Merendahkan Suara
Makna Khafdhu
                                      Khafdhush shawt
(Kejadian itu) merendahkan (satu      •
golongan) dan meninggikan
(golongan yang lain),                     • Larangan meninggikan suara lebih
                                            dari ukuran yang dibutuhkan
                                            khususnya dalam berhadapan
        -                                   dengan seseorang yang memiliki
                                            posisi lebih tinggi.
dan rendahkanlah dirimu terhadap
orang-orang yang mengikutimu, yaitu   •
orang-orang yang beriman.
                                          • Larangan meninggikan suara lebih
                                            dari yang dibutuhkan pendengar.
Perintah Khafdhush Shawt dalam
Al Quran
•
    • Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak
      berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha
      Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.

•
    • Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.
      Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Q.s. 31:19)
•

     -
    • Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi
      suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras,
      sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain,
      supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.
      Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka
      itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi
      mereka ampunan dan pahala yang besar.
Asbaabun Nuzuul
•   Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu
    Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair
    menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada
    Rasulullah saw. utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata,
    "Jadikanlah Qa'qa' bin Ma'bad sebagai amir atas kaumnya." Umar mengusulkan
    "Tidak, tetapi jadikanlah Aqra' bin Habis sebagai amirnya." Abu Bakar berkata,
    "Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku." Umar menjawab, "Aku tidak
    bermaksud untuk berselisih denganmu." Akhirnya keduanya saling berbantah-
    bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih. Lalu
    turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya, "Hai orang-orang yang
    beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya..." (Q.S. Al
    Hujurat, 1) sampai dengan firman-Nya, "Dan kalau sekiranya mereka bersabar..."
    (Q.S. Al Hujurat, 5).
•   Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Muhammad bin Tsabit bin
    Qais bin Syammas yang menceritakan, bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu
    firman-Nya, "Janganlah kalian meninggikan suara kalian lebih dari suara nabi." (Q.S.
    Al Hujurat, 2), maka Tsabit bin Qais duduk di jalan seraya menangis. Pada saat itu
    lewat Ashim bin Addi bin Ajlan menemuinya; lalu Ashim bertanya kepadanya,
    "Apakah yang menyebabkan kamu menangis?" Tsabit menjawab, "Ayat ini membuat
    aku takut karena aku khawatir seandainya itu diturunkan berkenaan dengan diriku,
    sedangkan aku adalah orang yang keras suaranya." Maka Ashim melaporkan hal
    tersebut kepada Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. memanggilnya dan berkata
    kepadanya, "Tidakkah kamu rela bila kamu hidup dalam keadaan terpuji dan gugur
    sebagai syuhada, serta masuk surga?" Lalu Tsabit menjawab, "Saya rela, dan saya
    berjanji tidak akan mengangkat suaraku lebih dari suaramu, wahai Rasulullah, untuk
    selama-lamanya." Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang
    yang merendahkan suaranya..." (Q.S. Al Hujurat, 3).
•
Perintah Khafdhush Shawt dalam
Al Quran untuk Muslimah
•
             -
    • Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu
      bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga
      berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah
      perkataan yang baik,

خَفْضُ الصَّوْتِ (Merendahkan Suara)

  • 1.
  • 2.
    Makna Khafdhu Khafdhush shawt (Kejadian itu) merendahkan (satu • golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), • Larangan meninggikan suara lebih dari ukuran yang dibutuhkan khususnya dalam berhadapan - dengan seseorang yang memiliki posisi lebih tinggi. dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu • orang-orang yang beriman. • Larangan meninggikan suara lebih dari yang dibutuhkan pendengar.
  • 3.
    Perintah Khafdhush Shawtdalam Al Quran • • Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja. • • Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Q.s. 31:19)
  • 4.
    - • Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari. Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
  • 5.
    Asbaabun Nuzuul • Imam Bukhari dari lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur Ibnu Juraij yang bersumber dari Ibnu Abu Mulaikah, bahwasanya Abdullah bin Zubair menceritakan kepadanya, bahwa pada suatu hari datang menghadap kepada Rasulullah saw. utusan atau delegasi dari Bani Tamim, Abu Bakar berkata, "Jadikanlah Qa'qa' bin Ma'bad sebagai amir atas kaumnya." Umar mengusulkan "Tidak, tetapi jadikanlah Aqra' bin Habis sebagai amirnya." Abu Bakar berkata, "Kamu tidak lain hanyalah ingin berselisih denganku." Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud untuk berselisih denganmu." Akhirnya keduanya saling berbantah- bantahan sehingga suara mereka berdua makin keras karena saling berselisih. Lalu turunlah berkenaan dengan peristiwa itu firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya..." (Q.S. Al Hujurat, 1) sampai dengan firman-Nya, "Dan kalau sekiranya mereka bersabar..." (Q.S. Al Hujurat, 5).
  • 6.
    Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Muhammad bin Tsabit bin Qais bin Syammas yang menceritakan, bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya, "Janganlah kalian meninggikan suara kalian lebih dari suara nabi." (Q.S. Al Hujurat, 2), maka Tsabit bin Qais duduk di jalan seraya menangis. Pada saat itu lewat Ashim bin Addi bin Ajlan menemuinya; lalu Ashim bertanya kepadanya, "Apakah yang menyebabkan kamu menangis?" Tsabit menjawab, "Ayat ini membuat aku takut karena aku khawatir seandainya itu diturunkan berkenaan dengan diriku, sedangkan aku adalah orang yang keras suaranya." Maka Ashim melaporkan hal tersebut kepada Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. memanggilnya dan berkata kepadanya, "Tidakkah kamu rela bila kamu hidup dalam keadaan terpuji dan gugur sebagai syuhada, serta masuk surga?" Lalu Tsabit menjawab, "Saya rela, dan saya berjanji tidak akan mengangkat suaraku lebih dari suaramu, wahai Rasulullah, untuk selama-lamanya." Maka Allah menurunkan firman-Nya, "Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya..." (Q.S. Al Hujurat, 3).
  • 7.
  • 8.
    Perintah Khafdhush Shawtdalam Al Quran untuk Muslimah • - • Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,