 Kohesi adalah istilah yang digunakan dalam
wacana yang membahas hubungan
antarunsur dalam kalimat (wacana).
 Wacana yang memenuhi syarat kohesi
disebut kohesif yang artinya utuh.
 Jika wacana memiliki ide pokok dan ide
penjelas, tidak hanya dituntut keutuhan
namun juga dituntut keterpaduan
antarbagian (ide, pikiran atau gagasan)
yang terkandung di dalamnya
 Wacana utuh belum tentu padu
 Karena itu, sebuah wacana selain kohesif,
harus koheren
 Koherensi adalah kepaduan hubungan
maknawi antarbagian dalam wacana
Contoh
wacana
lisan
Pelayan : “Selamat sore Mas.”
Pelanggan : “Sore.”
Pelayan : “pesan apa Mas?”
Pelanggan : “Kopi tubruk ya.”
Lisan Tulis
 Adanya penutur dan petutur
(mitra tutur)
 Bahasa tutur
 Alih tutur (giliran bicara)
 Konteks
 Kurang perhatikan tata
Bahasa/gramatika
 Bentuk: dialog, wawancara,
ceramah, pidato, diskusi.
 Tidak menggunakan struktur yang
benar
 Memahami walau tanpa tanda
kohesi
 Dapat menangkap isi wacana
karena didukung oleh konteks
 Adanya penulis, pembaca, tulisan,
dan penerapan kaidah Bahasa
 Bentuk: buku, artikel, prosa, dll
Berdasarkan saluran
komunikasi
Wacana ekspresif
Kegiatan komunikasi yang menggambarkan
hasil pemikiran, pengalaman atau perasaan
secara ekspresif
Wacana fatis
Wacana informasional
Wacana direktif
Wacana estetis
Bertujuan untuk memperlancar komunikasi
seperti memperkenalkan diri
Wacana yang menekankan pada segi
keindahan
Bertujuan memberi informasi kepada
seseorang atau khalayak
Wacana yang mengarah pada tindakan atau
reaksi dari mitra tutur
Berdasarkan fungsi Bahasa
Yudit : “Pagi Rama.”
Rama : “Pagi. Berangkat ya?”
Yudit : “Iya! Kamu gak kuliah?”
Rama : “Aku kuliah siang.”
Yudit : “Hm. Aku berangkat ya,
daa.”
Bu Ani : “Pak ke Jalan Limau
Kebayoran ya Pak!”
Sopir Taksi : “Baik Bu.”
Berdasarkan mitra tutur
Wacana Monolog
Wacana Polilog
Wacana Dialog
Pelakunya hanya satu orang
Pelakunya lebih dari dua orang
Pelakunya dua orang
Pidato
 Diskusi
 Ceramah
interaktif
 Wawancara
 Drama
Berdasarkan jumlah peserta
Narasi
Deskripsi
Eksposisi
Argumentasi
Persuasi
Unsur waktu, pelaku, dan peristiwa
Mengangkat imajinasi penulis
Menginformasikan sesuatu; pengetahuan,
konsep, petunjuk
Berusaha mempengaruhi pembaca/pendengar
agar menerima pernyataan yang dipertahankan
baik logis maupun emosional
Biasa digunakan dalam kampanye dan iklan
Berdasarkan cara memaparkan
KOHESI, KOHERENSI, DAN JENIS WACANA BAHASA INDONESIA

KOHESI, KOHERENSI, DAN JENIS WACANA BAHASA INDONESIA

  • 3.
     Kohesi adalahistilah yang digunakan dalam wacana yang membahas hubungan antarunsur dalam kalimat (wacana).  Wacana yang memenuhi syarat kohesi disebut kohesif yang artinya utuh.  Jika wacana memiliki ide pokok dan ide penjelas, tidak hanya dituntut keutuhan namun juga dituntut keterpaduan antarbagian (ide, pikiran atau gagasan) yang terkandung di dalamnya  Wacana utuh belum tentu padu  Karena itu, sebuah wacana selain kohesif, harus koheren  Koherensi adalah kepaduan hubungan maknawi antarbagian dalam wacana
  • 6.
    Contoh wacana lisan Pelayan : “Selamatsore Mas.” Pelanggan : “Sore.” Pelayan : “pesan apa Mas?” Pelanggan : “Kopi tubruk ya.” Lisan Tulis  Adanya penutur dan petutur (mitra tutur)  Bahasa tutur  Alih tutur (giliran bicara)  Konteks  Kurang perhatikan tata Bahasa/gramatika  Bentuk: dialog, wawancara, ceramah, pidato, diskusi.  Tidak menggunakan struktur yang benar  Memahami walau tanpa tanda kohesi  Dapat menangkap isi wacana karena didukung oleh konteks  Adanya penulis, pembaca, tulisan, dan penerapan kaidah Bahasa  Bentuk: buku, artikel, prosa, dll Berdasarkan saluran komunikasi
  • 7.
    Wacana ekspresif Kegiatan komunikasiyang menggambarkan hasil pemikiran, pengalaman atau perasaan secara ekspresif Wacana fatis Wacana informasional Wacana direktif Wacana estetis Bertujuan untuk memperlancar komunikasi seperti memperkenalkan diri Wacana yang menekankan pada segi keindahan Bertujuan memberi informasi kepada seseorang atau khalayak Wacana yang mengarah pada tindakan atau reaksi dari mitra tutur Berdasarkan fungsi Bahasa
  • 8.
    Yudit : “PagiRama.” Rama : “Pagi. Berangkat ya?” Yudit : “Iya! Kamu gak kuliah?” Rama : “Aku kuliah siang.” Yudit : “Hm. Aku berangkat ya, daa.” Bu Ani : “Pak ke Jalan Limau Kebayoran ya Pak!” Sopir Taksi : “Baik Bu.” Berdasarkan mitra tutur
  • 9.
    Wacana Monolog Wacana Polilog WacanaDialog Pelakunya hanya satu orang Pelakunya lebih dari dua orang Pelakunya dua orang Pidato  Diskusi  Ceramah interaktif  Wawancara  Drama Berdasarkan jumlah peserta
  • 10.
    Narasi Deskripsi Eksposisi Argumentasi Persuasi Unsur waktu, pelaku,dan peristiwa Mengangkat imajinasi penulis Menginformasikan sesuatu; pengetahuan, konsep, petunjuk Berusaha mempengaruhi pembaca/pendengar agar menerima pernyataan yang dipertahankan baik logis maupun emosional Biasa digunakan dalam kampanye dan iklan Berdasarkan cara memaparkan