MAKALAH

             ILMU ALAMIAH DASAR

             ( PENCEMARAN UDARA)




                     Disusun Oleh :

    Sylvester Saragih                 AFC 110 041

    Windia Arianto                    AFC 110 043

    Hikmah                            AFC 110 030

    Engriyani                         AFC 110 031

    Susi Wulandari                    AFC 110 003

    Wiwi Natalia                      AFC 110 004

      UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

        JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN

                         2011
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR                   ..........................................................................................i



DAFTAR ISI                       .........................................................................................ii



BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................................1



        A.Latar Belakang                   ................................................................................1

        B.Rumusan Masalah                  ................................................................................1

        C.Batasan Masalah                  ................................................................................1

        D.Tujuan Penulisan                 ................................................................................2



BAB II. PEMBAHASAN                         ................................................................................3



BAB III. PENUTUP                           ..............................................................................14



        A.Kesimpulan                       .............................................................................14

        B.Saran                            .............................................................................15



DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

        Penyusun memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala rahmat
dan karunia-Nya lah makalah Ilmu Alamiah Dasar yang berjudul Pencemaran Udara ini dapat
diselesaikan tepat waktu, walaupun masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahannya.Hal ini
dikarenakan keterbatasan pengetahuan penyusun..Namun demikian, penyusun masih sangat
mengharapkan semoga makalah ini dapat dijadikan sebagai penunjang dalam kegiatan belajar mengajar
yang berkaitan dengan Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar.

       Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu,
penyusun mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak,khususnya dosen dan mahasiswa.

       Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih atas segala kritik dan saran yang diberikan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



                                                                           Palangka Raya, Mei 2011



                                                                                            Penyusun
BAB I
                                 PENDAHULUAN

A. Latar belakang
         Pencemaran terjadi pada saat senyawaan-senyawaan yang dihasilkan dari kegiatan
manusia ditambahkan kelingkungan, menyebabkan perubahan yang buruk terhadap kekhasan
fisik, kimia, biologis dan estesis.

       Tentu saja, semua makhluk hidup bukan manusia juga menghasilkan limbah yang
dilepaskan kelingkungan, namun pada umumnya dianggap bagian dari sistem alamiah, apakah
mereka memiliki pengaruh buruk atau tidak. Pencemaran biasanya dianggap sebagai hasil dari
tindakan manusia. Dengan demikian, proses-proses alamiah dapat terjadi dalam lingkungan
alamiah yang sangat mirip dengan proses-proses yang terjadi karena pencemar.



B. RUMUSAN MASALAH
    Apa sajakah dampak polusi udara bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi?

    Bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi pencemaran udara?

C. BATASAN MASALAH
       Karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan penulis, maka dalam makalah ini
penulis membatasi masalah yang dibahas, yaitu hanya mengenai pencemaran udara, dampak-
dampak negatifnya, serta pencegahannya.




D. TUJUAN PENULISAN MAKALAH
      Mengetahui dampak polusi udara bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi.

      Menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi pencemaran udara.
BAB II
                                PEMBAHASAN

   A. Pengertian Pencemaran Udara

        Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur-
unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya
kualitas udara (lingkungan).Pencemaran dapat terjadi dimana-mana.
Bila pencemaran tersebut terjadi di dalam rumah, di ruang-ruang sekolah
   ataupun di ruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai pencemaran dalam ruang .

           Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan
   manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi
   cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran
   udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

A. Sumber Polusi Udara

          Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar
   sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari
   sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara
   primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi
   pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.
   Pembentukan ozon dalam [smog fotokimia] adalah sebuah contoh dari pencemaran udara
   sekunder.

   Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks
   global dan hubungannya dengan [pemanasan global yg mempengaruhi;

   Kegiatan manusia

       Transportasi
       Industri
       Pembangkit listrik
       Pembakaran (perapian, kompor, furnace, insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar
       Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)




   Sumber alami
Gunung berapi
        Rawa-rawa
        Kebakaran hutan
        Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi




   Sumber-sumber lain

        Transportasi amonia
        Kebocoran tangki klor
        Timbulan gas metana dari lahan uruk /tempat pembuangan akhir sampah
        Uap pelarut organic




B. Jenis-jenis pencemar
Karbon monoksida
        Oksida nitrogen


   1.   Pencemaran Udara Primer

        Pencemaran di udara berada dalam bentuk yang hampir tidak berubah, seperti pada
saat dibebaskan dari sumbernya sebagai hasil dari suatu proses tertentu.

        Digolongkan menjadi lima kelompok,yaitu:

           a. Carbon monoksida (CO)
               Carbon Monoksida adalah suatu komponen gas yang tidak berwarna, tidak
               mempunyai rasa.Carbon Monoksida terbentuk melalui proses pembakaran tidak
               sempurna terhadap Carbon atau komponen yang mengandung karbon pada
               suhu tinggi Carbon Dioksida terurai menjadi Carbon Monoksida dan atom
               oksigen.Sumber Carbon Monoksida yang paling banyak adalah transportasi yang
               menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya.Sumber CO yang kedua terbanyak
               adalah   pembakaran      hasil-hasil   pertanian(sampah,    sisa-siasa   kayu    di
               hutan).Sumber CO yang ketiga adalah industri besi dan baja.




           b. Nitrogen Oksida (Nox)
               Nitrogen oksida adalah kelompok gas di atmosfer, terdiri dari gas nitrit oksida
               (NO2).NO merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, sebaliknya NO 2
               mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau menyengat.Gas Nox di udara
               terutama berasal dari buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator
               pembangkit listrik stationer atau mesin-mesin yang mengggunakan bahan bakar
               gas alam, kebakaran hutan, pembakaran sampah padat, pembakaran sampah
               pertanian.
           c. Hidrocarbon (HC)
               Komponen      Hidrocarbon     hanya     terdiri   dari   unsur   Hidrogen       dan
               Carbon.Pembakaran tidak sempurna dalam mesin mobil, pengisian bensin
kedalam tanki bensin kendaraan, selalu terjadi penguapan.HC dapat berupa gas,
               cair dan padat.
           d. Sulfur oksida (SOx)
               Sox terutama disebabkan oleh 2 komponen gas yang tidak berwarna, yaitu Sulfur
               Dioksida (SO2) dan Sulfur Trioksida (SO3).SO2 mempunyai karakteristik bau yang
               tajam dan tidak terbakar di udara, sedangkan SO3 merupakan komponen yang
               tidak reaktif.SO2 bila bereaksi dengan uap air akan membentuk asam silfat yang
               akan merusak permukaan logam (rel kereta api, kendaraan, pagar halaman
               rumah), merusak batu-batuan (granit, pualam), Berubah warna benda dan benda
               menjadi rapuh (plastik, karet, kertas), Sox mengakibatkan iritasi pada system
               pernapasan.

. Pencemaran Udara Sekunder

       Yaitu semua pencemaran udara yang sudah berubah karena reaksi tertentu antara dua
atau lebih polutan. Umumnya polutan sekunder tersebut merupakan hasil antara polutan
primer dengan polutan lain yang ada di udara.

       Misalnya Ozon (Oз), yang terjadi antara molekul-molekul Hidricarbon (HC) yang ada di
udara dengan Nitrogen oksida (Nox) melalui pengaruh sinar ultraviolet dari matahari.

2.      Macam-macam Polutan Udara


     a. Oksida karbon yaitu CO dan CO2.
     b. Polutan yang berupa oksida belerang yaitu SO2 dan SO3
     c. Polutan yang berupa oksida Nitrogen, terutama NO2
     d. Sinar dan subtansi radioaktif baik yang bersumber secara alami dari kerak bumi
        maupun dari hasil emisi instalasi radioaktif, merupakan polutan yang berbahaya karena
        dapat menimbulkan gangguan pada sel dan organ tubuh lainnya yaitu berbentuk
        penyakit kangker dan mutasi sel.
     e. Pencemaran suara timbul bila dalam lingkungan terdapat suara yang memiliki kekuatan
        lebih dari daya tahan manusia terhadap suara yaitu 85 desibel
f. Polutan panas, bersumber dari semua bentuk pembakaran dan panas matahari yang
          terperangkap bangunan kota.


Bentuk-bentuk zat pencemar yang sering terdapat dalam atmosfer.


1. Gas           : Keadaan gas dari cair atau keadaan padatan.
2. Embun         : Tetesan cairan yang sangat halus yang tersuspensi di udara.
3. Uap          : Keadaan gas dari zat padat volatile atau cairan.
4. Awan          : Uap yang dibentuk pada tempat yang tinggi.
5. Kabut         : Awan yang terdapat diketinggian yang rendah.
6. Debu          : Padatan yang tersuspensi dalam udara yang dihasilkan dari pemecahan bahan.
7. "size"        : Partikel-partikel debu atau garam yang tersuspensi dalam tetes air.
8. Asap          : Padatan dalam gas yang berasal dari pembakaran tidak sempurna.



C. FAKTOR PENYEBAB PENCEMARAN UDARA
1. Kecepatan kendaraan.
        Arus lalu lintas kendaraan bermotor dengan kecepatan rata-rata rendah akan
menyebabkan pengingkatan konsentrasi terutama partikel karbon dioksida (CO) dan
Hidrokarbon (HC) yang lebih berbahaya mengganggu kesehatan daripada dengan kecepatan
tinggi, dimana juga akan memproduksi lebih banyak emisi gas buang yang mengandung
Nitrogen Oksid (NOx)


2. Usia kendaraan yang lama
        Mesin kurang berfungsi/sempurna akibat pemeliharaan dan suku cadang kendaraan
yang terbatas/tidak diproduksi lagi.


3. Kondisi lalu lintas
       Volume lalu lintas yang cenderung tinggi memberikan andil terbesar pencemaran udara


4. Kondisi atmosfir
       Perubahan iklim atmosfir seperti menimbulkan panas global, efek rumah kaca, dll.
D. DAMPAK PENCEMARAN UDARA

    Dampak terhadap kesehatan
Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem
pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar.
Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat
berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh
sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.

        Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan
akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat
pencemar dikategorikan sebagaitoksik dan karsinogenik.

        Memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian
prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISNA pada tahun 1998
senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.




       Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat
terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam.
Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.




       Hujan asam
Dari gambar diketahui bahwa ada beberapa gas yang dihasilkan oleh kendaraan dan pabrik. Gas
tersebut akan naik ke lapisan atmosfir bumi dan berkeliaran di udara. Ketika awan hujan terbentuk, maka
secara tidak langsung air hujan akan berikatan dengan zat polutandari kendaraan pabrik tersebut.

       Gas-gas ini akan membentuk senyawa H2SO4 dan HNO3 yang bersifat asam. Ketika air
hujan turun, maka air yang turun adalah air dengan pH yang kurang dari 7. Hal ini dapat
menyebabkan ikan di danau, sungai, dll mati. Dapat juga menyebabkan pohon-pohon mati,
bangunan menjadi rusak terkelupas, cat mobil menjadi terkelupas dan lain-lain. Hujan asam ini
juga dapat termasuk kedalam pencemaran air.

      pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti
SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan.
Dampak dari hujan asam ini antara lain:

       Mempengaruhi kualitas air permukaan
       Merusak tanaman
       Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi
       kualitas air tanah dan air permukaan
       Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan




       Efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di
lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi.
Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan
global.

Dampak dari pemanasan global adalah:

       Pencairan es di kutub
       Perubahan iklim regional dan global
       Perubahan siklus hidup flora dan fauna



       Kerusakan lapisan ozon

       Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung
alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan
penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang
mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul
ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.
E. Pencegahan Pencemaran Udara

a. Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil terutama yang banyak mengeluarkan asap serta gas-gas
polutan lainnya, serta menggagalkan pemakaian bahan bakar yang tidak mencemarkan lingkungan.
b. Melakukan pengolahan asap sebelum dilepas keudara, misalnya dengan memasang saringan atau
bahan penyerap polutan. Gas buangan atau asap dialirkan kedalam air atau larutan penyakit sebelum
dibebaskan ke atmosfer . untuk mencegah terjadinya pencemaran panas, gas yang akan dibuang ke
udara diturunkan dahulu suhunya. Sedangkan untuk sumber pencemaran yang bergerak, yaitu mobil
juga perlu memiliki saringan partikel atau gas-gas lainnya.
c. Membangun cerobong asap yang cukup tinggi hingga asap dapat menembus lapisan inverse thermal
agar tidak menambah polutan yang terperangkap di atas kota atau di atas daerah pemukiman.
d. Memilih system transformasi yang efisien dan tidak menimbulkan banyak polutan. Misalnya
menggunakan bensin tanpa Pb, menciptakan mesin mobil yang hemat bensin atau mengurangi
angkutan pribadi dan menambah angkutan umum.
e. Memperbanyak penghijauan dan taman-taman dalam kota, agar banyak lebih banyak CO2 yang
diserap tumbuhan untuk proses fotosintesis. Penghijauan juga bermanfaat uantuk menambah kadar
oksigen. Selain itu tumbuhan dapat bermanfaat pula sebagai penahan debu dan partikel lainnya. Bila
dalam udara terdapat bahan pencemar yang berbahaya atau kadar tinggi, maka efeknya dapat dilihat
lebih dahulu pada tumbuhan, sehingga tumbuhan tersebut merupakan indicator pencemaran.
f. Mendorong terlaksananya peraturan pencegahan pencemaran serta pelaksanaan sanksi bagi para
pelanggar aturan.




                                          BAB III
                                         PENUTUP
A.Kesimpulan
        Pencemaran dapat terjadi dimana-mana. Bila pencemaran tersebut terjadi di dalam
rumah, di ruang-ruang sekolah ataupun di ruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai
pencemaran dalam ruang (indoor pollution). Sedangkan bila pencemarannya terjadi di
lingkungan rumah, perkotaan, bahkan regional maka disebut sebagai pencemaran di luar ruang
(outdoor pollution).
Secara umum pencemaran udara diartikan sebagai udara yang mengandung satu atau
beberapa zat kimia dalam konsentrasi tinggi sehingga menganganggu manusia, hewan,
tumbuhan dan benda-benda lain dalam lingkungan.


1. Faktor-faktor penyebab pencemaran udara :


a. Kecepatan kendaraan.
b. Usia kendaraan yang lama
c. Kondisi lalu lintas
d. Kondisi atmosfir


2. Macam-macam polutan udara


a. Oksida karbon yaitu CO dan CO2.
b. Polutan yang berupa oksida belerang yaitu SO2 dan SO3
c. Polutan yang berupa oksida Nitrogen, terutama NO2
d. Sinar dan subtansi radioaktif baik yang bersumber secara alami dari kerak bumi maupun dari
hasil emisi instalasi radioaktif, merupakan polutan yang berbahaya karena dapat menimbulkan
gangguan pada sel dan organ tubuh lainnya yaitu berbentuk penyakit kangker dan mutasi sel.
e. Pencemaran suara timbul bila dalam lingkungan terdapat suara yang memiliki kekuatan lebih
dari daya tahan manusia terhadap suara yaitu 85 desibel
f. Polutan panas, bersumber dari semua bentuk pembakaran dan panas matahari yang
terperangkap bangunan kota.
g. Polutan panas, bersumber dari semua bentuk pembakaran dan panas matahari yang
terperangkap bangunan kota.
3. Pencegahan pencemaran udara
a. Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil terutama yang banyak mengeluarkan asap serta
gas-gass polutan lainnya, serta menggagalkan pemakaian bahan bakar yang tidak mencemarkan
lingkungan.
b. Melakukan pengolahan asap sebelum dilepas keudara, misalnya dengan memasang saringan
atau bahan penyerap polutan.
c. Membangun cerobong asap yang cukup tinggi hingga asap dapat menembus lapisan inverse
thermal agar tidak menambah polutan yang terperangkap di ats kota atau di atas daerah
pemukiman.
d. Memilih system transformasi yang efisien dan tidak menimbulkan banyak polutan. Misalnya
menggunakan bensin tanpa Pb, menciptakan mesin mobil yang hemat bensin atau mengurangi
angkutan pribadi dan menambah angkutan umum.
e. Memperbanyak penghijauan dan taman-taman dalam kota, agar banyak lebih banyak CO2
yang diserap tumbuhan untuk proses fotosintesis.
f. Mendorong terlaksananya peraturan pencegahan pencemaran serta pelaksanaan sanksi bagi
para pelanggr aturan.
g. Pencegahan pencemaran suara dilakukan dengan melindungi tubuh dari suara yang keras
dan meredam suara pada tempat atau sumber suara.




B.Saran

        Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa
usaha antara lain: mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak
menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi
berlangsung secara sempurna, selain itu pengolahan/daur ulang atau penyaringan limbah asap
industri, penghijauan untuk melangsungkan proses fotosintesis (taman bertindak sebagai paru-
paru kota), dan tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan
reboisasi/penanaman kembali pohonpohon pengganti yang penting adalah untuk membuka lahan
tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara mekanik.
DAFTAR PUSTAKA
        Laksmi prihantoro. 1989. Manusia dan Lingkungan. Bandung. FPMIPA IKIP

            Rukaesih Ahmad. 2004. Kimia Lingkungan. Jakarta. Penerbit: ANDI

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/pencemaran-udara/terjadinya-
                     pencemaran-udara-dan-penanggulangannya/


 http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/pencemaran-udara/zat-zat-
                          pencemar-dan-pencemaran-udara/


               http://ilmupedia.com/akademik/92/622-penanggulangan

                               -pencemaran-udara.html

Makalah ilmu alamiah dasar

  • 1.
    MAKALAH ILMU ALAMIAH DASAR ( PENCEMARAN UDARA) Disusun Oleh : Sylvester Saragih AFC 110 041 Windia Arianto AFC 110 043 Hikmah AFC 110 030 Engriyani AFC 110 031 Susi Wulandari AFC 110 003 Wiwi Natalia AFC 110 004 UNIVERSITAS PALANGKA RAYA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN JURUSAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN 2011
  • 2.
    DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..........................................................................................i DAFTAR ISI .........................................................................................ii BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................................1 A.Latar Belakang ................................................................................1 B.Rumusan Masalah ................................................................................1 C.Batasan Masalah ................................................................................1 D.Tujuan Penulisan ................................................................................2 BAB II. PEMBAHASAN ................................................................................3 BAB III. PENUTUP ..............................................................................14 A.Kesimpulan .............................................................................14 B.Saran .............................................................................15 DAFTAR PUSTAKA
  • 3.
    KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.Wb. Penyusun memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala rahmat dan karunia-Nya lah makalah Ilmu Alamiah Dasar yang berjudul Pencemaran Udara ini dapat diselesaikan tepat waktu, walaupun masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahannya.Hal ini dikarenakan keterbatasan pengetahuan penyusun..Namun demikian, penyusun masih sangat mengharapkan semoga makalah ini dapat dijadikan sebagai penunjang dalam kegiatan belajar mengajar yang berkaitan dengan Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak,khususnya dosen dan mahasiswa. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih atas segala kritik dan saran yang diberikan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Palangka Raya, Mei 2011 Penyusun
  • 4.
    BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Pencemaran terjadi pada saat senyawaan-senyawaan yang dihasilkan dari kegiatan manusia ditambahkan kelingkungan, menyebabkan perubahan yang buruk terhadap kekhasan fisik, kimia, biologis dan estesis. Tentu saja, semua makhluk hidup bukan manusia juga menghasilkan limbah yang dilepaskan kelingkungan, namun pada umumnya dianggap bagian dari sistem alamiah, apakah mereka memiliki pengaruh buruk atau tidak. Pencemaran biasanya dianggap sebagai hasil dari tindakan manusia. Dengan demikian, proses-proses alamiah dapat terjadi dalam lingkungan alamiah yang sangat mirip dengan proses-proses yang terjadi karena pencemar. B. RUMUSAN MASALAH  Apa sajakah dampak polusi udara bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi?  Bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi pencemaran udara? C. BATASAN MASALAH Karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan penulis, maka dalam makalah ini penulis membatasi masalah yang dibahas, yaitu hanya mengenai pencemaran udara, dampak- dampak negatifnya, serta pencegahannya. D. TUJUAN PENULISAN MAKALAH  Mengetahui dampak polusi udara bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi.  Menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi pencemaran udara.
  • 5.
    BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Pencemaran Udara Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur- unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan).Pencemaran dapat terjadi dimana-mana.
  • 6.
    Bila pencemaran tersebutterjadi di dalam rumah, di ruang-ruang sekolah ataupun di ruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai pencemaran dalam ruang . Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global. A. Sumber Polusi Udara Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam [smog fotokimia] adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan [pemanasan global yg mempengaruhi; Kegiatan manusia Transportasi Industri Pembangkit listrik Pembakaran (perapian, kompor, furnace, insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC) Sumber alami
  • 7.
    Gunung berapi Rawa-rawa Kebakaran hutan Nitrifikasi dan denitrifikasi biologi Sumber-sumber lain Transportasi amonia Kebocoran tangki klor Timbulan gas metana dari lahan uruk /tempat pembuangan akhir sampah Uap pelarut organic B. Jenis-jenis pencemar
  • 8.
    Karbon monoksida Oksida nitrogen 1. Pencemaran Udara Primer Pencemaran di udara berada dalam bentuk yang hampir tidak berubah, seperti pada saat dibebaskan dari sumbernya sebagai hasil dari suatu proses tertentu. Digolongkan menjadi lima kelompok,yaitu: a. Carbon monoksida (CO) Carbon Monoksida adalah suatu komponen gas yang tidak berwarna, tidak mempunyai rasa.Carbon Monoksida terbentuk melalui proses pembakaran tidak sempurna terhadap Carbon atau komponen yang mengandung karbon pada suhu tinggi Carbon Dioksida terurai menjadi Carbon Monoksida dan atom oksigen.Sumber Carbon Monoksida yang paling banyak adalah transportasi yang menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya.Sumber CO yang kedua terbanyak adalah pembakaran hasil-hasil pertanian(sampah, sisa-siasa kayu di hutan).Sumber CO yang ketiga adalah industri besi dan baja. b. Nitrogen Oksida (Nox) Nitrogen oksida adalah kelompok gas di atmosfer, terdiri dari gas nitrit oksida (NO2).NO merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, sebaliknya NO 2 mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau menyengat.Gas Nox di udara terutama berasal dari buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stationer atau mesin-mesin yang mengggunakan bahan bakar gas alam, kebakaran hutan, pembakaran sampah padat, pembakaran sampah pertanian. c. Hidrocarbon (HC) Komponen Hidrocarbon hanya terdiri dari unsur Hidrogen dan Carbon.Pembakaran tidak sempurna dalam mesin mobil, pengisian bensin
  • 9.
    kedalam tanki bensinkendaraan, selalu terjadi penguapan.HC dapat berupa gas, cair dan padat. d. Sulfur oksida (SOx) Sox terutama disebabkan oleh 2 komponen gas yang tidak berwarna, yaitu Sulfur Dioksida (SO2) dan Sulfur Trioksida (SO3).SO2 mempunyai karakteristik bau yang tajam dan tidak terbakar di udara, sedangkan SO3 merupakan komponen yang tidak reaktif.SO2 bila bereaksi dengan uap air akan membentuk asam silfat yang akan merusak permukaan logam (rel kereta api, kendaraan, pagar halaman rumah), merusak batu-batuan (granit, pualam), Berubah warna benda dan benda menjadi rapuh (plastik, karet, kertas), Sox mengakibatkan iritasi pada system pernapasan. . Pencemaran Udara Sekunder Yaitu semua pencemaran udara yang sudah berubah karena reaksi tertentu antara dua atau lebih polutan. Umumnya polutan sekunder tersebut merupakan hasil antara polutan primer dengan polutan lain yang ada di udara. Misalnya Ozon (Oз), yang terjadi antara molekul-molekul Hidricarbon (HC) yang ada di udara dengan Nitrogen oksida (Nox) melalui pengaruh sinar ultraviolet dari matahari. 2. Macam-macam Polutan Udara a. Oksida karbon yaitu CO dan CO2. b. Polutan yang berupa oksida belerang yaitu SO2 dan SO3 c. Polutan yang berupa oksida Nitrogen, terutama NO2 d. Sinar dan subtansi radioaktif baik yang bersumber secara alami dari kerak bumi maupun dari hasil emisi instalasi radioaktif, merupakan polutan yang berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan pada sel dan organ tubuh lainnya yaitu berbentuk penyakit kangker dan mutasi sel. e. Pencemaran suara timbul bila dalam lingkungan terdapat suara yang memiliki kekuatan lebih dari daya tahan manusia terhadap suara yaitu 85 desibel
  • 10.
    f. Polutan panas,bersumber dari semua bentuk pembakaran dan panas matahari yang terperangkap bangunan kota. Bentuk-bentuk zat pencemar yang sering terdapat dalam atmosfer. 1. Gas : Keadaan gas dari cair atau keadaan padatan. 2. Embun : Tetesan cairan yang sangat halus yang tersuspensi di udara. 3. Uap : Keadaan gas dari zat padat volatile atau cairan. 4. Awan : Uap yang dibentuk pada tempat yang tinggi. 5. Kabut : Awan yang terdapat diketinggian yang rendah. 6. Debu : Padatan yang tersuspensi dalam udara yang dihasilkan dari pemecahan bahan. 7. "size" : Partikel-partikel debu atau garam yang tersuspensi dalam tetes air. 8. Asap : Padatan dalam gas yang berasal dari pembakaran tidak sempurna. C. FAKTOR PENYEBAB PENCEMARAN UDARA 1. Kecepatan kendaraan. Arus lalu lintas kendaraan bermotor dengan kecepatan rata-rata rendah akan menyebabkan pengingkatan konsentrasi terutama partikel karbon dioksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) yang lebih berbahaya mengganggu kesehatan daripada dengan kecepatan tinggi, dimana juga akan memproduksi lebih banyak emisi gas buang yang mengandung Nitrogen Oksid (NOx) 2. Usia kendaraan yang lama Mesin kurang berfungsi/sempurna akibat pemeliharaan dan suku cadang kendaraan yang terbatas/tidak diproduksi lagi. 3. Kondisi lalu lintas Volume lalu lintas yang cenderung tinggi memberikan andil terbesar pencemaran udara 4. Kondisi atmosfir Perubahan iklim atmosfir seperti menimbulkan panas global, efek rumah kaca, dll.
  • 11.
    D. DAMPAK PENCEMARANUDARA Dampak terhadap kesehatan
  • 12.
    Substansi pencemar yangterdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagaitoksik dan karsinogenik. Memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISNA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015. Dampak terhadap tanaman
  • 13.
    Tanaman yang tumbuhdi daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis. Hujan asam
  • 14.
    Dari gambar diketahuibahwa ada beberapa gas yang dihasilkan oleh kendaraan dan pabrik. Gas tersebut akan naik ke lapisan atmosfir bumi dan berkeliaran di udara. Ketika awan hujan terbentuk, maka secara tidak langsung air hujan akan berikatan dengan zat polutandari kendaraan pabrik tersebut. Gas-gas ini akan membentuk senyawa H2SO4 dan HNO3 yang bersifat asam. Ketika air hujan turun, maka air yang turun adalah air dengan pH yang kurang dari 7. Hal ini dapat menyebabkan ikan di danau, sungai, dll mati. Dapat juga menyebabkan pohon-pohon mati, bangunan menjadi rusak terkelupas, cat mobil menjadi terkelupas dan lain-lain. Hujan asam ini juga dapat termasuk kedalam pencemaran air. pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain: Mempengaruhi kualitas air permukaan Merusak tanaman Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan Efek rumah kaca
  • 15.
    Efek rumah kacadisebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global. Dampak dari pemanasan global adalah: Pencairan es di kutub Perubahan iklim regional dan global Perubahan siklus hidup flora dan fauna Kerusakan lapisan ozon Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.
  • 16.
    E. Pencegahan PencemaranUdara a. Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil terutama yang banyak mengeluarkan asap serta gas-gas polutan lainnya, serta menggagalkan pemakaian bahan bakar yang tidak mencemarkan lingkungan. b. Melakukan pengolahan asap sebelum dilepas keudara, misalnya dengan memasang saringan atau bahan penyerap polutan. Gas buangan atau asap dialirkan kedalam air atau larutan penyakit sebelum dibebaskan ke atmosfer . untuk mencegah terjadinya pencemaran panas, gas yang akan dibuang ke udara diturunkan dahulu suhunya. Sedangkan untuk sumber pencemaran yang bergerak, yaitu mobil juga perlu memiliki saringan partikel atau gas-gas lainnya. c. Membangun cerobong asap yang cukup tinggi hingga asap dapat menembus lapisan inverse thermal agar tidak menambah polutan yang terperangkap di atas kota atau di atas daerah pemukiman. d. Memilih system transformasi yang efisien dan tidak menimbulkan banyak polutan. Misalnya menggunakan bensin tanpa Pb, menciptakan mesin mobil yang hemat bensin atau mengurangi angkutan pribadi dan menambah angkutan umum. e. Memperbanyak penghijauan dan taman-taman dalam kota, agar banyak lebih banyak CO2 yang diserap tumbuhan untuk proses fotosintesis. Penghijauan juga bermanfaat uantuk menambah kadar oksigen. Selain itu tumbuhan dapat bermanfaat pula sebagai penahan debu dan partikel lainnya. Bila dalam udara terdapat bahan pencemar yang berbahaya atau kadar tinggi, maka efeknya dapat dilihat lebih dahulu pada tumbuhan, sehingga tumbuhan tersebut merupakan indicator pencemaran. f. Mendorong terlaksananya peraturan pencegahan pencemaran serta pelaksanaan sanksi bagi para pelanggar aturan. BAB III PENUTUP A.Kesimpulan Pencemaran dapat terjadi dimana-mana. Bila pencemaran tersebut terjadi di dalam rumah, di ruang-ruang sekolah ataupun di ruang-ruang perkantoran maka disebut sebagai pencemaran dalam ruang (indoor pollution). Sedangkan bila pencemarannya terjadi di lingkungan rumah, perkotaan, bahkan regional maka disebut sebagai pencemaran di luar ruang (outdoor pollution).
  • 17.
    Secara umum pencemaranudara diartikan sebagai udara yang mengandung satu atau beberapa zat kimia dalam konsentrasi tinggi sehingga menganganggu manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda lain dalam lingkungan. 1. Faktor-faktor penyebab pencemaran udara : a. Kecepatan kendaraan. b. Usia kendaraan yang lama c. Kondisi lalu lintas d. Kondisi atmosfir 2. Macam-macam polutan udara a. Oksida karbon yaitu CO dan CO2. b. Polutan yang berupa oksida belerang yaitu SO2 dan SO3 c. Polutan yang berupa oksida Nitrogen, terutama NO2 d. Sinar dan subtansi radioaktif baik yang bersumber secara alami dari kerak bumi maupun dari hasil emisi instalasi radioaktif, merupakan polutan yang berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan pada sel dan organ tubuh lainnya yaitu berbentuk penyakit kangker dan mutasi sel. e. Pencemaran suara timbul bila dalam lingkungan terdapat suara yang memiliki kekuatan lebih dari daya tahan manusia terhadap suara yaitu 85 desibel f. Polutan panas, bersumber dari semua bentuk pembakaran dan panas matahari yang terperangkap bangunan kota. g. Polutan panas, bersumber dari semua bentuk pembakaran dan panas matahari yang terperangkap bangunan kota. 3. Pencegahan pencemaran udara a. Mengurangi pemakaian bahan bakar fosil terutama yang banyak mengeluarkan asap serta gas-gass polutan lainnya, serta menggagalkan pemakaian bahan bakar yang tidak mencemarkan lingkungan. b. Melakukan pengolahan asap sebelum dilepas keudara, misalnya dengan memasang saringan atau bahan penyerap polutan. c. Membangun cerobong asap yang cukup tinggi hingga asap dapat menembus lapisan inverse thermal agar tidak menambah polutan yang terperangkap di ats kota atau di atas daerah pemukiman. d. Memilih system transformasi yang efisien dan tidak menimbulkan banyak polutan. Misalnya menggunakan bensin tanpa Pb, menciptakan mesin mobil yang hemat bensin atau mengurangi
  • 18.
    angkutan pribadi danmenambah angkutan umum. e. Memperbanyak penghijauan dan taman-taman dalam kota, agar banyak lebih banyak CO2 yang diserap tumbuhan untuk proses fotosintesis. f. Mendorong terlaksananya peraturan pencegahan pencemaran serta pelaksanaan sanksi bagi para pelanggr aturan. g. Pencegahan pencemaran suara dilakukan dengan melindungi tubuh dari suara yang keras dan meredam suara pada tempat atau sumber suara. B.Saran Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa usaha antara lain: mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung secara sempurna, selain itu pengolahan/daur ulang atau penyaringan limbah asap industri, penghijauan untuk melangsungkan proses fotosintesis (taman bertindak sebagai paru- paru kota), dan tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan reboisasi/penanaman kembali pohonpohon pengganti yang penting adalah untuk membuka lahan tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara mekanik.
  • 19.
    DAFTAR PUSTAKA Laksmi prihantoro. 1989. Manusia dan Lingkungan. Bandung. FPMIPA IKIP Rukaesih Ahmad. 2004. Kimia Lingkungan. Jakarta. Penerbit: ANDI http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/pencemaran-udara/terjadinya- pencemaran-udara-dan-penanggulangannya/ http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/pencemaran-udara/zat-zat- pencemar-dan-pencemaran-udara/ http://ilmupedia.com/akademik/92/622-penanggulangan -pencemaran-udara.html