Konflik dapat dihadapi dengan cara : Bersikap tidak acuh terhadapnya tidak adanya upaya langsung untuk menghadapi sebuah konflik yang ada di depan mata bahkan dibiarkan berkembang menuju arah yang destruktif Menekannya dapat mengurangi dampak dari konflik negatif namun tidak mengatasi ataupun meniadakan pokok-pokok penyebab konflik tersebut Menyelesaikannya penyelesaian konflik hanya terjadi apabila latar belakang penyebab konflik ditiadakan tanpa menyisakan kondisi-kondisi yang menggantung untuk menjadi penyebab timbulnya konflik di masa mendatang
Akomodasi atau meratakan Kolaborasi atau pemecahan masalah Kompromis Tindakan menghindari Persaingan atau komando otoritatif Tinggi Rendah Rendah Tinggi Cooperativeness Assertiveness
Cooperativeness Keinginan untuk memenuhi kebutuhan individu/kelompok lain Assertiveness Keinginan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri/kelompok sendiri Tindakan menghindari  menarik diri dari situasi yang sedang berkembang Persaingan atau komando otoritatif memaksakan segala sesuatu agar sesuai dengan kesimpulan tertentu  dengan menggunakan kekuasaan yang ada Akomodasi atau meratakan bersikap kooperatif, membiarkan keinginan pihak lain menonjol, meratakan perbedaan  untuk mempertahankan harmoni yang diusahakan secara buatan
Kompromis bersikap cukup kooperatif dan juga asertif dalam intensitas yang cukup,  mengupayakan tawar-menawar untuk mencapai pemecahan yang dapat  diterima oleh kedua belah pihak walaupun hasilnya tidak mencapai optimal  Kolaborasi atau pemecahan masalah berusaha agar keinginan kedua belah pihak terpenuhi hingga mencapai  kepuasan akhir sehingga keduanya mendapatkan keuntungan sesuai dengan  harapannya masing-masing
Konflik kalah-kalah Terjadi apabila  tidak ada  seorangpun di antara pihak yang terlibat mencapai tujuan yang sebenarnya. Hasil kalah-kalah biasanya terjadi apabila konflik dikelola dengan sikap menghindari, akomodasi, meratakan dan atau melalui kompromis. Konflik menang-kalah Salah satu pihak  mendominasi  pihak lainnya. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya persaingan, di mana orang mencapai kemenangan melalui kekuatan, keterampilan yang superior dan juga dapat merupakan hasil dari komando otoritatif. Konflik menang-menang Dilaksanakan dengan jalan  menguntungkan  semua pihak yang terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung, Konflik ini meniadakan alasan-alasan untuk melanjutkan atau menimbulkan kembali konflik yang ada karena tidak ada hal yang dihindara maupun ditekankan.
Dalam berbagai definisi, ancaman dan kekerasan selalu  dikaitkan  dengan  konflik, dapat juga dikatakan bahwa kekerasan merupakan proses akhir dari  konflik. Namun, sesungguhnya  konflik berbeda dengan kekerasan .  Menurut  Prof. DR. Winardi, SE. , konflik berarti adanya oposisi atau  pertentangan pendapat antara orang, kelompok, atau organisasi berkaitan  dengan perbedaan-perbedaan pendapat, keyakinan, kepentingan  maupun  ide-ide. Dari tujuan makro,  France Stewart , pakar studi konflik dari Oxford  University,  menyebut 4 kategori  negara yang berpotensi konflik yang  berlanjut ke tindak kekerasan , yaitu : Negara dengan pendapatan dan pembangunan manusianya rendah. Negara yang pernah terlibat dalam konflik serius dalam 30 tahun terakhir. Negara dengan tingkat perbedaan horizontal yang tinggi. Negara yang rezim politiknya berada dalam transisi rezim represif menuju rezim yang lebih demokratis.
Faktor Penyebab Konflik Perbedaaan antarindividu, menyangkut perasaan, pendirian, gagasan, ide yang berkaitan dengan harga diri, kebanggaan, maupun identitas diri. Perbedaan latar belakang kebudayaan. Perbedaan kepentingan, terutama dalam keidupan ekonomi maupun kehidupan berpolitik. Perubahan sosial yang berlangsung cepat hingga mengganggu keseimbangan sistem nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Secara umum,  suatu konflik dapat terjadi apabila  seseorang atau kelompok terhalang upayanya dalam  mencapai tujuannya.
Akibat dari Konflik Yang bersifat konstruktif/membangun: Bertambahnya  solidaritas  dalam kelompok sendiri/ in group solidarity .  W. Ogburn  dan  F. Nimkoff  mengatakan bahwa semakin besar konflik suatu kelompok terhadap kelompok lain, semakin besar pula integrasi atau solidaritas intern kelompok. Munculnya  pribadi-pribadi yang kuat . Munculnya  kompromi baru  apabila pihak yang berkonflik dalam kekuatan seimbang. Yang bersifat destruktif/menghancurkan: Retaknya persatuan  kelompok Hancurnya harta benda  dan  korban  manusia Berubahnya sikap  dan  kepribadian  individu, baik ke arah positif maupun negatif Munculnya  dominasi  kelompok yang menang terhadap kelompok yang kalah

Manajemen konflik

  • 1.
  • 2.
    Konflik dapat dihadapidengan cara : Bersikap tidak acuh terhadapnya tidak adanya upaya langsung untuk menghadapi sebuah konflik yang ada di depan mata bahkan dibiarkan berkembang menuju arah yang destruktif Menekannya dapat mengurangi dampak dari konflik negatif namun tidak mengatasi ataupun meniadakan pokok-pokok penyebab konflik tersebut Menyelesaikannya penyelesaian konflik hanya terjadi apabila latar belakang penyebab konflik ditiadakan tanpa menyisakan kondisi-kondisi yang menggantung untuk menjadi penyebab timbulnya konflik di masa mendatang
  • 3.
    Akomodasi atau meratakanKolaborasi atau pemecahan masalah Kompromis Tindakan menghindari Persaingan atau komando otoritatif Tinggi Rendah Rendah Tinggi Cooperativeness Assertiveness
  • 4.
    Cooperativeness Keinginan untukmemenuhi kebutuhan individu/kelompok lain Assertiveness Keinginan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri/kelompok sendiri Tindakan menghindari menarik diri dari situasi yang sedang berkembang Persaingan atau komando otoritatif memaksakan segala sesuatu agar sesuai dengan kesimpulan tertentu dengan menggunakan kekuasaan yang ada Akomodasi atau meratakan bersikap kooperatif, membiarkan keinginan pihak lain menonjol, meratakan perbedaan untuk mempertahankan harmoni yang diusahakan secara buatan
  • 5.
    Kompromis bersikap cukupkooperatif dan juga asertif dalam intensitas yang cukup, mengupayakan tawar-menawar untuk mencapai pemecahan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak walaupun hasilnya tidak mencapai optimal Kolaborasi atau pemecahan masalah berusaha agar keinginan kedua belah pihak terpenuhi hingga mencapai kepuasan akhir sehingga keduanya mendapatkan keuntungan sesuai dengan harapannya masing-masing
  • 6.
    Konflik kalah-kalah Terjadiapabila tidak ada seorangpun di antara pihak yang terlibat mencapai tujuan yang sebenarnya. Hasil kalah-kalah biasanya terjadi apabila konflik dikelola dengan sikap menghindari, akomodasi, meratakan dan atau melalui kompromis. Konflik menang-kalah Salah satu pihak mendominasi pihak lainnya. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya persaingan, di mana orang mencapai kemenangan melalui kekuatan, keterampilan yang superior dan juga dapat merupakan hasil dari komando otoritatif. Konflik menang-menang Dilaksanakan dengan jalan menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung, Konflik ini meniadakan alasan-alasan untuk melanjutkan atau menimbulkan kembali konflik yang ada karena tidak ada hal yang dihindara maupun ditekankan.
  • 7.
    Dalam berbagai definisi,ancaman dan kekerasan selalu dikaitkan dengan konflik, dapat juga dikatakan bahwa kekerasan merupakan proses akhir dari konflik. Namun, sesungguhnya konflik berbeda dengan kekerasan . Menurut Prof. DR. Winardi, SE. , konflik berarti adanya oposisi atau pertentangan pendapat antara orang, kelompok, atau organisasi berkaitan dengan perbedaan-perbedaan pendapat, keyakinan, kepentingan maupun ide-ide. Dari tujuan makro, France Stewart , pakar studi konflik dari Oxford University, menyebut 4 kategori negara yang berpotensi konflik yang berlanjut ke tindak kekerasan , yaitu : Negara dengan pendapatan dan pembangunan manusianya rendah. Negara yang pernah terlibat dalam konflik serius dalam 30 tahun terakhir. Negara dengan tingkat perbedaan horizontal yang tinggi. Negara yang rezim politiknya berada dalam transisi rezim represif menuju rezim yang lebih demokratis.
  • 8.
    Faktor Penyebab KonflikPerbedaaan antarindividu, menyangkut perasaan, pendirian, gagasan, ide yang berkaitan dengan harga diri, kebanggaan, maupun identitas diri. Perbedaan latar belakang kebudayaan. Perbedaan kepentingan, terutama dalam keidupan ekonomi maupun kehidupan berpolitik. Perubahan sosial yang berlangsung cepat hingga mengganggu keseimbangan sistem nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Secara umum, suatu konflik dapat terjadi apabila seseorang atau kelompok terhalang upayanya dalam mencapai tujuannya.
  • 9.
    Akibat dari KonflikYang bersifat konstruktif/membangun: Bertambahnya solidaritas dalam kelompok sendiri/ in group solidarity . W. Ogburn dan F. Nimkoff mengatakan bahwa semakin besar konflik suatu kelompok terhadap kelompok lain, semakin besar pula integrasi atau solidaritas intern kelompok. Munculnya pribadi-pribadi yang kuat . Munculnya kompromi baru apabila pihak yang berkonflik dalam kekuatan seimbang. Yang bersifat destruktif/menghancurkan: Retaknya persatuan kelompok Hancurnya harta benda dan korban manusia Berubahnya sikap dan kepribadian individu, baik ke arah positif maupun negatif Munculnya dominasi kelompok yang menang terhadap kelompok yang kalah