Desi Aktif
Terimakasih
DAFTAR ISI
   Bab I : Pendahuluan
   Bab II : Pemberdayaan Masyarakat dalam Desa Siaga
   Bab III : Desa Siaga Aktif
   Bab IV : Peran masing-masing individu, kelompok dan
    institusi dalam pelaksanaan Desa Siaga
   Bab V :Pemantauan dan Evaluasi serta sistim pelaporan
    pelaksanaan Desa Siaga Aktif
Latar Belakang

   Pengembangan Desa Siaga pada tahun 2007 menetapkan target
    bahwa 30.000 desa telah menjadi Desa Siaga dari 70.000 total
    desa yang menjadi target tahun 2009.
   Desa Siaga Aktif adalah desa yang mempunyai Pos Kesehatan
    Desa (Poskesdes) atau Upaya Kesehatan Bersumberdaya
    Masyarakat (UKBM) lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi
    memberikan pelayanan dasar,penanggulangan bencana dan
    kegawat daruratan, surveillance berbasis masyarakat yang meliputi
    pemantauan pertumbuhan anak, penyakit, lingkungan dan prilaku,
    sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan
    Sehat (PHBS).
   Pelaksanaan kegiatan mengacu kepada langkah-langkah
    penggerakan dan pemberdayaan masyarakat terpadu dalam
    kesehatan yaitu Survei Mawas Diri (SMD) guna mengetahui
    masalah dan melihat potensi desanya untuk mecari solusi masalah
    yang ada dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bagi Tokoh
    Masyarakat, selanjutnya Tokoh Masyarakat melaksanakan
    Persiapan Pelaksanaan Kegiatan (PPK) terhadap Kader dan
    Pengurus Desa Siaga dalam bentuk Pelatihan.
   Kader dan Pengurus Desa Siaga yang telah dilatih menggerakkan
    dan membedayakan masyarakat desa melalui Pelaksanaan
    Kegiatan Poskesdes (PKP).
   Promosi Kesehatan telah menyusun dan mencetak modul
    Penggerakan Masyarakat bagi Fasilitator Pengembangan Desa
    Siaga tingkat Provinsi dan Kabupaten yang akan digunakan dalam
    pelatihan Tokoh Masyarakat dan Kader.
Kerangka Konsep Desa Siaga Aktif

               Yankesdas di Poskesdes
                 dan atau sejenisnya
                                             Peran LS Terkait




                                                                  80%
                  Surveilans Berbasis           SMD,             DESA
 Regulasi             Masyarakat                MMD,             SIAGA
                                                                 AKTIF
DESI AKTIF                                      PPK,
                                                                TAHUN
                                                PKP,
                                                 DPB             2015




              Kesiap-siagaan masyarakat
             dalam kedaruratan sehari-hari
             dan penanggulangan bencana
                                               MONEV
Dasar Hukum
   SK Menkes No.471/Menkes/PEN/VII/2008 Tentang Desa Siaga
    Aktif
   SK Menkes No.564/Menkes/SK/VIII/2008 Tentang Pedoman
    Pelaksanaan Desa Siaga
   SK Menkes 457/Menkes/SK/V/2008 Tentang Penetapan Indikator
    Pencapaian 17 Sasaran Grand Strategi Depkes RI (Sasaran Ke-2)
   SK Menkes 1193/Menkes/SK/X/2204 Tentang Kebijakan
    Nasional Promosi Kesehatan
   SK Menkes 1114/Menkes/SK/VIII/2005 Tentang
    Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di Daerah
   SK Menkes 585/Menkes/SK/V/2007 Tentang Pedoman
    Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM
DESA SIAGA
Pengertian
   Pemberdayaan Masyarakat dalam Desa Siaga adalah
    Proses pengorganisasian masyarakat dalam rangka
    membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh
    individu, keluarga, kelompok/masyarakat. Suatu Desa
    akan menjadi Desa Siaga yang mandiri, jika
    masyarakatnya, dalam batas-batas kemampuannya,
    telah dapat memecahkan/mengatasi masalah-masalah
    yang dihadapinya tanpa bantuan pihak lain.
Teknik dalam penggerakkan dan pemberdayaan
masyarakat ada 3 , yaitu :

   Penggerakkan dan pemberdayaan individu atau biasa disebut
    konseling, yaitu proses membantu memecahkan masalah yang
    dihadapi oleh perorangan.
   Penggerakkan dan pemberdayaan kelompok atau biasa disebut
    konseling atau kunjungan rumah/kelompok, yaitu proses
    membantu pemecahan masalah yang dihadapi
    keluarga/kelompok.
   Penggerakkan dan pemberdayaan masyarakat atau biasa disebut
    pembangunan masyarakat, yaitu proses pengorganisasian
    masyarakat dalam rangka membantu mengatasi masalah yang
    dihadapi oleh masyarakat secara umum (di desa dulu dikenal
    dengan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa atau PKMD)
Prinsip-prinsip pemberdayaan

   Menumbuhkembangkan potensi masyarakat
   Kontribusi masyarakat dalam pembangunan
    kesehatan
   Mengembangkan gotong royong
   Bekerja bersama masyarakat
   Berbasis masyarakat dan ormas lainnya
   Desentralisasi
Potensi Masyarakat (ada 7 potensi)

 Pemimpin  formal,
 Organisasi/Lembaga Masyarakat
 Dana
 Sarana
 Pengetahuan masyarakat,
 Teknologi tepat guna
 Pengambilan keputusan oleh masyarakat
Langkah-langkah Penggerakan dan
Pemberdayaan

   Proses pengorganisasian masyarakat, meliputi Survei
    Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa
    (MMD)
   Pembimbingan oleh pemuka masyarakat dalam
    menggerakkan dan memberdayakan kader melalui :
    Persiapan Pelaksanaan Kegiatan (PPK)
   Kader menggerakkan dan memberdayakan
    masyarakat melalui : Pelaksanaan Kegiatan
    Poskesdes (PKP)
   Kegiatan tindak lanjut (kelestarian kegiatan) dilakukan
    oleh Puskesmas dan pemuka masyarakat melalui :
    dukungan, pemantauan dan bimbingan (DPB)
DESA SIAGA AKTIF
   Desa Siaga Aktif adalah desa yang mempunyai pos
    kesehatan desa (poskesdes) atau UKBM lainnya yang
    buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi
    pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan bencana
    dan kegawatdaruratan, surveilance berbasis masyarakat
    yang meliputi gizi, penyakit, lingkungan dan perilaku
    sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup
    Bersih dan Sehat (PHBS).
Langkah-Langkah Desa Siaga Aktif
   Persiapan :Persiapan Petugas, Persiapan Masyarakat
   Pelaksanaan : Pelayanan Kesehatan Dasar,
    Surveilance Berbasis Masyarakat (KIA, Gizi, Kesling,
    Penyakit, PHBS Pengamatan Sederhana) dan
    kesiap-siagaan masyarakat dalam kedaruratan
   Pertemuan tindak lanjut.
   Pembinaan
   Pemantauan dan Evaluasi

   Sumber Daya Manusia
   Bidan/ Petugas kesehatan lainnya
   Kader
   Tokoh Masyarakat
PERAN MASING-MASING INDIVIDU, KELOMPOK
DAN INSTITUSI DALAM PELAKSANAAN
DESA SIAGA AKTIF
   Tenaga kesehatan Bidan dan perawat
   Tenaga Kader
   Tokoh masyarakat.
   LSM/Organisasi kemayarakatan
   Swasta
   Puskesmas
   Rumah Sakit
   Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
   Dinas Kesehatan Provinsi
   Departemen Kesehatan
PEMANTAUAN DAN EVALUASI
SERTA SISTEM PELAPORAN
PELAKSANAAN DESA SIAGA AKTIF
Indikatornya:
   Indikator masukan
   Indikator proses
   Indikator keluaran
   Indikator outcome
44

Petunjuk teknis desi ppt

  • 1.
    PETUNJUK TEKNIS PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SIAGA AKTIF
  • 2.
    MENGAPA DESA SIAGA? Munculnya penyakit-penyakit baru: HIV/AIDS, SARS, flu burung, kecanduan narkoba, kecelakaan di jalan raya dsb  new emerging disesases  Berbagai bencana terjadi di negeri ini dan mungkin akan terjadi terus sejalan dengan terjadinya perubahan iklim & pemanasan global.  Sebagian besar masyarakat masih belum per- PHBS (< 30% Rumah Tangga PHBS)  Meningkatnya berbagai faktor risiko kesehatan lainnya dsb dsb. 3
  • 3.
    HAKEKAT DESA SIAGA Merupakan upaya men-bumi-kan cita-cita visi Indonesia Sehat menjadi kenyataan yang dimulai dari setiap desa. Di setiap desa terdapat banyak keluarga yang didorong menjadi keluarga yang menerapkan gaya hidup sehat. Keluarga-keluarga sehat inilah bersama berbagai exixting UKBM (yang ada) di desa akan menggerakkan masyarakat membentuk Desa Siaga sebagai prasyarat menuju Desa Sehat.  Indonesia Sehat akan terwujud bila provinsi sehat, kabupaten/kota sehat, kecamatan sehat, desa sehat yang diawali dengan keluarga sehat.
  • 4.
    PENGERTIAN DESA SIAGA KEPMENKES NO. 564/MENKES/SK/VIII/2006 ADALAH DESA YG MEMILIKI KESIAPAN SUMBER DAYA DAN KEMAMPUAN UNTUK MENCEGAH & MENGATASI MASALAH-MASALAH KESEHATAN (BENCANA & KEGAWAT-DARURATAN KESEHATAN) SECARA MANDIRI (DESA = KELURAHAN = NAGARI = DLL YG SEPADAN) 5
  • 5.
    Key word batasanDesa Siaga  Kesiapan sumberdaya  mampu dan mau  mencegah dan mengatasi  masalah kesehatan, bencana dan kegawat daruratan  secara mandiri 6
  • 6.
    TUJUAN DESA SIAGA TUJUAN UMUM: TERWUJUDNYA MASYARAKAT DESA YANG SEHAT, PEDULI & TANGGAP TERHADAP PERMASALAHAN KESEHATAN DI WILAYAHNYA 7
  • 7.
    keyword: TUJUAN DESA SIAGA  MASYARAKAT PEDULI  MASYARAKAT TANGGAP  MASYARAKAT SEHAT 8
  • 8.
    TUJUAN KHUSUS  Meningkatya pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pentingnya kesehatan  Meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan (bencana, wabah, darurat dan sebagainya)  Meningkatnya keluarga sadar gizi & ber-PHBS  Meningkatnya kesehatan lingkungan desa  Meningkatnya kemampuan dan kemauan masyarakat desa untuk menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan 9
  • 9.
    INDONESIA SEHAT PROVINSI PROVINSI SEHAT SEHAT KAB KOTA KAB KOTA KAB KAB SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT KEC KEC KEC KEC SEHAT SEHAT SEHAT SEHAT DESA DESA DESA DESA SIAGA SIAGA SIAGA SIAGA 10
  • 10.
    DESA SIAGA Substansi Surveillance • Kesehatan Ibu & Anak Berbasis masyarakat • Perbaikan Gizi Goal • Pencegahan Penyakit (menular & tidak menular) Masyarakat: - Tanggap, • PHBS - Peduli dan Kesiap-siagaan - Sehat masyarakat • Kesehatan lingkungan mengatasi masalah • Pelayanan kesehatan dasar kesehatan Aktifitas: alih pengetahuan, olah ketrampilan, survaillans berbasis masyarakat, simulasi kedaruratan sehari-hari dan kesiap-siagaan bencana, dan selfcare
  • 11.
    STANDAR PELAYANAN MINIMAL(SPM)-18 Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
  • 12.
    Kerangka Konsep DesaSiaga Aktif Yankesdas di Poskesdes dan atau sejenisnya Peran LS Terkait 80% Surveilans Berbasis SMD, DESA Regulasi Masyarakat MMD, SIAGA AKTIF DESI AKTIF PPK, TAHUN PKP, DPB 2015 Kesiap-siagaan masyarakat dalam kedaruratan sehari-hari dan penanggulangan bencana MONEV
  • 13.
    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DESA SIAGA Pemberdayaan Masyarakat dalam Desa Siaga adalah proses pengorganisasian masyarakat dalam rangka membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh individu, keluarga, kelompok/masyarakat. Suatu Desa akan menjadi Desa Siaga yang mandiri, jika masyarakatnya, dalam batas-batas kemampuannya, telah dapat memecahkan/mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya tanpa bantuan pihak lain. Outcome Desa Siaga adalah masyarakat yang tanggap terhadap masalah kesehatan dan peduli dalam mengatasinya yang pada akhirnya masyarakat menjadi sehat secara mandiri.
  • 14.
    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DESA SIAGA Pemberdayaan Masyarakat dalam Desa Siaga adalah proses pengorganisasian masyarakat dalam rangka membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh individu, keluarga, kelompok/masyarakat. Suatu Desa akan menjadi Desa Siaga yang mandiri, jika masyarakatnya, dalam batas-batas kemampuannya, telah dapat memecahkan/mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya tanpa bantuan pihak lain.
  • 15.
    DESA SIAGA AKTIF DesaSiaga Aktif adalah desa yang mempunyai Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)* atau UKBM lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar, melakukan surveilance berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan pertumbuhan (gizi), penyakit, lingkungan dan perilaku sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta penanggulangan kedaruratan sehari-hari dan pencegahan bencana (dengan simulasi, latihan dsb) *) Poskesdes bukan artian fisik
  • 16.
    Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Poskesdes dikelola oleh 1 (satu) orang Bidan dan minimal 2 (dua) orang kader. Poskesdes merupakan koordinator dari UKBM yang ada.
  • 17.
    Pelayanan kesehatan dasar Pelayanankesehatan yang diberikan dan sesuai kewenangan Bidan sebagai penangung jawab Poskesdes, selanjutnya dirujuk ke Puskesmas pembantu (Pustu) atau Puskesmas apabila tidak bisa ditangani.
  • 18.
    Surveilans penyakit yangberbasis masyarakat : Upaya pengamatan dan pencatatan yang dilakukan oleh masyarakat (kader dan bidan/perawat) tentang kejadian penyakit yang dapat mengancam kesehatan penduduk/masyarakat. Dilaporkan dengan cara sederhana oleh masyarakat kepada petugas kesehatan terdekat.
  • 19.
    Pemantauan Pertumbuhan Suatu upayayang dilakukan oleh kader untuk mengetahui berat badan balita setiap bulan untuk mendeteksi secara dini pertumbuhan balita (D/S).
  • 20.
    Masyarakat berperilaku hidup Bersih& Sehat (PHBS) Masyarakat dimana penduduknya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
  • 21.
    Langkah-langkah Kegiatan: 1. Persiapan: a.Persiapan Petugas:  Pelatihan Bidan (1 desa: 1 Bidan)  Pelatihan Kader dan Toma (1 desa: 2 kader + 1 toma) selama 4 hari: 3 hari di kelas, 1 hari di lapangan b. Persiapan Masyarakat  Pembentukan forum melalui pertemuan Tingkat Desa (3 kali/tahun)  Survei Mawas Diri (pendataan ke lapangan atau pertemuan rembuk desa) 2 kali/tahun)  Musyawarah Masyarakat Desa: 2 kali/tahun
  • 22.
    Lanjutan Langkah-langkah Kegiatan: 2.Pelaksanaan: a. Pelayanan kesehatan dasar: honor/transport bidan, kader dan toma b. Kader dan toma melakukan surveilan berbasis masyarakat (pengamatan sederhana) thd KIA, Gizi, Kesling, Penyakit, PHBS; honor/transport kader dan toma, melakukan pendataan PHBS dengan survei cepat. c. Pertemuan tindak lanjut penemuan hasil surveilan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dini masy (1 bulan sekali)
  • 23.
    Lanjutan Langkah-langkah Kegiatan: 2.Pelaksanaan: d. Alih pengetahuan dan olah ketrampilan melalui pertemuan: 2 kali/tahun e. Pertemuan Forum Masyarakat Desa untuk membahas masalah kesehatan dengan memanfaatkan forum yang ada di desa (1bulan sekali) 3. Monitoring dan Evaluasi 4. Pelaporan
  • 24.
    Cara Perhitungan/Rumus 1)Rumus Cakupan Desa Siaga = Jumlah Desa Aktif siaga yg aktif x 100 % Jumlah Desa Siaga yg dibentuk 2)Pembilang Jumlah desa siaga yang aktif di satu wilayah pada kurun waktu tertentu. 3)Penyebut Jumlah desa siaga yang dibentuk di satu wilayah pada kurun waktu tertentu. 4)Ukuran/Konstanta Persentase (%) 5)Contoh Perhitungan
  • 25.
    Sumber Daya Manusia Bidan (Petugas Kesehatan lainnya)  Kader  Tokoh masyarakat (TOMA)
  • 26.
    PETUNJUK TEKNIS PROMOSIKESEHATAN & PEMBERDAYAAN MASY DESA SIAGA AKTIF Bab I. Pendahuluan a. Latar Belakang b. Kerangka Konsep Bab II. Pemberdayaan Masyarakat dlm Desi a. Pengertian b. Prinsip2 Pemberdayaan c. Potensi Masyarakat d. Langkah-Langkah PPM
  • 27.
    Bab III. DesaSiaga Aktif a. Definisi Operasional b. Pengertian Desi Aktif c. Langkah2 Desi Aktif d.. SDM e. Cara Perhitungan/Rumus Bab IV. Peran Masing2 Individu, Klp & Institusi dlm Pelaksanaan Desi Aktif Bab V. Pemantauan dan Evaluasi serta Sistem Pelaporan Pelaksanaan Desi Aktif
  • 28.
  • 29.
    DAFTAR ISI  Bab I : Pendahuluan  Bab II : Pemberdayaan Masyarakat dalam Desa Siaga  Bab III : Desa Siaga Aktif  Bab IV : Peran masing-masing individu, kelompok dan institusi dalam pelaksanaan Desa Siaga  Bab V :Pemantauan dan Evaluasi serta sistim pelaporan pelaksanaan Desa Siaga Aktif
  • 30.
    Latar Belakang  Pengembangan Desa Siaga pada tahun 2007 menetapkan target bahwa 30.000 desa telah menjadi Desa Siaga dari 70.000 total desa yang menjadi target tahun 2009.  Desa Siaga Aktif adalah desa yang mempunyai Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) atau Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi memberikan pelayanan dasar,penanggulangan bencana dan kegawat daruratan, surveillance berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan pertumbuhan anak, penyakit, lingkungan dan prilaku, sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
  • 31.
    Pelaksanaan kegiatan mengacu kepada langkah-langkah penggerakan dan pemberdayaan masyarakat terpadu dalam kesehatan yaitu Survei Mawas Diri (SMD) guna mengetahui masalah dan melihat potensi desanya untuk mecari solusi masalah yang ada dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bagi Tokoh Masyarakat, selanjutnya Tokoh Masyarakat melaksanakan Persiapan Pelaksanaan Kegiatan (PPK) terhadap Kader dan Pengurus Desa Siaga dalam bentuk Pelatihan.  Kader dan Pengurus Desa Siaga yang telah dilatih menggerakkan dan membedayakan masyarakat desa melalui Pelaksanaan Kegiatan Poskesdes (PKP).  Promosi Kesehatan telah menyusun dan mencetak modul Penggerakan Masyarakat bagi Fasilitator Pengembangan Desa Siaga tingkat Provinsi dan Kabupaten yang akan digunakan dalam pelatihan Tokoh Masyarakat dan Kader.
  • 32.
    Kerangka Konsep DesaSiaga Aktif Yankesdas di Poskesdes dan atau sejenisnya Peran LS Terkait 80% Surveilans Berbasis SMD, DESA Regulasi Masyarakat MMD, SIAGA AKTIF DESI AKTIF PPK, TAHUN PKP, DPB 2015 Kesiap-siagaan masyarakat dalam kedaruratan sehari-hari dan penanggulangan bencana MONEV
  • 33.
    Dasar Hukum  SK Menkes No.471/Menkes/PEN/VII/2008 Tentang Desa Siaga Aktif  SK Menkes No.564/Menkes/SK/VIII/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Desa Siaga  SK Menkes 457/Menkes/SK/V/2008 Tentang Penetapan Indikator Pencapaian 17 Sasaran Grand Strategi Depkes RI (Sasaran Ke-2)  SK Menkes 1193/Menkes/SK/X/2204 Tentang Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan  SK Menkes 1114/Menkes/SK/VIII/2005 Tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di Daerah  SK Menkes 585/Menkes/SK/V/2007 Tentang Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas
  • 34.
    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DESASIAGA Pengertian  Pemberdayaan Masyarakat dalam Desa Siaga adalah Proses pengorganisasian masyarakat dalam rangka membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh individu, keluarga, kelompok/masyarakat. Suatu Desa akan menjadi Desa Siaga yang mandiri, jika masyarakatnya, dalam batas-batas kemampuannya, telah dapat memecahkan/mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya tanpa bantuan pihak lain.
  • 35.
    Teknik dalam penggerakkandan pemberdayaan masyarakat ada 3 , yaitu :  Penggerakkan dan pemberdayaan individu atau biasa disebut konseling, yaitu proses membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh perorangan.  Penggerakkan dan pemberdayaan kelompok atau biasa disebut konseling atau kunjungan rumah/kelompok, yaitu proses membantu pemecahan masalah yang dihadapi keluarga/kelompok.  Penggerakkan dan pemberdayaan masyarakat atau biasa disebut pembangunan masyarakat, yaitu proses pengorganisasian masyarakat dalam rangka membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat secara umum (di desa dulu dikenal dengan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa atau PKMD)
  • 36.
    Prinsip-prinsip pemberdayaan  Menumbuhkembangkan potensi masyarakat  Kontribusi masyarakat dalam pembangunan kesehatan  Mengembangkan gotong royong  Bekerja bersama masyarakat  Berbasis masyarakat dan ormas lainnya  Desentralisasi
  • 37.
    Potensi Masyarakat (ada7 potensi)  Pemimpin formal,  Organisasi/Lembaga Masyarakat  Dana  Sarana  Pengetahuan masyarakat,  Teknologi tepat guna  Pengambilan keputusan oleh masyarakat
  • 38.
    Langkah-langkah Penggerakan dan Pemberdayaan  Proses pengorganisasian masyarakat, meliputi Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)  Pembimbingan oleh pemuka masyarakat dalam menggerakkan dan memberdayakan kader melalui : Persiapan Pelaksanaan Kegiatan (PPK)  Kader menggerakkan dan memberdayakan masyarakat melalui : Pelaksanaan Kegiatan Poskesdes (PKP)  Kegiatan tindak lanjut (kelestarian kegiatan) dilakukan oleh Puskesmas dan pemuka masyarakat melalui : dukungan, pemantauan dan bimbingan (DPB)
  • 39.
    DESA SIAGA AKTIF  Desa Siaga Aktif adalah desa yang mempunyai pos kesehatan desa (poskesdes) atau UKBM lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, surveilance berbasis masyarakat yang meliputi gizi, penyakit, lingkungan dan perilaku sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
  • 40.
    Langkah-Langkah Desa SiagaAktif  Persiapan :Persiapan Petugas, Persiapan Masyarakat  Pelaksanaan : Pelayanan Kesehatan Dasar, Surveilance Berbasis Masyarakat (KIA, Gizi, Kesling, Penyakit, PHBS Pengamatan Sederhana) dan kesiap-siagaan masyarakat dalam kedaruratan  Pertemuan tindak lanjut.  Pembinaan  Pemantauan dan Evaluasi  Sumber Daya Manusia  Bidan/ Petugas kesehatan lainnya  Kader  Tokoh Masyarakat
  • 41.
    PERAN MASING-MASING INDIVIDU,KELOMPOK DAN INSTITUSI DALAM PELAKSANAAN DESA SIAGA AKTIF  Tenaga kesehatan Bidan dan perawat  Tenaga Kader  Tokoh masyarakat.  LSM/Organisasi kemayarakatan  Swasta  Puskesmas  Rumah Sakit  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota  Dinas Kesehatan Provinsi  Departemen Kesehatan
  • 42.
    PEMANTAUAN DAN EVALUASI SERTASISTEM PELAPORAN PELAKSANAAN DESA SIAGA AKTIF Indikatornya:  Indikator masukan  Indikator proses  Indikator keluaran  Indikator outcome
  • 43.