SlideShare a Scribd company logo
Dr. Nurmiaty, SP., MP.
Evaluasi Kesesuaian
Lahan
• Lahan merupakan bagian dari bentang alam
(landscape) yang mencakup pengertian lingkungan fisik
termasuk iklim, topografi/relief, tanah, hidrologi dan
keadaan vegetasi alami (natural vegetation) yang
secara potensial berpengaruh terhadap penggunaan
lahan (FAO, 1976).
• Lahan dalam pengertian yang lebih luas termasuk
lahan yang telah dipengaruhi oleh berbagai aktivitas
manusia, flora dan fauna, baik dimasa lalu maupun
saat sekarang, seperti lahan rawa pasang surut yang
telah direklamasi atau tindakan konservasi tanah pada
suatu lahan tertentu.
• Penggunaan lahan secara optimal perlu dikaitkan dengan
karakteristik dan kualitas lahannya. Hal tersebut disebabkan
adanya keterbatasan penggunaan lahan, bila dihubungkan dengan
pemanfaatan lahan secara lestari dan berkesinambungan.
• Pemilihan komoditas pertanian yang sesuai secara biofisik, dan
layak secara ekonomi untuk dibudidayakan, serta alternatif
teknologi pengelolaan lahan untuk masing-masing wilayah harus
berdasarkan karakteristik lahan dan lingkungannya.
Mengapa Evaluasi Lahan itu
Penting?
Apa itu Evaluasi Kesesuaian
Lahan?
• Evaluasi atau penilaian kesesuaian lahan adalah
proses pendugaan tingkat kesesuaian lahan untuk
berbagai alternatif penggunaan lahan, dan dalam hal
ini ditujukan untuk penggunaan lahan pertanian.
• Penilaian kesesuaian lahan dapat dilaksanakan secara
manual ataupun secara komputerisasi. Secara
komputerisasi, penilaian dan pengolahan data dalam
jumlah besar dapat dilaksanakan dengan cepat,
dimana ketepatan penilaiannya sangat ditentukan oleh
kualitas data yang tersedia serta ketepatan asumsi -
asumsi yang digunakan.
Pendekatan evaluasi kesesuaian
lahan
• Sistem evaluasi kesesuaian lahan yang berkembang selama ini,
menggunakan berbagai pendekatan, antara lain:
– sistem perkalian parameter,
– Sistem penjumlahan parameter, dan
– sistem matching atau mencocokan antara kualitas/karakteristik lahan
( land qualities/land characteristics) dengan persyaratan penggunaan
lahan termasuk persyaratan tumbuh tanaman, lingkungan dan
manajemen (landuse requirement).
• Sistem evaluasi lahan yang digunakan dan terus dikembangkan di
Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP)
menggunakan system matching yaitu mencocokan antara kualitas
lahan/karakteristik lahan dengan persyaratan penggunaan lahan
untuk komoditas pertanian yang akan dikembangkan.
Prosedur evaluasi lahan system
matching atau pencocokan:
1. Pengumpulan data karakteristik atau kualitas lahan yang
diperlukan, dapat dilakukan dengan memanfaatkan data
sekunder dan data primer (melalui survey dan analisis
laboratorium)
2. Penentuan persyaratan tumbuh dari jenis tanaman yang
akan dievaluasi, dengan menggunakan tabel kriteria
kesesuaian lahan FAO yang dikembangkan oleh Balai Besar
Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) ;
3. Evaluasi atau analisis kesesuaian dengan membandingkan
karakteristik atau kualitas lahan dengan persyaratan
tumbuh tanaman
1. Contoh Data Karakteristik
Lahan
2. Contoh Tabel
Kriteria Kesesuaian
Lahan
3. Contoh Hasil
Analisis
Kesesuaian Lahan
Karakteristik lahan Nilai data
Kelas kesesuaian
lahan actual
Kelas kesesuaian
lahan Potensial
Regim suhu (t)
-Suhu rata - rata tahunan
270C
Ketersedian air (w)
-Bulan kering
-Curah hujan/tahun
3
3.316
Media perakaran(r)
-Drainase tanah
-Tekstur
-Kedalaman efektif
Agak Terhambat
Liat-Lempung berliat
50-100 cm
Retensi hara (f)
-KTK (cmol)
-PH
-C-organik (%)
16-59
5-8
1-4
Hara tersedia (n)
-Total N
-P2O5
-K2O
Sedang
Tinggi
Tinggi
Terrain (s)
-Lereng (%)
-Batuan permukaan
-Singkapan batuan
8-16
5-15
5-15
Bahaya banjir (b)
-Bahaya banjir F0
Kelas kesesuaian lahan Aktual
Tentukan
Kelas
Kesesuaian
Lahan dari
Data Lahan
Berikut
Kriteria Kesesuaian
Lahan untuk Tanaman
Jagung
Struktur Klasifikasi Kesesuaian Lahan FAO
• ORDO : menunjukkan suatu lahan sesuai atau tidak sesuai untuk penggunaan tertentu
– Ordo S : Sesuai
– Ordo N : Tidak sesuai
• KELAS : menunjukkan tingkat kesesuaian dari masing-masing ordo
– Kelas S1 : Sangat sesuai
– Kelas S2 : Sesuai
– Kelas S3 : Sesuai marginal
– Kelas N1 : Tidak sesuai saat ini
– Kelas N2 : Tidak sesuai permanen
• SUBKELAS : menunjukkan jenis faktor penghambat pada masing-masing kelas, atau macam
perbaikan yang diperlukan di dalam kelas misalnya S2s (s: lereng)
– c : pembatas iklim
– t : pembatas topografi
– w : pembatas kebasahan
– s : pembatas sifat fisik tanah
– f : pembatas kesuburan tanah yang sulit diperbaiki
– n : pembatas salinitas
• UNIT : menunjukkan besarnya faktor penghambat, menunjukkan perbedaan-perbedaan kecil
yang diperlukan dalam pengelolaan di dalam sub-kelas
Kesesuaian lahan pada Tingkat
ORDO:
• Ordo S : Sesuai
Lahan yang termasuk Ordo ini adalah lahan yang dapat
digunakan untuk suatu penggunaan tertentu secara
lestari, tanpa atau dengan sedikit resiko kerusakan
terhadap sumberdaya lahannya. Keuntungan yang
diharapkan dari hasil pemanfaatan lahan ini akan
melebihi masukan yang diberikan.
• Ordo N : Tidak Sesuai
Lahan yang termasuk Ordo ini mempunyai pembatas
sedemikian rupa sehingga mencegah suatu penggunaan
secara lestari.
Kesesuaian lahan pada tingkat kelas
• Kelas S1 : Sangat Sesuai (Highly Suitable)
Lahan tidak mempunyai pembatas yang berat untuk suatu penggunaan secara lestari atau
hanya mempunyai pembatas yang tidak berarti dan tidak berpengaruh secara nyata
terhadap produksinya serta tidak akan menaikkan masukan dari apa yang telah biasa
diberikan.
• Kelas S2 : Cukup Sesuai (Moderately Suitable)
Lahan yang mempunyai pembatas-pembatas agak berat untuk suatu penggunaan yang
lestari. Pembatas akan mengurangi produktivitas dan keuntungan dan meningkatkan
masukan yang diperlukan.
• Kelas S3 : Sesuai Marginal (Marginally Suitable)
Lahan yang mempunyai pembatas-pembatas yang sangat berat untuk suatu penggunaan
yang lestari. Pembatas akan mengurangi produktivitas atau keuntungan dan perlu
menaikkan masukan yang diperlukan.
• Kelas N1 : Tidak Sesuai Pada Saat Ini (Currently not Suitable).
Lahan mempunyai pembatas yang sangat berat, tetapi masih memungkinkan untuk diatasi,
hanya tidak dapat diperbaiki dengan tingkat pengetahun sekarang ini dengan biaya yang
rasional.
• Kelas N2 : Tidak Sesuai Permanen (Permanently not Suitable)
Lahan mempunyai pembatas yang sangat berat sehingga tidak mungkin untuk digunakan
bagi suatu penggunaan yang lestari.
Kesesuaian lahan pada tingkat sub-
kelas
• Sub-kelas kesesuaian lahan mencerminkan jenis
pembatas atau macam perbaikan yang diperlukan
dalam suatu kelas.
• Tiap kelas, kecuali kelas S1 dapat dibagi menjadi satu
atau lebih sub-kelas tergantung dari jenis pembatas
yang ada. Jenis pembatas ini ditunjukkan dengan
simbol huruf kecil yang diletakkan setelah simbol
kelas.
• Sebagai contoh, kelas S2 yang mempunyai faktor
pembatas keadaan bentuk wilayah/lereng (t) dan
kedalaman tanah efektif (s) akan menurutkan sub-
kelas S2ts, maka pembatas keadaan bentuk
wilayah/lereng (t) adalah pembatas yang dominan
dan pembatas kedalaman tanah efektif (s) adalah
pembatas kedua atau tambahan.
Kesesuaian lahan pada tingkat
satuan
• Kesesuaian lahan pada tingkat satuan merupakan pembagian lebih
lanjut dari sub-kelas.
• Semua satuan yang berada dalam satu sub-kelas mempunyai
tingkat kesesuaian yang sama dalam kelas dan mempunyai jenis
pembatas yang sama pada tingkat sub-kelas.
• Satuan-satuan berbeda satu dengan yang lainnya dalam sifat-sifat
atau aspek tambahan dari pengelolaan yang diperlukan dan sering
merupakan pembedaan detail dari pembatas-pembatasnya. Dengan
diketahuinya pembatas secara detail akan memudahkan penafsiran
perencanaan pada tingkat usaha tani.
• Simbol kesesuaian lahan pada tingkat satuan dibedakan oleh angka-
angka arab yang ditempatkan setelah simbol sub-kelas, misalnya
S3t– 2, S3t– 3. Tidak ada pembatasan mengenai jumlah satu dalam
satu sub-kelas.
Contoh penamaan:
Klasifikasi berdasarkan potensi:
• Klasifikasi kesesuaian lahan actual, menunjukkan kesesuaian
terhadap penggunaan lahan yang ditentukan dalam keadaan
sekarang, tanpa ada perbaikan yang berarti
• Klasifikasi kesesuaian lahan potensial, menunjukkan
kesesuaian terhadap penggunaan lahan yang ditentukan dari
satuan lahan dalam keadaan yang akan datang setelah
diadakan perbaikan utama tertentu yang diperlukan
• Contoh, Kelas S3na yaitu kelas sesuai marjinal dengan faktor
pembatas ketersediaan hara. Melalui perbaikan ketersediaan
hara (pemupukan) akan meningkat kelasnya menjadi S2.

More Related Content

What's hot

05 hubungan air, tanah dan tanaman
05   hubungan air, tanah dan tanaman05   hubungan air, tanah dan tanaman
05 hubungan air, tanah dan tanaman
Kharistya Amaru
 
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan s1 agrotek by ndaru
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan s1 agrotek by ndaruBab 1. pendahuluan evaluasi lahan s1 agrotek by ndaru
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan s1 agrotek by ndaruPurwandaru Widyasunu
 
Udara Tanah
Udara TanahUdara Tanah
Udara Tanah
Iqrimha Lairung
 
7 kebutuhan air tanaman
7 kebutuhan air tanaman7 kebutuhan air tanaman
7 kebutuhan air tanamanselona
 
Power point ips tanah
Power point ips tanahPower point ips tanah
Power point ips tanah
krisnaandra10
 
Bagian 2 evaluasi lahan d3 psl
Bagian 2  evaluasi lahan d3 pslBagian 2  evaluasi lahan d3 psl
Bagian 2 evaluasi lahan d3 pslPurwandaru Widyasunu
 
Topik 5 Kuliah-irigasi permukaan-dkk
Topik 5 Kuliah-irigasi permukaan-dkkTopik 5 Kuliah-irigasi permukaan-dkk
Topik 5 Kuliah-irigasi permukaan-dkkDedi Kusnadi Kalsim
 
Makalah konservasi tanah dan air UNSRI
Makalah konservasi tanah dan air UNSRIMakalah konservasi tanah dan air UNSRI
Makalah konservasi tanah dan air UNSRI
Rizki Chairunnisya
 
jurnal nasional tentang kebutuhan air tanaman
jurnal nasional tentang kebutuhan air tanamanjurnal nasional tentang kebutuhan air tanaman
jurnal nasional tentang kebutuhan air tanaman
kasimusman
 
Pengolahan tanah terpadu
Pengolahan tanah terpaduPengolahan tanah terpadu
Pengolahan tanah terpaduBima Andika
 
PPT PENGOLAHAN TANAH.pptx
PPT PENGOLAHAN TANAH.pptxPPT PENGOLAHAN TANAH.pptx
PPT PENGOLAHAN TANAH.pptx
BPPSINDANGKASIH
 
Pupuk dan pemupukan
Pupuk dan pemupukanPupuk dan pemupukan
Pupuk dan pemupukanbelongstoj2000
 
Tabulampot
TabulampotTabulampot
Desain perkebunan Kelapa Sawit
Desain perkebunan Kelapa SawitDesain perkebunan Kelapa Sawit
Desain perkebunan Kelapa Sawit
andrewahyu04
 
Kesesuaian lahan
Kesesuaian lahanKesesuaian lahan
Kesesuaian lahan
Yudha D'pharaoh
 
PPT Kelompok 1 Analisis Pertumbuhan Tanaman.pptx
PPT Kelompok 1 Analisis Pertumbuhan Tanaman.pptxPPT Kelompok 1 Analisis Pertumbuhan Tanaman.pptx
PPT Kelompok 1 Analisis Pertumbuhan Tanaman.pptx
supianur2
 
Bagian 1 Bahan Kuliah Irigasi dan Drainase Bab 1 4 Prodi Agroteknologi Fapert...
Bagian 1 Bahan Kuliah Irigasi dan Drainase Bab 1 4 Prodi Agroteknologi Fapert...Bagian 1 Bahan Kuliah Irigasi dan Drainase Bab 1 4 Prodi Agroteknologi Fapert...
Bagian 1 Bahan Kuliah Irigasi dan Drainase Bab 1 4 Prodi Agroteknologi Fapert...
Purwandaru Widyasunu
 
MULTIPLE CROPING BY MAYA SAFITRI
MULTIPLE CROPING BY MAYA SAFITRIMULTIPLE CROPING BY MAYA SAFITRI
MULTIPLE CROPING BY MAYA SAFITRI
maya safitri
 
Bimtek pasca panen tp banyuasin 2018
Bimtek pasca panen tp banyuasin   2018Bimtek pasca panen tp banyuasin   2018

What's hot (20)

05 hubungan air, tanah dan tanaman
05   hubungan air, tanah dan tanaman05   hubungan air, tanah dan tanaman
05 hubungan air, tanah dan tanaman
 
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan s1 agrotek by ndaru
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan s1 agrotek by ndaruBab 1. pendahuluan evaluasi lahan s1 agrotek by ndaru
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan s1 agrotek by ndaru
 
Udara Tanah
Udara TanahUdara Tanah
Udara Tanah
 
7 kebutuhan air tanaman
7 kebutuhan air tanaman7 kebutuhan air tanaman
7 kebutuhan air tanaman
 
Power point ips tanah
Power point ips tanahPower point ips tanah
Power point ips tanah
 
Bagian 2 evaluasi lahan d3 psl
Bagian 2  evaluasi lahan d3 pslBagian 2  evaluasi lahan d3 psl
Bagian 2 evaluasi lahan d3 psl
 
Topik 5 Kuliah-irigasi permukaan-dkk
Topik 5 Kuliah-irigasi permukaan-dkkTopik 5 Kuliah-irigasi permukaan-dkk
Topik 5 Kuliah-irigasi permukaan-dkk
 
Makalah konservasi tanah dan air UNSRI
Makalah konservasi tanah dan air UNSRIMakalah konservasi tanah dan air UNSRI
Makalah konservasi tanah dan air UNSRI
 
jurnal nasional tentang kebutuhan air tanaman
jurnal nasional tentang kebutuhan air tanamanjurnal nasional tentang kebutuhan air tanaman
jurnal nasional tentang kebutuhan air tanaman
 
Pengolahan tanah terpadu
Pengolahan tanah terpaduPengolahan tanah terpadu
Pengolahan tanah terpadu
 
PPT PENGOLAHAN TANAH.pptx
PPT PENGOLAHAN TANAH.pptxPPT PENGOLAHAN TANAH.pptx
PPT PENGOLAHAN TANAH.pptx
 
Talas
TalasTalas
Talas
 
Pupuk dan pemupukan
Pupuk dan pemupukanPupuk dan pemupukan
Pupuk dan pemupukan
 
Tabulampot
TabulampotTabulampot
Tabulampot
 
Desain perkebunan Kelapa Sawit
Desain perkebunan Kelapa SawitDesain perkebunan Kelapa Sawit
Desain perkebunan Kelapa Sawit
 
Kesesuaian lahan
Kesesuaian lahanKesesuaian lahan
Kesesuaian lahan
 
PPT Kelompok 1 Analisis Pertumbuhan Tanaman.pptx
PPT Kelompok 1 Analisis Pertumbuhan Tanaman.pptxPPT Kelompok 1 Analisis Pertumbuhan Tanaman.pptx
PPT Kelompok 1 Analisis Pertumbuhan Tanaman.pptx
 
Bagian 1 Bahan Kuliah Irigasi dan Drainase Bab 1 4 Prodi Agroteknologi Fapert...
Bagian 1 Bahan Kuliah Irigasi dan Drainase Bab 1 4 Prodi Agroteknologi Fapert...Bagian 1 Bahan Kuliah Irigasi dan Drainase Bab 1 4 Prodi Agroteknologi Fapert...
Bagian 1 Bahan Kuliah Irigasi dan Drainase Bab 1 4 Prodi Agroteknologi Fapert...
 
MULTIPLE CROPING BY MAYA SAFITRI
MULTIPLE CROPING BY MAYA SAFITRIMULTIPLE CROPING BY MAYA SAFITRI
MULTIPLE CROPING BY MAYA SAFITRI
 
Bimtek pasca panen tp banyuasin 2018
Bimtek pasca panen tp banyuasin   2018Bimtek pasca panen tp banyuasin   2018
Bimtek pasca panen tp banyuasin 2018
 

Similar to 20210922041304-Evaluasi Kesesuaian Lahan 1.pptx (1).ppt

Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
Purwandaru Widyasunu
 
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
Purwandaru Widyasunu
 
Makalah_42 Klasifikasi tanah berdasarkan capability dan suitability
Makalah_42 Klasifikasi tanah berdasarkan capability dan suitabilityMakalah_42 Klasifikasi tanah berdasarkan capability dan suitability
Makalah_42 Klasifikasi tanah berdasarkan capability dan suitabilityBondan the Planter of Palm Oil
 
Hasil Penelitian Evaluasi lahan di Kecamatan Libureng Kab. Bone Prov. Sulawes...
Hasil Penelitian Evaluasi lahan di Kecamatan Libureng Kab. Bone Prov. Sulawes...Hasil Penelitian Evaluasi lahan di Kecamatan Libureng Kab. Bone Prov. Sulawes...
Hasil Penelitian Evaluasi lahan di Kecamatan Libureng Kab. Bone Prov. Sulawes...Muhammad Yusran saputra
 
3c87b_BT_07_Survei_kesesuaian_lahan.pdf
3c87b_BT_07_Survei_kesesuaian_lahan.pdf3c87b_BT_07_Survei_kesesuaian_lahan.pdf
3c87b_BT_07_Survei_kesesuaian_lahan.pdf
fili9
 
Analisis kemampuan lahan
Analisis kemampuan lahanAnalisis kemampuan lahan
Analisis kemampuan lahan
ibram77
 
08 Minggu VIII Evaluasi Lahan & Daya Dukung-1.pdf
08 Minggu VIII Evaluasi Lahan & Daya Dukung-1.pdf08 Minggu VIII Evaluasi Lahan & Daya Dukung-1.pdf
08 Minggu VIII Evaluasi Lahan & Daya Dukung-1.pdf
VinaRahmawati13
 
Pemilihan Jenis Pohon dan Kesesuaian Tapak
Pemilihan Jenis Pohon dan Kesesuaian TapakPemilihan Jenis Pohon dan Kesesuaian Tapak
Pemilihan Jenis Pohon dan Kesesuaian Tapak
Rumbi Oztecilopasunexiss
 
Ekotan 15
Ekotan 15Ekotan 15
Ekotan 15
Andrew Hutabarat
 
Analisa Daya Dukung Lahan Kota Tangerang untuk Kegiatan Industri, Perdagangan...
Analisa Daya Dukung Lahan Kota Tangerang untuk Kegiatan Industri, Perdagangan...Analisa Daya Dukung Lahan Kota Tangerang untuk Kegiatan Industri, Perdagangan...
Analisa Daya Dukung Lahan Kota Tangerang untuk Kegiatan Industri, Perdagangan...Anton Riyanto
 
Asistensi Praktikum Silvikultur Intensif 2023.pptx
Asistensi Praktikum Silvikultur Intensif 2023.pptxAsistensi Praktikum Silvikultur Intensif 2023.pptx
Asistensi Praktikum Silvikultur Intensif 2023.pptx
MohamadDavaAditya
 
10.monitoring dan evaluasi penggunaan lahan dan kelembagaan p das
10.monitoring dan evaluasi penggunaan lahan dan kelembagaan p das10.monitoring dan evaluasi penggunaan lahan dan kelembagaan p das
10.monitoring dan evaluasi penggunaan lahan dan kelembagaan p dasZaidil Firza
 
Perhitungan_Saluran_dan_Drainase.pdf
Perhitungan_Saluran_dan_Drainase.pdfPerhitungan_Saluran_dan_Drainase.pdf
Perhitungan_Saluran_dan_Drainase.pdf
WawanWalcott
 
Metode scoring
Metode scoringMetode scoring
Metode scoringtanmud
 
Pengolahan Dan Klasifikasi Lahan Oleh Nurul Aulia (A1H009058)
Pengolahan Dan Klasifikasi Lahan Oleh Nurul Aulia (A1H009058)Pengolahan Dan Klasifikasi Lahan Oleh Nurul Aulia (A1H009058)
Pengolahan Dan Klasifikasi Lahan Oleh Nurul Aulia (A1H009058)Helmas Tanjung
 
Pertanian pd lahan lebak (3)
Pertanian pd lahan lebak (3)Pertanian pd lahan lebak (3)
Pertanian pd lahan lebak (3)rizky hadi
 

Similar to 20210922041304-Evaluasi Kesesuaian Lahan 1.pptx (1).ppt (18)

Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
 
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
Bab 1. pendahuluan evaluasi lahan agroteknologi 2014
 
Makalah_42 Klasifikasi tanah berdasarkan capability dan suitability
Makalah_42 Klasifikasi tanah berdasarkan capability dan suitabilityMakalah_42 Klasifikasi tanah berdasarkan capability dan suitability
Makalah_42 Klasifikasi tanah berdasarkan capability dan suitability
 
Metode matching
Metode matchingMetode matching
Metode matching
 
Hasil Penelitian Evaluasi lahan di Kecamatan Libureng Kab. Bone Prov. Sulawes...
Hasil Penelitian Evaluasi lahan di Kecamatan Libureng Kab. Bone Prov. Sulawes...Hasil Penelitian Evaluasi lahan di Kecamatan Libureng Kab. Bone Prov. Sulawes...
Hasil Penelitian Evaluasi lahan di Kecamatan Libureng Kab. Bone Prov. Sulawes...
 
3c87b_BT_07_Survei_kesesuaian_lahan.pdf
3c87b_BT_07_Survei_kesesuaian_lahan.pdf3c87b_BT_07_Survei_kesesuaian_lahan.pdf
3c87b_BT_07_Survei_kesesuaian_lahan.pdf
 
Paper kesesuaian lahan mijen
Paper kesesuaian lahan mijenPaper kesesuaian lahan mijen
Paper kesesuaian lahan mijen
 
Analisis kemampuan lahan
Analisis kemampuan lahanAnalisis kemampuan lahan
Analisis kemampuan lahan
 
08 Minggu VIII Evaluasi Lahan & Daya Dukung-1.pdf
08 Minggu VIII Evaluasi Lahan & Daya Dukung-1.pdf08 Minggu VIII Evaluasi Lahan & Daya Dukung-1.pdf
08 Minggu VIII Evaluasi Lahan & Daya Dukung-1.pdf
 
Pemilihan Jenis Pohon dan Kesesuaian Tapak
Pemilihan Jenis Pohon dan Kesesuaian TapakPemilihan Jenis Pohon dan Kesesuaian Tapak
Pemilihan Jenis Pohon dan Kesesuaian Tapak
 
Ekotan 15
Ekotan 15Ekotan 15
Ekotan 15
 
Analisa Daya Dukung Lahan Kota Tangerang untuk Kegiatan Industri, Perdagangan...
Analisa Daya Dukung Lahan Kota Tangerang untuk Kegiatan Industri, Perdagangan...Analisa Daya Dukung Lahan Kota Tangerang untuk Kegiatan Industri, Perdagangan...
Analisa Daya Dukung Lahan Kota Tangerang untuk Kegiatan Industri, Perdagangan...
 
Asistensi Praktikum Silvikultur Intensif 2023.pptx
Asistensi Praktikum Silvikultur Intensif 2023.pptxAsistensi Praktikum Silvikultur Intensif 2023.pptx
Asistensi Praktikum Silvikultur Intensif 2023.pptx
 
10.monitoring dan evaluasi penggunaan lahan dan kelembagaan p das
10.monitoring dan evaluasi penggunaan lahan dan kelembagaan p das10.monitoring dan evaluasi penggunaan lahan dan kelembagaan p das
10.monitoring dan evaluasi penggunaan lahan dan kelembagaan p das
 
Perhitungan_Saluran_dan_Drainase.pdf
Perhitungan_Saluran_dan_Drainase.pdfPerhitungan_Saluran_dan_Drainase.pdf
Perhitungan_Saluran_dan_Drainase.pdf
 
Metode scoring
Metode scoringMetode scoring
Metode scoring
 
Pengolahan Dan Klasifikasi Lahan Oleh Nurul Aulia (A1H009058)
Pengolahan Dan Klasifikasi Lahan Oleh Nurul Aulia (A1H009058)Pengolahan Dan Klasifikasi Lahan Oleh Nurul Aulia (A1H009058)
Pengolahan Dan Klasifikasi Lahan Oleh Nurul Aulia (A1H009058)
 
Pertanian pd lahan lebak (3)
Pertanian pd lahan lebak (3)Pertanian pd lahan lebak (3)
Pertanian pd lahan lebak (3)
 

Recently uploaded

ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
setiatinambunan
 
Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-OndelSebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
ferrydmn1999
 
Kisi-kisi soal pai kelas 7 genap 2024.docx
Kisi-kisi soal pai kelas 7 genap 2024.docxKisi-kisi soal pai kelas 7 genap 2024.docx
Kisi-kisi soal pai kelas 7 genap 2024.docx
irawan1978
 
Patofisiologi Sistem Endokrin hormon pada sistem endokrin
Patofisiologi Sistem Endokrin hormon pada sistem endokrinPatofisiologi Sistem Endokrin hormon pada sistem endokrin
Patofisiologi Sistem Endokrin hormon pada sistem endokrin
rohman85
 
INDIKATOR KINERJA DAN FOKUS PERILAKU KS.pdf
INDIKATOR KINERJA DAN FOKUS PERILAKU KS.pdfINDIKATOR KINERJA DAN FOKUS PERILAKU KS.pdf
INDIKATOR KINERJA DAN FOKUS PERILAKU KS.pdf
NurSriWidyastuti1
 
SOAL SBDP KELAS 3 SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2023 2024
SOAL SBDP KELAS 3 SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2023 2024SOAL SBDP KELAS 3 SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2023 2024
SOAL SBDP KELAS 3 SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2023 2024
ozijaya
 
Laporan Kegiatan Pramuka Tugas Tambahan PMM.pdf
Laporan Kegiatan Pramuka Tugas Tambahan PMM.pdfLaporan Kegiatan Pramuka Tugas Tambahan PMM.pdf
Laporan Kegiatan Pramuka Tugas Tambahan PMM.pdf
UmyHasna1
 
RHK Jabatan Kep Sekolah dan Bukti Dukung.pdf
RHK Jabatan Kep Sekolah dan Bukti Dukung.pdfRHK Jabatan Kep Sekolah dan Bukti Dukung.pdf
RHK Jabatan Kep Sekolah dan Bukti Dukung.pdf
asyi1
 
Paparan Kurikulum Satuan Pendidikan_LOKAKARYA TPK 2024.pptx.pdf
Paparan Kurikulum Satuan Pendidikan_LOKAKARYA TPK 2024.pptx.pdfPaparan Kurikulum Satuan Pendidikan_LOKAKARYA TPK 2024.pptx.pdf
Paparan Kurikulum Satuan Pendidikan_LOKAKARYA TPK 2024.pptx.pdf
SEMUELSAMBOKARAENG
 
Pi-2 AGUS MULYADI. S.Pd (3).pptx visi giru penggerak dan prakrsa perubahan bagja
Pi-2 AGUS MULYADI. S.Pd (3).pptx visi giru penggerak dan prakrsa perubahan bagjaPi-2 AGUS MULYADI. S.Pd (3).pptx visi giru penggerak dan prakrsa perubahan bagja
Pi-2 AGUS MULYADI. S.Pd (3).pptx visi giru penggerak dan prakrsa perubahan bagja
agusmulyadi08
 
Modul Projek - Modul P5 Kearifan Lokal _Menampilkan Tarian Daerah Nusantara_...
Modul Projek  - Modul P5 Kearifan Lokal _Menampilkan Tarian Daerah Nusantara_...Modul Projek  - Modul P5 Kearifan Lokal _Menampilkan Tarian Daerah Nusantara_...
Modul Projek - Modul P5 Kearifan Lokal _Menampilkan Tarian Daerah Nusantara_...
MirnasariMutmainna1
 
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docxINSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
lindaagina84
 
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
KOMITMEN MENULIS DI BLOG KBMN PB PGRI.ppt
KOMITMEN MENULIS DI BLOG KBMN PB PGRI.pptKOMITMEN MENULIS DI BLOG KBMN PB PGRI.ppt
KOMITMEN MENULIS DI BLOG KBMN PB PGRI.ppt
Dedi Dwitagama
 
Laporan Piket Guru untuk bukti dukung PMM.pdf
Laporan Piket Guru untuk bukti dukung PMM.pdfLaporan Piket Guru untuk bukti dukung PMM.pdf
Laporan Piket Guru untuk bukti dukung PMM.pdf
gloriosaesy
 
Karakteristik Manusia Komunikan dalam Bingkai Psikologi Komunikasi
Karakteristik Manusia Komunikan dalam Bingkai Psikologi KomunikasiKarakteristik Manusia Komunikan dalam Bingkai Psikologi Komunikasi
Karakteristik Manusia Komunikan dalam Bingkai Psikologi Komunikasi
AdePutraTunggali
 
Tugas Mandiri 1.4.a.4.3 Keyakinan Kelas.pdf
Tugas Mandiri 1.4.a.4.3 Keyakinan Kelas.pdfTugas Mandiri 1.4.a.4.3 Keyakinan Kelas.pdf
Tugas Mandiri 1.4.a.4.3 Keyakinan Kelas.pdf
muhammadRifai732845
 
PI 2 - Ratna Haryanti, S. Pd..pptx Visi misi dan prakarsa perubahan pendidika...
PI 2 - Ratna Haryanti, S. Pd..pptx Visi misi dan prakarsa perubahan pendidika...PI 2 - Ratna Haryanti, S. Pd..pptx Visi misi dan prakarsa perubahan pendidika...
PI 2 - Ratna Haryanti, S. Pd..pptx Visi misi dan prakarsa perubahan pendidika...
agusmulyadi08
 
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdfppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
Nur afiyah
 
PENGUMUMAN PPDB SMPN 4 PONOROGO TAHUN 2024.pdf
PENGUMUMAN PPDB SMPN 4 PONOROGO TAHUN 2024.pdfPENGUMUMAN PPDB SMPN 4 PONOROGO TAHUN 2024.pdf
PENGUMUMAN PPDB SMPN 4 PONOROGO TAHUN 2024.pdf
smp4prg
 

Recently uploaded (20)

ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
 
Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-OndelSebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
Sebuah buku foto yang berjudul Lensa Kampung Ondel-Ondel
 
Kisi-kisi soal pai kelas 7 genap 2024.docx
Kisi-kisi soal pai kelas 7 genap 2024.docxKisi-kisi soal pai kelas 7 genap 2024.docx
Kisi-kisi soal pai kelas 7 genap 2024.docx
 
Patofisiologi Sistem Endokrin hormon pada sistem endokrin
Patofisiologi Sistem Endokrin hormon pada sistem endokrinPatofisiologi Sistem Endokrin hormon pada sistem endokrin
Patofisiologi Sistem Endokrin hormon pada sistem endokrin
 
INDIKATOR KINERJA DAN FOKUS PERILAKU KS.pdf
INDIKATOR KINERJA DAN FOKUS PERILAKU KS.pdfINDIKATOR KINERJA DAN FOKUS PERILAKU KS.pdf
INDIKATOR KINERJA DAN FOKUS PERILAKU KS.pdf
 
SOAL SBDP KELAS 3 SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2023 2024
SOAL SBDP KELAS 3 SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2023 2024SOAL SBDP KELAS 3 SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2023 2024
SOAL SBDP KELAS 3 SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2023 2024
 
Laporan Kegiatan Pramuka Tugas Tambahan PMM.pdf
Laporan Kegiatan Pramuka Tugas Tambahan PMM.pdfLaporan Kegiatan Pramuka Tugas Tambahan PMM.pdf
Laporan Kegiatan Pramuka Tugas Tambahan PMM.pdf
 
RHK Jabatan Kep Sekolah dan Bukti Dukung.pdf
RHK Jabatan Kep Sekolah dan Bukti Dukung.pdfRHK Jabatan Kep Sekolah dan Bukti Dukung.pdf
RHK Jabatan Kep Sekolah dan Bukti Dukung.pdf
 
Paparan Kurikulum Satuan Pendidikan_LOKAKARYA TPK 2024.pptx.pdf
Paparan Kurikulum Satuan Pendidikan_LOKAKARYA TPK 2024.pptx.pdfPaparan Kurikulum Satuan Pendidikan_LOKAKARYA TPK 2024.pptx.pdf
Paparan Kurikulum Satuan Pendidikan_LOKAKARYA TPK 2024.pptx.pdf
 
Pi-2 AGUS MULYADI. S.Pd (3).pptx visi giru penggerak dan prakrsa perubahan bagja
Pi-2 AGUS MULYADI. S.Pd (3).pptx visi giru penggerak dan prakrsa perubahan bagjaPi-2 AGUS MULYADI. S.Pd (3).pptx visi giru penggerak dan prakrsa perubahan bagja
Pi-2 AGUS MULYADI. S.Pd (3).pptx visi giru penggerak dan prakrsa perubahan bagja
 
Modul Projek - Modul P5 Kearifan Lokal _Menampilkan Tarian Daerah Nusantara_...
Modul Projek  - Modul P5 Kearifan Lokal _Menampilkan Tarian Daerah Nusantara_...Modul Projek  - Modul P5 Kearifan Lokal _Menampilkan Tarian Daerah Nusantara_...
Modul Projek - Modul P5 Kearifan Lokal _Menampilkan Tarian Daerah Nusantara_...
 
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docxINSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK KINERJA KS Dok Rating Observasi (1).docx
 
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 
KOMITMEN MENULIS DI BLOG KBMN PB PGRI.ppt
KOMITMEN MENULIS DI BLOG KBMN PB PGRI.pptKOMITMEN MENULIS DI BLOG KBMN PB PGRI.ppt
KOMITMEN MENULIS DI BLOG KBMN PB PGRI.ppt
 
Laporan Piket Guru untuk bukti dukung PMM.pdf
Laporan Piket Guru untuk bukti dukung PMM.pdfLaporan Piket Guru untuk bukti dukung PMM.pdf
Laporan Piket Guru untuk bukti dukung PMM.pdf
 
Karakteristik Manusia Komunikan dalam Bingkai Psikologi Komunikasi
Karakteristik Manusia Komunikan dalam Bingkai Psikologi KomunikasiKarakteristik Manusia Komunikan dalam Bingkai Psikologi Komunikasi
Karakteristik Manusia Komunikan dalam Bingkai Psikologi Komunikasi
 
Tugas Mandiri 1.4.a.4.3 Keyakinan Kelas.pdf
Tugas Mandiri 1.4.a.4.3 Keyakinan Kelas.pdfTugas Mandiri 1.4.a.4.3 Keyakinan Kelas.pdf
Tugas Mandiri 1.4.a.4.3 Keyakinan Kelas.pdf
 
PI 2 - Ratna Haryanti, S. Pd..pptx Visi misi dan prakarsa perubahan pendidika...
PI 2 - Ratna Haryanti, S. Pd..pptx Visi misi dan prakarsa perubahan pendidika...PI 2 - Ratna Haryanti, S. Pd..pptx Visi misi dan prakarsa perubahan pendidika...
PI 2 - Ratna Haryanti, S. Pd..pptx Visi misi dan prakarsa perubahan pendidika...
 
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdfppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
ppt profesionalisasi pendidikan Pai 9.pdf
 
PENGUMUMAN PPDB SMPN 4 PONOROGO TAHUN 2024.pdf
PENGUMUMAN PPDB SMPN 4 PONOROGO TAHUN 2024.pdfPENGUMUMAN PPDB SMPN 4 PONOROGO TAHUN 2024.pdf
PENGUMUMAN PPDB SMPN 4 PONOROGO TAHUN 2024.pdf
 

20210922041304-Evaluasi Kesesuaian Lahan 1.pptx (1).ppt

  • 1. Dr. Nurmiaty, SP., MP. Evaluasi Kesesuaian Lahan
  • 2. • Lahan merupakan bagian dari bentang alam (landscape) yang mencakup pengertian lingkungan fisik termasuk iklim, topografi/relief, tanah, hidrologi dan keadaan vegetasi alami (natural vegetation) yang secara potensial berpengaruh terhadap penggunaan lahan (FAO, 1976). • Lahan dalam pengertian yang lebih luas termasuk lahan yang telah dipengaruhi oleh berbagai aktivitas manusia, flora dan fauna, baik dimasa lalu maupun saat sekarang, seperti lahan rawa pasang surut yang telah direklamasi atau tindakan konservasi tanah pada suatu lahan tertentu.
  • 3. • Penggunaan lahan secara optimal perlu dikaitkan dengan karakteristik dan kualitas lahannya. Hal tersebut disebabkan adanya keterbatasan penggunaan lahan, bila dihubungkan dengan pemanfaatan lahan secara lestari dan berkesinambungan. • Pemilihan komoditas pertanian yang sesuai secara biofisik, dan layak secara ekonomi untuk dibudidayakan, serta alternatif teknologi pengelolaan lahan untuk masing-masing wilayah harus berdasarkan karakteristik lahan dan lingkungannya. Mengapa Evaluasi Lahan itu Penting?
  • 4. Apa itu Evaluasi Kesesuaian Lahan? • Evaluasi atau penilaian kesesuaian lahan adalah proses pendugaan tingkat kesesuaian lahan untuk berbagai alternatif penggunaan lahan, dan dalam hal ini ditujukan untuk penggunaan lahan pertanian. • Penilaian kesesuaian lahan dapat dilaksanakan secara manual ataupun secara komputerisasi. Secara komputerisasi, penilaian dan pengolahan data dalam jumlah besar dapat dilaksanakan dengan cepat, dimana ketepatan penilaiannya sangat ditentukan oleh kualitas data yang tersedia serta ketepatan asumsi - asumsi yang digunakan.
  • 5. Pendekatan evaluasi kesesuaian lahan • Sistem evaluasi kesesuaian lahan yang berkembang selama ini, menggunakan berbagai pendekatan, antara lain: – sistem perkalian parameter, – Sistem penjumlahan parameter, dan – sistem matching atau mencocokan antara kualitas/karakteristik lahan ( land qualities/land characteristics) dengan persyaratan penggunaan lahan termasuk persyaratan tumbuh tanaman, lingkungan dan manajemen (landuse requirement). • Sistem evaluasi lahan yang digunakan dan terus dikembangkan di Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) menggunakan system matching yaitu mencocokan antara kualitas lahan/karakteristik lahan dengan persyaratan penggunaan lahan untuk komoditas pertanian yang akan dikembangkan.
  • 6. Prosedur evaluasi lahan system matching atau pencocokan: 1. Pengumpulan data karakteristik atau kualitas lahan yang diperlukan, dapat dilakukan dengan memanfaatkan data sekunder dan data primer (melalui survey dan analisis laboratorium) 2. Penentuan persyaratan tumbuh dari jenis tanaman yang akan dievaluasi, dengan menggunakan tabel kriteria kesesuaian lahan FAO yang dikembangkan oleh Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) ; 3. Evaluasi atau analisis kesesuaian dengan membandingkan karakteristik atau kualitas lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman
  • 7. 1. Contoh Data Karakteristik Lahan
  • 8. 2. Contoh Tabel Kriteria Kesesuaian Lahan
  • 10. Karakteristik lahan Nilai data Kelas kesesuaian lahan actual Kelas kesesuaian lahan Potensial Regim suhu (t) -Suhu rata - rata tahunan 270C Ketersedian air (w) -Bulan kering -Curah hujan/tahun 3 3.316 Media perakaran(r) -Drainase tanah -Tekstur -Kedalaman efektif Agak Terhambat Liat-Lempung berliat 50-100 cm Retensi hara (f) -KTK (cmol) -PH -C-organik (%) 16-59 5-8 1-4 Hara tersedia (n) -Total N -P2O5 -K2O Sedang Tinggi Tinggi Terrain (s) -Lereng (%) -Batuan permukaan -Singkapan batuan 8-16 5-15 5-15 Bahaya banjir (b) -Bahaya banjir F0 Kelas kesesuaian lahan Aktual Tentukan Kelas Kesesuaian Lahan dari Data Lahan Berikut
  • 12. Struktur Klasifikasi Kesesuaian Lahan FAO • ORDO : menunjukkan suatu lahan sesuai atau tidak sesuai untuk penggunaan tertentu – Ordo S : Sesuai – Ordo N : Tidak sesuai • KELAS : menunjukkan tingkat kesesuaian dari masing-masing ordo – Kelas S1 : Sangat sesuai – Kelas S2 : Sesuai – Kelas S3 : Sesuai marginal – Kelas N1 : Tidak sesuai saat ini – Kelas N2 : Tidak sesuai permanen • SUBKELAS : menunjukkan jenis faktor penghambat pada masing-masing kelas, atau macam perbaikan yang diperlukan di dalam kelas misalnya S2s (s: lereng) – c : pembatas iklim – t : pembatas topografi – w : pembatas kebasahan – s : pembatas sifat fisik tanah – f : pembatas kesuburan tanah yang sulit diperbaiki – n : pembatas salinitas • UNIT : menunjukkan besarnya faktor penghambat, menunjukkan perbedaan-perbedaan kecil yang diperlukan dalam pengelolaan di dalam sub-kelas
  • 13. Kesesuaian lahan pada Tingkat ORDO: • Ordo S : Sesuai Lahan yang termasuk Ordo ini adalah lahan yang dapat digunakan untuk suatu penggunaan tertentu secara lestari, tanpa atau dengan sedikit resiko kerusakan terhadap sumberdaya lahannya. Keuntungan yang diharapkan dari hasil pemanfaatan lahan ini akan melebihi masukan yang diberikan. • Ordo N : Tidak Sesuai Lahan yang termasuk Ordo ini mempunyai pembatas sedemikian rupa sehingga mencegah suatu penggunaan secara lestari.
  • 14. Kesesuaian lahan pada tingkat kelas • Kelas S1 : Sangat Sesuai (Highly Suitable) Lahan tidak mempunyai pembatas yang berat untuk suatu penggunaan secara lestari atau hanya mempunyai pembatas yang tidak berarti dan tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksinya serta tidak akan menaikkan masukan dari apa yang telah biasa diberikan. • Kelas S2 : Cukup Sesuai (Moderately Suitable) Lahan yang mempunyai pembatas-pembatas agak berat untuk suatu penggunaan yang lestari. Pembatas akan mengurangi produktivitas dan keuntungan dan meningkatkan masukan yang diperlukan. • Kelas S3 : Sesuai Marginal (Marginally Suitable) Lahan yang mempunyai pembatas-pembatas yang sangat berat untuk suatu penggunaan yang lestari. Pembatas akan mengurangi produktivitas atau keuntungan dan perlu menaikkan masukan yang diperlukan. • Kelas N1 : Tidak Sesuai Pada Saat Ini (Currently not Suitable). Lahan mempunyai pembatas yang sangat berat, tetapi masih memungkinkan untuk diatasi, hanya tidak dapat diperbaiki dengan tingkat pengetahun sekarang ini dengan biaya yang rasional. • Kelas N2 : Tidak Sesuai Permanen (Permanently not Suitable) Lahan mempunyai pembatas yang sangat berat sehingga tidak mungkin untuk digunakan bagi suatu penggunaan yang lestari.
  • 15. Kesesuaian lahan pada tingkat sub- kelas • Sub-kelas kesesuaian lahan mencerminkan jenis pembatas atau macam perbaikan yang diperlukan dalam suatu kelas. • Tiap kelas, kecuali kelas S1 dapat dibagi menjadi satu atau lebih sub-kelas tergantung dari jenis pembatas yang ada. Jenis pembatas ini ditunjukkan dengan simbol huruf kecil yang diletakkan setelah simbol kelas. • Sebagai contoh, kelas S2 yang mempunyai faktor pembatas keadaan bentuk wilayah/lereng (t) dan kedalaman tanah efektif (s) akan menurutkan sub- kelas S2ts, maka pembatas keadaan bentuk wilayah/lereng (t) adalah pembatas yang dominan dan pembatas kedalaman tanah efektif (s) adalah pembatas kedua atau tambahan.
  • 16. Kesesuaian lahan pada tingkat satuan • Kesesuaian lahan pada tingkat satuan merupakan pembagian lebih lanjut dari sub-kelas. • Semua satuan yang berada dalam satu sub-kelas mempunyai tingkat kesesuaian yang sama dalam kelas dan mempunyai jenis pembatas yang sama pada tingkat sub-kelas. • Satuan-satuan berbeda satu dengan yang lainnya dalam sifat-sifat atau aspek tambahan dari pengelolaan yang diperlukan dan sering merupakan pembedaan detail dari pembatas-pembatasnya. Dengan diketahuinya pembatas secara detail akan memudahkan penafsiran perencanaan pada tingkat usaha tani. • Simbol kesesuaian lahan pada tingkat satuan dibedakan oleh angka- angka arab yang ditempatkan setelah simbol sub-kelas, misalnya S3t– 2, S3t– 3. Tidak ada pembatasan mengenai jumlah satu dalam satu sub-kelas.
  • 18. Klasifikasi berdasarkan potensi: • Klasifikasi kesesuaian lahan actual, menunjukkan kesesuaian terhadap penggunaan lahan yang ditentukan dalam keadaan sekarang, tanpa ada perbaikan yang berarti • Klasifikasi kesesuaian lahan potensial, menunjukkan kesesuaian terhadap penggunaan lahan yang ditentukan dari satuan lahan dalam keadaan yang akan datang setelah diadakan perbaikan utama tertentu yang diperlukan • Contoh, Kelas S3na yaitu kelas sesuai marjinal dengan faktor pembatas ketersediaan hara. Melalui perbaikan ketersediaan hara (pemupukan) akan meningkat kelasnya menjadi S2.