Organisasi Islam
Oleh
Intan Jannatul Ma’wa
2700006
XI SS 1
Sarekat Islam
Pada tahun 1911 didirikanlah perkumpulan
pedagang-pedagang Islam yang awalnya diberi
nama Sarekat Dagang Islam (SDI) di kota Solo
oleh Haji Samanhudi.Haji Samanhudi sendiri
adalah seorang pengusaha batik di Kampung
Lawean (Solo) yang mempunyai banyak pekerja.
Perkumpulan ini semakin berkembang pesat
ketika Tjokroaminoto memegang tampuk
pimpinan dan mengubah nama perkumpulan itu
menjadi Sarekat Islam.Kata “Dagang” dalam
Serikat Dagang Islam dihilangkan dengan maksud
agar ruang geraknya lebih luas tidak dalam
bidang dagang saja.
Awalnya organisasi ini bertujuan untuk
memajukan perdagangan Indonesia di bawah
panji-panji Islam untuk menyaingi para
pedagang cina di Solo. Pada
perkembangannya , organisasi ini juga
melakukan perlawanan terhadap setiap
bentuk kecurangan yang dilakukan,baik oleh
pejabat pemerintah maupun oleh para priyayi
sendiri. Dalam waktu yang relative singkat,
perkumpulan ini mempunyai pengikut dari
berbagai lapisan masyarakat.
Sarekat Islam mengalami perkembangan
yang pesat setelah dipimpin Haji Oemar said
Tjokroaminoto. Dalam sebuah
pidatonya,H.O.S . Tjokroaminoto menegaskan
bahwa tujuan SI bersaing dan membebaskan
ketergantungan ekonomi dari bangsa asing,.
Dalam kesempatan lain, yaitu dalam kongres
SI tahun 1916,H.O.S. Tjokroaminoto juga
mengatakan perlunya sebuah pemerintahan
sendiri bagi rakyat Indonesia.
Latar belakang berdirinya Sarekat Islam(SI) yaitu :
1. Faktor ekonomi, yaitu untuk memperkuat diri
menghadapi Cina yang mempermainkan penjualan
bahan baku batik
2. Faktor agama, yaitu untuk memajukan agama Islam.
Tujuan utama SI pada awal berdirinya adalah
menghidupkan kegiatan ekonomi pedagang Islam Jawa.
Keadaan hubungan yang tidak harmonis antara Jawa
dan Cina mendorong pedagang-pedagang Jawa untuk
bersatu menghadapi pedagang-pedagang Cina. Di
samping itu agama Islam merupakan faktor pengikat
dan penyatu kekuatan pedagang-pedagang Islam.
Sejak saat itu, wilayah perjuangan SI telah
mencakup bidang politik. Hal ini dipertegas
setelah hasil kongres SI menetapkan cita-cita
SI untuk membentuk satu bangsa bagi
penduduk Indonesia, yaitu bangsa Indonesia.
Dalam perkembangannya muncul golongan
social radikal di dalam SI yang diwakili unsur-
unsur Indische Social Demokratische
Vereeniging (ISDV) dan gerakan sosialis
lainnya. Adapun tokoh-tokoh muda yang
berhaluan kiri dan radikal di dalam tubuh SI,
antara lain, Semaun, Darsono dan Tan Malaka.
Adanya tokoh-tokoh haluan kiri ini
menyebabkan konflik ideology dalam tubuh SI.
SI terpecah menjadi dua, yaitu SI putih Dan SI
merah. SI merah berasas komunis, sedangkan
SI putih masih mempertahankan asa
keislaman.
Pada Kongres Sarekat Islam ke tujuh Tahun 1921 di
Madiun SI mengubah namanya menjadi PSI (Partai
Sarekat Islam). Tahun 1921,Sarekat Islam pecah
menjadi dua ketika cabang SI yang mendapat
pengaruh komunis yaitu golongan kiri(paham
Marx)dapat disingkirkan,lalu menamakan dirinya
bernaung dalam Sarekat Rakyat(SR) atau Sarekat
Islam Merah yang merupakan organisasi dibawah
naungan Partai Komunis Indonesia(PKI) dipimpin oleh
Semaun sedangkan Sarekat Islam Putih dipimpin oleh
Tjokroaminoto dengan anggotanya yaitu SI awal
.Sejak itu, SI dan SR berusaha untuk mencari
dukungan dari massa dan keduanya cukup berhasil.
Kongres Partai Sarekat Islam tahun 1927
menegaskan struktur partai yang kuat bahwa
tujuan perjuangan adalah mencapai kemerdekaan
nasional berdasarkan agama Islam. Karena
tujuannya adalah untuk mencapai kemerdekaan
nasional maka Partai Sarekat Islam
menggabungkan diri dengan Pemufakatan
Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan
Indonesia (PPPKI).
Tahun 1928 dan 1929 PSI merasa khawatir atas
dominasi Partai Nasionalis Indonesia(PNI) dalam
dunia politik dan PSI tidak mampu mencegah
kemundurannya secara pelan-pelan.
PSI yang merupakan anggota federasi
PPPKI,lambat laun tidak senang terhadap badan
federatif itu.Dalam kongres PPPKI akhir bulan
Desember 1929 di Solo, Mohammad Husni Thamrin
menyatakan bahwa ia sangat keberatan terhadap
sikap PSI cabang Batavia yang tidak ikut serta dalam
rapat-rapat protes PPPKI terhadap poenale
sanctie(sanksi hukuman yang diberikan bila para
kuli melanggar kontrak/melarikan diri) yang
diadakan bulan september sebelumnya(tahun
1929).Menanggapi kritik itu,maka PSI mengancam
akan keluar dari PPPKI.
Kemudian salah satu keputusan kongres
PSI tahun 1930 adalah mengubah nama PSI
menjadi PSII(Partai Sarekat Islam
Indonesia).Perubahan itu dilakukan untuk
menunjukkan bahwasanya PSII sangat
berbakti terhadap pembentukan Negara
Kesatuan Indonesia.
NU
Nahdatul Ulama disingkat NU, yang
merupakan suatu jam’iyah Diniyah
Islamiyah yang berarti Organisasi Keagamaan
Islam. Didirikan di Surabaya pada tanggal 31
Januari 1926 M/16 Rajab 1344 H. Organisasi ini
merupakan salah satu organisasi terbesar di
Indonesia dewasa ini. NU mempersatukan
solidaritas ulama tradisional dan para pengikut
mereka yang berfaham salah satu dari empat
mazhab Fikih Islam Sunni terutama Mazhab
Syafi’i. Basis sosial NU dahulu dan kini terutama
masih berada di pesantren.
Sebagai latar belakang terbentuknya
organisasi NU ini adalah: gerakan pembaruan
di Mesir dan sebagian Timur Tengah lainnya
dengan munculnya gagasan Pan-Islamisme
yang dipelopori Jamaluddin al-Afghani untuk
mempersatukan seluruh dunia Islam.
Sementara di Turki bangkit gerakan
nasionalisme yang kemudian
meruntuhkan Khalifah Usmaniyah.
Latar Belakang dan Sejarah Berdirinya Nahdhatul
Ulama (NU)
Jika di Mesir dan Turki gerakan pembaruan
muncul akibat kesadaran politik atas ketertinggalan
mereka dari Barat, di Arab Saudi tampil gerakan
Wahabi yang bergulat dengan persoalan internal
umat Islam sendiri, yaitu reformasi faham tauhid
dan konservasi dalam bidang hukum yang menurut
mereka telah dirusak oleh khurafat dan
kemusyrikan yang melanda umat Islam.
Sementara di Indonesia tumbuh organisasi sosial
kebangsaan dan keagamaan yang bertujuan untuk
memajukan kehidupan umat, seperti Budi Utomo ,
Syarekat Islam , dan kemudian disusul Muhammadiyah.
Hal-hal tersebut telah membangkitkan semangat
beberapa pemuda Islam Indonesia untuk membentuk
organisasi pendidikan dan dakwah,
seperti Nahdatul Wathan (Kebangkitan tanah air),
dan Taswirul Afkar (potret pemikiran). Kedua organisasi
dirintis bersama oleh Abdul Wahab Hasbullah dan Mas
Mansur organisasi inilah yang menjadi cikal bakal
lahirnya NU.
Pada saat yang sama, tantangan pembaruan
yang dibawah oleh Muhammad Abduh di Mesir
mempengaruhi ulama Indonesia dalam bentuk
Muhammadiyah, yakni organisasi Islam terbesar
kedua pada abad ke-20 di Indonesia. Penghapusan
kekhalifahan di Turki dan kejatuhan Hijaz ke tangan
Ibn Sa’ud yang menganut Wahabiyah pada tahun
1924 memicu konflik terbuka dalam masyarakat
Muslim Indonesia.
Perubahan-perubahan ini mengganggu
sebagian besar ulama Jawa, termasuk Hasbullah.
Dia dan ulama sefaham menyadari serta
melakukan usaha-usaha untuk melawan ancaman
bid’ah tersebut serta merupakan kebutuhan yang
mendesak. Hasyim As’ari (1871-1947) Kiai dari
pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yang
merupakan ulama Jawa paling disegani-
menyetujui permintaan mereka untuk
membentuk NU pada tahun 1926 dan dia
menjadi ketua pertamanya atau ro’is akbar.
Khittah NU 1926 menyatakan tujuan NU sebagai berikut:
• Meningkatkan hubungan antar ulama dari berbagai
mazhab sunni
• Meneliti kitab-kitab pesantren untuk menentukan
kesesuaian dengan ajaran ahlusunnah wal-jama’ah
• Meneliti kitab-kitab di pesantren untuk menentukan
kesesuaiannya dengan ajaran ahlusunnah wal-jama’ah
• Mendakwahkan Islam berdasarkan ajaran empat
mazhab
• Mendirikan Madrasah, mengurus masjid, tempat-
tempat ibadah, dan pondok pesantren, mengurus
yatim piatu dan fakir miskin
• Dan membentuk organisasi untuk memajukan
pertanian, perdagangan, dan industri yang halal
menurut hukum Islam
Dari keenam usaha tersebut, hanya satu
butir saja yaitu usaha pertanian, perdagangan
dan industri yang tidak berhubungan langsung
dengan kehidupan kaum ulama secara khusus.
Hasil Muktamar XXVII NU di Situbondo pada
tahun 1984, melalui sebuah keputusan yang
disebut “Khittah Nahdatul Ulama”, menegaskan
kembali usaha-usaha tersebut dalam empat butir.
Pertama, peningkatan silaturrahmi antar ulama.
Kedua, peningkatan kegiatan di bidang
keilmuan/pengkajian/pendidikan. Ketiga,
peningkatan penyiaran Islam, pembangunan
sarana-sarana peribadatan dan pelayanan sosial.
Keempat, peningkatan taraf dan kualitas hidup
masyarakat melalui kegiatan yang terarah,
mendirikan badan-badan untuk memajukan
urusan-urusan pertanian, perniagaan dan
perusahaan yang tidak dilarang oleh syara’.
Dengan demikian pengaruh ulama sangat besar
dalam NU, dan telah mendapat konfirmasi dari
Khittah NU. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya
NU adalah Jam’iyyah Diniyyah yang membawakan
faham keagamaan, sehingga yang menjadi mata
rantai pembawa faham Islam Ahlussunnah wal-
jama’ah, selalu ditempatkan sebagai pengelola,
pengendali, pengawas dan pembimbing utama
jalannya organisasi.
Muhammadiyah
Muhammadiyah didirikan di Kampung
Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah
1330 H/18 Nopember 1912 oleh seorang yang
bernama Muhammad Darwis, kemudian
dikenal dengan KHA Dahlan .
Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton
Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai
pedagang. Melihat keadaan ummat Islam pada
waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh
dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau
tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali
kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan
Qur`an dan Hadist. Oleh karena itu beliau
memberikan pengertian keagamaan dirumahnya
ditengah kesibukannya sebagai Khatib dan para
pedagang.
Mula-mula ajaran ini ditolak, namun berkat
ketekunan dan kesabarannya, akhirnya mendapat
sambutan dari keluarga dan teman dekatnya.
Profesinya sebagai pedagang sangat mendukung
ajakan beliau, sehingga dalam waktu singkat
ajakannya menyebar ke luar kampung Kauman
bahkan sampai ke luar daerah dan ke luar pulau
Jawa. Untuk mengorganisir kegiatan tersebut
maka didirikan Persyarikatan Muhammadiyah.
Dan kini Muhammadiyah telah ada diseluruh
pelosok tanah air.
Organisasi ini bertujuan menyebarkan ajaran
Nabi Muhammad SAW dan ingin memajukan
agama Islam. Untuk memajukan hal itu,
Muhammadiyah mendirikan lembaga-lembaga
pendidikan, tabligh-tabligh Islam, badan wakaf,
serta menerbitkan buku-buku, brosur, majalah
dan surat kabar.
Dalam menjalankan kegiatannya, ruang
geraknya hanya pada daerah Kauman,Yogyakarta.
KHA Dahlan aktif bertabligh dan mengajar di
sekolah-sekolah. Ia juga giat memberikan
bantuan kepada fakir miskin dengan jalan
mengumpulkan zakat dan pakaian.
1920, Muhammadiyah meluaskan
sayapnya ke daerah-daerah di pulau Jawa. Dan
pada 1921 sudah melebar sampai ke luar
pulau Jawa.
Cabang utama Muhammadiyah di luar
pulau Jawa mula-mula di Minangkabau, yang
sudah sejak lama melaksanakan pembaharuan
Islam. Kemudian 1927, cabang-cabang baru
berdiri di Bengkulu, Banjarmasin dan Amuntai.
1929, cabang baru dibentuk di Aceh dan
Ujung Pandang (Makassar).
Kegiatan utama cabang-cabang itu adalah di
bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Antara tahun 1920-1925, Muhammadiyah giat
mendirikan sekolah-sekolah. 1923, didirikan
majelis pimpinan pengajaran Muhammadiyah
dengan ketua M.Joyosugito. Di bidang
kesejahteraan sosial, anak-anak terlantar dan
kaum miskin mendapat perhatian khusus. Untuk
mendukungnya, dibangun balai kesehatan dan
persatuan juru rawat. Khusus untuk kaum
wanita, kegiatannya ditampung oleh organisasi
wanita Muhammadiyah yang diberi nama
Aisyiah. Sementara itu kaum muda diberi tempat
dalam organisasi yang bernama Hizbul Wathan
Sumber
http://suara-muhammadiyah.com/
http://kendakaku.blogspot.com/2014/05/latar-
belakangperkembangankemunduran.html
Sejarah Esis kelas XI

Organisasi islam

  • 1.
    Organisasi Islam Oleh Intan JannatulMa’wa 2700006 XI SS 1
  • 2.
    Sarekat Islam Pada tahun1911 didirikanlah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang awalnya diberi nama Sarekat Dagang Islam (SDI) di kota Solo oleh Haji Samanhudi.Haji Samanhudi sendiri adalah seorang pengusaha batik di Kampung Lawean (Solo) yang mempunyai banyak pekerja. Perkumpulan ini semakin berkembang pesat ketika Tjokroaminoto memegang tampuk pimpinan dan mengubah nama perkumpulan itu menjadi Sarekat Islam.Kata “Dagang” dalam Serikat Dagang Islam dihilangkan dengan maksud agar ruang geraknya lebih luas tidak dalam bidang dagang saja.
  • 3.
    Awalnya organisasi inibertujuan untuk memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam untuk menyaingi para pedagang cina di Solo. Pada perkembangannya , organisasi ini juga melakukan perlawanan terhadap setiap bentuk kecurangan yang dilakukan,baik oleh pejabat pemerintah maupun oleh para priyayi sendiri. Dalam waktu yang relative singkat, perkumpulan ini mempunyai pengikut dari berbagai lapisan masyarakat.
  • 4.
    Sarekat Islam mengalamiperkembangan yang pesat setelah dipimpin Haji Oemar said Tjokroaminoto. Dalam sebuah pidatonya,H.O.S . Tjokroaminoto menegaskan bahwa tujuan SI bersaing dan membebaskan ketergantungan ekonomi dari bangsa asing,. Dalam kesempatan lain, yaitu dalam kongres SI tahun 1916,H.O.S. Tjokroaminoto juga mengatakan perlunya sebuah pemerintahan sendiri bagi rakyat Indonesia.
  • 5.
    Latar belakang berdirinyaSarekat Islam(SI) yaitu : 1. Faktor ekonomi, yaitu untuk memperkuat diri menghadapi Cina yang mempermainkan penjualan bahan baku batik 2. Faktor agama, yaitu untuk memajukan agama Islam. Tujuan utama SI pada awal berdirinya adalah menghidupkan kegiatan ekonomi pedagang Islam Jawa. Keadaan hubungan yang tidak harmonis antara Jawa dan Cina mendorong pedagang-pedagang Jawa untuk bersatu menghadapi pedagang-pedagang Cina. Di samping itu agama Islam merupakan faktor pengikat dan penyatu kekuatan pedagang-pedagang Islam.
  • 6.
    Sejak saat itu,wilayah perjuangan SI telah mencakup bidang politik. Hal ini dipertegas setelah hasil kongres SI menetapkan cita-cita SI untuk membentuk satu bangsa bagi penduduk Indonesia, yaitu bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya muncul golongan social radikal di dalam SI yang diwakili unsur- unsur Indische Social Demokratische Vereeniging (ISDV) dan gerakan sosialis lainnya. Adapun tokoh-tokoh muda yang berhaluan kiri dan radikal di dalam tubuh SI, antara lain, Semaun, Darsono dan Tan Malaka.
  • 7.
    Adanya tokoh-tokoh haluankiri ini menyebabkan konflik ideology dalam tubuh SI. SI terpecah menjadi dua, yaitu SI putih Dan SI merah. SI merah berasas komunis, sedangkan SI putih masih mempertahankan asa keislaman.
  • 8.
    Pada Kongres SarekatIslam ke tujuh Tahun 1921 di Madiun SI mengubah namanya menjadi PSI (Partai Sarekat Islam). Tahun 1921,Sarekat Islam pecah menjadi dua ketika cabang SI yang mendapat pengaruh komunis yaitu golongan kiri(paham Marx)dapat disingkirkan,lalu menamakan dirinya bernaung dalam Sarekat Rakyat(SR) atau Sarekat Islam Merah yang merupakan organisasi dibawah naungan Partai Komunis Indonesia(PKI) dipimpin oleh Semaun sedangkan Sarekat Islam Putih dipimpin oleh Tjokroaminoto dengan anggotanya yaitu SI awal .Sejak itu, SI dan SR berusaha untuk mencari dukungan dari massa dan keduanya cukup berhasil.
  • 9.
    Kongres Partai SarekatIslam tahun 1927 menegaskan struktur partai yang kuat bahwa tujuan perjuangan adalah mencapai kemerdekaan nasional berdasarkan agama Islam. Karena tujuannya adalah untuk mencapai kemerdekaan nasional maka Partai Sarekat Islam menggabungkan diri dengan Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). Tahun 1928 dan 1929 PSI merasa khawatir atas dominasi Partai Nasionalis Indonesia(PNI) dalam dunia politik dan PSI tidak mampu mencegah kemundurannya secara pelan-pelan.
  • 10.
    PSI yang merupakananggota federasi PPPKI,lambat laun tidak senang terhadap badan federatif itu.Dalam kongres PPPKI akhir bulan Desember 1929 di Solo, Mohammad Husni Thamrin menyatakan bahwa ia sangat keberatan terhadap sikap PSI cabang Batavia yang tidak ikut serta dalam rapat-rapat protes PPPKI terhadap poenale sanctie(sanksi hukuman yang diberikan bila para kuli melanggar kontrak/melarikan diri) yang diadakan bulan september sebelumnya(tahun 1929).Menanggapi kritik itu,maka PSI mengancam akan keluar dari PPPKI.
  • 11.
    Kemudian salah satukeputusan kongres PSI tahun 1930 adalah mengubah nama PSI menjadi PSII(Partai Sarekat Islam Indonesia).Perubahan itu dilakukan untuk menunjukkan bahwasanya PSII sangat berbakti terhadap pembentukan Negara Kesatuan Indonesia.
  • 12.
    NU Nahdatul Ulama disingkatNU, yang merupakan suatu jam’iyah Diniyah Islamiyah yang berarti Organisasi Keagamaan Islam. Didirikan di Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1344 H. Organisasi ini merupakan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dewasa ini. NU mempersatukan solidaritas ulama tradisional dan para pengikut mereka yang berfaham salah satu dari empat mazhab Fikih Islam Sunni terutama Mazhab Syafi’i. Basis sosial NU dahulu dan kini terutama masih berada di pesantren.
  • 13.
    Sebagai latar belakangterbentuknya organisasi NU ini adalah: gerakan pembaruan di Mesir dan sebagian Timur Tengah lainnya dengan munculnya gagasan Pan-Islamisme yang dipelopori Jamaluddin al-Afghani untuk mempersatukan seluruh dunia Islam. Sementara di Turki bangkit gerakan nasionalisme yang kemudian meruntuhkan Khalifah Usmaniyah.
  • 14.
    Latar Belakang danSejarah Berdirinya Nahdhatul Ulama (NU) Jika di Mesir dan Turki gerakan pembaruan muncul akibat kesadaran politik atas ketertinggalan mereka dari Barat, di Arab Saudi tampil gerakan Wahabi yang bergulat dengan persoalan internal umat Islam sendiri, yaitu reformasi faham tauhid dan konservasi dalam bidang hukum yang menurut mereka telah dirusak oleh khurafat dan kemusyrikan yang melanda umat Islam.
  • 15.
    Sementara di Indonesiatumbuh organisasi sosial kebangsaan dan keagamaan yang bertujuan untuk memajukan kehidupan umat, seperti Budi Utomo , Syarekat Islam , dan kemudian disusul Muhammadiyah. Hal-hal tersebut telah membangkitkan semangat beberapa pemuda Islam Indonesia untuk membentuk organisasi pendidikan dan dakwah, seperti Nahdatul Wathan (Kebangkitan tanah air), dan Taswirul Afkar (potret pemikiran). Kedua organisasi dirintis bersama oleh Abdul Wahab Hasbullah dan Mas Mansur organisasi inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya NU.
  • 16.
    Pada saat yangsama, tantangan pembaruan yang dibawah oleh Muhammad Abduh di Mesir mempengaruhi ulama Indonesia dalam bentuk Muhammadiyah, yakni organisasi Islam terbesar kedua pada abad ke-20 di Indonesia. Penghapusan kekhalifahan di Turki dan kejatuhan Hijaz ke tangan Ibn Sa’ud yang menganut Wahabiyah pada tahun 1924 memicu konflik terbuka dalam masyarakat Muslim Indonesia.
  • 17.
    Perubahan-perubahan ini mengganggu sebagianbesar ulama Jawa, termasuk Hasbullah. Dia dan ulama sefaham menyadari serta melakukan usaha-usaha untuk melawan ancaman bid’ah tersebut serta merupakan kebutuhan yang mendesak. Hasyim As’ari (1871-1947) Kiai dari pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yang merupakan ulama Jawa paling disegani- menyetujui permintaan mereka untuk membentuk NU pada tahun 1926 dan dia menjadi ketua pertamanya atau ro’is akbar.
  • 18.
    Khittah NU 1926menyatakan tujuan NU sebagai berikut: • Meningkatkan hubungan antar ulama dari berbagai mazhab sunni • Meneliti kitab-kitab pesantren untuk menentukan kesesuaian dengan ajaran ahlusunnah wal-jama’ah • Meneliti kitab-kitab di pesantren untuk menentukan kesesuaiannya dengan ajaran ahlusunnah wal-jama’ah • Mendakwahkan Islam berdasarkan ajaran empat mazhab • Mendirikan Madrasah, mengurus masjid, tempat- tempat ibadah, dan pondok pesantren, mengurus yatim piatu dan fakir miskin • Dan membentuk organisasi untuk memajukan pertanian, perdagangan, dan industri yang halal menurut hukum Islam
  • 19.
    Dari keenam usahatersebut, hanya satu butir saja yaitu usaha pertanian, perdagangan dan industri yang tidak berhubungan langsung dengan kehidupan kaum ulama secara khusus.
  • 20.
    Hasil Muktamar XXVIINU di Situbondo pada tahun 1984, melalui sebuah keputusan yang disebut “Khittah Nahdatul Ulama”, menegaskan kembali usaha-usaha tersebut dalam empat butir. Pertama, peningkatan silaturrahmi antar ulama. Kedua, peningkatan kegiatan di bidang keilmuan/pengkajian/pendidikan. Ketiga, peningkatan penyiaran Islam, pembangunan sarana-sarana peribadatan dan pelayanan sosial. Keempat, peningkatan taraf dan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan yang terarah, mendirikan badan-badan untuk memajukan urusan-urusan pertanian, perniagaan dan perusahaan yang tidak dilarang oleh syara’.
  • 21.
    Dengan demikian pengaruhulama sangat besar dalam NU, dan telah mendapat konfirmasi dari Khittah NU. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya NU adalah Jam’iyyah Diniyyah yang membawakan faham keagamaan, sehingga yang menjadi mata rantai pembawa faham Islam Ahlussunnah wal- jama’ah, selalu ditempatkan sebagai pengelola, pengendali, pengawas dan pembimbing utama jalannya organisasi.
  • 22.
    Muhammadiyah Muhammadiyah didirikan diKampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan .
  • 23.
    Beliau adalah pegawaikesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist. Oleh karena itu beliau memberikan pengertian keagamaan dirumahnya ditengah kesibukannya sebagai Khatib dan para pedagang.
  • 24.
    Mula-mula ajaran iniditolak, namun berkat ketekunan dan kesabarannya, akhirnya mendapat sambutan dari keluarga dan teman dekatnya. Profesinya sebagai pedagang sangat mendukung ajakan beliau, sehingga dalam waktu singkat ajakannya menyebar ke luar kampung Kauman bahkan sampai ke luar daerah dan ke luar pulau Jawa. Untuk mengorganisir kegiatan tersebut maka didirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Dan kini Muhammadiyah telah ada diseluruh pelosok tanah air.
  • 25.
    Organisasi ini bertujuanmenyebarkan ajaran Nabi Muhammad SAW dan ingin memajukan agama Islam. Untuk memajukan hal itu, Muhammadiyah mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, tabligh-tabligh Islam, badan wakaf, serta menerbitkan buku-buku, brosur, majalah dan surat kabar. Dalam menjalankan kegiatannya, ruang geraknya hanya pada daerah Kauman,Yogyakarta. KHA Dahlan aktif bertabligh dan mengajar di sekolah-sekolah. Ia juga giat memberikan bantuan kepada fakir miskin dengan jalan mengumpulkan zakat dan pakaian.
  • 26.
    1920, Muhammadiyah meluaskan sayapnyake daerah-daerah di pulau Jawa. Dan pada 1921 sudah melebar sampai ke luar pulau Jawa. Cabang utama Muhammadiyah di luar pulau Jawa mula-mula di Minangkabau, yang sudah sejak lama melaksanakan pembaharuan Islam. Kemudian 1927, cabang-cabang baru berdiri di Bengkulu, Banjarmasin dan Amuntai. 1929, cabang baru dibentuk di Aceh dan Ujung Pandang (Makassar).
  • 27.
    Kegiatan utama cabang-cabangitu adalah di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial. Antara tahun 1920-1925, Muhammadiyah giat mendirikan sekolah-sekolah. 1923, didirikan majelis pimpinan pengajaran Muhammadiyah dengan ketua M.Joyosugito. Di bidang kesejahteraan sosial, anak-anak terlantar dan kaum miskin mendapat perhatian khusus. Untuk mendukungnya, dibangun balai kesehatan dan persatuan juru rawat. Khusus untuk kaum wanita, kegiatannya ditampung oleh organisasi wanita Muhammadiyah yang diberi nama Aisyiah. Sementara itu kaum muda diberi tempat dalam organisasi yang bernama Hizbul Wathan
  • 28.