PERAWATAN JENAZAH 
Pendidikan Agama Islam 
Kelas XI 
SMA Negeri 1 Bireuen
INDIKATOR 
Setelah mempelajari bab ini, 
siswa diharapkan dapat 
kompeten dalam memahami 
ketentuan hukum Islam tentang 
pengurusan Jenazah.
TADARRUS DAN TADABBUR 
Bacalah Q.s. Al-Mulk: 1-6 di bawah ini dengan tartil! Perhatikan 
tajwid dan kefasihanmu!
1. Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia 
Maha Kuasa atas segala sesuatu 
2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa 
di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa 
lagi Maha Pengampun 
3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali 
tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu 
yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu 
lihat sesuatu yang tidak seimbang 
4. Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan 
kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan 
penglihatanmu itupun dalam keadaan payah 
5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan 
bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat 
pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka 
yang menyala-nyala 
6. Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab 
Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali 
(Q.s. Al-Mulk: 1-6)
A. TAKZIAH DAN ZIARAH 
KUBUR 
• Definisi 
• Dasar Hukum 
• Adab-adab
1. TAKZIAH 
•Takziah adalah berkunjung 
kepada keluarga yang meninggal 
dunia. 
•Hukumnya sunnah, bahkan 
menjadi wajib apabila jenazah 
muslim/muslimah tidak ada yang 
mengurusnya (memandikan, 
mengafankan, menyalatkan, dan 
menguburkan) 
•Takziah sebaiknya dilakukan 
sebelum jenazah dimakamkan. 
Hal ini dimaksudkan agar yang 
bertakziah dapat membantu 
mengurus jenazah. paling tidak, 
ikut menyalatkan dan 
mengantarkan jenazah ke
Rasulullah saw. bersabda, 
مَنْ شَهِدَ الَْْنَازَةَ حَتَّ يُصَل يَ عَ لَيْ هَا فَ لَهُ 
قِيْ رَا ط . وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّ تُدْفَنَ فَ لَهُ 
قِيْ رَاطَانِ . قِيْلَ : وَمَا ا لْقِيْ رَاطَانِ؟ قَالَ : مِثْلُ 
الَْْبَ لَيِْْ الْعَظِيْمَ يِْْ . 
“Barangsiapa yang menyaksikan 
jenazah hingga ikut 
menyalatkannya maka ia akan 
mendapatkan pahala satu qirath 
dan barangsiapa yang 
menyaksikannya sampai 
dikuburkan maka ia akan 
mendapatkan pahala dua qirath.” 
Rasulullah ditanya, “Apakah dua 
qirath itu?” Rasulullah menjawab, 
“Laksana dua gunung yang 
besar.” 
(H.r. Bukhari dan Muslim dari 
Abu Hurairah)
•Adab Bertakziah: 
•Berniat ikhlas karena Allah 
•Berpakaian sopan dan 
menutup aurat 
•Bertingkah laku baik dan 
bermanfaat 
•Mendoakan jenazah 
•Menasihati keluarga jenazah 
•Memberikan bantuan harta 
atau yang lain untuk 
keluarga jenazah 
•Mengingatkan keluarga 
jenazah untuk melunasi 
hutang bilang ada
2. ZIARAH KUBUR 
Ziarah artinya mengunjungi. 
Ziarah kubur artinya 
mengunjungi kuburan dan 
mendoakan penghuninya. 
Rasulullah saw. Bersabda, 
زُرُوا الْقُبُ وْرَ فَإِن هََا تُذَكِرُكُمُ ا لْمَوْتَ 
“Berziarahlah kalian ke kubur, 
karena sesungguhnya itu dapat 
mengingatkan kalian kepada 
kematian.” 
(H.r. Muslim)
•Adab Berziarah Kubur: 
• Berniat ikhlas karena Allah 
• Berpakaian sopan dan menutup aurat 
• Memberi salam kepada penghuni 
kubur dan mendoakan keselamatan 
bagi mereka. Di antara doa yang 
Rasulullah saw. ajarkan adalah: 
اَلسَلََمُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ ال دِيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِ يْ 
وَالْمُسْلِمِيَْْ وَإِنَا إِنْ شَاء اللهُ بِكُمْ لَلََحِقُ ونَ أَنْ تُمْ لَنَا 
فَ رَ ط وَنََْنُ لَكُمْ تَ بَ ع ونَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُ مُ الْعَافِيَة “Semoga keselamatan untuk kalian 
wahai penghuni kubur dari orang 
beriman dan orang Islam. Insyaallah 
kami akan menyusul kalian. kalian telah 
mendahului kami dan kami akan 
mengikuti kalian. Kami memohon 
kepada Allah agar kami dan kalian 
diberikan ampunan. (H.r. Muslim, An-nasai 
dan Ibnu Majah) 
• Tidak boleh menginjak-injak dan 
duduk di makam. 
• Tidak boleh melakukan perbuatan 
tidak pantas, seperti kencing, 
meludah, dan membuang sampah di 
atas makam. 
• Tidak boleh meminta tolong kepada 
penghuni kubur
B. PERAWATAN JENAZAH 
• Memandikan 
• Mengafankan 
• Menyalatkan 
• Menguburkan
1. MEMANDIKAN JENAZAH 
•Syarat jenazah wajib dimandikan: 
• Jenazah orang Islam 
• Didapati tubuhnya atau bagian 
tubuhnya walaupun sedikit 
• Bukan mati syahid karena perang di 
jalan Allah 
•Jenazah perempuan dewasa 
hanya boleh dimandikan oleh 
orang perempuan juga, 
suaminya, atau mahramnya. 
Demikian pula jenazah laki-laki 
dewasa hanya boleh dimandikan 
oleh orang laki-laki juga, 
istrinya, atau mahramnya. 
Rasulullah saw. bersabda, 
“Barangsiapa memandikan mayat 
dan dijaganya kepercayaan, tidak 
dibukakannya kepada orang lain 
apa-apa yang dilihat pada mayat 
itu, bersihlah ia dari segala 
dosanya seperti keadaannya 
sewaktu dilahirkan oleh ibunya.” 
Beliau bersabda lagi, “Hendaklah 
yang mengepalainya keluarga 
terdekat dengan mayat jika 
pandai memandikan mayat, jika 
ia tidak pandai maka siapa saja 
yang dipandang pandai berhak, 
karena wara’nya dan 
amanahnya,” (H.r. Ahmad)
Tata Cara Memandikan Jenazah: 
1. Jenazah dibaringkan di tempat 
yang tinggi seperti ranjang. 
2. Jenazah dimandikan di tempat 
tertutup. 
3. Jenazah dipakaikan sarung 
(kain basahan) agar auratnya 
tidak terbuka. 
4. Air yang digunakan adalah air 
yang suci dan menyucikan. 
5. Jenazah dibersihkan dari najis 
di seluruh tubuhnya dengan 
menggunakan air dan sabun. 
6. Bersihkan mulut dan gigi 
jenazah. 
7. Siram seluruh tubuh jenazah 
dengan air. Disunahkan 
mendahulukan sebelah kanan 
dan mengulang-ulang tiga 
atau lima kali. 
8. Sebaiknya pada siraman 
terakhir menggunakan air 
dengan campuran kapur barus 
atau harum-haruman. 
Disunahkan juga 
menggunakan air dingin bila 
memungkinkan. 
9. Setelah dimandikan, rapikan 
rambutnya lalu diwudhukkan 
seperti wudhu biasa. 
10.Keringkan dengan handuk.
2. MENGAFANI JENAZAH 
•Mengafani jenazah berarti 
membungkus jenazah dengan kain 
kafan. 
•Hukum mengafani jenazah adalah 
fardhu kifayah. 
•Kain kafan diperoleh dari cara yang 
halal dan diambil dari harta 
peninggalan jenazah jika ia 
meninggalkan harta. Bila tidak 
meninggalkan harta, maka wajib 
disediakan oleh keluarga 
terdekatnya. Bila keluarganya juga 
tidak mampu, maka ditanggung oleh 
pemerintah (baitul maal) atau orang 
Islam yang mampu
•Kain kafan hendaknya bersih, 
putih, sederhana (tidak mahal 
dan tidak murah). 
•Orang yang berhak mengafani 
sama dengan orang yang berhak 
memandikan jenazah. 
•Jenazah laki-laki atau 
perempuan minimal dibungkus 
dengan selapis kain kafan. 
Namun, sebaiknya jenazah laki-laki 
dibungkus dengan tiga lapis 
kain kafan yang tiap lapisannya 
menutup seluruh tubuhnya dan 
perempuan dengan lima lapis 
kain kafan terdiri dari kain 
basahan, baju, tutup kepala, 
kerudung (cadar), dan kain yang 
menutupi seluruh tubuhnya. 
•Cara memandikan jenazah: 
• Hamparkan selembar tikar di atas 
lantai, lalu bentangkan 4 utas tali di 
atasnya. Kira-kira letaknya di tempat 
kepala, tangan, lutut, dan mata kaki 
bagi jenazah. 
• Hamparkan di atasnya kain kafan 
sehelai-sehelai. Pada tiap helainya 
diberikan wewangian atau kapur barus. 
• Jenazah hendaknya diolesi kapur barus 
halus kemudian diletakkan di atas 
hamparan kain kafan. Kedua 
tangannya diletakkan di atas dadanya. 
Tangan kanan di atas tangan kirinya. 
• Tempelkan kapan secukupnya pada 
bagian muka, pusar, kelamin, dan 
duburnya. 
• Balut seluruh tubuh dengan kain kafan 
sampai rapi lalu ikat dengan empat 
utas tali yang sudah disiapkan yaitu di 
bagian atas kepala, lengan, lutut, dan 
di mata kakinya.
Jenazah yang meninggalkan dunia ketika menunaikan ibadah haji 
atau umrah tidak boleh dipakaikan wewangian dan tidak boleh 
ditutup kepalanya.
3. MENYALATKAN JENAZAH 
Shalat jenazah dilaksanakan 
setelah jenazah selesai 
dimandikan dan dikafankan. 
Hukumnya fardhu kifayah. 
Jenazah yang meninggal (syahid) 
karena berperang di jalan Allah 
tidak dimandikan, tidak 
dikafankan, dan tidak 
dishalatkan. Tetapi langsung 
dikuburkan dengan pakaian ia 
pakai saat berperang.
Keluarga dekat dari jenazah 
terutama anak-anaknya yang 
shalih hendaknya ikut 
menyalatkan jenazah. 
Rasulullah saw. Bersabda, 
مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَ وْتُ، فَ يَ قُ وْمُ 
عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْب عَُوْنَ رَجُالَ لََ يُشْرِكُوْنَ 
بِاللهِ شَيْئاا؛ إِلََ شَ فََعَهُمُ اللهُ فِيْهِ 
“Orang Islam yang meninggal 
lalu jenazahnya dishalatkan oleh 
empat puluh orang yang tidak 
menyekutukan Allah dengan 
sesuatu apapun, maka Allah 
menjadikan mereka sebagai 
syafaat bagi jenazah.” (H.r. 
Ahmad dan Muslim)
Syarat Sah Shalat Jenazah: 
1. Orang yang menyalatkan 
adalah orang Islam, suci dari 
hadats besar dan kecil, suci 
badan, pakaian, dan tempat 
dari najis, menutup aurat, dan 
menghadap kiblat. 
2. Shalat jenazah dilakukan 
setelah jenazah dimandikan 
dan dikafankan. 
3. Letak mayat di sebelah kiblat 
orang yang menyalatkannya 
kecuali kalau shalat jenazah 
dilakukan di atas kubur atau 
shalat ghaib.
Rukun Shalat Jenazah: 
1. Niat dengan ikhlas karena 
Allah 
2. Takbir empat kali 
3. Membaca Al-Fatihah sesudah 
takbir pertama 
4. Membaca salawat atas Nabi 
saw. setelah takbir kedua 
5. Membaca doa untuk jenazah 
setelah takbir ketiga 
6. Membaca doa untuk orang 
yang ditinggalkan setelah 
takbir keempat 
7. Berdiri jika kuasa 
8. Mengucapkan salam
DOA UNTUK JENAZAH SETEAH TAKBIR 
KETIGA 
اللهم اغْفَِرْ لَهُ وارْحََه وعافِهِ واعفُ 
عنه وأَكْرِمْ نُزولَهُ وو سعْ مَدخلَهُ 
واغْسِلْهُ بِِاءٍ وث لَْج وب رََدٍ ونَقِهِ من 
الخَطايا كما ي نَُ قَي الثَوبُ الأَبْ يَضُ مِنِ 
الدَنَسِ وأَبْدِلْهُ داارا خَ يْ ارا مِنْ دَا رِهِ 
وأَهْالَ خَيْْاا من أهلِهِ وزَوْا جا خَيْْ اا مِن 
زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْ نَة القَ وعَذَابَ النارِ 
Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah 
dia, maafkanlah dia, ampunilah 
kesalahannya, muliakanlah 
kematiannya, lapangkanlah 
kuburannya, cucilah kesalahannya 
dengan air, es dan 
embun sebagaimana mencuci pakaian 
putih dari kotoran, gantilah rumahnya 
dengan rumah yang lebih baik, gantilah 
keluarganya dengan keluarga yang 
lebih baik, gantilah istrinya dengan isri 
yang lebih baik, hindarkanlah dari 
fitnah kubur dan siksa neraka. 
DOA UNTUK ORANG YANG 
DITINGGALKAN SETELAH TAKBIR 
KEEMPAT 
اَللَهُمَ لََ تََرِمْ نَا أَجْرَهُ وَلََ تَ فَْ تِن ا ب عَْدَه Ya Allah, janganlah Engkau haramkan 
Kami dari pahalanya, dan janganlah 
Engkau beri fitnah pada kami setelah 
kematiannya.
Sunah dalam Shalat Jenazah: 
1. Mengangkat tangan ketika 
mengucapkan takbir. 
2. Israr (merendahkan bacaan 
shalat) 
3. Membaca ta’awudz (a’uudzu 
billahi minasy syaithanir rajim) 
Beberapa hal tentang Shalat Jenazah: 
1. Shalat jenazah boleh dilakukan 
sendirian, tetapi berjamah lebih 
baik. 
2. Wanita muslimah boleh dan sah 
menyalatkan jenazah. 
3. Kepala jenazah di mengarah ke 
sebelah kanan imam dan kakinya 
mengarah ke sebelah kiri imam. 
4. Bila jenazah laki-laki maka imam 
berdiri sejajar dengan kepalanya. 
Sedangkan bila jenazah 
perempuan maka imam berdiri 
sejajar dengan dada atau 
perutnya. 
5. Bila jenazahnya banyak dan 
terdiri dari laki-laki dan 
perempuan maka boleh 
dishalatkan sekaligus dengan 
menempatkan jenazah laki-laki 
lebih dekat dengan imam.
4. MENGUBURKAN JENAZAH 
Penguburan dilakukan setelah 
selesai proses memandikan, 
mengafankan, dan menyalatkan. 
Hukumnya fardhu kifayah. 
Disunnahkan dilakukan dengan 
segera sebagaimana sabda 
Rasulullah saw.: 
“Segerakanlah jenazah 
dikuburkan. Jika ia seorang 
shalih, ia akan segera mendapat 
ganjaran kebaikan, dan jika ia 
seorang yang tidak shalih, ia 
akan cepat meninggalkan 
kejelekannya dari pundak-pundak 
kalian.” (H.r. Jama’ah)
Beberapa hal tentang Lubang 
Kubur 
1. Lubang kubur dibuat 
memanjang dan melintang 
dengan arah kiblat. Digali 
sedalam mungkin untuk 
mencegah bau busuk tercium 
binatang yang akan menggali. 
2. Pada tanah yang padat, liang 
lahat (lubang untuk 
meletakkan jenazah) dibuat di 
bagian bawah dinding kubur 
sebelah kiblat. Sedangkan 
pada tanah yang gembur, 
liang lahat dibuat di dasar 
bagian tengah.
Cara Menguburkan Jenazah 
1. Tiga orang turun ke dalam 
kubur (sebaiknya keluarga 
dekat). 
2. Jenazah diangkat dan 
diserahkan ke tiga orang di 
dalam kubur. 
3. Jenazah diletakkan secara 
hati-hati ke dalam liang lahat 
dengan posisi menyamping, 
menghadap kiblat, dan bagian 
kanan jenazah di sebelah 
bawah. 
4. Ketika jenazah dimasukkan, 
hendaklah membaca: 
بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِ لَةِ رَسُوْلِ الله 
Dengan nama Allah dan atas agama 
Rasulullah 
5. Lepaskan semua tali yang 
mengikat kafan jenazah dan 
buka kain yang menutup 
wajahnya. 
6. Tutup jenazah dengan papan 
atau bambu. 
7. Timbun dengan tanah secara 
perlahan.
SELESAI

Perawatan jenazah

  • 1.
    PERAWATAN JENAZAH PendidikanAgama Islam Kelas XI SMA Negeri 1 Bireuen
  • 2.
    INDIKATOR Setelah mempelajaribab ini, siswa diharapkan dapat kompeten dalam memahami ketentuan hukum Islam tentang pengurusan Jenazah.
  • 3.
    TADARRUS DAN TADABBUR Bacalah Q.s. Al-Mulk: 1-6 di bawah ini dengan tartil! Perhatikan tajwid dan kefasihanmu!
  • 4.
    1. Maha SuciAllah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu 2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun 3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang 4. Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah 5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala 6. Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali (Q.s. Al-Mulk: 1-6)
  • 5.
    A. TAKZIAH DANZIARAH KUBUR • Definisi • Dasar Hukum • Adab-adab
  • 6.
    1. TAKZIAH •Takziahadalah berkunjung kepada keluarga yang meninggal dunia. •Hukumnya sunnah, bahkan menjadi wajib apabila jenazah muslim/muslimah tidak ada yang mengurusnya (memandikan, mengafankan, menyalatkan, dan menguburkan) •Takziah sebaiknya dilakukan sebelum jenazah dimakamkan. Hal ini dimaksudkan agar yang bertakziah dapat membantu mengurus jenazah. paling tidak, ikut menyalatkan dan mengantarkan jenazah ke
  • 7.
    Rasulullah saw. bersabda, مَنْ شَهِدَ الَْْنَازَةَ حَتَّ يُصَل يَ عَ لَيْ هَا فَ لَهُ قِيْ رَا ط . وَمَنْ شَهِدَهَا حَتَّ تُدْفَنَ فَ لَهُ قِيْ رَاطَانِ . قِيْلَ : وَمَا ا لْقِيْ رَاطَانِ؟ قَالَ : مِثْلُ الَْْبَ لَيِْْ الْعَظِيْمَ يِْْ . “Barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga ikut menyalatkannya maka ia akan mendapatkan pahala satu qirath dan barangsiapa yang menyaksikannya sampai dikuburkan maka ia akan mendapatkan pahala dua qirath.” Rasulullah ditanya, “Apakah dua qirath itu?” Rasulullah menjawab, “Laksana dua gunung yang besar.” (H.r. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
  • 8.
    •Adab Bertakziah: •Berniatikhlas karena Allah •Berpakaian sopan dan menutup aurat •Bertingkah laku baik dan bermanfaat •Mendoakan jenazah •Menasihati keluarga jenazah •Memberikan bantuan harta atau yang lain untuk keluarga jenazah •Mengingatkan keluarga jenazah untuk melunasi hutang bilang ada
  • 9.
    2. ZIARAH KUBUR Ziarah artinya mengunjungi. Ziarah kubur artinya mengunjungi kuburan dan mendoakan penghuninya. Rasulullah saw. Bersabda, زُرُوا الْقُبُ وْرَ فَإِن هََا تُذَكِرُكُمُ ا لْمَوْتَ “Berziarahlah kalian ke kubur, karena sesungguhnya itu dapat mengingatkan kalian kepada kematian.” (H.r. Muslim)
  • 10.
    •Adab Berziarah Kubur: • Berniat ikhlas karena Allah • Berpakaian sopan dan menutup aurat • Memberi salam kepada penghuni kubur dan mendoakan keselamatan bagi mereka. Di antara doa yang Rasulullah saw. ajarkan adalah: اَلسَلََمُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ ال دِيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِ يْ وَالْمُسْلِمِيَْْ وَإِنَا إِنْ شَاء اللهُ بِكُمْ لَلََحِقُ ونَ أَنْ تُمْ لَنَا فَ رَ ط وَنََْنُ لَكُمْ تَ بَ ع ونَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُ مُ الْعَافِيَة “Semoga keselamatan untuk kalian wahai penghuni kubur dari orang beriman dan orang Islam. Insyaallah kami akan menyusul kalian. kalian telah mendahului kami dan kami akan mengikuti kalian. Kami memohon kepada Allah agar kami dan kalian diberikan ampunan. (H.r. Muslim, An-nasai dan Ibnu Majah) • Tidak boleh menginjak-injak dan duduk di makam. • Tidak boleh melakukan perbuatan tidak pantas, seperti kencing, meludah, dan membuang sampah di atas makam. • Tidak boleh meminta tolong kepada penghuni kubur
  • 11.
    B. PERAWATAN JENAZAH • Memandikan • Mengafankan • Menyalatkan • Menguburkan
  • 12.
    1. MEMANDIKAN JENAZAH •Syarat jenazah wajib dimandikan: • Jenazah orang Islam • Didapati tubuhnya atau bagian tubuhnya walaupun sedikit • Bukan mati syahid karena perang di jalan Allah •Jenazah perempuan dewasa hanya boleh dimandikan oleh orang perempuan juga, suaminya, atau mahramnya. Demikian pula jenazah laki-laki dewasa hanya boleh dimandikan oleh orang laki-laki juga, istrinya, atau mahramnya. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa memandikan mayat dan dijaganya kepercayaan, tidak dibukakannya kepada orang lain apa-apa yang dilihat pada mayat itu, bersihlah ia dari segala dosanya seperti keadaannya sewaktu dilahirkan oleh ibunya.” Beliau bersabda lagi, “Hendaklah yang mengepalainya keluarga terdekat dengan mayat jika pandai memandikan mayat, jika ia tidak pandai maka siapa saja yang dipandang pandai berhak, karena wara’nya dan amanahnya,” (H.r. Ahmad)
  • 13.
    Tata Cara MemandikanJenazah: 1. Jenazah dibaringkan di tempat yang tinggi seperti ranjang. 2. Jenazah dimandikan di tempat tertutup. 3. Jenazah dipakaikan sarung (kain basahan) agar auratnya tidak terbuka. 4. Air yang digunakan adalah air yang suci dan menyucikan. 5. Jenazah dibersihkan dari najis di seluruh tubuhnya dengan menggunakan air dan sabun. 6. Bersihkan mulut dan gigi jenazah. 7. Siram seluruh tubuh jenazah dengan air. Disunahkan mendahulukan sebelah kanan dan mengulang-ulang tiga atau lima kali. 8. Sebaiknya pada siraman terakhir menggunakan air dengan campuran kapur barus atau harum-haruman. Disunahkan juga menggunakan air dingin bila memungkinkan. 9. Setelah dimandikan, rapikan rambutnya lalu diwudhukkan seperti wudhu biasa. 10.Keringkan dengan handuk.
  • 14.
    2. MENGAFANI JENAZAH •Mengafani jenazah berarti membungkus jenazah dengan kain kafan. •Hukum mengafani jenazah adalah fardhu kifayah. •Kain kafan diperoleh dari cara yang halal dan diambil dari harta peninggalan jenazah jika ia meninggalkan harta. Bila tidak meninggalkan harta, maka wajib disediakan oleh keluarga terdekatnya. Bila keluarganya juga tidak mampu, maka ditanggung oleh pemerintah (baitul maal) atau orang Islam yang mampu
  • 15.
    •Kain kafan hendaknyabersih, putih, sederhana (tidak mahal dan tidak murah). •Orang yang berhak mengafani sama dengan orang yang berhak memandikan jenazah. •Jenazah laki-laki atau perempuan minimal dibungkus dengan selapis kain kafan. Namun, sebaiknya jenazah laki-laki dibungkus dengan tiga lapis kain kafan yang tiap lapisannya menutup seluruh tubuhnya dan perempuan dengan lima lapis kain kafan terdiri dari kain basahan, baju, tutup kepala, kerudung (cadar), dan kain yang menutupi seluruh tubuhnya. •Cara memandikan jenazah: • Hamparkan selembar tikar di atas lantai, lalu bentangkan 4 utas tali di atasnya. Kira-kira letaknya di tempat kepala, tangan, lutut, dan mata kaki bagi jenazah. • Hamparkan di atasnya kain kafan sehelai-sehelai. Pada tiap helainya diberikan wewangian atau kapur barus. • Jenazah hendaknya diolesi kapur barus halus kemudian diletakkan di atas hamparan kain kafan. Kedua tangannya diletakkan di atas dadanya. Tangan kanan di atas tangan kirinya. • Tempelkan kapan secukupnya pada bagian muka, pusar, kelamin, dan duburnya. • Balut seluruh tubuh dengan kain kafan sampai rapi lalu ikat dengan empat utas tali yang sudah disiapkan yaitu di bagian atas kepala, lengan, lutut, dan di mata kakinya.
  • 16.
    Jenazah yang meninggalkandunia ketika menunaikan ibadah haji atau umrah tidak boleh dipakaikan wewangian dan tidak boleh ditutup kepalanya.
  • 17.
    3. MENYALATKAN JENAZAH Shalat jenazah dilaksanakan setelah jenazah selesai dimandikan dan dikafankan. Hukumnya fardhu kifayah. Jenazah yang meninggal (syahid) karena berperang di jalan Allah tidak dimandikan, tidak dikafankan, dan tidak dishalatkan. Tetapi langsung dikuburkan dengan pakaian ia pakai saat berperang.
  • 18.
    Keluarga dekat darijenazah terutama anak-anaknya yang shalih hendaknya ikut menyalatkan jenazah. Rasulullah saw. Bersabda, مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَ وْتُ، فَ يَ قُ وْمُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْب عَُوْنَ رَجُالَ لََ يُشْرِكُوْنَ بِاللهِ شَيْئاا؛ إِلََ شَ فََعَهُمُ اللهُ فِيْهِ “Orang Islam yang meninggal lalu jenazahnya dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka Allah menjadikan mereka sebagai syafaat bagi jenazah.” (H.r. Ahmad dan Muslim)
  • 19.
    Syarat Sah ShalatJenazah: 1. Orang yang menyalatkan adalah orang Islam, suci dari hadats besar dan kecil, suci badan, pakaian, dan tempat dari najis, menutup aurat, dan menghadap kiblat. 2. Shalat jenazah dilakukan setelah jenazah dimandikan dan dikafankan. 3. Letak mayat di sebelah kiblat orang yang menyalatkannya kecuali kalau shalat jenazah dilakukan di atas kubur atau shalat ghaib.
  • 20.
    Rukun Shalat Jenazah: 1. Niat dengan ikhlas karena Allah 2. Takbir empat kali 3. Membaca Al-Fatihah sesudah takbir pertama 4. Membaca salawat atas Nabi saw. setelah takbir kedua 5. Membaca doa untuk jenazah setelah takbir ketiga 6. Membaca doa untuk orang yang ditinggalkan setelah takbir keempat 7. Berdiri jika kuasa 8. Mengucapkan salam
  • 21.
    DOA UNTUK JENAZAHSETEAH TAKBIR KETIGA اللهم اغْفَِرْ لَهُ وارْحََه وعافِهِ واعفُ عنه وأَكْرِمْ نُزولَهُ وو سعْ مَدخلَهُ واغْسِلْهُ بِِاءٍ وث لَْج وب رََدٍ ونَقِهِ من الخَطايا كما ي نَُ قَي الثَوبُ الأَبْ يَضُ مِنِ الدَنَسِ وأَبْدِلْهُ داارا خَ يْ ارا مِنْ دَا رِهِ وأَهْالَ خَيْْاا من أهلِهِ وزَوْا جا خَيْْ اا مِن زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْ نَة القَ وعَذَابَ النارِ Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah kesalahannya dengan air, es dan embun sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, gantilah istrinya dengan isri yang lebih baik, hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka. DOA UNTUK ORANG YANG DITINGGALKAN SETELAH TAKBIR KEEMPAT اَللَهُمَ لََ تََرِمْ نَا أَجْرَهُ وَلََ تَ فَْ تِن ا ب عَْدَه Ya Allah, janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya.
  • 22.
    Sunah dalam ShalatJenazah: 1. Mengangkat tangan ketika mengucapkan takbir. 2. Israr (merendahkan bacaan shalat) 3. Membaca ta’awudz (a’uudzu billahi minasy syaithanir rajim) Beberapa hal tentang Shalat Jenazah: 1. Shalat jenazah boleh dilakukan sendirian, tetapi berjamah lebih baik. 2. Wanita muslimah boleh dan sah menyalatkan jenazah. 3. Kepala jenazah di mengarah ke sebelah kanan imam dan kakinya mengarah ke sebelah kiri imam. 4. Bila jenazah laki-laki maka imam berdiri sejajar dengan kepalanya. Sedangkan bila jenazah perempuan maka imam berdiri sejajar dengan dada atau perutnya. 5. Bila jenazahnya banyak dan terdiri dari laki-laki dan perempuan maka boleh dishalatkan sekaligus dengan menempatkan jenazah laki-laki lebih dekat dengan imam.
  • 23.
    4. MENGUBURKAN JENAZAH Penguburan dilakukan setelah selesai proses memandikan, mengafankan, dan menyalatkan. Hukumnya fardhu kifayah. Disunnahkan dilakukan dengan segera sebagaimana sabda Rasulullah saw.: “Segerakanlah jenazah dikuburkan. Jika ia seorang shalih, ia akan segera mendapat ganjaran kebaikan, dan jika ia seorang yang tidak shalih, ia akan cepat meninggalkan kejelekannya dari pundak-pundak kalian.” (H.r. Jama’ah)
  • 24.
    Beberapa hal tentangLubang Kubur 1. Lubang kubur dibuat memanjang dan melintang dengan arah kiblat. Digali sedalam mungkin untuk mencegah bau busuk tercium binatang yang akan menggali. 2. Pada tanah yang padat, liang lahat (lubang untuk meletakkan jenazah) dibuat di bagian bawah dinding kubur sebelah kiblat. Sedangkan pada tanah yang gembur, liang lahat dibuat di dasar bagian tengah.
  • 25.
    Cara Menguburkan Jenazah 1. Tiga orang turun ke dalam kubur (sebaiknya keluarga dekat). 2. Jenazah diangkat dan diserahkan ke tiga orang di dalam kubur. 3. Jenazah diletakkan secara hati-hati ke dalam liang lahat dengan posisi menyamping, menghadap kiblat, dan bagian kanan jenazah di sebelah bawah. 4. Ketika jenazah dimasukkan, hendaklah membaca: بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِ لَةِ رَسُوْلِ الله Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah 5. Lepaskan semua tali yang mengikat kafan jenazah dan buka kain yang menutup wajahnya. 6. Tutup jenazah dengan papan atau bambu. 7. Timbun dengan tanah secara perlahan.
  • 26.