1. Dokumen tersebut membahas tentang pengertian instalasi listrik, peralatan listrik, dan perlengkapan listrik serta tujuan dan peraturan keselamatan kerja dalam ketenagalistrikan untuk mencegah bahaya kejut listrik.
PENGERTIAN
Muhammad Darwis
Instalasi listrikadalah jaringan perlengkapan
listrik yang membangkitkan, memakai, mengubah,
mengatur, mengalihkan, mengumpulkan atau
membagikan tenaga listrik
Peralatan listrik adalah barang pemanfaatan
listrik yang merupakan unit lengkap dan dapat
mengubah energi listrik menjadi energi bentuk lain.
2.
PENGERTIAN
Perlengkapan listrik adalahkomponen-
komponen yang diperlukan dalam rangkaian
instalasi listrik, misalnya CB, ELCB/RCD, KKB,
KKK, Sakelar, CB, Kabel, Isolator, Box Panel, dll
3.
1. Menjamin kehandalaninstalasi listrik sesuai
tujuan penggunaannya
2. Mencegah timbulnya bahaya akibat listrik
bahaya sentuhan langsung
bahaya sentuhan tidak langsung
bahaya kebakaran
BERLAKU DI SETIAPTEMPAT
KERJA DI WILAYAH KEKUASAAN
HUKUM RI
UNSUR TEMPAT KERJA:
1. Ada tempat usaha baik
ekonomi/ sosial
2. Ada tenaga kerja
3. Ada sumber bahaya
mencegah terkena aliran
listrikyang berbahaya
Dengan peraturan perundangan ditetapkan
syarat-syarat keselamatan kerja dalam
perencanaan, pembuatan, pengangkutan,
peredaran, perdagangan, pemasangan,
pemakaian, penggunaan, pemeliharaan dan
penyimpanan bahan, barang, produk teknis
dan aparat produksi yang mengandung dan
dapat menimbulkan bahaya kecelakaan
8.
Direktur melakukan pelaksanaan
umumterhadap Undang-undang ini,
sedangkan para pegawai pengawas
dan ahli keselamatan kerja ditugaskan
menjalankan pengawasan langsung
terhadap ditaatinya Undang-undang
ini dan membantu pelaksanaannya.
9.
digantikan dgn
UU No.13 Th 2003 tentang Ke-TK-an)
UU No. 14 Th 1969
UU No. 1 Th 1970
PUIL 1964, 1977, 1987, 2000, 2011
Permenaker No. 02/MEN/1989
Permenaker No. 06 /MEN/2017
Permenaker No. 12 Tahun 2015
SK Dirjen Binawas No. 407/BW/1999
Kepdirjend No. 47 Tahun 2015
Kepdirjend No. 48 Tahun 2015
SK Dirjen Binawas No. 311/BW/2002 (Dicabut)
Permenaker No. 13/Men/2011
Kep Dirjen No. 89/PPK/XII/2012 Pembinaan Calon AK3 Listrik
SE Dirjen PPK No.1/DJPPK/VIII/04 Riksa Teknis Kslmt Kerja
10.
Pasal 2
Pengusahadan / atau pengurus wajib melaksanakan
K3 Listrik di tempat kerja
Pasal 3
Pelaksanaan K3 Listrik sebagaimana dimaksud dalam
pasal 2 bertujuan :
a) Melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga
kerja dan orang lain yang berada di dalam
lingkungan tempat kerja dari potensi bahaya
listrik;
b) Menciptakan instalasi listrik yang aman, handal,
dan memberikan keselamatan bangunan beserta
isinya; dan
c) Menciptakan tempat kerja yang selamat dan
sehat untuk mendorong produktivitas.
11.
Pasal 7
Untukperusahaan yang memiliki pembangkitan listrik
lebih dari 200 (dua ratus) Kilo Volt Ampere wajib
mempunyai Ahli K3 Bidang Listrik.
Pasal 14
Pengusaha dan atau pengurus yang tidak memenuhi
ketentuan dalam Peraturan Menteri ini dikenakan
sanksi sesuai dengan Undang-Undang No. 1 Tahun
1970 tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang
Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
12.
Pasal 2
Pengusahadan / atau pengurus wajib melaksanakan
K3 Listrik di tempat kerja
Pasal 3
Pelaksanaan K3 Listrik sebagaimana dimaksud dalam
pasal 2 bertujuan :
a) Melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga
kerja dan orang lain yang berada di dalam
lingkungan tempat kerja dari potensi bahaya
listrik;
b) Menciptakan instalasi listrik yang aman, handal,
dan memberikan keselamatan bangunan beserta
isinya; dan
c) Menciptakan tempat kerja yang selamat dan
sehat untuk mendorong produktivitas.
13.
1. Perencanaan, pembuatan,pemasangan
atau perakitan, penggunaan atau
pengoperasian, dan pemeliharaan
instalasi listrik.
2. Personil yang bertanggung jawab dalam
K3 Listrik.
14.
Arus / Teganganlistrik
Tidak tampak
Tidak berbau
Tidak berbunyi
Dapat dirasakan
Dapat menyebabkan
KematianDANGER
15.
Tergantung pada :
-Besar arus yang mengalir ke
tubuh.
- Bagian tubuh yang terkena.
- Lama/ durasi pekerja terkena arus
kejut.
16.
8 – 15mA SENGATAN TERASA SAKIT, TETAPI MASIH
BISA MELEPASKAN DIRI,MASIH SADAR
15 – 20 mA SENGATAN SAKIT KESADARAN BISA
HILANG DAN TIDAK BISA MELEPASKAN
DIRI
20 – 50 mA KESAKITAN, SUSAH BERNAFAS, TERJADI
KONSTRAKSI PADA OTOT & KESADARAN
HILANG
100 – 200 mA KONDISI MEMATIKAN LANGSUNG DAN
SUSAH DITOLONG
200 mA atau TERBAKAR DAN JANTUNG BERHENTI
BERDETAK
EFEK SENGATAN LISTRIK
BESAR ARUS YANG
MELEWATI TUBUH
AKIBAT YANG TIMBUL
1 mA, atau krg TIDAK ADA AKIBAT, TIDAK TERASA
1 – 8 mA TERASA TETAPI TIDAK SAKIT DAN
TIDAK MENGGANGGU KESADARAN
BERBAHAYAAMAN
8/13/2020
menghentikan fungsi jantungdan
menghambat pernafasan.
Panas yang ditimbulkan oleh arus
dapat menyebabkan kulit atau
tubuh terbakar, khususnya pada
titik dimana arus masuk ke tubuh.
19.
8/13/2020
Beberapa kasus dapatmenimbulkan
pendarahan, atau kesulitan bernafas
dan gangguan saraf.
Gerakan spontan akibat terkena arus
listrik, dapat mengakibatkan cidera
lain seperti akibat jatuh atau
terkena/tersandung benda lain.
8/13/2020
Proteksi Sentuh langsung:
1. Mencegah mengalirnya arus
melalui tubuh
2. Membatasi arus yang dapat
mengalir melalui badan sampai
nilai yang lebih kecil dari arus
kejut
24.
RUANG LINGKUP
Tegangan sentuhyang
berbahaya:
> 50 V a.b. di ruang normal,
> 25 V a.b. di ruangan lembab
Daya > 100 Watt
Tidak mengatur persyaratan teknis instalasi
listrik di :
- Telekomunikasi, kereta listrik, pesawat
terbang, kapal laut
- Tambang bawah tanah 24
25.
PROTEKSI BAHAYA
SENTUHAN LANGSUNG
Isolasibagian aktif1
Penghalang atau Selungkup2
Rintangan33
Jarak aman atau diluar jangkauan44
Gawai proteksi arus sisa5
Isolasi lantai kerja.36
METODA :
25
28.
8/13/2020
Mengacu IEC529,1989.
Kode IP adalah sistem kode untuk
menunjukan tingkat proteksi yang
diberikan oleh selungkup dari sentuh
langsung ke bagian yang berbahaya,
dari benda asing padat, air dan
untuk memberikan informasi
tambahan dalam hubungannya
dengan proteksi tersebut.
8/13/2020
Rintangan : mencegahsentuh tidak
sengaja ke bagian aktif tetapi tidak
mencegah sentuh disengaja
Rintangan mencegah :
Mendekatnya badan dengan tidak
sengaja ke bagian aktif
Sentuh tidak sengaja ke bagian aktif
selama operasi
Rintangan dapat dilepas tanpa
menggunakan kunci atau pekakas, tetapi
harus aman sehingga tercegah lepasnya
rintangan secara tidak sengaja
Sentuhan tidak langsung
adalahbahaya sentuhan pada bagian
konduktif yang secara normal tidak
bertegangan, menjadi bertegangan
karena terjadi kegagalan isolasi
34.
Proteksi Sentuh taklangsung :
3. Pemutusan secara otomatis dalam
waktu yang ditentukan pada saat
terjadi gangguan yang sangat
mungkin menyebabkan arus melalui
badan yang bersentuhan dengan
bagian konduktif terbuka, yang nilai
arusnya sama dengan atau lebih besar
dari arus kejut listrik.
8/13/2020
35.
Proteksi Sentuh taklangsung :
4. Penerapan metoda ikatan
penyama potensial adalah salah
satu prinsip penting untuk
keselamatan.
8/13/2020
36.
PROTEKSI BAHAYA
SENTUHTIDAK LANGSUNG
Pemutusansupply secara otomatis1
Memasang grounding (pembumian)2
Mempergunakan perlengkapan kelas ii
atau dengan isolasi ekivalen
3
3
Proteksi dengan lokasi tidak konduktif44
METODA :
36
37.
Proteksi dengan ikatanpenyama
potensial lokal bebas BUMI
5
PROTEKSI BAHAYA
SENTUHTIDAK LANGSUNG
Proteksi dengan separasi listrik.
Memisahkan sirkit perlengkapan dari
jaringan sumber dg menggunakan trafo
pemisah atau motor generator.
6
Mamasang tanda keselamatan7
METODA :
37
38.
1. Pembebanan lebih
2.Sambungan tidak sempurna
3. Perlengkapan tidak standar
4. Pembatas arus tidak sesuai
5. Kebocoran isolasi
6. Listrik statik
7. Sambaran petir
38
Listrik identik dengan kebakaran