i
MAKALAH
Hubungan Antara Nilai, Moral, dan Hukum
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Wawasan Sosial Budaya
Dosen Pengampu:
Muhammad Ilham S. S.Pd., M.Pd
Oleh:
Kelompok 1
Irfan NIM. B0422019
Nurmalahsari NIM. B0422008
Atika NIM. B0422013
Nurnarita NIM. B0422005
Aydil Alif NIM. B0422007
Harni NIM. B0422014
Nahira NIM. B0422018
KELAS GIZI B
PROGRAM STUDI GIZI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SULAWESI BARAT
ii
TAHUN 2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
limpahan rahmatnya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu
tanpa ada halangan yang berarti dan sesuai dengan harapan.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada bapak Muhammad Ilham S.
S.Pd., M.Pd sebagai dosen pengampu mata kuliah Wawasan Sosial Budaya yang
telah membantu memberikan arahan dan pemahaman dalam penyusunan makalah
ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan karena keterbatasan kami. Maka dari itu penyusun sangat
mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini. Semoga apa
yang ditulis dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.
Majene,4 November 2022
Kelompok 1
iii
DAFTAR ISI
COVER ..................................................................................................i
KATA PENGANTAR...........................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang..................................................................................1
2. Rumusan masalah ............................................................................2
3. Tujuan penulisan..............................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian nilai,moral dan hukum ...................................................3
a. Pengertian nilai ..........................................................................3
b. Pengertian moral ........................................................................5
c. Pengertian hukum ......................................................................7
2. Hubungan antara nilai dan moral.....................................................8
3. Pengaruh nilai,moral dan hukum bagi kehidupan manusia .............9
4. Problematika nilai,moral dan hukum dalam kehidupan sehari-hari 13
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan .....................................................................................15
2. Saran ................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA............................................................................17
iv
1
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Nilai, moral, dan hukum merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan.
Dewasa ini masalah-masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia berkaitan
dengan nilai, moral, dan hukum antara lain mengenai kejujuran, keadilan, dan
perbuatan negatif lainnya sehingga perlu dikedepankan pendidikan agama dan
moral karena dengan adanya panutan, nilai, bimbingan, dan moral dalam diri
manusia akan sangat menentukan kepribadian individu atau jati diri manusia,
lingkungan sosial dan kehidupan setiap insan. Pendidikan nilai yang mengarah
kepada pembentukan moral yang sesuai dengan norma kebenaran menjadi
sesuatu yang esensial bagi pengembangan manusia yang utuh dalam konteks
sosial.
Pendidikan moral tidak hanya terbatas pada lingkungan akademis, tetapi
dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Secara umum ada tiga
lingkungan yang sangat kondusif untuk melaksanakan pendidikan moral yaitu
lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat.
Peran keluarga dalam pendidikan mendukung terjadinya proses identifikasi,
internalisasi, panutan dan reproduksi langsung dari nilai-nilai moral yang
hendak ditanamkan sebagai pola orientasi dari kehidupan keluarga. Hal-hal
yang juga perlu diperhatikan dalam pendidikan moral di lingkungan keluarga
adalah penanaman nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan tanggung jawab
dalam segenap aspek
2
2. Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud nilai, moral, dan hukum?
b. Bagaimana hubungan antara nilai, moral, dan hukum?
c. Bagaimana pengaruh nilai, moral, dan hukum bagi kehidupan
manusia?
d. Apa problematika nilai, moral, dan hukum dalam kehidupan
sehari-hari?
3. Tujuan Penulisan
a. Untuk mengetahui Apa yang dimaksud nilai, moral, dan hukum?
b. Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara nilai, moral, dan
hukum?
c. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh nilai, moral, dan hukum
bagi kehidupan manusia?
d. Untuk mengetahui bagaimana problematika nilai, moral, dan
hukum dalam kehidupan sehari-hari?
3
BAB II
PEMBAHASAN
a. Pengertian Nilai, Moral, dan Hukum
1. Pengertian Nilai
Nilai adalah sesuatu yg berharga, bermutu, menunjukkan kualitas
dan berguna bagi manusia dan berkaitan dengan cita-cita, harapan,
keyakinan dan hal-hal lain yg bersifat batiniah sebagai pedoman manusia
bertingkah laku.
Nilai merupakan bagian yang penting untuk manusia. Nilai harus
jelas, harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan
dalam perbuatan. Menilai dapat diartikan menimbang, yakni suatu
kegiatan manusia untuk menghubungkan sesuatu dengan sesuatu lainnya
yang kemudian dilanjutkan dengan memberikan keputusan. Keputusan
itu menyatakan apakah sesuatu itu bernilai positif (berguna, baik, indah)
atau sebaliknya bernilai negatif.
Menurut Cheng(1995): Nilai merupakan sesuatu yang
potensial,dalam arti terdapatnya hubungan yang harmonis dan kreatif
,sehingga berfungsi untuk menyempurnakan manusia ,sedangkan kualitas
merupakan atribut atau sifat yang seharusnya dimiliki(dalam
Lasyo,1999,hlm.1).
Menurut Lasyo(1999,hlm.9)sebagai berikut: Nilai bagi manusia
merupakan landasan atau motivasidalam segala tingkah laku atau
perbuatannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai yaitu sesuatu yang
menjadi etika atau estetika yang menjadi pedoman dalam berperilaku.
4
Manusia sebagai makhluk yang bernilai akan memaknai nilai
dalam dua konteks,pertama akan memandang nilai sebagai sesuatu yang
objektif,apabila dia memandang nilai itu ada meskipun tanpa ada yang
menilainya,bahkan memandang nilai telah ada sebelum adanya manusia
sebagai penilai.Baik dan buruk,benar dan salah bukan hadir karena hasil
persepsi dan penafsiran manusia,tetapi ada sebagai sesuatu yang ada dan
menuntun manusia dalam kehidupannya.Pandangan kedua memandang
nilai itu subjektif,artinya nilai sangat tergantung pada subjek yang
menilainya.Jadi nilai memang tidak akan ada dan tidak akan hadir tanpa
hadirnya penilai.Oleh karena itu nilai melekat dengan subjek penilai.
Sifat-sifat nilai adalah Sebagai berikut;
 Nilai itu suatu relitas abstrak dan ad dalam kehidupan manusia.
Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindra. Hal yang dapat
diamati hanyalah objek yang bernilai itu. Misalnya orang yang
memiliki kejujuran. Kejujuran adalah nilai, tetapi kita tidak bias
menindra kejujuran itu.
 Nilai memiliki sifat normative, artinya nilai mengandung harapan,
cita-cita dan suatu keharusan sehingga nilai memiliki sifat ideal
das sollen. Nilai diwujudkan dalam bentuk norma sebagai
landasan manusia dalam bertindak. Misalnya nilai keadilan.
Semua orang berharap manusia dan mendapatkan dan berperilaku
yang mencerminkan nilai keadilan.
 Niliai berfungsi sebagai daya dorong dan manusia adalah
pendukung nilai. Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh
nilai yang diyakininya. Misalnya nilai ketakwaan. Adanya nilai
ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai
derajat ketakwaan.
5
2. Pengertian Moral
Moral berasal dari kata bahasa Latin mores yang berarti adat
kebiasaan.Kata mores ini mempunyai sinonim mos,moris,manner mores
atau manners,morals. Dalam bahasa Indonesia,kata moral berarti akhlak
(bahasa Arab)atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin
atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbing tingkah laku batin
dalam hidup.Kata moral ini dalam bahasa Yunani sama dengan ethos
yang menjadi etika. Secara etimologis ,etika adalah ajaran tentang baik
buruk, yang diterima masyarakat umum tentang
sikap,perbuatan,kewajiban,dan sebagainya.
Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan
proses sosialisasi individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan
proses sosialisasi. Moral dalam zaman sekarang mempunyai nilai implisit
karena banyak orang yang mempunyai moral atau sikap amoral itu dari
sudut pandang yang sempit. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di
sekolah-sekolah dan manusia harus mempunyai moral jika ia ingin
dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai ke-absolutan dalam
kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur
dari kebudayaan masyarakat setempat.
Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber
interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai
dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima
serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai
mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah
produk dari budaya dan Agama. Jadi moral adalah tata aturan norma-
norma yang bersifat abstrak yang mengatur kehidupan manusia untuk
melakukan perbuatan tertentu dan sebagai pengendali yang mengatur
manusia untuk menjadi manusia yang baik.
6
Agar lebih memahami apa itu moral, maka kita dapat merujuk pada
pendapat beberapa ahli berikut ini:
1. Maria Assumpta
Menurut Maria Assumpta, pengertian moral adalah aturan aturan
(rule) mengenai sikap (attitude) dan perilaku manusia (human behavior)
sebagai manusia.
2. Russel Swanburg
Menurut Russel Swanburg, arti moral adalah suatu pernyataan dari
pemikiran yang berhubungan dengan keantusiasan seseorang dalam
bekerja dimana hal itu dapat merangsang perilaku seseorang tersebut.
3. Elizabeth B Hurlock
Menurut Elizabeth B Hurlock, pengertian moral adalah suatu
kebiasaan, tata cara, dan adat dari suatu peraturan perilaku yang telah
menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya dalam masyarkat.
4. Maria J Wantah
Menurut Maria J Wantah, pengertian moral adalah sesuatu yang
berhubungan dengan kemampuan dalam menentukan benar atau salah,
serta baik atau buruknya suatu perilaku pada diri seseorang.
5. Imam Sukardi
Menurut Imam Sukardi, pengertian moral adalah karakter yang
dicirikan sebagai sesuatu yang baik dalam masyarakat melalui nilai-nilai
yang diterapkan bersama.
7
6. Sonny Keraf
Menurut Sonny Keraf, moral adalah sesuatu yang dapat dipakai
sebagai dasar untuk menentukan tindakan seseorang yang dianggap baik
atau buruk di dalam suatu masyarakat.
3. Pengertian Hukum
Disamping adat istiadat tadi ,ada kaidah yang mengatur kehidupan
manusia yaitu hukum, yang biasanya dibuat dengan sengaja
danmempunyai sanksi yang jelas.Hukum dibuat dengan tujuan untuk
mengatur kehidupan masyarakat agar terjadi keserasian diantara wrga
masyarakat dan system social yang dibangun oleh suatu masyarakat.Pada
masyarakat modern hukum dibuat oleh lembaga – lembaga yang
diberikan wewenang oleh rakyat.
Keseluruhan kaidah dalam masyarakat pada intinya adalah
mengatur masyarakat agar mengikuti pola perilaku yang disepakati oleh
system social dan budaya yang berlaku pada masyarakat tersebut. Pola-
pola perilaku merupakan cara-cara masyarakat bertindak atau
berkelakuan yang sama dan harus diikuti oleh semua anggota masyarakat
tersebut.Setiap tindakan manusia dalam masyarakat selalu mengikuti
pola-pola perilaku masyarakat tadi.Pola perilaku berbeda dengan
kebiasaan. Kebiasaan merupakan cara bertindak seseorang yang
kemudian diakui dan mungkin diikuti oleh orang lain. Pola perilaku dan
norma-norma yang dilakukan dan dilaksanakan pada khususnya apabila
seseorang berhubungan dengan orang lain, dinamakan social
organization.
8
b. Hubungan antara nilai dan moral
Berbicara tentang moral tidak lepas dengan kajian tentang nilai dan
juga norma. Hal ini dikarenakan oleh sebab ketiganya merupakan satu kesatuan
yang utuh dan tidak dapat dipisahkan , apalagi dalam konteks pendidikan.
Berbicara mengenai perilaku baik dan buruk, manusia bermoral, ataupun ajaran
baik dan buruk, tidak terlepas dari norma dan nilai sebagai kriteria dan
indikator untuk mengidentifikasi perilaku manusia yang baik dan tidak baik.
Dari ketiga konsep tersebut, nilai merupakan sesuatu yang paling dasar,
bersifat hakiki, esensi, intisari, atau makna yang terdalam.
Norma yang berisi perintah atau larangan itu didasarkan pada suatu
nilai yang dihargai atau dijunjung tinggi karena dianggap baik, benar, atau
bermanfaat bagi umat manusia atau lingkungan masyarakat. Dengan demikian,
hubungan antara nilai dengan norma dapat dinyatakan bahwa nilai merupakan
sumber dari suatu norma. Norma merupakan aturan-aturan atau standar
penuntun tingkah laku agar harapan-harapan itu menjadi kenyataan. Agar lebih
jelas dapat dicontohkan bahwa kejujuran merupakan suatu nilai dan larangan
menipu atau anjuran untuk bersikap jujur misalnya fair play dalam olahraga
merupakan suatu norma.
Sama pula halnya dengan kebersihan yang merupakan suatu nilai.
Anjuran membuang sampah pada tempatnya (tempat sampah) atau larangan
membuang sampah di sembarang tempat merupakan suatu norma. Apabila
sobat membuang bungkus permen di sembarang tempat, berarti sobat
melanggar norma kesusilaan, serta melanggar nilai kebersihan.Adapun moral
dalam pengertian sikap dan perbuatan yang baik, akhlak, budi pekerti, watak,
atau tabiat adalah merupakan perwujudan dari suatu norma
Dengan demikian norma hukum dan nilai merupakan dua hal yang
berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam mengatur kehidupan manusia.
Keberadaan norma (hukum) memaksa setiap individu bertindak sesuai dengan
ketentuan yang ada (norma dan nilai) dalam masyarakat. Semuanya itu
ditujukan untuk menjamin terwujudnya hubungan antar manusia bisa
berlangsung secara tertib dan teratur.
9
c. Pengaruh nilai, moral, dan hukum bagi kehidupan manusia
1. Nilai
Nilai dapat diartikan sebagai sifat atau kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi
kehidupan manusia baik lahir maupun batin. Bagi manusia nilai dijadikan sebagai
landasan, alasan atau motivasi dalam bersikap dan bertingkah laku, baik disadari
maupun tidak.
2. Moral
Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi
dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa
yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan
lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik,
begitu juga sebaliknya. Jadi moral adalah tata aturan norma-norma yang bersifat
abstrak yang mengatur kehidupan manusia untuk melakukan perbuatan tertentu
dan sebagai pengendali yang mengatur manusia untuk menjadi manusia yang
baik.
3. Hukum
Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian
kekuasaan kelembagaan dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang
politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai
perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi
dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat
menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi
penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan
politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih.
10
Hakikat Fungsi Perwujudan nilai, moral dan hukum
Terdapat beberapa bidang filsafat yang ada hubungannya dengan cara manusia
mencari hakikat sesuatu, satu di antaranya adalah aksiologi (filsafat nilai) yang
mempunyai dua kajian utama yakni estetika dan etika. Keduanya berbeda karena
estetika berhubungan dengan keindahan sedangkan etika berhubungan dengan
baik dan salah, namun karena manusia selalu berhubungan dengan masalah
keindahan, baik, dan buruk bahkan dengan persoalan-persoalan layak atau
tidaknya sesuatu, maka pembahasan etika dan estetika jauh melangkah ke depan
meningkatkan kemampuannya untuk mengkaji persoalan nilai dan moral tersebut
sebagaimana mestinya.
Menurut Bartens ada tiga jenis makna etika, yaitu:
1.Kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi
pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
2.Etika berarti juga kumpulan asas atau nilai moral (kode etik).
3.Etika mempunyai arti ilmu tentang yang baik dan yang buruk (filsafat moral)
Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu
kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Norma akan berkembang
seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakatnya, sering juga disebut
dengan peraturan sosial. Norma menyangkut perilaku-perilaku yang pantas
dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya.
Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu
kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk. Pada
dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat
dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan
11
a. Nilai Moral di Antara Pandangan Objektif dan Subjektif Manusia
Nilai erat hubungannya dengan manusia, dalam hal etika maupun estetika.
Manusia sebagai makhluk yang bernilai akan memaknai nilai dalam dua konteks,
pertama akan memandang nilai sebagai sesuatu yang objektif, apabila dia
memandang nilai itu ada meskipun tanpa ada yang menilainya. Kedua,
memandang nilai sebagai sesuatu yang subjektif, artinya nilai sangat tergantung
pada subjek yang menilainya.
b. Dua kategori nilai itu subjektif atau objektif:
Pertama, apakah objek itu memiliki nilai karena kita mendambakannya, atau kita
mendambakannya karena objek itu memiliki nilai Kedua, apakah hasrat,
kenikmatan, perhatian yang memberikan nilai pada objek, atau kita mengalami
preferensi karena kenyataan bahwa objek tersebut memiliki nilai mendahului dan
asing bagi reaksi psikologis badan organis kita
c. Nilai di Antara Kualitas Primer dan Kualitas Sekunder
Kualitas primer yaitu kualitas dasar yang tanpanya objek tidak dapat menjadi ada,
sama seperi kebutuhan primer yang harus ada sebagai syarat hidup manusia,
sedangkan kualitas sekunder merupakan kualitas yang dapat ditangkap oleh
pancaindera seperti warna, rasa, bau, dan sebagainya, jadi kualitas sekunder
seperti halnya kualitas sampingan yang memberikan nilai lebih terhadap sesuatu
yang dijadikan objek penilaian kualitasnya.
Perbedaan antara kedua kualitas ini adalah pada keniscayaannya, kualitas primer
harus ada dan tidak bisa ditawar lagi, sedangkan kualitas sekunder bagian
eksistesi objek tetapi kehadirannya tergantung subjek penilai. Nilai bukan kualitas
12
primer maupun sekunder sebab nilai tidak menambah atau memberi eksistensi
objek. Nilai bukan sebuah keniscayaan bagi esensi objek. Nilai bukan benda atau
unsur benda, melainkan sifat, kualitas, yang dimiliki objek tertentu yang
dikatakan “baik”. Nilai milik semua objek, nilai tidaklah independen yakni tidak
memiliki kesubstantifan.
d. Metode Menemukan dan Hierarki Nilai dalam Pendidikan
Menilai berarti menimbang, yaitu kegiatan manusia menghubungkan sesuatu
dengan sesuatu yang lain, yang selanjutnya diambil sebuah keputusan, nilai
memiliki polaritas dan hierarki, yaitu:
1.Nilai menampilkan diri dalam aspek positif dan aspek negatif yang sesuai
(polaritas) seperti baik dan buruk, keindahan dan kejelekan.
2.Nilai tersusun secara hierarkis, yaitu hierarki urutan pentingnya.
13
d. problematika nilai, moral, dan hukum dalam kehidupan sehari-hari
Pada hakekatnya perilaku atau perbuatan manusia , baik secara
pribadi maupun hidup bermasyarakat selalu terikat pada norma moral dan
norma hukum . Norma moral dan norma hukum yang diciptakan dalam
suatu masyarakat bernegara bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang
damai , tertib , aman , dan sejahtera . Meskipun tujuan dan fungsi hukum
telah jelas , di Indonesia masih banyak problematika yang berkaitan
dengan nilai - nilai hukum , diantaranya adalah :
1. Pelanggaran etik
Salah satu problematika yang terjadi adalah pelanggaran
terhadap norma moral atau sering disebut pelanggaran etik .
Pelanggaran etik adalah pelanggaran yang di lakukan di
suatu kegiatan atau profesi . Kode etik merupakan bentuk
aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat
berdasarkan prisip - prinsip moral . Kode etik berisi
ketentuan - ketentuan normatif etik yang seharusnya
dilakukan oleh anggota profesi . Kode etik profesi
diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan suatu
profesi dan melindungi masyarakat dari penyalahgunaan
profesi tersebut . Meskipun telah memiliki kode etik , di
Indonesia masih banyak penyalahgunaan suatu profesi
sehingga berdampak pada masyarakat dan keseimbangan
negara . Contoh pelanggaran kode etik adalah pegawai
negeri sipil yang tidak masuk kerja pada hari kerja tanpa
keterangan. Contoh yang lebih nyata dan mengganggu
keseimbangan negara adalah suatu kebijakan yang
dilakukan oleh pejabat - pejabat negararnya atau secincin
disebut KKN ( Korupsi , Kolusi , dan Nepotisme ) . Di
Indonesia , korupsi sesuatu yang awam , bahkan sudah
membudaya sejak orde lama . Dari problematika di atas
14
diperlukan solusi yang konkret dan tegas agar di Indonesia
terbebas dari profesi atau jabat .
2. Pelanggaran Hukum
Pada dasarnya hukum adalah seperangkat aturan yang
dibuat untuk ditaati oleh masyarakat agar tercipta keadilan
dan keseimbangan di dalam masyarakat . Akan tetapi
kesadaran hukum di Indonesia masih sangat rendah .
Pernyataan tersebut dibuktikan dengan masih banyaknya
pelanggaran - pelanggaran hukum yang dilakukan oleh
masyarakat Indonesia . Mulai dari pelanggaran hukum yang
ringan sampai pelanggaran hukum yang berat . Beberapa
problematika hukum yang ada di Indonesia adalah belum
terciptanya keadilan hukum untuk rakyat kecil , karena
hukum masih memihak kepada orang yang memiliki
kududukan atau kekuatan materiil . Salah Satu contohnya
adalah seorang koruptor yang mengkorupsi miliaran uang
negara hanya diberikan hukuman selama 6 tahun ,
sementara seorang warga yang mencuri sebuah sepeda
motor juga dihukum selama 6 tahun. Dari pernyataan
tersebut dapat dikatakan bahwa belum adanya keadilan
dalam mempersembahkan sanksi hukum di Indonesia .
Realita tersebut juga mencerminkan lemahnya hukum di
Indonesia .
15
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
nilai, moral dan hukum adalah suatu hal yang saling berkaitan dan saling
menunjang. Sebagai warga negara kita perlu mempelajari, menghayati dan
melaksanakan dengan ikhlas mengenai nilai, moral dan hukum agar terjadi
keselarasan dan harmoni kehidupan.
Manusia adalah individu yg terdiri dari jasad dan roh dan makhluk yang
paling sempurna, paling tertinggi derajatnya, dan menjadi khalifah di
permukaan bumi. Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan,
dicita-citakan dan dianggap pentong oleh seluruh manusia sebagai anggota
masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan
kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu
berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
16
2. Saran
Penegakan hukum harus memperhatikan keselarasan antara keadilan dan
kepastian hukum. Karena, tujuan hukum antara lain adalah untuk
menjamin terciptanya keadilan (justice), kepastian hukum (certainty of
law), dan kesebandingan hukum (equality before the law).Penegakan
hukum-pun harus dilakukan dalam proporsi yang baik dengan penegakan
hak asasi manusia. Dalam arti, jangan lagi ada penegakan hukum yang
bersifat diskriminatif, menyuguhkan kekerasan dan tidak sensitif jender.
Penegakan hukum jangan dipertentangkan dengan penegakan HAM.
Karena, sesungguhnya keduanya dapat berjalan seiring ketika para
penegak hukum memahami betul hak-hak warga negara dalam konteks
hubungan antara negara hukum dengan masyarakat sipil.
17
DAFTAR PUSTAKA
http://www.problematikanilai,moraldanhukum.com
http://hubungannilai.moraldanhukum.com
https://www.lamaccweb.com/2021/08/26/hubungan-nilai-moral-dan-morma-
hukum/
https://www.academia.edu/9075909/manusia_nilai_moral_dan_hukum

MAKALAH KELOMPOK 1 WSB3.docx

  • 1.
    i MAKALAH Hubungan Antara Nilai,Moral, dan Hukum Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Wawasan Sosial Budaya Dosen Pengampu: Muhammad Ilham S. S.Pd., M.Pd Oleh: Kelompok 1 Irfan NIM. B0422019 Nurmalahsari NIM. B0422008 Atika NIM. B0422013 Nurnarita NIM. B0422005 Aydil Alif NIM. B0422007 Harni NIM. B0422014 Nahira NIM. B0422018 KELAS GIZI B PROGRAM STUDI GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS SULAWESI BARAT
  • 2.
    ii TAHUN 2022 KATA PENGANTAR Pujisyukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmatnya penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu tanpa ada halangan yang berarti dan sesuai dengan harapan. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada bapak Muhammad Ilham S. S.Pd., M.Pd sebagai dosen pengampu mata kuliah Wawasan Sosial Budaya yang telah membantu memberikan arahan dan pemahaman dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan kami. Maka dari itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini. Semoga apa yang ditulis dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Majene,4 November 2022 Kelompok 1
  • 3.
    iii DAFTAR ISI COVER ..................................................................................................i KATAPENGANTAR...........................................................................ii DAFTAR ISI..........................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN 1. Latar belakang..................................................................................1 2. Rumusan masalah ............................................................................2 3. Tujuan penulisan..............................................................................2 BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian nilai,moral dan hukum ...................................................3 a. Pengertian nilai ..........................................................................3 b. Pengertian moral ........................................................................5 c. Pengertian hukum ......................................................................7 2. Hubungan antara nilai dan moral.....................................................8 3. Pengaruh nilai,moral dan hukum bagi kehidupan manusia .............9 4. Problematika nilai,moral dan hukum dalam kehidupan sehari-hari 13 BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan .....................................................................................15 2. Saran ................................................................................................16 DAFTAR PUSTAKA............................................................................17
  • 4.
  • 5.
    1 BAB I PENDAHULUAN 1. LatarBelakang Nilai, moral, dan hukum merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Dewasa ini masalah-masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia berkaitan dengan nilai, moral, dan hukum antara lain mengenai kejujuran, keadilan, dan perbuatan negatif lainnya sehingga perlu dikedepankan pendidikan agama dan moral karena dengan adanya panutan, nilai, bimbingan, dan moral dalam diri manusia akan sangat menentukan kepribadian individu atau jati diri manusia, lingkungan sosial dan kehidupan setiap insan. Pendidikan nilai yang mengarah kepada pembentukan moral yang sesuai dengan norma kebenaran menjadi sesuatu yang esensial bagi pengembangan manusia yang utuh dalam konteks sosial. Pendidikan moral tidak hanya terbatas pada lingkungan akademis, tetapi dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Secara umum ada tiga lingkungan yang sangat kondusif untuk melaksanakan pendidikan moral yaitu lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat. Peran keluarga dalam pendidikan mendukung terjadinya proses identifikasi, internalisasi, panutan dan reproduksi langsung dari nilai-nilai moral yang hendak ditanamkan sebagai pola orientasi dari kehidupan keluarga. Hal-hal yang juga perlu diperhatikan dalam pendidikan moral di lingkungan keluarga adalah penanaman nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan tanggung jawab dalam segenap aspek
  • 6.
    2 2. Rumusan Masalah a.Apa yang dimaksud nilai, moral, dan hukum? b. Bagaimana hubungan antara nilai, moral, dan hukum? c. Bagaimana pengaruh nilai, moral, dan hukum bagi kehidupan manusia? d. Apa problematika nilai, moral, dan hukum dalam kehidupan sehari-hari? 3. Tujuan Penulisan a. Untuk mengetahui Apa yang dimaksud nilai, moral, dan hukum? b. Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara nilai, moral, dan hukum? c. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh nilai, moral, dan hukum bagi kehidupan manusia? d. Untuk mengetahui bagaimana problematika nilai, moral, dan hukum dalam kehidupan sehari-hari?
  • 7.
    3 BAB II PEMBAHASAN a. PengertianNilai, Moral, dan Hukum 1. Pengertian Nilai Nilai adalah sesuatu yg berharga, bermutu, menunjukkan kualitas dan berguna bagi manusia dan berkaitan dengan cita-cita, harapan, keyakinan dan hal-hal lain yg bersifat batiniah sebagai pedoman manusia bertingkah laku. Nilai merupakan bagian yang penting untuk manusia. Nilai harus jelas, harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan dalam perbuatan. Menilai dapat diartikan menimbang, yakni suatu kegiatan manusia untuk menghubungkan sesuatu dengan sesuatu lainnya yang kemudian dilanjutkan dengan memberikan keputusan. Keputusan itu menyatakan apakah sesuatu itu bernilai positif (berguna, baik, indah) atau sebaliknya bernilai negatif. Menurut Cheng(1995): Nilai merupakan sesuatu yang potensial,dalam arti terdapatnya hubungan yang harmonis dan kreatif ,sehingga berfungsi untuk menyempurnakan manusia ,sedangkan kualitas merupakan atribut atau sifat yang seharusnya dimiliki(dalam Lasyo,1999,hlm.1). Menurut Lasyo(1999,hlm.9)sebagai berikut: Nilai bagi manusia merupakan landasan atau motivasidalam segala tingkah laku atau perbuatannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai yaitu sesuatu yang menjadi etika atau estetika yang menjadi pedoman dalam berperilaku.
  • 8.
    4 Manusia sebagai makhlukyang bernilai akan memaknai nilai dalam dua konteks,pertama akan memandang nilai sebagai sesuatu yang objektif,apabila dia memandang nilai itu ada meskipun tanpa ada yang menilainya,bahkan memandang nilai telah ada sebelum adanya manusia sebagai penilai.Baik dan buruk,benar dan salah bukan hadir karena hasil persepsi dan penafsiran manusia,tetapi ada sebagai sesuatu yang ada dan menuntun manusia dalam kehidupannya.Pandangan kedua memandang nilai itu subjektif,artinya nilai sangat tergantung pada subjek yang menilainya.Jadi nilai memang tidak akan ada dan tidak akan hadir tanpa hadirnya penilai.Oleh karena itu nilai melekat dengan subjek penilai. Sifat-sifat nilai adalah Sebagai berikut;  Nilai itu suatu relitas abstrak dan ad dalam kehidupan manusia. Nilai yang bersifat abstrak tidak dapat diindra. Hal yang dapat diamati hanyalah objek yang bernilai itu. Misalnya orang yang memiliki kejujuran. Kejujuran adalah nilai, tetapi kita tidak bias menindra kejujuran itu.  Nilai memiliki sifat normative, artinya nilai mengandung harapan, cita-cita dan suatu keharusan sehingga nilai memiliki sifat ideal das sollen. Nilai diwujudkan dalam bentuk norma sebagai landasan manusia dalam bertindak. Misalnya nilai keadilan. Semua orang berharap manusia dan mendapatkan dan berperilaku yang mencerminkan nilai keadilan.  Niliai berfungsi sebagai daya dorong dan manusia adalah pendukung nilai. Manusia bertindak berdasar dan didorong oleh nilai yang diyakininya. Misalnya nilai ketakwaan. Adanya nilai ini menjadikan semua orang terdorong untuk bisa mencapai derajat ketakwaan.
  • 9.
    5 2. Pengertian Moral Moralberasal dari kata bahasa Latin mores yang berarti adat kebiasaan.Kata mores ini mempunyai sinonim mos,moris,manner mores atau manners,morals. Dalam bahasa Indonesia,kata moral berarti akhlak (bahasa Arab)atau kesusilaan yang mengandung makna tata tertib batin atau tata tertib hati nurani yang menjadi pembimbing tingkah laku batin dalam hidup.Kata moral ini dalam bahasa Yunani sama dengan ethos yang menjadi etika. Secara etimologis ,etika adalah ajaran tentang baik buruk, yang diterima masyarakat umum tentang sikap,perbuatan,kewajiban,dan sebagainya. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral dalam zaman sekarang mempunyai nilai implisit karena banyak orang yang mempunyai moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus mempunyai moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat. Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Jadi moral adalah tata aturan norma- norma yang bersifat abstrak yang mengatur kehidupan manusia untuk melakukan perbuatan tertentu dan sebagai pengendali yang mengatur manusia untuk menjadi manusia yang baik.
  • 10.
    6 Agar lebih memahamiapa itu moral, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini: 1. Maria Assumpta Menurut Maria Assumpta, pengertian moral adalah aturan aturan (rule) mengenai sikap (attitude) dan perilaku manusia (human behavior) sebagai manusia. 2. Russel Swanburg Menurut Russel Swanburg, arti moral adalah suatu pernyataan dari pemikiran yang berhubungan dengan keantusiasan seseorang dalam bekerja dimana hal itu dapat merangsang perilaku seseorang tersebut. 3. Elizabeth B Hurlock Menurut Elizabeth B Hurlock, pengertian moral adalah suatu kebiasaan, tata cara, dan adat dari suatu peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya dalam masyarkat. 4. Maria J Wantah Menurut Maria J Wantah, pengertian moral adalah sesuatu yang berhubungan dengan kemampuan dalam menentukan benar atau salah, serta baik atau buruknya suatu perilaku pada diri seseorang. 5. Imam Sukardi Menurut Imam Sukardi, pengertian moral adalah karakter yang dicirikan sebagai sesuatu yang baik dalam masyarakat melalui nilai-nilai yang diterapkan bersama.
  • 11.
    7 6. Sonny Keraf MenurutSonny Keraf, moral adalah sesuatu yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menentukan tindakan seseorang yang dianggap baik atau buruk di dalam suatu masyarakat. 3. Pengertian Hukum Disamping adat istiadat tadi ,ada kaidah yang mengatur kehidupan manusia yaitu hukum, yang biasanya dibuat dengan sengaja danmempunyai sanksi yang jelas.Hukum dibuat dengan tujuan untuk mengatur kehidupan masyarakat agar terjadi keserasian diantara wrga masyarakat dan system social yang dibangun oleh suatu masyarakat.Pada masyarakat modern hukum dibuat oleh lembaga – lembaga yang diberikan wewenang oleh rakyat. Keseluruhan kaidah dalam masyarakat pada intinya adalah mengatur masyarakat agar mengikuti pola perilaku yang disepakati oleh system social dan budaya yang berlaku pada masyarakat tersebut. Pola- pola perilaku merupakan cara-cara masyarakat bertindak atau berkelakuan yang sama dan harus diikuti oleh semua anggota masyarakat tersebut.Setiap tindakan manusia dalam masyarakat selalu mengikuti pola-pola perilaku masyarakat tadi.Pola perilaku berbeda dengan kebiasaan. Kebiasaan merupakan cara bertindak seseorang yang kemudian diakui dan mungkin diikuti oleh orang lain. Pola perilaku dan norma-norma yang dilakukan dan dilaksanakan pada khususnya apabila seseorang berhubungan dengan orang lain, dinamakan social organization.
  • 12.
    8 b. Hubungan antaranilai dan moral Berbicara tentang moral tidak lepas dengan kajian tentang nilai dan juga norma. Hal ini dikarenakan oleh sebab ketiganya merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan , apalagi dalam konteks pendidikan. Berbicara mengenai perilaku baik dan buruk, manusia bermoral, ataupun ajaran baik dan buruk, tidak terlepas dari norma dan nilai sebagai kriteria dan indikator untuk mengidentifikasi perilaku manusia yang baik dan tidak baik. Dari ketiga konsep tersebut, nilai merupakan sesuatu yang paling dasar, bersifat hakiki, esensi, intisari, atau makna yang terdalam. Norma yang berisi perintah atau larangan itu didasarkan pada suatu nilai yang dihargai atau dijunjung tinggi karena dianggap baik, benar, atau bermanfaat bagi umat manusia atau lingkungan masyarakat. Dengan demikian, hubungan antara nilai dengan norma dapat dinyatakan bahwa nilai merupakan sumber dari suatu norma. Norma merupakan aturan-aturan atau standar penuntun tingkah laku agar harapan-harapan itu menjadi kenyataan. Agar lebih jelas dapat dicontohkan bahwa kejujuran merupakan suatu nilai dan larangan menipu atau anjuran untuk bersikap jujur misalnya fair play dalam olahraga merupakan suatu norma. Sama pula halnya dengan kebersihan yang merupakan suatu nilai. Anjuran membuang sampah pada tempatnya (tempat sampah) atau larangan membuang sampah di sembarang tempat merupakan suatu norma. Apabila sobat membuang bungkus permen di sembarang tempat, berarti sobat melanggar norma kesusilaan, serta melanggar nilai kebersihan.Adapun moral dalam pengertian sikap dan perbuatan yang baik, akhlak, budi pekerti, watak, atau tabiat adalah merupakan perwujudan dari suatu norma Dengan demikian norma hukum dan nilai merupakan dua hal yang berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam mengatur kehidupan manusia. Keberadaan norma (hukum) memaksa setiap individu bertindak sesuai dengan ketentuan yang ada (norma dan nilai) dalam masyarakat. Semuanya itu ditujukan untuk menjamin terwujudnya hubungan antar manusia bisa berlangsung secara tertib dan teratur.
  • 13.
    9 c. Pengaruh nilai,moral, dan hukum bagi kehidupan manusia 1. Nilai Nilai dapat diartikan sebagai sifat atau kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia baik lahir maupun batin. Bagi manusia nilai dijadikan sebagai landasan, alasan atau motivasi dalam bersikap dan bertingkah laku, baik disadari maupun tidak. 2. Moral Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya. Jadi moral adalah tata aturan norma-norma yang bersifat abstrak yang mengatur kehidupan manusia untuk melakukan perbuatan tertentu dan sebagai pengendali yang mengatur manusia untuk menjadi manusia yang baik. 3. Hukum Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di mana mereka yang akan dipilih.
  • 14.
    10 Hakikat Fungsi Perwujudannilai, moral dan hukum Terdapat beberapa bidang filsafat yang ada hubungannya dengan cara manusia mencari hakikat sesuatu, satu di antaranya adalah aksiologi (filsafat nilai) yang mempunyai dua kajian utama yakni estetika dan etika. Keduanya berbeda karena estetika berhubungan dengan keindahan sedangkan etika berhubungan dengan baik dan salah, namun karena manusia selalu berhubungan dengan masalah keindahan, baik, dan buruk bahkan dengan persoalan-persoalan layak atau tidaknya sesuatu, maka pembahasan etika dan estetika jauh melangkah ke depan meningkatkan kemampuannya untuk mengkaji persoalan nilai dan moral tersebut sebagaimana mestinya. Menurut Bartens ada tiga jenis makna etika, yaitu: 1.Kata etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. 2.Etika berarti juga kumpulan asas atau nilai moral (kode etik). 3.Etika mempunyai arti ilmu tentang yang baik dan yang buruk (filsafat moral) Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Norma akan berkembang seiring dengan kesepakatan-kesepakatan sosial masyarakatnya, sering juga disebut dengan peraturan sosial. Norma menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya. Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk. Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan
  • 15.
    11 a. Nilai Moraldi Antara Pandangan Objektif dan Subjektif Manusia Nilai erat hubungannya dengan manusia, dalam hal etika maupun estetika. Manusia sebagai makhluk yang bernilai akan memaknai nilai dalam dua konteks, pertama akan memandang nilai sebagai sesuatu yang objektif, apabila dia memandang nilai itu ada meskipun tanpa ada yang menilainya. Kedua, memandang nilai sebagai sesuatu yang subjektif, artinya nilai sangat tergantung pada subjek yang menilainya. b. Dua kategori nilai itu subjektif atau objektif: Pertama, apakah objek itu memiliki nilai karena kita mendambakannya, atau kita mendambakannya karena objek itu memiliki nilai Kedua, apakah hasrat, kenikmatan, perhatian yang memberikan nilai pada objek, atau kita mengalami preferensi karena kenyataan bahwa objek tersebut memiliki nilai mendahului dan asing bagi reaksi psikologis badan organis kita c. Nilai di Antara Kualitas Primer dan Kualitas Sekunder Kualitas primer yaitu kualitas dasar yang tanpanya objek tidak dapat menjadi ada, sama seperi kebutuhan primer yang harus ada sebagai syarat hidup manusia, sedangkan kualitas sekunder merupakan kualitas yang dapat ditangkap oleh pancaindera seperti warna, rasa, bau, dan sebagainya, jadi kualitas sekunder seperti halnya kualitas sampingan yang memberikan nilai lebih terhadap sesuatu yang dijadikan objek penilaian kualitasnya. Perbedaan antara kedua kualitas ini adalah pada keniscayaannya, kualitas primer harus ada dan tidak bisa ditawar lagi, sedangkan kualitas sekunder bagian eksistesi objek tetapi kehadirannya tergantung subjek penilai. Nilai bukan kualitas
  • 16.
    12 primer maupun sekundersebab nilai tidak menambah atau memberi eksistensi objek. Nilai bukan sebuah keniscayaan bagi esensi objek. Nilai bukan benda atau unsur benda, melainkan sifat, kualitas, yang dimiliki objek tertentu yang dikatakan “baik”. Nilai milik semua objek, nilai tidaklah independen yakni tidak memiliki kesubstantifan. d. Metode Menemukan dan Hierarki Nilai dalam Pendidikan Menilai berarti menimbang, yaitu kegiatan manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain, yang selanjutnya diambil sebuah keputusan, nilai memiliki polaritas dan hierarki, yaitu: 1.Nilai menampilkan diri dalam aspek positif dan aspek negatif yang sesuai (polaritas) seperti baik dan buruk, keindahan dan kejelekan. 2.Nilai tersusun secara hierarkis, yaitu hierarki urutan pentingnya.
  • 17.
    13 d. problematika nilai,moral, dan hukum dalam kehidupan sehari-hari Pada hakekatnya perilaku atau perbuatan manusia , baik secara pribadi maupun hidup bermasyarakat selalu terikat pada norma moral dan norma hukum . Norma moral dan norma hukum yang diciptakan dalam suatu masyarakat bernegara bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang damai , tertib , aman , dan sejahtera . Meskipun tujuan dan fungsi hukum telah jelas , di Indonesia masih banyak problematika yang berkaitan dengan nilai - nilai hukum , diantaranya adalah : 1. Pelanggaran etik Salah satu problematika yang terjadi adalah pelanggaran terhadap norma moral atau sering disebut pelanggaran etik . Pelanggaran etik adalah pelanggaran yang di lakukan di suatu kegiatan atau profesi . Kode etik merupakan bentuk aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prisip - prinsip moral . Kode etik berisi ketentuan - ketentuan normatif etik yang seharusnya dilakukan oleh anggota profesi . Kode etik profesi diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan suatu profesi dan melindungi masyarakat dari penyalahgunaan profesi tersebut . Meskipun telah memiliki kode etik , di Indonesia masih banyak penyalahgunaan suatu profesi sehingga berdampak pada masyarakat dan keseimbangan negara . Contoh pelanggaran kode etik adalah pegawai negeri sipil yang tidak masuk kerja pada hari kerja tanpa keterangan. Contoh yang lebih nyata dan mengganggu keseimbangan negara adalah suatu kebijakan yang dilakukan oleh pejabat - pejabat negararnya atau secincin disebut KKN ( Korupsi , Kolusi , dan Nepotisme ) . Di Indonesia , korupsi sesuatu yang awam , bahkan sudah membudaya sejak orde lama . Dari problematika di atas
  • 18.
    14 diperlukan solusi yangkonkret dan tegas agar di Indonesia terbebas dari profesi atau jabat . 2. Pelanggaran Hukum Pada dasarnya hukum adalah seperangkat aturan yang dibuat untuk ditaati oleh masyarakat agar tercipta keadilan dan keseimbangan di dalam masyarakat . Akan tetapi kesadaran hukum di Indonesia masih sangat rendah . Pernyataan tersebut dibuktikan dengan masih banyaknya pelanggaran - pelanggaran hukum yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia . Mulai dari pelanggaran hukum yang ringan sampai pelanggaran hukum yang berat . Beberapa problematika hukum yang ada di Indonesia adalah belum terciptanya keadilan hukum untuk rakyat kecil , karena hukum masih memihak kepada orang yang memiliki kududukan atau kekuatan materiil . Salah Satu contohnya adalah seorang koruptor yang mengkorupsi miliaran uang negara hanya diberikan hukuman selama 6 tahun , sementara seorang warga yang mencuri sebuah sepeda motor juga dihukum selama 6 tahun. Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa belum adanya keadilan dalam mempersembahkan sanksi hukum di Indonesia . Realita tersebut juga mencerminkan lemahnya hukum di Indonesia .
  • 19.
    15 BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan nilai,moral dan hukum adalah suatu hal yang saling berkaitan dan saling menunjang. Sebagai warga negara kita perlu mempelajari, menghayati dan melaksanakan dengan ikhlas mengenai nilai, moral dan hukum agar terjadi keselarasan dan harmoni kehidupan. Manusia adalah individu yg terdiri dari jasad dan roh dan makhluk yang paling sempurna, paling tertinggi derajatnya, dan menjadi khalifah di permukaan bumi. Nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan, dicita-citakan dan dianggap pentong oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
  • 20.
    16 2. Saran Penegakan hukumharus memperhatikan keselarasan antara keadilan dan kepastian hukum. Karena, tujuan hukum antara lain adalah untuk menjamin terciptanya keadilan (justice), kepastian hukum (certainty of law), dan kesebandingan hukum (equality before the law).Penegakan hukum-pun harus dilakukan dalam proporsi yang baik dengan penegakan hak asasi manusia. Dalam arti, jangan lagi ada penegakan hukum yang bersifat diskriminatif, menyuguhkan kekerasan dan tidak sensitif jender. Penegakan hukum jangan dipertentangkan dengan penegakan HAM. Karena, sesungguhnya keduanya dapat berjalan seiring ketika para penegak hukum memahami betul hak-hak warga negara dalam konteks hubungan antara negara hukum dengan masyarakat sipil.
  • 21.