Fisika Dasar 1
Materi Pekan 7
Keseimbangan dan Elastisitas
TOPIK
• Jenis Keseimbangan
• Syarat Keseimbangan Statik
• Pusat Gravitasi
• Diagram: Gaya-Torka
• Elastisitas: Tension-Compression
• Elastisitas: Shearing
• Elastisitas: Hydraulic Stress
Jenis Keseimbangan
• Keseimbangan:
✓Statik
✓Dinamik
• Keseimbangan statik: benda diam dan seimbang.
• Keseimbangan dinamik: benda bergerak dengan
kecepatan linear konstan
GLB: gerak lurus beraturan → a = 0
GMB: gerak melingkar beraturan →  = 0
Fokus materi: Keseimbangan Statik
Syarat Keseimbangan Statik
• Translasi: Gaya Total = 0 → Ԧ
𝐹 =
𝑑 Ԧ
𝑝
𝑑𝑡
= 0
• Rotasi: Torka Total = 0
τ =
𝑑𝐿
𝑑𝑡
= Ԧ
𝑟 ×
𝑑 Ԧ
𝑝
𝑑𝑡
= Ԧ
𝑟 × Ԧ
𝐹 = 0
Jika gaya 𝐹 berada pada bidang 𝑥𝑦 maka:
σ 𝐹𝑥 = 0 dan σ 𝐹𝑦 = 0
σ τ𝑧 = 0
τ𝑧 = 𝑟 𝐹 sin 𝛼 = 𝑙 𝐹 𝑟
𝑙
𝛼
𝐹
Gambar 1. Gaya dan torka
Pusat Gravitasi
• Jika elemen massa, gravitasi, dan lengan torka adalah
𝑚𝑖, 𝑔𝑖, 𝑥𝑖, maka Torka Total dari benda pada Gb. 2
adalah
τ𝑡𝑜𝑡 = ෍ τ𝑖 = ෍ 𝑥𝑖𝐹𝑔𝑖
𝐹
𝑔
𝑥𝑐𝑔
𝑥
𝑥
𝑚𝑖
𝑥𝑖
Gambar 2. Torka dan pusat gravitasi
• Total dari gaya gravitasi untuk setiap elemen 𝐹𝑔𝑖 adalah sama dengan gaya gravitasi total
dari benda yaitu 𝐹
𝑔. Jika 𝑥𝑐𝑔adalah lengan torka dari pusat gravitasi benda, maka berlaku:
𝑥𝑐𝑔𝐹
𝑔 = Ʃ𝑥𝑖𝐹𝑔𝑖 → 𝑥𝑐𝑔Ʃ𝐹𝑔𝑖 = Ʃ𝑥𝑖𝐹𝑔𝑖
𝑥𝑐𝑔Ʃ𝑚𝑖𝑔𝑖 = Ʃ𝑥𝑖𝑚𝑖𝑔𝑖 → 𝑥𝑐𝑔Ʃ𝑚𝑖 = Ʃ𝑥𝑖𝑚𝑖
𝑥𝑐𝑔 =
1
𝑀
෍ 𝑥𝑖𝑚𝑖
𝑥𝑐𝑔(center of gravity) = 𝑥𝑐𝑚(center of mass)
Diagram: Gaya-Torka
• Sebuah mobil mogok di bidang miring, kemudian direm
sehingga berada pada kondisi diam-seimbang (Gb. 3).
• Jika mobil diilustrasikan sebagai benda
pada Gb. 3, maka berlaku:
Ʃ𝐹𝑥 = 0 𝑓 − 𝑚𝑔 sin 𝛼 = 0
𝑓 = 𝑚𝑔 sin 𝛼 → Gaya Gesek (pengereman)
Ʃ𝐹𝑦 = 0 N − 𝑚𝑔 cos 𝛼 = 0
N = 𝑚𝑔 cos 𝛼 → Gaya Normal
𝐹
𝑔 = 𝑚𝑔
𝛼
𝑓
𝑁
𝑥
𝑦
Gambar 3. Keseimbangan: bidang miring
Diagram: Gaya-Torka
𝐿
3
4
𝐿
𝛼
• Seseorang naik tangga
(homogen) yang ujung atas
disandarkan ke tembok licin
dan ujung bawah. Jika
panjang tangga 𝐿 , massa
tangga 𝑚𝑡 = 𝑚, dan massa
orang 𝑚𝑜 = 2𝑚 bagaimana
cara mencari gaya pada
tangga yang berasal dari
tembok dan lantai (Gb. 4)?
Gambar 4. Keseimbangan: tangga pada tembok-lantai
Diagram: Gaya-Torka
𝑙𝑜
𝛼
𝑙𝑡
𝑦
𝑥
ℎ
𝐹𝑙,𝑥
𝐹𝑙,𝑦
O
𝐹𝑤,𝑥
𝐹𝑤,𝑦 = 0
𝑚𝑜𝑔
𝑚𝑡𝑔
𝑙𝑜 =
3
4
𝐿 cos 𝛼
𝑙𝑡 =
1
2
𝐿 cos 𝛼
ℎ = 𝐿 sin 𝛼
Diagram: Gaya-Torka
෍ τ = 0
𝑙𝑜𝑚𝑜𝑔 + 𝑙𝑡𝑚𝑡𝑔 − ℎ𝐹𝑤,𝑥+ 0 . 𝐹𝑙,𝑦 + 0 . 𝐹𝑙,𝑥 = 0
𝑙𝑜
𝛼
𝑙𝑡
𝑦
𝑥
ℎ
𝐹𝑙,𝑥
𝐹𝑙,𝑦
O
𝐹𝑤,𝑥
𝐹𝑤,𝑦 = 0
𝑚𝑜𝑔
𝑚𝑡𝑔
3
4
𝐿 cos 𝛼 𝑚𝑜𝑔 +
1
2
𝐿 cos 𝛼 𝑚𝑡𝑔 − 𝐿 sin 𝛼 𝐹𝑤,𝑥= 0
𝐹𝑤,𝑥 = [¾ 𝑚𝑡 + ½ 𝑚𝑜] 𝑔 cot 𝛼
𝐹𝑤,𝑥 = 2𝑚𝑔 cot 𝛼
Gaya pada Tangga dari Tembok
Diagram: Gaya-Torka
Ʃ𝐹𝑥 = 0
𝐹𝑙,𝑥 − 𝐹𝑤,𝑥 = 0
𝐹𝑙,𝑥 = 𝐹𝑤,𝑥 = 2𝑚𝑔 cot 𝛼
Ʃ𝐹𝑦 = 0
𝐹𝑙,𝑦 − 𝑚𝑜𝑔 − 𝑚𝑡𝑔 = 0
𝐹𝑙,𝑦 = 3𝑚𝑔
෍ 𝐹 = 0
Gaya pada Tangga dari Lantai
Elastisitas: Tension-Compression
Stress = Modulus x Strain
• Tension-Compression
Jika sebuah benda ditarik (tensile) atau ditekan (compressive) maka akan
terjadi perubahan panjang. Maka hubungan stress-strain adalah
𝐹
𝐴
= 𝐸
∆𝐿
𝐿
∆𝐿
𝐿
= tensile/compressive strain.
𝐹 = gaya tegak lurus 𝐴.
𝐴 = luas penanpang benda.
𝐸 = Modulus Young
𝐹
𝐴
= stress.
𝑳
𝑳 + ∆𝑳
F
F
Elastisitas: Shearing
Stress = Modulus x Strain
• Tension-Compression
Jika sebuah benda ditarik (tensile) atau ditekan (compressive) maka akan
terjadi perubahan panjang. Maka hubungan stress-strain adalah
𝐹
𝐴
= 𝐺
∆𝑥
𝐿
∆𝑥
𝐿
= shear strain.
∆𝑥= pergeseran pada salah satu sisi
dan searah gaya 𝐹.
𝐺 = Modulus shear.
∆𝒙
F
F
Elastisitas: Hydraulic Stress
Stress = Modulus x Strain
• Tension-Compression
Jika sebuah benda ditarik (tensile) atau ditekan (compressive) maka akan
terjadi perubahan panjang. Maka hubungan stress-strain adalah
𝑝 = 𝐵
∆𝑉
𝑉
𝑝 = tekanan (hydraulic stress).
∆𝑉
𝑉
= strain.
∆𝑉= perubahan volume.
𝐵 = Modulus bulk.
𝑽
∆𝑽

Pekan-ke-7-Kesetimbangan dan Elastisitas.pdf

  • 1.
    Fisika Dasar 1 MateriPekan 7 Keseimbangan dan Elastisitas
  • 2.
    TOPIK • Jenis Keseimbangan •Syarat Keseimbangan Statik • Pusat Gravitasi • Diagram: Gaya-Torka • Elastisitas: Tension-Compression • Elastisitas: Shearing • Elastisitas: Hydraulic Stress
  • 3.
    Jenis Keseimbangan • Keseimbangan: ✓Statik ✓Dinamik •Keseimbangan statik: benda diam dan seimbang. • Keseimbangan dinamik: benda bergerak dengan kecepatan linear konstan GLB: gerak lurus beraturan → a = 0 GMB: gerak melingkar beraturan →  = 0 Fokus materi: Keseimbangan Statik
  • 4.
    Syarat Keseimbangan Statik •Translasi: Gaya Total = 0 → Ԧ 𝐹 = 𝑑 Ԧ 𝑝 𝑑𝑡 = 0 • Rotasi: Torka Total = 0 τ = 𝑑𝐿 𝑑𝑡 = Ԧ 𝑟 × 𝑑 Ԧ 𝑝 𝑑𝑡 = Ԧ 𝑟 × Ԧ 𝐹 = 0 Jika gaya 𝐹 berada pada bidang 𝑥𝑦 maka: σ 𝐹𝑥 = 0 dan σ 𝐹𝑦 = 0 σ τ𝑧 = 0 τ𝑧 = 𝑟 𝐹 sin 𝛼 = 𝑙 𝐹 𝑟 𝑙 𝛼 𝐹 Gambar 1. Gaya dan torka
  • 5.
    Pusat Gravitasi • Jikaelemen massa, gravitasi, dan lengan torka adalah 𝑚𝑖, 𝑔𝑖, 𝑥𝑖, maka Torka Total dari benda pada Gb. 2 adalah τ𝑡𝑜𝑡 = ෍ τ𝑖 = ෍ 𝑥𝑖𝐹𝑔𝑖 𝐹 𝑔 𝑥𝑐𝑔 𝑥 𝑥 𝑚𝑖 𝑥𝑖 Gambar 2. Torka dan pusat gravitasi • Total dari gaya gravitasi untuk setiap elemen 𝐹𝑔𝑖 adalah sama dengan gaya gravitasi total dari benda yaitu 𝐹 𝑔. Jika 𝑥𝑐𝑔adalah lengan torka dari pusat gravitasi benda, maka berlaku: 𝑥𝑐𝑔𝐹 𝑔 = Ʃ𝑥𝑖𝐹𝑔𝑖 → 𝑥𝑐𝑔Ʃ𝐹𝑔𝑖 = Ʃ𝑥𝑖𝐹𝑔𝑖 𝑥𝑐𝑔Ʃ𝑚𝑖𝑔𝑖 = Ʃ𝑥𝑖𝑚𝑖𝑔𝑖 → 𝑥𝑐𝑔Ʃ𝑚𝑖 = Ʃ𝑥𝑖𝑚𝑖 𝑥𝑐𝑔 = 1 𝑀 ෍ 𝑥𝑖𝑚𝑖 𝑥𝑐𝑔(center of gravity) = 𝑥𝑐𝑚(center of mass)
  • 6.
    Diagram: Gaya-Torka • Sebuahmobil mogok di bidang miring, kemudian direm sehingga berada pada kondisi diam-seimbang (Gb. 3). • Jika mobil diilustrasikan sebagai benda pada Gb. 3, maka berlaku: Ʃ𝐹𝑥 = 0 𝑓 − 𝑚𝑔 sin 𝛼 = 0 𝑓 = 𝑚𝑔 sin 𝛼 → Gaya Gesek (pengereman) Ʃ𝐹𝑦 = 0 N − 𝑚𝑔 cos 𝛼 = 0 N = 𝑚𝑔 cos 𝛼 → Gaya Normal 𝐹 𝑔 = 𝑚𝑔 𝛼 𝑓 𝑁 𝑥 𝑦 Gambar 3. Keseimbangan: bidang miring
  • 7.
    Diagram: Gaya-Torka 𝐿 3 4 𝐿 𝛼 • Seseorangnaik tangga (homogen) yang ujung atas disandarkan ke tembok licin dan ujung bawah. Jika panjang tangga 𝐿 , massa tangga 𝑚𝑡 = 𝑚, dan massa orang 𝑚𝑜 = 2𝑚 bagaimana cara mencari gaya pada tangga yang berasal dari tembok dan lantai (Gb. 4)? Gambar 4. Keseimbangan: tangga pada tembok-lantai
  • 8.
    Diagram: Gaya-Torka 𝑙𝑜 𝛼 𝑙𝑡 𝑦 𝑥 ℎ 𝐹𝑙,𝑥 𝐹𝑙,𝑦 O 𝐹𝑤,𝑥 𝐹𝑤,𝑦 =0 𝑚𝑜𝑔 𝑚𝑡𝑔 𝑙𝑜 = 3 4 𝐿 cos 𝛼 𝑙𝑡 = 1 2 𝐿 cos 𝛼 ℎ = 𝐿 sin 𝛼
  • 9.
    Diagram: Gaya-Torka ෍ τ= 0 𝑙𝑜𝑚𝑜𝑔 + 𝑙𝑡𝑚𝑡𝑔 − ℎ𝐹𝑤,𝑥+ 0 . 𝐹𝑙,𝑦 + 0 . 𝐹𝑙,𝑥 = 0 𝑙𝑜 𝛼 𝑙𝑡 𝑦 𝑥 ℎ 𝐹𝑙,𝑥 𝐹𝑙,𝑦 O 𝐹𝑤,𝑥 𝐹𝑤,𝑦 = 0 𝑚𝑜𝑔 𝑚𝑡𝑔 3 4 𝐿 cos 𝛼 𝑚𝑜𝑔 + 1 2 𝐿 cos 𝛼 𝑚𝑡𝑔 − 𝐿 sin 𝛼 𝐹𝑤,𝑥= 0 𝐹𝑤,𝑥 = [¾ 𝑚𝑡 + ½ 𝑚𝑜] 𝑔 cot 𝛼 𝐹𝑤,𝑥 = 2𝑚𝑔 cot 𝛼 Gaya pada Tangga dari Tembok
  • 10.
    Diagram: Gaya-Torka Ʃ𝐹𝑥 =0 𝐹𝑙,𝑥 − 𝐹𝑤,𝑥 = 0 𝐹𝑙,𝑥 = 𝐹𝑤,𝑥 = 2𝑚𝑔 cot 𝛼 Ʃ𝐹𝑦 = 0 𝐹𝑙,𝑦 − 𝑚𝑜𝑔 − 𝑚𝑡𝑔 = 0 𝐹𝑙,𝑦 = 3𝑚𝑔 ෍ 𝐹 = 0 Gaya pada Tangga dari Lantai
  • 11.
    Elastisitas: Tension-Compression Stress =Modulus x Strain • Tension-Compression Jika sebuah benda ditarik (tensile) atau ditekan (compressive) maka akan terjadi perubahan panjang. Maka hubungan stress-strain adalah 𝐹 𝐴 = 𝐸 ∆𝐿 𝐿 ∆𝐿 𝐿 = tensile/compressive strain. 𝐹 = gaya tegak lurus 𝐴. 𝐴 = luas penanpang benda. 𝐸 = Modulus Young 𝐹 𝐴 = stress. 𝑳 𝑳 + ∆𝑳 F F
  • 12.
    Elastisitas: Shearing Stress =Modulus x Strain • Tension-Compression Jika sebuah benda ditarik (tensile) atau ditekan (compressive) maka akan terjadi perubahan panjang. Maka hubungan stress-strain adalah 𝐹 𝐴 = 𝐺 ∆𝑥 𝐿 ∆𝑥 𝐿 = shear strain. ∆𝑥= pergeseran pada salah satu sisi dan searah gaya 𝐹. 𝐺 = Modulus shear. ∆𝒙 F F
  • 13.
    Elastisitas: Hydraulic Stress Stress= Modulus x Strain • Tension-Compression Jika sebuah benda ditarik (tensile) atau ditekan (compressive) maka akan terjadi perubahan panjang. Maka hubungan stress-strain adalah 𝑝 = 𝐵 ∆𝑉 𝑉 𝑝 = tekanan (hydraulic stress). ∆𝑉 𝑉 = strain. ∆𝑉= perubahan volume. 𝐵 = Modulus bulk. 𝑽 ∆𝑽