1/10/2023 Created by ganjar budiarto 1
BAGIAN KE II
PENGAWASAN
K3-LISTRIK
Arus / Tegangan listrik
Tidak tampak
Tidak berbau
Tidak berbunyi
Dapat dirasakan
Dapat menyebabkan
Kematian
DANGER
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 3
LATAR BELAKANG
► Tenaga listrik sudah menjadi kebutuhan dasar bagi
masyarakat luas
► Listrik mengandung potensi bahaya yang dapat
mengancam keselamatan jiwa dan harta benda
► Penyelenggaraan sistem ketenagalistrikan perlu
adanya kebijakan pemerintah sehingga dapat
menjangkau seluruh lapisan masyarakat terjamin
keselamatannya.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 4
N
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 5
Bahaya kejut listrik
t : 1,0 0,8 0,6 0,4 0,3 0,2 (detik)
E : 90 100 110 125 140 200 (Volt)
I : 180 200 250 280 330 400 (mA)
Langsung
Tidak langsung
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 6
EFEK SENGATAN LISTRIK
Besar arus yang
melewati tubuh
Akibat yang timbul
1 mA, atau kurang Tidak ada akibat, tidak terasa
1 – 8 mA Sengatan terasa tetapi tidak sakit dan
tidak mengganggu kesadaran
8 – 15 mA Sengatan terasa sakit, tetapi masih bisa
melepaskan diri, kesadaran tidak hilang
15 – 20 mA Sengatan sakit kesadaran bisa hilang
dan tidak bisa melepaskan diri
20 – 50 mA Kesakitan, susah bernafas, terjadi
konstraksi pada otot & kesadaran hilang
100 – 200 mA Kondisi mematikan langsung dan susah
ditolong
200 mA atau lebih Terbakar dan jantung berhenti berdetak
BERBAHAYA
AMAN
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 7
TEGANGAN SENTUH YANG DIIJINKAN (IEC)
Tegangan Sentuh
(Volt)
Waktu MaksimumYang Diijinkan
(Detik)
> 50 ~
50 5
75 1
90 0.5
110 0.2
150 0.1
220 0.05
280 0.03
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 8
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 9
Sentuhan langsung
adalah bahaya sentuhan pada bagian
konduktif yang secara normal
bertegangan
Sentuhan tidak langsung
adalah bahaya sentuhan pada bagian
konduktif yang secara normal tidak
bertegangan, menjadi bertegangan
karena terjadi kegagalan isolasi
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 10
Data kec. listrik (PLN) 95-99.
Jumlah kasus 1.458 kasus kecelakaan
N Korban tewas 818 orang
N karyawan 183 orang &
N masyarakat 635 orang
 Luka serius 476 orang
$ Kasus kebakaran 741 kasus
$ Gangguan teknis 2720 kasus
$ Kerugian Rp. 25.5 milyar
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 11
- Api terbuka : 415 (37,19 %)
- Listrik : 297 (26,6 %)
- Pembakaran : 80 (7,17 %)
- Peralatan panas : 35 (3,14 %)
- Lain lain : 46 (3,4 %)
- Tidak dpt ditentukan : 243 (19.73 %)
Puslabfor Mabes Polri
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 12
 Pembebanan lebih
 Sambungan tidak sempurna
 Perlengkapan tidak standar
 Pembatas arus tidak sesuai
 Kebocoran isolasi
 Listrik statik
 Sambaran petir
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 13
next
previous
Ketenagalistrikan
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 14
NAB FAKTOR FISIKA
Kep 51/Men/1999
Freq Power
Density
mW/Cm2
Kuat medan
listrik
A/m
Kuat medan
magnet
V/m
Rata2 waktu
pemajanan
Menit
30kHz -100 kHz 614 163 6
100 kHz – 3 MHz 614 16.3/f 6
3 MHz – 30 MHz 1842/f 16,3/f 6
30 MHz – 100 MHz 61,4 16,3/f 6
100 MHz - 300 MHz 1 61,4 0,163 6
300 MHz – 3 GHz f/300 6
3 GHz – 15 GHz 10 6
15 GHz-300 GHz 10 616.000/f4
f : Freq MHz
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 15
TM/
TR
G
Tempat kerja Bukan tempat kerja
TT/
TET
M
Kebijakan nasional
dalam hal upaya
menjamin
tempat kerja
yang Aman dan
lingkungan yang Sehat
Kebijakan nasional
dalam hal penyediaan
tenaga listrik
(pengusahaan)
yang Andal, Aman dan
Akrap lingkungan
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 16
Dasar hukum :
Undang
undang
No
1
tahun
1970
Keselamatan
Kerja
Pasal 2 ayat (2) huruf q
(Ruang lingkup)
Setiap tempat dimana listrik
dibangkitkan, ditransmisikan,
dibagi-bagikan, disalurkan dan
digunakan
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 17
Dasar hukum :
Undang
undang
No
1
tahun
1970
Keselamatan
Kerja
Pasal 3 ayat (1) huruf q
(Objective)
Dengan peraturan perundangan
ditetapkan syarat-syarat keselamatan
kerja untuk:
q. mencegah terkena aliran listrik
berbahaya
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 18
Tujuan K3 Listrik
1. Menjamin kehandalan instalasi listrik
sesuai tujuan penggunaannya.
2. Mencegah timbulnya bahaya akibat listrik
N bahaya sentuhan langsung
N bahaya sentuhan tidak langsung
N bahaya kebakaran
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 19
Keputusan
Menteri Tenaga Kerja RI
No Kep 75/Men/2002
Pemberlakuan
PUIL 2000
Dasar hukum :
Undang
undang
No
1
tahun
1970
Keselamatan
Kerja
wajib
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 20
STANDAR K3 LISTRIK
DI INDONESIA
Peraturan
KHUSUS B Peraturan
Khusus B
Peraturan
04/78
Peraturan
04/88
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 21
RUANG
LINGKUP
Tegangan sentuh yang berbahaya:
► > 50 V a.b. di ruang normal,
► > 25 V a.b. di ruangan lembab
► Daya > 100 Watt
Tidak mengatur persyaratan inst. listrik di :
- Telekomunikasi, kereta listrik, pesawat terbang,
kapal laut
- Tambang bawah tanah
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 22
Bagian 1 :Pendahuluan(Ruang lingkup & acuan)
Bagian 2 :Persyaratan Dasar
Bagian 3 :Proteksi untuk K3/ Sentuh langsung,
sentuh tidak langsung, & kebakaran
Bagian 4 :Perancangan instalasi listrik
Bagian 5 :Perlengkapan listrik
Bagian 6 :PHB & Komponennya
Bagian 7 :Penghantar dan pemasangannya
Bagian 8 :Ruangan khusus
Bagian 9 :Pengusahaan instalasi listrik
Lampiran-lampiran
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 23
Bagian 1. PENDAHULUAN
Tujuan
Terselenggaranya instalasi listrik yang baik
dan menjamin keselamatan , keaman
instalasi, gedung dan isinya.
Ruang lingkup
Perancangan, Pemasangan, pemeriksaan,
pengujian, pelayanan, pemeliharaan dan
pengawasannya instalasi listrik Teg > 25 V
dan dayanya > 100 W
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 24
Bagian 1. PENDAHULUAN (Lanjutan)
Penafsiran
Instansi yang berwenang  yang memberlakukan PUIL
2000
Ketentuan teknis
- Pola preventif
- Syarat syarat pengamanan
- Batas pembebanan, hantaran
- dst
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 25
Bagian 2. PERSYARATAN DASAR
Proteksi untuk keselamatan
- Proteksi sentuh langsung
- Proteksi sentuh tidak langsung
- Proteksi efek termal
- Proteksi arus lebih
- Proteksi arus gangguan
- Proteksi tegangan lebih
- Proteksi perlengkapan dan instalasi listrik
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 26
Bagian 2. PERSYARATAN DASAR (Lanjutan)
Perancangan
- Aspek keselamatan
- Asapek kehandalan
- Aspek Akrap lingkungan
Pemilihan peralatan listrik
Karakteristik beban, arus, tegangan, prekuensi, daya
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 27
► Proteksi dari kejut listrik
► Proteksi dari efek thermal
► Proteksi dari arus lebih
► Proteksi dari tegangan lebih akibat petir
► Proteksi dari tegangan kurang
► Pemisahan dan penyakelaran
SISTEM PROTEKSI UNTUK
KESELAMATAN
(BAB III)
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 28
Bagian 3. SISTEM PROTEKSI
Proteksi sentuhan langsung
- Proteksi isolasi bagian aktif
- Proteksi penghalang atau selungkup
- Proteksi penempatan di luar jangkauan
- Proteksi isolasi lantai kerja
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 29
Bagian 3. SISTEM PROTEKSI (Lanjutan)
Proteksi sentuhan tidak langsung
Prinsip : Pemutusan secara otomatik
Metoda :
- Sistem Pembumian
- Sistem Hantaran pengaman
- Sistem Hantaran Netral Pengaman
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 30
PROTEKSI BAHAYA
SENTUHAN LANGSUNG
Metoda :
1. Isolasi bagian aktif
2. Penghalang atau Selungkup
3. Rintangan;
4. Jarak aman atau diluar jangkauan
5. Gawai proteksi arus sisa
6. Isolasi lantai kerja.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 31
PROTEKSI BAHAYA
“JARAK AMAN”
Jarak aman atau diluar jangkauan
Tegangan kV Jarak cm
1 50
12 60
20 75
70 100
150 125
220 160
500 300
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 32
TANAH
SISTEM PENGAMANAN
“ISOLASI LANTAI KERJA”
ISOLASI LANTAI KERJA (R1)
Kayu
75 kg
Kain basah 27 x 27 Cm
V
V2
V1
Rd 3000 
R1 = Rd ( V1/V2 -1) Ohm
R1 min. 50 kilo Ohm
Pelat logam
25 x 25 x 0,2 Cm
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 33
Proteksi bahaya
N Sentuhan tidak langsung
1. Sistem TT atau
Pembumian Pengaman (PP)
2. Sistem IT atau
Hantaran pengaman (HP)
3. Sistem TN atau
Pembumian Netral Pengaman (PNP)
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 34
L1
L2
L3
N
PE
Bila terjadi kegagalan
isolasi, teganan suplai akan
terputus karena alat
proteksi bekerja otomatik
1. Sistem TT atau Pembumian Pengaman (PP)
Membumikan titik netral di
sumbernya dan membumikan
pada BKT instalasi dan BKT
perlengkapan listrik.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 35
SISTEM PEMBUMIAN PENGAMAN
L1
L2
L3
N
SATU FASE TIGA FASE
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 36
2. Sistem IT atau Hantaran pengaman (HP)
Tujuan pembumian :
Bila terjadi arus bacor atau hubung singkat, arus
akan tersalur ke bumi melalui penghantar pengaman
sehingga arus meningkat dan pengaman akan terputus
secara otomatik
Fasa tunggal 3 kawat
Penghantar Aktif
Penghantar Nol/Netral
Hantaran pengaman
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 37
SISTEM HANTARAN PENGAMAN
L1/R
L2/S
L3/T
N
PE
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 38
3. Sistem TN atau
Pembumian Netral Pengaman (PNP)
Nol &
Ground
dihubungkan
Fasa tunggal 3 kawat
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 39
SISTEM PEMBUMIAN NETRAL PENGAMAN
L1
L2
L3
N/PE
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 40
M
PENGAMAN HUBUNG PENDEK
KELENGKAPAN PENGAMAN
SIRKIT MOTOR
PUIL 2000 Ayat 5.5.1.3
SARANA PEMUTUS
PENGAMAN BEBAN LEBIH
KENDALI
PENGAMAN HUBUNG PENDEK
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 41
1 2 3
4
MOTOR SANGKAR
In.1 = 42 A MOTOR SEREMPAK
In.2 = 54 A
MOTOR ROTOR LILIT
In.3 = 68 A
MOTOR ROTOR LILIT
In.4 = 68 A
SETELAN MAK 2,5 In 1
= 105A
1,5 In 3
= 102A
2 In2
= 108A
1,5 In
= 102A
KHA. MIN.
1.25 In
KHA. MIN.
1.25 (68) + 42 + 54 =
170,8A
SETELAN MAK
108 + 42 + 68 = 218A
SETELAN MAK
218 + 68 = 286 A
PENGAMAN HUBUNG SINGKAT
PUIL 2000 Ayat 556
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 42
KEMAMPUAN
HANTAR
ARUS
KHA kabel listrik ditentukan oleh jenis
bahan konduktornya dan ukuran
penampangnya
(Periksa tabel PUIL)
SYARAT K3
KHA : MIN 1,25 X I
nominal

1/10/2023 Created by ganjar budiarto 43
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 44
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 45
PANEL R-S R-T T-S R-N R-G S-N S-G T-N T-G N-G
P1- P1.1
p1-P1.2
P1-P1.3
P1.P1.4
P1.P1.5
P1-P1.6
RESISTAN ISOLASI
1000 Ohm /Volt (diruang normal)
100 Ohm / Volt (diruang lembab)
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 46
KARAKTERISTIK PENGAMAN
HUBUNG PENDEK, TERBUKA
BILA MERASAKAN 600% In
DALAM WAKTU 20 - 50 DETIK
KELENGKAPAN SIRKIT MOTOR
POMPA KEBAKARAN
BILA SUPLAI LISTRIK
TERPUTUS HARUS ADA
INDIKASI ALARM
TIDAK PERLU
PENGAMAN BEBAN LEBIH
KENDALI
• JENIS KABEL FRC
• DARI SISI IN COMING
• SEBELUM SAKELAR UTAMA
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 47
1 HYDRANT
2 SPRINGKLER
3 LIFT
4 PRESSURIZED FAN
5 EMERGENCY
6 MDB
G
MDB
1
2
3
4
5
6. Spare
Suplai daya listrik untuk
sarana keselamatan
tidak beleh terganggu
pada kondisi apapun
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 48
Aspek pertimbangan rancangan /
evaluasi instalasi listrik
Internal
Jenis pelayanan/beban
► Penerangan
► Pesawat tenaga
► Peruntukan /
► Karakteristik
► Daur tugas
► Dll
Eksternal
Jenis /kondisi lingkungan
► Ruang normal
► Ruang lembab
► Ruang panas
► Ruang berdebu
► Ruang uap/gas ledak
BESARAN NOMILAL
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 49
Penggolongan ruangan sesuai dengan sifatnya :
Huruf dalam kurung, petunjuk kategori dari ruang yang dimaksud
(n) Ruang kering
(l) Ruang kerja listrik
(lk) Ruang kerja listrik terkunci
(d) Ruang berdebu
(blg) Ruang dengan bahaya kebakaran dan ledakan gas
(bld) Ruang dengan bahaya kebakaran dan ledakan debu
(bks) Ruang dengan bahaya kebakaran serat
(ko) Ruang dengan gas, uap atau debu yang korosif
(b) Ruang lembab dan basah
(p) Ruang sangat panas
(k) Ruang kerja kasar
(r) Ruang radiasi
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 50
KETENTUAN UNTUK BERBAGAI RUANG DAN
INSTALASI KHUSUS
a.RUANG KERJA LISTRIK
• Pengawas ahli
• Cukup luas untuk melakukan pemeriksaan
• Penerangan yang baik
• Lantai, dinding, atap dari bahan tidak mudah
terbakar.
• Di udara terbuka
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 51
b. Ruang kerja listrik terkunci
•Tidak boleh dipasang mesin, pesawat, instrumen ukur dan
perlengkapan lain yang setiap hari dilayani.
•Pintu jalan masuk diatur sedemikian hingga:
•Pintu membuka ke luar.
•Dibuka dari luar menggunkan kunci
•Dibuka dari dalam tanpa kunci.
•Memasuki kerja listrik :
•Izin dari petugas berwenang
•Paling sedikit dua orang
•Sehat jasmani dan rohani, pakaian kering, waspada.
•Membawa dan memakai APD yang diperlukan.
•Memperhatikan rambu-rambu.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 52
Bekerja pada keadaan tidak bertegangan :
• dilakukan pada saat tegangan telah dibebaskan,
ditempat sarana pemutusan harus ada rambu.
• Dilakukan pemeriksaan tegangan dengan lampu uji.
• Perlengkapan harus dibumikan.
• Surat penugasan bagi petugas pembebasan tegangan
• Sirkit yang memungkinkan penyalur tegangan dikunci,
dan kunci disimpan oleh petugas.
• Penguncian harus dilaksnakan menurut prosedur
tertentu.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 53
Bekerja pada keadaan bertegangan ;
• dilakukan minimal dua orang, ahli, memilki surat ijin kerja.
• Pekerja dalam keadaan sehat rohani dan jasmani.
• Pekerja harus berdiri ditempat isolasi atau menggunakan
pekakas berisolasi yang handal.
• Menggunakan pengaman badan (APD) yang diperlukan.
• Semua perlengkapan yang digunakan diperksa.
• Keadaan cuaca.
• Dilarang menyentuh perlengkapan listrik dengan tangan
telanjang.
•
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 54
Bekerja di dekat instalasi yang bertegangan :
Perhatikan Jarak minimum aman
Perlengkapan harus bebas dari kebocoran isolasi atau imbas.
Dilarang menggunakan pengukur dari logam
Dilarang menggunakan tangga kayu yang diikat batang logam.
•Jarak aman atau diluar jangkauan
Tegangan kV Jarak cm
1 50
12 60
20 75
70 100
150 125
220 160
500 300
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 55
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LISTRIK.
Penolong harus mengamankan diri dahulu untuk
menhindarkan pengaruh arus listrik, berada pada papan
kering, kain kering, pakaian, alas yang serupa itu yang
bukan logam (kayu, karet). Jika tidak mungkin kedua tangan
penolong dibalut dengan kain kering, pakaian kering atau
bahan serupa itu (kertas, karet).
Pada saat memberikan pertolongan, penolong harus
menjaga diri agar tubuhnya jangan bersentuhan dengan
benda logam.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 56
a. Cara membebaskan penderita dari aliran listrik
• Penghantar dibuat bebas dari tegangan dengan
memutuskan sakelar atau gawai pengaman, penghantar
ditarik sampai terlepas dari penderita dengan
menggunakan benda kering bukan logam, kayu atau tali
yang diikat pada penghantar.
• Penderita ditrik dari tempat kecelakaan.
• Penghantar dilepas dari tubuh penderita dengan tangan
yang dibungkus dengan pakaian kering yang dilipat-
lipat.
• Penghantar dihubungpendekan atau dibumikan.
b. Berikan pertolongan medis secepatnya.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 57
Klasifikasi :
Kelompok 1 : Instalasi untuk Utilitas bangunan, bila
terputus tidak berpengruh langsung
terhadap pasien
Kelompok 1 E : Instalasi listrik untuk intalasi medik, yang
berfungsi langsung dengan penderita, bila
terputus dari dalam tempo kurang 10
detik harus segera mendapat catu daya
pengganti khusus (CDPK)
Kelompok 2 E : Instalasi listrik untuk intalasi medik
berfungsi langsung dengan penderita, bila
terputus harus langsung mendapat catu
daya pengganti khusus (CDPK)
REF. K3 LISTRIK DI RUMAH SAKIT
PUIL-2000
FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 58
Sumber Normal Sumber Emergency
Baterai atau
Motor Generator
RUANG
KELOMPOK 1
RUANG
KELOMPOK 1E
RUANG
KELOMPOK 2E
G
< 10 dt < 0,5 dt
Sistem distribusi listrik di rumah sakit
Instalasi listrik Ketel
Uap
Alat penerangan dan alat listrik lainya tidak
diijinkan menggunakan tegangan lebih dari 50
Volt
Jika digunakan kabel fleksibel harus
berselubung karet atau berperisai logam
fleksibel.
Bila diperlukan tegangan lebih dari 50 V, maka
bagian logam dari ketel uap harus dibumikan
Jenis kabel yang digunakan harus berselubung
karet dan berperisai logam
PUIL 2000
Psl. 8.12
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 60
L1
L2
L3
N
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 61
L1
L2
L3
N
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 62
GENERATOR
Ref. PUIL 2000 (5.5.1.1.)
a. nama pabbrik pembuat
b. tegangan pengenal
c. arus beban pengenal
d. daya pengenal
e. freq, Jumlah fase,
f. rpm
g. suhu lingkungan > kenaikan suhu
h. klas isolasi
I. teg. kerja dan arus beban penuh
j. lilitan
k. daur kerja
Tanda Pengenal (Plat nama)
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 63
GENERATOR (PEMBANGKIT LISTRIK)
Ref. PUIL 2000 (5.5.1.1.)
a. Pada saat beban dimasukan, teg turun mak 25% dan pulih 0,5 detik
b. Kapasitas bahan bakar untuk 8 jam
c. Pipa saluran bahan bakar harus terlindung dari panas dan mekanis
d. Pipa saluran gas buang harus disalut shg suhu mak 70o C
e. Pelepasan gas buang pada sebelah sisih udara masuk
f. Sistem pendinginan harus terjamin
g. Pondasi harus dirancang dengan perdam getaran mesin
h. Harus dipasang tanda peringatan
PENGGERAK
MULA G BEBAN
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 64
GENERATOR
Ref. PUIL 2000 (5.6)
1. Harus diproteksi thd arus lebih
2. Mak 150 % > I beban penuh
3. Penghantar 115% > I beban penuh
G
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 65
KOMPETENSI SDM
BIDANG LISTRIK
1.KETEKNIKAN
2.KESELAMATAN KERJA
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 66
B. Jenis Sertifikasi Kompetensi Personel
1. Bidang K3 Listrik (311/M/2002)
- Ahli K3 Listrik / Petir
- Teknisi K3 Listrik / Petir
2. Sertifikat Bidang Teknisi Lift (407/M/99)
• PENYELIA PEMASANGAN
Mengawasi pelaksanaan pekerjaan
Proyek pemasangan
• TEKNISI (Ajustment)
Melaksanakan Comissioning,
• TEKNISI PEMELIHARAAN
Merawat dan memperbaiki lift
• PENYELIA OPERASI LIFT
Mengawasi kelaikan operasi lift
Pengurus Wajib Membentuk Organisasi K3
PK dan Menyiapkan Personilnya
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 67
Bagian 9.5.3.1 : Orang yang diberi tanggung jawab,
perancangan, pemasangan,
pemeriksaan, dan pengujian inst.
Listrik, harus memahami K3 dan
memiliki ijin kerja.
Bagian 9.5.3.2 : Orang yang mengawasi pemasangan
instalasi listrik
Bagian 9.10.4. : Pengusahaan listrik > 200 kVA harus
memiliki organisasi yang
bertanggjawab secara khusus
Bagian 9
Pengusahaan Instalasi Listrik
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 68
KOMPETENSI SDM
BIDANG K3 LISTRIK
AHLI K3 LISTRIK : MENILAI RANCANGAN;
RIKSA UJI
PENYELIA K3 LISTRIK : PENGAWAS PEKERJAAN
PEMASANGAN,
PEMELIHARAAN,
PERBAIKAN
TEKNISI LISTRIK : PELAKSANA PELAYANAN,
PEMELIHARAAN
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 69
Inventarisasi
Jenis jabatan fungsional berbasis kompetensi K3 Listrik
1. Klas I. Teknisi ( pemasangan, pemeliharaan)
2. Klas II. Penyelia (pemasangan, pengoperasian, pemeliharaan)
3. Klas III. Ahli K3 Listrik
Teknisi Listrik Penyelia K3 Listrik Ahli K3 Listrik
Dapat melayani dan
memelihara inst.
listrik secara benar
dan aman, baik bagi
dirinya, peralatan dan
aman dalam
pengoperasiannya
Dapat melakukan
pengawasan pek.
pemasangan dan
pemeliharaan inst.
listrik secara benar
dan aman sesuai
ketentuan dan
prosedur K3.
Dapat mengevaluasi
potensi bahaya dan
tindakan koreksi
terhadap:
• gambar
rancangan;
• hasil
pemeriksaan dan
pengujian;
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 70
Kep. Dirjen Binawas Kep 311/BW/2002
TEKNISI LISTRIK
(PELAKSANA PELAYANAN, PEMELIHARAAN)
KOMPETENSI
Tugas dan tanggung jawab :
► Melayani, merawat dan mengawasi
kelaikan instalasi listrik;
► Membantu pemeriksaan dan pengujian
instalasi listrik;
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 71
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 72
Sasaran
OBYEK YANG TERTINGGI
Arus : 5.000 ~ 200.000 A
Panas: 30.000
o
C
AWAN KE AWAN
AWAN KE BUMI
KERUSAKAN
• THERMIS,
• ELEKTRIS
,
• MEKANIS,
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 73
Petir
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 74
BAHAYA SAMBARAN PETIR
SAMBARAN
LANGSUNG
. SAMBARAN
TIDAK LANGSUNG
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 75
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 76
KONSEP PROTEKSI BAHAYA
SAMBARAN PETIR
PERLINDUNGAN SAMBARAN LANGSUNG
Dengan memasang instalasi penyalur petir pada
bangunan
Jenis instalasi :
- Sistem Franklin
- Sistem Sangkar Faraday
- Sistem Elektro statik
PERLINDUNGAN SAMBARAN TIDAK LANGSUNG
Dengan melengkapi peralatan penyama tegangan
pada jaringan instalasi listrik (Arrester)
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 77
Instalasi penyalur petir
yang tidak
memenuhi syarat dapat
mengundang bahaya
Grounding tidak sempurna
Berbahaya
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 78
Ref
1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No Per 02/Men/1989
tentang instalasi penyalur petir
Berlaku untuk sistem proteksi eksternal / proteksi
bahaya sambaran langsung
2. SNI 04- 0225 2000 (PUIL 2000)
Sebagai rujukan untuk sistem proteksi internal / proteksi
bahaya sambaran tidak langsunglangsung
Instalasi penyalur petir yang tidak
memenuhi syarat dapat mengundang bahaya
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 79
INSTALASI PENYALUR PETIR
PERMENAKER PER-02 MEN/1989
PENERIMA
(AIR TERMINAL)

HANTARAN PEMBUMIAN
(GROUNDING)

HANTARAN PENURUNAN
(DOWN CONDUCTOR)

SISTEM FRANKLIN
Sudut perlindungan
112 o
Resistan pembumian
mak 5 ohm
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 80
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 81
++++++++
++++++++
++++++++
------------
-------------
------------
MENYAMBAR
JARINGAN LISTRIK
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 82
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 83
Pengawasan K3
Instalasi Penyalur Petir
+++++++
+++++++++
+++++++
- - - - - - -
- - - - - -
- - - - -
PERMENAKER
No. PER 02/MEN/1989
Tentang
Instalasi Penyalur Petir
Ruang lingkup :
Sistem eksternal
Jenis :
konvensi onal &
elektrostatik
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 84
INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR
A : Peruntukan bangunan (-10 0 1 2 3 5 15)
B : Struktur konstruksi ( 0 1 2 3 )
C : Tinggi bangunan ( 0 2 3 4 5 - 10)
D : Lokasi bangunan ( 0 1 2)
E : Hari guruh ( 0 1 2 3 4 - 7)
R = A + B + C + D + E
< 11 ABAIKAN
= 11 KECIL
= 12 SEDANG
= 13 AGAK BESAR
= 14 BESAR
> 14 SANGAT BESAR
PERTIMBANGAN PEMASANGAN
INSTALASI PENYALUR PETIR
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 85
INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR
A : Peruntukan bangunan
Rumah tinggal : 1
Bangunan umum : 2
Banyak orang : 3
Instalasi gas,minyak, rumah sakit : 5
Gudang handak : 15
B : Struktur konstruksi
Steel structure : 0
Beton bertulang, kerangka baja atap logam: 1
Beton bertulang, atap bukan logam : 2
Kerangka kayu atap bukan logam : 3
C : Tinggi bangunan
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 86
INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR
C : Tinggi bangunan
s/d 6 m : 0
12 m : 2
17 m : 3
25 m : 4
35 m : 5
50 m : 6
70 m : 7
100 m : 8
140 m : 9
200 m : 10
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 87
D : Lokasi bangunan
Tanah datar : 0
Lereng bukit : 1
Puncak bukit : 2
E : Hari guruh per tahun
2 : 0
4 : 1
8 : 2
16 : 3
32 : 4
64 : 5
128 : 6
156 : 7
INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 88
Ruangan berpotensi
bahaya ledakan
gas/uap/debu/serat
SNI 225 - 1987
PUIL-1987
(820 - B.16 dan - C.4)
Harus dipasang instalasi
PROTEKSI PETIR
(Sistem internal protection)
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 89
PROTEKSI PETIR SYSTEM INTERNAL
GROUNDING
ARRESTER
RSTN RSTN
Semua bagian konduktif dibonding
Semua fasa jaringan RSTNG dipasang Arrester
Bila terjadi sambaran petir pada jaringan instalasi listrik semua
kawat RSTN
tegangannya sama tidak ada beda potensial
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 90
SYARAT-SYARAT PEMASANGAN
PENGHANTAR PENURUNAN
1. Dipasang sepanjang bubungan ke tanah.
2. Diperhitungkan pemuaian dan penyusutan.
3. Jarak antara alat pemegang penghantar maximal 1,5 meter.
4. Dilarang memasang penghantar penurunan dibawah atap dalam
bangunan.
5. Jika ada, penurunan dipasang pada bagian yang terdekat pohon,
menonjol.
6. Memudahkan pemeriksaan.
7. Jika digunakan pipa logam, pada kedua ujung harus disambung
secara elektris.
8. Dipasang minimal 2 penurunan.
9. Jarak antar kaki penerima dan titik percabangan penghantar
maximal 5 meter.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 91
BAHAN PENGHANTAR PENURUNAN
a. Kawat tembaga penampang min. 50 mm2 & Tebal minimal 2 mm.
b. Bagian atap, pilar, dinding, tulang baja yang mempunyai massa
logam yang baik.
c. Khusu tulang beton harus memnuhi :
a. Sudah direncanakan untuk itu
b. Ujung-ujung tulang baja mencapai garis permukaan air dibawah
tanah.
d. Kolom beton yang digunakan sebagai penghantar adalah kolom
beton bagian luar.
e. Pipa penyalur air hujan + minimal dua pengantar penurusan khusus.
f. Jarak antar penghantar
a. Tinggi < 25 m max. 20 m
b. Tinggi 25 – 50 m max (30 – 0,4xtinggi bangunan)
c. Tinggi > 50 m max 10 meter.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 92
SYARAT PEMBUMIAN/TAHANAN PEMBUMIAN
a. Dipasang sedemikian sehingga tahan pembumian terkecil.
b. Sebagai elektroda bumi dapat digunakan
a. Tulang baja dari lantai kamar, tiang pancang
(direncanakan).
b. Pipa logam yang dipasang dalam bumi secara tegak.
c. Pipa atau penghantar lingkar yang dipasang dalam bumi
secara mendatar.
d. Pelat logam yang ditanam.
e. Bahan yang diperuntukkan dari pabrikan (spesifikasi
sesuai standar)
c. Dipasang sampai mencapai permukaan air dalam bumi.
d. Masing-masing penghantar dari suatu instalasi yang
mempunyai beberapa penghantar harus disambungkan
dengan elektroda kelompok.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 93
e. Terdapat sambungan ukur.
f. Jika keadaan alam tidak memungkinkan,
• Masing-masing penghantar penurunan harus disambung
dengan penghantar lingkar yang ditanam dengan beberapa
elektro tegak atau mendatar sehingga jumlah tahan
pembumian bersama memenuhi syarat.
• Membuat suatu bahan lain (bahan kimia dan sebagainya)
yang ditanam bersama dengan elektroda sehingga tahan
pembumian memenuhi syarat.
g. Elektroda bumi yang digunakan untuk pembumian instalasi
listrik tidak boleh digunakan untuk pembumian instalasi
penyalur petir.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 94
BANGUNAN YANG MEMPUNYAI ANTENA
1. Antena harus dihubungkan dengan instalasi penyalur petir
dengan penyalur tegangan lebih, kecuali berada dalam
daerah perlindungan.
2. Jika antena sudah dibumikan, tidak perlu dipasang
penyalur tegangan lebih.
3. Jika antena dpasang pada bangunan yang tidak mempunyai
instalasi petir, antena harus dihubungkan melalui penyalur
tegangan lebih.
4. Pemasangan penghantar antara antena dan penyalur petir
sedemikian menghindari percikan bunga api.
5. Jika suatu antena dipasang pada tiang logam, tiang
tersebut harus dihubungkan dengan instalasi penyalur
petir.
6. Jika antena dipasang secara tersekat pada suatu tiang
besi, tiang besi ini harus dihubungkan dengan bumi.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 95
CEROBONG YANG LEBIH TINGGI DARI 10 M
a. Instalasi penyalur petir yang terpasang dicerobong
tidak boleh dianggap dapat melindung bangunan yang
berada disekitarnya.
b. Penerima harus dipasang menjulang min 50 cm di atas
pinggir cerobong.
c. Alat penangkap bunga api dan cincin penutup pinggir
bagian puncak dapat digunakan sebagai penerima petir.
d. Instalasi penyalur petir dari cerobong min harus
mempunyai 2 penurunan dengan jarak yang sama satu
sama lain.
e. Tiap-tiap penurunan harus disambungkan langsung
dengan penerima.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 96
PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN
1. Setiap instalasi penyalur petir harus dipelihara agar
selalu bekerja dengan tepat, aman dan memenuhi syarat.
2. Instalasi penyalur petir petir harus diperiksa dan diuji :
1. Sebelum penyerahan dari instalatir kepada pemakai.
2. Setelah ada perubahan atau perbaikan (bangunan atau
instalasi)
3. Secara berkala setiap dua tahun sekali.
4. Setelah ada kerusakan akibat sambaran petir.
3. Dilakukan oleh pegawai pengawas, Ahli K3 atau PJK3
Inspeksi.
4. Pengurus atau pemilik wajib membantu (penyedian alat)
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 97
Dalam pemeriksaan dan pengujian hal yang perlu
diperhatikan :
a. Elektroda bumi, terutama pada jenis tanah yang
dapat menimbulkan karat.
b. Kerusakan-kerusakan dan karat dari penerima,
penghantar
c. Sambungan-sambungan
d. Tahanan pembumian dari masing-masing
elektroda maupun elektorda kelompok.
e. Setiap hasil pemeriksaan dicatat dan diperbaiki.
f. Tahanan pembumian dari seluruh sistem
pembumian tidak boleh lebih dari 5 ohm.
g. Dilakukan pengukuran elektroda pembumian.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 98
Pesawat lift sebagai sarana transportasi
vertikal yang dirancang dengan perangkat
pengendali otomatik dari dalam kereta dan
pada setiap lantai pemberhentian.
Pengguna/penumpang lift hanya dengan
tekan tombol dapat mengendalikannya
menuju lantai yang dikehendaki;
LIFT
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 99
JUMLAH IJIN LIFT
Th.1979 SD MEI 2006
IJIN lift :12150 UNIT
Info dar Assosiasi 16000
unit lift terpasang
Jika rata2 100
orang/hari
3.200.000 orang per hari
TEKNISI PEMEGANG MERK
340 ORANG
Penyelia : +/- 300 ORANG
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 100
Bank Indonesia
15 ORANG MENINGGAL
BI
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 101
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 102
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 103
UU 1/70 Bab II Psl 2 (2) - f
……… tempat kerja dimana :
f. Dilakukan pengangkutan barang,
binatang, atau manusia, baik
didarat, melalui terowongan,
dipermukaan air, dalam air maupun
di udara
Ketentuan K3 LIFT
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 104
UU 1/70 (Bab III Psl 3 (1) - n
Dengan peraturan perundangan
ditetapkan syarat-syarat keselamatan
kerja untuk :
n. “Mengamankan dan memperlancar
pengangkutan orang, binatang,
tanaman atang barang”.
Syarat-syarat K3 Lift
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 105
Apabila terjadi sesuatu hal yang
membahayakan, penumpang tidak
dapat berbuat apa apa,
Aspek kehandalan dan keselamatan
penumpang merupakan faktor
dasar dalam pertimbangan
perancangan pesawat lift.
LIFT
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 106
K3 LIFT
Untuk menjamin kehandalan dan
keamanan pesawat lift, telah ditetapkan
syarat-syarat K3,
Dasar :
Undang undang No 1 th 1970;
Peraturan Menaker No Per. 03/Men/1999
Kepmenaker No. : Kep 407/M/BW/1999
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 107
Dasar pertimbangan
Pertimbangan teknis penetapan Peraturan K3 Lift (Perat.
Menteri Tenaga Kerja No Per 03/Men/1999) adalah bahwa
Pesawat lift dinilai mempunyai potensi bahaya tinggi,
Pasal 25
Pengurus yang membuat, memasang, memakai pesawat lift
dan perubahan teknis maupun administrasi harus
mendapat ijin dari Menteri atau pejabat yang ditunjuknya.
PENGENDALIAN K3 LIFT
PERMENAKER NO : PER 03/MEN/1999
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 108
PENYELIA PEMASANGAN
Mengawasi pelaksanaan pekerjaan
Proyek pemasangan
TEKNISI (Ajustment)
Melaksanakan Comissioning,
TEKNISI PEMELIHARAAN
Merawat dan memperbaiki lift
PENYELIA OPERASI LIFT
Mengawasi kelaikan operasi lift
KLASIFIKASI & KOMPETENSI TEKNISI LIFT
KEPUTUSAN MENTERI
No KEP-407/M/BW/99
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 109
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI
KARTU LISENSI K3
TEKNISI PEMELIHARAAN LIFT DAN ESCALATOR
No : 64/PNKK/07.03 Berlaku s/d : 28 Juli 2008
Nama : FRANSISCUS WARTOYO
Tempat & tgl lahir : Yogyakarta, 2 April 1954
Instansi/Perh. : PT. Toshindo Elevator Utama
Alamat : Jl. Boulevard Rukan Plaza Pasific B2 No. 25 -
Kelapa Gading – Jakarta Utara
Jakarta, 28 Juli 2003
PLT. DIREKTUR PENGAWASAN NORMA
KESELAMATAN KERJA
Ir. Imam Subari
NIP. 160009422
C0ntoh
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 110
KOMPETENSI
TEKNISI PEMELIHARAAN LIFT DAN ESCALATOR
SESUAI KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA RI
NO. : KEP. 407/M/BW/1999
Tugas dan tanggung jawab :
1. Merawat dan mengawasi kelaikan operasi lift dan
eskalator;
2. Membantu pemeriksaan dan pengujian lift dan
eskalator;
C0ntoh
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 111
DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI
KARTU LISENSI K3
PENYELIA OPERASI LIFT DAN ESCALATOR
No : 48/PNKK/07.03 Berlaku s/d : 28 Juli 2008
Nama : SLAMET RIYANTO
Tempat & tgl lahir : Semarang, 28 Mei 1963
Instansi/Perh. : Pemda Jawa Tengah
Alamat : Jl. Pahlawan No. 9 Semarang 50243
Jakarta, 28 Juli 2003
PLT. DIREKTUR PENGAWASAN NORMA
KESELAMATAN KERJA
Ir. Imam Subari
NIP. 160009422
C0ntoh
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 112
KOMPETENSI
TEKNISI PENYELIA OPERASI LIFT DAN ESCALATOR
SESUAI KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA RI
NO. : KEP. 407/M/BW/1999
Tugas dan tanggung jawab :
 Mengawasi keselamatan operasi lift dan
eskalator;
 Mengambil tindakan pengamanan keadaan
darurat operasi lift dan eskalator;
C0ntoh
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 113
GAMBAR
RENCANA
PEMASANGAN
IJIN
PEMASANGAN
EVALUAS
I
RIKSA UJI
IJIN
PEMAKAIAN
OK
OK
RIKSA UJI
BERKALA
PEMAKAIAN
MEKANISME PENGAWASAN K3
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 114
Pasal 24
Ayat (1)
Pembuatan dan atau pemasangan
lift harus sesuai dengan gambar
rencana yang disahkan oleh Menteri
atau pejabat yang ditunjuk
Ayat 2
Dokumen perencanaan
-Gambar konstruksi lengkap
-Perhitungan konstruksi
-Spesifikasi dan sertifikasi material
Ayat 3
Proses pembuatannya harus
memenuhi SNI atau Standar
internasional yang diakui
PABRIKASI LIFT
DESAIN PEMBUATAN
Engineering design :
• Konsep desain
• Standar desain
• Checking perhitungan konstruksi
Memenuhi
syarat
IJIN PEMBUATAN (PABRIKASI) LIFT
IJIN K3
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 115
Pasal 24 Ayat (4)
Gambar rencana pemasangan lift
terdiri :
-Denah ruang mesin dan
peralatannya
-Konstruksi mesin dan
penguatannya
-Diagram instalasi listrik
-Diagram pengendali
-Rem pengaman
-Bangunan ruang luncur dan
pintu-pintunya
-Rel pemandu dan penguatannya
-Konstruksi kereta
-Governor dan peralatannya
-Kapasitas angkut, kecepatan,
tinggi vertikal
-Perhitungan tali baja LAIK
KONSTRUKSI LIFT
IJIN K3
Perencanaan pemasangan lift
Doc.Lengka
p
Analisis :
Evaluasi gambar dan sertifikat
Checking perhitungan kekuatan konstruksi
Memenuhi
syarat
IJIN PEMASANGAN LIFT
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 116
IJIN PEMAKAIAN LIFT (PERMENAKER : PER 03/MEN/1999)
Pasal 30
Ayat (1)
Setiap lift sebelum dipakai harus
diperiksa dan diuji sesuai standar
uji yang ditentukan
Standar uji K3 lift :
SNI 1718 – 1989 – E
Bentuk laporan :
-38 - L
-39 - L
LIFT LAIK
OPEPASI
IJIN K3
AS BUILT DRAWING LIFT
TEST & COMMISSIONING
-PEMERIKSAAN VISUAL/VERIFIKASI DATA
-PENGUJIAN PEMBEBANAN
-PENGUJIAN REM & SAFETY DEVISES
Memenuhi
syarat
1 tahun
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 117
JUMLAH LIFT
Th.1979 SD AGUSTUS 2003
DKI JAKARTA 6707
B A N T E N 28
JAWA BARAT 316
JAWA TENGAH 179
YOGYAKARTA 113
JAWA TIMUR 621
B A L I 192
A C E H 15
SUMATERA UTARA 260
SAMATERA BARAT 30
SUMATERA SELATAN 59
R I A U 72
J A M B I 18
BENGKULU 9
LAMPUNG 26
KALIMANTAN TENGAN 2
KALIMANTAN TIMUR 86
KALIMANTAN BARAT 20
KALIMANTAN SELATAN 21
SULAWESI UTARA 44
SULAWESI SELATAN 125
SULAWESI TENGGARA 1
SULAWESI TENGAH -
A M B O N 19
IRIAN JAYA 19
NUSA TENGGARA BARAT 3
NUSA TENGGARA TIMUR 2
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 118
PABRIKASI LIFT
DESAIN LIFT IJIN
K3
PEMASANGAN
LIFT
DESAIN
KONSTRUKSI
PEMASANGAN LIFT
IJIN
K3
PEMAKAIAN
LIFT
AS BUILT DRAWING
TEST & Commissioning
PEMERIKSAAN DAN
PENGUJIAN
IJIN
K3
PERIJINAN K3 LIFT (PERMENAKER : PER 03/MEN/1999)
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 119
1. Sertifikat Pengesahan Alat / Instalasi
- Pembuatan
- Pemasangan
- Pemakaian
2. Sertifikasi, Lisensi, Kompetensi Personil
3. SKP Lembaga K3 (Perencana, pemasang,
Riksa-uji, Pembinaan)
Jenis Sertifikasi K3 Bidang Listrik
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 120
A. Sertifikasi Alat / Instalasi
1. Listrik
- Pengesahan Pembuatan Alat / Bahan
- Pengesahan Pemasangan Instalasi
- Sertifikat Penggunaan Alat / Instalasi
2. Penyalur Petir
- Pengesahan Pembuatan Alat / Bahan
- Pengesahan Pemasangan Instalasi
- Sertifikat Penggunaan Alat / Instalasi
3. Pesawat Lift
- Pengesahan Pembuatan Alat / Bahan
- Pengesahan Pemasangan Instalasi
- Sertifikat Penggunaan Alat / Instalasi
Jenis Sertifikasi / Perijinan K3 Listrik
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 121
B. Jenis Sertifikasi Kompetensi Personel
1. Bidang K3 Listrik (311/M/2002)
- Ahli K3 Listrik / Petir
- Teknisi K3 Listrik / Petir
2. Sertifikat Bidang Teknisi Lift (407/M/99)
• PENYELIA PEMASANGAN
Mengawasi pelaksanaan pekerjaan
Proyek pemasangan
• TEKNISI (Ajustment)
Melaksanakan Comissioning,
• TEKNISI PEMELIHARAAN
Merawat dan memperbaiki lift
• PENYELIA OPERASI LIFT
Mengawasi kelaikan operasi lift
Pengurus Wajib Membentuk Organisasi K3
PK dan Menyiapkan Personilnya
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 122
RANGKUMAN
Listrik mengandung potensi bahaya yang dapat
mengancam keselamatan manusia (tenaga kerja),
asset maupun lingkungan, karena itu instalsi listrik
harus dikendalikan dengan pendekatan:
 TEKNIS : dirancang, dipasang, diperiksa/diuji secara
berkala dengan mengacu pada standar (PUIL) yang
berlaku
 PERSONEL : melalui pembinaan kompetensi teknisi,
penyelia, ahli
 MANAJEMEN : menerapkan SMK3
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 123
RANGKUMAN
►Listrik, Lift mengandung potensi bahaya
►Penggunaan instalasi/peralatan listrik, lift
harus memiliki ijin/pengesahan K3
►Masa uji lift berlaku 1 tahun
►Operasional listrik/lift harus diawasi oleh
teknisi yang kompeten
►Pengurus bertanggung jawab atas
pelaksanaan syarat-syarat K3
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 124
1. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi
K3 berkaitan dengan pengesahan/perijinan
perencanaan, pembuatan, pemasangan atau
perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi
listrik, petir dan lift;
2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi
K3 berkaitan dengan orang/teknisi/operator
pelaksana perencanaan, pembuatan,
pemasangan atau perakitan, pemakaian,
pemeliharaan instalasi listrik, petir dan lift;
Ketrampilan Pegawai Pengawas
di bidang K3 Listrik
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 125
3. Memeriksa secara visual kondisi instalasi listrik ,
mengidentifikasi potensi bahaya atau menilai
potensi bahaya listrik, petir dan lift;
4. Membuat laporan / nota / rekomendasi
penerapan norma/ syarat-syarat K3 bidang listrik,
petir dan lift;
5. Penanganan kasus kecelakaan akibat bahaya
listrik, petir dan lift.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 126
1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan
dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan,
pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi
listrik.
Pola pelakasaan sesuai stsndar pelayanan
2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan
orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan,
pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi
listrik.
Sesuai dengan Kepmen No. 75/Men/2002 dan Kepdir No.
311/Men/BW/2003, teknisi yang melakukan perencanaan,
pemasangan, perawatan dan pemakaian instalasi listrik harus
memiliki keahlian dan kompetensi yang dibuktikan dengan lisensi
dan sertifikat pelatihan teknisi K3 listrik. Jika ditemukan teknisi listrik
belum mempunyai lisensi dan sertifikat, maka pegawai pengawas
harus memerintahkan kepada pengurus untuk memberikan pelatihan
kepada teknisi tersebut baik secara in house training (pelatihan yang
diselenggarakan di perusahaan atau mengikutksertakan ke
Lembaga pelatihan (PJK3 pembinaan) yang telah ditunjuk oleh
Menteri Tenaga Kerja.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 127
1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan
dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan,
pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi
listrik.
Sama dengan Kebakaran
2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan
orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan,
pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi
listrik.
Sesuai dengan Kepmen No. 75/Men/2002 dan Kepdir No.
311/Men/BW/2003, teknisi yang melakukan perencanaan,
pemasangan, perawatan dan pemakaian instalasi listrik harus
memiliki keahlian dan kompetensi yang dibuktikan dengan lisensi
dan sertifikat pelatihan teknisi K3 listrik. Jika ditemukan teknisi listrik
belum mempunyai lisensi dan sertifikat, maka pegawai pengawas
harus memerintahkan kepada pengurus untuk memberikan pelatihan
kepada teknisi tersebut baik secara in house training (pelatihan yang
diselenggarakan di perusahaan atau mengikutksertakan ke
Lembaga pelatihan (PJK3 pembinaan) yang telah ditunjuk oleh
Menteri Tenaga Kerja.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 128
3. Memeriksa secara visual kondisi instalasi listrik dan mengidentifikasi
potensi bahaya listrik
Memeriksa dan mengidentifikasi kondisi-kondisi atau perubahan yang
ada pada instalasi listrik yang dapat menimbulkan potensi bahaya listrik.
Bahaya listrik disebabkan oleh 2 (dua ) potensi bahaya, yaitu arus dan
suhu yang tinggi, Arus yang tinggi dapat menyebabkan kecelakaan pada
tenaga kerja dan kerusakan pada sumber produksi, begitu juga suhu
yang tinggi yang dihasilkan oleh listrik dapat menimbulkan bahaya
kebakaran.
Untuk menjamin bahwa suatu tempat kerja/perusahaan aman dari
bahaya listrik, maka harus dilakukan pengedalian terhadap arus listrik
dan suhu tinggi yang mungkin dapat ditimbulkannya. Arus dapat
mengalir atau mengenai manusia, peralatan dan lingkungan melalui 2
kondisi, yaitu kondisi sentuh langsung sehingga mengakibatkan bahaya
sentuh langsung dan kondisi sentuh tidak langsung yang mengakibatkan
bahaya sentuh tidak langsung.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 129
Bahaya Sentuh Langsung adalah sentuh langsung pada
bagian aktif perlengkapan atau instalasi listrik. Bagian aktif
perlengkapan atau instalasi listrik adalah bagian konduktif yang
merupakan bagian dari sirkit listriknya yang dalam keadaan pelayanan
normal, umumnya bertegangan dan atau dialiri arus listrik. Contoh
kondisi sentuh langsung : kabel yang terkelupas, stop kontak yang
tidak tertutup/ penutupnya rusak; sambungan kabel yang tidak
sempurna dll. Kondisi ini dapat dilakukan pengujian dengan alat tespen
(pengetes aliran arus).
Bahaya Sentuh Tidak Langsung adalah sentuh pada BKT
perlengkapan atau instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat
kegagalan isolasi. BKT perlengkapan atau instalasi listrik adalah
bagian konduktif yang tidak merupakan bagian dari sirkit listriknya yang
dalam pelayanan normal tidak bertegangan, tetapi dapat menjadi
bertegangan. Contoh kondisi sentuh tidak langsung : Instalasi/
peralatan yang tidak ada pembumian; Pembumian yang tidak
sempurna/rusak. Kondisi ini dapat dilakukan pengujian dengan alat
tespen (pengetes aliran arus).
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 130
Suhu tinggi adalah suhu tinggi yang diakibatkan oleh
penggunaan listrik dan dapat menjadi pemicu kebakaran,
disebabkan adanya bahan yang mudah terbakar. Contoh
kondisi yang dapat menimbulkan kebakaran akibat listrik :
pembebanan lebih, penggunaan peralatan listrik (kabel atau
alat lainnya) yang tidak sesuai standar (jenis, kapasitas dan
kesesuaian dengan peruntukan ruangan), instalasi yang sudah
aus.
Pegawai pengawas dalam melakukan pengawasan dan
pemeriksaan terhadap potensi bahaya akibat listrik, harus
dapat mengidentifikasi dan menemukan potensi-potensi
bahaya listrik (kondisi sentuh langsung, Sentuh tak langsung
atau kemungkinan terjadi kebakaran akibat penggunaan
instalasi yang tidak standar) dan memberikan saran /
rekomendasi sesuai dengan ketentuan/ peraturan yang
berlaku sebagaimana telah dijelaskan pada modul
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 131
4. Pembuatan laporan / nota / rekomendasi penerapan norma/ syarat-
syarat K3 bidang listrik
Jika hasil pemeriksaan terdapat hal-hal yang tidak sesuai atau
bertentangan dengan peraturan yang ada, maka pegawai pengawas
harus mewajibkan kepada pengurus/perusahaan untuk melaksanakan
sesuai dengan peraturan yang ada baik secara langsung (temuan yang
perlu diperbaiki langsung karena beresiko tinggi) dan melalui Nota
pemeriksaan serta membuat laporan ke kantor Dinas untuk
menindaklanjuti perencanaan/ pembuatan/ pemasangan atau perakitan,
pemakaian/ perbaikan / pemeliharaan/ pengujian instalasi listrik oleh
pegawai pengawas spesialis listrik atau PJK3.
Laporan berisikan kondisi tempat kerja / fakta yang ada di
tempat kerja dan potensi bahaya yang mungkin muncul apabila kondisi
tersebut tidak diperbaiki dan tindakan yang harus dilakukan. Nota
Pemeriksaan berisikan Kondisi tempat kerja/ fakta; dasar hukum yang
terkait dengan kondisi tersebut; saran tindak yang harus dilakukan oleh
pengurus/ pimpinan perusahaan sesuai dengan dasar hukum yang
terkait; kurun waktu pelaksanaan yang memungkinkan
pengurus/pimpinan perusahaan melaksanakan kewajibannya.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 132
Bentuk laporan pemeriksaan dan Nota pemeriksaan dapat dilihat pada
lampiran Permenaker No. 03/Men/1984 tentang pengawasan terpadu.
5. Penanganan Kasus Kecelakaan akibat bahaya listrik
Prosedur yang harus dilakukan dalam penanganan kasus
kecelakaan akibat bahaya listrik adalah :
a.Pengurus atau pimpinan perusahaan wajib melaporkan kejadian
kecelakaan dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam sejak terjadinya
kecelakaan ke Kepala Kantor Dinas Tenaga Kerja setempat.
b.Laporan kecelakaan tersebut dibuat secara tertulis dengan
menggunakan formulir (Lampiran II Permenaker No. 03/Men/1998)
c.Setelah menerima laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud point b,
Kepala Kantor Disnaker memerintahkan pegawai pengawas melakukan
pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 133
a. Pegawai Pengawas dalam melaksanakan pemeriksaan dan
pengkajian kecelakaan menggunakan formulir laporan pemeriksaan
dan pengkajian sesuai lampiran II Permenaker No. 03 /Men / 1998,
yang meliputi Data Umum Perusahaan, Data Korban, Fakta yang
didapat, Uraian terjadinya kecelakaan, Sumber kecelakaan, Type
kecelakaan , Penyebab Kecelakaan , syarat yang diberikan dan
Tindakan lebih lanjut serta hal-hal lain yang perlu dilaporkan. Untuk
lebih jelas peserta diklat harap mempelajari Permenaker No. 03 /
Men /1998.
b. Selanjutnya Pegawai Pengawas melakukan pembinaan K3
listrik sebagai tindakan preventif sehingga kecelakaan tidak terulang
lagi dan atau melakukan tindakan hukum sesuai dengan peraturan
perundangan.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 134
TATA LAKSANA TEKNIS K3
Penerbitan perijinan /pengesahan Instalasi listrik, petir dan lift
(a). Setiap laporan pemeriksaan dan pengujian harus dicatat dalam
buku Register dan diberi nomor sesuai ketentuan.
(b). Pembuatan Pengesahan/perijinan setelah mempertimbangkan
hasil pemeriksaan dan pengujian. Dalam pengesahan/perijinan memuat
syarat K3 yang harus selalu dipenuhi dan hasil pemeriksaan /pengujian.
Pengesahan/perijinan ditanda tangani oleh Kepala Dinas setelah diparaf
oleh Pegawai Pengawas dan atau atasan langsung Pegawai Pengawas.
(c). Setiap Pengesahan /perijinan harus dicatat dalam buku Register
dan diberi nomor sesuai ketentuan.
(d). Pengesahan/perijinan asli disampaikan kepada Pemakai/Pemilik
sarana listrik, petir dan lift, tindasan pertama disimpan di Dinas setempat
dan tindasan kedua disampaikan ke Tingkat Propinsi/ Pusat.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 135
Bidang instalasi Penyalur Petir
1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan
pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan,
pemakaian, perbaiakan dan pemeliharaan instalasi penyalur petir.
Pelaksanaan tugas ini sama seperti uraian pada B.1.1.
2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan
Orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan atau
perakitan dan pemeliharaan instalasi penyalur petir.
Sesuai Permenaker No. 02/Men/1989 bahwa setiap perencana, pembuatan,
pemasangan dan pemeliharaan instalasi penyalur petir dilakukan oleh pegawai
pengawas spesialis atau ahli K3 dan atau PJK3 inspeksi yang telah ditunjuk
oleh Menteri Tenaga Kerja. Jika ditemukan instalasi dipasang oleh orang yang
tidak berkompeten, maka pegawai pengawas harus mewajibkan kepada
pengurus untuk memenuhinya (dalam Nota pemeriksaan) dan melaporkan
kepada Kepala Dinas untuk menindaklanjuti pemeriksaan dan pengujian oleh
pegawai pengawas spesialis atau PJK3 inspeksi yang telah ditunjuk oleh
Menteri Tenaga Kerja.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 136
3. Menilai apakah tempat kerja / gedung termasuk kategori
yang wajib dipasang instalasi penyalur petir;
Penilaian terhadap tempat kerja yang wajib dipasang
instalasi penyalur petir, dengan memeriksa macam struktur
bangunan (indeks A); konstruksi bangunan (indeks B);
Tinggi bangunan (indeks C); situasi bangunan (indeks D);
Pengaruh Kilat (Indeks E); jika jumlah Indeks A+B+C+D+E
mencapai lebih 14, maka temapt kerja ini wajib memasang
instalasi penyalur petir; ketentuan perhitungan indeks dapat
dilihat pada lampiran I Permenaker No. 02/Men/1989.
Jika suatu tempat kerja telah masuk kategori wajib, maka
pegawai pengawas umum, mewajibkan kepada pengurus
untuk memasang instalasi penyalur petir dan membuat
laporan ke Kepala Dinas untuk menindaklanjuti
pengawasan pemasangan instalasi penyalur petir oleh
pegawai pengawas spesialis listrik atau PJK3.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 137
4. Memeriksa secara visual kondisi instalasi penyalur petir
Melakukan pemeriksaan terhadap instalasi penyalur
petir yaitu kondisi penerima, hantaran penurunan dan
pembumian. Kondisi visual yang dipersyaratkan sesuai
dengan Permen No. 02/Men/1989, sehingga calon pegawai
pengawas harap mempelajari syarat-syarat teknis yang
diuraikan dalam Permen No. 02/Men/1989 atau pada
modul pembinaan. Jika ditemukan kondisi yang sudah
tidak sesuai lagi (rusak atau terdapat perubahan secara
teknis), maka pegawai pengawas mewajibkan
pengurus/pimpinan perusahaan untuk melakukan
perbaikan.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 138
5.Pembuatan laporan / nota / rekomendasi penerapan
norma/ syarat-syarat K3 instalasi penyalur petir
Jika hasil pemeriksaan terdapat hal-hal yang tidak sesuai
atau bertentangan dengan peraturan yang ada, maka
pegawai pengawas harus mewajibkan kepada
pengurus/perusahaan untuk melaksanakan sesuai dengan
peraturan yang ada baik secara langsung (temuan yang
perlu diperbaiki langsung karena beresiko tinggi) dan
melalui Nota pemeriksaan serta membuat laporan ke
kantor Dinas untuk menindaklanjuti perencanaan/
pembuatan/ pemasangan atau perakitan, pemakaian/
perbaikan / pemeliharaan/ pengujian instalasi penyalur
petir oleh pegawai pengawas spesialis listrik atau PJK3.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 139
Bidang Lift
1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan
pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau
perakitan, pemakaian, pemeliharaan Pesawat lift.
Pelaksanaan tugas ini sama seperti uraian pada B.1.1.
2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan
orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan
atau perakitan, pemakaian dan pemeliharaan pesawat lift.
Sesuai dengan Permen No. 03/Men/1999 dan Kepdir No.
407/Men/BW/1999, teknisi yang melakukan perencanaan, pemasangan,
perawatan dan pemakaian pesawat lift harus memiliki keahlian dan
kompetensi yang dibuktikan dengan lisensi dan sertifikat pelatihan teknisi
K3 lift. Jika ditemukan teknisi lift belum mempunyai lisensi dan sertifikat,
maka pegawai pengawas harus memerintahkan kepada pengurus untuk
memberikan pelatihan kepada teknisi tersebut baik secara in house training
(pelatihan yang diselenggarakan di perusahaan atau mengikutsertakan ke
Lembaga pelatihan (PJK3 pembinaan) yang telah ditunjuk oleh Menteri
Tenaga Kerja.Pelaksanaan (Penyelenggara, kurikulum dan persyaratan
pesera) pembinaan bagi teknisi lift harus sesuai dengan Kepdir
407/Men/BW/1999. Pegawai Pengawas harus melakukan pemantauan
terhadap pelaksanaan pembinaan teknisi lift agar sesuai dengan peraturan.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 140
3. Memeriksa secara visual kondisi pesawat lift
Pemeriksaan secara visual ini adalah memeriksa
kondisi fisik instalasi apakah terdapat
perubahan/kerusakan pada sangkar lift, ruang mesin
dll, seperti yang diatur dalam Permen No.
03/Men/1999, peserta diklat harap memperlajari
Permenaker No. 03/Men/1999 dan modul pembinaan.
Jika ditemukan kondisi yang sudah tidak sesuai lagi
(rusak atau terdapat perubahan secara teknis), maka
pegawai pengawas mewajibkan pengurus/pimpinan
perusahaan untuk melakukan perbaikan.
1/10/2023 Created by ganjar budiarto 141
4. Pembuatan laporan / nota / rekomendasi penerapan
norma/ syarat-syarat K3 pesawat lift
Jika hasil pemeriksaan terdapat hal-hal yang tidak
sesuai atau bertentangan dengan peraturan yang
ada, maka pegawai pengawas harus mewajibkan
kepada pengurus/perusahaan untuk melaksanakan
sesuai dengan peraturan yang ada baik secara
langsung (temuan yang perlu diperbaiki langsung
karena beresiko tinggi) dan melalui Nota
pemeriksaan serta membuat laporan ke kantor Dinas
untuk menindaklanjuti perencanaan/ pembuatan/
pemasangan atau perakitan, pemakaian/ perbaikan /
pemeliharaan/ pengujian pesawat lift oleh pegawai
pengawas spesialis listrik atau PJK3.

Presentasi k3-listrik.ppt

  • 1.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 1 BAGIAN KE II PENGAWASAN K3-LISTRIK
  • 2.
    Arus / Teganganlistrik Tidak tampak Tidak berbau Tidak berbunyi Dapat dirasakan Dapat menyebabkan Kematian DANGER
  • 3.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 3 LATAR BELAKANG ► Tenaga listrik sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat luas ► Listrik mengandung potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa dan harta benda ► Penyelenggaraan sistem ketenagalistrikan perlu adanya kebijakan pemerintah sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat terjamin keselamatannya.
  • 4.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 4 N
  • 5.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 5 Bahaya kejut listrik t : 1,0 0,8 0,6 0,4 0,3 0,2 (detik) E : 90 100 110 125 140 200 (Volt) I : 180 200 250 280 330 400 (mA) Langsung Tidak langsung
  • 6.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 6 EFEK SENGATAN LISTRIK Besar arus yang melewati tubuh Akibat yang timbul 1 mA, atau kurang Tidak ada akibat, tidak terasa 1 – 8 mA Sengatan terasa tetapi tidak sakit dan tidak mengganggu kesadaran 8 – 15 mA Sengatan terasa sakit, tetapi masih bisa melepaskan diri, kesadaran tidak hilang 15 – 20 mA Sengatan sakit kesadaran bisa hilang dan tidak bisa melepaskan diri 20 – 50 mA Kesakitan, susah bernafas, terjadi konstraksi pada otot & kesadaran hilang 100 – 200 mA Kondisi mematikan langsung dan susah ditolong 200 mA atau lebih Terbakar dan jantung berhenti berdetak BERBAHAYA AMAN
  • 7.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 7 TEGANGAN SENTUH YANG DIIJINKAN (IEC) Tegangan Sentuh (Volt) Waktu MaksimumYang Diijinkan (Detik) > 50 ~ 50 5 75 1 90 0.5 110 0.2 150 0.1 220 0.05 280 0.03
  • 8.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 8
  • 9.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 9 Sentuhan langsung adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif yang secara normal bertegangan Sentuhan tidak langsung adalah bahaya sentuhan pada bagian konduktif yang secara normal tidak bertegangan, menjadi bertegangan karena terjadi kegagalan isolasi
  • 10.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 10 Data kec. listrik (PLN) 95-99. Jumlah kasus 1.458 kasus kecelakaan N Korban tewas 818 orang N karyawan 183 orang & N masyarakat 635 orang  Luka serius 476 orang $ Kasus kebakaran 741 kasus $ Gangguan teknis 2720 kasus $ Kerugian Rp. 25.5 milyar
  • 11.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 11 - Api terbuka : 415 (37,19 %) - Listrik : 297 (26,6 %) - Pembakaran : 80 (7,17 %) - Peralatan panas : 35 (3,14 %) - Lain lain : 46 (3,4 %) - Tidak dpt ditentukan : 243 (19.73 %) Puslabfor Mabes Polri
  • 12.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 12  Pembebanan lebih  Sambungan tidak sempurna  Perlengkapan tidak standar  Pembatas arus tidak sesuai  Kebocoran isolasi  Listrik statik  Sambaran petir
  • 13.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 13 next previous Ketenagalistrikan
  • 14.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 14 NAB FAKTOR FISIKA Kep 51/Men/1999 Freq Power Density mW/Cm2 Kuat medan listrik A/m Kuat medan magnet V/m Rata2 waktu pemajanan Menit 30kHz -100 kHz 614 163 6 100 kHz – 3 MHz 614 16.3/f 6 3 MHz – 30 MHz 1842/f 16,3/f 6 30 MHz – 100 MHz 61,4 16,3/f 6 100 MHz - 300 MHz 1 61,4 0,163 6 300 MHz – 3 GHz f/300 6 3 GHz – 15 GHz 10 6 15 GHz-300 GHz 10 616.000/f4 f : Freq MHz
  • 15.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 15 TM/ TR G Tempat kerja Bukan tempat kerja TT/ TET M Kebijakan nasional dalam hal upaya menjamin tempat kerja yang Aman dan lingkungan yang Sehat Kebijakan nasional dalam hal penyediaan tenaga listrik (pengusahaan) yang Andal, Aman dan Akrap lingkungan
  • 16.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 16 Dasar hukum : Undang undang No 1 tahun 1970 Keselamatan Kerja Pasal 2 ayat (2) huruf q (Ruang lingkup) Setiap tempat dimana listrik dibangkitkan, ditransmisikan, dibagi-bagikan, disalurkan dan digunakan
  • 17.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 17 Dasar hukum : Undang undang No 1 tahun 1970 Keselamatan Kerja Pasal 3 ayat (1) huruf q (Objective) Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk: q. mencegah terkena aliran listrik berbahaya
  • 18.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 18 Tujuan K3 Listrik 1. Menjamin kehandalan instalasi listrik sesuai tujuan penggunaannya. 2. Mencegah timbulnya bahaya akibat listrik N bahaya sentuhan langsung N bahaya sentuhan tidak langsung N bahaya kebakaran
  • 19.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 19 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No Kep 75/Men/2002 Pemberlakuan PUIL 2000 Dasar hukum : Undang undang No 1 tahun 1970 Keselamatan Kerja wajib
  • 20.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 20 STANDAR K3 LISTRIK DI INDONESIA Peraturan KHUSUS B Peraturan Khusus B Peraturan 04/78 Peraturan 04/88
  • 21.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 21 RUANG LINGKUP Tegangan sentuh yang berbahaya: ► > 50 V a.b. di ruang normal, ► > 25 V a.b. di ruangan lembab ► Daya > 100 Watt Tidak mengatur persyaratan inst. listrik di : - Telekomunikasi, kereta listrik, pesawat terbang, kapal laut - Tambang bawah tanah
  • 22.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 22 Bagian 1 :Pendahuluan(Ruang lingkup & acuan) Bagian 2 :Persyaratan Dasar Bagian 3 :Proteksi untuk K3/ Sentuh langsung, sentuh tidak langsung, & kebakaran Bagian 4 :Perancangan instalasi listrik Bagian 5 :Perlengkapan listrik Bagian 6 :PHB & Komponennya Bagian 7 :Penghantar dan pemasangannya Bagian 8 :Ruangan khusus Bagian 9 :Pengusahaan instalasi listrik Lampiran-lampiran
  • 23.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 23 Bagian 1. PENDAHULUAN Tujuan Terselenggaranya instalasi listrik yang baik dan menjamin keselamatan , keaman instalasi, gedung dan isinya. Ruang lingkup Perancangan, Pemasangan, pemeriksaan, pengujian, pelayanan, pemeliharaan dan pengawasannya instalasi listrik Teg > 25 V dan dayanya > 100 W
  • 24.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 24 Bagian 1. PENDAHULUAN (Lanjutan) Penafsiran Instansi yang berwenang  yang memberlakukan PUIL 2000 Ketentuan teknis - Pola preventif - Syarat syarat pengamanan - Batas pembebanan, hantaran - dst
  • 25.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 25 Bagian 2. PERSYARATAN DASAR Proteksi untuk keselamatan - Proteksi sentuh langsung - Proteksi sentuh tidak langsung - Proteksi efek termal - Proteksi arus lebih - Proteksi arus gangguan - Proteksi tegangan lebih - Proteksi perlengkapan dan instalasi listrik
  • 26.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 26 Bagian 2. PERSYARATAN DASAR (Lanjutan) Perancangan - Aspek keselamatan - Asapek kehandalan - Aspek Akrap lingkungan Pemilihan peralatan listrik Karakteristik beban, arus, tegangan, prekuensi, daya
  • 27.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 27 ► Proteksi dari kejut listrik ► Proteksi dari efek thermal ► Proteksi dari arus lebih ► Proteksi dari tegangan lebih akibat petir ► Proteksi dari tegangan kurang ► Pemisahan dan penyakelaran SISTEM PROTEKSI UNTUK KESELAMATAN (BAB III)
  • 28.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 28 Bagian 3. SISTEM PROTEKSI Proteksi sentuhan langsung - Proteksi isolasi bagian aktif - Proteksi penghalang atau selungkup - Proteksi penempatan di luar jangkauan - Proteksi isolasi lantai kerja
  • 29.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 29 Bagian 3. SISTEM PROTEKSI (Lanjutan) Proteksi sentuhan tidak langsung Prinsip : Pemutusan secara otomatik Metoda : - Sistem Pembumian - Sistem Hantaran pengaman - Sistem Hantaran Netral Pengaman
  • 30.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 30 PROTEKSI BAHAYA SENTUHAN LANGSUNG Metoda : 1. Isolasi bagian aktif 2. Penghalang atau Selungkup 3. Rintangan; 4. Jarak aman atau diluar jangkauan 5. Gawai proteksi arus sisa 6. Isolasi lantai kerja.
  • 31.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 31 PROTEKSI BAHAYA “JARAK AMAN” Jarak aman atau diluar jangkauan Tegangan kV Jarak cm 1 50 12 60 20 75 70 100 150 125 220 160 500 300
  • 32.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 32 TANAH SISTEM PENGAMANAN “ISOLASI LANTAI KERJA” ISOLASI LANTAI KERJA (R1) Kayu 75 kg Kain basah 27 x 27 Cm V V2 V1 Rd 3000  R1 = Rd ( V1/V2 -1) Ohm R1 min. 50 kilo Ohm Pelat logam 25 x 25 x 0,2 Cm
  • 33.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 33 Proteksi bahaya N Sentuhan tidak langsung 1. Sistem TT atau Pembumian Pengaman (PP) 2. Sistem IT atau Hantaran pengaman (HP) 3. Sistem TN atau Pembumian Netral Pengaman (PNP)
  • 34.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 34 L1 L2 L3 N PE Bila terjadi kegagalan isolasi, teganan suplai akan terputus karena alat proteksi bekerja otomatik 1. Sistem TT atau Pembumian Pengaman (PP) Membumikan titik netral di sumbernya dan membumikan pada BKT instalasi dan BKT perlengkapan listrik.
  • 35.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 35 SISTEM PEMBUMIAN PENGAMAN L1 L2 L3 N SATU FASE TIGA FASE
  • 36.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 36 2. Sistem IT atau Hantaran pengaman (HP) Tujuan pembumian : Bila terjadi arus bacor atau hubung singkat, arus akan tersalur ke bumi melalui penghantar pengaman sehingga arus meningkat dan pengaman akan terputus secara otomatik Fasa tunggal 3 kawat Penghantar Aktif Penghantar Nol/Netral Hantaran pengaman
  • 37.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 37 SISTEM HANTARAN PENGAMAN L1/R L2/S L3/T N PE
  • 38.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 38 3. Sistem TN atau Pembumian Netral Pengaman (PNP) Nol & Ground dihubungkan Fasa tunggal 3 kawat
  • 39.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 39 SISTEM PEMBUMIAN NETRAL PENGAMAN L1 L2 L3 N/PE
  • 40.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 40 M PENGAMAN HUBUNG PENDEK KELENGKAPAN PENGAMAN SIRKIT MOTOR PUIL 2000 Ayat 5.5.1.3 SARANA PEMUTUS PENGAMAN BEBAN LEBIH KENDALI PENGAMAN HUBUNG PENDEK
  • 41.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 41 1 2 3 4 MOTOR SANGKAR In.1 = 42 A MOTOR SEREMPAK In.2 = 54 A MOTOR ROTOR LILIT In.3 = 68 A MOTOR ROTOR LILIT In.4 = 68 A SETELAN MAK 2,5 In 1 = 105A 1,5 In 3 = 102A 2 In2 = 108A 1,5 In = 102A KHA. MIN. 1.25 In KHA. MIN. 1.25 (68) + 42 + 54 = 170,8A SETELAN MAK 108 + 42 + 68 = 218A SETELAN MAK 218 + 68 = 286 A PENGAMAN HUBUNG SINGKAT PUIL 2000 Ayat 556
  • 42.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 42 KEMAMPUAN HANTAR ARUS KHA kabel listrik ditentukan oleh jenis bahan konduktornya dan ukuran penampangnya (Periksa tabel PUIL) SYARAT K3 KHA : MIN 1,25 X I nominal 
  • 43.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 43
  • 44.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 44
  • 45.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 45 PANEL R-S R-T T-S R-N R-G S-N S-G T-N T-G N-G P1- P1.1 p1-P1.2 P1-P1.3 P1.P1.4 P1.P1.5 P1-P1.6 RESISTAN ISOLASI 1000 Ohm /Volt (diruang normal) 100 Ohm / Volt (diruang lembab)
  • 46.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 46 KARAKTERISTIK PENGAMAN HUBUNG PENDEK, TERBUKA BILA MERASAKAN 600% In DALAM WAKTU 20 - 50 DETIK KELENGKAPAN SIRKIT MOTOR POMPA KEBAKARAN BILA SUPLAI LISTRIK TERPUTUS HARUS ADA INDIKASI ALARM TIDAK PERLU PENGAMAN BEBAN LEBIH KENDALI • JENIS KABEL FRC • DARI SISI IN COMING • SEBELUM SAKELAR UTAMA
  • 47.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 47 1 HYDRANT 2 SPRINGKLER 3 LIFT 4 PRESSURIZED FAN 5 EMERGENCY 6 MDB G MDB 1 2 3 4 5 6. Spare Suplai daya listrik untuk sarana keselamatan tidak beleh terganggu pada kondisi apapun
  • 48.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 48 Aspek pertimbangan rancangan / evaluasi instalasi listrik Internal Jenis pelayanan/beban ► Penerangan ► Pesawat tenaga ► Peruntukan / ► Karakteristik ► Daur tugas ► Dll Eksternal Jenis /kondisi lingkungan ► Ruang normal ► Ruang lembab ► Ruang panas ► Ruang berdebu ► Ruang uap/gas ledak BESARAN NOMILAL
  • 49.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 49 Penggolongan ruangan sesuai dengan sifatnya : Huruf dalam kurung, petunjuk kategori dari ruang yang dimaksud (n) Ruang kering (l) Ruang kerja listrik (lk) Ruang kerja listrik terkunci (d) Ruang berdebu (blg) Ruang dengan bahaya kebakaran dan ledakan gas (bld) Ruang dengan bahaya kebakaran dan ledakan debu (bks) Ruang dengan bahaya kebakaran serat (ko) Ruang dengan gas, uap atau debu yang korosif (b) Ruang lembab dan basah (p) Ruang sangat panas (k) Ruang kerja kasar (r) Ruang radiasi
  • 50.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 50 KETENTUAN UNTUK BERBAGAI RUANG DAN INSTALASI KHUSUS a.RUANG KERJA LISTRIK • Pengawas ahli • Cukup luas untuk melakukan pemeriksaan • Penerangan yang baik • Lantai, dinding, atap dari bahan tidak mudah terbakar. • Di udara terbuka
  • 51.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 51 b. Ruang kerja listrik terkunci •Tidak boleh dipasang mesin, pesawat, instrumen ukur dan perlengkapan lain yang setiap hari dilayani. •Pintu jalan masuk diatur sedemikian hingga: •Pintu membuka ke luar. •Dibuka dari luar menggunkan kunci •Dibuka dari dalam tanpa kunci. •Memasuki kerja listrik : •Izin dari petugas berwenang •Paling sedikit dua orang •Sehat jasmani dan rohani, pakaian kering, waspada. •Membawa dan memakai APD yang diperlukan. •Memperhatikan rambu-rambu.
  • 52.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 52 Bekerja pada keadaan tidak bertegangan : • dilakukan pada saat tegangan telah dibebaskan, ditempat sarana pemutusan harus ada rambu. • Dilakukan pemeriksaan tegangan dengan lampu uji. • Perlengkapan harus dibumikan. • Surat penugasan bagi petugas pembebasan tegangan • Sirkit yang memungkinkan penyalur tegangan dikunci, dan kunci disimpan oleh petugas. • Penguncian harus dilaksnakan menurut prosedur tertentu.
  • 53.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 53 Bekerja pada keadaan bertegangan ; • dilakukan minimal dua orang, ahli, memilki surat ijin kerja. • Pekerja dalam keadaan sehat rohani dan jasmani. • Pekerja harus berdiri ditempat isolasi atau menggunakan pekakas berisolasi yang handal. • Menggunakan pengaman badan (APD) yang diperlukan. • Semua perlengkapan yang digunakan diperksa. • Keadaan cuaca. • Dilarang menyentuh perlengkapan listrik dengan tangan telanjang. •
  • 54.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 54 Bekerja di dekat instalasi yang bertegangan : Perhatikan Jarak minimum aman Perlengkapan harus bebas dari kebocoran isolasi atau imbas. Dilarang menggunakan pengukur dari logam Dilarang menggunakan tangga kayu yang diikat batang logam. •Jarak aman atau diluar jangkauan Tegangan kV Jarak cm 1 50 12 60 20 75 70 100 150 125 220 160 500 300
  • 55.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 55 PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN LISTRIK. Penolong harus mengamankan diri dahulu untuk menhindarkan pengaruh arus listrik, berada pada papan kering, kain kering, pakaian, alas yang serupa itu yang bukan logam (kayu, karet). Jika tidak mungkin kedua tangan penolong dibalut dengan kain kering, pakaian kering atau bahan serupa itu (kertas, karet). Pada saat memberikan pertolongan, penolong harus menjaga diri agar tubuhnya jangan bersentuhan dengan benda logam.
  • 56.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 56 a. Cara membebaskan penderita dari aliran listrik • Penghantar dibuat bebas dari tegangan dengan memutuskan sakelar atau gawai pengaman, penghantar ditarik sampai terlepas dari penderita dengan menggunakan benda kering bukan logam, kayu atau tali yang diikat pada penghantar. • Penderita ditrik dari tempat kecelakaan. • Penghantar dilepas dari tubuh penderita dengan tangan yang dibungkus dengan pakaian kering yang dilipat- lipat. • Penghantar dihubungpendekan atau dibumikan. b. Berikan pertolongan medis secepatnya.
  • 57.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 57 Klasifikasi : Kelompok 1 : Instalasi untuk Utilitas bangunan, bila terputus tidak berpengruh langsung terhadap pasien Kelompok 1 E : Instalasi listrik untuk intalasi medik, yang berfungsi langsung dengan penderita, bila terputus dari dalam tempo kurang 10 detik harus segera mendapat catu daya pengganti khusus (CDPK) Kelompok 2 E : Instalasi listrik untuk intalasi medik berfungsi langsung dengan penderita, bila terputus harus langsung mendapat catu daya pengganti khusus (CDPK) REF. K3 LISTRIK DI RUMAH SAKIT PUIL-2000 FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
  • 58.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 58 Sumber Normal Sumber Emergency Baterai atau Motor Generator RUANG KELOMPOK 1 RUANG KELOMPOK 1E RUANG KELOMPOK 2E G < 10 dt < 0,5 dt Sistem distribusi listrik di rumah sakit
  • 59.
    Instalasi listrik Ketel Uap Alatpenerangan dan alat listrik lainya tidak diijinkan menggunakan tegangan lebih dari 50 Volt Jika digunakan kabel fleksibel harus berselubung karet atau berperisai logam fleksibel. Bila diperlukan tegangan lebih dari 50 V, maka bagian logam dari ketel uap harus dibumikan Jenis kabel yang digunakan harus berselubung karet dan berperisai logam PUIL 2000 Psl. 8.12
  • 60.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 60 L1 L2 L3 N
  • 61.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 61 L1 L2 L3 N
  • 62.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 62 GENERATOR Ref. PUIL 2000 (5.5.1.1.) a. nama pabbrik pembuat b. tegangan pengenal c. arus beban pengenal d. daya pengenal e. freq, Jumlah fase, f. rpm g. suhu lingkungan > kenaikan suhu h. klas isolasi I. teg. kerja dan arus beban penuh j. lilitan k. daur kerja Tanda Pengenal (Plat nama)
  • 63.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 63 GENERATOR (PEMBANGKIT LISTRIK) Ref. PUIL 2000 (5.5.1.1.) a. Pada saat beban dimasukan, teg turun mak 25% dan pulih 0,5 detik b. Kapasitas bahan bakar untuk 8 jam c. Pipa saluran bahan bakar harus terlindung dari panas dan mekanis d. Pipa saluran gas buang harus disalut shg suhu mak 70o C e. Pelepasan gas buang pada sebelah sisih udara masuk f. Sistem pendinginan harus terjamin g. Pondasi harus dirancang dengan perdam getaran mesin h. Harus dipasang tanda peringatan PENGGERAK MULA G BEBAN
  • 64.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 64 GENERATOR Ref. PUIL 2000 (5.6) 1. Harus diproteksi thd arus lebih 2. Mak 150 % > I beban penuh 3. Penghantar 115% > I beban penuh G
  • 65.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 65 KOMPETENSI SDM BIDANG LISTRIK 1.KETEKNIKAN 2.KESELAMATAN KERJA
  • 66.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 66 B. Jenis Sertifikasi Kompetensi Personel 1. Bidang K3 Listrik (311/M/2002) - Ahli K3 Listrik / Petir - Teknisi K3 Listrik / Petir 2. Sertifikat Bidang Teknisi Lift (407/M/99) • PENYELIA PEMASANGAN Mengawasi pelaksanaan pekerjaan Proyek pemasangan • TEKNISI (Ajustment) Melaksanakan Comissioning, • TEKNISI PEMELIHARAAN Merawat dan memperbaiki lift • PENYELIA OPERASI LIFT Mengawasi kelaikan operasi lift Pengurus Wajib Membentuk Organisasi K3 PK dan Menyiapkan Personilnya
  • 67.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 67 Bagian 9.5.3.1 : Orang yang diberi tanggung jawab, perancangan, pemasangan, pemeriksaan, dan pengujian inst. Listrik, harus memahami K3 dan memiliki ijin kerja. Bagian 9.5.3.2 : Orang yang mengawasi pemasangan instalasi listrik Bagian 9.10.4. : Pengusahaan listrik > 200 kVA harus memiliki organisasi yang bertanggjawab secara khusus Bagian 9 Pengusahaan Instalasi Listrik
  • 68.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 68 KOMPETENSI SDM BIDANG K3 LISTRIK AHLI K3 LISTRIK : MENILAI RANCANGAN; RIKSA UJI PENYELIA K3 LISTRIK : PENGAWAS PEKERJAAN PEMASANGAN, PEMELIHARAAN, PERBAIKAN TEKNISI LISTRIK : PELAKSANA PELAYANAN, PEMELIHARAAN
  • 69.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 69 Inventarisasi Jenis jabatan fungsional berbasis kompetensi K3 Listrik 1. Klas I. Teknisi ( pemasangan, pemeliharaan) 2. Klas II. Penyelia (pemasangan, pengoperasian, pemeliharaan) 3. Klas III. Ahli K3 Listrik Teknisi Listrik Penyelia K3 Listrik Ahli K3 Listrik Dapat melayani dan memelihara inst. listrik secara benar dan aman, baik bagi dirinya, peralatan dan aman dalam pengoperasiannya Dapat melakukan pengawasan pek. pemasangan dan pemeliharaan inst. listrik secara benar dan aman sesuai ketentuan dan prosedur K3. Dapat mengevaluasi potensi bahaya dan tindakan koreksi terhadap: • gambar rancangan; • hasil pemeriksaan dan pengujian;
  • 70.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 70 Kep. Dirjen Binawas Kep 311/BW/2002 TEKNISI LISTRIK (PELAKSANA PELAYANAN, PEMELIHARAAN) KOMPETENSI Tugas dan tanggung jawab : ► Melayani, merawat dan mengawasi kelaikan instalasi listrik; ► Membantu pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik;
  • 71.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 71
  • 72.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 72 Sasaran OBYEK YANG TERTINGGI Arus : 5.000 ~ 200.000 A Panas: 30.000 o C AWAN KE AWAN AWAN KE BUMI KERUSAKAN • THERMIS, • ELEKTRIS , • MEKANIS,
  • 73.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 73 Petir
  • 74.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 74 BAHAYA SAMBARAN PETIR SAMBARAN LANGSUNG . SAMBARAN TIDAK LANGSUNG
  • 75.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 75
  • 76.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 76 KONSEP PROTEKSI BAHAYA SAMBARAN PETIR PERLINDUNGAN SAMBARAN LANGSUNG Dengan memasang instalasi penyalur petir pada bangunan Jenis instalasi : - Sistem Franklin - Sistem Sangkar Faraday - Sistem Elektro statik PERLINDUNGAN SAMBARAN TIDAK LANGSUNG Dengan melengkapi peralatan penyama tegangan pada jaringan instalasi listrik (Arrester)
  • 77.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 77 Instalasi penyalur petir yang tidak memenuhi syarat dapat mengundang bahaya Grounding tidak sempurna Berbahaya
  • 78.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 78 Ref 1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No Per 02/Men/1989 tentang instalasi penyalur petir Berlaku untuk sistem proteksi eksternal / proteksi bahaya sambaran langsung 2. SNI 04- 0225 2000 (PUIL 2000) Sebagai rujukan untuk sistem proteksi internal / proteksi bahaya sambaran tidak langsunglangsung Instalasi penyalur petir yang tidak memenuhi syarat dapat mengundang bahaya
  • 79.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 79 INSTALASI PENYALUR PETIR PERMENAKER PER-02 MEN/1989 PENERIMA (AIR TERMINAL)  HANTARAN PEMBUMIAN (GROUNDING)  HANTARAN PENURUNAN (DOWN CONDUCTOR)  SISTEM FRANKLIN Sudut perlindungan 112 o Resistan pembumian mak 5 ohm
  • 80.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 80
  • 81.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 81 ++++++++ ++++++++ ++++++++ ------------ ------------- ------------ MENYAMBAR JARINGAN LISTRIK
  • 82.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 82
  • 83.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 83 Pengawasan K3 Instalasi Penyalur Petir +++++++ +++++++++ +++++++ - - - - - - - - - - - - - - - - - - PERMENAKER No. PER 02/MEN/1989 Tentang Instalasi Penyalur Petir Ruang lingkup : Sistem eksternal Jenis : konvensi onal & elektrostatik
  • 84.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 84 INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR A : Peruntukan bangunan (-10 0 1 2 3 5 15) B : Struktur konstruksi ( 0 1 2 3 ) C : Tinggi bangunan ( 0 2 3 4 5 - 10) D : Lokasi bangunan ( 0 1 2) E : Hari guruh ( 0 1 2 3 4 - 7) R = A + B + C + D + E < 11 ABAIKAN = 11 KECIL = 12 SEDANG = 13 AGAK BESAR = 14 BESAR > 14 SANGAT BESAR PERTIMBANGAN PEMASANGAN INSTALASI PENYALUR PETIR
  • 85.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 85 INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR A : Peruntukan bangunan Rumah tinggal : 1 Bangunan umum : 2 Banyak orang : 3 Instalasi gas,minyak, rumah sakit : 5 Gudang handak : 15 B : Struktur konstruksi Steel structure : 0 Beton bertulang, kerangka baja atap logam: 1 Beton bertulang, atap bukan logam : 2 Kerangka kayu atap bukan logam : 3 C : Tinggi bangunan
  • 86.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 86 INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR C : Tinggi bangunan s/d 6 m : 0 12 m : 2 17 m : 3 25 m : 4 35 m : 5 50 m : 6 70 m : 7 100 m : 8 140 m : 9 200 m : 10
  • 87.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 87 D : Lokasi bangunan Tanah datar : 0 Lereng bukit : 1 Puncak bukit : 2 E : Hari guruh per tahun 2 : 0 4 : 1 8 : 2 16 : 3 32 : 4 64 : 5 128 : 6 156 : 7 INDEK RESIKO BAHAYA SAMBARAN PETIR
  • 88.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 88 Ruangan berpotensi bahaya ledakan gas/uap/debu/serat SNI 225 - 1987 PUIL-1987 (820 - B.16 dan - C.4) Harus dipasang instalasi PROTEKSI PETIR (Sistem internal protection)
  • 89.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 89 PROTEKSI PETIR SYSTEM INTERNAL GROUNDING ARRESTER RSTN RSTN Semua bagian konduktif dibonding Semua fasa jaringan RSTNG dipasang Arrester Bila terjadi sambaran petir pada jaringan instalasi listrik semua kawat RSTN tegangannya sama tidak ada beda potensial
  • 90.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 90 SYARAT-SYARAT PEMASANGAN PENGHANTAR PENURUNAN 1. Dipasang sepanjang bubungan ke tanah. 2. Diperhitungkan pemuaian dan penyusutan. 3. Jarak antara alat pemegang penghantar maximal 1,5 meter. 4. Dilarang memasang penghantar penurunan dibawah atap dalam bangunan. 5. Jika ada, penurunan dipasang pada bagian yang terdekat pohon, menonjol. 6. Memudahkan pemeriksaan. 7. Jika digunakan pipa logam, pada kedua ujung harus disambung secara elektris. 8. Dipasang minimal 2 penurunan. 9. Jarak antar kaki penerima dan titik percabangan penghantar maximal 5 meter.
  • 91.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 91 BAHAN PENGHANTAR PENURUNAN a. Kawat tembaga penampang min. 50 mm2 & Tebal minimal 2 mm. b. Bagian atap, pilar, dinding, tulang baja yang mempunyai massa logam yang baik. c. Khusu tulang beton harus memnuhi : a. Sudah direncanakan untuk itu b. Ujung-ujung tulang baja mencapai garis permukaan air dibawah tanah. d. Kolom beton yang digunakan sebagai penghantar adalah kolom beton bagian luar. e. Pipa penyalur air hujan + minimal dua pengantar penurusan khusus. f. Jarak antar penghantar a. Tinggi < 25 m max. 20 m b. Tinggi 25 – 50 m max (30 – 0,4xtinggi bangunan) c. Tinggi > 50 m max 10 meter.
  • 92.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 92 SYARAT PEMBUMIAN/TAHANAN PEMBUMIAN a. Dipasang sedemikian sehingga tahan pembumian terkecil. b. Sebagai elektroda bumi dapat digunakan a. Tulang baja dari lantai kamar, tiang pancang (direncanakan). b. Pipa logam yang dipasang dalam bumi secara tegak. c. Pipa atau penghantar lingkar yang dipasang dalam bumi secara mendatar. d. Pelat logam yang ditanam. e. Bahan yang diperuntukkan dari pabrikan (spesifikasi sesuai standar) c. Dipasang sampai mencapai permukaan air dalam bumi. d. Masing-masing penghantar dari suatu instalasi yang mempunyai beberapa penghantar harus disambungkan dengan elektroda kelompok.
  • 93.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 93 e. Terdapat sambungan ukur. f. Jika keadaan alam tidak memungkinkan, • Masing-masing penghantar penurunan harus disambung dengan penghantar lingkar yang ditanam dengan beberapa elektro tegak atau mendatar sehingga jumlah tahan pembumian bersama memenuhi syarat. • Membuat suatu bahan lain (bahan kimia dan sebagainya) yang ditanam bersama dengan elektroda sehingga tahan pembumian memenuhi syarat. g. Elektroda bumi yang digunakan untuk pembumian instalasi listrik tidak boleh digunakan untuk pembumian instalasi penyalur petir.
  • 94.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 94 BANGUNAN YANG MEMPUNYAI ANTENA 1. Antena harus dihubungkan dengan instalasi penyalur petir dengan penyalur tegangan lebih, kecuali berada dalam daerah perlindungan. 2. Jika antena sudah dibumikan, tidak perlu dipasang penyalur tegangan lebih. 3. Jika antena dpasang pada bangunan yang tidak mempunyai instalasi petir, antena harus dihubungkan melalui penyalur tegangan lebih. 4. Pemasangan penghantar antara antena dan penyalur petir sedemikian menghindari percikan bunga api. 5. Jika suatu antena dipasang pada tiang logam, tiang tersebut harus dihubungkan dengan instalasi penyalur petir. 6. Jika antena dipasang secara tersekat pada suatu tiang besi, tiang besi ini harus dihubungkan dengan bumi.
  • 95.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 95 CEROBONG YANG LEBIH TINGGI DARI 10 M a. Instalasi penyalur petir yang terpasang dicerobong tidak boleh dianggap dapat melindung bangunan yang berada disekitarnya. b. Penerima harus dipasang menjulang min 50 cm di atas pinggir cerobong. c. Alat penangkap bunga api dan cincin penutup pinggir bagian puncak dapat digunakan sebagai penerima petir. d. Instalasi penyalur petir dari cerobong min harus mempunyai 2 penurunan dengan jarak yang sama satu sama lain. e. Tiap-tiap penurunan harus disambungkan langsung dengan penerima.
  • 96.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 96 PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN 1. Setiap instalasi penyalur petir harus dipelihara agar selalu bekerja dengan tepat, aman dan memenuhi syarat. 2. Instalasi penyalur petir petir harus diperiksa dan diuji : 1. Sebelum penyerahan dari instalatir kepada pemakai. 2. Setelah ada perubahan atau perbaikan (bangunan atau instalasi) 3. Secara berkala setiap dua tahun sekali. 4. Setelah ada kerusakan akibat sambaran petir. 3. Dilakukan oleh pegawai pengawas, Ahli K3 atau PJK3 Inspeksi. 4. Pengurus atau pemilik wajib membantu (penyedian alat)
  • 97.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 97 Dalam pemeriksaan dan pengujian hal yang perlu diperhatikan : a. Elektroda bumi, terutama pada jenis tanah yang dapat menimbulkan karat. b. Kerusakan-kerusakan dan karat dari penerima, penghantar c. Sambungan-sambungan d. Tahanan pembumian dari masing-masing elektroda maupun elektorda kelompok. e. Setiap hasil pemeriksaan dicatat dan diperbaiki. f. Tahanan pembumian dari seluruh sistem pembumian tidak boleh lebih dari 5 ohm. g. Dilakukan pengukuran elektroda pembumian.
  • 98.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 98 Pesawat lift sebagai sarana transportasi vertikal yang dirancang dengan perangkat pengendali otomatik dari dalam kereta dan pada setiap lantai pemberhentian. Pengguna/penumpang lift hanya dengan tekan tombol dapat mengendalikannya menuju lantai yang dikehendaki; LIFT
  • 99.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 99 JUMLAH IJIN LIFT Th.1979 SD MEI 2006 IJIN lift :12150 UNIT Info dar Assosiasi 16000 unit lift terpasang Jika rata2 100 orang/hari 3.200.000 orang per hari TEKNISI PEMEGANG MERK 340 ORANG Penyelia : +/- 300 ORANG
  • 100.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 100 Bank Indonesia 15 ORANG MENINGGAL BI
  • 101.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 101
  • 102.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 102
  • 103.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 103 UU 1/70 Bab II Psl 2 (2) - f ……… tempat kerja dimana : f. Dilakukan pengangkutan barang, binatang, atau manusia, baik didarat, melalui terowongan, dipermukaan air, dalam air maupun di udara Ketentuan K3 LIFT
  • 104.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 104 UU 1/70 (Bab III Psl 3 (1) - n Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : n. “Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atang barang”. Syarat-syarat K3 Lift
  • 105.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 105 Apabila terjadi sesuatu hal yang membahayakan, penumpang tidak dapat berbuat apa apa, Aspek kehandalan dan keselamatan penumpang merupakan faktor dasar dalam pertimbangan perancangan pesawat lift. LIFT
  • 106.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 106 K3 LIFT Untuk menjamin kehandalan dan keamanan pesawat lift, telah ditetapkan syarat-syarat K3, Dasar : Undang undang No 1 th 1970; Peraturan Menaker No Per. 03/Men/1999 Kepmenaker No. : Kep 407/M/BW/1999
  • 107.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 107 Dasar pertimbangan Pertimbangan teknis penetapan Peraturan K3 Lift (Perat. Menteri Tenaga Kerja No Per 03/Men/1999) adalah bahwa Pesawat lift dinilai mempunyai potensi bahaya tinggi, Pasal 25 Pengurus yang membuat, memasang, memakai pesawat lift dan perubahan teknis maupun administrasi harus mendapat ijin dari Menteri atau pejabat yang ditunjuknya. PENGENDALIAN K3 LIFT PERMENAKER NO : PER 03/MEN/1999
  • 108.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 108 PENYELIA PEMASANGAN Mengawasi pelaksanaan pekerjaan Proyek pemasangan TEKNISI (Ajustment) Melaksanakan Comissioning, TEKNISI PEMELIHARAAN Merawat dan memperbaiki lift PENYELIA OPERASI LIFT Mengawasi kelaikan operasi lift KLASIFIKASI & KOMPETENSI TEKNISI LIFT KEPUTUSAN MENTERI No KEP-407/M/BW/99
  • 109.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 109 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI KARTU LISENSI K3 TEKNISI PEMELIHARAAN LIFT DAN ESCALATOR No : 64/PNKK/07.03 Berlaku s/d : 28 Juli 2008 Nama : FRANSISCUS WARTOYO Tempat & tgl lahir : Yogyakarta, 2 April 1954 Instansi/Perh. : PT. Toshindo Elevator Utama Alamat : Jl. Boulevard Rukan Plaza Pasific B2 No. 25 - Kelapa Gading – Jakarta Utara Jakarta, 28 Juli 2003 PLT. DIREKTUR PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN KERJA Ir. Imam Subari NIP. 160009422 C0ntoh
  • 110.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 110 KOMPETENSI TEKNISI PEMELIHARAAN LIFT DAN ESCALATOR SESUAI KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA RI NO. : KEP. 407/M/BW/1999 Tugas dan tanggung jawab : 1. Merawat dan mengawasi kelaikan operasi lift dan eskalator; 2. Membantu pemeriksaan dan pengujian lift dan eskalator; C0ntoh
  • 111.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 111 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI KARTU LISENSI K3 PENYELIA OPERASI LIFT DAN ESCALATOR No : 48/PNKK/07.03 Berlaku s/d : 28 Juli 2008 Nama : SLAMET RIYANTO Tempat & tgl lahir : Semarang, 28 Mei 1963 Instansi/Perh. : Pemda Jawa Tengah Alamat : Jl. Pahlawan No. 9 Semarang 50243 Jakarta, 28 Juli 2003 PLT. DIREKTUR PENGAWASAN NORMA KESELAMATAN KERJA Ir. Imam Subari NIP. 160009422 C0ntoh
  • 112.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 112 KOMPETENSI TEKNISI PENYELIA OPERASI LIFT DAN ESCALATOR SESUAI KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA RI NO. : KEP. 407/M/BW/1999 Tugas dan tanggung jawab :  Mengawasi keselamatan operasi lift dan eskalator;  Mengambil tindakan pengamanan keadaan darurat operasi lift dan eskalator; C0ntoh
  • 113.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 113 GAMBAR RENCANA PEMASANGAN IJIN PEMASANGAN EVALUAS I RIKSA UJI IJIN PEMAKAIAN OK OK RIKSA UJI BERKALA PEMAKAIAN MEKANISME PENGAWASAN K3
  • 114.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 114 Pasal 24 Ayat (1) Pembuatan dan atau pemasangan lift harus sesuai dengan gambar rencana yang disahkan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk Ayat 2 Dokumen perencanaan -Gambar konstruksi lengkap -Perhitungan konstruksi -Spesifikasi dan sertifikasi material Ayat 3 Proses pembuatannya harus memenuhi SNI atau Standar internasional yang diakui PABRIKASI LIFT DESAIN PEMBUATAN Engineering design : • Konsep desain • Standar desain • Checking perhitungan konstruksi Memenuhi syarat IJIN PEMBUATAN (PABRIKASI) LIFT IJIN K3
  • 115.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 115 Pasal 24 Ayat (4) Gambar rencana pemasangan lift terdiri : -Denah ruang mesin dan peralatannya -Konstruksi mesin dan penguatannya -Diagram instalasi listrik -Diagram pengendali -Rem pengaman -Bangunan ruang luncur dan pintu-pintunya -Rel pemandu dan penguatannya -Konstruksi kereta -Governor dan peralatannya -Kapasitas angkut, kecepatan, tinggi vertikal -Perhitungan tali baja LAIK KONSTRUKSI LIFT IJIN K3 Perencanaan pemasangan lift Doc.Lengka p Analisis : Evaluasi gambar dan sertifikat Checking perhitungan kekuatan konstruksi Memenuhi syarat IJIN PEMASANGAN LIFT
  • 116.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 116 IJIN PEMAKAIAN LIFT (PERMENAKER : PER 03/MEN/1999) Pasal 30 Ayat (1) Setiap lift sebelum dipakai harus diperiksa dan diuji sesuai standar uji yang ditentukan Standar uji K3 lift : SNI 1718 – 1989 – E Bentuk laporan : -38 - L -39 - L LIFT LAIK OPEPASI IJIN K3 AS BUILT DRAWING LIFT TEST & COMMISSIONING -PEMERIKSAAN VISUAL/VERIFIKASI DATA -PENGUJIAN PEMBEBANAN -PENGUJIAN REM & SAFETY DEVISES Memenuhi syarat 1 tahun
  • 117.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 117 JUMLAH LIFT Th.1979 SD AGUSTUS 2003 DKI JAKARTA 6707 B A N T E N 28 JAWA BARAT 316 JAWA TENGAH 179 YOGYAKARTA 113 JAWA TIMUR 621 B A L I 192 A C E H 15 SUMATERA UTARA 260 SAMATERA BARAT 30 SUMATERA SELATAN 59 R I A U 72 J A M B I 18 BENGKULU 9 LAMPUNG 26 KALIMANTAN TENGAN 2 KALIMANTAN TIMUR 86 KALIMANTAN BARAT 20 KALIMANTAN SELATAN 21 SULAWESI UTARA 44 SULAWESI SELATAN 125 SULAWESI TENGGARA 1 SULAWESI TENGAH - A M B O N 19 IRIAN JAYA 19 NUSA TENGGARA BARAT 3 NUSA TENGGARA TIMUR 2
  • 118.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 118 PABRIKASI LIFT DESAIN LIFT IJIN K3 PEMASANGAN LIFT DESAIN KONSTRUKSI PEMASANGAN LIFT IJIN K3 PEMAKAIAN LIFT AS BUILT DRAWING TEST & Commissioning PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN IJIN K3 PERIJINAN K3 LIFT (PERMENAKER : PER 03/MEN/1999)
  • 119.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 119 1. Sertifikat Pengesahan Alat / Instalasi - Pembuatan - Pemasangan - Pemakaian 2. Sertifikasi, Lisensi, Kompetensi Personil 3. SKP Lembaga K3 (Perencana, pemasang, Riksa-uji, Pembinaan) Jenis Sertifikasi K3 Bidang Listrik
  • 120.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 120 A. Sertifikasi Alat / Instalasi 1. Listrik - Pengesahan Pembuatan Alat / Bahan - Pengesahan Pemasangan Instalasi - Sertifikat Penggunaan Alat / Instalasi 2. Penyalur Petir - Pengesahan Pembuatan Alat / Bahan - Pengesahan Pemasangan Instalasi - Sertifikat Penggunaan Alat / Instalasi 3. Pesawat Lift - Pengesahan Pembuatan Alat / Bahan - Pengesahan Pemasangan Instalasi - Sertifikat Penggunaan Alat / Instalasi Jenis Sertifikasi / Perijinan K3 Listrik
  • 121.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 121 B. Jenis Sertifikasi Kompetensi Personel 1. Bidang K3 Listrik (311/M/2002) - Ahli K3 Listrik / Petir - Teknisi K3 Listrik / Petir 2. Sertifikat Bidang Teknisi Lift (407/M/99) • PENYELIA PEMASANGAN Mengawasi pelaksanaan pekerjaan Proyek pemasangan • TEKNISI (Ajustment) Melaksanakan Comissioning, • TEKNISI PEMELIHARAAN Merawat dan memperbaiki lift • PENYELIA OPERASI LIFT Mengawasi kelaikan operasi lift Pengurus Wajib Membentuk Organisasi K3 PK dan Menyiapkan Personilnya
  • 122.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 122 RANGKUMAN Listrik mengandung potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan manusia (tenaga kerja), asset maupun lingkungan, karena itu instalsi listrik harus dikendalikan dengan pendekatan:  TEKNIS : dirancang, dipasang, diperiksa/diuji secara berkala dengan mengacu pada standar (PUIL) yang berlaku  PERSONEL : melalui pembinaan kompetensi teknisi, penyelia, ahli  MANAJEMEN : menerapkan SMK3
  • 123.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 123 RANGKUMAN ►Listrik, Lift mengandung potensi bahaya ►Penggunaan instalasi/peralatan listrik, lift harus memiliki ijin/pengesahan K3 ►Masa uji lift berlaku 1 tahun ►Operasional listrik/lift harus diawasi oleh teknisi yang kompeten ►Pengurus bertanggung jawab atas pelaksanaan syarat-syarat K3
  • 124.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 124 1. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik, petir dan lift; 2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik, petir dan lift; Ketrampilan Pegawai Pengawas di bidang K3 Listrik
  • 125.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 125 3. Memeriksa secara visual kondisi instalasi listrik , mengidentifikasi potensi bahaya atau menilai potensi bahaya listrik, petir dan lift; 4. Membuat laporan / nota / rekomendasi penerapan norma/ syarat-syarat K3 bidang listrik, petir dan lift; 5. Penanganan kasus kecelakaan akibat bahaya listrik, petir dan lift.
  • 126.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 126 1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik. Pola pelakasaan sesuai stsndar pelayanan 2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik. Sesuai dengan Kepmen No. 75/Men/2002 dan Kepdir No. 311/Men/BW/2003, teknisi yang melakukan perencanaan, pemasangan, perawatan dan pemakaian instalasi listrik harus memiliki keahlian dan kompetensi yang dibuktikan dengan lisensi dan sertifikat pelatihan teknisi K3 listrik. Jika ditemukan teknisi listrik belum mempunyai lisensi dan sertifikat, maka pegawai pengawas harus memerintahkan kepada pengurus untuk memberikan pelatihan kepada teknisi tersebut baik secara in house training (pelatihan yang diselenggarakan di perusahaan atau mengikutksertakan ke Lembaga pelatihan (PJK3 pembinaan) yang telah ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
  • 127.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 127 1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik. Sama dengan Kebakaran 2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan instalasi listrik. Sesuai dengan Kepmen No. 75/Men/2002 dan Kepdir No. 311/Men/BW/2003, teknisi yang melakukan perencanaan, pemasangan, perawatan dan pemakaian instalasi listrik harus memiliki keahlian dan kompetensi yang dibuktikan dengan lisensi dan sertifikat pelatihan teknisi K3 listrik. Jika ditemukan teknisi listrik belum mempunyai lisensi dan sertifikat, maka pegawai pengawas harus memerintahkan kepada pengurus untuk memberikan pelatihan kepada teknisi tersebut baik secara in house training (pelatihan yang diselenggarakan di perusahaan atau mengikutksertakan ke Lembaga pelatihan (PJK3 pembinaan) yang telah ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
  • 128.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 128 3. Memeriksa secara visual kondisi instalasi listrik dan mengidentifikasi potensi bahaya listrik Memeriksa dan mengidentifikasi kondisi-kondisi atau perubahan yang ada pada instalasi listrik yang dapat menimbulkan potensi bahaya listrik. Bahaya listrik disebabkan oleh 2 (dua ) potensi bahaya, yaitu arus dan suhu yang tinggi, Arus yang tinggi dapat menyebabkan kecelakaan pada tenaga kerja dan kerusakan pada sumber produksi, begitu juga suhu yang tinggi yang dihasilkan oleh listrik dapat menimbulkan bahaya kebakaran. Untuk menjamin bahwa suatu tempat kerja/perusahaan aman dari bahaya listrik, maka harus dilakukan pengedalian terhadap arus listrik dan suhu tinggi yang mungkin dapat ditimbulkannya. Arus dapat mengalir atau mengenai manusia, peralatan dan lingkungan melalui 2 kondisi, yaitu kondisi sentuh langsung sehingga mengakibatkan bahaya sentuh langsung dan kondisi sentuh tidak langsung yang mengakibatkan bahaya sentuh tidak langsung.
  • 129.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 129 Bahaya Sentuh Langsung adalah sentuh langsung pada bagian aktif perlengkapan atau instalasi listrik. Bagian aktif perlengkapan atau instalasi listrik adalah bagian konduktif yang merupakan bagian dari sirkit listriknya yang dalam keadaan pelayanan normal, umumnya bertegangan dan atau dialiri arus listrik. Contoh kondisi sentuh langsung : kabel yang terkelupas, stop kontak yang tidak tertutup/ penutupnya rusak; sambungan kabel yang tidak sempurna dll. Kondisi ini dapat dilakukan pengujian dengan alat tespen (pengetes aliran arus). Bahaya Sentuh Tidak Langsung adalah sentuh pada BKT perlengkapan atau instalasi listrik yang menjadi bertegangan akibat kegagalan isolasi. BKT perlengkapan atau instalasi listrik adalah bagian konduktif yang tidak merupakan bagian dari sirkit listriknya yang dalam pelayanan normal tidak bertegangan, tetapi dapat menjadi bertegangan. Contoh kondisi sentuh tidak langsung : Instalasi/ peralatan yang tidak ada pembumian; Pembumian yang tidak sempurna/rusak. Kondisi ini dapat dilakukan pengujian dengan alat tespen (pengetes aliran arus).
  • 130.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 130 Suhu tinggi adalah suhu tinggi yang diakibatkan oleh penggunaan listrik dan dapat menjadi pemicu kebakaran, disebabkan adanya bahan yang mudah terbakar. Contoh kondisi yang dapat menimbulkan kebakaran akibat listrik : pembebanan lebih, penggunaan peralatan listrik (kabel atau alat lainnya) yang tidak sesuai standar (jenis, kapasitas dan kesesuaian dengan peruntukan ruangan), instalasi yang sudah aus. Pegawai pengawas dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap potensi bahaya akibat listrik, harus dapat mengidentifikasi dan menemukan potensi-potensi bahaya listrik (kondisi sentuh langsung, Sentuh tak langsung atau kemungkinan terjadi kebakaran akibat penggunaan instalasi yang tidak standar) dan memberikan saran / rekomendasi sesuai dengan ketentuan/ peraturan yang berlaku sebagaimana telah dijelaskan pada modul
  • 131.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 131 4. Pembuatan laporan / nota / rekomendasi penerapan norma/ syarat- syarat K3 bidang listrik Jika hasil pemeriksaan terdapat hal-hal yang tidak sesuai atau bertentangan dengan peraturan yang ada, maka pegawai pengawas harus mewajibkan kepada pengurus/perusahaan untuk melaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada baik secara langsung (temuan yang perlu diperbaiki langsung karena beresiko tinggi) dan melalui Nota pemeriksaan serta membuat laporan ke kantor Dinas untuk menindaklanjuti perencanaan/ pembuatan/ pemasangan atau perakitan, pemakaian/ perbaikan / pemeliharaan/ pengujian instalasi listrik oleh pegawai pengawas spesialis listrik atau PJK3. Laporan berisikan kondisi tempat kerja / fakta yang ada di tempat kerja dan potensi bahaya yang mungkin muncul apabila kondisi tersebut tidak diperbaiki dan tindakan yang harus dilakukan. Nota Pemeriksaan berisikan Kondisi tempat kerja/ fakta; dasar hukum yang terkait dengan kondisi tersebut; saran tindak yang harus dilakukan oleh pengurus/ pimpinan perusahaan sesuai dengan dasar hukum yang terkait; kurun waktu pelaksanaan yang memungkinkan pengurus/pimpinan perusahaan melaksanakan kewajibannya.
  • 132.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 132 Bentuk laporan pemeriksaan dan Nota pemeriksaan dapat dilihat pada lampiran Permenaker No. 03/Men/1984 tentang pengawasan terpadu. 5. Penanganan Kasus Kecelakaan akibat bahaya listrik Prosedur yang harus dilakukan dalam penanganan kasus kecelakaan akibat bahaya listrik adalah : a.Pengurus atau pimpinan perusahaan wajib melaporkan kejadian kecelakaan dalam waktu tidak lebih dari 2 x 24 jam sejak terjadinya kecelakaan ke Kepala Kantor Dinas Tenaga Kerja setempat. b.Laporan kecelakaan tersebut dibuat secara tertulis dengan menggunakan formulir (Lampiran II Permenaker No. 03/Men/1998) c.Setelah menerima laporan kecelakaan sebagaimana dimaksud point b, Kepala Kantor Disnaker memerintahkan pegawai pengawas melakukan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan.
  • 133.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 133 a. Pegawai Pengawas dalam melaksanakan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan menggunakan formulir laporan pemeriksaan dan pengkajian sesuai lampiran II Permenaker No. 03 /Men / 1998, yang meliputi Data Umum Perusahaan, Data Korban, Fakta yang didapat, Uraian terjadinya kecelakaan, Sumber kecelakaan, Type kecelakaan , Penyebab Kecelakaan , syarat yang diberikan dan Tindakan lebih lanjut serta hal-hal lain yang perlu dilaporkan. Untuk lebih jelas peserta diklat harap mempelajari Permenaker No. 03 / Men /1998. b. Selanjutnya Pegawai Pengawas melakukan pembinaan K3 listrik sebagai tindakan preventif sehingga kecelakaan tidak terulang lagi dan atau melakukan tindakan hukum sesuai dengan peraturan perundangan.
  • 134.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 134 TATA LAKSANA TEKNIS K3 Penerbitan perijinan /pengesahan Instalasi listrik, petir dan lift (a). Setiap laporan pemeriksaan dan pengujian harus dicatat dalam buku Register dan diberi nomor sesuai ketentuan. (b). Pembuatan Pengesahan/perijinan setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan pengujian. Dalam pengesahan/perijinan memuat syarat K3 yang harus selalu dipenuhi dan hasil pemeriksaan /pengujian. Pengesahan/perijinan ditanda tangani oleh Kepala Dinas setelah diparaf oleh Pegawai Pengawas dan atau atasan langsung Pegawai Pengawas. (c). Setiap Pengesahan /perijinan harus dicatat dalam buku Register dan diberi nomor sesuai ketentuan. (d). Pengesahan/perijinan asli disampaikan kepada Pemakai/Pemilik sarana listrik, petir dan lift, tindasan pertama disimpan di Dinas setempat dan tindasan kedua disampaikan ke Tingkat Propinsi/ Pusat.
  • 135.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 135 Bidang instalasi Penyalur Petir 1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, perbaiakan dan pemeliharaan instalasi penyalur petir. Pelaksanaan tugas ini sama seperti uraian pada B.1.1. 2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan Orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan dan pemeliharaan instalasi penyalur petir. Sesuai Permenaker No. 02/Men/1989 bahwa setiap perencana, pembuatan, pemasangan dan pemeliharaan instalasi penyalur petir dilakukan oleh pegawai pengawas spesialis atau ahli K3 dan atau PJK3 inspeksi yang telah ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Jika ditemukan instalasi dipasang oleh orang yang tidak berkompeten, maka pegawai pengawas harus mewajibkan kepada pengurus untuk memenuhinya (dalam Nota pemeriksaan) dan melaporkan kepada Kepala Dinas untuk menindaklanjuti pemeriksaan dan pengujian oleh pegawai pengawas spesialis atau PJK3 inspeksi yang telah ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
  • 136.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 136 3. Menilai apakah tempat kerja / gedung termasuk kategori yang wajib dipasang instalasi penyalur petir; Penilaian terhadap tempat kerja yang wajib dipasang instalasi penyalur petir, dengan memeriksa macam struktur bangunan (indeks A); konstruksi bangunan (indeks B); Tinggi bangunan (indeks C); situasi bangunan (indeks D); Pengaruh Kilat (Indeks E); jika jumlah Indeks A+B+C+D+E mencapai lebih 14, maka temapt kerja ini wajib memasang instalasi penyalur petir; ketentuan perhitungan indeks dapat dilihat pada lampiran I Permenaker No. 02/Men/1989. Jika suatu tempat kerja telah masuk kategori wajib, maka pegawai pengawas umum, mewajibkan kepada pengurus untuk memasang instalasi penyalur petir dan membuat laporan ke Kepala Dinas untuk menindaklanjuti pengawasan pemasangan instalasi penyalur petir oleh pegawai pengawas spesialis listrik atau PJK3.
  • 137.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 137 4. Memeriksa secara visual kondisi instalasi penyalur petir Melakukan pemeriksaan terhadap instalasi penyalur petir yaitu kondisi penerima, hantaran penurunan dan pembumian. Kondisi visual yang dipersyaratkan sesuai dengan Permen No. 02/Men/1989, sehingga calon pegawai pengawas harap mempelajari syarat-syarat teknis yang diuraikan dalam Permen No. 02/Men/1989 atau pada modul pembinaan. Jika ditemukan kondisi yang sudah tidak sesuai lagi (rusak atau terdapat perubahan secara teknis), maka pegawai pengawas mewajibkan pengurus/pimpinan perusahaan untuk melakukan perbaikan.
  • 138.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 138 5.Pembuatan laporan / nota / rekomendasi penerapan norma/ syarat-syarat K3 instalasi penyalur petir Jika hasil pemeriksaan terdapat hal-hal yang tidak sesuai atau bertentangan dengan peraturan yang ada, maka pegawai pengawas harus mewajibkan kepada pengurus/perusahaan untuk melaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada baik secara langsung (temuan yang perlu diperbaiki langsung karena beresiko tinggi) dan melalui Nota pemeriksaan serta membuat laporan ke kantor Dinas untuk menindaklanjuti perencanaan/ pembuatan/ pemasangan atau perakitan, pemakaian/ perbaikan / pemeliharaan/ pengujian instalasi penyalur petir oleh pegawai pengawas spesialis listrik atau PJK3.
  • 139.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 139 Bidang Lift 1. Pemeriksaan pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan pengesahan/perijinan perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian, pemeliharaan Pesawat lift. Pelaksanaan tugas ini sama seperti uraian pada B.1.1. 2. Memeriksa pemenuhan persyaratan administrasi K3 berkaitan dengan orang/teknisi/operator pelaksana perencanaan, pembuatan, pemasangan atau perakitan, pemakaian dan pemeliharaan pesawat lift. Sesuai dengan Permen No. 03/Men/1999 dan Kepdir No. 407/Men/BW/1999, teknisi yang melakukan perencanaan, pemasangan, perawatan dan pemakaian pesawat lift harus memiliki keahlian dan kompetensi yang dibuktikan dengan lisensi dan sertifikat pelatihan teknisi K3 lift. Jika ditemukan teknisi lift belum mempunyai lisensi dan sertifikat, maka pegawai pengawas harus memerintahkan kepada pengurus untuk memberikan pelatihan kepada teknisi tersebut baik secara in house training (pelatihan yang diselenggarakan di perusahaan atau mengikutsertakan ke Lembaga pelatihan (PJK3 pembinaan) yang telah ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.Pelaksanaan (Penyelenggara, kurikulum dan persyaratan pesera) pembinaan bagi teknisi lift harus sesuai dengan Kepdir 407/Men/BW/1999. Pegawai Pengawas harus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pembinaan teknisi lift agar sesuai dengan peraturan.
  • 140.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 140 3. Memeriksa secara visual kondisi pesawat lift Pemeriksaan secara visual ini adalah memeriksa kondisi fisik instalasi apakah terdapat perubahan/kerusakan pada sangkar lift, ruang mesin dll, seperti yang diatur dalam Permen No. 03/Men/1999, peserta diklat harap memperlajari Permenaker No. 03/Men/1999 dan modul pembinaan. Jika ditemukan kondisi yang sudah tidak sesuai lagi (rusak atau terdapat perubahan secara teknis), maka pegawai pengawas mewajibkan pengurus/pimpinan perusahaan untuk melakukan perbaikan.
  • 141.
    1/10/2023 Created byganjar budiarto 141 4. Pembuatan laporan / nota / rekomendasi penerapan norma/ syarat-syarat K3 pesawat lift Jika hasil pemeriksaan terdapat hal-hal yang tidak sesuai atau bertentangan dengan peraturan yang ada, maka pegawai pengawas harus mewajibkan kepada pengurus/perusahaan untuk melaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada baik secara langsung (temuan yang perlu diperbaiki langsung karena beresiko tinggi) dan melalui Nota pemeriksaan serta membuat laporan ke kantor Dinas untuk menindaklanjuti perencanaan/ pembuatan/ pemasangan atau perakitan, pemakaian/ perbaikan / pemeliharaan/ pengujian pesawat lift oleh pegawai pengawas spesialis listrik atau PJK3.

Editor's Notes

  • #3 Created by ganjar budiarto
  • #16 Created by ganjar budiarto
  • #17 Created by ganjar budiarto
  • #18 Created by ganjar budiarto
  • #20 Created by ganjar budiarto
  • #21 Created by ganjar budiarto
  • #22 Created by ganjar budiarto
  • #28 Created by ganjar budiarto
  • #31 Created by ganjar budiarto
  • #32 Created by ganjar budiarto
  • #34 Created by ganjar budiarto
  • #45 Created by ganjar budiarto
  • #46 Created by ganjar budiarto
  • #58 Created by ganjar budiarto
  • #59 Created by ganjar budiarto
  • #72 Created by ganjar budiarto
  • #73 Created by ganjar budiarto
  • #75 Created by ganjar budiarto
  • #77 Created by ganjar budiarto
  • #78 Created by ganjar budiarto
  • #79 Created by ganjar budiarto
  • #80 Created by ganjar budiarto
  • #82 Created by ganjar budiarto
  • #84 Created by ganjar budiarto
  • #85 Created by ganjar budiarto
  • #86 Created by ganjar budiarto
  • #87 Created by ganjar budiarto
  • #89 Created by ganjar budiarto
  • #90 Created by ganjar budiarto