PAPER
ONTOLOGI PENDIDIKAN KIMIA
Paper ini disusun untuk memenuhi tugas Filsafat Pendidikan
Disusun oleh:
Astika Rahayu
1311818005
PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2018
ONTOLOGI PENDIDIKAN KIMIA
A. Ontologi
Berdasarkan istilah, ontologi (ontology) berasal dari akar kata dalam bahasa Yunani,
diartikan sebagai cabang metafisika untuk memperlakukan sifat kewujudan. Secara singkat,
ontologi merupakan pengetahuan tentang apa yang (what is) atau ada (exist). Ontologi sebagai
cabang filsafat merujuk pada realitas sekitar kita, tidak tergantung bagaimana pandangan kita
sendiri terhadapnya. Dengan demikian, ontologi mengharuskan seseorang untuk membuat
perbedaan yang tegas antara subjek yang mengamati dan obyek yang diamati.
Ada beberapa pengertian ontologi menurut para tokoh-tokoh filsafat diantaranya:
a. Menurut Suriasumantri (1985),
Ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu,
atau, dengan kata lain suatu pengkajian mengenai teori tentang “ada”. Telaah ontologis
akan menjawab pertanyaan-pertanyaan:
a) apakah obyek ilmu yang akan ditelaah,
b) bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut, dan
c) bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir,
merasa, dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan.
b. Menurut Soetriono & Hanafie (2007)
Ontologi yaitu merupakan azas dalam menerapkan batas atau ruang lingkup wujud yang
menjadi obyek penelaahan (obyek ontologis atau obyek formal dari pengetahuan) serta
penafsiran tentang hakikat realita (metafisika) dari obyek ontologi atau obyek formal
tersebut dan dapat merupakan landasan ilmu yang menanyakan apa yang dikaji oleh
pengetahuan dan biasanya berkaitan dengan alam kenyataan dan keberadaan.
c. Menurut Pandangan The Liang Gie
Ontologi adalah bagian dari filsafat dasar yang mengungkap makna dari sebuah
eksistensi yang pembahasannya meliputi persoalan-persoalan:
 Apakah artinya ada, hal ada?
 Apakah golongan-golongan dari hal yang ada
 Apakah sifat dasar kenyataan dan hal ada?
 Apakah cara-cara yang berbeda dalam mana entitas dari kategori-kategori logis
yang berlainan (misalnya objek-objek fisis, pengertian universal, abstraksi dan
bilangan) dapat dikatakan ada?
B. Ontologi Ilmu Kimia
Ilmu kimia adalah cabang ilmu sains yang mempelajari struktur materi, sifat-sifat materi,
perubahan suatu materi menjadi materi lain, serta energi yang menyertai perubahan materi. Ilmu
kimia lahir dari keinginan para ahli kimia untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan apa dan
mengapa tentang sifat materi yang ada di alam, yang masing-masing akan menghasilkan fakta
dan pengetahuan teoritis tentang materi yang kebenarannya dapat dijelaskan dengan logika
matematika.
Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Susunan materi
mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut.
Struktur materi mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan
bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan. Sifat materi mencakup sifat
fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh: susunan dan
struktur dari materi tersebut. Perubahan materi meliputi perubahan fisis/fisika (wujud) dan
perubahan kimia (menghasilkan zat baru). Energi yang menyertai perubahan materi sama
menyangkut banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu.
Ini berarti bahwa aspek ontologi dari ilmu kimia adalah:
 Konsep kimia, yang berarti kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang susunan,
struktur, sifat, perubahan serta energi yang menyertai perubahan suatu materi
 Objek studi dari ilmu kimia adalah zat atau materi.
C. Ontologi Pendidikan Kimia
Secara umum, ontologi dalam pendidikan kimia ialah kegiatan membimbing siswa untuk
memahami realita di bidang kimia dan membina kesadaran tentang kebenaran yang berpangkal
atas realita dalam bidang kimia yang merupakan stimulus untuk menyelami kebenaran yang
ada.Dalam jenjang sekolah menengah atas, Kimia menjadi salah satu cabang ilmu sains yang
mulai dipelajari lebih mendalam. Ilmu kimia itu sendiri juga terbagi menjadi beberapa cabang,
diantaranya:
1. Kimia analitik, yakni ilmu kimia yang mempelajari cara menganalisis suatu zat baik
komposisi maupun strukturnya
2. Kimia organik, yakni ilmu kimia yang mempelajari struktur, sifat, proses dan reaksi
senyawa organic
3. Kimia anorganik, yaitu ilmu kimia yang mempelajari tentang sifat dan reaksi senyawa
anorganik
4. Kimia inti, yaitu ilmu kimia yang mempelajari tentang bagaimana proses terjadinya
reaksi inti
5. Kimia teori, yaitu ilmu kimia yang mengkaji kimia dari aspek teori dengan dukungan
ilmu matematika dan fisika.
6. Kimia fisik, yaitu ilmu kimia yang mempelajari sifat-sifat fisik pada proses kimia.
7. Biokimia, yaitu ilmu kimia yang mempelajari sifat, proses dan aktivitas kimiawi dalam
sel hidup (organisme)
8. Kimia pangan, adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari proses-proses, penggunaan
dan pengaruh bahan-bahan kimia terhadap pangan serta interaksi bilogis dan non-biologis
pada makanan.
9. Termokimia, yaitu ilmu kimia yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara
panas dan reaksi kimia, juga hubungan antara panas dan perubahan fisika yang dilihat
dari segi termodinamika kimia.
Ontologi merupakan kajian filosofis tentang sifat alamiah kewujudan (being), nyata,
keberadaan (existence) atau realitas sebaik kategori-kategori dasar kewujudan dan hubungannya.
Dalam kajian ontolog, pendidikan kimia dijabarkan sebagai berikut:
1. Kewujudan (ada)
Segala seuatu yang dipelajari dapat dilihat wujudnya dengan mata. Seperti adanya bahan
bakar yang berasal dari senyawa hidrokarbon.
2. Nyata
Segala sesuatu yang dipelajari belum tentu dapat dilihat oleh mata tapi benar adanya.
Seperti mempelajari struktur dari senyawa hidrokarbon yang bermacam-macam jenisnya.
3. Keberadaan (eksistensi)
Segala sesuatu yang dipelajari, tidak terlihat mata, namun keberadaannya sangat
diperlukan. Seperti mempelajari stoikiometri dan besarnya rotasi pada ikatan antar atom.
 Karakteristik dalam pendidikan kimia
Berikut ini adalah beberapa karakteristik yang ada di dalam proses pembelajaran kimia.
 FAKTA
Contoh: siswa memahami keberadaan kimia dalam kehidupan sehari-hari.
 TEORI
Contoh: siswa mempelajari berbagai teori yang ada di dalam kimia seperti teori atom.
 HUKUM
Contoh: siswa mempelajari berbagai hukum yang ada di dalam ilmu kimia seperti hukum
kekekalan massa.
 KONSEP
Contoh: siswa mempelajari fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar berdasarkan
kajian konsep-konsep kimia seperti konsep asam basa.
 PRINSIP
Contohnya: siswa mempelajari prinsip-prinsip yang ada di dalam kimia seperti prinsip
Aufbau.
D. Kesimpulan
Hakikat pembelajaran kimia pada siswa adalah siswa dapat lebih aware dengan diri
mereka sendiri dan lingkungan sekitarnya di masa depan sehingga mengubah mindset siswa
tentang kimia.
REFERENSI
Bertens, K., 1987., “Panorama Filsafat Modern”, Gramedia Jakarta, p.14, 16, 20-21, 26.
Koento Wibisono S., 1984., “Filsafat Ilmu Pengetahuan Dan Aktualitasnya Dalam Upaya
Pencapaian Perdamaian Dunia Yang Kita Cita-Citakan”, Fakultas Pasca Sarjana UGM
Yogyakarta p.3, 14-16.
Koento Wibisono S. dkk., 1997., “Filsafat Ilmu Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu
Pengetahuan”, Intan Pariwara, Klaten, p.6-7, 9, 16, 35, 79.
Nasution, Mahyuddin K. M. 2018. Ontologi. Medan: Universitas Sumatra Utara
Nuchelmans, G., 1982., “Berfikir Secara Kefilsafatan: Bab X, Filsafat Ilmu Pengetahuan Alam,

Ontologi Pendidikan Kimia

  • 1.
    PAPER ONTOLOGI PENDIDIKAN KIMIA Paperini disusun untuk memenuhi tugas Filsafat Pendidikan Disusun oleh: Astika Rahayu 1311818005 PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2018
  • 2.
    ONTOLOGI PENDIDIKAN KIMIA A.Ontologi Berdasarkan istilah, ontologi (ontology) berasal dari akar kata dalam bahasa Yunani, diartikan sebagai cabang metafisika untuk memperlakukan sifat kewujudan. Secara singkat, ontologi merupakan pengetahuan tentang apa yang (what is) atau ada (exist). Ontologi sebagai cabang filsafat merujuk pada realitas sekitar kita, tidak tergantung bagaimana pandangan kita sendiri terhadapnya. Dengan demikian, ontologi mengharuskan seseorang untuk membuat perbedaan yang tegas antara subjek yang mengamati dan obyek yang diamati. Ada beberapa pengertian ontologi menurut para tokoh-tokoh filsafat diantaranya: a. Menurut Suriasumantri (1985), Ontologi membahas tentang apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, atau, dengan kata lain suatu pengkajian mengenai teori tentang “ada”. Telaah ontologis akan menjawab pertanyaan-pertanyaan: a) apakah obyek ilmu yang akan ditelaah, b) bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut, dan c) bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir, merasa, dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan. b. Menurut Soetriono & Hanafie (2007) Ontologi yaitu merupakan azas dalam menerapkan batas atau ruang lingkup wujud yang menjadi obyek penelaahan (obyek ontologis atau obyek formal dari pengetahuan) serta penafsiran tentang hakikat realita (metafisika) dari obyek ontologi atau obyek formal tersebut dan dapat merupakan landasan ilmu yang menanyakan apa yang dikaji oleh pengetahuan dan biasanya berkaitan dengan alam kenyataan dan keberadaan. c. Menurut Pandangan The Liang Gie Ontologi adalah bagian dari filsafat dasar yang mengungkap makna dari sebuah eksistensi yang pembahasannya meliputi persoalan-persoalan:  Apakah artinya ada, hal ada?  Apakah golongan-golongan dari hal yang ada  Apakah sifat dasar kenyataan dan hal ada?  Apakah cara-cara yang berbeda dalam mana entitas dari kategori-kategori logis yang berlainan (misalnya objek-objek fisis, pengertian universal, abstraksi dan bilangan) dapat dikatakan ada?
  • 3.
    B. Ontologi IlmuKimia Ilmu kimia adalah cabang ilmu sains yang mempelajari struktur materi, sifat-sifat materi, perubahan suatu materi menjadi materi lain, serta energi yang menyertai perubahan materi. Ilmu kimia lahir dari keinginan para ahli kimia untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan apa dan mengapa tentang sifat materi yang ada di alam, yang masing-masing akan menghasilkan fakta dan pengetahuan teoritis tentang materi yang kebenarannya dapat dijelaskan dengan logika matematika. Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Susunan materi mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut. Struktur materi mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan. Sifat materi mencakup sifat fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh: susunan dan struktur dari materi tersebut. Perubahan materi meliputi perubahan fisis/fisika (wujud) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru). Energi yang menyertai perubahan materi sama menyangkut banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu. Ini berarti bahwa aspek ontologi dari ilmu kimia adalah:  Konsep kimia, yang berarti kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, perubahan serta energi yang menyertai perubahan suatu materi  Objek studi dari ilmu kimia adalah zat atau materi. C. Ontologi Pendidikan Kimia Secara umum, ontologi dalam pendidikan kimia ialah kegiatan membimbing siswa untuk memahami realita di bidang kimia dan membina kesadaran tentang kebenaran yang berpangkal atas realita dalam bidang kimia yang merupakan stimulus untuk menyelami kebenaran yang ada.Dalam jenjang sekolah menengah atas, Kimia menjadi salah satu cabang ilmu sains yang mulai dipelajari lebih mendalam. Ilmu kimia itu sendiri juga terbagi menjadi beberapa cabang, diantaranya: 1. Kimia analitik, yakni ilmu kimia yang mempelajari cara menganalisis suatu zat baik komposisi maupun strukturnya 2. Kimia organik, yakni ilmu kimia yang mempelajari struktur, sifat, proses dan reaksi senyawa organic 3. Kimia anorganik, yaitu ilmu kimia yang mempelajari tentang sifat dan reaksi senyawa anorganik 4. Kimia inti, yaitu ilmu kimia yang mempelajari tentang bagaimana proses terjadinya reaksi inti 5. Kimia teori, yaitu ilmu kimia yang mengkaji kimia dari aspek teori dengan dukungan ilmu matematika dan fisika. 6. Kimia fisik, yaitu ilmu kimia yang mempelajari sifat-sifat fisik pada proses kimia. 7. Biokimia, yaitu ilmu kimia yang mempelajari sifat, proses dan aktivitas kimiawi dalam sel hidup (organisme)
  • 4.
    8. Kimia pangan,adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari proses-proses, penggunaan dan pengaruh bahan-bahan kimia terhadap pangan serta interaksi bilogis dan non-biologis pada makanan. 9. Termokimia, yaitu ilmu kimia yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara panas dan reaksi kimia, juga hubungan antara panas dan perubahan fisika yang dilihat dari segi termodinamika kimia. Ontologi merupakan kajian filosofis tentang sifat alamiah kewujudan (being), nyata, keberadaan (existence) atau realitas sebaik kategori-kategori dasar kewujudan dan hubungannya. Dalam kajian ontolog, pendidikan kimia dijabarkan sebagai berikut: 1. Kewujudan (ada) Segala seuatu yang dipelajari dapat dilihat wujudnya dengan mata. Seperti adanya bahan bakar yang berasal dari senyawa hidrokarbon. 2. Nyata Segala sesuatu yang dipelajari belum tentu dapat dilihat oleh mata tapi benar adanya. Seperti mempelajari struktur dari senyawa hidrokarbon yang bermacam-macam jenisnya. 3. Keberadaan (eksistensi) Segala sesuatu yang dipelajari, tidak terlihat mata, namun keberadaannya sangat diperlukan. Seperti mempelajari stoikiometri dan besarnya rotasi pada ikatan antar atom.  Karakteristik dalam pendidikan kimia Berikut ini adalah beberapa karakteristik yang ada di dalam proses pembelajaran kimia.  FAKTA Contoh: siswa memahami keberadaan kimia dalam kehidupan sehari-hari.  TEORI Contoh: siswa mempelajari berbagai teori yang ada di dalam kimia seperti teori atom.  HUKUM Contoh: siswa mempelajari berbagai hukum yang ada di dalam ilmu kimia seperti hukum kekekalan massa.  KONSEP Contoh: siswa mempelajari fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar berdasarkan kajian konsep-konsep kimia seperti konsep asam basa.  PRINSIP Contohnya: siswa mempelajari prinsip-prinsip yang ada di dalam kimia seperti prinsip Aufbau.
  • 5.
    D. Kesimpulan Hakikat pembelajarankimia pada siswa adalah siswa dapat lebih aware dengan diri mereka sendiri dan lingkungan sekitarnya di masa depan sehingga mengubah mindset siswa tentang kimia. REFERENSI Bertens, K., 1987., “Panorama Filsafat Modern”, Gramedia Jakarta, p.14, 16, 20-21, 26. Koento Wibisono S., 1984., “Filsafat Ilmu Pengetahuan Dan Aktualitasnya Dalam Upaya Pencapaian Perdamaian Dunia Yang Kita Cita-Citakan”, Fakultas Pasca Sarjana UGM Yogyakarta p.3, 14-16. Koento Wibisono S. dkk., 1997., “Filsafat Ilmu Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan”, Intan Pariwara, Klaten, p.6-7, 9, 16, 35, 79. Nasution, Mahyuddin K. M. 2018. Ontologi. Medan: Universitas Sumatra Utara Nuchelmans, G., 1982., “Berfikir Secara Kefilsafatan: Bab X, Filsafat Ilmu Pengetahuan Alam,