PERSEGI PANJANG
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Matematika SD 2
Dosen pengampu: Wahyudi, M.Pd.
Disusun oleh:
Kelompok 3 / Kelas IV B
Siti Sangidah (K7114172)
Ulfatul Hamidah (K7114182)
PROGRAM S-1 PGSD KAMPUS VI KEBUMEN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Persegi Panjang
Nuharini (2008: 251) dalam bukunya mengungkapakan “Persegi
panjang adalah bangun datar segi empat yang memiliki dua pasang sisi
sejajar dan memiliki empat sudut siku-siku”.
Wahyudi (2015: 325) mengungkapkan “Persegi panjang adalah
segi empat yang memiliki dua pasang sisi sejajar dan sama panjang serta
membentuk sudut siku-siku
Martina ( 2011) menyatakan “Persegi panjang adalah bangun datar
dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang masing-masing
sama panjang dan sejajar dengan pasangannya, dan memiliki empat buah
sudut yang kesemuanya adalah sudut siku-siku.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Persegi
panjang adalah kurva tertutup sederhana yang memiliki dua pasang
sisi sejajar dan memiliki empat sudut siku-siku.
B. Unsur-Unsur Persegi Panjang
Wahyudi (2015: 327 ) menyatakan bahwa Persegi panjang adalah
bangun datar segi empat, unsur-unsur dari persegi panjang yaitu:
1. Sisi yaitu ruas garis yang membatasi bidang. Dalam gambar di atas
yaitu sisi AB, sisi BC, sisi CD, dan sisi DA merupakan sisi persegi
panjang ABCD.
2. Sudut yaitu bangun bersisi dua dan sisi-sisinya bersekutu pada salah
satu ujungnya. Sudut terbentuk dari dua sinar yang bertemu
pangkalnya. Dalam gambar di atas sudut persgi panjang yaitu sudut
ABC, sudut BCD, sudut CDA dan sudut DAB.
3. Diagonal yaitu garis yang menghubungkan satu sudut ke sudut lain.
Dalam gambar di atas diagonal yang dimaksud yaitu diagonal AC dan
diagonal BD.
C. Sifat- sifat Persegi Panjang
Untuk mengetahui sifat-sifat persegi panjang menurut Nuharini
(2008: 252) ada beberapa peragaan yang dapat dilakukan, diantaranya
sebagai berikut.
Jika persegi panjang ABCD dibalik menurut sumbu vertikal, persegi
panjang itu akan menempati bingkainya seperti pada Gambr 2.2. Titik A
akan menempati titik B, titik C akan menempati titik D. Ditulis A↔B,
D↔C dan AD ↔BC. Hal ini berarti AD=BC.
Gambar 2.2
Selanjutnya, persegi panjang ABCD dibalik menurut sumbu horizontal
sehingga menempati bingkainya seperti pada Gambar 2.3.
Gambar 2.3
Kita dapatkan A↔D, B↔C, dan AB↔DC. Hal itu berarti AB=DC.
Perhatikan bahwa jarak AD dan BC selalu tetap, demikian juga dengan
jarak AB dan DC. Oleh karena itu, AD sejajar BC dan AB sejajar DC.
Sisi-sisi yang berhadapan dari suatu persegi panjang adalah sama
panjang dan sejajar.
Sekarang, kita akan menyelidiki panjang diagonal-diagonal persegi
panjang. Baliklah persegi panjang ABCD dengan diagonal AC menurut
sumbu vertikal sehingga mendapati bingkainya kembali. Amatilah apa
yang terjadi.
Gambar 2.4
Berdasarkan Gambar 2.4, kita peroleh A↔B, D↔C, AC↔BD, sehingga
AC = BD.
Selanjutnya, putarlah persegi panjang ABCD dengan diagonal-diagonal
AC dan BD berpotongan di titik O sejauh setengah putaran (180⁰).
Gambar 2.5
Kedua diagonalnya sama panjang dan saling bepotongan di tengah-
tengah membagi 2 bagian sama panjang.
Bagaimana besar sudut-sudut pada persegi panjang? Dengan membalik
persegi panjang ABCD menurut garis vertikal, maka persegi panjang itu
dapat menempati bingkainya kembali seperti pada Gambar 2.5.
Gambar 2.6
Berdasarkan Gambar 2.6, kita peroleh bahwa DAB↔CBA
dan ADC=BCD. Oleh karena itu, DAB=CBA dan ADC=BCD.
Selanjutnya, perhatikan Gambar 2.7! Dengan membalik persegi panjang
ABCD menurut garis horizontal maka persegi panjang itu dapat
menempati kembali bingkainya.
Gambar 2.7
Berdasarkan gambar diatas, diperoleh bahwa DAB↔ADC, CBA↔BCD
sehingga DAB=ADC dan CBA=BCD. Akibatnya, DAB=BCD=CBA.
Jadi, semua sudut persegi panjang adalah sama besar, yaitu 90⁰.
Setiap sudut persegi panjang adalah sama besar dan merupakan sudut
siku-siku (90⁰).
Mempunyai 2 sumbu simetri, yakni vertikal dan horizontal.
Sumbu vertikal = EF, Sumbu horizontal = GH
Mempunyai 2 simetri putar.
Mempunyai 2 simetri lipat.
D. Keliling dan Luas Daerah Persegi Panjang
Sebelum menjelaskan keliling dan luas daerah persegi panjang,
guru bisa menyuruh siswa melakukan pengukuran, misalnya mengukur
panjang buku, panjang meja maupun panjang papan tulis. Yang lebih dulu
dikenalkan adalah keliling. Setelah siswa mengukur panjang meja
misalnya siswa mencari keliling meja tersebut yaitu dengan menambahkan
semua hasil pengukurannya
Keliling dan luas daerah persegi panjang erat kaitannya dengan
panjang dan lebar persegi panjang oleh karena itu terlebih dulu guru
mengenalkan panjang dan lebar persegi panjang. Keempat bangun di
samping adalah persegi panjang, sering kita mendengar panjang adalah sisi
yang mendatar dan lebar adalah sisi yang vertikal. Pendapat tersebut
kurang tepat bila dibuktikan pada gambar diatas.
Gambar di bawah menunjukkan persegi panjang ABCD. Tampak
bahwa sisi AC atau BD = 10 satuan panjang dan sisi AB=CD= 7 satuan
panjang. Ini berarti sisi AC lebih panjang dari sisi CD, oleh karena
AC=BD merupakan panjang persegi panjang dan sisi CD=AB merupakan
lebar persegi panjang. Dapat disimpulkan panjang merupakan sisi yang
panjang, dan lebar merupakan sisi yang pendek. Selanjutnya panjang
disimbolkan dengan p dan lebar disimbolkan dengan l.
Keliling suatu bangun datar adalah jumlah semua panjang sisi-
sisinya. Keliling persegi panjang ABCD (disingkat K) di atas yaitu:
K = AB + BC + CD + DA
= (7 + 10 + 7 + 10) satuan panjang
= 34 satuan panjang
Karena AB=CD=lebar persegi panjang disingkat l, dan BC=DA=
panjang, disingkat p maka keliling persegi panjang dapat ditulis dengan
rumus:
A B
C D
K = 2 (p + l)
Contoh Soal
1. Berapakah keliling dan luas daerah persegi panjang di bawah jika p = 5
cm dan l = 3 cm?
O Diketahui : p = 5 cm
l = 3 cm
O Ditanyakan : K dan L persegi panjang?
O Jawab :
K = 2 (p + l )
= 2 ( 5cm + 3 cm)
= 2 x 8 cm
= 16 cm
L = p x l
= 5cm x 3cm
= 15 cm2
Jadi, keliling persegi panjang yaitu 16 cm dan luas daerah persegi
panjang tersebut yaitu 15 cm2
2. Seorang petani mempunyai sebidang tanah yang luasnya 432 m2
. Jika
tanah tersebut berukuran panjang 24 m, tentukan: lebar tanah tersebut
dan harga tanah seluruhnya apabila akan dijual seharga Rp. 400.000,00
per m2
O Diketahui : L = 432 m2
p = 24 m
harga permeter Rp. 400.000,00
O Ditanyakan : a. l
b.harga tanah seluruhnya?
O Jawab:
a. L = p x l
432 m2
= 24 m x l
432: 24 = l
18 m = l
b. Harga tanah seluruhnya
432 m2
x Rp. 400.000,00 = Rp. 172.800.000,00
Jadi, lebar tanah tersebut adalah 18 meter dan harga tanah
seluruhnya adalah Rp. 172.800.000,00.
E. Benda di Sekitar Siswa yang Menunjukkan Prinsip Persegi Panjang

Persegi panjang

  • 1.
    PERSEGI PANJANG Disusun untukmemenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Matematika SD 2 Dosen pengampu: Wahyudi, M.Pd. Disusun oleh: Kelompok 3 / Kelas IV B Siti Sangidah (K7114172) Ulfatul Hamidah (K7114182) PROGRAM S-1 PGSD KAMPUS VI KEBUMEN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET SURAKARTA 2016
  • 2.
    BAB II PEMBAHASAN A. PengertianPersegi Panjang Nuharini (2008: 251) dalam bukunya mengungkapakan “Persegi panjang adalah bangun datar segi empat yang memiliki dua pasang sisi sejajar dan memiliki empat sudut siku-siku”. Wahyudi (2015: 325) mengungkapkan “Persegi panjang adalah segi empat yang memiliki dua pasang sisi sejajar dan sama panjang serta membentuk sudut siku-siku Martina ( 2011) menyatakan “Persegi panjang adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang masing-masing sama panjang dan sejajar dengan pasangannya, dan memiliki empat buah sudut yang kesemuanya adalah sudut siku-siku. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Persegi panjang adalah kurva tertutup sederhana yang memiliki dua pasang sisi sejajar dan memiliki empat sudut siku-siku. B. Unsur-Unsur Persegi Panjang Wahyudi (2015: 327 ) menyatakan bahwa Persegi panjang adalah bangun datar segi empat, unsur-unsur dari persegi panjang yaitu: 1. Sisi yaitu ruas garis yang membatasi bidang. Dalam gambar di atas yaitu sisi AB, sisi BC, sisi CD, dan sisi DA merupakan sisi persegi panjang ABCD. 2. Sudut yaitu bangun bersisi dua dan sisi-sisinya bersekutu pada salah satu ujungnya. Sudut terbentuk dari dua sinar yang bertemu
  • 3.
    pangkalnya. Dalam gambardi atas sudut persgi panjang yaitu sudut ABC, sudut BCD, sudut CDA dan sudut DAB. 3. Diagonal yaitu garis yang menghubungkan satu sudut ke sudut lain. Dalam gambar di atas diagonal yang dimaksud yaitu diagonal AC dan diagonal BD. C. Sifat- sifat Persegi Panjang Untuk mengetahui sifat-sifat persegi panjang menurut Nuharini (2008: 252) ada beberapa peragaan yang dapat dilakukan, diantaranya sebagai berikut. Jika persegi panjang ABCD dibalik menurut sumbu vertikal, persegi panjang itu akan menempati bingkainya seperti pada Gambr 2.2. Titik A akan menempati titik B, titik C akan menempati titik D. Ditulis A↔B, D↔C dan AD ↔BC. Hal ini berarti AD=BC. Gambar 2.2 Selanjutnya, persegi panjang ABCD dibalik menurut sumbu horizontal sehingga menempati bingkainya seperti pada Gambar 2.3. Gambar 2.3 Kita dapatkan A↔D, B↔C, dan AB↔DC. Hal itu berarti AB=DC.
  • 4.
    Perhatikan bahwa jarakAD dan BC selalu tetap, demikian juga dengan jarak AB dan DC. Oleh karena itu, AD sejajar BC dan AB sejajar DC. Sisi-sisi yang berhadapan dari suatu persegi panjang adalah sama panjang dan sejajar. Sekarang, kita akan menyelidiki panjang diagonal-diagonal persegi panjang. Baliklah persegi panjang ABCD dengan diagonal AC menurut sumbu vertikal sehingga mendapati bingkainya kembali. Amatilah apa yang terjadi. Gambar 2.4 Berdasarkan Gambar 2.4, kita peroleh A↔B, D↔C, AC↔BD, sehingga AC = BD. Selanjutnya, putarlah persegi panjang ABCD dengan diagonal-diagonal AC dan BD berpotongan di titik O sejauh setengah putaran (180⁰). Gambar 2.5 Kedua diagonalnya sama panjang dan saling bepotongan di tengah- tengah membagi 2 bagian sama panjang.
  • 5.
    Bagaimana besar sudut-sudutpada persegi panjang? Dengan membalik persegi panjang ABCD menurut garis vertikal, maka persegi panjang itu dapat menempati bingkainya kembali seperti pada Gambar 2.5. Gambar 2.6 Berdasarkan Gambar 2.6, kita peroleh bahwa DAB↔CBA dan ADC=BCD. Oleh karena itu, DAB=CBA dan ADC=BCD. Selanjutnya, perhatikan Gambar 2.7! Dengan membalik persegi panjang ABCD menurut garis horizontal maka persegi panjang itu dapat menempati kembali bingkainya. Gambar 2.7 Berdasarkan gambar diatas, diperoleh bahwa DAB↔ADC, CBA↔BCD sehingga DAB=ADC dan CBA=BCD. Akibatnya, DAB=BCD=CBA. Jadi, semua sudut persegi panjang adalah sama besar, yaitu 90⁰. Setiap sudut persegi panjang adalah sama besar dan merupakan sudut siku-siku (90⁰). Mempunyai 2 sumbu simetri, yakni vertikal dan horizontal. Sumbu vertikal = EF, Sumbu horizontal = GH
  • 6.
    Mempunyai 2 simetriputar. Mempunyai 2 simetri lipat. D. Keliling dan Luas Daerah Persegi Panjang Sebelum menjelaskan keliling dan luas daerah persegi panjang, guru bisa menyuruh siswa melakukan pengukuran, misalnya mengukur panjang buku, panjang meja maupun panjang papan tulis. Yang lebih dulu dikenalkan adalah keliling. Setelah siswa mengukur panjang meja misalnya siswa mencari keliling meja tersebut yaitu dengan menambahkan semua hasil pengukurannya Keliling dan luas daerah persegi panjang erat kaitannya dengan panjang dan lebar persegi panjang oleh karena itu terlebih dulu guru mengenalkan panjang dan lebar persegi panjang. Keempat bangun di samping adalah persegi panjang, sering kita mendengar panjang adalah sisi yang mendatar dan lebar adalah sisi yang vertikal. Pendapat tersebut kurang tepat bila dibuktikan pada gambar diatas. Gambar di bawah menunjukkan persegi panjang ABCD. Tampak bahwa sisi AC atau BD = 10 satuan panjang dan sisi AB=CD= 7 satuan panjang. Ini berarti sisi AC lebih panjang dari sisi CD, oleh karena AC=BD merupakan panjang persegi panjang dan sisi CD=AB merupakan lebar persegi panjang. Dapat disimpulkan panjang merupakan sisi yang panjang, dan lebar merupakan sisi yang pendek. Selanjutnya panjang disimbolkan dengan p dan lebar disimbolkan dengan l.
  • 7.
    Keliling suatu bangundatar adalah jumlah semua panjang sisi- sisinya. Keliling persegi panjang ABCD (disingkat K) di atas yaitu: K = AB + BC + CD + DA = (7 + 10 + 7 + 10) satuan panjang = 34 satuan panjang Karena AB=CD=lebar persegi panjang disingkat l, dan BC=DA= panjang, disingkat p maka keliling persegi panjang dapat ditulis dengan rumus: A B C D K = 2 (p + l)
  • 8.
    Contoh Soal 1. Berapakahkeliling dan luas daerah persegi panjang di bawah jika p = 5 cm dan l = 3 cm? O Diketahui : p = 5 cm l = 3 cm O Ditanyakan : K dan L persegi panjang? O Jawab : K = 2 (p + l ) = 2 ( 5cm + 3 cm) = 2 x 8 cm = 16 cm L = p x l = 5cm x 3cm = 15 cm2 Jadi, keliling persegi panjang yaitu 16 cm dan luas daerah persegi panjang tersebut yaitu 15 cm2 2. Seorang petani mempunyai sebidang tanah yang luasnya 432 m2 . Jika tanah tersebut berukuran panjang 24 m, tentukan: lebar tanah tersebut dan harga tanah seluruhnya apabila akan dijual seharga Rp. 400.000,00 per m2 O Diketahui : L = 432 m2 p = 24 m harga permeter Rp. 400.000,00
  • 9.
    O Ditanyakan :a. l b.harga tanah seluruhnya? O Jawab: a. L = p x l 432 m2 = 24 m x l 432: 24 = l 18 m = l b. Harga tanah seluruhnya 432 m2 x Rp. 400.000,00 = Rp. 172.800.000,00 Jadi, lebar tanah tersebut adalah 18 meter dan harga tanah seluruhnya adalah Rp. 172.800.000,00. E. Benda di Sekitar Siswa yang Menunjukkan Prinsip Persegi Panjang