Semantik Bahasa Indonesia

      “ MEDAN MAKNA ”



  Fifin Putry Yanti
 NPM : 106212261
BAB I
                      PENDAHULUAN


ď‚§ Latar Belakang
      Kata-kata atau leksem-leksem dalam setiap bahasa
  dapat dikelompokkan dalam kelompok-kelompok tertentu
  yang maknanya saling berkaitan atau berdekatan karena
  sama-sama berada dalam datu bidang atau keilmuan.
  Disamping itu setiap kata atau leksem dapat juga dianalisis
  maknanya atas komponen-komponen makna tertentu
  sehingga akan tampak perbedaan dan persamaan makna
  antara kata yang satu dengan kata yang lain
• Rumusan Masalah
       Berdasarkan latar belakang diatas maka akan
   dibahas masalah, yaitu :
1. Pengertian medan makna
2. Golongan medan makna



• Tujuan Penulisan
1.Untuk mengetahui medan makna
2.Sebagai tugas individu mata kuliah semantik
BAB II
                  PEMBAHASAN


A. Pengertian medan makna
      Menurut Harimurti (1982) menyatakan bahwa
   medan makna (semantic field, semantic domain)
   adalah bagian dari sistem semantik bahasa yang
   menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan
   atau realitas dalam alam semesta tertentu dan
   direalisasikan oleh seperangkat unsur lesikal yang
   maknanyya berhubungan.
B. Golongan Medan Makna


Kata-kata yang berada dalam satu medan makna
dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :

      • golongan kolokasi


         • golongan set
kolokasi

     Kolokasi (berasal dari bahasa latin collolco
 yang berarti ada ditempat yang sama dengan)
 menunjuk kepada hubungan sintagmatik yang
 terjadi antara kata atau unsur lesikal itu.

Kolokasi menunjuk pada hubungan
sintagmatik karena karena sifatnya
yang linear
Misalnya pada kalimat :

“tiang layar perahu nelayan itu patah dihantam badai, lalu
perahu itu digulung ombak, dan tenggelam beserta isinya”

Kita dapati kata-kata layar, perahu, nelayan, badai, ombak,
dan tenggelam yang merupakan kata-kata dalam satu
kolokasi ; satuan tempat atau lingkungan.



    Jadi, kata-kata kolokasi ditemukan
bersama atau berada bersama dalam
satu tempat atau satu lingkungan.
Golongan Set

        Suatu set biasanya berupa sekelompok unsur
lesikal dari kelas yang sama yang tampaknya merupakan
satu kesatuan. Setiap unsur lesikal dalam suatu set
dibatasi oleh tempatnya dalam hubungan dengan
anggota-anggota dalam set tersebut.

      Set menunjuk pada hubungan
 paragdimatik karena kata-kata atau unsur-
 unsur yang berada dalam suatu set dapat
 saling menggantikan.
Misalnya :
• Kata remaja merupakan tahap
  pertumbuhan antara kanak-kanak dengan
  dewasa;

• Sejuk adalah suhu diantara dingin dengan
  hangat.
Pengelompokkan kata berdasarkan kolokasi dan set
  dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai teori
  medan makna, meskipun makna unsur-unsur lesikal itu
  sering bertumpang tindih dan batasan-batasannya
  sering kali menjadi kabur.



       Selain itu pengelompokkan ini
juga kurang memperhatikan perbedaan
antara makna denotasi dan makna
konotasi antara makna dasar dari suatu
kata atau leksem dengan makna
tambahan dari kata itu.
BAB III
                      PENUTUP
• KESIMPULAN

               Oleh karena itu, secara semantik diakui bahwa
 pengelompokkan kata atau unsur-unsur lesikal secara kolokasi
 dan set hanya menyangkut satu segi makna, yaitu makna
 dasarnya saja. Sedangkan makna seluruh tiap kata atau unsur
 lesikal itu perlu dilihat dan dikaji secara terpisah dalam
 kaitannya dengan penggunaan kata atau unsur lesikal tersebut
 didalam pertuturan.
               Setiap unsur lesikal memiliki komponen makna
 masing-masing yang mungkin ada persamaanya dan ada
 perbedaannya dengan unsur leksikal lainnya.
DAFTAR PUSTAKA



• Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik
  Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta

Medan makna

  • 1.
    Semantik Bahasa Indonesia “ MEDAN MAKNA ” Fifin Putry Yanti NPM : 106212261
  • 2.
    BAB I PENDAHULUAN ď‚§ Latar Belakang Kata-kata atau leksem-leksem dalam setiap bahasa dapat dikelompokkan dalam kelompok-kelompok tertentu yang maknanya saling berkaitan atau berdekatan karena sama-sama berada dalam datu bidang atau keilmuan. Disamping itu setiap kata atau leksem dapat juga dianalisis maknanya atas komponen-komponen makna tertentu sehingga akan tampak perbedaan dan persamaan makna antara kata yang satu dengan kata yang lain
  • 3.
    • Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka akan dibahas masalah, yaitu : 1. Pengertian medan makna 2. Golongan medan makna • Tujuan Penulisan 1.Untuk mengetahui medan makna 2.Sebagai tugas individu mata kuliah semantik
  • 4.
    BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian medan makna Menurut Harimurti (1982) menyatakan bahwa medan makna (semantic field, semantic domain) adalah bagian dari sistem semantik bahasa yang menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu dan direalisasikan oleh seperangkat unsur lesikal yang maknanyya berhubungan.
  • 5.
    B. Golongan MedanMakna Kata-kata yang berada dalam satu medan makna dapat digolongkan menjadi 2, yaitu : • golongan kolokasi • golongan set
  • 6.
    kolokasi Kolokasi (berasal dari bahasa latin collolco yang berarti ada ditempat yang sama dengan) menunjuk kepada hubungan sintagmatik yang terjadi antara kata atau unsur lesikal itu. Kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmatik karena karena sifatnya yang linear
  • 7.
    Misalnya pada kalimat: “tiang layar perahu nelayan itu patah dihantam badai, lalu perahu itu digulung ombak, dan tenggelam beserta isinya” Kita dapati kata-kata layar, perahu, nelayan, badai, ombak, dan tenggelam yang merupakan kata-kata dalam satu kolokasi ; satuan tempat atau lingkungan. Jadi, kata-kata kolokasi ditemukan bersama atau berada bersama dalam satu tempat atau satu lingkungan.
  • 8.
    Golongan Set Suatu set biasanya berupa sekelompok unsur lesikal dari kelas yang sama yang tampaknya merupakan satu kesatuan. Setiap unsur lesikal dalam suatu set dibatasi oleh tempatnya dalam hubungan dengan anggota-anggota dalam set tersebut. Set menunjuk pada hubungan paragdimatik karena kata-kata atau unsur- unsur yang berada dalam suatu set dapat saling menggantikan.
  • 9.
    Misalnya : • Kataremaja merupakan tahap pertumbuhan antara kanak-kanak dengan dewasa; • Sejuk adalah suhu diantara dingin dengan hangat.
  • 10.
    Pengelompokkan kata berdasarkankolokasi dan set dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai teori medan makna, meskipun makna unsur-unsur lesikal itu sering bertumpang tindih dan batasan-batasannya sering kali menjadi kabur. Selain itu pengelompokkan ini juga kurang memperhatikan perbedaan antara makna denotasi dan makna konotasi antara makna dasar dari suatu kata atau leksem dengan makna tambahan dari kata itu.
  • 11.
    BAB III PENUTUP • KESIMPULAN Oleh karena itu, secara semantik diakui bahwa pengelompokkan kata atau unsur-unsur lesikal secara kolokasi dan set hanya menyangkut satu segi makna, yaitu makna dasarnya saja. Sedangkan makna seluruh tiap kata atau unsur lesikal itu perlu dilihat dan dikaji secara terpisah dalam kaitannya dengan penggunaan kata atau unsur lesikal tersebut didalam pertuturan. Setiap unsur lesikal memiliki komponen makna masing-masing yang mungkin ada persamaanya dan ada perbedaannya dengan unsur leksikal lainnya.
  • 12.
    DAFTAR PUSTAKA • Chaer,Abdul. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta