Mata Kuliah etika Keguruan
Cecep Kustandi
081564878877
cecepkustandi@gmail.com
STANDAR KOMPETENSI
 SASARAN
Mahasiswa Semester 3
 STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa dapat menguasai, memahami, menerima,
menghayati dan melaksanakan Kode Etik Guru
Indonesia
 KOMPETENSI DASAR
Mahasiswa mengetahui Kode Etik Guru Indonesia
(KEGI) yang berhubungan dengan masyarakat
Kode etik guru yang berhubungan dengan
masyarakat dibangun atas dasar nilai-nilai sebagai
berikut:
 Kerjasama
 Akomodatif
 Interaksi sosial
 Non Malefecence
Kerjasama
Beberapa kode etik yang dibangun atas dasar prinsip ini adalah:
 Guru menjalin komunikasi dan kerjasama yang harmonis,
efektif dan efisien dengan masyarakat untuk memajukan dan
mengembangkan pendidikan.
 Guru berkerjasama secara arif dengan masyarakat untuk
meningkatkan prestise dan martabat profesinya.
 Guru melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama
dengan masyarakat berperan aktif dalam pendidikan dan
meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya
Akomodatif:(peka pada aspirasi masyarakat)
Beberapa kode etik yang dibangun atas dasar prinsip ini
adalah:
 Guru mengakomodir aspirasi masyarakat dalam
mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan
dan pembelajaran.
 Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi
dalam masyarakat
Interaksi Sosial
Beberapa kode etik yang dibangun atas dasar prinsip ini
adalah:
 Guru memberikan pandangan profesional, menjunjung tinggi
nilai-nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam
berhubungan dengan masyarakat.
 Guru tidak boleh menampilkan diri secara ekslusif dalam
kehidupan masyarakat.
Non Malefecence (Tidak merugikan)
Beberapa kode etik yang dibangun atas dasar prinsip ini
adalah:
 Guru tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta
didiknya kepada masyarakat.
Berdasarkan kode etik tersebut, berikut ini diuraikan beberapa
contoh perbuatan yang sebaiknya dilakukan dan tidak boleh
dilakukan oleh seorang guru (masyarakat).
Sebaiknya dilakukan Tidak boleh dilakukan
1. Membina jalinan komunikasi yang
baik dengan masyarakat
1. Menampilkan sikap eksklusif dalam
kehidupan bermasyarakat
2. Menampung aspirasi t masyarakat,
terutama yang berkaitan dengan
masalah pendidikan
2. Bersikap tertutup dari aspirasi dan
masukan dari masyarakat. Merasa
benar sendiri.
3. Menunjukkan sikap peka terhadap
berbagai perubahan yang terjadi di
masyarakat
3. Memperlihatkan sikap acuh tak acuh
terhadap perubahan sosial yang
terjadi di masyarakat
4. Senantiasa menjunjung tinggi nilai-
nilai agama, moral dan hukum yang
berlaku di masyarakat
4. Mengabaikan nilai-nilai agama, moral
dan hukum yang berlaku di
masyarakat
DAFTAR PUSTAKA
 Kode Etik Guru Indonesia, PGRI Jawa Timur,
www.pgrijatim.org.

kode etik guru terhadap masyarakat

  • 1.
    Mata Kuliah etikaKeguruan Cecep Kustandi 081564878877 cecepkustandi@gmail.com
  • 2.
    STANDAR KOMPETENSI  SASARAN MahasiswaSemester 3  STANDAR KOMPETENSI Mahasiswa dapat menguasai, memahami, menerima, menghayati dan melaksanakan Kode Etik Guru Indonesia  KOMPETENSI DASAR Mahasiswa mengetahui Kode Etik Guru Indonesia (KEGI) yang berhubungan dengan masyarakat
  • 3.
    Kode etik guruyang berhubungan dengan masyarakat dibangun atas dasar nilai-nilai sebagai berikut:  Kerjasama  Akomodatif  Interaksi sosial  Non Malefecence
  • 4.
    Kerjasama Beberapa kode etikyang dibangun atas dasar prinsip ini adalah:  Guru menjalin komunikasi dan kerjasama yang harmonis, efektif dan efisien dengan masyarakat untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan.  Guru berkerjasama secara arif dengan masyarakat untuk meningkatkan prestise dan martabat profesinya.  Guru melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama dengan masyarakat berperan aktif dalam pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didiknya
  • 5.
    Akomodatif:(peka pada aspirasimasyarakat) Beberapa kode etik yang dibangun atas dasar prinsip ini adalah:  Guru mengakomodir aspirasi masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran.  Guru peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat
  • 6.
    Interaksi Sosial Beberapa kodeetik yang dibangun atas dasar prinsip ini adalah:  Guru memberikan pandangan profesional, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, hukum, moral, dan kemanusiaan dalam berhubungan dengan masyarakat.  Guru tidak boleh menampilkan diri secara ekslusif dalam kehidupan masyarakat.
  • 7.
    Non Malefecence (Tidakmerugikan) Beberapa kode etik yang dibangun atas dasar prinsip ini adalah:  Guru tidak boleh membocorkan rahasia sejawat dan peserta didiknya kepada masyarakat.
  • 8.
    Berdasarkan kode etiktersebut, berikut ini diuraikan beberapa contoh perbuatan yang sebaiknya dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang guru (masyarakat). Sebaiknya dilakukan Tidak boleh dilakukan 1. Membina jalinan komunikasi yang baik dengan masyarakat 1. Menampilkan sikap eksklusif dalam kehidupan bermasyarakat 2. Menampung aspirasi t masyarakat, terutama yang berkaitan dengan masalah pendidikan 2. Bersikap tertutup dari aspirasi dan masukan dari masyarakat. Merasa benar sendiri. 3. Menunjukkan sikap peka terhadap berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat 3. Memperlihatkan sikap acuh tak acuh terhadap perubahan sosial yang terjadi di masyarakat 4. Senantiasa menjunjung tinggi nilai- nilai agama, moral dan hukum yang berlaku di masyarakat 4. Mengabaikan nilai-nilai agama, moral dan hukum yang berlaku di masyarakat
  • 9.
    DAFTAR PUSTAKA  KodeEtik Guru Indonesia, PGRI Jawa Timur, www.pgrijatim.org.