A. Sumber Polusi Udara
   dibagi menjadi 2 :
 Pencemar primer adalah substansi pencemar yang
  ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara.
  Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari
  pencemar udara primer karena ia merupakan hasil
  dari pembakaran.
 Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang
  terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di
  atmosfer. Pembentukan ozon dalam [smogfotokimia]
  adalah sebuah contoh dari pencemaran udara
  sekunder.
B. Jenis-jenis Pencemar
   ›  Karbon Monoksida
   › Oksida Nitrogen
   1. Sumber Polusi Udara dan Macamnya
      Pencemaran udara Primer
         Digolongkan menjadi 5 kelompok :
              a. Carbon Monoksida (CO)
              b. Nitrogen Oksida (Nox)
              c. Hidrocarbon (HC)
              d. Sulfur Oksida (SOX)
      Pencemaran udara sekunder
         Yaitu semua pencemaran udara yang sudah berubah karena reaksi
         tertentu antara dua atau lebih polutan. Umumnya polutan sekunder
         tersebut merupakan hasil antara polutan primer dengan polutan lain
         yang ada di udara.
         Misalnya Ozon (O3), yang terjadi antara molekul-molekul Hidrocarbon
         (HC) yang ada di udara dengan Nitrogen Oksida (NOX) melalui
         pengaruh sinar ultra violet dari matahari.
2. Macam-macam Polutan Udara
      a. Oksida karbon yaitu CO dan CO2
      b. Polutan yang berupa oksida belerang yaitu SO2 dan SO3
      c. Polutan yang berupa oksida Nitrogen, terutama NO2
      d. Sinar dan substansi radioaktif baik yang bersumber secara alami dan
          kerak bumi maupun dari hasil emisi instalasi radioaktif, merupakan
          polutan yang berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan pada
          sel dan organ tubuh lainnya yaitu berbentuk penyakit kangker dan
          mutasi sel.
      e. Pencemaran suara timbul bila dalam lingkungan terdapat suara yang
          memiliki kekuatan lebih dari daya tahan manusia terhadap suara yaitu
          85 desibel.
      f.  Polutan panas, bersumber dari semua bentuk pembakaran dan panas
          matahari yang terperangkap bangunan kota.
   Bentuk-bentuk Zat Pencemar yang Sering Terdapat dalam Atmosfer
     1. Gas                    5. kabut
     2. Embun                  6. Debu
     3. Uap                    7. Size
     4. Awan                   8. Asap
C. FaktorPenyebabPencemaran
    Udara
1.   Kecepatan Kendaraan           .
2.   Usia kendaraan yang lama          › Membangun cerobong asap yang
3.   Kondisi Lalu Lintas                 cukup tinggi hingga asap dapat
4.   Kondisi Atmosfer                    menembus lapisan invesrse themal
                                         agar tidak menambah polutan yang
                                         terperangkap di atas kota atau di
D. Dampak Pencemaran Udara               atas daerah pemukiman
 Dampak Terhadap Kesehatan            › Memilih sistem transformasi yang
 Dampak Terhadap Tanaman                efisien dan tidak menimbulkan
 Hujan Asam                             banyak polutan.
 Efek Rumah Kaca                      › Memperbanyak penghijauan dan
 Kerusakan Lapisan Ozon
                                         taman-taman dalm kota, agar lebih
                                         banyak CO2 yang diserap tumbuhan
                                         untuk proses fotosintesis.
E. Pencegahan Pencemaran Udara
                                       › Mendorong terlaksananya
    › Mengurangi pemakaian               peraturan pencegahan pencemaran
       bahan bakar fosil.                serta pelaksanaan sanksi bagi para
    › Melakukan pengolahan asap          pelanggar aturan
       sebelum dilepas ke udara,
Kesimpulan :
  Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya, atau
  tercampurnya polutan (unsur-unsur berbahaya) kedalam
  lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan
  menurunnya kualitas udara (lingkungan). Pencemaran
  dapat terjadi dimana-mana.
  Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara
  dapat dilakukan beberapa usaha antara lain : mengganti
  bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang
  tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan
  pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung sevara
  sempurna, selain itu pengolahan atau daur ulang atau
  penyaringan limbah asap industri, penghijauan untuk
  melangsungkan proses fotosintesis, dan tidak melakukan
  pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan
  reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon
  pengganti, yang penting adalah untuk membuka lahan tidak
  dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara
Ikd presentation

Ikd presentation

  • 3.
    A. Sumber PolusiUdara dibagi menjadi 2 :  Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.  Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam [smogfotokimia] adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
  • 4.
    B. Jenis-jenis Pencemar › Karbon Monoksida › Oksida Nitrogen 1. Sumber Polusi Udara dan Macamnya  Pencemaran udara Primer Digolongkan menjadi 5 kelompok : a. Carbon Monoksida (CO) b. Nitrogen Oksida (Nox) c. Hidrocarbon (HC) d. Sulfur Oksida (SOX)  Pencemaran udara sekunder Yaitu semua pencemaran udara yang sudah berubah karena reaksi tertentu antara dua atau lebih polutan. Umumnya polutan sekunder tersebut merupakan hasil antara polutan primer dengan polutan lain yang ada di udara. Misalnya Ozon (O3), yang terjadi antara molekul-molekul Hidrocarbon (HC) yang ada di udara dengan Nitrogen Oksida (NOX) melalui pengaruh sinar ultra violet dari matahari.
  • 5.
    2. Macam-macam PolutanUdara a. Oksida karbon yaitu CO dan CO2 b. Polutan yang berupa oksida belerang yaitu SO2 dan SO3 c. Polutan yang berupa oksida Nitrogen, terutama NO2 d. Sinar dan substansi radioaktif baik yang bersumber secara alami dan kerak bumi maupun dari hasil emisi instalasi radioaktif, merupakan polutan yang berbahaya karena dapat menimbulkan gangguan pada sel dan organ tubuh lainnya yaitu berbentuk penyakit kangker dan mutasi sel. e. Pencemaran suara timbul bila dalam lingkungan terdapat suara yang memiliki kekuatan lebih dari daya tahan manusia terhadap suara yaitu 85 desibel. f. Polutan panas, bersumber dari semua bentuk pembakaran dan panas matahari yang terperangkap bangunan kota. Bentuk-bentuk Zat Pencemar yang Sering Terdapat dalam Atmosfer 1. Gas 5. kabut 2. Embun 6. Debu 3. Uap 7. Size 4. Awan 8. Asap
  • 6.
    C. FaktorPenyebabPencemaran Udara 1. Kecepatan Kendaraan . 2. Usia kendaraan yang lama › Membangun cerobong asap yang 3. Kondisi Lalu Lintas cukup tinggi hingga asap dapat 4. Kondisi Atmosfer menembus lapisan invesrse themal agar tidak menambah polutan yang terperangkap di atas kota atau di D. Dampak Pencemaran Udara atas daerah pemukiman  Dampak Terhadap Kesehatan › Memilih sistem transformasi yang  Dampak Terhadap Tanaman efisien dan tidak menimbulkan  Hujan Asam banyak polutan.  Efek Rumah Kaca › Memperbanyak penghijauan dan  Kerusakan Lapisan Ozon taman-taman dalm kota, agar lebih banyak CO2 yang diserap tumbuhan untuk proses fotosintesis. E. Pencegahan Pencemaran Udara › Mendorong terlaksananya › Mengurangi pemakaian peraturan pencegahan pencemaran bahan bakar fosil. serta pelaksanaan sanksi bagi para › Melakukan pengolahan asap pelanggar aturan sebelum dilepas ke udara,
  • 7.
    Kesimpulan : Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya polutan (unsur-unsur berbahaya) kedalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan). Pencemaran dapat terjadi dimana-mana. Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa usaha antara lain : mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung sevara sempurna, selain itu pengolahan atau daur ulang atau penyaringan limbah asap industri, penghijauan untuk melangsungkan proses fotosintesis, dan tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon pengganti, yang penting adalah untuk membuka lahan tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara