IDENTITAS BUKU  Nama pengarang  : Dr. Hany Soetrisno  Judul Buku    : Kegiatan Belajar yang Efektif  Penerbit    : PT. Marcan Indah Jakarta
BAB I   Ciri KBM yang Menunjang Pencapaian Kompetensi Individual   a. Berpusat Pada Siswa  Pada siswa memiliki perbedaan satu sama lain, berbeda dalam minat, kemampuan kesenangan, pengalaman dan cara belajar, siswa tersebut lebih mudah belaja, dengan baca, siswa lain dengan melihat visual atau kinestetika oleh karena itu kegiatan belajar sesuai dengan karakteristik siswa, KBM perlu mendorong siswa untuk mengembangkan potensinya secara optimal. b. Mengembangkan keterampilan sosial, kognitif, dan emosional Siswa akan lebih mudah membangun pemahaman apabila dapat mengkomunikasikan gagasan kepada guru dan siswa melalui interaksi dengan lingkungannya sosialnya denan interaksi memungkinkan terjadinya perbaikan terhadap pemecahan siswa melalui diskusi, saling bertanya dapat mempertajam gagasan yang dimilikinya.
C. Mengembangkan Keingintahuan dan Imajinasi   Rasa ingin tahu imajinasi merupakan modal dasar untuk bersikap peka kritis dan mandiri. KBM perlu mempertimbangkan rasa ingin tahu tahu, imajinasi, agar setiap sesi kegiatan pembelajaran menjadi wahana memberdayakan potensi tersebut.   d. Belajar sepanjang Hayat  Siswa memerlukan kemampuan belajar sepanjang hayat untuk bisa bertahan (survive) dan berhasil (sukses) dalam menghadapi setiap masalah menjalani proses kehidupan sehari-hari KBM perlu membekali siswa dengan keterampilan belajar meliputi pengembangan rasa percaya diri, keingintahuan, kemampuan memahami orang lain.
Refleksi  Kegiatan belajar mengajar (KBM) dirancang mengikuti prinsip belajar mengajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman, guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk mengginakan otoritis atau haknya dalam membangun gagasan, guru bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong prakarsa dan motivasi.
BABA II   Bagaimana Mengelola KBM yang Efektif Tempat belajar dan Pengelolaan Siswa   Tempat belajar seperti ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat penting karena untuk kenyamanan dari siswa tersebut untuk belajar misal ruang kelaqs meliputi pengelolaan benda seperti meja kursi-pengelolaan meja kursi dapat disusun secara kelompok bentuk U atau secara berbasis sedangkan pengelolaan siswa dilakukan dalam bentuk seperti individual, berpasangan perlu rancangan kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang nyaman untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya bisa dilihat dari faktor keberagaman :  - Isi - Minat dan Motivasi  - Kecepatan tahap belajar  - Tingkat kemampuan  - Reaksi yang diberikan siswa  - Siklus cara berfikir  - Waktu  - Pendekatan dan pembelajaran dan pengelolaan sumber daya
b. Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran  Dalam mengelola kegiatan pembelajaran perlu merencanakan tugas dan alat belajar yang menentang, pemberian umpan balik dan penyediaan program penilaian yang memungkinkan semua siswa mampu ubtuk kemampuan / mendemonstrasikan kinerja sebagai hasil belajar.  Agar guru dapat menyajikan pelajaran dengan baik dalam mengelola isi pembelajaran guru harus menyiapkan rencana operasional KBM diantaranya :  - Menyiapkan silabus pembelajaran  - Pengelolaan pembelajaran tematik  - Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi  Sesuai dengan pengembangan fisik pembelajaran haruslah berpusat pada anak
Refleksi  Pengelolaan KBM yang efektif dapat merangsang minat dan motivasi para siswa untuk itu sangat perlu pengelolaan baik dari segi prasarana maupun materi pembelajaran dmana upaya guru dalam mengelola hal tesebut agar dapat tercipta pembelajaran yang efektif bagi para siswa.
BAB III  Bagaimana Memilih Strategi Pembelajaran  a. Bagaimana Mengaktifkan Siswa  Jika siswa belum bisa bekerja efektif dalam kelompok maka guru boleh menetapkan tugas untuk kelompok dengan mempertimbangkan beberapa hal :  - Kelompok keil  - Tugas sederhana  - Guru menyediakan sumber belajar  - Penilaian bersifat informal dengan guru membahas dan mendiskusikan tugas  itu dengan siswa  Strategi merupakan temuan dimana kerja kelompok yang terstruktur didasarkan pada kerjasama dan bertanggungjawab.
b. Bagaimana membandingkan dan mensistesikan Informasi Pemahaman informasi yang dikump[ulkan dari berbagai sumber belajar dapat ditingkatkan jika siswa bekerja dalam kelompok dan setiap kelompok diberi sumber yang berbeda untuk digunakan dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang sama dengan begitu siswa dapat membandingkannya dan mendiskusikan jawaban mereka.  C. Bagaimana Melakukan Kerja Praktik  Terdapat beberapa cara menjamin bahwa siswa-siswa secara aktif terlibat dalam kerja praktif :  - Memulai eksperimen  - Meramalkan hasil kemudian memutuskan hasilnya atau memikirkan  ulang metode eksperimen - Mendiskusikan data yang perlu dikumpulkan  - Mengembangkan suatu hipotesis, merancang metode, eksperimen, mengumpulkan data pada suatu kesimpulan  - Guru memulai mendiskusikan dan menugaskan kepada siswa untuk melaksanakan eksperimen tersebut.
Refleksi  Strategi pembelajaran merupakan cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar bagaimana seorang guru dapat menerapkan strategi tersebut dengan baik dan implementasi yang cukup tepat dalam pembelajaran karena strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metode pembelajaran dan bagaimana guru menerapkan hal tersebut sehingga pembelajaran tersebut akan efektif.
BAB IV    Bagaimana Menyediakan Pengalaman Belajar yang Beragam A. Pengalaman Mental  Beberapa bentuk pengalaman mental dapat diperoleh anatara lain melalui membaca buku, mendengarkan ceramah, melakukan perenungan, menenton televisi atau film. Pada pengalaman belajar melalui pengalaman mental, biasanya siswa hanya memperoleh informasi melalui indera dengar dan lihat. Pengalaman belajar melalui indera dengar lebih sulit daripada melalui indera lihat karena melalui indera dengar diperlukan kemampuan abstraksi dan konsentrasi penuh.  B. Pengalaman Fisik  Meliputi kegiatan pengamatan, percobaan, penelitian, kunjungan, pembuatan buku harian, dan beberapa bentuk k4egiatan praktis lainnnya.  C. Pengalaman Sosial  Beberapa bentuk pengalaman sosial yang dapat dilakukan anatara lain : melakukan wawancara dengan tokoh, bermain peran, berdiskusi, melakukan bazar, pameran, jaula beli, atau ikutan arisan. Pengalaman belajar ini akan lebih bermanfaat kalau masing-masing siswa diberi peluang untuk berinteraksi satu sama lain : bertanya, menjawab,  berkomentar , mempertanmyakan jawaban, mendemonstariskan, dan sebagainya.
Klasifikasi Pengalaman Belajar   Situasi Nyata  Cara ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok : situasi nyata, yakni siswa terlibat langsung dan situasi nyata yang siswa hanya sebagai pengamat dan tidak terlibat langsung.  Situasi Buatan  Pada kondisi ini, kelas dapat dirancang seperti ruang sidang MPR, siswa-siswa berperan sebagai anggota MPR, dan beberapa di antaranya berperan sebagai ketua dan wakil ketua MPR. Seperti juga pada model situasi nyata, pada model ini pun dapat dibedakan menjadi situasi buatan dengan siswa terlibat langsung dan situasi buatan dengan siswa tidak terlibat langsung.
Beberapa contoh pengalaman belajar yang mungkin dipilih guru untuk beberapa mata pelajaran meliputi: Diskusi (bertanya, menjawab, berkomentar, mendengar penjelasan, menyanggah  Menggambar dan merangsang Membaca bermakna  Menyimak untuk menangkap gagasan pokok  Mengajukan pertanyaan penelitian  Mengajukan pendapat dengan alasan yang logis  Mengomentari  Mengamati persamaan dan perbedaan untuk mencari ciri benda  Membuat rangkuman/sinopsis  Membuat jurnal
Mendemonstrasikan hasil temuan Merencanakan dan melakukan percobaan  Mengelompokan sambil mengidentifikasi (mengenali ciri) benda  Membuat daftar peretanyaan untuk wawancara  Membuat catatan hasil penjelasan/hasil pengamatan  Mencari informasi dari ensiklopedia  Bernegosiasi
Refleksi  Mengalami langsung apa yang sedang dipelajari akan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang lain/guru menjelaskan. Membangun pemahaman dari uraian lisan guru, apalagi bila siswa masih berada pada tingkat berpikir konkret. Pada dasarnya, semua anak memiliki potensi untuk mencapai kompetensi. Kalau samapai mereka tidak mencapai kompetensi, bukan lantaran mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu tetapi lebih banyak akibat mereka tidak disediakan pengalaman belajar yang relevan dengan keunikan masing-masing karakteristik individual.
BAB V  Bagaimana Merancang Kegiatan Lintas Kurikulum   A. Ciri Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam KBM di Kelas Pembaharuan dibidang kurikulum harus mampu mengubah kebiasaan guru yang selama ini cenderung menggunakan metode ceramah, yakni guru sangat dominan di dalam KBM. Pemberlakuan KBK diharapkan dapat mengubah pola KBM menuju KBM yang berorientasi kepada siswa. Untuk menuju ke perubahan yang diinginkan perlu peningkatan kemampuan dan cara pandang yang diinginkan perlu peningkatan kemampuan dan cara pandang baru dalam mengelola KBM  Indikator KBM  Diskusi kelompok  Memecahkan masalah  Mencari informasi  Menulis laporan  Berkunjung keluar kelas Guru memantau kerja siswa  Guru memberikan umpan balik Kemampuan Guru  Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran.  Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus
B. Bebarapa Bentuk Pengalaman Belajar Lintas Kurikulum ? Pengalaman belajar lintas kurikulum dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi, kerjasama, solideritas, kepemimpinan, empati, toleransi, dan keterampilan hidup. Kegiatan pengembangan pengalaman belajar lintas kurikulum : a. Lomba Kompetisi    Berbagai kegiatan lomba/kompetensi yang dapat dilakukan mencakup berbagai bidang: (a) Lomba bidang sains dan teknologi yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan logis dan teknologi siswa, (b) Bidang olahraga dan seni untuk mengembangkan estetika dan kinestetika siswa, dan (c) bidang bahasa untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi.  b. Perkemahan  c. Bakti Sosial  d. Penelitian Latihan
Refleksi  Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Siswa sering bertanya mepertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat perkembangannya aktif mental adalah tumbuh perasaan tidak takut. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembnganya rasa takut sangat bertentangan dengan hakikat pembelajaran “PAKEM, yakni pembelajaran Aktif, Kreatif,Efektif, Menyenangkan”.
IDENTITAS PENULIS   Nama  : Roby Agun Guntara  Kelas  : 2 B  PE NIM  : 20080210971

Kurikulum Ro B By

  • 1.
    IDENTITAS BUKU Nama pengarang : Dr. Hany Soetrisno Judul Buku : Kegiatan Belajar yang Efektif Penerbit : PT. Marcan Indah Jakarta
  • 2.
    BAB I Ciri KBM yang Menunjang Pencapaian Kompetensi Individual a. Berpusat Pada Siswa Pada siswa memiliki perbedaan satu sama lain, berbeda dalam minat, kemampuan kesenangan, pengalaman dan cara belajar, siswa tersebut lebih mudah belaja, dengan baca, siswa lain dengan melihat visual atau kinestetika oleh karena itu kegiatan belajar sesuai dengan karakteristik siswa, KBM perlu mendorong siswa untuk mengembangkan potensinya secara optimal. b. Mengembangkan keterampilan sosial, kognitif, dan emosional Siswa akan lebih mudah membangun pemahaman apabila dapat mengkomunikasikan gagasan kepada guru dan siswa melalui interaksi dengan lingkungannya sosialnya denan interaksi memungkinkan terjadinya perbaikan terhadap pemecahan siswa melalui diskusi, saling bertanya dapat mempertajam gagasan yang dimilikinya.
  • 3.
    C. Mengembangkan Keingintahuandan Imajinasi Rasa ingin tahu imajinasi merupakan modal dasar untuk bersikap peka kritis dan mandiri. KBM perlu mempertimbangkan rasa ingin tahu tahu, imajinasi, agar setiap sesi kegiatan pembelajaran menjadi wahana memberdayakan potensi tersebut. d. Belajar sepanjang Hayat Siswa memerlukan kemampuan belajar sepanjang hayat untuk bisa bertahan (survive) dan berhasil (sukses) dalam menghadapi setiap masalah menjalani proses kehidupan sehari-hari KBM perlu membekali siswa dengan keterampilan belajar meliputi pengembangan rasa percaya diri, keingintahuan, kemampuan memahami orang lain.
  • 4.
    Refleksi Kegiatanbelajar mengajar (KBM) dirancang mengikuti prinsip belajar mengajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman, guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk mengginakan otoritis atau haknya dalam membangun gagasan, guru bertanggung jawab untuk menciptakan situasi yang mendorong prakarsa dan motivasi.
  • 5.
    BABA II Bagaimana Mengelola KBM yang Efektif Tempat belajar dan Pengelolaan Siswa Tempat belajar seperti ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat penting karena untuk kenyamanan dari siswa tersebut untuk belajar misal ruang kelaqs meliputi pengelolaan benda seperti meja kursi-pengelolaan meja kursi dapat disusun secara kelompok bentuk U atau secara berbasis sedangkan pengelolaan siswa dilakukan dalam bentuk seperti individual, berpasangan perlu rancangan kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang nyaman untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya bisa dilihat dari faktor keberagaman : - Isi - Minat dan Motivasi - Kecepatan tahap belajar - Tingkat kemampuan - Reaksi yang diberikan siswa - Siklus cara berfikir - Waktu - Pendekatan dan pembelajaran dan pengelolaan sumber daya
  • 6.
    b. Pengelolaan KegiatanPembelajaran Dalam mengelola kegiatan pembelajaran perlu merencanakan tugas dan alat belajar yang menentang, pemberian umpan balik dan penyediaan program penilaian yang memungkinkan semua siswa mampu ubtuk kemampuan / mendemonstrasikan kinerja sebagai hasil belajar. Agar guru dapat menyajikan pelajaran dengan baik dalam mengelola isi pembelajaran guru harus menyiapkan rencana operasional KBM diantaranya : - Menyiapkan silabus pembelajaran - Pengelolaan pembelajaran tematik - Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi Sesuai dengan pengembangan fisik pembelajaran haruslah berpusat pada anak
  • 7.
    Refleksi PengelolaanKBM yang efektif dapat merangsang minat dan motivasi para siswa untuk itu sangat perlu pengelolaan baik dari segi prasarana maupun materi pembelajaran dmana upaya guru dalam mengelola hal tesebut agar dapat tercipta pembelajaran yang efektif bagi para siswa.
  • 8.
    BAB III Bagaimana Memilih Strategi Pembelajaran a. Bagaimana Mengaktifkan Siswa Jika siswa belum bisa bekerja efektif dalam kelompok maka guru boleh menetapkan tugas untuk kelompok dengan mempertimbangkan beberapa hal : - Kelompok keil - Tugas sederhana - Guru menyediakan sumber belajar - Penilaian bersifat informal dengan guru membahas dan mendiskusikan tugas itu dengan siswa Strategi merupakan temuan dimana kerja kelompok yang terstruktur didasarkan pada kerjasama dan bertanggungjawab.
  • 9.
    b. Bagaimana membandingkandan mensistesikan Informasi Pemahaman informasi yang dikump[ulkan dari berbagai sumber belajar dapat ditingkatkan jika siswa bekerja dalam kelompok dan setiap kelompok diberi sumber yang berbeda untuk digunakan dalam mencari jawaban atas pertanyaan yang sama dengan begitu siswa dapat membandingkannya dan mendiskusikan jawaban mereka. C. Bagaimana Melakukan Kerja Praktik Terdapat beberapa cara menjamin bahwa siswa-siswa secara aktif terlibat dalam kerja praktif : - Memulai eksperimen - Meramalkan hasil kemudian memutuskan hasilnya atau memikirkan ulang metode eksperimen - Mendiskusikan data yang perlu dikumpulkan - Mengembangkan suatu hipotesis, merancang metode, eksperimen, mengumpulkan data pada suatu kesimpulan - Guru memulai mendiskusikan dan menugaskan kepada siswa untuk melaksanakan eksperimen tersebut.
  • 10.
    Refleksi Strategipembelajaran merupakan cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar bagaimana seorang guru dapat menerapkan strategi tersebut dengan baik dan implementasi yang cukup tepat dalam pembelajaran karena strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metode pembelajaran dan bagaimana guru menerapkan hal tersebut sehingga pembelajaran tersebut akan efektif.
  • 11.
    BAB IV Bagaimana Menyediakan Pengalaman Belajar yang Beragam A. Pengalaman Mental Beberapa bentuk pengalaman mental dapat diperoleh anatara lain melalui membaca buku, mendengarkan ceramah, melakukan perenungan, menenton televisi atau film. Pada pengalaman belajar melalui pengalaman mental, biasanya siswa hanya memperoleh informasi melalui indera dengar dan lihat. Pengalaman belajar melalui indera dengar lebih sulit daripada melalui indera lihat karena melalui indera dengar diperlukan kemampuan abstraksi dan konsentrasi penuh. B. Pengalaman Fisik Meliputi kegiatan pengamatan, percobaan, penelitian, kunjungan, pembuatan buku harian, dan beberapa bentuk k4egiatan praktis lainnnya. C. Pengalaman Sosial Beberapa bentuk pengalaman sosial yang dapat dilakukan anatara lain : melakukan wawancara dengan tokoh, bermain peran, berdiskusi, melakukan bazar, pameran, jaula beli, atau ikutan arisan. Pengalaman belajar ini akan lebih bermanfaat kalau masing-masing siswa diberi peluang untuk berinteraksi satu sama lain : bertanya, menjawab, berkomentar , mempertanmyakan jawaban, mendemonstariskan, dan sebagainya.
  • 12.
    Klasifikasi Pengalaman Belajar Situasi Nyata Cara ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok : situasi nyata, yakni siswa terlibat langsung dan situasi nyata yang siswa hanya sebagai pengamat dan tidak terlibat langsung. Situasi Buatan Pada kondisi ini, kelas dapat dirancang seperti ruang sidang MPR, siswa-siswa berperan sebagai anggota MPR, dan beberapa di antaranya berperan sebagai ketua dan wakil ketua MPR. Seperti juga pada model situasi nyata, pada model ini pun dapat dibedakan menjadi situasi buatan dengan siswa terlibat langsung dan situasi buatan dengan siswa tidak terlibat langsung.
  • 13.
    Beberapa contoh pengalamanbelajar yang mungkin dipilih guru untuk beberapa mata pelajaran meliputi: Diskusi (bertanya, menjawab, berkomentar, mendengar penjelasan, menyanggah Menggambar dan merangsang Membaca bermakna Menyimak untuk menangkap gagasan pokok Mengajukan pertanyaan penelitian Mengajukan pendapat dengan alasan yang logis Mengomentari Mengamati persamaan dan perbedaan untuk mencari ciri benda Membuat rangkuman/sinopsis Membuat jurnal
  • 14.
    Mendemonstrasikan hasil temuanMerencanakan dan melakukan percobaan Mengelompokan sambil mengidentifikasi (mengenali ciri) benda Membuat daftar peretanyaan untuk wawancara Membuat catatan hasil penjelasan/hasil pengamatan Mencari informasi dari ensiklopedia Bernegosiasi
  • 15.
    Refleksi Mengalamilangsung apa yang sedang dipelajari akan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang lain/guru menjelaskan. Membangun pemahaman dari uraian lisan guru, apalagi bila siswa masih berada pada tingkat berpikir konkret. Pada dasarnya, semua anak memiliki potensi untuk mencapai kompetensi. Kalau samapai mereka tidak mencapai kompetensi, bukan lantaran mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu tetapi lebih banyak akibat mereka tidak disediakan pengalaman belajar yang relevan dengan keunikan masing-masing karakteristik individual.
  • 16.
    BAB V Bagaimana Merancang Kegiatan Lintas Kurikulum A. Ciri Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam KBM di Kelas Pembaharuan dibidang kurikulum harus mampu mengubah kebiasaan guru yang selama ini cenderung menggunakan metode ceramah, yakni guru sangat dominan di dalam KBM. Pemberlakuan KBK diharapkan dapat mengubah pola KBM menuju KBM yang berorientasi kepada siswa. Untuk menuju ke perubahan yang diinginkan perlu peningkatan kemampuan dan cara pandang yang diinginkan perlu peningkatan kemampuan dan cara pandang baru dalam mengelola KBM Indikator KBM Diskusi kelompok Memecahkan masalah Mencari informasi Menulis laporan Berkunjung keluar kelas Guru memantau kerja siswa Guru memberikan umpan balik Kemampuan Guru Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus
  • 17.
    B. Bebarapa BentukPengalaman Belajar Lintas Kurikulum ? Pengalaman belajar lintas kurikulum dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi, kerjasama, solideritas, kepemimpinan, empati, toleransi, dan keterampilan hidup. Kegiatan pengembangan pengalaman belajar lintas kurikulum : a. Lomba Kompetisi Berbagai kegiatan lomba/kompetensi yang dapat dilakukan mencakup berbagai bidang: (a) Lomba bidang sains dan teknologi yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan logis dan teknologi siswa, (b) Bidang olahraga dan seni untuk mengembangkan estetika dan kinestetika siswa, dan (c) bidang bahasa untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi. b. Perkemahan c. Bakti Sosial d. Penelitian Latihan
  • 18.
    Refleksi Banyakguru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Siswa sering bertanya mepertanyakan gagasan orang lain, dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat perkembangannya aktif mental adalah tumbuh perasaan tidak takut. Oleh karena itu, guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Berkembnganya rasa takut sangat bertentangan dengan hakikat pembelajaran “PAKEM, yakni pembelajaran Aktif, Kreatif,Efektif, Menyenangkan”.
  • 19.
    IDENTITAS PENULIS Nama : Roby Agun Guntara Kelas : 2 B PE NIM : 20080210971