PEMBAHASAN HASIL WAWANCARA
Judul : Identifikasi Kesulitan Mengajar Kimia
Anggotakelompok : 1. AstikaRahayu(1311818005)
2. Hurri Inayati (1311818004)
3. SabilaIzzati (1311818006)
Kimia sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan alam memiliki peranan penting
dalam keilmuan sains. Kimia sangat berkaitan erat dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran kimia di sekolah menjadi sumber belajar utama bagi setiap orang untuk lebih
mengenal kimia dalam kehidupan yang nyata. Namun, dalam pelakasanaan proses
pembelajaran kimia dijumpai banyak faktor yang menantang bagi keberhasilan tujuan
pembelajaran.
Berdasarkan penelitian singkat yang dilakukan kepada beberapa orang guru melalui
metode wawancara, diketahui tentang 4 bahasan utama yang mejadi pokok kesulitan dalam
mengajarkan kimia;
1. Materi pembelajaran
2. Kemampuan guru
3. Karakter siswa
4. Faktor pendukung pembelajaran
Ditinjau dari materi pembelajaran, karakteristik materi kimia sangat beragam.
Terdapat materi yang dianggap mudah sampai dengan materi yang sulit untuk disampaikan.
Hal itu dikategorikan berdasarkan bobot atau tingkat kesulitan yang terdapat di materi
tersebut. Pada umumnya, materi dikategorikan sulit jika membutuhkan pembahasan konsep
yang sangat mendetail ataupun membutuhkan konsep perhitungan yang rumit, sedangkan
materi kimia akan dianggap mudah jika materi tersebut tidak memerlukan banyak konsep
mendetail dan mudah untuk diterima siswa alias tidak abstrak. Konsep mendetail di sini
artinya bahasan materi tersebut tidak terlalu membutuhkan keterkaitan yang sangat mutlak
antarbahasan ataupun keterbatasan media pembelajaran yang dapat membantu proses
penyampaian materi tersebut.
Sebagai contoh, beberapa responden menyatakan hal serupa bahwa larutan elektrolit
merupakan materi yang mudah untuk dipahami siswa, sedangkan seluruh responden sepakat
bahwa materi yang berkaitan dengan kemolekulan merupakan materi yang tergolong sulit.
Beberapa diantaraya adalah struktir atom, ikatan kimia, dan gaya antar molekul. Materi
tersebut sangat abstrak untuk dibayangkan oleh siswa karena melibatkan daya imajinasi
tentang molekul. Atas pemaparan tersebut terlihat juga faktor-faktor lain yang secara
langsung ataupun tidak ternyata mempengaruhi proses pengajaran kimia. Faktor-faktor
tersebut diantaranya, kemampuan guru, karakter siswa, dan beberapa faktor pendukung
proses pembelajaran di sekolah.
Proses pendidikan merupakan interaksi nyata antara guru dan siswa.Artinya, interaksi
tersebut tentu saja akan melibatkan karakter setiap individu yang ada. Selain itu, siswa
sebagaiseorang individu jugamemiliki latar belakang yang berbeda dan secaratidak langsung
dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Menurut salahseorang responden latarbelakang
ekonomi dan keluarga seorang siswa akan mempengaruhi karakter siswa tersebut. Latar
belakang kondisi keluarga siswa pun juga dirasa dapat mempengaruhi motivasi siswa dalam
belajar.
Selain itu, kemampuan kognitif seorang siswa juga berpengaruh terhadap proses
pembelajaran. Siswa dengan kemampuan kognitif yang baik tentu dapat dengan mudah
mengikuti proses pembelajaran kimia, sedangkan siswa dengan kemampuan kognitif yang
kurang baik akan merasakan kesulitan. Hal tersebut terlihat dari gaya belajar setiap siswa.
Siswa dengan kemampuan kognitif yang baik akan termotivasi secara kuat untuk belajar
mandiri sedangkansiswadengan kemampuan kognitif yang kurang baikcenderung lebih tidak
termotivasi. Mereka akan terlihat tidak bersemangat dalam menerima materi dan kesulitan
dalam mengaitkan informasi yang mereka terima. Pada akhirnya ketahanan mereka dalam
memecahkan masalah sangat terlihat jelas. Oleh karena itu, di sinilah peran guru sebagai
fasilitator pendidikan sangat diuji.
Sekolah merupakan sistem pendidikan formal yang tentu memiliki batasan berupa
aturan guna mencapai tujuan pendidikan. Pembelajaran kimia tentu tidak lepas dari hal
tersebut. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa seringkali proses pembelajaran
terhambat oleh alokasi waktu yang sempit untuk jumlah materi yang padat. Selain itu, tidak
seluruh sekolah responden juga memiliki fasilitas yang menunjang pembelajaran.
Keterbatasan ruangan praktikum kimia salah satunya.
Tantangan dalam proses pengajaran kimia selanjutnya adalah terkait dengan
kemampuan guru itu sendiri. Responden dalamwawancara ini merefleksikan peranan mereka
dalam proses pembelajaran. Kemampuan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran
menjadi penentu tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran. Guru sama halnya seperti
nahkoda kapal yang akan menentukan arah pembelajaran melalui apapun caranya.
Kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang cocok akan memudahkan
siswa dalam belajar.
Metode pembelajaran yang diterapkan guru berkaitan kembali dengan karakteristik
materi yang dibahas. Kecermatan guru dalam mengenali karakteristik materi akan
mempengaruhinya saat pemilihan metode pembelajaran. Sebab tidak semua jenis materi
dapat disajikan dalam metode pembelajaran kooperatif atau diskusi saja. Begitu pun tidak
tepat juga apabila seluruh materi perlu disamapaikan dengan metode ceramah yang
cenderung membosankan. Penerapan metode pembelajaran juga menantang guru dalam
menggunakan media interaktif. Dunia digital yang sudah sangat akrab dengan kondisi siswa
saat ini, memaksa guru harus terus belajar.
Mengulas kembali tentang materi komolekulan yang dianggap sulit untuk dipahami
siswaialahikatankimia dan gayaantar molekul. Pada materi ini biasanyaguru kesulitanuntuk
memvisualkan yang dimaksud dengan ikatan kimia di dalam sebuah molekul serta bagaimana
gaya antar molekul mempengaruhi suatu atom. Siswa kesulitan untuk mendapatkan
pembelajaran bermakna pada bahasan ini. Keterbatasan guru dalam mengaplikasikan media
pembelajaran digital terkadang menjadi salah satu alasannya.
Pada dasarnya, keberhasilan tujuan pembelajaran kimia tidak bisa hanya dilihat dari
salah satu faktor saja. Setiap faktor saling terlibat dan mempengaruhi proses pembelajaran.
Oleh karena itu, baik siswa, guru, atau pun lembaga pendidikan harus serius dalam
menanggapi setiaphambatan dalamproses pembelajaran. Siswa sebagaisipencariilmu harus
terus berupaya dan guru sebagai pelaksana pendidikan tak boleh lelah meningkatkan kualitas
pembelajaran di kelas. Itu lah sebabnya, sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan
juga perlu terus meningkatkan fasilitas pendukung proses pembelajaran sehingga tujuan
pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

Kesulitan Mengajar Kimia

  • 1.
    PEMBAHASAN HASIL WAWANCARA Judul: Identifikasi Kesulitan Mengajar Kimia Anggotakelompok : 1. AstikaRahayu(1311818005) 2. Hurri Inayati (1311818004) 3. SabilaIzzati (1311818006) Kimia sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan alam memiliki peranan penting dalam keilmuan sains. Kimia sangat berkaitan erat dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran kimia di sekolah menjadi sumber belajar utama bagi setiap orang untuk lebih mengenal kimia dalam kehidupan yang nyata. Namun, dalam pelakasanaan proses pembelajaran kimia dijumpai banyak faktor yang menantang bagi keberhasilan tujuan pembelajaran. Berdasarkan penelitian singkat yang dilakukan kepada beberapa orang guru melalui metode wawancara, diketahui tentang 4 bahasan utama yang mejadi pokok kesulitan dalam mengajarkan kimia; 1. Materi pembelajaran 2. Kemampuan guru 3. Karakter siswa 4. Faktor pendukung pembelajaran Ditinjau dari materi pembelajaran, karakteristik materi kimia sangat beragam. Terdapat materi yang dianggap mudah sampai dengan materi yang sulit untuk disampaikan. Hal itu dikategorikan berdasarkan bobot atau tingkat kesulitan yang terdapat di materi tersebut. Pada umumnya, materi dikategorikan sulit jika membutuhkan pembahasan konsep yang sangat mendetail ataupun membutuhkan konsep perhitungan yang rumit, sedangkan materi kimia akan dianggap mudah jika materi tersebut tidak memerlukan banyak konsep mendetail dan mudah untuk diterima siswa alias tidak abstrak. Konsep mendetail di sini artinya bahasan materi tersebut tidak terlalu membutuhkan keterkaitan yang sangat mutlak antarbahasan ataupun keterbatasan media pembelajaran yang dapat membantu proses penyampaian materi tersebut. Sebagai contoh, beberapa responden menyatakan hal serupa bahwa larutan elektrolit merupakan materi yang mudah untuk dipahami siswa, sedangkan seluruh responden sepakat bahwa materi yang berkaitan dengan kemolekulan merupakan materi yang tergolong sulit. Beberapa diantaraya adalah struktir atom, ikatan kimia, dan gaya antar molekul. Materi tersebut sangat abstrak untuk dibayangkan oleh siswa karena melibatkan daya imajinasi tentang molekul. Atas pemaparan tersebut terlihat juga faktor-faktor lain yang secara
  • 2.
    langsung ataupun tidakternyata mempengaruhi proses pengajaran kimia. Faktor-faktor tersebut diantaranya, kemampuan guru, karakter siswa, dan beberapa faktor pendukung proses pembelajaran di sekolah. Proses pendidikan merupakan interaksi nyata antara guru dan siswa.Artinya, interaksi tersebut tentu saja akan melibatkan karakter setiap individu yang ada. Selain itu, siswa sebagaiseorang individu jugamemiliki latar belakang yang berbeda dan secaratidak langsung dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Menurut salahseorang responden latarbelakang ekonomi dan keluarga seorang siswa akan mempengaruhi karakter siswa tersebut. Latar belakang kondisi keluarga siswa pun juga dirasa dapat mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar. Selain itu, kemampuan kognitif seorang siswa juga berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Siswa dengan kemampuan kognitif yang baik tentu dapat dengan mudah mengikuti proses pembelajaran kimia, sedangkan siswa dengan kemampuan kognitif yang kurang baik akan merasakan kesulitan. Hal tersebut terlihat dari gaya belajar setiap siswa. Siswa dengan kemampuan kognitif yang baik akan termotivasi secara kuat untuk belajar mandiri sedangkansiswadengan kemampuan kognitif yang kurang baikcenderung lebih tidak termotivasi. Mereka akan terlihat tidak bersemangat dalam menerima materi dan kesulitan dalam mengaitkan informasi yang mereka terima. Pada akhirnya ketahanan mereka dalam memecahkan masalah sangat terlihat jelas. Oleh karena itu, di sinilah peran guru sebagai fasilitator pendidikan sangat diuji. Sekolah merupakan sistem pendidikan formal yang tentu memiliki batasan berupa aturan guna mencapai tujuan pendidikan. Pembelajaran kimia tentu tidak lepas dari hal tersebut. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa seringkali proses pembelajaran terhambat oleh alokasi waktu yang sempit untuk jumlah materi yang padat. Selain itu, tidak seluruh sekolah responden juga memiliki fasilitas yang menunjang pembelajaran. Keterbatasan ruangan praktikum kimia salah satunya. Tantangan dalam proses pengajaran kimia selanjutnya adalah terkait dengan kemampuan guru itu sendiri. Responden dalamwawancara ini merefleksikan peranan mereka dalam proses pembelajaran. Kemampuan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran menjadi penentu tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran. Guru sama halnya seperti nahkoda kapal yang akan menentukan arah pembelajaran melalui apapun caranya. Kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang cocok akan memudahkan siswa dalam belajar. Metode pembelajaran yang diterapkan guru berkaitan kembali dengan karakteristik materi yang dibahas. Kecermatan guru dalam mengenali karakteristik materi akan mempengaruhinya saat pemilihan metode pembelajaran. Sebab tidak semua jenis materi dapat disajikan dalam metode pembelajaran kooperatif atau diskusi saja. Begitu pun tidak tepat juga apabila seluruh materi perlu disamapaikan dengan metode ceramah yang cenderung membosankan. Penerapan metode pembelajaran juga menantang guru dalam menggunakan media interaktif. Dunia digital yang sudah sangat akrab dengan kondisi siswa saat ini, memaksa guru harus terus belajar.
  • 3.
    Mengulas kembali tentangmateri komolekulan yang dianggap sulit untuk dipahami siswaialahikatankimia dan gayaantar molekul. Pada materi ini biasanyaguru kesulitanuntuk memvisualkan yang dimaksud dengan ikatan kimia di dalam sebuah molekul serta bagaimana gaya antar molekul mempengaruhi suatu atom. Siswa kesulitan untuk mendapatkan pembelajaran bermakna pada bahasan ini. Keterbatasan guru dalam mengaplikasikan media pembelajaran digital terkadang menjadi salah satu alasannya. Pada dasarnya, keberhasilan tujuan pembelajaran kimia tidak bisa hanya dilihat dari salah satu faktor saja. Setiap faktor saling terlibat dan mempengaruhi proses pembelajaran. Oleh karena itu, baik siswa, guru, atau pun lembaga pendidikan harus serius dalam menanggapi setiaphambatan dalamproses pembelajaran. Siswa sebagaisipencariilmu harus terus berupaya dan guru sebagai pelaksana pendidikan tak boleh lelah meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Itu lah sebabnya, sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan juga perlu terus meningkatkan fasilitas pendukung proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.