1. Bimo Dhian W. (03)
2. Desy Amalitasari (05)
3. Dewi Rahmasani (06)
4. Risma Esta Yuliati (21)
Kerajaan Malaka
Kelompok 2
Disusun oleh :
Sejarah Kerajaan Malaka
1) Pendiri
Kerajaan Malaka didirikan oleh Parameswara antara
tahun 1380-1403 M. Parameswara berasal dari Sriwijaya, dan
merupakan putra Raja Sam Agi. Saat itu, ia masih menganut
agama Hindu. Ia melarikan diri ke Malaka karena kerajaannya di
Sumatera runtuh diserang Majapahit. Pada saaat Malaka
didirikan, disitu terdapat penduduk asli laut yang hidup sebagai
nelayan. Mereka berjumlah lebih kurang 30 keluarga. Raja dan
pengikutnya adalah rombongan pendatang yang memiliki tingkat
kebudayaan yang jauh lebih tinggi. Karena itu, mereka berhasil
mempengaruhi masyarakat asli. Kemudian, bersama penduduk
asli tersebut, rombongan pendatang merubah Malaka menjadi
sebuah kota yang ramai.
Lanjutan. . .
2) Asal-usul Nama Malaka
Menurut sejarah melayu (malay annals) yang ditulis Tun Sri
Lanang pada tahun 1565, Parameswara melarikan diri ke Tumasik,
karena diserang oleh Siam. Dalam pelarian tersebut, ia sampai ke Muar,
tetapi ia diganggu oleh biwak yang tidak terkira banyaknya. Kemudian
ia pindah keburok dan mencoba untuk bertahan disitu, tetapi gagal.
Kemudian Parameswara berpindah ke Seming Ujong hingga kemudian
sampai di sungai Bertam, sebuah tempat yang terletak dipesisir pantai.
Orang-orang sekitar yang mendiami kawasan tersebut kemudian
meminta Parameswara menjadi raja. Suatu ketika, ia pergi berburu. Tak
disangka, dalam perburuan tersebut, ia melihat salah satu anjing
buruannya ditendang oleh seekor pelanduk. Ia sangat terkesan dengan
keberanian pelanduk tersebut. Saat itu, ia sedang berteduh dibawah
pohon Malaka. Maka, kawasan tersebut ia namakan Malaka.
Dalam versi lain dikatakan bahwa nama Malaka dihubungkan
dengan istilah Arab, malaqah (tempat pertemuan) / malakat
(perhimpunan segala dagang) / malqa (tempat bertemu). Sedangkan
versi orang pribumi mengatakan bahwa asal usul nama Malaka adalah
nama sepohon kayu Melaka ditebing muara Sungai Melaka.
A. LETAK KERAJAAN
• Letak kerajaannya sangat strategis, yaitu berada di
Semenanjung Malaya dengan ibukota di Malaka. Karena
letaknya yang sangat strategis maka kerajaan ini dijadikan
sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Asia
Tenggara. Dalam masa kejayaannya, Malaka mempunyai
kontrol atas Semenanjung Tanah Melayu (Patani, Ligor,
Kelantan, Trenggano, dan sebagainya), daerah Kepulauan
Riau, Pesisir Timur Sumatra bagian tengah, Brunai dan
Serawak, dan Tanjungpura (Kalimantan Barat).
Sedangkan daerah yang diperoleh dari Majapahit secara
diplomasi adalah Indragiri, Palembang, Pulau Jemaja,
Tambelan, Siantan, dan Bunguran.
BUKTI DAN SUMBER SEJARAH
1. Sulalatus Salatin
Mengatakan bahwa kerajaan ini merupakan kelanjutan dari Kerajaan
Melayu di Singpura, kemudian serangan Jawa dan Siam menyebabkan
pusat pemerintahan berpindah ke Malaka.
2. Kronik Dinasti Ming
Mencatat Parameswara sebagai pendiri Malaka mengunjungi Kisar
Tongle di Nanjing pada tahun 1405 dan meminta pengakuan atas
wilayah kedaulatannya. Sebagai balasan upeti yang diberikan, Kaisar
Cina menyetujui untuk memberikan perlindungan pada Malaka,
kemudian tercatat ada sampai 29 kali utusan Malaka mengunjungi
Kaisar Cina. Pengaruh yang besar dari relasi ini adalah Malaka dapat
terhindar dari kemungkinan adanya serangan Siam dari utara, terutama
setelah Kaisar Cina mengabarkan penguasa Ayuthayya akan
hubungannya dengan Malaka. Keberhasilan dalam hubungan diplomasi
dengan Tiongkok memberi manfaat akan kestabilan pemerintahan baru
di Malaka, kemudian Malaka berkembang menjadi pusat perdagangan
di Asia Tenggara, dan juga menjadi salah satu pangkalan armada Ming.
Lanjutan…
3. Laporan dari kunjungan Laksamana Cheng
H (1409)
Mengambarkan islam telah mulai dianut oleh
masyarakat Malaka
4. Pararaton
Disebutkan terdapat nama tokoh yang mirip
yaitu Bhra Hyang Parameswara sebagai suami
dari Ratu Majapahit, Ratu Suhita.
Raja-raja yang memerintah Kerajaan Malaka antara lain:
1. Iskandar Syah (1396-1414 M)
Iskandar Syah adalah Raja pertama Kerajaan
Malaka. Iskandar Syah awalnya adalah seorang penguasa
dari Kerajaan Majapahit yang aslinya bernama Paramisora
melarikan diri setelah Majapahit kalah dalam Perang
Paregreg. Setelah ia masuk islam, ia berganti nama menjadi
Iskandar Syah
Ia melarikan diri bersama pengikutnya ke Semanjung
Malaya dan membangun kerajaan baru yang kemudian diberi
nama Malaka. Berkembangnya kegiatan perdagangan dan
pelayaran di kerajaan Malaka banyak didukung para
pedagang Islam dari Arab dan India. Kerajaan Malaka pun
banyak mendapatkan pengaruh budaya Islam dari kedua
daerah ini
2. Muhammad Iskandar Syah (1414- 1424 M )
Muhammad Iskandar Syah adalah putra
Iskandar Syah. Selama memerintah Malaka,
Muhammad Iskandar Syah berhasil memajukan
bidang perdagangan dan pelayaran
Ia juga berhasil menguasai jalur perdagangan di
Kawasan Selat Malaka dengan taktik perkawinan putri
raja Kerajaan Samudra Pasai dengan tujuan
menundukkan Kerajaan Samudra Pasai secara
Politis
Setelah mendapatkan kekuasaan politik Kerajaan
Samudra Pasai, ia menguasai wilayah perdagangan di
sekitarnya.
3. Sultan Mudzaffar Syah atau Raja Kassim (1446-
1459)
Ia menggantikan Muhammad Iskandar Syah setelah
menyingkirkan tahta Kerajaan Malaka melalui sebuah kemelut
politik. Setelah menguasai tahta kerajaan, Muzafar Syah
mempergunakan gelar Sultan yang merupakan gelar raja-raja
dalam kerajaan Islam
Pada masa kekuasaannya, Kerajaan Malaka mendapatkan
serangan dari Kerajaan Siam. Namun, serangan ini berhasil
digagalkan oleh Kerajaan Malaka dengan bantuan Tun Perak.
Setelah Tun Perak berhasil memukul mundur pasukan Siam, Tun
Perak diangkat menjadi pejabat politik pemerintahan
Pada kurun pemerintahannya, Sultan Mudzaffar Syah juga
berhasil memperluas daerah Kekuasaannya hinggga ke Pahang,
Indragiri dan Kampar.
Dalam masa kejayaannya, kekuasaan Kerajaan Malaka yaitu:
1. Semenanjung Tanah Melayu (Patani, Ligor, Kelantan,
Trenggano)
2. Kepulauan Riau
3. Pesisir Timur Sumatera Tengah
4. Brunai dan Serawak.
5. Tanjungpura (Kalimantan Barat).
4. Sultan Mansyur Syah (1458-
1477)
Setelah Sultan Mudzaffar Syah wafat, ia
digantikan oleh putrannya Sultan Mansyur Syah
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka
berhasil menguasai kerjaaan Siam sebagai bagian taktik
memperluas wilayah kekuasaan. Sultan Mansyur Syah
tidak menyerang Kerajaan Samudra Pasai yang merupakan
kerajaan Islam. Ini merupakan suatu kebijakan politik
Sultan Mansyur Syah untuk menjalin hubungan dengan
kerjaan-kerajaan Islam
Terdapat seorang Laksamana yang bernama Hang
Tuah. Ia merupakan orang yang membantu
mengembangakan Kerajaan Malaka, sifat kebesarannya
5. Sultan Alaudin Syah (1477-188 M)
Merupakan putra dari Sultan Mansyur Syah. Pada masa
pemerintahannya, Kerajaan Malaka mulai mengalami
kemunduran, satu persatu wilayah kekuasaan Kerajaan Malaka
mulai melepaskan diri. Hal ini disebabkan oleh karena Sultan
Alaudin Syah bukan merupakan raja yang cakap.
6. Sultan Mahmud Syah (1488-1511 M)
Merupakan putra dari Sultan Alaudin Syah. Pada masa
pemerintahannya, Kerajaan Malaka merupakan kerajaan yang
sangat lemah, wilayah kekuasaannya meliputi sebagian kecil
Semenanjung Malaya, hal ini menambah suram kondisi
Kerajaan Malaka.
Pada tahun 1511 M, terjadi serangan dari bangsa Portugis di
bawah pimpinan Alfonso d’Alberquerque dan berhasil Merebut
Kerajaan Malaka. Akhirnya Malaka pun jatuh ke tangan
Portugis. Akibat jatuhnya Malaka ke tangan Portugis, pedagang
Islam terpaksa menyingkir dan menyebar ke berbagai daerah.
Para pedagang Islam kemudian mengalihkan kegiatan
perdagangannya ke Jawa, Sumatra, Kalimantan, bahkan
hingga ke Filipina Selatan.
Kehidupan Sosial – Budaya
Pada kehidupan budaya, perkembangan seni sastra Melayu mengalami
perkembangan yang pesat seperti munculnya karya-karya sastra yang
menggambarkan tokoh-tokoh kepahlawanan dari Kerajaan Malaka seperti Hikayat
Hang Tuah, Hikayat Hang Lekir dan Hikayat Hang Jebat.
Sedangkan kehidupan sosial Kerajaan Malaka dipengaruhi oleh faktor letak,
keadaan alam dan lingkungan wilayahnya. Sebagai masyarakat yang hidup dari
dunia maritim, hubungan sosial masyarakatnya sangatlah kurang dan bahkan
mereka cenderung mengarah ke sifat-sifat individualisme. Kelompok masyarakat
pun bermunculan, seperti adanya golongan buruh dan majikan.
Kehidupan Ekonomi
Malaka memungut pajak penjualan, bea cukai barang-barang yang masuk
dan keluar, yang banyak memasukkan uang ke kas negara. Sementara itu, raja
maupun pejabat-pejabat penting memperoleh upeti atau persembahan dari pedagang
yang dapat menjadikan mereka sangat kaya.
Suatu hal yang penting dari Kerajaan Malaka adalah adanya undang-undang laut
yang berisi pengaturan pelayaran dan perdagangan di wilayah kerajaan. Untuk
mempermudah terjalinnya komunikasi antar pedagang maka bahasa Melayu (Kwu-
lun) dijadikan sebagai bahasa perantara.
FAKTOR-FAKTOR MAJU DAN
BERKEMBANG1. Letak Kerajaan Malaka yang strategis
berada di sekitar selat Malaka yang pada
saat itu merupakan pusat perdagangan dan
pelayaran dunia.
2. Sultan Mansyur Syah yang merupakan raja
yang cerdik sehingga dapat menjadikan
Kerajaan Malaka sebagai pusat perdagangan
dan penyebaran agama Islam di Asia
Tenggara.
3. Salah satu komoditas penting yang diimpor
Malaka dari Sumatera saat itu adalah beras.
4. Banyak ditemukan biji-biji timah di daratan
Malaka.
HASIL BUDAYA DAN
PENINGGALAN SEJARAH
1. HIKAYAT HANG TUAH
Masjid Kubro, Kampar
Timur
Faktor penyebebab
keruntuhan
1. Sultan Alaudin Syah bukan merupakan raja yang
cakap tidak seperti Sultan Mansyur Syah
2. Datangnya bangsa Portugis ke Indonesia yang
dipimpin oleh Alfonso D’Albuquerque menyebabkan
Kerajaan Malaka jatuh ke tangan Portugis
3. Orang-orang Portugis mempunyai semangat
perjuangan yang sangat tinggi, memiliki perlengkapan
senjata yang lebih sempurna, dan terlatih dalam
peperangan. Kemenangan-kemenangan yang mereka
peroleh dalam peperangan di pantai barat India
melawan orang-orang Gujarat, Kalikut, Persia dan
Mesir mempertebal semangat perjuangan dan
keyakinan mereka, bahwa orang-orang Portugis
mempunyai kemampuan untuk menghadapi lawan
manapun juga.
Kerajaan Malaka

Kerajaan Malaka

  • 1.
    1. Bimo DhianW. (03) 2. Desy Amalitasari (05) 3. Dewi Rahmasani (06) 4. Risma Esta Yuliati (21) Kerajaan Malaka Kelompok 2 Disusun oleh :
  • 2.
    Sejarah Kerajaan Malaka 1)Pendiri Kerajaan Malaka didirikan oleh Parameswara antara tahun 1380-1403 M. Parameswara berasal dari Sriwijaya, dan merupakan putra Raja Sam Agi. Saat itu, ia masih menganut agama Hindu. Ia melarikan diri ke Malaka karena kerajaannya di Sumatera runtuh diserang Majapahit. Pada saaat Malaka didirikan, disitu terdapat penduduk asli laut yang hidup sebagai nelayan. Mereka berjumlah lebih kurang 30 keluarga. Raja dan pengikutnya adalah rombongan pendatang yang memiliki tingkat kebudayaan yang jauh lebih tinggi. Karena itu, mereka berhasil mempengaruhi masyarakat asli. Kemudian, bersama penduduk asli tersebut, rombongan pendatang merubah Malaka menjadi sebuah kota yang ramai.
  • 3.
    Lanjutan. . . 2)Asal-usul Nama Malaka Menurut sejarah melayu (malay annals) yang ditulis Tun Sri Lanang pada tahun 1565, Parameswara melarikan diri ke Tumasik, karena diserang oleh Siam. Dalam pelarian tersebut, ia sampai ke Muar, tetapi ia diganggu oleh biwak yang tidak terkira banyaknya. Kemudian ia pindah keburok dan mencoba untuk bertahan disitu, tetapi gagal. Kemudian Parameswara berpindah ke Seming Ujong hingga kemudian sampai di sungai Bertam, sebuah tempat yang terletak dipesisir pantai. Orang-orang sekitar yang mendiami kawasan tersebut kemudian meminta Parameswara menjadi raja. Suatu ketika, ia pergi berburu. Tak disangka, dalam perburuan tersebut, ia melihat salah satu anjing buruannya ditendang oleh seekor pelanduk. Ia sangat terkesan dengan keberanian pelanduk tersebut. Saat itu, ia sedang berteduh dibawah pohon Malaka. Maka, kawasan tersebut ia namakan Malaka. Dalam versi lain dikatakan bahwa nama Malaka dihubungkan dengan istilah Arab, malaqah (tempat pertemuan) / malakat (perhimpunan segala dagang) / malqa (tempat bertemu). Sedangkan versi orang pribumi mengatakan bahwa asal usul nama Malaka adalah nama sepohon kayu Melaka ditebing muara Sungai Melaka.
  • 4.
    A. LETAK KERAJAAN •Letak kerajaannya sangat strategis, yaitu berada di Semenanjung Malaya dengan ibukota di Malaka. Karena letaknya yang sangat strategis maka kerajaan ini dijadikan sebagai pusat perdagangan dan penyebaran Islam di Asia Tenggara. Dalam masa kejayaannya, Malaka mempunyai kontrol atas Semenanjung Tanah Melayu (Patani, Ligor, Kelantan, Trenggano, dan sebagainya), daerah Kepulauan Riau, Pesisir Timur Sumatra bagian tengah, Brunai dan Serawak, dan Tanjungpura (Kalimantan Barat). Sedangkan daerah yang diperoleh dari Majapahit secara diplomasi adalah Indragiri, Palembang, Pulau Jemaja, Tambelan, Siantan, dan Bunguran.
  • 5.
    BUKTI DAN SUMBERSEJARAH 1. Sulalatus Salatin Mengatakan bahwa kerajaan ini merupakan kelanjutan dari Kerajaan Melayu di Singpura, kemudian serangan Jawa dan Siam menyebabkan pusat pemerintahan berpindah ke Malaka. 2. Kronik Dinasti Ming Mencatat Parameswara sebagai pendiri Malaka mengunjungi Kisar Tongle di Nanjing pada tahun 1405 dan meminta pengakuan atas wilayah kedaulatannya. Sebagai balasan upeti yang diberikan, Kaisar Cina menyetujui untuk memberikan perlindungan pada Malaka, kemudian tercatat ada sampai 29 kali utusan Malaka mengunjungi Kaisar Cina. Pengaruh yang besar dari relasi ini adalah Malaka dapat terhindar dari kemungkinan adanya serangan Siam dari utara, terutama setelah Kaisar Cina mengabarkan penguasa Ayuthayya akan hubungannya dengan Malaka. Keberhasilan dalam hubungan diplomasi dengan Tiongkok memberi manfaat akan kestabilan pemerintahan baru di Malaka, kemudian Malaka berkembang menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara, dan juga menjadi salah satu pangkalan armada Ming.
  • 6.
    Lanjutan… 3. Laporan darikunjungan Laksamana Cheng H (1409) Mengambarkan islam telah mulai dianut oleh masyarakat Malaka 4. Pararaton Disebutkan terdapat nama tokoh yang mirip yaitu Bhra Hyang Parameswara sebagai suami dari Ratu Majapahit, Ratu Suhita.
  • 7.
    Raja-raja yang memerintahKerajaan Malaka antara lain: 1. Iskandar Syah (1396-1414 M) Iskandar Syah adalah Raja pertama Kerajaan Malaka. Iskandar Syah awalnya adalah seorang penguasa dari Kerajaan Majapahit yang aslinya bernama Paramisora melarikan diri setelah Majapahit kalah dalam Perang Paregreg. Setelah ia masuk islam, ia berganti nama menjadi Iskandar Syah Ia melarikan diri bersama pengikutnya ke Semanjung Malaya dan membangun kerajaan baru yang kemudian diberi nama Malaka. Berkembangnya kegiatan perdagangan dan pelayaran di kerajaan Malaka banyak didukung para pedagang Islam dari Arab dan India. Kerajaan Malaka pun banyak mendapatkan pengaruh budaya Islam dari kedua daerah ini
  • 8.
    2. Muhammad IskandarSyah (1414- 1424 M ) Muhammad Iskandar Syah adalah putra Iskandar Syah. Selama memerintah Malaka, Muhammad Iskandar Syah berhasil memajukan bidang perdagangan dan pelayaran Ia juga berhasil menguasai jalur perdagangan di Kawasan Selat Malaka dengan taktik perkawinan putri raja Kerajaan Samudra Pasai dengan tujuan menundukkan Kerajaan Samudra Pasai secara Politis Setelah mendapatkan kekuasaan politik Kerajaan Samudra Pasai, ia menguasai wilayah perdagangan di sekitarnya.
  • 9.
    3. Sultan MudzaffarSyah atau Raja Kassim (1446- 1459) Ia menggantikan Muhammad Iskandar Syah setelah menyingkirkan tahta Kerajaan Malaka melalui sebuah kemelut politik. Setelah menguasai tahta kerajaan, Muzafar Syah mempergunakan gelar Sultan yang merupakan gelar raja-raja dalam kerajaan Islam Pada masa kekuasaannya, Kerajaan Malaka mendapatkan serangan dari Kerajaan Siam. Namun, serangan ini berhasil digagalkan oleh Kerajaan Malaka dengan bantuan Tun Perak. Setelah Tun Perak berhasil memukul mundur pasukan Siam, Tun Perak diangkat menjadi pejabat politik pemerintahan Pada kurun pemerintahannya, Sultan Mudzaffar Syah juga berhasil memperluas daerah Kekuasaannya hinggga ke Pahang, Indragiri dan Kampar. Dalam masa kejayaannya, kekuasaan Kerajaan Malaka yaitu: 1. Semenanjung Tanah Melayu (Patani, Ligor, Kelantan, Trenggano) 2. Kepulauan Riau 3. Pesisir Timur Sumatera Tengah 4. Brunai dan Serawak. 5. Tanjungpura (Kalimantan Barat).
  • 10.
    4. Sultan MansyurSyah (1458- 1477) Setelah Sultan Mudzaffar Syah wafat, ia digantikan oleh putrannya Sultan Mansyur Syah Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka berhasil menguasai kerjaaan Siam sebagai bagian taktik memperluas wilayah kekuasaan. Sultan Mansyur Syah tidak menyerang Kerajaan Samudra Pasai yang merupakan kerajaan Islam. Ini merupakan suatu kebijakan politik Sultan Mansyur Syah untuk menjalin hubungan dengan kerjaan-kerajaan Islam Terdapat seorang Laksamana yang bernama Hang Tuah. Ia merupakan orang yang membantu mengembangakan Kerajaan Malaka, sifat kebesarannya
  • 11.
    5. Sultan AlaudinSyah (1477-188 M) Merupakan putra dari Sultan Mansyur Syah. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka mulai mengalami kemunduran, satu persatu wilayah kekuasaan Kerajaan Malaka mulai melepaskan diri. Hal ini disebabkan oleh karena Sultan Alaudin Syah bukan merupakan raja yang cakap. 6. Sultan Mahmud Syah (1488-1511 M) Merupakan putra dari Sultan Alaudin Syah. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka merupakan kerajaan yang sangat lemah, wilayah kekuasaannya meliputi sebagian kecil Semenanjung Malaya, hal ini menambah suram kondisi Kerajaan Malaka. Pada tahun 1511 M, terjadi serangan dari bangsa Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Alberquerque dan berhasil Merebut Kerajaan Malaka. Akhirnya Malaka pun jatuh ke tangan Portugis. Akibat jatuhnya Malaka ke tangan Portugis, pedagang Islam terpaksa menyingkir dan menyebar ke berbagai daerah. Para pedagang Islam kemudian mengalihkan kegiatan perdagangannya ke Jawa, Sumatra, Kalimantan, bahkan hingga ke Filipina Selatan.
  • 12.
    Kehidupan Sosial –Budaya Pada kehidupan budaya, perkembangan seni sastra Melayu mengalami perkembangan yang pesat seperti munculnya karya-karya sastra yang menggambarkan tokoh-tokoh kepahlawanan dari Kerajaan Malaka seperti Hikayat Hang Tuah, Hikayat Hang Lekir dan Hikayat Hang Jebat. Sedangkan kehidupan sosial Kerajaan Malaka dipengaruhi oleh faktor letak, keadaan alam dan lingkungan wilayahnya. Sebagai masyarakat yang hidup dari dunia maritim, hubungan sosial masyarakatnya sangatlah kurang dan bahkan mereka cenderung mengarah ke sifat-sifat individualisme. Kelompok masyarakat pun bermunculan, seperti adanya golongan buruh dan majikan. Kehidupan Ekonomi Malaka memungut pajak penjualan, bea cukai barang-barang yang masuk dan keluar, yang banyak memasukkan uang ke kas negara. Sementara itu, raja maupun pejabat-pejabat penting memperoleh upeti atau persembahan dari pedagang yang dapat menjadikan mereka sangat kaya. Suatu hal yang penting dari Kerajaan Malaka adalah adanya undang-undang laut yang berisi pengaturan pelayaran dan perdagangan di wilayah kerajaan. Untuk mempermudah terjalinnya komunikasi antar pedagang maka bahasa Melayu (Kwu- lun) dijadikan sebagai bahasa perantara.
  • 13.
    FAKTOR-FAKTOR MAJU DAN BERKEMBANG1.Letak Kerajaan Malaka yang strategis berada di sekitar selat Malaka yang pada saat itu merupakan pusat perdagangan dan pelayaran dunia. 2. Sultan Mansyur Syah yang merupakan raja yang cerdik sehingga dapat menjadikan Kerajaan Malaka sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di Asia Tenggara. 3. Salah satu komoditas penting yang diimpor Malaka dari Sumatera saat itu adalah beras. 4. Banyak ditemukan biji-biji timah di daratan Malaka.
  • 14.
    HASIL BUDAYA DAN PENINGGALANSEJARAH 1. HIKAYAT HANG TUAH
  • 15.
  • 16.
    Faktor penyebebab keruntuhan 1. SultanAlaudin Syah bukan merupakan raja yang cakap tidak seperti Sultan Mansyur Syah 2. Datangnya bangsa Portugis ke Indonesia yang dipimpin oleh Alfonso D’Albuquerque menyebabkan Kerajaan Malaka jatuh ke tangan Portugis 3. Orang-orang Portugis mempunyai semangat perjuangan yang sangat tinggi, memiliki perlengkapan senjata yang lebih sempurna, dan terlatih dalam peperangan. Kemenangan-kemenangan yang mereka peroleh dalam peperangan di pantai barat India melawan orang-orang Gujarat, Kalikut, Persia dan Mesir mempertebal semangat perjuangan dan keyakinan mereka, bahwa orang-orang Portugis mempunyai kemampuan untuk menghadapi lawan manapun juga.