DO dan in-organik karbon
H2O
H2O
H2O
H2O
O2 H2O
H2O
H2O
O2
O2
O2
O2
O2
H2O
O2
H2O
O2 gas yang dapat
larut dalam air
DO dan Inorganik Karbon
• Dissolved oxygen: Jumlah oksigen dalam suatu larutan dinyatakan
dalam mg/L
Faktor yang mempengaruhi kelarutan O2 di
perairan
a. Suhu
0
2
4
6
8
10
12
14
16
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40
Oksigen(mg/L)
Suhu (oC)
Hubungan Kelarutan Oksigen dan suhu
Kelarutan O2 pada air murni
Kelarutan O2 dipengaruhi oleh suhu, pada suhu dingin
kelarutan O2 meningkat
Faktor yang mempengaruhi kelarutan
O2 cont
• Tekanan udara
• Tekanan Hidrostatis
• Salinitas
Tekanan udara
meningkat, Kelarutan O2
meningkat
Tekanan hidrostatis
meningkat, Kelarutan
O2 meningkat
Salinitas meningkat,
kelarutan O2 menurun
Sumber O2 perairan
• Fotosintesis
CO2 + H2O C6H12O6+ 6O2
• Atmosfer difusi O2
Hilangnya O2 dari air
• Proses respirasi biota
• Proses kimia abiotik
Konsumsi O2 oleh ikan
Variasi spatial dan temporal O2 pada
ekosistem lotik
• Proses fisika dan kimia menggerakkan variasi
A. Hilir sungai
Kekuatan arus berkurang
Residence time meningkat
dinamika konsentrasi O2
Fotosintesis
Respirasi
dekomposisi
Variasi spatial dan temporal O2 pada
ekosistem lotik cont.
• B. Pengaruh akumulasi bahan organik
ex: masuknya dedaunan pada sungai yang
banyak tutupan
dekomposisi O2
Variasi spatial dan temporal O2 pada
ekosistem lotik cont.
Fotosintesis mempengaruhi variasi diurnal:
• Aktivitas fitoplankton dan makrofita
• O2 berkurang drastis pada waktu malam
Distribusi DO pada danau
• Pada danau terstratifikasi, faktor musim mempengaruhi distribusi DO
• Pada musim semi O2 di air mendekati 100% saturasi
• Konsentrasi O2 antara 12-13mg/L pada suhu 4oC
Distribusi DO pada danau: Profil O2
Orthograde
a. Stratifikasi musim panas
• Distribusi oksigen dipengaruhi
oleh faktor fisika
• Saturasi mendekati 100% seiring
bertambah kedalaman
Distribusi DO pada danau: Profil O2 cont.
b. Stratifikasi musim dingin
DO sedikit lebih rendah
pada dasar danau; proses
dekomposisi rendah
Distribusi DO pada danau: Profil O2 cont.
Clinograde
a. Stratifikasi musim panas
Pengurangan O2 yang tajam
pada lapisan hypolimnion
Proses dekomposisi bahan
organik terutama pada sedimen
Distribusi DO pada danau: Profil O2 cont.
b. Stratifikasi musim dingin
Respirasi dan dekomposisi tetap
berjalan
Distribusi DO pada danau: Variasi horizontal
Variasi diurnal sangat
besar, khususnya pada
musim panasKondisi anoksik
dapat terbentuk
In-organik Karbon
• Bentuk : CO2 dan HCO3
• Masukan Inorganik karbon:
a. Respirasi
b. Masukan air
c. Atmosfer
• Pemanfaatan:
a. Fotosintesis
b. Pembentukan bahan organik
Hubungan O2 dan CO2
CO2
C6H12O6
Solar Energy
Heat
Energy
Biomass (g/m2/yr)
O2
Chemical
Energy (ATP)
Photosynthesi
s
Respiration
Kelarutan CO2
• 200x lebih larut di air dari O2
• Dipengaruhi oleh:
Suhu
Tekanan udara
11
11.5
12
12.5
13
13.5
14
14.5
15
0 1 2 3 4 5 6
DO(mg/L)
Suhu (oC)
Kelarutan CO2 pada suhu yang berbeda
Jenis In-organik karbon
CO2 (gas)CO2(terlarut)+H2O
CO2 + H2OH2CO3 (pH<8)
CO2 + OH CO3
- (pH>10)
H2CO3H+ + HCO3
-
HCO3
-H+ + CO3
2-
Jenis In-organik karbon
HCO3
- + H2O H2CO3 + OH-
CO3
2- + H2O HCO3
- + OH-
H2CO3  H2O + CO2
Reaksi 1 dan 2 mengakibatkan air bersifat alkali
Jenis in-organik karbon cont.
• Air dari mata air  kaya CO2
• Ca(HCO3)2 meningkatkan HCO3
-
Menurunkan pH
Menaikan pH
Perubahan pH
• Fotosintesis atau respirasi CO2 atau
Perubahan pH?
Akan cenderung stabil selama masukan
HCO3
- dan CO3
2- tetap ada
Hubungan antara pH dan proporsi spesies in-
organik karbon
Distribusi total in-organik karbon
Sungai
Distribusi horizontal
Dinamika CO2 sangat tinggi
 Pertukaran CO2 dari dan ke udara
 respirasi
Distribusi vertikal : Danau
Danau oligotropik
Orthograde
Distribusi vertikal : Danau
CO2 dan bikarbonat melimpah pada lapisan
hipolimnion
Inverse clinograde

Pertemuan vi

  • 2.
    DO dan in-organikkarbon H2O H2O H2O H2O O2 H2O H2O H2O O2 O2 O2 O2 O2 H2O O2 H2O O2 gas yang dapat larut dalam air
  • 3.
    DO dan InorganikKarbon • Dissolved oxygen: Jumlah oksigen dalam suatu larutan dinyatakan dalam mg/L
  • 4.
    Faktor yang mempengaruhikelarutan O2 di perairan a. Suhu 0 2 4 6 8 10 12 14 16 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28 30 32 34 36 38 40 Oksigen(mg/L) Suhu (oC) Hubungan Kelarutan Oksigen dan suhu Kelarutan O2 pada air murni Kelarutan O2 dipengaruhi oleh suhu, pada suhu dingin kelarutan O2 meningkat
  • 5.
    Faktor yang mempengaruhikelarutan O2 cont • Tekanan udara • Tekanan Hidrostatis • Salinitas Tekanan udara meningkat, Kelarutan O2 meningkat Tekanan hidrostatis meningkat, Kelarutan O2 meningkat Salinitas meningkat, kelarutan O2 menurun
  • 6.
    Sumber O2 perairan •Fotosintesis CO2 + H2O C6H12O6+ 6O2 • Atmosfer difusi O2
  • 7.
    Hilangnya O2 dariair • Proses respirasi biota • Proses kimia abiotik Konsumsi O2 oleh ikan
  • 8.
    Variasi spatial dantemporal O2 pada ekosistem lotik • Proses fisika dan kimia menggerakkan variasi A. Hilir sungai Kekuatan arus berkurang Residence time meningkat dinamika konsentrasi O2 Fotosintesis Respirasi dekomposisi
  • 9.
    Variasi spatial dantemporal O2 pada ekosistem lotik cont. • B. Pengaruh akumulasi bahan organik ex: masuknya dedaunan pada sungai yang banyak tutupan dekomposisi O2
  • 10.
    Variasi spatial dantemporal O2 pada ekosistem lotik cont. Fotosintesis mempengaruhi variasi diurnal: • Aktivitas fitoplankton dan makrofita • O2 berkurang drastis pada waktu malam
  • 11.
    Distribusi DO padadanau • Pada danau terstratifikasi, faktor musim mempengaruhi distribusi DO • Pada musim semi O2 di air mendekati 100% saturasi • Konsentrasi O2 antara 12-13mg/L pada suhu 4oC
  • 12.
    Distribusi DO padadanau: Profil O2 Orthograde a. Stratifikasi musim panas • Distribusi oksigen dipengaruhi oleh faktor fisika • Saturasi mendekati 100% seiring bertambah kedalaman
  • 13.
    Distribusi DO padadanau: Profil O2 cont. b. Stratifikasi musim dingin DO sedikit lebih rendah pada dasar danau; proses dekomposisi rendah
  • 14.
    Distribusi DO padadanau: Profil O2 cont. Clinograde a. Stratifikasi musim panas Pengurangan O2 yang tajam pada lapisan hypolimnion Proses dekomposisi bahan organik terutama pada sedimen
  • 15.
    Distribusi DO padadanau: Profil O2 cont. b. Stratifikasi musim dingin Respirasi dan dekomposisi tetap berjalan
  • 16.
    Distribusi DO padadanau: Variasi horizontal Variasi diurnal sangat besar, khususnya pada musim panasKondisi anoksik dapat terbentuk
  • 17.
    In-organik Karbon • Bentuk: CO2 dan HCO3 • Masukan Inorganik karbon: a. Respirasi b. Masukan air c. Atmosfer • Pemanfaatan: a. Fotosintesis b. Pembentukan bahan organik
  • 18.
    Hubungan O2 danCO2 CO2 C6H12O6 Solar Energy Heat Energy Biomass (g/m2/yr) O2 Chemical Energy (ATP) Photosynthesi s Respiration
  • 19.
    Kelarutan CO2 • 200xlebih larut di air dari O2 • Dipengaruhi oleh: Suhu Tekanan udara 11 11.5 12 12.5 13 13.5 14 14.5 15 0 1 2 3 4 5 6 DO(mg/L) Suhu (oC) Kelarutan CO2 pada suhu yang berbeda
  • 20.
    Jenis In-organik karbon CO2(gas)CO2(terlarut)+H2O CO2 + H2OH2CO3 (pH<8) CO2 + OH CO3 - (pH>10) H2CO3H+ + HCO3 - HCO3 -H+ + CO3 2-
  • 21.
    Jenis In-organik karbon HCO3 -+ H2O H2CO3 + OH- CO3 2- + H2O HCO3 - + OH- H2CO3  H2O + CO2 Reaksi 1 dan 2 mengakibatkan air bersifat alkali
  • 22.
    Jenis in-organik karboncont. • Air dari mata air  kaya CO2 • Ca(HCO3)2 meningkatkan HCO3 - Menurunkan pH Menaikan pH
  • 23.
    Perubahan pH • Fotosintesisatau respirasi CO2 atau Perubahan pH? Akan cenderung stabil selama masukan HCO3 - dan CO3 2- tetap ada
  • 24.
    Hubungan antara pHdan proporsi spesies in- organik karbon
  • 25.
    Distribusi total in-organikkarbon Sungai Distribusi horizontal Dinamika CO2 sangat tinggi  Pertukaran CO2 dari dan ke udara  respirasi
  • 26.
    Distribusi vertikal :Danau Danau oligotropik Orthograde
  • 27.
    Distribusi vertikal :Danau CO2 dan bikarbonat melimpah pada lapisan hipolimnion Inverse clinograde