Exception 
Pemrograman 
Berorientasi Objek 
dodo@kuliahkita.com
Pendahuluan 
Exception adalah sebuah event yang terjadi saat eksekusi 
program berjalan tidak seharusnya dan dapat 
mengganggu alur normal dari instruksi program. 
Apabila exception ini tidak ditangani, maka akan membuat 
program berhenti di tengah jalan (terminated) tanpa 
menyelesaikan proses instruksinya.
Exception Object 
Ketika error terjadi baik dalam program utama maupun 
sebuah method, maka akan diciptakan sebuah objek dan 
dilemparkan ke runtime system. 
Objek yang dilemparkan itu dinamakan exception object. 
Proses melemparkannya disebut throwing exception object.
Jenis Exception 
Terdapat berbagai jenis exception, tapi secara garis besar 
terdapat 3 kategori: 
1. checked exception: exception yang khususnya berasal 
dari pengguna (diluar programmer). 
○ Contoh: file tidak ditemukan 
2. runtime exception: exception saat program berjalan 
○ Contoh: pemeriksaan array / larik 
3. error: sebenarnya bukan exception, tetapi kesalahan 
pada program akibat pengguna atau programmer
Hierarki Exception 
Umumnya exception dapat dihindari dan ditangani, akan 
tetapi jika terjadi error, maka akan menyebabkan program 
berhenti mendadak dan tidak dapat ditangani. 
Gambar disamping adalah 
hierarki exception.
Penanganan Exception 
Ketika exception object dibuat dan dilemparkan, sistem 
akan mencari sesuatu yang dapat mengatasi exception 
tersebut (exception handler) 
Tugas exception handler ini adalah untuk menangkap objek 
exception yang dilempar dan melakukan suatu 
penanganan berdasarkan exception yang diterima
Penanganan Exception - 2 
Dalam program, penanganan exception ini disusun dalam 
sebuah blok kode. 
Instruksi yang akan dieksekusi dibungkus dalam satu blok 
kode bernama try, dan untuk menangani exception akan 
didefinisikan dalam blok kode lainnya bernama catch. 
Lalu ada blok lain yang opsional yang pasti akan 
dieksekusi apabila berhasil yang dinamakan finally
Mengapa Exception? 
Alasan penggunaan exception dalam konsep 
pemrograman yaitu: 
1. memisahkan error handling code (penanganan 
kesalahan) dengan regular code (kode biasa) 
2. mengelompokkan tipe error atau kesalahan sehingga 
dapat memiliki penanganan yang berbeda
Contoh Implementasi 
public class CobaException{ 
public static void main(String args[]){ 
int a[] = new int[2]; // definisikan array berkapasitas 2 
a[0] = 10; a[1] = 46; // isi array 
try{ // Coba akses indeks ke-3 dari array 
System.out.println("Akses index ke-3:" + a[3]); 
} catch(ArrayIndexOutOfBoundsException e){ 
// Penanganan error terhadap akses array yang indeksnya berlebih 
System.out.println("Lemparkan eception :" + e); 
} 
finally { // Kode yang pasti dieksekusi setelah blok try-catch 
a[0] = 6; 
System.out.println("Elemen pertama adalah: " +a[0]); 
} 
} 
}

OOP - Exception

  • 1.
    Exception Pemrograman BerorientasiObjek dodo@kuliahkita.com
  • 2.
    Pendahuluan Exception adalahsebuah event yang terjadi saat eksekusi program berjalan tidak seharusnya dan dapat mengganggu alur normal dari instruksi program. Apabila exception ini tidak ditangani, maka akan membuat program berhenti di tengah jalan (terminated) tanpa menyelesaikan proses instruksinya.
  • 3.
    Exception Object Ketikaerror terjadi baik dalam program utama maupun sebuah method, maka akan diciptakan sebuah objek dan dilemparkan ke runtime system. Objek yang dilemparkan itu dinamakan exception object. Proses melemparkannya disebut throwing exception object.
  • 4.
    Jenis Exception Terdapatberbagai jenis exception, tapi secara garis besar terdapat 3 kategori: 1. checked exception: exception yang khususnya berasal dari pengguna (diluar programmer). ○ Contoh: file tidak ditemukan 2. runtime exception: exception saat program berjalan ○ Contoh: pemeriksaan array / larik 3. error: sebenarnya bukan exception, tetapi kesalahan pada program akibat pengguna atau programmer
  • 5.
    Hierarki Exception Umumnyaexception dapat dihindari dan ditangani, akan tetapi jika terjadi error, maka akan menyebabkan program berhenti mendadak dan tidak dapat ditangani. Gambar disamping adalah hierarki exception.
  • 6.
    Penanganan Exception Ketikaexception object dibuat dan dilemparkan, sistem akan mencari sesuatu yang dapat mengatasi exception tersebut (exception handler) Tugas exception handler ini adalah untuk menangkap objek exception yang dilempar dan melakukan suatu penanganan berdasarkan exception yang diterima
  • 7.
    Penanganan Exception -2 Dalam program, penanganan exception ini disusun dalam sebuah blok kode. Instruksi yang akan dieksekusi dibungkus dalam satu blok kode bernama try, dan untuk menangani exception akan didefinisikan dalam blok kode lainnya bernama catch. Lalu ada blok lain yang opsional yang pasti akan dieksekusi apabila berhasil yang dinamakan finally
  • 8.
    Mengapa Exception? Alasanpenggunaan exception dalam konsep pemrograman yaitu: 1. memisahkan error handling code (penanganan kesalahan) dengan regular code (kode biasa) 2. mengelompokkan tipe error atau kesalahan sehingga dapat memiliki penanganan yang berbeda
  • 9.
    Contoh Implementasi publicclass CobaException{ public static void main(String args[]){ int a[] = new int[2]; // definisikan array berkapasitas 2 a[0] = 10; a[1] = 46; // isi array try{ // Coba akses indeks ke-3 dari array System.out.println("Akses index ke-3:" + a[3]); } catch(ArrayIndexOutOfBoundsException e){ // Penanganan error terhadap akses array yang indeksnya berlebih System.out.println("Lemparkan eception :" + e); } finally { // Kode yang pasti dieksekusi setelah blok try-catch a[0] = 6; System.out.println("Elemen pertama adalah: " +a[0]); } } }