SlideShare a Scribd company logo
1 of 15
Download to read offline
KD. MENGANALISIS PROSEDUR
PENGUKURAN BIDANG PANDANG DAN
SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR
Disusun Oleh : Zainul Arifin, S. Kom
SMK NEGERI 1 PUNGGING MOJOKERTO
A. PENGERTIAN BIDANG GAMBAR.
Bidang gambar adalah bidang yang akan digunakan untuk menempatkan
seluruh gambar obyek. Bidang gambar dibatasi oleh garis tepi. Dan semua gambar
dan keterangan gambar harus diletakkan dalam bidang gambar.
Bidang pandang (framing) atau shot size adalah suatu metode dalam
pengambilan gambar yang menentukan luas bidang pandangan suatu objek dalam
foto terhadap background atau latar belakang. Dengan menentukan bidang
pandang yang pas dapat memberikan pesan atau kesan yang sesuai.
Shot fotografi merupakan terminologi sampai saat ini memang sangat
bervariasi di lingkungan fotografi. Misalnya, ada yang menyebutkannya istilah size
of shot atau type of shot. Meskipun demikian tetap ada prinsip-prinsip dasar yang
sama dalam implementasinya. Pemberian nama dan pedoman untuk
beragam tipe shot tersebut sampai saat ini seolah telah menjadi
“kesepakatan” umum dalam fotografi.
Untuk menghasilkan foto yang bagus dan menarik, maka yang perlu
diperhatikan antara lain :
a) Gunakan Sudut Simetris.
Secara umum, manusia pasti suka melihat sesuatu yang rapi. Maka dari
itu teori ini juga bisa diterapkan dalam dunia fotografi. Dimana Anda bisa
menciptakan foto yang simetris, sehingga bisa menarik perhatian.
Namun yang dimaksud dengan simetris di sini bukanlah gambar yang
seimbang atau sama persis satu sisi dengan sisi lainnya. Simetris yang
dimaksud disini adalah ketika ada dua bagian gambar dengan bobot yang
hampir sama.
b) Meluruskan Horizon dengan Straighten.
Garis horizon adalah sebuah titik terjauh yang bisa dijangkau dengan
mata manusia. Atau sederhananya adalah garis pertemuan antara daratan serta
langit. Garis ini akan semakin terlihat jika Anda sedang berada di ruangan
terbuka.
Foto yang bagus harus bisa menampilkan apa yang benar-benar dilihat
oleh mata. Maka dari itu untuk menciptakan kesan realistis maka foto tersebut
harus memiliki unsur yang juga terlihat oleh mata manusia.
Garis horizon yang miring akan membuat foto terlihat tidak seimbang.
Bukankah sia-sia jika Anda sudah lelah memotret namun hasilnya tidak optimal
karena garis horizonnya miring?
c) Terapkan Rule of Thirds.
Untuk mendapatkan hasil foto yang indah maka Anda harus memberikan
komposisi yang pas dengan cara menerapkan rule of thirds. Yang mana bidang
fot terbagi menjadi tiga bagian baik secara vertikal maupun horizontal.
Dari pembagian tersebut akan menghasilkan sembilan area dengan
ukuran yang sama. Area tersebut berfungsi untuk menentukan objek yang ada
di dalam foto.
Setelah itu Anda bisa menentukan point of interest atau POI. Letakkan
objek utama ke salah satu dari sembilan area tersebut. Sehingga Anda bisa
membuat foto terlihat seimbang.
d) Maksimalkan Teknik Panorama.
Jika Anda ingin memotret objek yang luas maka bisa menggunakan teknik
panorama tanpa harus mengganti lensa lebar atau wide. Karena teknik ini
sudah tersedia di kamera maupun smartphone Anda.
Anda cukup berdiri pada satu titik dan ambil gambar satu persatu dari berbagai
sudut. Selanjutnya Anda bisa menyatukan atau mengedit gambar tersebut
dengan software atau aplikasi edit foto.
e) Manfaatkan Bingkai Alami pada Foto
Sebuah bingkai ternyata bisa memperindah foto di dalamnya. Namun
bingkai yang kami maksud adalah bingkai alami. Bingkai alami adalah objek
lain di dalam foto yang bisa membuat objek utama terletak di dalamnya.
Ada banyak bingkai alami yang bisa Anda gunakan misalnya pintu,
jendela, dahan pohon dan lainnya. Dengan bingkai ini maka hasil foto Anda
semakin cantik lagi.
B. JENIS UKURAN BIDANG GAMBAR DALAM PENGAMBILAN GAMBAR.
Shot adalah bidang pandangan pada saat pengambilan gambar. Adapun
beberapa jenis shot fotografi yang umum digunakan dan sangat penting untuk
anda ketahui akan dijelaskan pada sub bab berikut ini:
a) Extreme Long Shot
Extreme Long Shot juga dikenal sebagai Extra Long Shot atau Very Long
Shot yaitu teknik pengambilan gambar mencakup area yang sangat luas dengan
maksud untuk mengikut-sertakan objek dan kondisi disekitar subjek utama ke
dalam frame.
Saat menggunakan teknik pengambilan gambar seperti ini disarankan
agar Anda dapat mencari komposisi yang menyatu antar subjek utama dan
kondisi lingkungan disekitar subyek. Sehingga secara keseluruhan semua pada
gambar terlihat menjadi sebuah kesatuan yang menarik dan relevan.
b) Long Shot
Pada tipe shot ini pengambilan gambar hanya menggunakan area yang
cukup pas untuk memperlihatkan seluruh tubuh subyek tanpa terpotong oleh
frame.
Tipe shot ini hanya menyoroti dan memprioritaskan subjek utama dan
bermaksud untuk menonjolkan subyek dengan ekspresi dan interaksinya tanpa
ada bagian tubuh yang terpotong
c) Medium Long Shot
Tipe shot ini memiliki tujuan yang sama dengan teknik long shot. Hanya
saja pada teknik ini batas pengambilan gambar dimulai dari bawah lutut kaki
sampai atas kepala. Ruang yang diambil tentunya lebih sempit dari tipe long
shot.
Fokus pada tipe shot ini umumnya menekankan pada bahasa tubuh dari
subyek. Untuk mendapatkan hasil yang bervariasi anda dapat mengarahkan
subyek melakukan berbagai pose yang disesuaikan dengan tema dan konsep
yang diusung.
d) Medium Shot
Pada tipe shot ini area pengambilan gambar sedikit lebih sempit dari tipe
medium long shot . Ukuran pengambilan gambar dimulai dari batas pinggang
sampai atas kepala.
Tipe Shot ini bertujuan untuk menonjolkan lebih detail lagi bahasa tubuh
dari ekspresi wajah subjek.
e) Close Up.
Tipe close up mengambil area yang jauh lebih sempit yaitu batas sedikit
di bawah bahu sampai batas kepala. Tujuannya untuk menceritakan secara
detail ekspresi dan mimik dari wajah seseorang.
Oleh sebab itu teknik pengambilan close up sering digunakan untuk
memotret orang yang senyum, menangis, atau merenung. Dan yang lagi trend
saat ini digunakan untuk menampilkan kerutan wajah seseorang agar terlihat
lebih dramatis.
f) Big Close Up
Tipe shot ini akan mengambil area yang lebih sempit lagi dari tipe close
up standar di atas. Batas area yaitu sedikit dibawah dagu sampai di atas dahi
(batas kepala). Pada dasarnya tujuan teknik ini sama dengan tipe close up di
atas hanya saja menekankan lebih pada ekspresi dan mimik wajah seseorang.
Anda dapat menggunakan lensa dengan bukaan yang lebih besar untuk
lebih memberikan efek detail pada wajah atau kulit wajah. Usahakan gambar
dapat sefokus mungkin pada bagian yang menjadi point of interestnya (PoI)
misalnya pada bagian mata yang terlihar sangat bening.
Anda dapat menggunakan DoF sempit dengan menggukan bukaan yang lebar
misal 1.8 atau 2.
g) Extreme Close Up
Sedangkan tipe shot fotografi ini hanya menampilkan bagian tertentu saja
pada wajah. Umumnya teknik ini digunakan untuk menampilkan bagian yang
dianggap menarik dari wajah seseorang seperti hanya menampilkan bagian
mata, hidung atau bibir.
h) Two Shot
Two shot adalah tipe shot fotografi dengan pengambilan gambar dua
subyek. Tipe in akan lebih menarik apabila kedua subyek saling berinteraksi
karena akan menarik perhatian.
Foto tema prewedding tentu saja paling sering menggunakan tipe shot ini.
Umumnya menngganarkan interaksi dua pasangan clon mempelai. Fotografer
harus menciptakan nuansa romantis dalam framenya.
i) Theree Shot
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan oleh fotografes dengan fokus
subyek terdiri dari tiga obyek orang. Fungsi dari teknik ini adalah biasanya
digunakan untuk mevisualisasikan keakraban teman dimana temannya terdiri
dari dua orang. biasanya banyak difokuskan pada pemeranan subyek utama.
j) Group Shot
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan oleh fotografer dengan fokus
obyek terdiri 4 orang, bahkan sampai jumlahnya puluan orang. Misalnya foto
keluarga, foto satu tim, foto satu kantor dan satu event dan lain-lain.
Fungsi dari teknik ini adalah biasanya digunakan untuk mevisualisasikan
sekelompok orang dalam suatu aktifitas dan atau komuntitas tertentu.
C. SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR.
Angle foto adalah sudut pengambilan tertentu yang diterapkan pada saat
kamera akan membidik objek. Dengan memperhatikan posisi kamera ketika akan
membidik objek tersebut. Sebuah objek yang sama jika dipotret dengan sudut yang
berbeda maka akan menghasilkan interpretasi yang berbeda-beda. Tergantung
pesan apa yang akan disampaikan oleh sang fotografer. Berikut merupakan jenis
sudut pengambilan gambar :
a) Eye Level.
Mulai dari sudut yang paling dasar, yaitu eye level. Sesuai dengan
namanya, sudut ini memang mengambil gambar dari sudut pandang yang sama
dengan mata dari objek gambar. Ketinggian serta ukuran objek akan telihat
sama dengan subjek oleh karena itu sudut ini juga disebut dengan sudut
normal.
b) Frog Eye
Pada sudut ini memang mengambil gambar dengan posisi kamera yang
sejajar dengan bagian alas atau bawah objek. Hasil gambar yang dihasilkan
akan terlihat menjadi besar atau memiliki kesan yang kokoh atau agung dan
subjek pengambil gambar menjadi kecil.
c) High Angle
Sudut dari pengambilan gambar ini berada pada posisi yang lebih tinggi
dari objek gambar. Sehingga, objek gambar akan terlihat lebih kecil. Kesan yang
dihasilkan dari sudut ini adalah dramatis dan terkesan intimidatif.
d) Low Angle
Merupakan cara pengambilan gambar dengan memanfaatkan sudut
bagian bawah objek yang memberikan kesan objek membesar.
e) Bird Eye
Sudut pengambilan gambar ini memposisikan juru kamera berada pada
posisi yang sangat tinggi, seakan-akan merupakan sudut pandang dari burung
yang sedang terbang di angkasa. Gambar yang dihasilkan akan menampakkan
lingkungan sekitar secara lebih luas dan seluruh benda-benda yang ada di
sekitar objek juga akan tampak namun berukuran sangat kecil. Pengambilan
gambar seperti ini biasanya dilakukan dengan menggunakan drone.
f) Canted Angle
Anda mungkin sering menggunakan sudut pengambilan gambar yang
satu ini, namun tidak mengetahui namanya. Nama lain dari canted angle adalah
german angle atau oblique angle. Dimana pemilihan sudut pengambilan gambar
ini sengaja dimiringkan. Dengan teknik ini maka akan menghasilkan gambar
yang bersudut. Sehingga garis horizon pada foto tidak akan paralel pada batas
bawah frame kamera.
g) Slanted
Sudut pengambilan gambar ini menggunakan sudut yang tidak terlalu
cenderung dari depan atau dari samping objek. Sudut ini lebih fokus mengambil
sudut 45 derajat dari objek. Dan biasanya objek lainnya akan ikut masuk
kedalam hasil gambar.
h) Over Shoulder
Sudut pengambilan gambar ini berada pada posisi belakang bahu.
Memang, tujuan penggunaan sudut ini untuk memberi kesan seakan-akan objek
sedang berbincang atau sedang melihat sesuatu. Bagi yang menonton gambar
dari sudut ini, seakan-akan merasa jika kita juga menjadi bagian dari objek.

More Related Content

What's hot

SOAL ESSAY HOTS DESAIN GRAFIS DAN PERCETAKAN KELAS XI SEMSTER 2
SOAL ESSAY HOTS DESAIN GRAFIS DAN PERCETAKAN KELAS XI SEMSTER 2SOAL ESSAY HOTS DESAIN GRAFIS DAN PERCETAKAN KELAS XI SEMSTER 2
SOAL ESSAY HOTS DESAIN GRAFIS DAN PERCETAKAN KELAS XI SEMSTER 2SMK MUhammadiyah Singkut
 
TATA KAMERA - MATERI : Teknik Kamera
TATA KAMERA - MATERI : Teknik KameraTATA KAMERA - MATERI : Teknik Kamera
TATA KAMERA - MATERI : Teknik KameraDiana Amelia Bagti
 
Komposisi dalam fotografi
Komposisi dalam fotografiKomposisi dalam fotografi
Komposisi dalam fotografiAbednego Febri
 
Power point tugas 3 (fotografi)
Power point tugas 3 (fotografi)Power point tugas 3 (fotografi)
Power point tugas 3 (fotografi)ArtSashin
 
Materi basic fotografi 1
Materi basic fotografi 1Materi basic fotografi 1
Materi basic fotografi 1riridefrog
 
FOTOGRAFI DKV.pptx
FOTOGRAFI DKV.pptxFOTOGRAFI DKV.pptx
FOTOGRAFI DKV.pptxmada341303
 
Pengenalan Fotografi (4) Jenis Fotografi Lainnya dan Tugas Siswa - SMK NU Bal...
Pengenalan Fotografi (4) Jenis Fotografi Lainnya dan Tugas Siswa - SMK NU Bal...Pengenalan Fotografi (4) Jenis Fotografi Lainnya dan Tugas Siswa - SMK NU Bal...
Pengenalan Fotografi (4) Jenis Fotografi Lainnya dan Tugas Siswa - SMK NU Bal...SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan
 
Materi pelatihan pencahayaan fotografi
Materi pelatihan pencahayaan fotografiMateri pelatihan pencahayaan fotografi
Materi pelatihan pencahayaan fotografiriridefrog
 

What's hot (20)

SOAL ESSAY HOTS DESAIN GRAFIS DAN PERCETAKAN KELAS XI SEMSTER 2
SOAL ESSAY HOTS DESAIN GRAFIS DAN PERCETAKAN KELAS XI SEMSTER 2SOAL ESSAY HOTS DESAIN GRAFIS DAN PERCETAKAN KELAS XI SEMSTER 2
SOAL ESSAY HOTS DESAIN GRAFIS DAN PERCETAKAN KELAS XI SEMSTER 2
 
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 dKD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
KD 3.6 Menerapkan gerak digital puppetter pada animasi 2 d
 
Presentasi Jenis jenis kamera
Presentasi Jenis jenis kameraPresentasi Jenis jenis kamera
Presentasi Jenis jenis kamera
 
KD : Menganalisis pemberian efek pada gambar bitmap
KD : Menganalisis pemberian efek pada gambar bitmapKD : Menganalisis pemberian efek pada gambar bitmap
KD : Menganalisis pemberian efek pada gambar bitmap
 
Pengolahan audio video prosedur pengoperasian kamera video
Pengolahan audio video prosedur pengoperasian kamera videoPengolahan audio video prosedur pengoperasian kamera video
Pengolahan audio video prosedur pengoperasian kamera video
 
Desain grafis percetakan memahami jenis jenis kamera dan alat bantu fotografi
Desain grafis percetakan memahami jenis jenis kamera dan alat bantu fotografiDesain grafis percetakan memahami jenis jenis kamera dan alat bantu fotografi
Desain grafis percetakan memahami jenis jenis kamera dan alat bantu fotografi
 
Animasi 2D dan 3D (KD: Menerapkan teknik pembuatan karakter sederhana menggun...
Animasi 2D dan 3D (KD: Menerapkan teknik pembuatan karakter sederhana menggun...Animasi 2D dan 3D (KD: Menerapkan teknik pembuatan karakter sederhana menggun...
Animasi 2D dan 3D (KD: Menerapkan teknik pembuatan karakter sederhana menggun...
 
Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...
Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...
Animasi 2D dan 3D menerapkan teknik pembuatan gambar object sederhana menggun...
 
TATA KAMERA - MATERI : Teknik Kamera
TATA KAMERA - MATERI : Teknik KameraTATA KAMERA - MATERI : Teknik Kamera
TATA KAMERA - MATERI : Teknik Kamera
 
Desain Grafis Percetakan menerapkan penggabungan gambar dan teks berbasi vektor
Desain Grafis Percetakan menerapkan penggabungan gambar dan teks berbasi vektorDesain Grafis Percetakan menerapkan penggabungan gambar dan teks berbasi vektor
Desain Grafis Percetakan menerapkan penggabungan gambar dan teks berbasi vektor
 
Lkpd desain grafis dan percetakan
Lkpd desain grafis dan percetakanLkpd desain grafis dan percetakan
Lkpd desain grafis dan percetakan
 
Animasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 d
Animasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 dAnimasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 d
Animasi 2D dan 3D KD : Menerapkan teknik animasi tweening 2 d
 
Komposisi dalam fotografi
Komposisi dalam fotografiKomposisi dalam fotografi
Komposisi dalam fotografi
 
SOAL ESSAY HOTS ANIMASI 2D 3D SEMESTER 2
SOAL ESSAY HOTS ANIMASI 2D 3D SEMESTER 2SOAL ESSAY HOTS ANIMASI 2D 3D SEMESTER 2
SOAL ESSAY HOTS ANIMASI 2D 3D SEMESTER 2
 
Fotografi Dasar
Fotografi DasarFotografi Dasar
Fotografi Dasar
 
Power point tugas 3 (fotografi)
Power point tugas 3 (fotografi)Power point tugas 3 (fotografi)
Power point tugas 3 (fotografi)
 
Materi basic fotografi 1
Materi basic fotografi 1Materi basic fotografi 1
Materi basic fotografi 1
 
FOTOGRAFI DKV.pptx
FOTOGRAFI DKV.pptxFOTOGRAFI DKV.pptx
FOTOGRAFI DKV.pptx
 
Pengenalan Fotografi (4) Jenis Fotografi Lainnya dan Tugas Siswa - SMK NU Bal...
Pengenalan Fotografi (4) Jenis Fotografi Lainnya dan Tugas Siswa - SMK NU Bal...Pengenalan Fotografi (4) Jenis Fotografi Lainnya dan Tugas Siswa - SMK NU Bal...
Pengenalan Fotografi (4) Jenis Fotografi Lainnya dan Tugas Siswa - SMK NU Bal...
 
Materi pelatihan pencahayaan fotografi
Materi pelatihan pencahayaan fotografiMateri pelatihan pencahayaan fotografi
Materi pelatihan pencahayaan fotografi
 

Similar to Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar

Photograpi trick complete
Photograpi trick completePhotograpi trick complete
Photograpi trick completeAdi Fest
 
Materi_Fotografi_Jurnalistik.pdf
Materi_Fotografi_Jurnalistik.pdfMateri_Fotografi_Jurnalistik.pdf
Materi_Fotografi_Jurnalistik.pdfOxiYondiOfficial
 
Tipe Shoot dan Camera Angle.pptx
Tipe Shoot dan Camera Angle.pptxTipe Shoot dan Camera Angle.pptx
Tipe Shoot dan Camera Angle.pptxAliefChandra2
 
Teknik pergerakan kamera saat pengambilan gambar bergerak.pptx
Teknik pergerakan kamera saat pengambilan gambar bergerak.pptxTeknik pergerakan kamera saat pengambilan gambar bergerak.pptx
Teknik pergerakan kamera saat pengambilan gambar bergerak.pptxWayanWinarye1
 
Materi Dasar Videografi.pptx
Materi Dasar Videografi.pptxMateri Dasar Videografi.pptx
Materi Dasar Videografi.pptxMuhammadAinun10
 
JENIS-JENIS FOTOGRAFI
JENIS-JENIS FOTOGRAFIJENIS-JENIS FOTOGRAFI
JENIS-JENIS FOTOGRAFIAmalia Dekata
 
Fotografi model bag I
Fotografi model bag IFotografi model bag I
Fotografi model bag Idzargon
 
Komposisi fotografi.pdf
Komposisi fotografi.pdfKomposisi fotografi.pdf
Komposisi fotografi.pdfHisham Deans
 
Fotografi
FotografiFotografi
FotografiIchan32
 
Camera Set Up (1).ppt
Camera Set Up (1).pptCamera Set Up (1).ppt
Camera Set Up (1).pptadmin718724
 
Modul persiapan dokumen video
Modul persiapan dokumen videoModul persiapan dokumen video
Modul persiapan dokumen videoKhairil Anwar
 
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONE
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONEINFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONE
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONEDEDEALAMSYAHSPd
 

Similar to Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar (20)

FOTOGRAFI.pptx
FOTOGRAFI.pptxFOTOGRAFI.pptx
FOTOGRAFI.pptx
 
1
11
1
 
Point of view & type of shot
Point of view & type of shotPoint of view & type of shot
Point of view & type of shot
 
Buku kelas 3
Buku kelas 3Buku kelas 3
Buku kelas 3
 
Photograpi trick complete
Photograpi trick completePhotograpi trick complete
Photograpi trick complete
 
Materi_Fotografi_Jurnalistik.pdf
Materi_Fotografi_Jurnalistik.pdfMateri_Fotografi_Jurnalistik.pdf
Materi_Fotografi_Jurnalistik.pdf
 
Tipe Shoot dan Camera Angle.pptx
Tipe Shoot dan Camera Angle.pptxTipe Shoot dan Camera Angle.pptx
Tipe Shoot dan Camera Angle.pptx
 
Videografi.ppt
Videografi.pptVideografi.ppt
Videografi.ppt
 
Laporan produksi
Laporan produksiLaporan produksi
Laporan produksi
 
Teknik pergerakan kamera saat pengambilan gambar bergerak.pptx
Teknik pergerakan kamera saat pengambilan gambar bergerak.pptxTeknik pergerakan kamera saat pengambilan gambar bergerak.pptx
Teknik pergerakan kamera saat pengambilan gambar bergerak.pptx
 
Materi Dasar Videografi.pptx
Materi Dasar Videografi.pptxMateri Dasar Videografi.pptx
Materi Dasar Videografi.pptx
 
1
11
1
 
JENIS-JENIS FOTOGRAFI
JENIS-JENIS FOTOGRAFIJENIS-JENIS FOTOGRAFI
JENIS-JENIS FOTOGRAFI
 
Fotografi model bag I
Fotografi model bag IFotografi model bag I
Fotografi model bag I
 
Komposisi fotografi.pdf
Komposisi fotografi.pdfKomposisi fotografi.pdf
Komposisi fotografi.pdf
 
Fotografi
FotografiFotografi
Fotografi
 
Teknik pengambilan gambar
Teknik pengambilan gambarTeknik pengambilan gambar
Teknik pengambilan gambar
 
Camera Set Up (1).ppt
Camera Set Up (1).pptCamera Set Up (1).ppt
Camera Set Up (1).ppt
 
Modul persiapan dokumen video
Modul persiapan dokumen videoModul persiapan dokumen video
Modul persiapan dokumen video
 
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONE
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONEINFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONE
INFORMATIKA - FOTO DAN VIDEO DENGAN SMARTPHONE
 

More from MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO

More from MULTIMEDIA 'n BROADCASTING SMKN 1 PUNGGING MOJOKERTO (20)

KD Mendiskusikan format gambar
KD Mendiskusikan format gambarKD Mendiskusikan format gambar
KD Mendiskusikan format gambar
 
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
Menerapkan prinsip desain user interface pada multimedia interaktif berbasis ...
 
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrogramanMenerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
 
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman.
 
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
PEMROGRAMAN DASAR KD. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di...
 
Menerapkan tipografi
Menerapkan tipografiMenerapkan tipografi
Menerapkan tipografi
 
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
KD. Menganalisi video sesuai naskah produksi.
 
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
Memahami perancangan alur multimedia interaktif berbasis halaman web dan medi...
 
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
TEKNIK PENGOLAHAN AUDIO dan VIDEO KD Menganalisis proses pengemasan produksi ...
 
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputerKD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
KD Menerapkan pengalamanatan ip pada jaringan komputer
 
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasiMenganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
Menganalisis permasalahan pada instalasi software aplikasi
 
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat kerasKOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menganalisis permasalahan pada perangkat keras
 
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
KOMPUTER DAN JARINGAN DASR KD : Menerapkan instalasi driver perangkat keras k...
 
Animasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latar
Animasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latarAnimasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latar
Animasi 2 d dan 3d memahami prinsip dasar menggambar latar
 
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3dAnimasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
Animasi 2D dan 3D KD: Memahami teknik rendering pada object 3d
 
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurfaceANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
ANIMASI 2D dan 3D KD : Menerapkan model obyek sederhana berbasis 3 d hardsurface
 
Animasi 2D dan 3D KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...
Animasi 2D dan 3D  KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...Animasi 2D dan 3D  KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...
Animasi 2D dan 3D KD: Menggambarkan konsep dasar object 3 d dalam sketsa ran...
 
Animasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 d
Animasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 dAnimasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 d
Animasi 2D dan 3D KD : Memahami material pada object 3 d
 
DESAIN MEDIA INTERAKTIF KD:Mendiskusikan fungsi dan unsur warna cmyk dan rgb
DESAIN MEDIA INTERAKTIF KD:Mendiskusikan fungsi dan unsur warna cmyk dan rgbDESAIN MEDIA INTERAKTIF KD:Mendiskusikan fungsi dan unsur warna cmyk dan rgb
DESAIN MEDIA INTERAKTIF KD:Mendiskusikan fungsi dan unsur warna cmyk dan rgb
 
KD : Memahami konsep multimedia interaktif berbasis halaman web dan media in...
KD : Memahami konsep multimedia interaktif  berbasis halaman web dan media in...KD : Memahami konsep multimedia interaktif  berbasis halaman web dan media in...
KD : Memahami konsep multimedia interaktif berbasis halaman web dan media in...
 

Recently uploaded

Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxtressa8
 
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptxLembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptxSoniaTitipaniabidin2
 
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfModul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfDianaRuswandari1
 
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdfAksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdfYudhi45820
 
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptxPerspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptxyosp418
 
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptxAKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptxAkhyar33
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Tugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKN
Tugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKNTugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKN
Tugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKNssuser419260
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdfindahningsih541
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdfAksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdfRahayanaDjaila2
 
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?AdePutraTunggali
 
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaanSoal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaanressyefrina15
 
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptxAgusSuarno2
 
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1AdiKurniawan24529
 
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptxLokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptxHermawati Dwi Susari
 
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024SABDA
 
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptxLokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptxDwiNovitaSari70
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfSriHandayaniLubisSpd
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 

Recently uploaded (20)

Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
 
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptxLembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
Lembar-Kerja-Laporan-Hasil-Pembelajaran.pptx
 
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfModul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
 
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdfAksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Isu Perundungan di Satuan Pendidikan.pdf
 
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptxPerspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
 
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptxAKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
AKSI NYATA fASILITATOR pEMBELAJARAN (.pptx
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Tugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKN
Tugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKNTugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKN
Tugas PGP Keyakinan Kelas Modul 1.4 SMKN
 
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
1.4.a.4.3. Keyakinan Kelas tuga mandiri calon guru penggerak.pdf
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdfAksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
Aksi Nyata Pendidikan inklusi-Kompres.pdf
 
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
 
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaanSoal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
Soal BAB 6 IPAS KELAS 4.doc tentang kebudayaan
 
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptxAksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptx
Aksi Nyata Cegah Perundungan Mulai dari Kelas [Guru].pptx.pptx
 
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
PPT PEMBELAJARAN KELAS 3 TEMATIK TEMA 3 SUBTEMA SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1
 
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptxLokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1_Mei 2024.pptx
 
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
Modul Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) 2024
 
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptxLokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Penggerak 1.pptx
 
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdfLaporan observasi sri handayani lubis.pdf
Laporan observasi sri handayani lubis.pdf
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 

Menganalisis prosedur pengukuran bidang pandang dan sudut pengambilan gambar

  • 1. KD. MENGANALISIS PROSEDUR PENGUKURAN BIDANG PANDANG DAN SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR Disusun Oleh : Zainul Arifin, S. Kom SMK NEGERI 1 PUNGGING MOJOKERTO A. PENGERTIAN BIDANG GAMBAR. Bidang gambar adalah bidang yang akan digunakan untuk menempatkan seluruh gambar obyek. Bidang gambar dibatasi oleh garis tepi. Dan semua gambar dan keterangan gambar harus diletakkan dalam bidang gambar. Bidang pandang (framing) atau shot size adalah suatu metode dalam pengambilan gambar yang menentukan luas bidang pandangan suatu objek dalam foto terhadap background atau latar belakang. Dengan menentukan bidang pandang yang pas dapat memberikan pesan atau kesan yang sesuai. Shot fotografi merupakan terminologi sampai saat ini memang sangat bervariasi di lingkungan fotografi. Misalnya, ada yang menyebutkannya istilah size of shot atau type of shot. Meskipun demikian tetap ada prinsip-prinsip dasar yang
  • 2. sama dalam implementasinya. Pemberian nama dan pedoman untuk beragam tipe shot tersebut sampai saat ini seolah telah menjadi “kesepakatan” umum dalam fotografi. Untuk menghasilkan foto yang bagus dan menarik, maka yang perlu diperhatikan antara lain : a) Gunakan Sudut Simetris. Secara umum, manusia pasti suka melihat sesuatu yang rapi. Maka dari itu teori ini juga bisa diterapkan dalam dunia fotografi. Dimana Anda bisa menciptakan foto yang simetris, sehingga bisa menarik perhatian. Namun yang dimaksud dengan simetris di sini bukanlah gambar yang seimbang atau sama persis satu sisi dengan sisi lainnya. Simetris yang dimaksud disini adalah ketika ada dua bagian gambar dengan bobot yang hampir sama. b) Meluruskan Horizon dengan Straighten. Garis horizon adalah sebuah titik terjauh yang bisa dijangkau dengan mata manusia. Atau sederhananya adalah garis pertemuan antara daratan serta
  • 3. langit. Garis ini akan semakin terlihat jika Anda sedang berada di ruangan terbuka. Foto yang bagus harus bisa menampilkan apa yang benar-benar dilihat oleh mata. Maka dari itu untuk menciptakan kesan realistis maka foto tersebut harus memiliki unsur yang juga terlihat oleh mata manusia. Garis horizon yang miring akan membuat foto terlihat tidak seimbang. Bukankah sia-sia jika Anda sudah lelah memotret namun hasilnya tidak optimal karena garis horizonnya miring? c) Terapkan Rule of Thirds. Untuk mendapatkan hasil foto yang indah maka Anda harus memberikan komposisi yang pas dengan cara menerapkan rule of thirds. Yang mana bidang fot terbagi menjadi tiga bagian baik secara vertikal maupun horizontal. Dari pembagian tersebut akan menghasilkan sembilan area dengan ukuran yang sama. Area tersebut berfungsi untuk menentukan objek yang ada di dalam foto.
  • 4. Setelah itu Anda bisa menentukan point of interest atau POI. Letakkan objek utama ke salah satu dari sembilan area tersebut. Sehingga Anda bisa membuat foto terlihat seimbang. d) Maksimalkan Teknik Panorama. Jika Anda ingin memotret objek yang luas maka bisa menggunakan teknik panorama tanpa harus mengganti lensa lebar atau wide. Karena teknik ini sudah tersedia di kamera maupun smartphone Anda. Anda cukup berdiri pada satu titik dan ambil gambar satu persatu dari berbagai sudut. Selanjutnya Anda bisa menyatukan atau mengedit gambar tersebut dengan software atau aplikasi edit foto.
  • 5. e) Manfaatkan Bingkai Alami pada Foto Sebuah bingkai ternyata bisa memperindah foto di dalamnya. Namun bingkai yang kami maksud adalah bingkai alami. Bingkai alami adalah objek lain di dalam foto yang bisa membuat objek utama terletak di dalamnya. Ada banyak bingkai alami yang bisa Anda gunakan misalnya pintu, jendela, dahan pohon dan lainnya. Dengan bingkai ini maka hasil foto Anda semakin cantik lagi. B. JENIS UKURAN BIDANG GAMBAR DALAM PENGAMBILAN GAMBAR. Shot adalah bidang pandangan pada saat pengambilan gambar. Adapun beberapa jenis shot fotografi yang umum digunakan dan sangat penting untuk anda ketahui akan dijelaskan pada sub bab berikut ini: a) Extreme Long Shot Extreme Long Shot juga dikenal sebagai Extra Long Shot atau Very Long Shot yaitu teknik pengambilan gambar mencakup area yang sangat luas dengan maksud untuk mengikut-sertakan objek dan kondisi disekitar subjek utama ke dalam frame.
  • 6. Saat menggunakan teknik pengambilan gambar seperti ini disarankan agar Anda dapat mencari komposisi yang menyatu antar subjek utama dan kondisi lingkungan disekitar subyek. Sehingga secara keseluruhan semua pada gambar terlihat menjadi sebuah kesatuan yang menarik dan relevan. b) Long Shot Pada tipe shot ini pengambilan gambar hanya menggunakan area yang cukup pas untuk memperlihatkan seluruh tubuh subyek tanpa terpotong oleh frame.
  • 7. Tipe shot ini hanya menyoroti dan memprioritaskan subjek utama dan bermaksud untuk menonjolkan subyek dengan ekspresi dan interaksinya tanpa ada bagian tubuh yang terpotong c) Medium Long Shot Tipe shot ini memiliki tujuan yang sama dengan teknik long shot. Hanya saja pada teknik ini batas pengambilan gambar dimulai dari bawah lutut kaki sampai atas kepala. Ruang yang diambil tentunya lebih sempit dari tipe long shot. Fokus pada tipe shot ini umumnya menekankan pada bahasa tubuh dari subyek. Untuk mendapatkan hasil yang bervariasi anda dapat mengarahkan subyek melakukan berbagai pose yang disesuaikan dengan tema dan konsep yang diusung. d) Medium Shot Pada tipe shot ini area pengambilan gambar sedikit lebih sempit dari tipe medium long shot . Ukuran pengambilan gambar dimulai dari batas pinggang sampai atas kepala.
  • 8. Tipe Shot ini bertujuan untuk menonjolkan lebih detail lagi bahasa tubuh dari ekspresi wajah subjek. e) Close Up. Tipe close up mengambil area yang jauh lebih sempit yaitu batas sedikit di bawah bahu sampai batas kepala. Tujuannya untuk menceritakan secara detail ekspresi dan mimik dari wajah seseorang. Oleh sebab itu teknik pengambilan close up sering digunakan untuk memotret orang yang senyum, menangis, atau merenung. Dan yang lagi trend saat ini digunakan untuk menampilkan kerutan wajah seseorang agar terlihat lebih dramatis.
  • 9. f) Big Close Up Tipe shot ini akan mengambil area yang lebih sempit lagi dari tipe close up standar di atas. Batas area yaitu sedikit dibawah dagu sampai di atas dahi (batas kepala). Pada dasarnya tujuan teknik ini sama dengan tipe close up di atas hanya saja menekankan lebih pada ekspresi dan mimik wajah seseorang. Anda dapat menggunakan lensa dengan bukaan yang lebih besar untuk lebih memberikan efek detail pada wajah atau kulit wajah. Usahakan gambar dapat sefokus mungkin pada bagian yang menjadi point of interestnya (PoI) misalnya pada bagian mata yang terlihar sangat bening. Anda dapat menggunakan DoF sempit dengan menggukan bukaan yang lebar misal 1.8 atau 2. g) Extreme Close Up Sedangkan tipe shot fotografi ini hanya menampilkan bagian tertentu saja pada wajah. Umumnya teknik ini digunakan untuk menampilkan bagian yang dianggap menarik dari wajah seseorang seperti hanya menampilkan bagian mata, hidung atau bibir.
  • 10. h) Two Shot Two shot adalah tipe shot fotografi dengan pengambilan gambar dua subyek. Tipe in akan lebih menarik apabila kedua subyek saling berinteraksi karena akan menarik perhatian. Foto tema prewedding tentu saja paling sering menggunakan tipe shot ini. Umumnya menngganarkan interaksi dua pasangan clon mempelai. Fotografer harus menciptakan nuansa romantis dalam framenya. i) Theree Shot Teknik pengambilan gambar yang dilakukan oleh fotografes dengan fokus subyek terdiri dari tiga obyek orang. Fungsi dari teknik ini adalah biasanya digunakan untuk mevisualisasikan keakraban teman dimana temannya terdiri dari dua orang. biasanya banyak difokuskan pada pemeranan subyek utama.
  • 11. j) Group Shot Teknik pengambilan gambar yang dilakukan oleh fotografer dengan fokus obyek terdiri 4 orang, bahkan sampai jumlahnya puluan orang. Misalnya foto keluarga, foto satu tim, foto satu kantor dan satu event dan lain-lain. Fungsi dari teknik ini adalah biasanya digunakan untuk mevisualisasikan sekelompok orang dalam suatu aktifitas dan atau komuntitas tertentu. C. SUDUT PENGAMBILAN GAMBAR. Angle foto adalah sudut pengambilan tertentu yang diterapkan pada saat kamera akan membidik objek. Dengan memperhatikan posisi kamera ketika akan membidik objek tersebut. Sebuah objek yang sama jika dipotret dengan sudut yang berbeda maka akan menghasilkan interpretasi yang berbeda-beda. Tergantung pesan apa yang akan disampaikan oleh sang fotografer. Berikut merupakan jenis sudut pengambilan gambar : a) Eye Level. Mulai dari sudut yang paling dasar, yaitu eye level. Sesuai dengan namanya, sudut ini memang mengambil gambar dari sudut pandang yang sama dengan mata dari objek gambar. Ketinggian serta ukuran objek akan telihat
  • 12. sama dengan subjek oleh karena itu sudut ini juga disebut dengan sudut normal. b) Frog Eye Pada sudut ini memang mengambil gambar dengan posisi kamera yang sejajar dengan bagian alas atau bawah objek. Hasil gambar yang dihasilkan akan terlihat menjadi besar atau memiliki kesan yang kokoh atau agung dan subjek pengambil gambar menjadi kecil.
  • 13. c) High Angle Sudut dari pengambilan gambar ini berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek gambar. Sehingga, objek gambar akan terlihat lebih kecil. Kesan yang dihasilkan dari sudut ini adalah dramatis dan terkesan intimidatif. d) Low Angle Merupakan cara pengambilan gambar dengan memanfaatkan sudut bagian bawah objek yang memberikan kesan objek membesar. e) Bird Eye Sudut pengambilan gambar ini memposisikan juru kamera berada pada posisi yang sangat tinggi, seakan-akan merupakan sudut pandang dari burung yang sedang terbang di angkasa. Gambar yang dihasilkan akan menampakkan
  • 14. lingkungan sekitar secara lebih luas dan seluruh benda-benda yang ada di sekitar objek juga akan tampak namun berukuran sangat kecil. Pengambilan gambar seperti ini biasanya dilakukan dengan menggunakan drone. f) Canted Angle Anda mungkin sering menggunakan sudut pengambilan gambar yang satu ini, namun tidak mengetahui namanya. Nama lain dari canted angle adalah german angle atau oblique angle. Dimana pemilihan sudut pengambilan gambar ini sengaja dimiringkan. Dengan teknik ini maka akan menghasilkan gambar yang bersudut. Sehingga garis horizon pada foto tidak akan paralel pada batas bawah frame kamera.
  • 15. g) Slanted Sudut pengambilan gambar ini menggunakan sudut yang tidak terlalu cenderung dari depan atau dari samping objek. Sudut ini lebih fokus mengambil sudut 45 derajat dari objek. Dan biasanya objek lainnya akan ikut masuk kedalam hasil gambar. h) Over Shoulder Sudut pengambilan gambar ini berada pada posisi belakang bahu. Memang, tujuan penggunaan sudut ini untuk memberi kesan seakan-akan objek sedang berbincang atau sedang melihat sesuatu. Bagi yang menonton gambar dari sudut ini, seakan-akan merasa jika kita juga menjadi bagian dari objek.