Perjanjian Kawasan Bebas Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) diinisiasi pada 27 November 1971 oleh lima negara anggota ASEAN dan ditandatangani oleh sepuluh negara pada 15 Desember 1995. Perjanjian ini bertujuan untuk mencegah pengembangan, kepemilikan, dan penggunaan senjata nuklir di kawasan tersebut. Negara-negara yang terlibat harus mematuhi kewajiban untuk tidak terlibat dalam kegiatan terkait senjata nuklir, termasuk pengembangan, produksi, dan permintaan bantuan terkait nuklir.