-Created by aihihi group-
Farrel G.
M. Rifqi AB
Alvinatus S.
Kartika N.
Olivia P.L
Ulima M.N
Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya atau biasa disebut Srivijaya
adalah salah satu kerajaan maritim yang kuat di
wilayah pulau Sumatera dan memberi pengaruh
banyak di Nusantara dengan daerah kekuasaan
membentang dari Thailand, Kamboja,
Semenanjung Malaya, Jawa, Sumatera,
Kalimantan, dan Sulawesi. Didalam bahasa
Sansekerta, sri artinya “bercahaya” dan wijaya
artinya “kemenangan”
1) DapuntaHyang SriJayanasa Beliau adalah pendiri
kerajaan Sriwijaya. Pada masa pemerintahannya, dia
berhasil memperluas wilayah kekuasaan sampai
wilayah Jambi dengan menduduki daerah
Minangatamwan yang terletak di dekat jalur
perhubungan pelayaran perdagangan di Selat
Malaka. Sejak awal dia telah mencita-citakan agar
Sriwijaya menjadi kerajaan maritim.
Keadaan Politik
2)Masa pemerintahan Balaputradewa diperkirakan
dimulai pada tahun 850 M. Sriwijaya mengalami
perkembangan pesat dengan meingkatkan
kegiatan pelayaran dan perdagangan rakyat.
Pada masa pemerintahannya pula, Sriwijaya
mengadakan hubungan dengan Kerajaan Chola
dan Benggala (Nalanda) dalam bidang
pengembangan agama Buddha, bahkan menjadi
pusat penyebaran agama Buddha di Asia
Tenggara
 3) Sri SanggaramaWijayatunggawarman Pada
masa pemerintahannya, Sriwijaya dikhianati dan
diserang oleh kerajaan Chola. Sang raja ditawan
dan baru dilepaskan pada masa pemerintahan
Raja Kulottungga I di Chola.
Kehidupan Ekonomi
 Pada awalnya kehidupan ekonomi masyarakat
Sriwijaya bertumpu pada bidang pertanian. Namun
dikarenakan letaknya yang strategis, yaitu di
persimpangan jalur perdagangan internasional,
membuat hasil bumi menjadi modal utama untuk
memulai kegiatan perdagangan dan pelayaran.
Karena letak yang strategis pula, para pedagang
China yang akan ke India bongkarmuat di Sriwijaya,
dan begitu juga dengan pedagang India yang akan ke
China. Dengan demikian pelabuhan Sriwijaya
semakin ramai hingga Sriwijaya menjadi pusat
perdagangan se-Asia Tenggara. Perairan di Laut
Natuna, Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa
berada di bawah kekuasaan Sriwijaya.
Kehidupan Sosial
 Karena letaknya yang strategis, perkembangan perdagangan
internasional di Sriwijaya sangat baik. Dengan banyaknya pedagang
yang singgah di Sriwijaya memungkinkan masyarakatnya
berkomunikasi dengan mereka, sehingga dapat mengembangkan
kemampuan berkomunikasi masyarakat Sriwijaya. Kemungkinan
bahasa Melayu Kuno telah digunakan sebagai bahasa pengantar
terutama dengan para pedagang dari Jawa Barat, Bangka, Jambi dan
Semenanjung Malaysia.Perdagangan internasional ini juga membuat
kecenderungan masyarakat menjadi terbuka akan berbagai pengaruh
dan budaya asing, salah satunya India. Budaya India yang masuk
berupa penggunaan nama-nama khas India, adat istiadat, dan juga
agama Hindu-Buddha. I-tsing menerangkan bahwa banyak pendeta
yang datang ke Sriwijaya untuk belajar bahasa Sanskerta dan menyalin
kitab kitab suci agama Buddha. Guru besar yang sangat terkenal di
massa itu adalah Sakyakirti yang mengarang buku Hastadandasastra.
Sebab Kemunduran Kerajaan
Sriwijaya
 Serangan Raja Dharmawangsa pada tahun 990 M, ketika itu yang berkuasa di
Sriwijaya ialah Sri Sudamani Warmadewa. Walaupun serangan ini tidak
berhasil, tetapi telah melemahkan Sriwijaya.
 Serangan dari Kerajaan Colamandala yang diperintahkan oleh Raja
Rajendracoladewa pada tahun 1023 dan 1030. Serangan ini ditujukan ke
semenanjung Malaka dan berhasil menawan raja Sriwijaya. Serangan ketiga
dilakukan pada tahun 1068 M dilakukan oleh Wirarajendra, cucu
Rajendracoladewa.
 Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275-1292,
yang diterima dengan baik oleh Raja Melayu (Jambi), Mauliwarmadewa,
semakin melemahkan kedudukan Sriwijaya.
 Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai yang mengambil alih
posisi Sriwijaya.
 Serangan Kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih
Gajah Mada pada tahun 1477 yang mengakibatkan Sriwijaya menjadi taklukan
Majapahit
Peninggalan kerajaan sriwijaya
a) Prasasti kedudukan bukit
Sumatera Selatan, di tepi Sungai Tatang yang mengalir ke
Sungai Musi. Prasasti ini berbentuk batu kecil berukuran 45 ×
80 cm, ditulis dalam aksara Pallawa, menggunakan bahasa
Melayu Kuna.
 Prasasti Leiden Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya adalah
Prasasti Leiden. Prasasti ini ditulis di sebuah lempeng tembaga dan ditulis
dalam bahasa Sansekerta dan Tamil. Saat ini prasastu Leiden berada di
Musium Belanda. Isinya menceritakan hubungan baik antara dinasti Chola
dari Tamil dengan dinasti Sailendra dari Sriwijaya, India Selatan.

Kerajaan sriwijaya sumsel

  • 1.
    -Created by aihihigroup- Farrel G. M. Rifqi AB Alvinatus S. Kartika N. Olivia P.L Ulima M.N Kerajaan Sriwijaya
  • 2.
    Kerajaan Sriwijaya ataubiasa disebut Srivijaya adalah salah satu kerajaan maritim yang kuat di wilayah pulau Sumatera dan memberi pengaruh banyak di Nusantara dengan daerah kekuasaan membentang dari Thailand, Kamboja, Semenanjung Malaya, Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Didalam bahasa Sansekerta, sri artinya “bercahaya” dan wijaya artinya “kemenangan”
  • 4.
    1) DapuntaHyang SriJayanasaBeliau adalah pendiri kerajaan Sriwijaya. Pada masa pemerintahannya, dia berhasil memperluas wilayah kekuasaan sampai wilayah Jambi dengan menduduki daerah Minangatamwan yang terletak di dekat jalur perhubungan pelayaran perdagangan di Selat Malaka. Sejak awal dia telah mencita-citakan agar Sriwijaya menjadi kerajaan maritim. Keadaan Politik
  • 5.
    2)Masa pemerintahan Balaputradewadiperkirakan dimulai pada tahun 850 M. Sriwijaya mengalami perkembangan pesat dengan meingkatkan kegiatan pelayaran dan perdagangan rakyat. Pada masa pemerintahannya pula, Sriwijaya mengadakan hubungan dengan Kerajaan Chola dan Benggala (Nalanda) dalam bidang pengembangan agama Buddha, bahkan menjadi pusat penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara
  • 6.
     3) SriSanggaramaWijayatunggawarman Pada masa pemerintahannya, Sriwijaya dikhianati dan diserang oleh kerajaan Chola. Sang raja ditawan dan baru dilepaskan pada masa pemerintahan Raja Kulottungga I di Chola.
  • 7.
    Kehidupan Ekonomi  Padaawalnya kehidupan ekonomi masyarakat Sriwijaya bertumpu pada bidang pertanian. Namun dikarenakan letaknya yang strategis, yaitu di persimpangan jalur perdagangan internasional, membuat hasil bumi menjadi modal utama untuk memulai kegiatan perdagangan dan pelayaran. Karena letak yang strategis pula, para pedagang China yang akan ke India bongkarmuat di Sriwijaya, dan begitu juga dengan pedagang India yang akan ke China. Dengan demikian pelabuhan Sriwijaya semakin ramai hingga Sriwijaya menjadi pusat perdagangan se-Asia Tenggara. Perairan di Laut Natuna, Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa berada di bawah kekuasaan Sriwijaya.
  • 8.
    Kehidupan Sosial  Karenaletaknya yang strategis, perkembangan perdagangan internasional di Sriwijaya sangat baik. Dengan banyaknya pedagang yang singgah di Sriwijaya memungkinkan masyarakatnya berkomunikasi dengan mereka, sehingga dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi masyarakat Sriwijaya. Kemungkinan bahasa Melayu Kuno telah digunakan sebagai bahasa pengantar terutama dengan para pedagang dari Jawa Barat, Bangka, Jambi dan Semenanjung Malaysia.Perdagangan internasional ini juga membuat kecenderungan masyarakat menjadi terbuka akan berbagai pengaruh dan budaya asing, salah satunya India. Budaya India yang masuk berupa penggunaan nama-nama khas India, adat istiadat, dan juga agama Hindu-Buddha. I-tsing menerangkan bahwa banyak pendeta yang datang ke Sriwijaya untuk belajar bahasa Sanskerta dan menyalin kitab kitab suci agama Buddha. Guru besar yang sangat terkenal di massa itu adalah Sakyakirti yang mengarang buku Hastadandasastra.
  • 9.
    Sebab Kemunduran Kerajaan Sriwijaya Serangan Raja Dharmawangsa pada tahun 990 M, ketika itu yang berkuasa di Sriwijaya ialah Sri Sudamani Warmadewa. Walaupun serangan ini tidak berhasil, tetapi telah melemahkan Sriwijaya.  Serangan dari Kerajaan Colamandala yang diperintahkan oleh Raja Rajendracoladewa pada tahun 1023 dan 1030. Serangan ini ditujukan ke semenanjung Malaka dan berhasil menawan raja Sriwijaya. Serangan ketiga dilakukan pada tahun 1068 M dilakukan oleh Wirarajendra, cucu Rajendracoladewa.  Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275-1292, yang diterima dengan baik oleh Raja Melayu (Jambi), Mauliwarmadewa, semakin melemahkan kedudukan Sriwijaya.  Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai yang mengambil alih posisi Sriwijaya.  Serangan Kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada pada tahun 1477 yang mengakibatkan Sriwijaya menjadi taklukan Majapahit
  • 10.
    Peninggalan kerajaan sriwijaya a)Prasasti kedudukan bukit Sumatera Selatan, di tepi Sungai Tatang yang mengalir ke Sungai Musi. Prasasti ini berbentuk batu kecil berukuran 45 × 80 cm, ditulis dalam aksara Pallawa, menggunakan bahasa Melayu Kuna.
  • 11.
     Prasasti LeidenPrasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya selanjutnya adalah Prasasti Leiden. Prasasti ini ditulis di sebuah lempeng tembaga dan ditulis dalam bahasa Sansekerta dan Tamil. Saat ini prasastu Leiden berada di Musium Belanda. Isinya menceritakan hubungan baik antara dinasti Chola dari Tamil dengan dinasti Sailendra dari Sriwijaya, India Selatan.