SlideShare a Scribd company logo
KESETIMBANGA
N KIMIA
Ditinjau dari arahnya, reaksi
kimia dapat dibagi menjadi dua.
 Reaksi irreversible (reaksi satu
arah/tidak dapat balik), yaitu suatu
reaksi hanya terjadi pembentukan zat-
zat hasil reaksi saja.
ex : Fe (s) + HCl (aq)  FeCl2 (aq) + H2 (g)
 Reaksi reversible (reaksi dua
arah/dapat balik), yaitu suatu reaksi
dimana hasil reaksi dapat bereaksi
kembali membentuk zat-zat pereaksi.
ex : N2 (g) + 3H2 (g) ⇄ 2NH3 (g)
PENGERTIAN KESETIMBANGAN KIMIA
N2 (g) + 3H2 (g) ⇄2NH3 (g)
v1
v2
Keadaan kesetimbangan :
• kecepatan reaksi ke kanan =
kecepatan reaksi kekiri  reversibel
• Jumlah molekul/ion yang terurai =
jumlah molekul/ion yang terbentuk
dalam satu satuan waktu
PENGERTIAN KESETIMBANGAN KIMIA
Kesetimbangan Dinamis  Reaksi
yang berlangsung terus menerus
dengan arah yang berlawanan dan
kecepatan yang sama (in constant
motion)
KESETIMBANGAN DINAMIS
Ciri-ciri
 Reaksi Berlangsung terus menerus dengan
arah yang berlawanan
 Terjadi pada ruangan tertutup, suhu dan
tekanan tetap
 Laju reaksi kearah hasil reaksi dan kearah
pereaksi sama
 Tidak terjadi perubahan makroskopis, yaitu
perubahan yang dapat diukur atau dilihat,
tetapi perubahan makroskopis (Perubahan
tingkat partikel) tetap berlangsung
KESETIMBANGAN DINAMIS
 Contoh kesetimbangan homogen
(1 fase ):
CH3COOH(aq) ⇄ CH3COO– (aq) + H +
(aq)
N2 (g) + 3 H2 (g) ⇄ 2 NH3 (g)
 Contoh kesetimbangan heterogen
(2 fase / lebih):
CaCO3 (s) ⇄ CaO (s) + CO2 (g)
Ag2CrO4 (s) ⇄ 2 Ag + (aq) + CrO4
2- (aq)
KESETIMBANGAN HOMOGEN dan
HETEROGEN
Hukum
Guldberg dan
Wange:
Dalam keadaan kesetimbangan pada
suhu tetap, maka hasil kali konsentrasi
zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil
kali konsentrasi pereaksi yang sisa
dimana masing-masing konsentrasi itu
dipangkatkan dengan koefisien
reaksinya adalah tetap.
HUKUM KESETIMBANGAN KIMIA/HUKUM
AKSI MASSA, TETAPAN KESETIMBANGAN
(Kc)
TETAPAN KESETIMBANGAN KIMIA DALAM
KONSENTRASI (Kc)
N2O4(g)  2NO2(g)
[ ] awal [ ] kesetimbangan Nisbah [ ] saat kesetimbangan
[NO2] [N2O4] [NO2] [N2O4] [NO2]/[N2O4] [NO2]2/[N2O4]
0,000 0,670 0,0547 0,643 0,0851 4,65  10-3
0,050 0,446 0,0457 0,448 0,1020 4,66  10-3
0,030 0,500 0,0475 0,491 0,0967 4,60  10-3
Perbandingan yang nilainya relatif konstan
disebut tetapan kesetimbangan (Kc).
]
O
[N
]
[NO
4
2
2
2
Hukum Empiris Aksi Massa (Guldberg & Waage)
aA + bB cC + dD
Kc =
[C]c [D]d
[A]a [B]b
Tetapan kesetimbangan empiris (Kc)
Reaksi dalam larutan
TETAPAN KESETIMBANGAN HOMOGEN
• Disosiasi : peruraian suatu zat lain
menjadi zat yang lebih sederhana.
Ex : 2SO3 (g) ⇄ 2SO2 (g) + O2(g)
2NH3 (g) ⇄ N2 (g) + H2 (g)
• Derajat disosiasi :
𝜶 =
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒍 𝒛𝒂𝒕 𝒕𝒆𝒓𝒅𝒊𝒔𝒐𝒔𝒊𝒂𝒔𝒊
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒍 𝒛𝒂𝒕 𝒎𝒖𝒍𝒂 − 𝒎𝒖𝒍𝒂
KESETIMBANGAN DISOSIASI
• Hubungan jumlah mol zat sebelum
dan sesudah disosiasi
A ⇄ n B
n = perbandingan antara koef kanan
dengan kiri.
A ⇄ n B
m a mol -
r - a x 𝜶 mol + n x a x 𝜶 mol
s a – (a x 𝜶 ) mol n x a x 𝜶 mol
Jumlah mol zat sesudah reaksi =
a [1 + (n-1) 𝜶]
KESETIMBANGAN DISOSIASI
Adding equations for reactions
S(s) + O2(g) SO2(g) K1 = [SO2] / [O2]
SO2(g) + 1/2 O2(g) SO3(g)
K2 = [SO3] / [SO2][O2]1/2
NET EQUATION
S(s) + 3/2 O2(g) SO3(g)
Knet 
[SO3]
[O2]3/2
= K1 • K2
TETAPAN KESETIMBANGAN HOMOGEN
Changing coefficients
S(s) + 3/2 O2(g) SO3(g)
2 S(s) + 3 O2(g) 2 SO3(g)
Knew 
[SO3]2
[O2]3
= (Kold)2
K 
[SO3]
[O2]3/2
Knew 
[SO3]2
[O2]3
TETAPAN KESETIMBANGAN HOMOGEN
Changing direction
S(s) + O2(g) SO2(g)
SO2(g) S(s) + O2(g)
K 
[SO2]
[O2]
Knew 
[O2]
[SO2]
=
1
Kold
Knew 
[O2]
[SO2]
TETAPAN KESETIMBANGAN HOMOGEN
Kp =
[pC]c [pD]d
[pA]a [pB]b
p = Tekanan parsial
Tetapan Kesetimbangan Tekanan Parsial
Untuk kesetimbangan yang melibatkan gas, tekanan
parsial dapat digunakan untuk menggantikan
konsentrasi
TETAPAN KESETIMBANGAN HOMOGEN
Untuk kesetimbangan heterogen, hanya zat
yang berfase gas (g) dan larutan (aq), karena
konsentrasi zat padat atau cairan murni adalah
konstan.
Ex : BiCl3(aq) + H2O(l) ⇄ BiOCl(s) + 2HCl(aq)
𝐾𝑐 =
[𝐻𝐶𝑙]2
[𝐵𝑖𝐶𝑙3]
TETAPAN KESETIMBANGAN HETEROGEN
(1) 4 NH3(g) + 7 O2(g)  4 NO2(g) + 6 H2O(g)
(2) CaCO3(s)  CaO(s) + CO2(g)
(3) BaCl2(aq) + Na2SO4(aq)  BaSO4(s) + NaCl(aq)
Tidak ada KP untuk reaksi (4), karena tidak ada zat yang berfase gas.
CONTOH
Menurut hukum gas ideal:
pV = nRT p = (n/V)RT = [ ] RT
Untuk reaksi fase gas: a A(g) + b B(g)  c C(g) + d D(g)
dan
 Karena itu,
ng =  koef gas produk –
 koef gas reaktan
Hubungan KP dengan KC
TETAPAN KESETIMBANGAN
Tuliskan rumus Kc dan KP untuk reaksi-reaksi berikut:
Jawab:
(a) 2 ZnS(s) + 3 O2(g)  2 ZnO(s) + 2 SO2(g)
(b) 2 HCrO4
-
(aq)  Cr2O7
2-
(aq) + H2O(l)
Apakah reaksi-reaksi di atas termasuk kesetimbangan homogen
atau heterogen?
(a)
(b)
Kesetimbangan heterogen
Tidak ada KP Kesetimbangan homogen
LATIHAN
Hubungan Nilai Tetapan Kesetimbangan antara
Reaksi-reaksi yang Berkaitan
1. Jika persamaan reaksi kesetimbangan dibalik, maka
harga Kc menjadi 1/Kc
Contoh:
N2 (g) + 3H2 (g) ⇄ 2NH3 (g) Kc = 5
2NH3 (g) ⇄ N2 (g) + 3H2 (g) Kc’ = 1/5
2. Jika koefisien reaksi kesetimbangan dibagi dengan
faktor n, maka harga Kc menjadi (Kc)1/n
Contoh:
N2 (g) + 3H2 (g) ⇄ 2NH3 (g) Kc = 5
1/2 N2 (g) + 3/2 H2 (g) ⇄ NH3 (g) Kc = ( 5 )1/2
3. Jika koefisien reaksi kesetimbangan dikali
dengan faktor n, maka harga Kc menjadi Kc n
Contoh:
H2(g) + 1/2 O2(g) ⇄ H2O(g) Kc = 1 . 108
2H2(g) + O2(g) ⇄ 2 H2O(g) Kc = (1 . 108)2
4. Jika beberapa persamaan reaksi
digabung/dijumlah, maka harga Kc total adalah
hasil kali Kc dari reaksi yang digabungkan
Contoh:
N2(g) + O2(g) ⇄ 2NO(g) Kc1 = 4 . 10-31
N2O(g) ⇄ N2(g) + 1/2 O2(g) Kc2 = 4 . 1016
------------------------------------------------------------------------------------------
N2O(g) + 1/2 O2(g) ⇄ 2NO (g) Kc = Kc1 . Kc2
= 16 . 10-15
(a) Pada suhu tertentu, untuk reaksi N2O4(g)  2NO2(g) pada saat
kesetimbangan terdapat 0,1 mol N2O4 dan 0,06 mol NO2 dalam
volume 2 L. Hitunglah nilai Kc.
(b) Pada suhu yang sama, ke dalam wadah bervolume 2 L
dimasukkan 0,8 mol N2O4. Hitunglah konsentrasi zat-zat dalam
reaksi pada kesetimbangan yang baru.
Jawab:
Jawab: N2O4(g)  2 NO2(g)
Mula-mula 0,8 mol
Reaksi –x +2x
Setimbang 0,8 – x 2x
LATIHAN
x2 + 0,009x – 0,0072 = 0
x = 0,0809 mol
Jadi, pada saat kesetimbangan tercapai
[NO2] = 2x mol/2L = 0.0809 M
[N2O4] = (0,8 – x) mol/2 L = 0,7191 mol/2 L
= 0,3595 M

LATIHAN
(a) Diketahui harga tetapan kesetimbangan A(g) + B(g)  C(g)
adalah ¼. Jumlah mol A yang yang harus dicampur dengan 6 mol
B dalam volume 1 liter untuk menghasilkan 4 mol C dalam
kesetimbangan adalah?
(b) Dalam ruangan yang mempunyai volume 1 liter dan tekanan total
3 atm, dicampur 1 mol gas NO dan 0,8 mol gas O2 yang bereaksi
menurut persamaan: 2NO(g) + O2(g)  2NO2(g). Setelah
tercapai kesetimbangan terdapat 0,6 mol gas NO2. harga Kp
adalah?
(c) Dalam ruang 10 L dicampurkan gas NO2 dan CO dengan
perbandingan mol 3 : 2 menurut reaksi kesetimbangan : NO2(g) +
CO(g)  NO(g) + CO2(g). Saat gas NO2 bereaksi 60% tercapai
kesetimbangan. Tetapan kesetimbangannya adalah?
LATIHAN
Arti Nilai Tetapan Kesetimbangan
Nilai Kc atau Kp yang sangat besar menandakan bahwa
reaksi berjalan ke kanan sebagaimana dituliskan,
berlangsung sempurna atau mendekati sempurna
Nilai Kc atau Kp yang sangat kecil menyatakan bahwa reaksi
ke kanan sebagaimana dituliskan tidak berlangsung besar-
besaran
Meramalkan Arah Reaksi
Apabila zat ruas kiri dan kanan dari suatu reaksi
kesetimbangan dicampurkan ke dalam suatu wadah
reaksi, maka sangat mungkin campuran tidak
setimbang. Reaksi harus berlangsung ke kanan/kiri
sampai mencapai kesetimbangan. Dalam hal ini, reaksi
dapat ditentukan dengan memeriksa nilai kuosien
reaksi (Qc).
• Qc < Kc, reaksi berlangsung ke kanan sampai Qc = Kc
• Qc > Kc, reaksi berlangsung ke kiri sampai Qc = Kc
• Qc = Kc, berarti campuran setimbang.
Meramalkan Arah Reaksi
Contoh Soal :
Harga Kc untuk reaksi H2(g) + I2(g)  2HI(g) pada suhu
485oC = 49. pada suatu percobaan, 2 mol H2 dicampur
dengan 2 mol I2 dan 4 mol HI dalam suatu ruangan 10 L
pada suhu tersebut.
a. Apakah campuran tersebut setimbang?
b. Bila tidak, ke arah mana reaksi berlangsung spontan?
c. Tentukan susunan campuran setelah kesetimabngan
tercapai.
Meramalkan Arah Reaksi
Contoh Soal :
Suatu reaksi kesetimbangan A(g) + B(g)  C(g) + D(g)
memiliki harga Kc pada suhu tertentu adalah ¼. Jika
pada kondisi tertentu dicampurkan mol A dan B masing-
masing 2 mol, serta mol C dan D masing-maing 4 mol.
Tentukan:
a. Apakah campuran tersebut setimbang?
b. Bila tidak, ke arah mana reaksi berlangsung spontan?
c. Tentukan susunan campuran setelah kesetimabngan
tercapai.
MACAM KESETIMBANGAN KIMIA
(a) Kesetimbangan fisika : melibatkan 1 zat dalam 2
fase yang berbeda
H2O(l)  H2O(g)
(b) Kesetimbangan kimia : melibatkan zat yang
berbeda sebagai reaktan
dan produk
Contoh:
Contoh:
N2O4(g) (tak berwarna)  2NO2(g) (cokelat gelap)
1. Kesetimbangan dalam sistem homogen
a. Kesetimbangan dalam sistem gas-gas
Contoh: 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)
b. Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan
Contoh: NH4OH(aq) NH4+(aq) + OH- (aq)
2. Kesetimbangan dalam sistem heterogen
a. Kesetimbangan dalam sistem padat gas
Contoh: CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
b. Kesetimbangan sistem padat larutan
Contoh: BaSO4(s) Ba2
+(aq) + SO42
- (aq)
c. Kesetimbangan dalam sistem larutan padat gas
Contoh: Ca(HCO3)2(aq) CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g)
MACAM KESETIMBANGAN KIMIA
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESETIMBANGAN KIMIA
Usaha untuk mengubah suhu, tekanan atau
konsentrasi pereaksi dalam suatu sistem dalam
keadaan setimbang merangsang terjadinya reaksi
yang mengembalikan kesetimbangan pada sistem
tersebut
Bila suatu sistem dalam kesetimbangan
mendapat
gangguan eksternal maka sistem tersebut akan
melakukan perubahan yang mengatasi
gangguan tersebut, dan menyusun ulang
kesetimbangan baru dengan Kc yang sama 
pergeseran kesetimbangan
1. Perubahan Konsentrasi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESETIMBANGAN KIMIA
[Produk] , [Reaktan]   Q > K  Kesetimbangan bergeser ke kiri
[Produk] , [Reaktan]   Q < K  Kesetimbangan bergeser ke
kanan
(a) Larutan Fe(SCN)3: campuran warna merah FeSCN2+ dan warna
kuning Fe3+
(b) Setelah penambahan NaSCN: kesetimbangan bergeser ke kiri
(c) Setelah penambahan Fe(NO3)3: kesetimbangan juga bergeser ke
kiri
(d) Setelah penambahan H2C2O4: kesetimbangan bergeser ke
kanan; warna kuning berasal dari ion Fe(C2O4)3
3-
FeSCN2+  Fe3+ + SCN-
merah kuning tak
muda berwarna
Hanya berpengaruh terhadap fase gas; tidak memengaruhi fase cair
dan padat.
V , P   Q < K  Kesetimbangan bergeser ke  koef gas terbesar
V , P   Q > K  Kesetimbangan bergeser ke  koef gas terkecil
N2O4(g)  2 NO2(g)
Volume wadah diperbesar  [N2O4] maupun [NO2] mengalami
pengenceran. (tekanan diperkecil)
]
O
[N
]
[NO
4
2
2
2

Q  penurunan pembilang > penyebut karena [NO2]
dipangkatkan 2  Q < K  kesetimbangan
bergeser ke kanan
Contoh:
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESETIMBANGAN KIMIA
Contoh 2:
CoCl4
2- + 6 H2O  Co(H2O)6
2+ + 4 Cl-
biru merah muda
Reaksi pembentukan
CoCl4
2- endoterm: larutan
berwarna biru jika
dipanaskan dan merah
muda jika didinginkan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESETIMBANGAN KIMIA
 Perubahan tekanan hanya berpengaruh untuk gas.
 Fase padat dan cair pengaruh tekanan diabaikan.
 Sesuai hukum Boyle maka :
Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil)
maka reaksi bergeser ke arah jumlah mol gas
yang terkecil.
Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar)
maka reaksi bergeser ke arah jumlah mol gas
yang terbesar.
 Karena koefisien reaksi menyatakan perbandingan
mol maka cukup memperhatikan jumlah koefisien
gas pada masing-masing ruas.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESETIMBANGAN KIMIA
Tidak seperti perubahan konsentrasi, volume, atau tekanan,
perubahan suhu tidak hanya menggeser kesetimbangan, tetapi juga
mengubah nilai K.
T   Kesetimbangan bergeser ke arah reaksi endoterm
T   Kesetimbangan bergeser ke arah reaksi eksoterm
Contoh 1:
N2O4(g)  2 NO2(g) H o = 58,0 kJ
atau
N2O4(g)  2 NO2(g) – 58,0 kJ
Reaksi pembentukan NO2 dari N2O4
endoterm; reaksi sebaliknya
eksoterm. Pemanasan akan
memperbesar [NO2] (warna makin
cokelat), pendinginan akan
memperbesar [N2O4] (warna cokelat
Setiap bola
berisi campuran
gas NO2 dan
N2O4
Dalam
air es
Dalam air
panas
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESETIMBANGAN KIMIA
Ke arah manakah reaksi di bawah ini bergeser bila
pada suhu yang tetap, tekanan diperbesar (volume
diperkecil)
a. CaCO3 (p) CaO (p) + CO2 (g)
b. PCl5 (g) PCl3 (g) + Cl2 (g)
c. H2 (g) + CO2 (g) H2O (g) + CO (g)
d. N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g)
Penyelesaian:
a. kiri
b. kiri
c. tidak terjadi
d. kanan
LATIHAN
4. Pengaruh Kekuatan Ion = pengaruh
konsentrasi
5. Peranan Katalisator
Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat
reaksi tapi tidak ikut bereaksi.
Sesuai dengan fungsinya mempercepat reaksi maka
akan mempercepar tercapainya proses
kesetimbangan, dengan cara mempercepat reaksi
maju dan reaksi balik sama besar.
Fungsi katalisator pada awal reaksi (sebelum
kesetimbangan tercapai).
Jika kecepatan reaksi maju = kecepatan reaksi balik
maka katalis berhenti berfungsi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESETIMBANGAN KIMIA
 Katalis dalam reaksi dapat balik dapat
mempercepat reaksi baik kekanan atau kekiri.
Keadaan kesetimbangan tercapai lebih cepat
tetapi tidak mengubah jumlah kesetimbangan
dari spesies-spesies yang bereaksi.
 Peranan katalis adalah mengubah mekanisme
reaksi agar tercapai energi aktivasi yang lebih
rendah.
 Keadaan kesetimbangan tidak bergantung pada
mekanisme reaksi
 Sehingga tetapan kesetimbangan yang
diturunkan secara kinetik tidak dipengaruhi oleh
mekanisme yang dipilih.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KESETIMBANGAN KIMIA
5. Peranan Katalisator
LATIHAN
1. 0,1 mol HI dimasukkan dalam tabung 1 lt dan
terurai sesuai reaksi :
2HI H2 + I2.
Jika I2 yang terbentuk adalah 0,02 mol,
berapa harga K?
2. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi :
A + 2B AB2 adalah 0,25.
Berapa jumlah mol A yang harus dicampurkan
pada 4 mol B dalam volume 5 lt agar
menghasilkan 1 mol AB2.
Jawaban no 1.
2 HI H2 + I2
Mula-mula : 0,1
Terurai : 2 x 0,02 = 0,04
Setimbang : 0,1-0,04=0,06 0,02 0,02
[HI] = 0,06 / 1 lt = 0,06
[H2] = 0,02 / 1 lt = 0,02
[I2] = 0,02 / 1 lt = 0,02
K = [H2] [I2] = 0,02 x 0,02 = 1,1 x 10 -1
[HI]2 (0,06)2
LATIHAN
Jawaban no.2
 Misal mol A mula-mula = x mol
 A + 2B AB2
Mula-mula : x 4
Terurai : 1 2
Setimbang : x-1 4-2 = 2 1
[AB2] = 1 / 5 lt = 1/5
[A] = x-1 / 5 lt = (x-1)/5
[2B] = 2 / 5 lt = 2/5
K = [AB2] ¼ = 1/5 x = 26
[A] [B]2 (x-1)/5 . (2/5)2
LATIHAN
Pendugaan Arah Reaksi
 Pada setiap saat selama berlangsungnya reaksi
dapat dirumuskan nisbah konsentrasi-konsentrasi
yang bentuknya sama dengan rumus tetapan
kesetimbangan.
 Nisbah ini disebut kuosien reaksi
...
]
[
]
[
...
]
[
]
[
b
a
d
c
B
A
D
C
Q 
Apabila nilai yang disubstitusikan ke dalam
kuosien reaksi Q merupakan konsentrasi-
konsentrasi dalam keadaan setimbang, maka Q
akan sama dengan K.
Rumus Q = K, tetapi
nilainya belum tentu sama:
Q = K  reaksi dalam
keadaan setimbang
Q < K  produk <
reaktan; reaksi bergeser
ke kanan (ke arah
produk)
Q > K  produk >
reaktan; reaksi bergeser
ke kiri (ke arah reaktan)
Kesetimbangan
ΔG = 0
Reaktan
murni
Produk
murni
Q < K
ΔG < 0
Q > K
ΔG > 0
G
Arah reaksi dapat diduga dengan menghitung kuosien
hasil reaksi (Q).
Pendugaan Arah Reaksi
Contoh Quotion Reaksi
Kita tentukan Kc = 54 pada 425,4oC
Jika kita mempunyai campuran sbg berikut, perkirakan
arah dari reaksi
Pada awal reaksi
Karena Q < Kc, maka sistem tidak dalam
kesetimbangan dan reaksi akan berlangsung
ke arah kanan
Contoh Quotion Reaksi
Kesetimbangan Kimia Fix.ppt

More Related Content

What's hot

Ppt
PptPpt
Senyawa koordinasi (kompleks)
Senyawa koordinasi (kompleks)Senyawa koordinasi (kompleks)
Senyawa koordinasi (kompleks)
Windha Herjinda
 
Makalah literasi kimia 2018
Makalah literasi kimia 2018Makalah literasi kimia 2018
Makalah literasi kimia 2018
Khoerunnisa Anis
 
Pembuatan amonia (nh3) sma 7 kota tangerang
Pembuatan amonia (nh3) sma 7 kota tangerangPembuatan amonia (nh3) sma 7 kota tangerang
Pembuatan amonia (nh3) sma 7 kota tangerang
Qonita Faadhilah
 
Persamaan reaksi kimia
Persamaan reaksi kimiaPersamaan reaksi kimia
Persamaan reaksi kimia
adi setyo pranoto
 
Tata nama-senyawa-karbon
Tata nama-senyawa-karbonTata nama-senyawa-karbon
Tata nama-senyawa-karbon
Priscilia Lovita
 
ITP UNS SEMESTER 2 Reaksi alkohol + eter
ITP UNS SEMESTER 2 Reaksi alkohol + eterITP UNS SEMESTER 2 Reaksi alkohol + eter
ITP UNS SEMESTER 2 Reaksi alkohol + eter
Fransiska Puteri
 
Reaksi penggaraman II
Reaksi penggaraman IIReaksi penggaraman II
Reaksi penggaraman II
aprijal_99
 
kimia anorganik "BORON"
kimia anorganik "BORON"kimia anorganik "BORON"
kimia anorganik "BORON"
Atiyah Yovers
 
AROMATISITAS BENZENA & BENZENA TERSUBSTITUSI
AROMATISITAS  BENZENA  &  BENZENA  TERSUBSTITUSIAROMATISITAS  BENZENA  &  BENZENA  TERSUBSTITUSI
AROMATISITAS BENZENA & BENZENA TERSUBSTITUSI
Klik Bayoe
 
Koef distribusi laporan
Koef distribusi laporanKoef distribusi laporan
Koef distribusi laporan
ChaLim Yoora
 
S T O I K I O M E T R I
S T O I K I O M E T R IS T O I K I O M E T R I
S T O I K I O M E T R I
Iwan Setiawan
 
Teori Orbital Molekul dan Ligan Field Theory PPT
Teori Orbital Molekul dan Ligan Field Theory PPTTeori Orbital Molekul dan Ligan Field Theory PPT
Teori Orbital Molekul dan Ligan Field Theory PPT
University Of Jakarta
 
Power Point Materi Hidrolisis Garam
Power Point Materi Hidrolisis GaramPower Point Materi Hidrolisis Garam
Power Point Materi Hidrolisis Garam
ditanovia
 
Laju Reaksi ppt
Laju Reaksi ppt Laju Reaksi ppt
Laju Reaksi ppt
Elra Repi
 
45715687 aplikasi-senyawa-kompleks
45715687 aplikasi-senyawa-kompleks45715687 aplikasi-senyawa-kompleks
45715687 aplikasi-senyawa-kompleks
andragrup01
 
Reaksi adisi aldehid dan keton
Reaksi adisi aldehid dan ketonReaksi adisi aldehid dan keton
Reaksi adisi aldehid dan keton
DM12345
 
Tata nama senyawa kompleks
Tata nama senyawa kompleksTata nama senyawa kompleks
Tata nama senyawa kompleks
Ali Husni
 
Ppt stoikiometri
Ppt stoikiometriPpt stoikiometri
Ppt stoikiometri
DianaGultom
 

What's hot (20)

Ppt
PptPpt
Ppt
 
Senyawa koordinasi (kompleks)
Senyawa koordinasi (kompleks)Senyawa koordinasi (kompleks)
Senyawa koordinasi (kompleks)
 
Makalah literasi kimia 2018
Makalah literasi kimia 2018Makalah literasi kimia 2018
Makalah literasi kimia 2018
 
Pembuatan amonia (nh3) sma 7 kota tangerang
Pembuatan amonia (nh3) sma 7 kota tangerangPembuatan amonia (nh3) sma 7 kota tangerang
Pembuatan amonia (nh3) sma 7 kota tangerang
 
Ppt konsep mol ppl daniele
Ppt konsep mol ppl danielePpt konsep mol ppl daniele
Ppt konsep mol ppl daniele
 
Persamaan reaksi kimia
Persamaan reaksi kimiaPersamaan reaksi kimia
Persamaan reaksi kimia
 
Tata nama-senyawa-karbon
Tata nama-senyawa-karbonTata nama-senyawa-karbon
Tata nama-senyawa-karbon
 
ITP UNS SEMESTER 2 Reaksi alkohol + eter
ITP UNS SEMESTER 2 Reaksi alkohol + eterITP UNS SEMESTER 2 Reaksi alkohol + eter
ITP UNS SEMESTER 2 Reaksi alkohol + eter
 
Reaksi penggaraman II
Reaksi penggaraman IIReaksi penggaraman II
Reaksi penggaraman II
 
kimia anorganik "BORON"
kimia anorganik "BORON"kimia anorganik "BORON"
kimia anorganik "BORON"
 
AROMATISITAS BENZENA & BENZENA TERSUBSTITUSI
AROMATISITAS  BENZENA  &  BENZENA  TERSUBSTITUSIAROMATISITAS  BENZENA  &  BENZENA  TERSUBSTITUSI
AROMATISITAS BENZENA & BENZENA TERSUBSTITUSI
 
Koef distribusi laporan
Koef distribusi laporanKoef distribusi laporan
Koef distribusi laporan
 
S T O I K I O M E T R I
S T O I K I O M E T R IS T O I K I O M E T R I
S T O I K I O M E T R I
 
Teori Orbital Molekul dan Ligan Field Theory PPT
Teori Orbital Molekul dan Ligan Field Theory PPTTeori Orbital Molekul dan Ligan Field Theory PPT
Teori Orbital Molekul dan Ligan Field Theory PPT
 
Power Point Materi Hidrolisis Garam
Power Point Materi Hidrolisis GaramPower Point Materi Hidrolisis Garam
Power Point Materi Hidrolisis Garam
 
Laju Reaksi ppt
Laju Reaksi ppt Laju Reaksi ppt
Laju Reaksi ppt
 
45715687 aplikasi-senyawa-kompleks
45715687 aplikasi-senyawa-kompleks45715687 aplikasi-senyawa-kompleks
45715687 aplikasi-senyawa-kompleks
 
Reaksi adisi aldehid dan keton
Reaksi adisi aldehid dan ketonReaksi adisi aldehid dan keton
Reaksi adisi aldehid dan keton
 
Tata nama senyawa kompleks
Tata nama senyawa kompleksTata nama senyawa kompleks
Tata nama senyawa kompleks
 
Ppt stoikiometri
Ppt stoikiometriPpt stoikiometri
Ppt stoikiometri
 

Similar to Kesetimbangan Kimia Fix.ppt

Kimia Asek PPT Kesetimbangan Kimia Cekidot
Kimia Asek PPT Kesetimbangan Kimia CekidotKimia Asek PPT Kesetimbangan Kimia Cekidot
Kimia Asek PPT Kesetimbangan Kimia Cekidot
Bronika Septiani Sianturi
 
5.KESETIMBANGAN KIMIA Powerpoint.pptx
5.KESETIMBANGAN KIMIA Powerpoint.pptx5.KESETIMBANGAN KIMIA Powerpoint.pptx
5.KESETIMBANGAN KIMIA Powerpoint.pptx
YuukiArata
 
Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan KimiaKesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Kimia
tuti handayani
 
Kesetimbangan Kimia SMA 10.ppt
Kesetimbangan Kimia SMA 10.pptKesetimbangan Kimia SMA 10.ppt
Kesetimbangan Kimia SMA 10.ppt
Oktaviani363839
 
PPT KESETIMBANGAN KIMIA.ppt
PPT KESETIMBANGAN KIMIA.pptPPT KESETIMBANGAN KIMIA.ppt
PPT KESETIMBANGAN KIMIA.ppt
SuriskaDestriyanti
 
KETETAPAN KESEIMBANGAN - KIMIA KELAS XI IPA
KETETAPAN KESEIMBANGAN - KIMIA KELAS XI IPAKETETAPAN KESEIMBANGAN - KIMIA KELAS XI IPA
KETETAPAN KESEIMBANGAN - KIMIA KELAS XI IPA
amrinarosada7x
 
Kesetimbangan kimia
Kesetimbangan kimiaKesetimbangan kimia
Kesetimbangan kimia
Qaiffa Greenpinkk
 
kesetimbangan-kimia-hr2.ppt
kesetimbangan-kimia-hr2.pptkesetimbangan-kimia-hr2.ppt
kesetimbangan-kimia-hr2.ppt
DitaRatnaSari7
 
Penentuan tetapan kesetimbangan
Penentuan tetapan kesetimbangan Penentuan tetapan kesetimbangan
Penentuan tetapan kesetimbangan Ajrina Pia
 
Soal kesetimbangan kimia dan pergeseran kimia
Soal kesetimbangan kimia dan pergeseran kimiaSoal kesetimbangan kimia dan pergeseran kimia
Soal kesetimbangan kimia dan pergeseran kimia
Yusi Rahmah
 
USN(SUNAIDA)KESETIMBANGAN KIMIA
USN(SUNAIDA)KESETIMBANGAN KIMIAUSN(SUNAIDA)KESETIMBANGAN KIMIA
USN(SUNAIDA)KESETIMBANGAN KIMIA
erwinprayudi699
 
Kesetimbangan Kimia Yeni Purwati
Kesetimbangan Kimia Yeni PurwatiKesetimbangan Kimia Yeni Purwati
Kesetimbangan Kimia Yeni PurwatiYeni Purwati
 
Kesetimbangan kimia.ppt
Kesetimbangan kimia.pptKesetimbangan kimia.ppt
Kesetimbangan kimia.ppt
MochYogiSantika
 
Kesetimbangan
KesetimbanganKesetimbangan
Kesetimbangan
nadia hasanah
 
Reaksi Kesetimbangan
Reaksi KesetimbanganReaksi Kesetimbangan
Reaksi Kesetimbangan
Kurnia Yusuf
 
TERMOKIMIA by DIANTO IRAWAN
TERMOKIMIA by DIANTO IRAWANTERMOKIMIA by DIANTO IRAWAN
TERMOKIMIA by DIANTO IRAWAN
DIANTO IRAWAN
 
Keadaan setimbang
Keadaan setimbangKeadaan setimbang
Keadaan setimbang
SMAN 2 Dumai
 
Kesetimbangan
KesetimbanganKesetimbangan
Kesetimbangan
Aidia Propitious
 
Kesetimbangan kimia
Kesetimbangan kimiaKesetimbangan kimia
Kesetimbangan kimia
Nona Nurfiah
 

Similar to Kesetimbangan Kimia Fix.ppt (20)

Kimia Asek PPT Kesetimbangan Kimia Cekidot
Kimia Asek PPT Kesetimbangan Kimia CekidotKimia Asek PPT Kesetimbangan Kimia Cekidot
Kimia Asek PPT Kesetimbangan Kimia Cekidot
 
5.KESETIMBANGAN KIMIA Powerpoint.pptx
5.KESETIMBANGAN KIMIA Powerpoint.pptx5.KESETIMBANGAN KIMIA Powerpoint.pptx
5.KESETIMBANGAN KIMIA Powerpoint.pptx
 
Kesetimbangan Kimia
Kesetimbangan KimiaKesetimbangan Kimia
Kesetimbangan Kimia
 
Kesetimbangan Kimia SMA 10.ppt
Kesetimbangan Kimia SMA 10.pptKesetimbangan Kimia SMA 10.ppt
Kesetimbangan Kimia SMA 10.ppt
 
PPT KESETIMBANGAN KIMIA.ppt
PPT KESETIMBANGAN KIMIA.pptPPT KESETIMBANGAN KIMIA.ppt
PPT KESETIMBANGAN KIMIA.ppt
 
KETETAPAN KESEIMBANGAN - KIMIA KELAS XI IPA
KETETAPAN KESEIMBANGAN - KIMIA KELAS XI IPAKETETAPAN KESEIMBANGAN - KIMIA KELAS XI IPA
KETETAPAN KESEIMBANGAN - KIMIA KELAS XI IPA
 
Kesetimbangan kimia
Kesetimbangan kimiaKesetimbangan kimia
Kesetimbangan kimia
 
kesetimbangan-kimia-hr2.ppt
kesetimbangan-kimia-hr2.pptkesetimbangan-kimia-hr2.ppt
kesetimbangan-kimia-hr2.ppt
 
Penentuan tetapan kesetimbangan
Penentuan tetapan kesetimbangan Penentuan tetapan kesetimbangan
Penentuan tetapan kesetimbangan
 
Soal kesetimbangan kimia dan pergeseran kimia
Soal kesetimbangan kimia dan pergeseran kimiaSoal kesetimbangan kimia dan pergeseran kimia
Soal kesetimbangan kimia dan pergeseran kimia
 
USN(SUNAIDA)KESETIMBANGAN KIMIA
USN(SUNAIDA)KESETIMBANGAN KIMIAUSN(SUNAIDA)KESETIMBANGAN KIMIA
USN(SUNAIDA)KESETIMBANGAN KIMIA
 
Kesetimbangan Kimia Yeni Purwati
Kesetimbangan Kimia Yeni PurwatiKesetimbangan Kimia Yeni Purwati
Kesetimbangan Kimia Yeni Purwati
 
Kesetimbangan kimia.ppt
Kesetimbangan kimia.pptKesetimbangan kimia.ppt
Kesetimbangan kimia.ppt
 
Kesetimbangan
KesetimbanganKesetimbangan
Kesetimbangan
 
Reaksi Kesetimbangan
Reaksi KesetimbanganReaksi Kesetimbangan
Reaksi Kesetimbangan
 
TERMOKIMIA by DIANTO IRAWAN
TERMOKIMIA by DIANTO IRAWANTERMOKIMIA by DIANTO IRAWAN
TERMOKIMIA by DIANTO IRAWAN
 
Termokimia
TermokimiaTermokimia
Termokimia
 
Keadaan setimbang
Keadaan setimbangKeadaan setimbang
Keadaan setimbang
 
Kesetimbangan
KesetimbanganKesetimbangan
Kesetimbangan
 
Kesetimbangan kimia
Kesetimbangan kimiaKesetimbangan kimia
Kesetimbangan kimia
 

Kesetimbangan Kimia Fix.ppt

  • 2. Ditinjau dari arahnya, reaksi kimia dapat dibagi menjadi dua.  Reaksi irreversible (reaksi satu arah/tidak dapat balik), yaitu suatu reaksi hanya terjadi pembentukan zat- zat hasil reaksi saja. ex : Fe (s) + HCl (aq)  FeCl2 (aq) + H2 (g)  Reaksi reversible (reaksi dua arah/dapat balik), yaitu suatu reaksi dimana hasil reaksi dapat bereaksi kembali membentuk zat-zat pereaksi. ex : N2 (g) + 3H2 (g) ⇄ 2NH3 (g)
  • 3. PENGERTIAN KESETIMBANGAN KIMIA N2 (g) + 3H2 (g) ⇄2NH3 (g) v1 v2
  • 4. Keadaan kesetimbangan : • kecepatan reaksi ke kanan = kecepatan reaksi kekiri  reversibel • Jumlah molekul/ion yang terurai = jumlah molekul/ion yang terbentuk dalam satu satuan waktu PENGERTIAN KESETIMBANGAN KIMIA
  • 5. Kesetimbangan Dinamis  Reaksi yang berlangsung terus menerus dengan arah yang berlawanan dan kecepatan yang sama (in constant motion) KESETIMBANGAN DINAMIS
  • 6. Ciri-ciri  Reaksi Berlangsung terus menerus dengan arah yang berlawanan  Terjadi pada ruangan tertutup, suhu dan tekanan tetap  Laju reaksi kearah hasil reaksi dan kearah pereaksi sama  Tidak terjadi perubahan makroskopis, yaitu perubahan yang dapat diukur atau dilihat, tetapi perubahan makroskopis (Perubahan tingkat partikel) tetap berlangsung KESETIMBANGAN DINAMIS
  • 7.  Contoh kesetimbangan homogen (1 fase ): CH3COOH(aq) ⇄ CH3COO– (aq) + H + (aq) N2 (g) + 3 H2 (g) ⇄ 2 NH3 (g)  Contoh kesetimbangan heterogen (2 fase / lebih): CaCO3 (s) ⇄ CaO (s) + CO2 (g) Ag2CrO4 (s) ⇄ 2 Ag + (aq) + CrO4 2- (aq) KESETIMBANGAN HOMOGEN dan HETEROGEN
  • 8. Hukum Guldberg dan Wange: Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap, maka hasil kali konsentrasi zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang sisa dimana masing-masing konsentrasi itu dipangkatkan dengan koefisien reaksinya adalah tetap. HUKUM KESETIMBANGAN KIMIA/HUKUM AKSI MASSA, TETAPAN KESETIMBANGAN (Kc)
  • 9. TETAPAN KESETIMBANGAN KIMIA DALAM KONSENTRASI (Kc) N2O4(g)  2NO2(g) [ ] awal [ ] kesetimbangan Nisbah [ ] saat kesetimbangan [NO2] [N2O4] [NO2] [N2O4] [NO2]/[N2O4] [NO2]2/[N2O4] 0,000 0,670 0,0547 0,643 0,0851 4,65  10-3 0,050 0,446 0,0457 0,448 0,1020 4,66  10-3 0,030 0,500 0,0475 0,491 0,0967 4,60  10-3 Perbandingan yang nilainya relatif konstan disebut tetapan kesetimbangan (Kc). ] O [N ] [NO 4 2 2 2
  • 10. Hukum Empiris Aksi Massa (Guldberg & Waage) aA + bB cC + dD Kc = [C]c [D]d [A]a [B]b Tetapan kesetimbangan empiris (Kc) Reaksi dalam larutan TETAPAN KESETIMBANGAN HOMOGEN
  • 11. • Disosiasi : peruraian suatu zat lain menjadi zat yang lebih sederhana. Ex : 2SO3 (g) ⇄ 2SO2 (g) + O2(g) 2NH3 (g) ⇄ N2 (g) + H2 (g) • Derajat disosiasi : 𝜶 = 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒍 𝒛𝒂𝒕 𝒕𝒆𝒓𝒅𝒊𝒔𝒐𝒔𝒊𝒂𝒔𝒊 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒎𝒐𝒍 𝒛𝒂𝒕 𝒎𝒖𝒍𝒂 − 𝒎𝒖𝒍𝒂 KESETIMBANGAN DISOSIASI
  • 12. • Hubungan jumlah mol zat sebelum dan sesudah disosiasi A ⇄ n B n = perbandingan antara koef kanan dengan kiri. A ⇄ n B m a mol - r - a x 𝜶 mol + n x a x 𝜶 mol s a – (a x 𝜶 ) mol n x a x 𝜶 mol Jumlah mol zat sesudah reaksi = a [1 + (n-1) 𝜶] KESETIMBANGAN DISOSIASI
  • 13. Adding equations for reactions S(s) + O2(g) SO2(g) K1 = [SO2] / [O2] SO2(g) + 1/2 O2(g) SO3(g) K2 = [SO3] / [SO2][O2]1/2 NET EQUATION S(s) + 3/2 O2(g) SO3(g) Knet  [SO3] [O2]3/2 = K1 • K2 TETAPAN KESETIMBANGAN HOMOGEN
  • 14. Changing coefficients S(s) + 3/2 O2(g) SO3(g) 2 S(s) + 3 O2(g) 2 SO3(g) Knew  [SO3]2 [O2]3 = (Kold)2 K  [SO3] [O2]3/2 Knew  [SO3]2 [O2]3 TETAPAN KESETIMBANGAN HOMOGEN
  • 15. Changing direction S(s) + O2(g) SO2(g) SO2(g) S(s) + O2(g) K  [SO2] [O2] Knew  [O2] [SO2] = 1 Kold Knew  [O2] [SO2] TETAPAN KESETIMBANGAN HOMOGEN
  • 16. Kp = [pC]c [pD]d [pA]a [pB]b p = Tekanan parsial Tetapan Kesetimbangan Tekanan Parsial Untuk kesetimbangan yang melibatkan gas, tekanan parsial dapat digunakan untuk menggantikan konsentrasi TETAPAN KESETIMBANGAN HOMOGEN
  • 17. Untuk kesetimbangan heterogen, hanya zat yang berfase gas (g) dan larutan (aq), karena konsentrasi zat padat atau cairan murni adalah konstan. Ex : BiCl3(aq) + H2O(l) ⇄ BiOCl(s) + 2HCl(aq) 𝐾𝑐 = [𝐻𝐶𝑙]2 [𝐵𝑖𝐶𝑙3] TETAPAN KESETIMBANGAN HETEROGEN
  • 18. (1) 4 NH3(g) + 7 O2(g)  4 NO2(g) + 6 H2O(g) (2) CaCO3(s)  CaO(s) + CO2(g) (3) BaCl2(aq) + Na2SO4(aq)  BaSO4(s) + NaCl(aq) Tidak ada KP untuk reaksi (4), karena tidak ada zat yang berfase gas. CONTOH
  • 19. Menurut hukum gas ideal: pV = nRT p = (n/V)RT = [ ] RT Untuk reaksi fase gas: a A(g) + b B(g)  c C(g) + d D(g) dan  Karena itu, ng =  koef gas produk –  koef gas reaktan Hubungan KP dengan KC TETAPAN KESETIMBANGAN
  • 20. Tuliskan rumus Kc dan KP untuk reaksi-reaksi berikut: Jawab: (a) 2 ZnS(s) + 3 O2(g)  2 ZnO(s) + 2 SO2(g) (b) 2 HCrO4 - (aq)  Cr2O7 2- (aq) + H2O(l) Apakah reaksi-reaksi di atas termasuk kesetimbangan homogen atau heterogen? (a) (b) Kesetimbangan heterogen Tidak ada KP Kesetimbangan homogen LATIHAN
  • 21. Hubungan Nilai Tetapan Kesetimbangan antara Reaksi-reaksi yang Berkaitan 1. Jika persamaan reaksi kesetimbangan dibalik, maka harga Kc menjadi 1/Kc Contoh: N2 (g) + 3H2 (g) ⇄ 2NH3 (g) Kc = 5 2NH3 (g) ⇄ N2 (g) + 3H2 (g) Kc’ = 1/5 2. Jika koefisien reaksi kesetimbangan dibagi dengan faktor n, maka harga Kc menjadi (Kc)1/n Contoh: N2 (g) + 3H2 (g) ⇄ 2NH3 (g) Kc = 5 1/2 N2 (g) + 3/2 H2 (g) ⇄ NH3 (g) Kc = ( 5 )1/2
  • 22. 3. Jika koefisien reaksi kesetimbangan dikali dengan faktor n, maka harga Kc menjadi Kc n Contoh: H2(g) + 1/2 O2(g) ⇄ H2O(g) Kc = 1 . 108 2H2(g) + O2(g) ⇄ 2 H2O(g) Kc = (1 . 108)2 4. Jika beberapa persamaan reaksi digabung/dijumlah, maka harga Kc total adalah hasil kali Kc dari reaksi yang digabungkan Contoh: N2(g) + O2(g) ⇄ 2NO(g) Kc1 = 4 . 10-31 N2O(g) ⇄ N2(g) + 1/2 O2(g) Kc2 = 4 . 1016 ------------------------------------------------------------------------------------------ N2O(g) + 1/2 O2(g) ⇄ 2NO (g) Kc = Kc1 . Kc2 = 16 . 10-15
  • 23. (a) Pada suhu tertentu, untuk reaksi N2O4(g)  2NO2(g) pada saat kesetimbangan terdapat 0,1 mol N2O4 dan 0,06 mol NO2 dalam volume 2 L. Hitunglah nilai Kc. (b) Pada suhu yang sama, ke dalam wadah bervolume 2 L dimasukkan 0,8 mol N2O4. Hitunglah konsentrasi zat-zat dalam reaksi pada kesetimbangan yang baru. Jawab: Jawab: N2O4(g)  2 NO2(g) Mula-mula 0,8 mol Reaksi –x +2x Setimbang 0,8 – x 2x LATIHAN
  • 24. x2 + 0,009x – 0,0072 = 0 x = 0,0809 mol Jadi, pada saat kesetimbangan tercapai [NO2] = 2x mol/2L = 0.0809 M [N2O4] = (0,8 – x) mol/2 L = 0,7191 mol/2 L = 0,3595 M  LATIHAN
  • 25. (a) Diketahui harga tetapan kesetimbangan A(g) + B(g)  C(g) adalah ¼. Jumlah mol A yang yang harus dicampur dengan 6 mol B dalam volume 1 liter untuk menghasilkan 4 mol C dalam kesetimbangan adalah? (b) Dalam ruangan yang mempunyai volume 1 liter dan tekanan total 3 atm, dicampur 1 mol gas NO dan 0,8 mol gas O2 yang bereaksi menurut persamaan: 2NO(g) + O2(g)  2NO2(g). Setelah tercapai kesetimbangan terdapat 0,6 mol gas NO2. harga Kp adalah? (c) Dalam ruang 10 L dicampurkan gas NO2 dan CO dengan perbandingan mol 3 : 2 menurut reaksi kesetimbangan : NO2(g) + CO(g)  NO(g) + CO2(g). Saat gas NO2 bereaksi 60% tercapai kesetimbangan. Tetapan kesetimbangannya adalah? LATIHAN
  • 26. Arti Nilai Tetapan Kesetimbangan Nilai Kc atau Kp yang sangat besar menandakan bahwa reaksi berjalan ke kanan sebagaimana dituliskan, berlangsung sempurna atau mendekati sempurna Nilai Kc atau Kp yang sangat kecil menyatakan bahwa reaksi ke kanan sebagaimana dituliskan tidak berlangsung besar- besaran
  • 27. Meramalkan Arah Reaksi Apabila zat ruas kiri dan kanan dari suatu reaksi kesetimbangan dicampurkan ke dalam suatu wadah reaksi, maka sangat mungkin campuran tidak setimbang. Reaksi harus berlangsung ke kanan/kiri sampai mencapai kesetimbangan. Dalam hal ini, reaksi dapat ditentukan dengan memeriksa nilai kuosien reaksi (Qc). • Qc < Kc, reaksi berlangsung ke kanan sampai Qc = Kc • Qc > Kc, reaksi berlangsung ke kiri sampai Qc = Kc • Qc = Kc, berarti campuran setimbang.
  • 28. Meramalkan Arah Reaksi Contoh Soal : Harga Kc untuk reaksi H2(g) + I2(g)  2HI(g) pada suhu 485oC = 49. pada suatu percobaan, 2 mol H2 dicampur dengan 2 mol I2 dan 4 mol HI dalam suatu ruangan 10 L pada suhu tersebut. a. Apakah campuran tersebut setimbang? b. Bila tidak, ke arah mana reaksi berlangsung spontan? c. Tentukan susunan campuran setelah kesetimabngan tercapai.
  • 29. Meramalkan Arah Reaksi Contoh Soal : Suatu reaksi kesetimbangan A(g) + B(g)  C(g) + D(g) memiliki harga Kc pada suhu tertentu adalah ¼. Jika pada kondisi tertentu dicampurkan mol A dan B masing- masing 2 mol, serta mol C dan D masing-maing 4 mol. Tentukan: a. Apakah campuran tersebut setimbang? b. Bila tidak, ke arah mana reaksi berlangsung spontan? c. Tentukan susunan campuran setelah kesetimabngan tercapai.
  • 30. MACAM KESETIMBANGAN KIMIA (a) Kesetimbangan fisika : melibatkan 1 zat dalam 2 fase yang berbeda H2O(l)  H2O(g) (b) Kesetimbangan kimia : melibatkan zat yang berbeda sebagai reaktan dan produk Contoh: Contoh: N2O4(g) (tak berwarna)  2NO2(g) (cokelat gelap)
  • 31. 1. Kesetimbangan dalam sistem homogen a. Kesetimbangan dalam sistem gas-gas Contoh: 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) b. Kesetimbangan dalam sistem larutan-larutan Contoh: NH4OH(aq) NH4+(aq) + OH- (aq) 2. Kesetimbangan dalam sistem heterogen a. Kesetimbangan dalam sistem padat gas Contoh: CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) b. Kesetimbangan sistem padat larutan Contoh: BaSO4(s) Ba2 +(aq) + SO42 - (aq) c. Kesetimbangan dalam sistem larutan padat gas Contoh: Ca(HCO3)2(aq) CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g) MACAM KESETIMBANGAN KIMIA
  • 32. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA Usaha untuk mengubah suhu, tekanan atau konsentrasi pereaksi dalam suatu sistem dalam keadaan setimbang merangsang terjadinya reaksi yang mengembalikan kesetimbangan pada sistem tersebut
  • 33. Bila suatu sistem dalam kesetimbangan mendapat gangguan eksternal maka sistem tersebut akan melakukan perubahan yang mengatasi gangguan tersebut, dan menyusun ulang kesetimbangan baru dengan Kc yang sama  pergeseran kesetimbangan 1. Perubahan Konsentrasi FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA [Produk] , [Reaktan]   Q > K  Kesetimbangan bergeser ke kiri [Produk] , [Reaktan]   Q < K  Kesetimbangan bergeser ke kanan
  • 34. (a) Larutan Fe(SCN)3: campuran warna merah FeSCN2+ dan warna kuning Fe3+ (b) Setelah penambahan NaSCN: kesetimbangan bergeser ke kiri (c) Setelah penambahan Fe(NO3)3: kesetimbangan juga bergeser ke kiri (d) Setelah penambahan H2C2O4: kesetimbangan bergeser ke kanan; warna kuning berasal dari ion Fe(C2O4)3 3- FeSCN2+  Fe3+ + SCN- merah kuning tak muda berwarna
  • 35. Hanya berpengaruh terhadap fase gas; tidak memengaruhi fase cair dan padat. V , P   Q < K  Kesetimbangan bergeser ke  koef gas terbesar V , P   Q > K  Kesetimbangan bergeser ke  koef gas terkecil N2O4(g)  2 NO2(g) Volume wadah diperbesar  [N2O4] maupun [NO2] mengalami pengenceran. (tekanan diperkecil) ] O [N ] [NO 4 2 2 2  Q  penurunan pembilang > penyebut karena [NO2] dipangkatkan 2  Q < K  kesetimbangan bergeser ke kanan Contoh: FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA
  • 36. Contoh 2: CoCl4 2- + 6 H2O  Co(H2O)6 2+ + 4 Cl- biru merah muda Reaksi pembentukan CoCl4 2- endoterm: larutan berwarna biru jika dipanaskan dan merah muda jika didinginkan. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA
  • 37.  Perubahan tekanan hanya berpengaruh untuk gas.  Fase padat dan cair pengaruh tekanan diabaikan.  Sesuai hukum Boyle maka : Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil) maka reaksi bergeser ke arah jumlah mol gas yang terkecil. Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar) maka reaksi bergeser ke arah jumlah mol gas yang terbesar.  Karena koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol maka cukup memperhatikan jumlah koefisien gas pada masing-masing ruas. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA
  • 38. Tidak seperti perubahan konsentrasi, volume, atau tekanan, perubahan suhu tidak hanya menggeser kesetimbangan, tetapi juga mengubah nilai K. T   Kesetimbangan bergeser ke arah reaksi endoterm T   Kesetimbangan bergeser ke arah reaksi eksoterm Contoh 1: N2O4(g)  2 NO2(g) H o = 58,0 kJ atau N2O4(g)  2 NO2(g) – 58,0 kJ Reaksi pembentukan NO2 dari N2O4 endoterm; reaksi sebaliknya eksoterm. Pemanasan akan memperbesar [NO2] (warna makin cokelat), pendinginan akan memperbesar [N2O4] (warna cokelat Setiap bola berisi campuran gas NO2 dan N2O4 Dalam air es Dalam air panas FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA
  • 39. Ke arah manakah reaksi di bawah ini bergeser bila pada suhu yang tetap, tekanan diperbesar (volume diperkecil) a. CaCO3 (p) CaO (p) + CO2 (g) b. PCl5 (g) PCl3 (g) + Cl2 (g) c. H2 (g) + CO2 (g) H2O (g) + CO (g) d. N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g) Penyelesaian: a. kiri b. kiri c. tidak terjadi d. kanan LATIHAN
  • 40. 4. Pengaruh Kekuatan Ion = pengaruh konsentrasi 5. Peranan Katalisator Katalisator adalah zat yang dapat mempercepat reaksi tapi tidak ikut bereaksi. Sesuai dengan fungsinya mempercepat reaksi maka akan mempercepar tercapainya proses kesetimbangan, dengan cara mempercepat reaksi maju dan reaksi balik sama besar. Fungsi katalisator pada awal reaksi (sebelum kesetimbangan tercapai). Jika kecepatan reaksi maju = kecepatan reaksi balik maka katalis berhenti berfungsi. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA
  • 41.  Katalis dalam reaksi dapat balik dapat mempercepat reaksi baik kekanan atau kekiri. Keadaan kesetimbangan tercapai lebih cepat tetapi tidak mengubah jumlah kesetimbangan dari spesies-spesies yang bereaksi.  Peranan katalis adalah mengubah mekanisme reaksi agar tercapai energi aktivasi yang lebih rendah.  Keadaan kesetimbangan tidak bergantung pada mekanisme reaksi  Sehingga tetapan kesetimbangan yang diturunkan secara kinetik tidak dipengaruhi oleh mekanisme yang dipilih. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESETIMBANGAN KIMIA 5. Peranan Katalisator
  • 42. LATIHAN 1. 0,1 mol HI dimasukkan dalam tabung 1 lt dan terurai sesuai reaksi : 2HI H2 + I2. Jika I2 yang terbentuk adalah 0,02 mol, berapa harga K? 2. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi : A + 2B AB2 adalah 0,25. Berapa jumlah mol A yang harus dicampurkan pada 4 mol B dalam volume 5 lt agar menghasilkan 1 mol AB2.
  • 43. Jawaban no 1. 2 HI H2 + I2 Mula-mula : 0,1 Terurai : 2 x 0,02 = 0,04 Setimbang : 0,1-0,04=0,06 0,02 0,02 [HI] = 0,06 / 1 lt = 0,06 [H2] = 0,02 / 1 lt = 0,02 [I2] = 0,02 / 1 lt = 0,02 K = [H2] [I2] = 0,02 x 0,02 = 1,1 x 10 -1 [HI]2 (0,06)2 LATIHAN
  • 44. Jawaban no.2  Misal mol A mula-mula = x mol  A + 2B AB2 Mula-mula : x 4 Terurai : 1 2 Setimbang : x-1 4-2 = 2 1 [AB2] = 1 / 5 lt = 1/5 [A] = x-1 / 5 lt = (x-1)/5 [2B] = 2 / 5 lt = 2/5 K = [AB2] ¼ = 1/5 x = 26 [A] [B]2 (x-1)/5 . (2/5)2 LATIHAN
  • 45. Pendugaan Arah Reaksi  Pada setiap saat selama berlangsungnya reaksi dapat dirumuskan nisbah konsentrasi-konsentrasi yang bentuknya sama dengan rumus tetapan kesetimbangan.  Nisbah ini disebut kuosien reaksi ... ] [ ] [ ... ] [ ] [ b a d c B A D C Q  Apabila nilai yang disubstitusikan ke dalam kuosien reaksi Q merupakan konsentrasi- konsentrasi dalam keadaan setimbang, maka Q akan sama dengan K.
  • 46. Rumus Q = K, tetapi nilainya belum tentu sama: Q = K  reaksi dalam keadaan setimbang Q < K  produk < reaktan; reaksi bergeser ke kanan (ke arah produk) Q > K  produk > reaktan; reaksi bergeser ke kiri (ke arah reaktan) Kesetimbangan ΔG = 0 Reaktan murni Produk murni Q < K ΔG < 0 Q > K ΔG > 0 G Arah reaksi dapat diduga dengan menghitung kuosien hasil reaksi (Q). Pendugaan Arah Reaksi
  • 47. Contoh Quotion Reaksi Kita tentukan Kc = 54 pada 425,4oC Jika kita mempunyai campuran sbg berikut, perkirakan arah dari reaksi Pada awal reaksi
  • 48. Karena Q < Kc, maka sistem tidak dalam kesetimbangan dan reaksi akan berlangsung ke arah kanan Contoh Quotion Reaksi