Konsep-Konsep Teoritis
Akuntansi
1) The Proprietory (Teori Kepemilikan)
2) The Entity Theory (Teori Entitas)
3) The Fund Theory (Teori Dana)
Aset – Utang = Ekuitas Pemilik.
The Proprietory (Teori Kepemilikan)
Entitas sebagai agen, perwakilan, wakalah
atau penugasan dari pengusaha atau pemilik
The Entity Theory (Teori Entitas)
Teori entitas memandang entitas sebagai
sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak
yang menyediakan modal pada entitas
Aset = Ekuitas
Aset = Utang + Ekuitas Pemegang
saham
The Fund Theory (Teori Dana)
Dalam teori dana, dasar akuntansi bukan teori
pemilik maupun teori entitas, tetapi kelompok
aset dan kewajiban yang harus ditunaikan
yang disebut dana, yang mengatur
penggunaan aset
Asset = Pembatasan Asset
Prinsip Dasar Akuntansi
APB Statement No. 4 memberikan 9 prinsip dasar akuntansi
sebagai berikut:
• The Cost Principle
• The Revenue Principle
• The Matching Principle
• The Objectivity Pricnciple
• The Consistency Principle
• The Disclosure Principle
• The Conservatism Principle
• The Materiality Principle
• The Uniformity and Comparability Principle
The Cost Principle
Dasar penilaian yang memadai untuk
mengakui perolehan barang dan jasa, biaya,
harga pokok, dan ekuitas. Dengan kata lain,
setiap perkiraan dinilai berdasarkan harga
pertukarannya pada tanggal perolehan
The Revenue Principle
Sifat dan Komponen dari Revenue
Pengukuran Revenue
Bukti Pengakuan Revenue
The Matching Principle
Prinsip ini menyatakan bahwa biaya harus
diakui pada periode yang sama dengan
pengakuan pendapatan; yaitu, pendapatan
diakui dalam periode tertentu sesuai dengan
prinsip pengakuan pendapatan dan biaya yang
terkait kemudian diakui
The Objectivity Principle
Objektivitas merupakan ukuran yang "tidak
bersifat personal”
Objektivitas merupakan pengukuran variabel
Pengukuran objektivitas merupakan hasil dari
konsensus diantara kelompok pengamat atau
pengukur tertentu
Tingkat objektivitas dapat diukur melalui
penentuan batas atau limit tertentu.
The Consistency Principle
Prinsip konsistensi menyatakan bahwa
peristiwa ekonomi yang sejenis seharusnya
dicatat dan dilaporkan secara konsisten dari
periode ke periode yang lain.
The Disclosure Principle
Laporan keuangan harus disajikan secara
"penuh" (full), "wajar" (fair) dan "cukup"
(adequate).
The Conservatism Principle
Prinsip pengecualian atau modifikasi dalam
artian bahwa prinsip tersebut bertindak
sebagai batasan untuk penyajian data
akuntansi yang relevan dan reliabel.
The Materiality Principle
Transaksi dan peristiwa yang tidak memiliki
dampak ekonomi signifikan dapat diatasi
dengan cara yang paling tepat, apakah
transaksi dan peristiwa tersebut sesuai
dengan prinsip berterima umum atau tidak,
dan tidak perlu diungkapkan.
The Uniformity and Comparability
Principle
Penggunaan prosedur yang sama oleh
perusahaan yang berbeda

Konsep konsep teoritis akuntansi

  • 1.
    Konsep-Konsep Teoritis Akuntansi 1) TheProprietory (Teori Kepemilikan) 2) The Entity Theory (Teori Entitas) 3) The Fund Theory (Teori Dana)
  • 2.
    Aset – Utang= Ekuitas Pemilik. The Proprietory (Teori Kepemilikan) Entitas sebagai agen, perwakilan, wakalah atau penugasan dari pengusaha atau pemilik
  • 3.
    The Entity Theory(Teori Entitas) Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang menyediakan modal pada entitas Aset = Ekuitas Aset = Utang + Ekuitas Pemegang saham
  • 4.
    The Fund Theory(Teori Dana) Dalam teori dana, dasar akuntansi bukan teori pemilik maupun teori entitas, tetapi kelompok aset dan kewajiban yang harus ditunaikan yang disebut dana, yang mengatur penggunaan aset Asset = Pembatasan Asset
  • 5.
    Prinsip Dasar Akuntansi APBStatement No. 4 memberikan 9 prinsip dasar akuntansi sebagai berikut: • The Cost Principle • The Revenue Principle • The Matching Principle • The Objectivity Pricnciple • The Consistency Principle • The Disclosure Principle • The Conservatism Principle • The Materiality Principle • The Uniformity and Comparability Principle
  • 6.
    The Cost Principle Dasarpenilaian yang memadai untuk mengakui perolehan barang dan jasa, biaya, harga pokok, dan ekuitas. Dengan kata lain, setiap perkiraan dinilai berdasarkan harga pertukarannya pada tanggal perolehan
  • 7.
    The Revenue Principle Sifatdan Komponen dari Revenue Pengukuran Revenue Bukti Pengakuan Revenue
  • 8.
    The Matching Principle Prinsipini menyatakan bahwa biaya harus diakui pada periode yang sama dengan pengakuan pendapatan; yaitu, pendapatan diakui dalam periode tertentu sesuai dengan prinsip pengakuan pendapatan dan biaya yang terkait kemudian diakui
  • 9.
    The Objectivity Principle Objektivitasmerupakan ukuran yang "tidak bersifat personal” Objektivitas merupakan pengukuran variabel Pengukuran objektivitas merupakan hasil dari konsensus diantara kelompok pengamat atau pengukur tertentu Tingkat objektivitas dapat diukur melalui penentuan batas atau limit tertentu.
  • 10.
    The Consistency Principle Prinsipkonsistensi menyatakan bahwa peristiwa ekonomi yang sejenis seharusnya dicatat dan dilaporkan secara konsisten dari periode ke periode yang lain.
  • 11.
    The Disclosure Principle Laporankeuangan harus disajikan secara "penuh" (full), "wajar" (fair) dan "cukup" (adequate).
  • 12.
    The Conservatism Principle Prinsippengecualian atau modifikasi dalam artian bahwa prinsip tersebut bertindak sebagai batasan untuk penyajian data akuntansi yang relevan dan reliabel.
  • 13.
    The Materiality Principle Transaksidan peristiwa yang tidak memiliki dampak ekonomi signifikan dapat diatasi dengan cara yang paling tepat, apakah transaksi dan peristiwa tersebut sesuai dengan prinsip berterima umum atau tidak, dan tidak perlu diungkapkan.
  • 14.
    The Uniformity andComparability Principle Penggunaan prosedur yang sama oleh perusahaan yang berbeda