1
KULIAH II
Pemilihan Jenis Pohon dan Kesesuaian Tapak
A. Penetapan Lokasi (Persyaratan calon lokasi)
 Areal Budidaya hutan sesuai RTRWP (kawasan
lindung, kawasan budidaya hutan, kawasan budidaya
pert.).
 Harus kompak (dalam satu hamparan) dan bebas
konflik (dpt diketahui melalui survei sosial).
 Topografi datar sampai landai (kemiringan < 25%)
karena menggunakan silvikultur intensif.
 Areal Tidak tergenang dan tidak berbatu-batu
 Solum tanah sedang sampai dalam
 Lokasi strategis  accesibilitas baik
 Tidak tumpang tindih dengan lokasi tambang
potensil
2
Perencanaan Lokasi Calon HTI
Prosedur:
Pembagian Unit Lahan
Unit Lahan (land unit)  adalah suatu areal yang
mempunyai kondisi lingkungan yang spesifik dan
homogen
Pembagian Unit Lahan adalah mengalokasikan lokasi menjadi
bagian-bagian areal yang memiliki kondisi lingkungan
spesifik dan homogen.
 bertujuan untuk:
- keperluan penyusunan rencana dan pengaturan
peruntukan lahan
- digunakan sebagai dasar menilai tingkat kesesuaian
lahan
Parameter utama yang digunakan dalam menentukan tipe
ekologi/unit lahan adalah kondisi topografi, tanah,
iklim dan vegetasi.
Parameter ekologi tersebut berpengaruh terhadap jenis pohon
yang akan ditanam
Kelas Kesesuaian lahan
S1 (sangat sesuai) perkiraan produksi > 75%
S2 (cukup sesuai)  produksi 50 – 75 %
S3 (sesuai marginal)  produksi 25 – 49%
N (tidak sesuai)
3
Pemilihan Species
Keputusan memilih suatu jenis tergantung pada
3 pertanyaan dasar:
A. Tujuan pembangunan hutan tanaman (INDUSTRI)
B. Jenis apa yang potensial untuk ditanam
C. Jenis apa yang cocok pada lahan yang tersedia (site
matching)
(ketiga pertanyaan ini harus dijawab dalam studi kelayakan
lokasi = Feasibility Study)
A. Tujuan Pembuatan Hutan Tanaman
Pembuatan hutan tanaman menyangkut 4 tujuan utama
(Tujuan Pengelolaan):
1. Penggunaan Industri:
- kayu energi,
- pulpwood,
- kayu gergajian,
- produk panel seperti plywood dan PARTICLE
board.
Hasil sekunder mis: gondorukem, karet, tannin, murbei
(sericulture) dan apiculture dll
4
2. Penggunaan Domestik:
Untuk kayu bakar + energi untuk industri kecil
Ciri-ciri jenis untuk fuelwood (kayu energi)
- Penebangan mudah dengan teknik sederhana
- Pertumbuhan awal yang cepat
- Dapat bertahan hidup pada kondisi kekeringan
- Tahan terhadap gangguan ternak (daunnya dpt
digunakan untuk makanan ternak
- Kemampuan untuk dicoppice
- Cepat kering dan kandungan abu yang rendah
Contoh:
Indonesia : Calliandra, jati, gmelina
Filipina : Lamtoro, johar
India : Dalbergia sissoo
China : casuarina
5
3. Perlindungan Lingkungan:
- Untuk soil erosion controll, wind breaks, rehabilitasi lahan
kritis.
- Tanaman keras dengan sistem perakaran yang dalam dan
ekstensive
- Rehabilitasi tanah kosong Diharapkan terjadi penutupan
tanah secara berkelanjutan dari serasah.
persyaratan:
- kecepatan berkembang ditempat tumbuhnya
- mudah berkembang biak
- resisten terhadap grazing dan kebakaran,
- toleran terhadap lahan kurang subur
4. Peningkatan Produktifitas Lahan (Penanaman jenis MPTs
(Multi Purpose Tree Species)  bagi penduduk sekitar.
Jenis MPTS mis. Jenis legum menghasilkan daun untuk
ternak dan bintil akar (RHYZOBIUM) untuk
menyuburkan tanah, kayunya untuk kayu
bakar.
6
B. Potensi ketersediaan Species
Pemilihan species harus mempertimbangkan:
- potensi ketersediaan jenis ybs dan
- kesesuaian jenis dengan tempat tumbuh.
introduksi jenis
1. Indigenous Species dan Endemic Species
Indigenous species adalah jenis yang tumbuh secara
alami pada kondisi lingkungan tertentu.
keuntungan :
- Sebagai tanaman indikator
- Pertumbuhan sudah sesuai dengan lingkungan
setempat
- Untuk konservasi fauna dan flora setempat
- Hasil kayunya sudah dikenal untuk kebutuhan
industri lokal.
2. Exotic Species
Jenis exotic adalah jenis yang diintroduksi atau berasal
dari luar wilayah tersebut.
Beberapa faktor yang menyebabkan keberhasilan jenis
eksotik :
a. Bebas dari penyakit dan hama lokal.
b. Informasi kesesuian tempat tumbuh (lingkungan)
sudah diketahui
c. Sudah dikuasasi teknik silvikulturnya.
7
Tahapan introduksi jenis-jenis exotic:
melalui beberapa fase
1. FASE AKLIMATISASI : Fase dimana suatu species sudah
dapat tumbuh dengan baik pada
kondisi iklim yang sesuai
2. FASE NATURALISASI : Jenis tersebut sudah dapat
berbunga dan berbuah banyak serta
beregenerasi dengan baik di
tempat itu
3. FASE DOMESTIKASI : Tahap pengembangan dan
penyebaran secara luas
Pemuliaan Pohon.
Tujuan utama pemuliaan pohon.
a. Meningkatkan resistance terhadap hama dan penyakit.
b. Memperbaiki pertumbuhan, bentuk dan sifat-sifat pohon
yang dikehendaki.
c. Identifikasi provenance baru dan varietas yang lebih baik
yang sesuai dengan tempat tumbuh.
d. Membreeding pohon yang cocok dengan tipe tempat
tumbuh yang spesifik mis: meningkatkan ketahanan
terhadap kekeringan.
8
C. Kesesuaian Jenis pohon dengan Tempat Tumbuh
(site matching)
Penilaian kesesuaian lahan untuk penanaman:
- Mencocokkan (matching) antara persyaratan tumbuh pohon
dengan kualitas/sifat lahan yang akan ditanami.
- Menggunakan data hasil uji jenis pohon.
Pertumbuhan pohon merupakan resultante dari pengaruh
faktor genetik dan faktor lingkungan
Faktor Genetik Faktor Lingkungan
(Genotype & Phenotype) klimatis,Edaphic,
Fisiografis,Biotis)
Site Matching
Proses pertumbuhan pohon
Manipulasi Lingkungan
Pemilihan sistem dan teknik
Silvikultur yang sesuai
Kualitas dan kuantitas
Pertumbuhan pohon
Kualitas Hasil (kayu, biji)
9
Lingkungan Tempat Tumbuh
Faktor lingkungan setempat merupakan resultante dari faktor
topografi, iklim, tanah, biotik dan kondisi atmosfir
Faktor-faktor ini merupakan satu kesatuan dalam
mempengaruhi pertumbuhan pohon dan tergantung kepada
lingkungan pembatas yang ada.
1. Faktor Topografi:
Kondisi topografi yang perlu diperhatikan adalah :
- altitude (ketinggian)
- derajat kemiringan (persen kemiringan) 
- Aspect (arah) lereng juga menentukan pertumbuhan
tanaman.
Kemiringan lereng ini berhubungan dengan
- kandungan unsur hara,
- perlakuan yang sesuai untuk menghindari
erosi dan
- untuk penentuan pola tanam
2. Faktor Iklim
Iklim merupakan resultante dari faktor-faktor
- Suhu (suhu udara tahunan, suhu max-min),
- kelembaban (Relatif Humidity),
- Cahaya (intensitas, kualitas dan periodicitas),
- Curah hujan (kuantitas, frekuensi dan penyebaran),
10
CURAH HUJAN
a. Jumlah dan distribusi curah hujan
1). Jumlah total presipitasi tahunan; Informasi ini ada
hubungannya dengan kebutuhan species terhadap air.
Ada yang membutuhkan banyak air dan ada yang tahan
terhadap kekeringan.
Mis. Eucalyptus deglupta pada umumnya membutuhkan
curah hujan setiap bulan dengan total 2000 – 5000
mm/tahun.
Jenis yang tumbuh pada daerah kering yaitu: Acacia
arabica, Azadiracta indica, Procopsis julifrora tidak dapat
tumbuh pada daerah humid.
Tetapi ada beberapa jenis yang dapat tumbuh pada
lingkungan yang bervariasi dari kering sampai humid.
mis. E.camaldulensis di Australia yang mempunyai
provenance yang dapat tumbuh baik pada CH. 300 – 500
mm tetapi pada daerah lain juga dengan CH 2000 mm
atau lebih.
2). Distribusi Curah hujan tahunan: Distribusi CH pertahun:
lamanya musim hujan dan musim kering sangat penting
dalam penentuan jenis.
11
Klasifikasi curah hujan:
Mohr (1933)
Bulan Basah CH > 100 mm perbulan
Bulan Lembab 60mm < CH < 100 mm
Bulan Kering CH < 60 mm
klasifikasi iklim menurut Schmidt dan Fergusson (1951)
rata-rata bulan kering
Tipe Iklim Q = ------------------------------ x 100 %
rata-rata bulan basah
b. Water balance
Water balance adalah perimbangan antara jumlah
curah hujan dengan water loss.
Curah hujan: jumlah hujan tahunan (mm/tahun)
Water loss : evapotranspirasi + water percolation + runoff
 (Ev + Wp + Ro)
Kriteria:
CH < water loss  terjadi kekeringan
(kelembaban kurang)
CH = water loss  seimbang
CH > water loss  surplus air
Hal ini penting diketahui untuk mencocokkan dengan
species yang sesuai dengan iklim yang ada.
Setiap species tanaman mempunyai cara beradaptasi yang
berbeda terhadap kondisi lingkungan yang tersedia:
12
Daerah Iklim Kering:
o Tanaman menggugurkan daun pada musim kering: Jati
o Tanaman mempunyai akar dalam, daun mempunyai
lapisan lilin, daun mempunyai bulu daun
Daerah Rawa: tanaman mempunyai akar tunggang atau
akar papan
Pengaruh utama temperatur pada evapotranspirasi yaitu:
 semakin tinggi temperatur akan memacu
evapotranspirasi.
 Temperatur max. dan min. tahunan serta rata-rata
bulanan perlu diketahui dalam hubungannya dengan
tujuan pengelolaan tanaman.
3. Faktor Edaphis (tanah)
Sifat-sifat tanah mempengaruhi pemilihan species dan
persiapan lapangan sebelum penanaman.
Sifat tanah yang penting adalah:
- Sifat fisik (kedalaman, tekstur, struktur, dll),
- Sifat kimia (kesuburan: unsur hara makro dan mikro
dan pH) dan
- Sifat biologis (aktifitas mikroorganisme tanah)
mikorhyza dan rhyzobium
Mikorhyza =
Rhyzobium = menfiksasi oksigen dari udara
13
Sifat fisik tanah:
Kedalaman tanah: Kedalaman tanah menentukan kedalaman
perakaran.
Tanah yang dangkal memberikan pengaruh yang kurang baik
terhadap :
 perkembangan akar
 berpengaruh terhadap stabilitas berdirinya pohon,
 ketahanan terhadap kekeringan,
 Nutrient shortage,
 mempengaruhi air tersedia bagi tanaman dan
pergerakannya dalam tanah.
Pada daerah rawah yang basah melakukan respirasi
anaerobik. Mis: Terminalia brassii.
Tanah bersolum dalam ( 100 cm) mempunyai air tersedia
lebih banyak daripada solum sedang (50 – 100 cm) atau
solum dangkal (< 50 cm).
Tekstur dan struktur tanah
Berhubungan dengan penyediaan unsur hara, air dan udara
serta perkembangan perakaran yang penting bagi
pertumbuhan tanaman.
14
Reaksi tanah (pH)
Masing-masing jenis tumbuh baik pada pH tertentu:
- pH asam < 6,5  mengandung banyak Al,Fe, Mn dan
kadang bersifat racun
- pH Netral 6,5 – 7,5
- pH Basa > 7,5  banyak mengandung unsur-unsur
alkalis: Ca,K,Na
Drainase
- Kejenuhan air tanah setelah hujan
- Tinggi permukaan air tanah
- Genangan air permukaan
- Berpengaruh terhadap munculnya penyakit
(mis: damping off)
Sifat Kimia Tanah
NTK (KTK)
Kondisi unsur hara  Makro: N,P,K,Ca,Mg dan S
Mikro : B,Fe,Mn,Al (bersifat racun bila
dalam jumlah banyak)
15
Hubungan dengan Bonita
Kelas Bonita 1 s/d 4 (semakin besar bonita semakin subur
lahan tersebut
Bonita dapat diketahui dari umur dan pertumbuhan pohon
(peninggi)
Peninggi adalah rata-rata tinggi 100 pohon tertinggi dalam 1
hektar
 Tinggi adalah fungsi dari kesuburan tanah dan
Diameter adalah fungsi dari kerapatan
4. Faktor Biotik:
a. pengaruh mikroorganisme tanah terhadap pertumbuhan
pohon: mikorhyza, rhyzobium
b. hubungan saling mempengaruhi: simbiosis,
commensalisme, parasitis
16
c. Kondisi Atmosfir
Gas SO2, CO dan hydro florida  akibat pollusi dari pabrik
aluminium dan fosfat dapat bersifat
racun bagi tanaman.

Pemilihan Jenis Pohon dan Kesesuaian Tapak

  • 1.
    1 KULIAH II Pemilihan JenisPohon dan Kesesuaian Tapak A. Penetapan Lokasi (Persyaratan calon lokasi)  Areal Budidaya hutan sesuai RTRWP (kawasan lindung, kawasan budidaya hutan, kawasan budidaya pert.).  Harus kompak (dalam satu hamparan) dan bebas konflik (dpt diketahui melalui survei sosial).  Topografi datar sampai landai (kemiringan < 25%) karena menggunakan silvikultur intensif.  Areal Tidak tergenang dan tidak berbatu-batu  Solum tanah sedang sampai dalam  Lokasi strategis  accesibilitas baik  Tidak tumpang tindih dengan lokasi tambang potensil
  • 2.
    2 Perencanaan Lokasi CalonHTI Prosedur: Pembagian Unit Lahan Unit Lahan (land unit)  adalah suatu areal yang mempunyai kondisi lingkungan yang spesifik dan homogen Pembagian Unit Lahan adalah mengalokasikan lokasi menjadi bagian-bagian areal yang memiliki kondisi lingkungan spesifik dan homogen.  bertujuan untuk: - keperluan penyusunan rencana dan pengaturan peruntukan lahan - digunakan sebagai dasar menilai tingkat kesesuaian lahan Parameter utama yang digunakan dalam menentukan tipe ekologi/unit lahan adalah kondisi topografi, tanah, iklim dan vegetasi. Parameter ekologi tersebut berpengaruh terhadap jenis pohon yang akan ditanam Kelas Kesesuaian lahan S1 (sangat sesuai) perkiraan produksi > 75% S2 (cukup sesuai)  produksi 50 – 75 % S3 (sesuai marginal)  produksi 25 – 49% N (tidak sesuai)
  • 3.
    3 Pemilihan Species Keputusan memilihsuatu jenis tergantung pada 3 pertanyaan dasar: A. Tujuan pembangunan hutan tanaman (INDUSTRI) B. Jenis apa yang potensial untuk ditanam C. Jenis apa yang cocok pada lahan yang tersedia (site matching) (ketiga pertanyaan ini harus dijawab dalam studi kelayakan lokasi = Feasibility Study) A. Tujuan Pembuatan Hutan Tanaman Pembuatan hutan tanaman menyangkut 4 tujuan utama (Tujuan Pengelolaan): 1. Penggunaan Industri: - kayu energi, - pulpwood, - kayu gergajian, - produk panel seperti plywood dan PARTICLE board. Hasil sekunder mis: gondorukem, karet, tannin, murbei (sericulture) dan apiculture dll
  • 4.
    4 2. Penggunaan Domestik: Untukkayu bakar + energi untuk industri kecil Ciri-ciri jenis untuk fuelwood (kayu energi) - Penebangan mudah dengan teknik sederhana - Pertumbuhan awal yang cepat - Dapat bertahan hidup pada kondisi kekeringan - Tahan terhadap gangguan ternak (daunnya dpt digunakan untuk makanan ternak - Kemampuan untuk dicoppice - Cepat kering dan kandungan abu yang rendah Contoh: Indonesia : Calliandra, jati, gmelina Filipina : Lamtoro, johar India : Dalbergia sissoo China : casuarina
  • 5.
    5 3. Perlindungan Lingkungan: -Untuk soil erosion controll, wind breaks, rehabilitasi lahan kritis. - Tanaman keras dengan sistem perakaran yang dalam dan ekstensive - Rehabilitasi tanah kosong Diharapkan terjadi penutupan tanah secara berkelanjutan dari serasah. persyaratan: - kecepatan berkembang ditempat tumbuhnya - mudah berkembang biak - resisten terhadap grazing dan kebakaran, - toleran terhadap lahan kurang subur 4. Peningkatan Produktifitas Lahan (Penanaman jenis MPTs (Multi Purpose Tree Species)  bagi penduduk sekitar. Jenis MPTS mis. Jenis legum menghasilkan daun untuk ternak dan bintil akar (RHYZOBIUM) untuk menyuburkan tanah, kayunya untuk kayu bakar.
  • 6.
    6 B. Potensi ketersediaanSpecies Pemilihan species harus mempertimbangkan: - potensi ketersediaan jenis ybs dan - kesesuaian jenis dengan tempat tumbuh. introduksi jenis 1. Indigenous Species dan Endemic Species Indigenous species adalah jenis yang tumbuh secara alami pada kondisi lingkungan tertentu. keuntungan : - Sebagai tanaman indikator - Pertumbuhan sudah sesuai dengan lingkungan setempat - Untuk konservasi fauna dan flora setempat - Hasil kayunya sudah dikenal untuk kebutuhan industri lokal. 2. Exotic Species Jenis exotic adalah jenis yang diintroduksi atau berasal dari luar wilayah tersebut. Beberapa faktor yang menyebabkan keberhasilan jenis eksotik : a. Bebas dari penyakit dan hama lokal. b. Informasi kesesuian tempat tumbuh (lingkungan) sudah diketahui c. Sudah dikuasasi teknik silvikulturnya.
  • 7.
    7 Tahapan introduksi jenis-jenisexotic: melalui beberapa fase 1. FASE AKLIMATISASI : Fase dimana suatu species sudah dapat tumbuh dengan baik pada kondisi iklim yang sesuai 2. FASE NATURALISASI : Jenis tersebut sudah dapat berbunga dan berbuah banyak serta beregenerasi dengan baik di tempat itu 3. FASE DOMESTIKASI : Tahap pengembangan dan penyebaran secara luas Pemuliaan Pohon. Tujuan utama pemuliaan pohon. a. Meningkatkan resistance terhadap hama dan penyakit. b. Memperbaiki pertumbuhan, bentuk dan sifat-sifat pohon yang dikehendaki. c. Identifikasi provenance baru dan varietas yang lebih baik yang sesuai dengan tempat tumbuh. d. Membreeding pohon yang cocok dengan tipe tempat tumbuh yang spesifik mis: meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan.
  • 8.
    8 C. Kesesuaian Jenispohon dengan Tempat Tumbuh (site matching) Penilaian kesesuaian lahan untuk penanaman: - Mencocokkan (matching) antara persyaratan tumbuh pohon dengan kualitas/sifat lahan yang akan ditanami. - Menggunakan data hasil uji jenis pohon. Pertumbuhan pohon merupakan resultante dari pengaruh faktor genetik dan faktor lingkungan Faktor Genetik Faktor Lingkungan (Genotype & Phenotype) klimatis,Edaphic, Fisiografis,Biotis) Site Matching Proses pertumbuhan pohon Manipulasi Lingkungan Pemilihan sistem dan teknik Silvikultur yang sesuai Kualitas dan kuantitas Pertumbuhan pohon Kualitas Hasil (kayu, biji)
  • 9.
    9 Lingkungan Tempat Tumbuh Faktorlingkungan setempat merupakan resultante dari faktor topografi, iklim, tanah, biotik dan kondisi atmosfir Faktor-faktor ini merupakan satu kesatuan dalam mempengaruhi pertumbuhan pohon dan tergantung kepada lingkungan pembatas yang ada. 1. Faktor Topografi: Kondisi topografi yang perlu diperhatikan adalah : - altitude (ketinggian) - derajat kemiringan (persen kemiringan)  - Aspect (arah) lereng juga menentukan pertumbuhan tanaman. Kemiringan lereng ini berhubungan dengan - kandungan unsur hara, - perlakuan yang sesuai untuk menghindari erosi dan - untuk penentuan pola tanam 2. Faktor Iklim Iklim merupakan resultante dari faktor-faktor - Suhu (suhu udara tahunan, suhu max-min), - kelembaban (Relatif Humidity), - Cahaya (intensitas, kualitas dan periodicitas), - Curah hujan (kuantitas, frekuensi dan penyebaran),
  • 10.
    10 CURAH HUJAN a. Jumlahdan distribusi curah hujan 1). Jumlah total presipitasi tahunan; Informasi ini ada hubungannya dengan kebutuhan species terhadap air. Ada yang membutuhkan banyak air dan ada yang tahan terhadap kekeringan. Mis. Eucalyptus deglupta pada umumnya membutuhkan curah hujan setiap bulan dengan total 2000 – 5000 mm/tahun. Jenis yang tumbuh pada daerah kering yaitu: Acacia arabica, Azadiracta indica, Procopsis julifrora tidak dapat tumbuh pada daerah humid. Tetapi ada beberapa jenis yang dapat tumbuh pada lingkungan yang bervariasi dari kering sampai humid. mis. E.camaldulensis di Australia yang mempunyai provenance yang dapat tumbuh baik pada CH. 300 – 500 mm tetapi pada daerah lain juga dengan CH 2000 mm atau lebih. 2). Distribusi Curah hujan tahunan: Distribusi CH pertahun: lamanya musim hujan dan musim kering sangat penting dalam penentuan jenis.
  • 11.
    11 Klasifikasi curah hujan: Mohr(1933) Bulan Basah CH > 100 mm perbulan Bulan Lembab 60mm < CH < 100 mm Bulan Kering CH < 60 mm klasifikasi iklim menurut Schmidt dan Fergusson (1951) rata-rata bulan kering Tipe Iklim Q = ------------------------------ x 100 % rata-rata bulan basah b. Water balance Water balance adalah perimbangan antara jumlah curah hujan dengan water loss. Curah hujan: jumlah hujan tahunan (mm/tahun) Water loss : evapotranspirasi + water percolation + runoff  (Ev + Wp + Ro) Kriteria: CH < water loss  terjadi kekeringan (kelembaban kurang) CH = water loss  seimbang CH > water loss  surplus air Hal ini penting diketahui untuk mencocokkan dengan species yang sesuai dengan iklim yang ada. Setiap species tanaman mempunyai cara beradaptasi yang berbeda terhadap kondisi lingkungan yang tersedia:
  • 12.
    12 Daerah Iklim Kering: oTanaman menggugurkan daun pada musim kering: Jati o Tanaman mempunyai akar dalam, daun mempunyai lapisan lilin, daun mempunyai bulu daun Daerah Rawa: tanaman mempunyai akar tunggang atau akar papan Pengaruh utama temperatur pada evapotranspirasi yaitu:  semakin tinggi temperatur akan memacu evapotranspirasi.  Temperatur max. dan min. tahunan serta rata-rata bulanan perlu diketahui dalam hubungannya dengan tujuan pengelolaan tanaman. 3. Faktor Edaphis (tanah) Sifat-sifat tanah mempengaruhi pemilihan species dan persiapan lapangan sebelum penanaman. Sifat tanah yang penting adalah: - Sifat fisik (kedalaman, tekstur, struktur, dll), - Sifat kimia (kesuburan: unsur hara makro dan mikro dan pH) dan - Sifat biologis (aktifitas mikroorganisme tanah) mikorhyza dan rhyzobium Mikorhyza = Rhyzobium = menfiksasi oksigen dari udara
  • 13.
    13 Sifat fisik tanah: Kedalamantanah: Kedalaman tanah menentukan kedalaman perakaran. Tanah yang dangkal memberikan pengaruh yang kurang baik terhadap :  perkembangan akar  berpengaruh terhadap stabilitas berdirinya pohon,  ketahanan terhadap kekeringan,  Nutrient shortage,  mempengaruhi air tersedia bagi tanaman dan pergerakannya dalam tanah. Pada daerah rawah yang basah melakukan respirasi anaerobik. Mis: Terminalia brassii. Tanah bersolum dalam ( 100 cm) mempunyai air tersedia lebih banyak daripada solum sedang (50 – 100 cm) atau solum dangkal (< 50 cm). Tekstur dan struktur tanah Berhubungan dengan penyediaan unsur hara, air dan udara serta perkembangan perakaran yang penting bagi pertumbuhan tanaman.
  • 14.
    14 Reaksi tanah (pH) Masing-masingjenis tumbuh baik pada pH tertentu: - pH asam < 6,5  mengandung banyak Al,Fe, Mn dan kadang bersifat racun - pH Netral 6,5 – 7,5 - pH Basa > 7,5  banyak mengandung unsur-unsur alkalis: Ca,K,Na Drainase - Kejenuhan air tanah setelah hujan - Tinggi permukaan air tanah - Genangan air permukaan - Berpengaruh terhadap munculnya penyakit (mis: damping off) Sifat Kimia Tanah NTK (KTK) Kondisi unsur hara  Makro: N,P,K,Ca,Mg dan S Mikro : B,Fe,Mn,Al (bersifat racun bila dalam jumlah banyak)
  • 15.
    15 Hubungan dengan Bonita KelasBonita 1 s/d 4 (semakin besar bonita semakin subur lahan tersebut Bonita dapat diketahui dari umur dan pertumbuhan pohon (peninggi) Peninggi adalah rata-rata tinggi 100 pohon tertinggi dalam 1 hektar  Tinggi adalah fungsi dari kesuburan tanah dan Diameter adalah fungsi dari kerapatan 4. Faktor Biotik: a. pengaruh mikroorganisme tanah terhadap pertumbuhan pohon: mikorhyza, rhyzobium b. hubungan saling mempengaruhi: simbiosis, commensalisme, parasitis
  • 16.
    16 c. Kondisi Atmosfir GasSO2, CO dan hydro florida  akibat pollusi dari pabrik aluminium dan fosfat dapat bersifat racun bagi tanaman.