PERKAP NOMOR 22 TAHUN 2010 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN
TATA KERJA PADA TINGKAT KEPOLISIAN DAERAH
Ditpamobvit
bertugas
menyelenggarakan
kegiatan pengamanan terhadap obyek khusus
yang meliputi personel dan fasilitas, materiil
logistik, kegiatan di dalam fasilitas lembaga
negara, perwakilan negara asing, lingkungan
industri termasuk VIP dan obyek pariwisata
yang memerlukan pengamanan khusus.
menyelenggarakan fungsi :
a. pembinaan
manajemen
operasional
dan
pelatihan, penyelenggaraan anev serta pengumpulan dan
pengolahan data, serta penyajian informasi dan dokumentasi
program kegiatan Ditpamobvit;
b. pengamanan lingkungan industri dan kawasan tertentu yang
memerlukan pengamanan khusus;
c. pengamanan obyek wisata termasuk mobilitas wisatawan yang
memerlukan pengamanan khusus;
d. pengamanan kementerian dan lembaga negara termasuk
VIP, yang memerlukan pengamanan khusus; dan
e. pengamanan perwakilan negara asing termasuk VIP, yang
memerlukan pengamanan khusus.
1. SUBDIT WASTER
Subdit waster menyelenggarakan fungsi:
a. pengamanan kawasan tertentu; dan
b. Pengamanan lingkungan industri.

2. SUBDIT WISATA
Subdit wisata menyelenggarakan fungsi:
a. pengamanan obyek wisata;
b. pengamanan mobilitas wisatawan.

3. SUBDIT LEMNEG
Subdit Lemneg menyelenggarakan fungsi:
a. pengamanan kementerian dan lembaga negara
b. pengamanan pejabat VIP.

4. SUBDIT KILAS

Subdit Kilas menyelenggarakan fungsi:
a. pengamanan kantor/obyek vital perwakilan negara asing
b. pengamanan pejabat/pimpinan perwakilan negara asing.
DASAR
A.

UNDANG-UNDANG 1945 PSL 30 (4)
“Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang
menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi,
mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum”

B.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2002
TANGGAL 8 JANUARI 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA REPULIK
INDONESIA.

C.

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004
TANGGAL 10 OKTOBER 2002 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.

D.

PERATURAN KAPOLRI NO. 1 TAHUN 2013 TTG PENUGASAN ANGGOTA
POLRI DI LUAR STRUKTUR ORGANISASI KEPOLISIAN NEGARA
REPUBLIK INDONESIA.

E.

SURAT KEPUTUSAN KAPOLRI NO. POL : SKEP / 247 / IV / 2004
TANGGAL 21 APRIL 2004 TENTANG BUKU PETUNJUK KEGIATAN
PENGAMANAN VIP.

F.

KEPUTUSAN KAPOLRI NOMOR 22 THN 2010 TTG SUSUNAN
ORGANISASI DAN TATA KERJA PD TINGKAT KEPOLISIAN DAERAH.
PEJABAT NEGARA :
orang yg menduduki posisi/jabatan dibadan-badan
negara di semua lingkungan pemerintahan negara
khususnya dilingkungan eksekutif, yudikatif dan legislatif

VIP ADALAH :
Orang yang sangat penting , Pejabat Negara / Tamu
Negara yang karena kepentingan dan kedudukannya
sehingga memerlukan pengamanan

6
PEJABAT LEMBAGA TINGGI NEGARA.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Ketua
Ketua
Ketua
Ketua
Ketua
Ketua
Jaksa

MPR
DPR
DPD
MK
MA
BPK
Agung

PEJABAT KEMENTERIAN / LEMBAGA SETINGKAT MENTERI.
a.
b.
c.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Menteri Koordinator
Menteri Negara
Menteri
Sekretaris Negara
Sekretaris Kabinet
Kepala Jaksa Agung
Panglima TNI
Kapolri
Gubernur BI

7
PEJABAT LEMBAGA-LEMBAGA
PEMERINTAH NON DEPARTEMEN

a. Kepala BIN
b. Kepala BKKBN
c. Ketua Bappenas
d. Ketua LAN
e. Kepala BPN
f. Ketua Arsip Nasional RI
g. Ketua Badan Akuntasi Keuangan Negara

h. Ketua badan Kepegawaian Negara
i. Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal
j. Ketua Badan Tenaga Nuklir Nasional
8
TINGKAT PROPINSI
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.

Gubernur
Wakil Gubernur
Kapolda
Komandan Lantamal
Komandan Korem
Komandan Lanud Sri
Ketua Pengadilan Tinggi
Ketua Pengadilan Tinggi Agama
Kepala Kejaksaan Tinggi
Ketua DPRD
Ketua KPU
Sekda Prop
Konsulat Jenderal / Konsulat

TINGKAT KAB/KOTA
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.

Bupati
Wakil Bupati
Walikota
Wakil Walikota
Kapolres
Komandan Kodim
Ketua Pengadilan Negeri
Kepala Kejaksaan Negeri
Ketua Pengadilan Agama
Ketua DPRD
Ketua KPU

9
SKEP KAPOLRI NO.POL. : SKEP/247/IV/2004
Pengertian Pengamanan :
Rangkaian kegiatan atau tindakan dari Aparat Keamanan untuk membuat situasi dan
kondisi tersa aman sehingga lingkungan menjadi tenang dan orang didalamnya tidak
merasa khawatir atau terancam
PENGAMANAN VIP
Rangkaian kegiatan atau bentuk tindakan dari satuan pengamanan yang memberikan
perlindungan kepada obyek Pam yang dianggap sangat penting dari ancaman dan
gangguan baik secara langsung mapun tidak langsung
TINDAKAN PENGAMANAN
Suatu tindakan secara terorganisir dan terencana dalam rangka melindungi /
menyelamatkan jiwa seseorang dan harta bendanya dari suatu ancaman dan
gangguan
SASARAN PENGAMANAN

1. MANUSIA
2. HARTA BENDA
3. RUMAH
4. PENGINAPAN/HOTEL
5. TEMPAT KERJA/KANTOR
6. KEGIATAN
ADC (AIDE-DE-CAM) adalah seorang perwira yg membantu pejabat tinggi
negara sebagai staf pribadi utk membebaskan pejabat
itu dari pekerjaan tertentu yg memakan
waktu, sehingga dpt terus melaksanakan tugas dgn
efisien dan kontinyu
PENGAWAL PRIBADI adalah seseorang atau lebih yg ditunjuk sbg pengawal VIP
yg berfungsi sgb perisai hidup dlm melindungi
keselamatan jiwa raga pejabat lembaga negara tersebut

PERISAI HIDUP adalah petugas pengamanan yg dpt memberikan
perlindungan dan pengamanan terhadap VIP dari
ancaman dan gangguan yg dapat membahayakan jiwa

ESCAPE adalah pengamanan atau penyelamatan jiwa seseorang, harta benda
dari lokasi/tempat yg dilanda bahaya ketempat/lokasi yang lebih
aman
GANGGUAN KAMTIBMAS THD PEJABAT VIP
1.

KEJAHATAN KONVENSIONAL
a. Pembunuhan
b. Penculikan
c. Penganiayaan
d. Perampokan
e. Pemerasan
f. Penghadangan
g. Pencurian
h. Pengrusakan
i. penyanderaan

2. KEJAHATAN YG BERIMPLIKASI KONTIJENSI
a. Unjuk rasa
b. Sabotase
c. teror
3. GANGGUAN KAMTIBMAS DLM BENTUK BENCANA ALAM

a. Gempa bumi
b. Banjir
c. Tanah longsor
d. Angin topan
e. Gunung meletus

4. POTENSI KERAWANAN KECELAKAAN

a. Di darat
b. Di air
c. Di udara

5. POTENSI GANGGUAN LALULINTAS

a. Kecelakaan
b. kemacetan
1. Bersifat melekat ( Permanen )
dilaksanakan dalam waktu yang lama sesuai
kebutuhan dan hanya dapat dilaksanakan pada
pejabat VIP tertentu
2. Bersifat melekat Insidentil/ Protokoler
dilaksanakan berdasarkan situasi dan kondisi yang
memerlukan dilakukannya pengamanan terhadap
vip tersebut
1. Dikjur Pam VIP
2. Menembak kelas 1.
3. Mengemudi standart Pam VIP .
4. Bela Diri

5. Mampu mengobservasi dan deteksi dini (diskripsi )
6. Menguasai Alkom
7. Kemampuan berbahasa Asing sesuai kebutuhan .
FORMASI 1 ADC

VIP

ADC
FORMASI 1 ADC DAN 1 PENGAWAL PRIBADI

1

VIP

ADC
FORMASI 1 ADC DAN 2 PENGAWAL PRIBADI

1

VIP

AIC

KA
FORMASI 1 ADC DAN 3 PENGAWAL PRIBADI

2

VIP

KA

ADC

1
FORMASI 1 ADC DAN 4 PENGAWAL PRIBADI

2

4

VIP

KA

ADC

1
FORMASI 1 ADC DAN 5 PENGAWAL PRIBADI

2

4

1

VIP

ADC
KA

5
PAPARAN  DIREKTORAT PAM OBVIT

PAPARAN DIREKTORAT PAM OBVIT

  • 2.
    PERKAP NOMOR 22TAHUN 2010 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PADA TINGKAT KEPOLISIAN DAERAH Ditpamobvit bertugas menyelenggarakan kegiatan pengamanan terhadap obyek khusus yang meliputi personel dan fasilitas, materiil logistik, kegiatan di dalam fasilitas lembaga negara, perwakilan negara asing, lingkungan industri termasuk VIP dan obyek pariwisata yang memerlukan pengamanan khusus. menyelenggarakan fungsi : a. pembinaan manajemen operasional dan pelatihan, penyelenggaraan anev serta pengumpulan dan pengolahan data, serta penyajian informasi dan dokumentasi program kegiatan Ditpamobvit; b. pengamanan lingkungan industri dan kawasan tertentu yang memerlukan pengamanan khusus; c. pengamanan obyek wisata termasuk mobilitas wisatawan yang memerlukan pengamanan khusus; d. pengamanan kementerian dan lembaga negara termasuk VIP, yang memerlukan pengamanan khusus; dan e. pengamanan perwakilan negara asing termasuk VIP, yang memerlukan pengamanan khusus.
  • 3.
    1. SUBDIT WASTER Subditwaster menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan kawasan tertentu; dan b. Pengamanan lingkungan industri. 2. SUBDIT WISATA Subdit wisata menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan obyek wisata; b. pengamanan mobilitas wisatawan. 3. SUBDIT LEMNEG Subdit Lemneg menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan kementerian dan lembaga negara b. pengamanan pejabat VIP. 4. SUBDIT KILAS Subdit Kilas menyelenggarakan fungsi: a. pengamanan kantor/obyek vital perwakilan negara asing b. pengamanan pejabat/pimpinan perwakilan negara asing.
  • 4.
    DASAR A. UNDANG-UNDANG 1945 PSL30 (4) “Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum” B. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2002 TANGGAL 8 JANUARI 2002 TENTANG KEPOLISIAN NEGARA REPULIK INDONESIA. C. KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TANGGAL 10 OKTOBER 2002 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. D. PERATURAN KAPOLRI NO. 1 TAHUN 2013 TTG PENUGASAN ANGGOTA POLRI DI LUAR STRUKTUR ORGANISASI KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. E. SURAT KEPUTUSAN KAPOLRI NO. POL : SKEP / 247 / IV / 2004 TANGGAL 21 APRIL 2004 TENTANG BUKU PETUNJUK KEGIATAN PENGAMANAN VIP. F. KEPUTUSAN KAPOLRI NOMOR 22 THN 2010 TTG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PD TINGKAT KEPOLISIAN DAERAH.
  • 5.
    PEJABAT NEGARA : orangyg menduduki posisi/jabatan dibadan-badan negara di semua lingkungan pemerintahan negara khususnya dilingkungan eksekutif, yudikatif dan legislatif VIP ADALAH : Orang yang sangat penting , Pejabat Negara / Tamu Negara yang karena kepentingan dan kedudukannya sehingga memerlukan pengamanan 6
  • 6.
    PEJABAT LEMBAGA TINGGINEGARA. a. b. c. d. e. f. g. Ketua Ketua Ketua Ketua Ketua Ketua Jaksa MPR DPR DPD MK MA BPK Agung PEJABAT KEMENTERIAN / LEMBAGA SETINGKAT MENTERI. a. b. c. c. d. e. f. g. h. Menteri Koordinator Menteri Negara Menteri Sekretaris Negara Sekretaris Kabinet Kepala Jaksa Agung Panglima TNI Kapolri Gubernur BI 7
  • 7.
    PEJABAT LEMBAGA-LEMBAGA PEMERINTAH NONDEPARTEMEN a. Kepala BIN b. Kepala BKKBN c. Ketua Bappenas d. Ketua LAN e. Kepala BPN f. Ketua Arsip Nasional RI g. Ketua Badan Akuntasi Keuangan Negara h. Ketua badan Kepegawaian Negara i. Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal j. Ketua Badan Tenaga Nuklir Nasional 8
  • 8.
    TINGKAT PROPINSI a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. Gubernur Wakil Gubernur Kapolda KomandanLantamal Komandan Korem Komandan Lanud Sri Ketua Pengadilan Tinggi Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kepala Kejaksaan Tinggi Ketua DPRD Ketua KPU Sekda Prop Konsulat Jenderal / Konsulat TINGKAT KAB/KOTA a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Bupati Wakil Bupati Walikota Wakil Walikota Kapolres Komandan Kodim Ketua Pengadilan Negeri Kepala Kejaksaan Negeri Ketua Pengadilan Agama Ketua DPRD Ketua KPU 9
  • 9.
    SKEP KAPOLRI NO.POL.: SKEP/247/IV/2004 Pengertian Pengamanan : Rangkaian kegiatan atau tindakan dari Aparat Keamanan untuk membuat situasi dan kondisi tersa aman sehingga lingkungan menjadi tenang dan orang didalamnya tidak merasa khawatir atau terancam PENGAMANAN VIP Rangkaian kegiatan atau bentuk tindakan dari satuan pengamanan yang memberikan perlindungan kepada obyek Pam yang dianggap sangat penting dari ancaman dan gangguan baik secara langsung mapun tidak langsung TINDAKAN PENGAMANAN Suatu tindakan secara terorganisir dan terencana dalam rangka melindungi / menyelamatkan jiwa seseorang dan harta bendanya dari suatu ancaman dan gangguan
  • 10.
    SASARAN PENGAMANAN 1. MANUSIA 2.HARTA BENDA 3. RUMAH 4. PENGINAPAN/HOTEL 5. TEMPAT KERJA/KANTOR 6. KEGIATAN
  • 11.
    ADC (AIDE-DE-CAM) adalahseorang perwira yg membantu pejabat tinggi negara sebagai staf pribadi utk membebaskan pejabat itu dari pekerjaan tertentu yg memakan waktu, sehingga dpt terus melaksanakan tugas dgn efisien dan kontinyu PENGAWAL PRIBADI adalah seseorang atau lebih yg ditunjuk sbg pengawal VIP yg berfungsi sgb perisai hidup dlm melindungi keselamatan jiwa raga pejabat lembaga negara tersebut PERISAI HIDUP adalah petugas pengamanan yg dpt memberikan perlindungan dan pengamanan terhadap VIP dari ancaman dan gangguan yg dapat membahayakan jiwa ESCAPE adalah pengamanan atau penyelamatan jiwa seseorang, harta benda dari lokasi/tempat yg dilanda bahaya ketempat/lokasi yang lebih aman
  • 12.
    GANGGUAN KAMTIBMAS THDPEJABAT VIP 1. KEJAHATAN KONVENSIONAL a. Pembunuhan b. Penculikan c. Penganiayaan d. Perampokan e. Pemerasan f. Penghadangan g. Pencurian h. Pengrusakan i. penyanderaan 2. KEJAHATAN YG BERIMPLIKASI KONTIJENSI a. Unjuk rasa b. Sabotase c. teror
  • 13.
    3. GANGGUAN KAMTIBMASDLM BENTUK BENCANA ALAM a. Gempa bumi b. Banjir c. Tanah longsor d. Angin topan e. Gunung meletus 4. POTENSI KERAWANAN KECELAKAAN a. Di darat b. Di air c. Di udara 5. POTENSI GANGGUAN LALULINTAS a. Kecelakaan b. kemacetan
  • 14.
    1. Bersifat melekat( Permanen ) dilaksanakan dalam waktu yang lama sesuai kebutuhan dan hanya dapat dilaksanakan pada pejabat VIP tertentu 2. Bersifat melekat Insidentil/ Protokoler dilaksanakan berdasarkan situasi dan kondisi yang memerlukan dilakukannya pengamanan terhadap vip tersebut
  • 15.
    1. Dikjur PamVIP 2. Menembak kelas 1. 3. Mengemudi standart Pam VIP . 4. Bela Diri 5. Mampu mengobservasi dan deteksi dini (diskripsi ) 6. Menguasai Alkom 7. Kemampuan berbahasa Asing sesuai kebutuhan .
  • 16.
  • 17.
    FORMASI 1 ADCDAN 1 PENGAWAL PRIBADI 1 VIP ADC
  • 18.
    FORMASI 1 ADCDAN 2 PENGAWAL PRIBADI 1 VIP AIC KA
  • 19.
    FORMASI 1 ADCDAN 3 PENGAWAL PRIBADI 2 VIP KA ADC 1
  • 20.
    FORMASI 1 ADCDAN 4 PENGAWAL PRIBADI 2 4 VIP KA ADC 1
  • 21.
    FORMASI 1 ADCDAN 5 PENGAWAL PRIBADI 2 4 1 VIP ADC KA 5