sriwijaya 
Nurul komariyah 
Tita fm 
Umi saidah 
Zuhrotus solihah
sriwijaya 
Kejayaan dan 
keruntuhan 
sriwijaya 
Perekonomian 
Bukti kerajaan 
sriwijaya 
Sejarah sriwijaya
Sejarah kerajaan sriwijaya 
Kerajaan Sriwijaya merupakan salah 
satu kerajaan besar yang ada di 
nusantara. Kerajaan yang dikeal 
dengan kekuatan maritimnya 
tersebut berhasil menguasi pulau 
Sumatra, Jawa, Pesisir Kalimantan, 
Kamboja, Thailand Selatan, dan 
Semenanjung Malaya yang kemudian 
menjadikan Kerajaan Sriwijaya 
sebagai kerajaan yang berhasil 
menguasai perdagangan di Asia-tenggara 
pada masa itu.
Tidak banyak bukti sejarah yang menerangkan kapan 
berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Bukti tertua datangnya 
dari berita Cina yaitu pada tahun 682 M terdapat 
seorang pendeta Tiongkok bernama I-Tsing yang ingin 
belajar agama Budha di India, singgah terlebih dahulu di 
Sriwijaya untuk mendalami bahasa Sanskerta selama 6 
Bulan. Tercatat juga Kerajaan Sriwijaya pada saat itu 
dipimpin oleh Dapunta Hyang. 
Selain berita dari luar, terdapat juga beberapa prasasti 
peninggalan Kerajaan Sriwijaya, diantaranya adalah 
prasasti Kedukan Bukit (605S/683M) di Palembang. Isi 
dari prasasti terseubt adalah Dapunta Hyang 
mengadakan ekspansi 8 hari dengan membawa 20.000 
tentara, kemudian berhasil menaklukkan dan menguasai 
beberapa daerah. Dengan kemenangan itu Sriwijaya 
menjadi makmur. Dari kedua bukti tertua di atas bisa 
disimpulkan Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke-7 
dengan raja pertamanya adalah Dapunta Hyang.
Lebih jelasnya, lihat video ini
Kejayaan sriwijaya 
Masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya berada pada 
abad 9-10 Masehi dimana Kerajaan Sriwijaya 
menguasai jalur perdagangan maritim di Asia 
Tenggara. Sriwijaya telah melakukan kolonisasi 
di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia 
Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, 
Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, 
Vietnam, dan Filipina. Dominasi atas Selat 
Malaka dan Selat Sunda, menjadikan Sriwijaya 
sebagai pengendali rute perdagangan rempah 
dan perdagangan lokal yang mengenakan bea dan 
cukai atas setiap kapal yang lewat. Sriwijaya 
mengumpulkan kekayaannya dari jasa pelabuhan 
dan gudang perdagangan yang melayani pasar
Keruntuhan sriwijaya 
Kemunduran yang berakhirnya Kerajaan Sriwijaya 
dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: 
• Pada tahun 1017 dan 1025, Rajendra Chola I, soerang 
dari dinasti Cholda di Koromande, India Selatan. Dari 
dua serangan tersebut membuat luluh lantah armada 
perang Sriwijaya dan membuat perdagangan di wilayah 
Asia-tenggara jatuh pada Raja Chola. Namun Kerajaan 
Sriwijaya masih berdiri. 
• Melemahnya kekuatan militer Sriwijaya, membuat 
beberapa daerah taklukannya melepaskan diri sampai 
muncul Dharmasraya dan Pagaruyung sebagai kekuatan 
baru yang kemudian menguasai kembali wilayah 
jajahan Sriwijaya mulai dari kawasan Semenanjung 
Malaya, Sumatera, sampai Jawa bagian barat.
> Melemahnya Sriwijaya juga diakibatkan oleh faktor 
ekonomi. Para pedagang yang melakukan aktivitas 
perdagangan di Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang 
karena daerha-daerah strategis yang dulu merupakan 
daerah taklukan Sriwijaya jatuh ke tangan raja-raja 
sekitarnya. 
> Munculnya kerajaan-kerajaan yang kuat seperti 
Dharmasraya yang sampai menguasai Sriwijaya 
seutuhnya serta Kerajaan Singhasari yang tercatat 
melakukan sebuah ekspedisi yang bernama ekspedisi 
Pamalayu. Kerajaan Sriwijaya pun akhirnya runtuh di 
tangan Kerajaan Majapahit pada abad ke-13.
Bukti kerajaan sriwijaya 
Sumber Berita Asing 
• Berita dari Cina 
Dalam perjalanannya untuk menimba ilmu agama 
Buddha di India, I-Tsing pendeta dari Cina, singgah di 
Sriwijaya selama enam bulan dan mempelajari 
paramasastra atau tata bahasa Sanskerta. Kemudian, 
bersama guru Buddhis, Sakyakirti, ia menyalin kitab 
Hastadandasastra ke dalam bahasa Cina. Kesimpulan I-Tsing 
mengenai Sriwijaya adalah negara ini telah maju 
dalam bidang agama Buddha. 
• Berita Arab 
menyebutkan adanya negara Sriwijaya. Ibu Hordadheh 
mengatakan bahwa Raja Zabag banyak menghasilkan 
emas. Setiap tahunnya emas yang dihasilkan seberat 
206 kg.
>Sumber Prasasti prasasti 
Kedukan Bukit (605S/683M) di 
Palembang. Isinya: Dapunta Hyang mengadakan 
ekspansi 8 hari dengan membawa 20.000 
tentara, kemudian berhasil menaklukkan dan 
menguasai beberapa daerah. Dengan kemenangan 
itu Sriwijaya menjadi makmur. 
>Prasasti Talang Tuo (606 S/684M) di sebelah 
barat Palembang. Isinya tentang pembuatan 
sebuah Taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang Sri 
Jayanaga untuk kemakmuran semua makhluk. 
>Prasasti Kota Kapur (608 S/686 M) di Bangka. 
>Prasasti Karang Birahi (608 S/686 M) di 
Jambi. Keduanya berisi permohonan kepada 
Dewa untuk keselamatan rakyat dan kerajaan 
Sriwijaya.
> Prasasti Talang Batu (tidak berangka 
tahun) di Palembang. Isinya kutukan-kutukan 
terhadap mereka yang melakukan 
kejahatan dan melanggar perintah raja. 
> Prasasti Palas di Pasemah, Lampung 
Selatan. Isinya Lampung Selatan telah 
diduduki oleh Sriwijaya. 
> Prasasti Ligor (679 S/775 M) di tanah 
genting Kra. Isinya Sriwijaya diperintah 
oleh Darmaseta.
Perekonomian sriwijaya 
Letak Sriwijaya sangat strategis di jalur 
perdagangan antara India-Cina. Di samping itu 
juga berhasil menguasai Selat Malaka yang 
merupakan urat nadi perdagangan di Asia 
Tenggara, menjadikan Sriwijaya berhasil 
menguasai perdagangan nasional dan 
internasional. Penguasaan Sriwijaya atas Selat 
Malaka mempunyai arti penting terhadap 
perkembangan Sriwijaya sebagai negara 
maritim, sebab banyak kapal-kapal asing yang 
singgah untuk menambah air minum, perbekalan 
makanan dan melakukan aktivitas perdagangan.
Dalam bidang kebudayaan khususnya 
keagamaan, Kerajaan Sriwijaya 
menjadi pusat agama Buddha yang 
penting di Asia Tenggara dan Asia 
Timur. Agama Buddha yang 
berkembang di Sriwijaya ialah Agama 
Buddha Mahayana, salah satu 
tokohnya ialah Dharmakirti. Para 
peziarah agama Buddha dalam 
pelayaran ke India ada yang singgah 
dan tinggal di Sriwijaya. Di antaranya 
ialah I'tsing.

sriwijaya

  • 2.
    sriwijaya Nurul komariyah Tita fm Umi saidah Zuhrotus solihah
  • 3.
    sriwijaya Kejayaan dan keruntuhan sriwijaya Perekonomian Bukti kerajaan sriwijaya Sejarah sriwijaya
  • 4.
    Sejarah kerajaan sriwijaya Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan besar yang ada di nusantara. Kerajaan yang dikeal dengan kekuatan maritimnya tersebut berhasil menguasi pulau Sumatra, Jawa, Pesisir Kalimantan, Kamboja, Thailand Selatan, dan Semenanjung Malaya yang kemudian menjadikan Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan yang berhasil menguasai perdagangan di Asia-tenggara pada masa itu.
  • 5.
    Tidak banyak buktisejarah yang menerangkan kapan berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Bukti tertua datangnya dari berita Cina yaitu pada tahun 682 M terdapat seorang pendeta Tiongkok bernama I-Tsing yang ingin belajar agama Budha di India, singgah terlebih dahulu di Sriwijaya untuk mendalami bahasa Sanskerta selama 6 Bulan. Tercatat juga Kerajaan Sriwijaya pada saat itu dipimpin oleh Dapunta Hyang. Selain berita dari luar, terdapat juga beberapa prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya, diantaranya adalah prasasti Kedukan Bukit (605S/683M) di Palembang. Isi dari prasasti terseubt adalah Dapunta Hyang mengadakan ekspansi 8 hari dengan membawa 20.000 tentara, kemudian berhasil menaklukkan dan menguasai beberapa daerah. Dengan kemenangan itu Sriwijaya menjadi makmur. Dari kedua bukti tertua di atas bisa disimpulkan Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke-7 dengan raja pertamanya adalah Dapunta Hyang.
  • 6.
  • 7.
    Kejayaan sriwijaya Masakejayaan Kerajaan Sriwijaya berada pada abad 9-10 Masehi dimana Kerajaan Sriwijaya menguasai jalur perdagangan maritim di Asia Tenggara. Sriwijaya telah melakukan kolonisasi di hampir seluruh kerajaan-kerajaan Asia Tenggara, antara lain: Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Filipina. Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan Sriwijaya sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan bea dan cukai atas setiap kapal yang lewat. Sriwijaya mengumpulkan kekayaannya dari jasa pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar
  • 8.
    Keruntuhan sriwijaya Kemunduranyang berakhirnya Kerajaan Sriwijaya dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: • Pada tahun 1017 dan 1025, Rajendra Chola I, soerang dari dinasti Cholda di Koromande, India Selatan. Dari dua serangan tersebut membuat luluh lantah armada perang Sriwijaya dan membuat perdagangan di wilayah Asia-tenggara jatuh pada Raja Chola. Namun Kerajaan Sriwijaya masih berdiri. • Melemahnya kekuatan militer Sriwijaya, membuat beberapa daerah taklukannya melepaskan diri sampai muncul Dharmasraya dan Pagaruyung sebagai kekuatan baru yang kemudian menguasai kembali wilayah jajahan Sriwijaya mulai dari kawasan Semenanjung Malaya, Sumatera, sampai Jawa bagian barat.
  • 9.
    > Melemahnya Sriwijayajuga diakibatkan oleh faktor ekonomi. Para pedagang yang melakukan aktivitas perdagangan di Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang karena daerha-daerah strategis yang dulu merupakan daerah taklukan Sriwijaya jatuh ke tangan raja-raja sekitarnya. > Munculnya kerajaan-kerajaan yang kuat seperti Dharmasraya yang sampai menguasai Sriwijaya seutuhnya serta Kerajaan Singhasari yang tercatat melakukan sebuah ekspedisi yang bernama ekspedisi Pamalayu. Kerajaan Sriwijaya pun akhirnya runtuh di tangan Kerajaan Majapahit pada abad ke-13.
  • 10.
    Bukti kerajaan sriwijaya Sumber Berita Asing • Berita dari Cina Dalam perjalanannya untuk menimba ilmu agama Buddha di India, I-Tsing pendeta dari Cina, singgah di Sriwijaya selama enam bulan dan mempelajari paramasastra atau tata bahasa Sanskerta. Kemudian, bersama guru Buddhis, Sakyakirti, ia menyalin kitab Hastadandasastra ke dalam bahasa Cina. Kesimpulan I-Tsing mengenai Sriwijaya adalah negara ini telah maju dalam bidang agama Buddha. • Berita Arab menyebutkan adanya negara Sriwijaya. Ibu Hordadheh mengatakan bahwa Raja Zabag banyak menghasilkan emas. Setiap tahunnya emas yang dihasilkan seberat 206 kg.
  • 11.
    >Sumber Prasasti prasasti Kedukan Bukit (605S/683M) di Palembang. Isinya: Dapunta Hyang mengadakan ekspansi 8 hari dengan membawa 20.000 tentara, kemudian berhasil menaklukkan dan menguasai beberapa daerah. Dengan kemenangan itu Sriwijaya menjadi makmur. >Prasasti Talang Tuo (606 S/684M) di sebelah barat Palembang. Isinya tentang pembuatan sebuah Taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran semua makhluk. >Prasasti Kota Kapur (608 S/686 M) di Bangka. >Prasasti Karang Birahi (608 S/686 M) di Jambi. Keduanya berisi permohonan kepada Dewa untuk keselamatan rakyat dan kerajaan Sriwijaya.
  • 12.
    > Prasasti TalangBatu (tidak berangka tahun) di Palembang. Isinya kutukan-kutukan terhadap mereka yang melakukan kejahatan dan melanggar perintah raja. > Prasasti Palas di Pasemah, Lampung Selatan. Isinya Lampung Selatan telah diduduki oleh Sriwijaya. > Prasasti Ligor (679 S/775 M) di tanah genting Kra. Isinya Sriwijaya diperintah oleh Darmaseta.
  • 13.
    Perekonomian sriwijaya LetakSriwijaya sangat strategis di jalur perdagangan antara India-Cina. Di samping itu juga berhasil menguasai Selat Malaka yang merupakan urat nadi perdagangan di Asia Tenggara, menjadikan Sriwijaya berhasil menguasai perdagangan nasional dan internasional. Penguasaan Sriwijaya atas Selat Malaka mempunyai arti penting terhadap perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim, sebab banyak kapal-kapal asing yang singgah untuk menambah air minum, perbekalan makanan dan melakukan aktivitas perdagangan.
  • 14.
    Dalam bidang kebudayaankhususnya keagamaan, Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat agama Buddha yang penting di Asia Tenggara dan Asia Timur. Agama Buddha yang berkembang di Sriwijaya ialah Agama Buddha Mahayana, salah satu tokohnya ialah Dharmakirti. Para peziarah agama Buddha dalam pelayaran ke India ada yang singgah dan tinggal di Sriwijaya. Di antaranya ialah I'tsing.