Model Pembelajaran Discovery 
Definisi Karakteristik 
Tujuan 
Macam-macam 
discovery learning 
Kelebihan Kelemahan
Definisi 
 Discovery Learning adalah teori belajar yang didefinisikan 
sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak 
disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi 
diharapkan siswa mengorganisasi sendiri. 
 Dalam Discovery Learning, hendaknya guru harus memberikan 
kesempatan muridnya untuk menjadi seorang problem solver, 
seorang scientis, historin, atau ahli matematika. Bahan ajar 
tidak disajikan dalam bentuk akhir, tetapi siswa dituntut untuk 
melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, 
membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, 
mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat 
kesimpulan-kesimpulan.
Karakteristik model 
1. Sintakmatik 
a.) simulation 
b.) problem statement 
c.) data collection 
d.) data processing 
e.) verification 
f.) Generalization
2. Sistem sosial 
Model discovery learning disajikan dalam bentuk cukup 
sederhana, fleksibel, dan tidak hanya bergantung pada 
arahan guru. 
Struktur peristiwa belajar bersifat terbuka. Kemungkinan 
lain pembelajar “dilepas” atau diberi kesempatan bebas 
untuk mencari sesuatu sampai menemukan hasil belajar 
melalui proses-proses, dan disini guru hanya bertugas 
memberikan arahan dan bimbingan guna memecahkan 
persoalan yang dihadapi para anak didik.
3. Prinsip reaksi
4. Dampak instruksional 
Discovery learning dapat memberikan dampak instruksional 
seperti : 
a.) keterampilan dalam proses ilmiah 
b.) strategi penyelidikan kreatif 
c.) keterampilan dalam mengkaji suatu persoalan 
d.) berpartisipasi aktif dalam pembelajaram
5. Dampak pengiring 
a.) melalui pembelajaran discovery, potenti intelektual anak 
didik akan semakin meningkat, sehingga menimbulkan 
harapan baru untuk menuju kesuksesan. 
b.) dengan menekankan discovery learning, anak didik akan 
belajar mengorganisasi dan menghadapi problem dengan 
metode hit and miss. 
c.)anak didik akan mencapai kepuasan karena telah 
menemukan pemecahan sendiri, dan dengan pengalaman 
pemecahan masalah itulah, ia bisa meningkatkan skill dan 
teknik dalam pekerjaannya melalui problem-problem riil di 
lingkungannya.
Tujuan Penggunaan Model 
Discovery Learning 
 Dalam penemuan siswa memiliki kesempatan untuk 
terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Kenyataan 
menunjukan bahwa partisipasi banyak siswa dalam 
pembelajaran meningkat ketika penemuan digunakan. 
 Melalui pembelajaran dengan penemuan, siswa belajar 
menemukan pola dalam situasi konkrit maupun abstrak, 
juga siswa banyak meramalkan (extrapolate) informasi 
tambahan yang diberikan 
 Siswa juga belajar merumuskan strategi tanya jawab yang 
tidak rancu dan menggunakan tanya jawab untuk 
memperoleh informasi yang bermanfaat dalam 
menemukan.
 Pembelajaran dengan penemuan membantu siswa 
membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling 
membagi informasi, serta mendengar dan mneggunakan 
ide-ide orang lain. 
 Terdapat beberapa fakta yang menunjukan bahwa 
keterampilan-keterampilan, konsep-konsep dan prinsip-prinsip 
yang dipelajari melalui penemuan lebih bermakna. 
 Keterampilan yang dipelajari dalam situasi belajar 
penemuan dalam beberapa kasus, lebih mudah ditransfer 
untuk aktifitas baru dan diaplikasikan dalam situasi belajar 
yang baru.
Macam-macam Discovery Learning 
Menurut Jerome Bruner Model penemuan atau pengajaran 
penemuan dibagi 3 jenis : 
1. Penemuan Murni 
2. Penemuan Terbimbing 
3. Penemuan Laboratory
Kelebihan 
 Membantu siswa untuk memperbaiki dan 
meningkatkan keterampilan-keterampilan dan 
proses-proses kognitif. Usaha penemuan merupakan 
kunci dalam proses ini, seseorang tergantung 
bagaimana cara belajarnya. 
 Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini 
sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan 
pengertian, ingatan dan transfer.
Kelebihan 
 Model ini dapat membantu siswa memperkuat 
konsep dirinya, karena memperoleh kepercayaan 
bekerja sama dengan yang lainnya. 
 Membantu dan mengembangkan ingatan dan 
transfer kepada situasi proses belajar yang baru; 
 Membantu siswa menghilangkan skeptisme (keragu-raguan) 
karena mengarah pada kebenaran yang final 
dan tertentu atau pasti.
Kelemahan 
 Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan 
pikiran untuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan 
mengalami kesulitan abstrak atau berfikir atau 
mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep, yang 
tertulis atau lisan, sehingga pada gilirannya akan 
menimbulkan frustasi. 
 Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa 
yang banyak, karena membutuhkan waktu yang lama 
untuk membantu mereka menemukan teori atau 
pemecahan masalah lainnya.
Kelemahan 
 Pengajaran discovery lebih cocok untuk mengembangkan 
pemahaman, sedangkan mengembangkan aspek konsep, 
keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat 
perhatian. 
 Tidak menyediakan kesempatan-kesempatan untuk berfikir 
yang akan ditemukan oleh siswa karena telah dipilih terlebih 
dahulu oleh guru.
Langkah-Langkah Discovery 
Tahap Persiapan 
Menentukan tujuan pembelajaran 
Melakukan identifikasi karakteristik siswa 
Menentukan topik 
Tahap Pelaksanaan 
Stimulasi/pemberian rangsangan 
Identifikasi masalah 
Pengumpulan Data 
Pengolahan Data 
Pembuktian 
Menarik kesimpulan
Sistem Penilaian Discovery 
 Dalam Model Pembelajaran Discovery Learning, penilaian 
dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non 
tes. 
 Penilaian yang digunakan dapat berupa penilaian kognitif, 
proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa. Jika bentuk 
penialainnya berupa penilaian kognitif, maka dalam 
model pembelajaran discovery learning dapat 
menggunakan tes tertulis. Jika bentuk penilaiannya 
menggunakan penilaian proses, sikap, atau penilaian hasil 
kerja siswa maka pelaksanaan penilaian dapat dilakukan 
dengan pengamatan.
Pbm dan discovery
Pbm dan discovery

Pbm dan discovery

  • 2.
    Model Pembelajaran Discovery Definisi Karakteristik Tujuan Macam-macam discovery learning Kelebihan Kelemahan
  • 3.
    Definisi  DiscoveryLearning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri.  Dalam Discovery Learning, hendaknya guru harus memberikan kesempatan muridnya untuk menjadi seorang problem solver, seorang scientis, historin, atau ahli matematika. Bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir, tetapi siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan.
  • 4.
    Karakteristik model 1.Sintakmatik a.) simulation b.) problem statement c.) data collection d.) data processing e.) verification f.) Generalization
  • 6.
    2. Sistem sosial Model discovery learning disajikan dalam bentuk cukup sederhana, fleksibel, dan tidak hanya bergantung pada arahan guru. Struktur peristiwa belajar bersifat terbuka. Kemungkinan lain pembelajar “dilepas” atau diberi kesempatan bebas untuk mencari sesuatu sampai menemukan hasil belajar melalui proses-proses, dan disini guru hanya bertugas memberikan arahan dan bimbingan guna memecahkan persoalan yang dihadapi para anak didik.
  • 7.
  • 8.
    4. Dampak instruksional Discovery learning dapat memberikan dampak instruksional seperti : a.) keterampilan dalam proses ilmiah b.) strategi penyelidikan kreatif c.) keterampilan dalam mengkaji suatu persoalan d.) berpartisipasi aktif dalam pembelajaram
  • 9.
    5. Dampak pengiring a.) melalui pembelajaran discovery, potenti intelektual anak didik akan semakin meningkat, sehingga menimbulkan harapan baru untuk menuju kesuksesan. b.) dengan menekankan discovery learning, anak didik akan belajar mengorganisasi dan menghadapi problem dengan metode hit and miss. c.)anak didik akan mencapai kepuasan karena telah menemukan pemecahan sendiri, dan dengan pengalaman pemecahan masalah itulah, ia bisa meningkatkan skill dan teknik dalam pekerjaannya melalui problem-problem riil di lingkungannya.
  • 10.
    Tujuan Penggunaan Model Discovery Learning  Dalam penemuan siswa memiliki kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Kenyataan menunjukan bahwa partisipasi banyak siswa dalam pembelajaran meningkat ketika penemuan digunakan.  Melalui pembelajaran dengan penemuan, siswa belajar menemukan pola dalam situasi konkrit maupun abstrak, juga siswa banyak meramalkan (extrapolate) informasi tambahan yang diberikan  Siswa juga belajar merumuskan strategi tanya jawab yang tidak rancu dan menggunakan tanya jawab untuk memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan.
  • 11.
     Pembelajaran denganpenemuan membantu siswa membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling membagi informasi, serta mendengar dan mneggunakan ide-ide orang lain.  Terdapat beberapa fakta yang menunjukan bahwa keterampilan-keterampilan, konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang dipelajari melalui penemuan lebih bermakna.  Keterampilan yang dipelajari dalam situasi belajar penemuan dalam beberapa kasus, lebih mudah ditransfer untuk aktifitas baru dan diaplikasikan dalam situasi belajar yang baru.
  • 12.
    Macam-macam Discovery Learning Menurut Jerome Bruner Model penemuan atau pengajaran penemuan dibagi 3 jenis : 1. Penemuan Murni 2. Penemuan Terbimbing 3. Penemuan Laboratory
  • 13.
    Kelebihan  Membantusiswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif. Usaha penemuan merupakan kunci dalam proses ini, seseorang tergantung bagaimana cara belajarnya.  Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan dan transfer.
  • 14.
    Kelebihan  Modelini dapat membantu siswa memperkuat konsep dirinya, karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lainnya.  Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada situasi proses belajar yang baru;  Membantu siswa menghilangkan skeptisme (keragu-raguan) karena mengarah pada kebenaran yang final dan tertentu atau pasti.
  • 15.
    Kelemahan  Metodeini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar. Bagi siswa yang kurang pandai, akan mengalami kesulitan abstrak atau berfikir atau mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep, yang tertulis atau lisan, sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustasi.  Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak, karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya.
  • 16.
    Kelemahan  Pengajarandiscovery lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman, sedangkan mengembangkan aspek konsep, keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian.  Tidak menyediakan kesempatan-kesempatan untuk berfikir yang akan ditemukan oleh siswa karena telah dipilih terlebih dahulu oleh guru.
  • 17.
    Langkah-Langkah Discovery TahapPersiapan Menentukan tujuan pembelajaran Melakukan identifikasi karakteristik siswa Menentukan topik Tahap Pelaksanaan Stimulasi/pemberian rangsangan Identifikasi masalah Pengumpulan Data Pengolahan Data Pembuktian Menarik kesimpulan
  • 18.
    Sistem Penilaian Discovery  Dalam Model Pembelajaran Discovery Learning, penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non tes.  Penilaian yang digunakan dapat berupa penilaian kognitif, proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa. Jika bentuk penialainnya berupa penilaian kognitif, maka dalam model pembelajaran discovery learning dapat menggunakan tes tertulis. Jika bentuk penilaiannya menggunakan penilaian proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa maka pelaksanaan penilaian dapat dilakukan dengan pengamatan.