KERAJAAN SRIWIJAYA
Dibuat oleh :

•Devi Kurnia S (05)
•Lutfi Tiara Putri (16)
SMA N 7 PURWOREJO
•Lokasi Kerajaan Sriwijaya : Di wilayah Sumatera bagian
selatan

•Pusat pemerintahannya kemungkinan besar di sekitar
  `
Palembang, Sumatera, meskipun ada pendapat lain yang
menyebutkan Ligor di Semenanjung malaya sebagai
pusatnya.
FAKTOR PENDORONG PERKEMBANGAN
KERAJAAN SRIWIJAYA :
• Letaknya yang strategis
• Kemajuan kegiatan perdagangannya.
• Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan
  memberikan kesempatan bagi perkembangan Sriwijaya
  sebagai negara maritim (sarwajala) yang selama abad ke-
  6 dipegang oleh kerajaan Funan.
• Memiliki armada laut yang kuat
• Melayani distribusi ke berbagai wilayah nusantara
Kerajaan Sriwijaya memiliki banyak sumber
sejarah yang berasal dari dalam maupun
luar negeri.
•Berita Asing yaitu Berita Cina, Berita Arab, Dan
Berita India

• Dari dalam negeri berwujud prasasti yaitu
prasasti kedukan bukit, prasasti talang tuo ,
prasasti kota kapur ,prasasti telaga batu, prasasti
karang berahi dan prasasti ligor
Kehidupan Politik
Menurut sejarah kerrajaan sriwijaya merupakan kerajaan yang megah dan jaya di

masa lampau. Raja raja yang pernah memerintah adalah :

Dapunta Hyang Srijayanegara

Dharmasetu

Balaputradewa

Cudamani Warmadewa

Sanggrama Wijaya Tunggawarman

Kerajaan Sriwijaya ternyata menjalankan Politik Ekspansif ( perluasan

kekuasaan). Pada abad ke-9 Raja Balaputradewa dapat memperluas wilayah

Sriwijaya. Wilayah itu neliputi Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Bangka,

Belitung, Malaysia, Singapura, dan Thailand Selatan.
Pengaruh Budaya
• Sriwijaya terkenal dengan kerajaan budha terbesar yang bermula
  dari pembangunan wihara di Nalanda yang di terangkan dalam
  prasasti Nalanda selain itu Menurut I-tsing, agama Budha semakin
  berkembang di Sriwijaya ketika banyak pendeta dari negeri Cina
  dan India berdatangan ke Sriwijaya. Namun Kerajaan Sriwijaya
  banyak dipengaruhi budaya India , pertama oleh budaya agama
  Hindu dan kemudiana diikuti pula oleh agama Buddha. Agama
  Buddha diperkenalkan di Sriwijaya pada tahun 425 Masehi.

• Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha Mahayana.
Perdagangan
 Di dunia perdagangan, Sriwijaya menjadi pengendali jalur
perdagangan antara India dan Tiongkok, yakni dengan
penguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda.
 Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditi
seperti kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, pala, kepulaga, gading,
emas, dan timah yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di
India. Kekayaan yang melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya
membeli kesetiaan dari vassal-vassalnya di seluruh Asia Tenggara
Keadaan masyarakat
  Karena kerajaan sriwijaya dipengaruhi oleh agama budha
maka kehidupan masyarakat sesuai dengan ajaranya selain itu
masyarakat juga menjali hubungan dengan kerajaan lain. Agama
Buddha yang berkembang di Sriwijaya ialah aliran Mahayana
dengan salah satu tokohnya yang terkenal ialah Dharmakirti.
Kehidupan Ekonomi
  Menurut catatan asing, Bumi Sriwijaya menghasilkan bumi
beberapa diantaranya, yaitu cengkeh, kapulaga, pala, lada,
pinang, kayu gaharu, kayu cendana, kapur barus,
gading,timah, emas, perak, kayu hitam, kayu sapan, rempah-
rempah dan penyu.
  Barang-barang tersebut dijual atau dibarter dengan kain
katu, sutera dan porselen melalui relasidagangnya dengan
Cina, India, Arab dan Madagaskar.
Mundurnya Kerajaan Sriwijaya
   Faktor Politik Kedudukan Kerajaan Sriwijaya makin terdesak, karena

munculnya kerajaan-kerajaan besar yang juga memiliki kepentingan dalam

dunia perdagangan, seperti Kerajaan Siam di sebelah utara.

   Pada akhir abad ke-13 M, Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran. Hal

ini disebabkan oleh faktor politik dan ekonomi.Kerajaan Siam memperluas

kekuasaannya ke arah selatan dengan menguasai daerah-daerah di

Semenanjung Malaka termasuk Tanah Genting Kra.

  Jatuhnya Tanah Genting Kra ke dalam kekuasaan Kerajaan Siam

mengakibatkan kegiatan pelayaran perdagangan di Kerajaan Sriwijaya

semakin berkurang.
Sebab-sebab keruntuhan kerajaan Sriwijaya :
  Kebesaran Kerajaan Sriwijaya mulai surut sejak abad ke-11. Kemunduran

itu bermula dari serangan besar – besaran yang dilancarkan Kerajaan Cola

(India) di bawah pimpinan Raja Rajendra Coladewa pada tahun 1017 dan

tahun 1025. Perisitiwa serangan Kerajaan Cola dapat diketahui dari prasasti

Tanjore ( 1030 )

• Pada saat tahun 990 M Kerajaan Sriwijaya diserang oleh raja

   Dharmawangsa dari P. Jawa

• Banyak daerah atau kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri

• pernah diserang oleh raja Rajendra Coladewa dari Colamandala India dua

   kali, yaitu tahun 1025 M dan 1030 M
• Adanya ekspedisi Pamalayu dari kerajaan Singasari pada tahun 1275 M

• Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai.

• Serangan kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah

  Mahapatih Gajah Mada, 1477. Sehingga Sriwijaya menjadi taklukkan

  Majapahit Terjadinya serangan dari kerajaan Majapahit pada tahun

  1477M



     Pada sekitar pertengahan abad ke-14, nama Sriwijaya sudah tidak

 pernah lagi disebut – sebut dalam sumber sejarah. Kerajaan Sriwijaya

  benar – benar runtuh akibat serangan Kerajaan Majapahit dari Jawa.
Kerajaan sriwijaya

Kerajaan sriwijaya

  • 1.
  • 2.
    Dibuat oleh : •DeviKurnia S (05) •Lutfi Tiara Putri (16) SMA N 7 PURWOREJO
  • 4.
    •Lokasi Kerajaan Sriwijaya: Di wilayah Sumatera bagian selatan •Pusat pemerintahannya kemungkinan besar di sekitar ` Palembang, Sumatera, meskipun ada pendapat lain yang menyebutkan Ligor di Semenanjung malaya sebagai pusatnya.
  • 5.
    FAKTOR PENDORONG PERKEMBANGAN KERAJAANSRIWIJAYA : • Letaknya yang strategis • Kemajuan kegiatan perdagangannya. • Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan memberikan kesempatan bagi perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim (sarwajala) yang selama abad ke- 6 dipegang oleh kerajaan Funan. • Memiliki armada laut yang kuat • Melayani distribusi ke berbagai wilayah nusantara
  • 6.
    Kerajaan Sriwijaya memilikibanyak sumber sejarah yang berasal dari dalam maupun luar negeri. •Berita Asing yaitu Berita Cina, Berita Arab, Dan Berita India • Dari dalam negeri berwujud prasasti yaitu prasasti kedukan bukit, prasasti talang tuo , prasasti kota kapur ,prasasti telaga batu, prasasti karang berahi dan prasasti ligor
  • 7.
    Kehidupan Politik Menurut sejarahkerrajaan sriwijaya merupakan kerajaan yang megah dan jaya di masa lampau. Raja raja yang pernah memerintah adalah : Dapunta Hyang Srijayanegara Dharmasetu Balaputradewa Cudamani Warmadewa Sanggrama Wijaya Tunggawarman Kerajaan Sriwijaya ternyata menjalankan Politik Ekspansif ( perluasan kekuasaan). Pada abad ke-9 Raja Balaputradewa dapat memperluas wilayah Sriwijaya. Wilayah itu neliputi Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Bangka, Belitung, Malaysia, Singapura, dan Thailand Selatan.
  • 8.
    Pengaruh Budaya • Sriwijayaterkenal dengan kerajaan budha terbesar yang bermula dari pembangunan wihara di Nalanda yang di terangkan dalam prasasti Nalanda selain itu Menurut I-tsing, agama Budha semakin berkembang di Sriwijaya ketika banyak pendeta dari negeri Cina dan India berdatangan ke Sriwijaya. Namun Kerajaan Sriwijaya banyak dipengaruhi budaya India , pertama oleh budaya agama Hindu dan kemudiana diikuti pula oleh agama Buddha. Agama Buddha diperkenalkan di Sriwijaya pada tahun 425 Masehi. • Sriwijaya merupakan pusat terpenting agama Buddha Mahayana.
  • 9.
    Perdagangan Di duniaperdagangan, Sriwijaya menjadi pengendali jalur perdagangan antara India dan Tiongkok, yakni dengan penguasaan atas selat Malaka dan selat Sunda. Orang Arab mencatat bahwa Sriwijaya memiliki aneka komoditi seperti kapur barus, kayu gaharu, cengkeh, pala, kepulaga, gading, emas, dan timah yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Kekayaan yang melimpah ini telah memungkinkan Sriwijaya membeli kesetiaan dari vassal-vassalnya di seluruh Asia Tenggara
  • 10.
    Keadaan masyarakat Karena kerajaan sriwijaya dipengaruhi oleh agama budha maka kehidupan masyarakat sesuai dengan ajaranya selain itu masyarakat juga menjali hubungan dengan kerajaan lain. Agama Buddha yang berkembang di Sriwijaya ialah aliran Mahayana dengan salah satu tokohnya yang terkenal ialah Dharmakirti.
  • 12.
    Kehidupan Ekonomi Menurut catatan asing, Bumi Sriwijaya menghasilkan bumi beberapa diantaranya, yaitu cengkeh, kapulaga, pala, lada, pinang, kayu gaharu, kayu cendana, kapur barus, gading,timah, emas, perak, kayu hitam, kayu sapan, rempah- rempah dan penyu. Barang-barang tersebut dijual atau dibarter dengan kain katu, sutera dan porselen melalui relasidagangnya dengan Cina, India, Arab dan Madagaskar.
  • 13.
    Mundurnya Kerajaan Sriwijaya Faktor Politik Kedudukan Kerajaan Sriwijaya makin terdesak, karena munculnya kerajaan-kerajaan besar yang juga memiliki kepentingan dalam dunia perdagangan, seperti Kerajaan Siam di sebelah utara. Pada akhir abad ke-13 M, Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan oleh faktor politik dan ekonomi.Kerajaan Siam memperluas kekuasaannya ke arah selatan dengan menguasai daerah-daerah di Semenanjung Malaka termasuk Tanah Genting Kra. Jatuhnya Tanah Genting Kra ke dalam kekuasaan Kerajaan Siam mengakibatkan kegiatan pelayaran perdagangan di Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang.
  • 14.
    Sebab-sebab keruntuhan kerajaanSriwijaya : Kebesaran Kerajaan Sriwijaya mulai surut sejak abad ke-11. Kemunduran itu bermula dari serangan besar – besaran yang dilancarkan Kerajaan Cola (India) di bawah pimpinan Raja Rajendra Coladewa pada tahun 1017 dan tahun 1025. Perisitiwa serangan Kerajaan Cola dapat diketahui dari prasasti Tanjore ( 1030 ) • Pada saat tahun 990 M Kerajaan Sriwijaya diserang oleh raja Dharmawangsa dari P. Jawa • Banyak daerah atau kekuasaan Sriwijaya yang melepaskan diri • pernah diserang oleh raja Rajendra Coladewa dari Colamandala India dua kali, yaitu tahun 1025 M dan 1030 M
  • 15.
    • Adanya ekspedisiPamalayu dari kerajaan Singasari pada tahun 1275 M • Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai. • Serangan kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada, 1477. Sehingga Sriwijaya menjadi taklukkan Majapahit Terjadinya serangan dari kerajaan Majapahit pada tahun 1477M Pada sekitar pertengahan abad ke-14, nama Sriwijaya sudah tidak pernah lagi disebut – sebut dalam sumber sejarah. Kerajaan Sriwijaya benar – benar runtuh akibat serangan Kerajaan Majapahit dari Jawa.