KERAJAAN ISLAM
DEMAK
Disusun Oleh :
1. Fitriana Rifka F.
2. Laga Prawira S.
3. Siti Zulaikah.
Kelas : X IPS 2
MADRASAH ALIYAH NEGERI
KLATEN
Tahun Ajaran 2014/2015
Awal Berdirinya Kerajaan Demak
Kerajaan Islam yang pertama di Jawa adalah
Demak, dan berdiri pada tahun 1478 M. Hal
ini didasarkan atas jatuhnya kerajaan
Majapahit yang diberi tanda Candra Sengkala:
Sirna hilang Kertaning Bumi, yang berarti
tahun saka 1400 atau 1478 M.
Kerajaan Demak itu didirikan oleh Raden
Fatah. Beliau selalu memajukan agama islam
di bantu oleh para wali dan saudagar Islam.
Raden Fatah nama kecilnya adalah Pangeran
Jimbun. Menurut sejarah, dia adalah putera
raja Majapahit yang terakhir dari garwa
Ampean, dan Raden Fatah dilahirkan di
Palembang. Karena Arya Damar sudah masuk
Islam maka Raden Fatah dididik secara Islam,
sehingga jadi pemuda yang taat beragama
Islam.
Setelah usia 20 tahun Raden Fatah dikirim ke
Jawa untuk memperdalam ilmu agama di
bawa asuhan Raden Rahmat dan akhirnya
kawin dengan cucu beliau. Dan akhirnya
Raden Fatah menetap di Demak (Bintoro).
Pada kira-kira tahun 1475 M, Raden Fatah mulai
melaksanakan perintah gurunya dengan jalan
membuka madrasah atau pondok pesantren di
daerah tersebut. Rupanya tugas yang diberikan
kepada Raden Fatah dijalankan dengan sebaik-
baiknya. Lama kelamaan Desa Glagahwangi ramai
dikunjungi orang-orang. Tidak hanya menjadi pusat
ilmu pengetahuan dan agama, tetapi kemudian
menjadi pusat peradagangan bahkan akhirnya
menjadi pusat kerajaan Islam pertama di Jawa.
Desa Glagahwangi, dalam perkemabangannya
kemudian karena ramainya akhirnya menjadi
ibukota negara dengan nama Bintoro Demak.
Letak Kerajaan Demak
Secara geografis Kerajaan Demak terletak di daerah Jawa
Tengah, tetapi pada awal kemunculannya kerajaan
Demak mendapat bantuan dari para Bupati daerah
pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah menganut
agama Islam.
Pada sebelumnya, daerah Demak bernama Bintoro yang
merupakan daerah vasal atau bawahan Kerajaan
Majapahit. Kekuasaan pemerintahannya diberikan
kepada Raden Fatah (dari kerajaan Majapahit) yang
ibunya menganut agama Islam dan berasal dari Jeumpa
(Daerah Pasai).
Letak Demak sangat menguntungkan, baik
untuk perdagangan maupun pertanian. Pada
zaman dahulu wilayah Demak terletak di tepi
selat di antara Pegunungan Muria dan Jawa.
Sebelumnya selat itu rupanya agak lebar dan
dapat dilayari dengan baik sehingga kapal
dagang dari Semarang dapat mengambil jalan
pintas untuk berlayar ke Rembang. Tetapi
sudah sejak abad XVII jalan pintas itu tidak
dapat dilayari setiap saat.
Pada abad XVI agaknya Demak telah menjadi gudang
padi dari daerah pertanian di tepian selat tersebut.
Konon, kota Juwana merupakan pusat seperti itu bagi
daerah tersebut pada sekitar 1500. Tetapi pada sekitar
1513 Juwana dihancurkan dan dikosongkan oleh Gusti
Patih, panglima besar kerajaan Majapahit yang bukan
Islam. Ini kiranya merupakan peralawanan terakhir
kerajaan yang sudah tua itu. Setelah jatuhnya Juwana,
Demak menjadi penguasa tunggal di sebelah selatan
Pegunungan Muria.
Yang menjadi penghubung antara Demak dan Daerah
pedalaman di Jawa Tengah ialah Sungai Serang (dikenal
juga dengan nama-nama lain), yang sekarang bermuara
di Laut Jawa antara Demak dan Jepara.
Hasil panen sawah di daerah Demak
rupanya pada zaman dahulu pun sudah
baik. Kesempatan untuk
menyelenggarakan pengaliran cukup.
Lagi pula, persediaan padi untuk
kebutuhan sendiri dan untuk
pergadangan masih dapat ditambah oleh
para penguasa di Demak tanpa banyak
susah, apabila mereka menguasai jalan
penghubung di pedalaman Pegging dan
Pajang.
Peta Kerajaan
Keruntuhan Kerajaan Demak
Setelah wafatnya Sultan Trenggana menimbulkan
kekacauan politik yang hebat di keraton Demak. Negeri-
negeri bagian (kadipaten) berusaha melepaskan diri dan
tidak mengakui lagi kekuasaan Demak. Di Demak sendiri
timbul pertentangan di antara para waris yang saling
berebut tahta. Orang yang seharusnya menggantikan
kedudukan Sultan Trengggono adalah pengeran Sekar
Seda Ing Lepen. Namun, ia dibunuh oleh Sunan Prawoto
yang berharap dapat mewarisi tahta kerajaan. Adipati
Jipang yang beranama Arya Penangsang, anak laki-laki
Pangeran Sekar Seda Ing Lepen, tidak tinggal diam
karena ia merasa lebih berhak mewarisi tahta Demak.
Sunan Prawoto dengan beberapa pendukungnya berhasil
dibunuh dan Arya Penangsang berhasil naik tahta. Akan
tetapi, Arya Penangsang tidak berkuasa lama karena ia
kemudian di kalahkan oleh Jaka Tingkir yang di bantu
oleh Kiyai Gede Pamanahan dan putranya Sutawijaya,
serta KI Penjawi. Jaka tingkir naik tahta dan
penobatannya dilakukan oleh Sunan Giri. Setelah
menjadi raja, ia bergelar Sultan Handiwijaya serta
memindahkan pusat pemerintahannya dari Demak ke
Pajang pada tahun 1568.
Sultan Handiwijaya sangat menghormati orang-
orang yang telah berjasa. Terutama kepada
orang-orang yang dahulu membantu
pertempuran melawan Arya Penangsang. Kyai
Ageng Pemanahan mendapatkan tanah
Mataram dan Kyai Panjawi diberi tanah di Pati.
Keduanya diangkat menjadibupati di daerah-
daerah tersebut.
Sutawijaya, putra Kyai Ageng Pemanahan
diangkat menjadi putra angkat karena jasanya
dalam menaklukan Arya Penangsang. Ia pandai
dalam bidang keprajuritan. Setelah Kyai Ageng
Pemanahan wafat pada tahun 1575, Sutawijaya
diangkat menjadi penggatinya.
Pada tahun 1582 Sultan Hadiwijaya wafat. Putranya yang
bernama Pangeran Benawa diangkat menjadi penggantinya.
Timbul pemberontakan yang dilakukan oleh Arya Panggiri,
putra Sunan Prawoto, ia merasa mempunyai hak atasa tahta
Pajang. Pemberontakan itu dapat digagalkan oleh Pangeran
Benawan dengan bantuan Sutawijaya.
Pengeran Benawan menyadari bahwa dirinya lemah, tidak
mamapu mengendalikan pemerintahan, apalagi menghadapi
musuh-musuh dan bupati-bupati yang ingin melepaskan diri
dari kekuasaan Pajang kepada saudara angkatnya, Sutawijaya
pada tahun 1586. Pada waktu itu Sutawijaya telah menjabat
bupati Mataram, sehingga pusat kerajaan Pajang dipindahkan
ke Mataram.
MASA KEJAYAAN
KERAJAAN DEMAK
Demak adalah kerajaan Islam pertama yang ada dijawa.
Demak adalah Islam yang paling penting di wilayah pantai
utara jawa pada awal abad ke-16. Pada masa itu, Demak
adalah sebuah pelabuhan yang sangat ramai.
Pada awalnya, Demak memang hanyalah sebuah kota pelabuhan.
Ia dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. Kerajaan Demak berdiri
dengan dukungan dari wali sanga. Penyebar agama Islam di pulau
Jaw.Rajanya yang pertama adalah Raden Patah, gelarnya adalah
Sultan.
Raden patah adalah putra Raja Majapahit yang terakhir . Konon
diceritakan, ibunda Raden patah ini adalah seorang putri Cina dari
kerajaan majapahit. Ketika besar ia berguru kepada Sunan Ampel
adalah wali yang mendirikan madrasah dan pondok pesantren.
Pondok pesantrennya ini makin lama makin berkembang. Sampai
akhirnya menjadi sebuah pusat oerdagangan. Desa Glagah Wangi
akhirnya menjadi ibu kota kerajaan Demak yang disebut Demak
Bintara.
Sejak Demak berdiri wilayahnya mencakup pesisir utara
Jawa Barat., terutama Cirebon. Rakyat Cirebon saat itu
sudah menjadi Muslim. Semakin lama wilayah
kekuasaannya ini semakin meluas saja. Sampai tahun
1511daerah yang dikuasai Demak adalah
Cirebon,Tuban,Jepara, Sedayu,Jaratan, danGresik.
Perluasan wilayah ini dilakukan Raden Patah dengan
bantuan Adipati Unus, putranya. Ia dikenal juga dengan
sebutan pangeran Sabrang Lor.
Adipati Unus jugalah yang menggantikan Raden Patah
menjadi Raja(1518-1521). Ia menjadi Raja Demak yang
kedua. Ia berhasil menaklukan Jepara di sebelah utara
Sindang Laut.
Raja selanjutnya adalah Sultan Trenggana , adik Adipati Unus. Ia
mmerintah dari tahun (1521-1546). Pada saat ia memimpin, Kerajaan
Demak mencapai puncak Kejayaannya, Wilayah kekuasaannya
mencakup seluruh Pulau Jawa, kecuali Pajajaran, Panarukan,
Pasuruan, dan Blambangan.
Sultan Trenggana mengatur perluasan pengaruh kerajaan Demak ke
daerah Timur dan Barat. Pada saat Ia berkuasa inilah Kerajaan Hindu-
Buddha terakhir runtuh, Sultan Trenggana mengundang Sunan
Kalijaga untuk menetap di Kadilangu dekat Demak. Sunan Kalijaga
dijadikan penasihat spiritualnya.
Sultan Trenggana sangat membenci Portugis, seperti juga ayah dan
kakaknya . pada tahun 1522, Sultan Trenggana mengutus Fatahillah
untuk menguasai Banten. Saat itu Banten belum dikuasai Portugis,
akhirnya Fatahillahpun berhasil menguasai Banten . selain itu, daerah
Sunda Kelapa dan Cirebon pun Berhasil dikuasainya.
Raja keempat yang menggantikan Sultan
Trenggana adalah Sultan Prawata (1546-
1561), ternyata Ia tidak secakap ke tiga Raja
sebelumnya. Ia menjadi Raja Demak yang
terakhir
Kerajaan Demak pada akhirnya Jatuh ke
tangan Hadiwijaya yang tampil dengan
pemerintahan baru dan kerajaan baru, yaitu
Kerajaan Pajang.
demikian artikel Sejarah Kerajaan Islam, Masa
Kejayaan Kerajaan Demak
KEHIDUPAN POLITIKNYA
Kerajaan Islam Demak didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1475-1518
M. Di Bintoro Demak. Pada saat itu kerajaan Majapahit sedang mengalami
kemunduran, sehingga mudah bagi Raden Patah untuk mendirikan kerajaan
sendiri lepas dari kerajaan Majapahit. Berdirinya kerajaan Demak mendapat
dukungan penuh dari para Wali Songo, yang memiliki pengaruh sangat kuat
dalam masyarakat. Dalam waktu singkat Demak berhasil menjadi kerajaan
besar.
Adapun faktor-faktor yang mendorong Demak cepat menjadi kerajaan
besar antara lain :
- Letaknya strategis karena di tengah-tengah jalur pelayaran nasional dan
dekat dengan muara sungai
- Demak merupakan produsen beras terbesar di Pulau Jawa pada saat itu.
- Mundurnya Kerajaan Majapahit
KEHIDUPAN EKONOMINYA
Letak kerajaan Demak yang strategis , sangat
membantu Demak sebagai kerajaan Maritim.
Lagi pula letaknya yang ada di muara sungai
Demak mendorong aktivitas perdagangan
cepat berkembang. Di samping dari
perdagangan, Demak juga hidup dari agraris.
Pertanian di Demak tumbuh dengan baik
karena aliran sungai Demak lewat pelabuhan
Bergota dan Jepara. Demak bisa menjual
produksi andalannya seperti beras, garam dan
kayu jati.
KEHIDUPAN KEAGAMAAN
Berdirinya kerajaan Demak banyak didorong oleh
latar belakang untuk mengembangkan dakwah Islam.
Oleh karena itu tidak heran jika Demak gigih
melawan daerah-daerah yang ada dibawah pengaruh
asing. Berkat dukungan Wali Songo. Demak berhasil
menjadikan diri sebagai kerajaan Islam pertama di
Jawa yang memiliki pengaruh cukup luas. Untuk
mendukung dakwah pengembangan agama Islam,
dibangun Masjid Agung Demak sebagai pusatnya
KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA
Salah satu peninggalan berharga kerajaan Demak
adalah bangunan Masjid Demak yang terletak di
sebelah barat alun-alun Demak. Masjid Agung
Demak memiliki ciri khas yakni salah satu tiang
utamanya terbuat dari tatal ( potongan kayu),
atap tumpang, dan di belakngnya terdapat
makam raja-raja Demak.
PENINGGALAN KERAJAAN DEMAK
Masjig Agung Demak
Prasasti Bulus Surya Majapahit
Soko Majapahit
Maksurah Pintu Bledheg
Soko Tatal / Soko Guru
Situs Kolam Wudhu Menara
SILSILAH RAJA
1. Raden Patah (1478 - 1518) Raden Patah adalah pendiri dan
raja pertama di Demak. Pada
masa pemerintahannya
mengalami perkembangan yang
sangat pesat. Dengan bantuan
para wali, Demak diperluas
hingga meliputi Jepara, Pati,
Rembang, Semarang, kepulauan
di selat Karimata dan beberapa
daerah di Kalimantan. Kerajaan
ini menguasai beberapa
pelabuhan penting seperti
Jepara, Tuban, Sedayu, Jaratan
dan Gresik.
Perannya dalam penyebaran agama Islam sangatlah besar. Dengan
bantuan Sembilan Wali (Wali Songo), Demak menjadi pusat
penyebaran agama Islam di Jawa dan wilayah Nusantara bagian timur.
Oleh para wali, di Demak didirikan Masjid Agung Demak yang masih
berdiri kokoh hingga sekarang.
Murid-murid para wali ini tidak hanya orang Jawa. Di antara murid-
murid itu ada yang berasal dari daerah Banjarmasin (Banjar),
Makasar, Ternate dan Ambon. Di daerah-daerah kekuasaan Demak
seperti wilayah pesisir utara Jawa, sebagian Sumatera dan sebagian
Kalimantan, agama Islam juga disebarkan.
Penyebaran Agama Islam di Jawa sangat berhasil. Cara dakwah Sunan
Kalijaga dikenal dengan menggunakan seni wayang kulit. Sunan
Kalijaga menyadari bahwa cerita wayang berasal dari Hindu India,
tetapi beliau mampu menyesuaikan dan memasukkan ajaran Islam di
dalamnya. Dengan cara ini ajaran Sunan Kalijaga nudah diterima
masyarakat luas.
Perkembangan ekonomi Demak sajalan dengan luas wilayah dan
perkembangan perdagangan menjadi semakin maju. Banyak barang yang
berasal dari Demak berupa beras dikirim ke Malaka. Ketika Malaka dikuasai
Portugis, Demak merasa ikut dirugikan. Berkaitan dengan peristiwa tersebut,
pada tahun 1513 Masehi Demak menyerang Portugis ke Malaka.
Penyerangan ini dipimpin oleh putra mahkotanya sendiri yang bernama Pati
Unus.
Demak mengirimkan 100 kapal perang dengan ribuan prajurit yang berasal
dari Demak, Palembang dan Aceh. Penyerangan ini dilakukan dari utara Selat
Malaka yaitu dari Demak - Selat Sunda - Panta barat Sumatera - aceh - Selat
Malak - Malaka. Dalam penyerangan ini, Demak dibantu oleh Kerajaan
Palembang dan Aceh. Karena faktor jarak yang terlalu jauh dan peralatan
perang yang kurang seimbang, penyerangan tidak berhasil.
Kegagalan penyerangan ini membuat Demak semakin waspada tentang
beratnya ancaman Portugis. Untuk itu segera menngkatkan pertahanannya
dengan meningkatkan jumlah prajurit dan kapal-kapal perangnya. Raden
Patah wafat tahun 1518 M, kemudian digantikan oleh putra Mahkotanya
Raden Pati Unus.
2. Pati Unus ( 1518 - 1521 M )
Pati Unus berkuasa tahun 1518 M sampai
tahun 1521 M. Karena jasanya memimpin
armada Demak dalam penyerangan ke
Malaka, Pati Unus mendapatkan sebutan
"Pangeran Sabrang Lor". Pemerintahan
Pangeran Sabrang Lor tidak berlangsung
lama, karena setelah 3 tahun memerintah
beliau sakit dan wafat tahun 1521 M. Pati
Unus meninggal tanpa menurunkan anak.
Sebagai penggantinya adalah adiknya yang
bernama Raden Trenggono yang kemudian
bergelar Sultan Trenggono.
3. Sultan Trenggono ( 1521 - 1546 )
Sultan Trenggono adalah adik Pati
Unus dan putra ketiga Raden
Patah. Di bawah pemerintahannya
wilayah Demak bertambah luas.
Tahun 1522, armada laut Demak di
bawah pimpinan Fatahillah
(Faletehan) mengadakan
penyerangan dimulai dari Banten,
Sunda Kelapa, kemudian ke
Cirebon. Ketiga daerah ini semula
berada di bawah kekuasaan
Kerajaan Pajajaran. Pada saat itu
juga Portugis bekerja sama dengan
Pajajaran untuk menguasai Sunda
Kelapa.
Sepeninggal Sultan Trenggono, di Demak terjadi perebutan kekuasaan antara
putra sulung Sultan Trenggono yang bernama Sunan Prawoto dengan Pangeran
Sekar, kakak Sultan Trenggono. Pangeran Sekar kalah dan meninggal, Kemudian,
Sunan Prawoto menjadi raja Demak.
Sunan Prawoto tidak lama menjadi raja di Demak, terjadi pemberontakan oleh
Arya Penangsang anak Pangeran Sekar. Dalam peperangan itu, Sunan Prawoto
gugur. Arya Penangsang mendapat perlawanan dari menantu Sultan Trenggono
yang bernama Pangeran Hadiri (Sultan Kalinyamat), tetapi tidak berhasil.
Pangeran Hadiri meninggal oleh Arya Penangsang..
Perlawanan dilanjutkan oleh Joko Tingkir, menantu Sultan Trenggono yang
berasal dari Tingkir Salatiga. Dengan siasat yang diajarkan Ki Ageng Pemanahan.
Pemberontakan Arya Penangsang (Adipati Jipang) dapat dipadamkan.
Siasat tersebut antara lain dengan menampilkan Sutawijaya, anak Ki
Ageng Pemanahan yang baru berusia 16 tahun dijadikan sebagai
Panglima perang. Akibatnya, Arya Penangsang tidak tega membunuh,
tetapi justru sebaliknya Arya Penangsang terbunuh o;eh Sutawijaya.
Berkat jasanya mengalahkan Arya Penangsang, Ki Ageng Pemanahan
mendapat hadiah wilayah di daerah Mataram yaitu Kota Gede dan
sekitarnya. Sutawijaya dijadikan anak angkat Joko Tingkir. Setelah
menjadi raja, Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan Demak ke
Pajang. Beberapa alasan Joko Tingkir memindahkan pusat kerajaan ke
Pajang adalah:
Kerajaan Demak mengalami kehancuran total akibat perang saudara
yang berlarut-larut.
Mendekati daerah pertanian yang subur yaitu di sekitar Surakarta dan
Klaten.
Menjauhi musuh-musuh politiknya yang ada di sekitar Demak.
Mendekati daerah pendukungnya yaitu di sekitar Tingkir dan Pajang.
“Pendidikan bukanlah proses mengisi wadah yang kosong. Pendidikan adalah proses menyalakan
api pikiran”
Kerajaan Demak

Kerajaan Demak

  • 1.
    KERAJAAN ISLAM DEMAK Disusun Oleh: 1. Fitriana Rifka F. 2. Laga Prawira S. 3. Siti Zulaikah. Kelas : X IPS 2 MADRASAH ALIYAH NEGERI KLATEN Tahun Ajaran 2014/2015
  • 3.
    Awal Berdirinya KerajaanDemak Kerajaan Islam yang pertama di Jawa adalah Demak, dan berdiri pada tahun 1478 M. Hal ini didasarkan atas jatuhnya kerajaan Majapahit yang diberi tanda Candra Sengkala: Sirna hilang Kertaning Bumi, yang berarti tahun saka 1400 atau 1478 M. Kerajaan Demak itu didirikan oleh Raden Fatah. Beliau selalu memajukan agama islam di bantu oleh para wali dan saudagar Islam.
  • 4.
    Raden Fatah namakecilnya adalah Pangeran Jimbun. Menurut sejarah, dia adalah putera raja Majapahit yang terakhir dari garwa Ampean, dan Raden Fatah dilahirkan di Palembang. Karena Arya Damar sudah masuk Islam maka Raden Fatah dididik secara Islam, sehingga jadi pemuda yang taat beragama Islam. Setelah usia 20 tahun Raden Fatah dikirim ke Jawa untuk memperdalam ilmu agama di bawa asuhan Raden Rahmat dan akhirnya kawin dengan cucu beliau. Dan akhirnya Raden Fatah menetap di Demak (Bintoro).
  • 5.
    Pada kira-kira tahun1475 M, Raden Fatah mulai melaksanakan perintah gurunya dengan jalan membuka madrasah atau pondok pesantren di daerah tersebut. Rupanya tugas yang diberikan kepada Raden Fatah dijalankan dengan sebaik- baiknya. Lama kelamaan Desa Glagahwangi ramai dikunjungi orang-orang. Tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan dan agama, tetapi kemudian menjadi pusat peradagangan bahkan akhirnya menjadi pusat kerajaan Islam pertama di Jawa. Desa Glagahwangi, dalam perkemabangannya kemudian karena ramainya akhirnya menjadi ibukota negara dengan nama Bintoro Demak.
  • 6.
    Letak Kerajaan Demak Secarageografis Kerajaan Demak terletak di daerah Jawa Tengah, tetapi pada awal kemunculannya kerajaan Demak mendapat bantuan dari para Bupati daerah pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah menganut agama Islam. Pada sebelumnya, daerah Demak bernama Bintoro yang merupakan daerah vasal atau bawahan Kerajaan Majapahit. Kekuasaan pemerintahannya diberikan kepada Raden Fatah (dari kerajaan Majapahit) yang ibunya menganut agama Islam dan berasal dari Jeumpa (Daerah Pasai).
  • 7.
    Letak Demak sangatmenguntungkan, baik untuk perdagangan maupun pertanian. Pada zaman dahulu wilayah Demak terletak di tepi selat di antara Pegunungan Muria dan Jawa. Sebelumnya selat itu rupanya agak lebar dan dapat dilayari dengan baik sehingga kapal dagang dari Semarang dapat mengambil jalan pintas untuk berlayar ke Rembang. Tetapi sudah sejak abad XVII jalan pintas itu tidak dapat dilayari setiap saat.
  • 8.
    Pada abad XVIagaknya Demak telah menjadi gudang padi dari daerah pertanian di tepian selat tersebut. Konon, kota Juwana merupakan pusat seperti itu bagi daerah tersebut pada sekitar 1500. Tetapi pada sekitar 1513 Juwana dihancurkan dan dikosongkan oleh Gusti Patih, panglima besar kerajaan Majapahit yang bukan Islam. Ini kiranya merupakan peralawanan terakhir kerajaan yang sudah tua itu. Setelah jatuhnya Juwana, Demak menjadi penguasa tunggal di sebelah selatan Pegunungan Muria. Yang menjadi penghubung antara Demak dan Daerah pedalaman di Jawa Tengah ialah Sungai Serang (dikenal juga dengan nama-nama lain), yang sekarang bermuara di Laut Jawa antara Demak dan Jepara.
  • 9.
    Hasil panen sawahdi daerah Demak rupanya pada zaman dahulu pun sudah baik. Kesempatan untuk menyelenggarakan pengaliran cukup. Lagi pula, persediaan padi untuk kebutuhan sendiri dan untuk pergadangan masih dapat ditambah oleh para penguasa di Demak tanpa banyak susah, apabila mereka menguasai jalan penghubung di pedalaman Pegging dan Pajang.
  • 10.
  • 11.
    Keruntuhan Kerajaan Demak Setelahwafatnya Sultan Trenggana menimbulkan kekacauan politik yang hebat di keraton Demak. Negeri- negeri bagian (kadipaten) berusaha melepaskan diri dan tidak mengakui lagi kekuasaan Demak. Di Demak sendiri timbul pertentangan di antara para waris yang saling berebut tahta. Orang yang seharusnya menggantikan kedudukan Sultan Trengggono adalah pengeran Sekar Seda Ing Lepen. Namun, ia dibunuh oleh Sunan Prawoto yang berharap dapat mewarisi tahta kerajaan. Adipati Jipang yang beranama Arya Penangsang, anak laki-laki Pangeran Sekar Seda Ing Lepen, tidak tinggal diam karena ia merasa lebih berhak mewarisi tahta Demak. Sunan Prawoto dengan beberapa pendukungnya berhasil dibunuh dan Arya Penangsang berhasil naik tahta. Akan tetapi, Arya Penangsang tidak berkuasa lama karena ia kemudian di kalahkan oleh Jaka Tingkir yang di bantu oleh Kiyai Gede Pamanahan dan putranya Sutawijaya, serta KI Penjawi. Jaka tingkir naik tahta dan penobatannya dilakukan oleh Sunan Giri. Setelah menjadi raja, ia bergelar Sultan Handiwijaya serta memindahkan pusat pemerintahannya dari Demak ke Pajang pada tahun 1568.
  • 12.
    Sultan Handiwijaya sangatmenghormati orang- orang yang telah berjasa. Terutama kepada orang-orang yang dahulu membantu pertempuran melawan Arya Penangsang. Kyai Ageng Pemanahan mendapatkan tanah Mataram dan Kyai Panjawi diberi tanah di Pati. Keduanya diangkat menjadibupati di daerah- daerah tersebut. Sutawijaya, putra Kyai Ageng Pemanahan diangkat menjadi putra angkat karena jasanya dalam menaklukan Arya Penangsang. Ia pandai dalam bidang keprajuritan. Setelah Kyai Ageng Pemanahan wafat pada tahun 1575, Sutawijaya diangkat menjadi penggatinya.
  • 13.
    Pada tahun 1582Sultan Hadiwijaya wafat. Putranya yang bernama Pangeran Benawa diangkat menjadi penggantinya. Timbul pemberontakan yang dilakukan oleh Arya Panggiri, putra Sunan Prawoto, ia merasa mempunyai hak atasa tahta Pajang. Pemberontakan itu dapat digagalkan oleh Pangeran Benawan dengan bantuan Sutawijaya. Pengeran Benawan menyadari bahwa dirinya lemah, tidak mamapu mengendalikan pemerintahan, apalagi menghadapi musuh-musuh dan bupati-bupati yang ingin melepaskan diri dari kekuasaan Pajang kepada saudara angkatnya, Sutawijaya pada tahun 1586. Pada waktu itu Sutawijaya telah menjabat bupati Mataram, sehingga pusat kerajaan Pajang dipindahkan ke Mataram.
  • 14.
    MASA KEJAYAAN KERAJAAN DEMAK Demakadalah kerajaan Islam pertama yang ada dijawa. Demak adalah Islam yang paling penting di wilayah pantai utara jawa pada awal abad ke-16. Pada masa itu, Demak adalah sebuah pelabuhan yang sangat ramai.
  • 15.
    Pada awalnya, Demakmemang hanyalah sebuah kota pelabuhan. Ia dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. Kerajaan Demak berdiri dengan dukungan dari wali sanga. Penyebar agama Islam di pulau Jaw.Rajanya yang pertama adalah Raden Patah, gelarnya adalah Sultan. Raden patah adalah putra Raja Majapahit yang terakhir . Konon diceritakan, ibunda Raden patah ini adalah seorang putri Cina dari kerajaan majapahit. Ketika besar ia berguru kepada Sunan Ampel adalah wali yang mendirikan madrasah dan pondok pesantren. Pondok pesantrennya ini makin lama makin berkembang. Sampai akhirnya menjadi sebuah pusat oerdagangan. Desa Glagah Wangi akhirnya menjadi ibu kota kerajaan Demak yang disebut Demak Bintara.
  • 16.
    Sejak Demak berdiriwilayahnya mencakup pesisir utara Jawa Barat., terutama Cirebon. Rakyat Cirebon saat itu sudah menjadi Muslim. Semakin lama wilayah kekuasaannya ini semakin meluas saja. Sampai tahun 1511daerah yang dikuasai Demak adalah Cirebon,Tuban,Jepara, Sedayu,Jaratan, danGresik. Perluasan wilayah ini dilakukan Raden Patah dengan bantuan Adipati Unus, putranya. Ia dikenal juga dengan sebutan pangeran Sabrang Lor. Adipati Unus jugalah yang menggantikan Raden Patah menjadi Raja(1518-1521). Ia menjadi Raja Demak yang kedua. Ia berhasil menaklukan Jepara di sebelah utara Sindang Laut.
  • 17.
    Raja selanjutnya adalahSultan Trenggana , adik Adipati Unus. Ia mmerintah dari tahun (1521-1546). Pada saat ia memimpin, Kerajaan Demak mencapai puncak Kejayaannya, Wilayah kekuasaannya mencakup seluruh Pulau Jawa, kecuali Pajajaran, Panarukan, Pasuruan, dan Blambangan. Sultan Trenggana mengatur perluasan pengaruh kerajaan Demak ke daerah Timur dan Barat. Pada saat Ia berkuasa inilah Kerajaan Hindu- Buddha terakhir runtuh, Sultan Trenggana mengundang Sunan Kalijaga untuk menetap di Kadilangu dekat Demak. Sunan Kalijaga dijadikan penasihat spiritualnya. Sultan Trenggana sangat membenci Portugis, seperti juga ayah dan kakaknya . pada tahun 1522, Sultan Trenggana mengutus Fatahillah untuk menguasai Banten. Saat itu Banten belum dikuasai Portugis, akhirnya Fatahillahpun berhasil menguasai Banten . selain itu, daerah Sunda Kelapa dan Cirebon pun Berhasil dikuasainya.
  • 18.
    Raja keempat yangmenggantikan Sultan Trenggana adalah Sultan Prawata (1546- 1561), ternyata Ia tidak secakap ke tiga Raja sebelumnya. Ia menjadi Raja Demak yang terakhir Kerajaan Demak pada akhirnya Jatuh ke tangan Hadiwijaya yang tampil dengan pemerintahan baru dan kerajaan baru, yaitu Kerajaan Pajang. demikian artikel Sejarah Kerajaan Islam, Masa Kejayaan Kerajaan Demak
  • 19.
    KEHIDUPAN POLITIKNYA Kerajaan IslamDemak didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1475-1518 M. Di Bintoro Demak. Pada saat itu kerajaan Majapahit sedang mengalami kemunduran, sehingga mudah bagi Raden Patah untuk mendirikan kerajaan sendiri lepas dari kerajaan Majapahit. Berdirinya kerajaan Demak mendapat dukungan penuh dari para Wali Songo, yang memiliki pengaruh sangat kuat dalam masyarakat. Dalam waktu singkat Demak berhasil menjadi kerajaan besar. Adapun faktor-faktor yang mendorong Demak cepat menjadi kerajaan besar antara lain : - Letaknya strategis karena di tengah-tengah jalur pelayaran nasional dan dekat dengan muara sungai - Demak merupakan produsen beras terbesar di Pulau Jawa pada saat itu. - Mundurnya Kerajaan Majapahit
  • 20.
    KEHIDUPAN EKONOMINYA Letak kerajaanDemak yang strategis , sangat membantu Demak sebagai kerajaan Maritim. Lagi pula letaknya yang ada di muara sungai Demak mendorong aktivitas perdagangan cepat berkembang. Di samping dari perdagangan, Demak juga hidup dari agraris. Pertanian di Demak tumbuh dengan baik karena aliran sungai Demak lewat pelabuhan Bergota dan Jepara. Demak bisa menjual produksi andalannya seperti beras, garam dan kayu jati.
  • 21.
    KEHIDUPAN KEAGAMAAN Berdirinya kerajaanDemak banyak didorong oleh latar belakang untuk mengembangkan dakwah Islam. Oleh karena itu tidak heran jika Demak gigih melawan daerah-daerah yang ada dibawah pengaruh asing. Berkat dukungan Wali Songo. Demak berhasil menjadikan diri sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa yang memiliki pengaruh cukup luas. Untuk mendukung dakwah pengembangan agama Islam, dibangun Masjid Agung Demak sebagai pusatnya
  • 22.
    KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA Salahsatu peninggalan berharga kerajaan Demak adalah bangunan Masjid Demak yang terletak di sebelah barat alun-alun Demak. Masjid Agung Demak memiliki ciri khas yakni salah satu tiang utamanya terbuat dari tatal ( potongan kayu), atap tumpang, dan di belakngnya terdapat makam raja-raja Demak.
  • 23.
  • 24.
    Prasasti Bulus SuryaMajapahit Soko Majapahit
  • 25.
    Maksurah Pintu Bledheg SokoTatal / Soko Guru
  • 26.
  • 27.
    SILSILAH RAJA 1. RadenPatah (1478 - 1518) Raden Patah adalah pendiri dan raja pertama di Demak. Pada masa pemerintahannya mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan bantuan para wali, Demak diperluas hingga meliputi Jepara, Pati, Rembang, Semarang, kepulauan di selat Karimata dan beberapa daerah di Kalimantan. Kerajaan ini menguasai beberapa pelabuhan penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Jaratan dan Gresik.
  • 28.
    Perannya dalam penyebaranagama Islam sangatlah besar. Dengan bantuan Sembilan Wali (Wali Songo), Demak menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa dan wilayah Nusantara bagian timur. Oleh para wali, di Demak didirikan Masjid Agung Demak yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Murid-murid para wali ini tidak hanya orang Jawa. Di antara murid- murid itu ada yang berasal dari daerah Banjarmasin (Banjar), Makasar, Ternate dan Ambon. Di daerah-daerah kekuasaan Demak seperti wilayah pesisir utara Jawa, sebagian Sumatera dan sebagian Kalimantan, agama Islam juga disebarkan. Penyebaran Agama Islam di Jawa sangat berhasil. Cara dakwah Sunan Kalijaga dikenal dengan menggunakan seni wayang kulit. Sunan Kalijaga menyadari bahwa cerita wayang berasal dari Hindu India, tetapi beliau mampu menyesuaikan dan memasukkan ajaran Islam di dalamnya. Dengan cara ini ajaran Sunan Kalijaga nudah diterima masyarakat luas.
  • 29.
    Perkembangan ekonomi Demaksajalan dengan luas wilayah dan perkembangan perdagangan menjadi semakin maju. Banyak barang yang berasal dari Demak berupa beras dikirim ke Malaka. Ketika Malaka dikuasai Portugis, Demak merasa ikut dirugikan. Berkaitan dengan peristiwa tersebut, pada tahun 1513 Masehi Demak menyerang Portugis ke Malaka. Penyerangan ini dipimpin oleh putra mahkotanya sendiri yang bernama Pati Unus. Demak mengirimkan 100 kapal perang dengan ribuan prajurit yang berasal dari Demak, Palembang dan Aceh. Penyerangan ini dilakukan dari utara Selat Malaka yaitu dari Demak - Selat Sunda - Panta barat Sumatera - aceh - Selat Malak - Malaka. Dalam penyerangan ini, Demak dibantu oleh Kerajaan Palembang dan Aceh. Karena faktor jarak yang terlalu jauh dan peralatan perang yang kurang seimbang, penyerangan tidak berhasil. Kegagalan penyerangan ini membuat Demak semakin waspada tentang beratnya ancaman Portugis. Untuk itu segera menngkatkan pertahanannya dengan meningkatkan jumlah prajurit dan kapal-kapal perangnya. Raden Patah wafat tahun 1518 M, kemudian digantikan oleh putra Mahkotanya Raden Pati Unus.
  • 30.
    2. Pati Unus( 1518 - 1521 M ) Pati Unus berkuasa tahun 1518 M sampai tahun 1521 M. Karena jasanya memimpin armada Demak dalam penyerangan ke Malaka, Pati Unus mendapatkan sebutan "Pangeran Sabrang Lor". Pemerintahan Pangeran Sabrang Lor tidak berlangsung lama, karena setelah 3 tahun memerintah beliau sakit dan wafat tahun 1521 M. Pati Unus meninggal tanpa menurunkan anak. Sebagai penggantinya adalah adiknya yang bernama Raden Trenggono yang kemudian bergelar Sultan Trenggono.
  • 31.
    3. Sultan Trenggono( 1521 - 1546 ) Sultan Trenggono adalah adik Pati Unus dan putra ketiga Raden Patah. Di bawah pemerintahannya wilayah Demak bertambah luas. Tahun 1522, armada laut Demak di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) mengadakan penyerangan dimulai dari Banten, Sunda Kelapa, kemudian ke Cirebon. Ketiga daerah ini semula berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Pada saat itu juga Portugis bekerja sama dengan Pajajaran untuk menguasai Sunda Kelapa.
  • 32.
    Sepeninggal Sultan Trenggono,di Demak terjadi perebutan kekuasaan antara putra sulung Sultan Trenggono yang bernama Sunan Prawoto dengan Pangeran Sekar, kakak Sultan Trenggono. Pangeran Sekar kalah dan meninggal, Kemudian, Sunan Prawoto menjadi raja Demak. Sunan Prawoto tidak lama menjadi raja di Demak, terjadi pemberontakan oleh Arya Penangsang anak Pangeran Sekar. Dalam peperangan itu, Sunan Prawoto gugur. Arya Penangsang mendapat perlawanan dari menantu Sultan Trenggono yang bernama Pangeran Hadiri (Sultan Kalinyamat), tetapi tidak berhasil. Pangeran Hadiri meninggal oleh Arya Penangsang.. Perlawanan dilanjutkan oleh Joko Tingkir, menantu Sultan Trenggono yang berasal dari Tingkir Salatiga. Dengan siasat yang diajarkan Ki Ageng Pemanahan. Pemberontakan Arya Penangsang (Adipati Jipang) dapat dipadamkan.
  • 33.
    Siasat tersebut antaralain dengan menampilkan Sutawijaya, anak Ki Ageng Pemanahan yang baru berusia 16 tahun dijadikan sebagai Panglima perang. Akibatnya, Arya Penangsang tidak tega membunuh, tetapi justru sebaliknya Arya Penangsang terbunuh o;eh Sutawijaya. Berkat jasanya mengalahkan Arya Penangsang, Ki Ageng Pemanahan mendapat hadiah wilayah di daerah Mataram yaitu Kota Gede dan sekitarnya. Sutawijaya dijadikan anak angkat Joko Tingkir. Setelah menjadi raja, Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan Demak ke Pajang. Beberapa alasan Joko Tingkir memindahkan pusat kerajaan ke Pajang adalah: Kerajaan Demak mengalami kehancuran total akibat perang saudara yang berlarut-larut. Mendekati daerah pertanian yang subur yaitu di sekitar Surakarta dan Klaten. Menjauhi musuh-musuh politiknya yang ada di sekitar Demak. Mendekati daerah pendukungnya yaitu di sekitar Tingkir dan Pajang.
  • 34.
    “Pendidikan bukanlah prosesmengisi wadah yang kosong. Pendidikan adalah proses menyalakan api pikiran”