Kerajaan Gowa-Tallo 
Sejarah Indonesia
Kerajaan Gowa dan Tallo lebih 
dikenal dengan sebutan 
Kerajaan Makassar. Kerajaan ini 
terletak di daerah Sulawesi 
Selatan. Makassar sebenarnya 
adalah ibukota Gowa yang dulu 
disebut sebagai Ujungpandang. 
Secara geografis Sulawesi 
Selatan memiliki posisi yang 
penting, karena dekat dengan 
jalur pelayaran perdagangan 
Nusantara.
Pada awalnya, sebelum abad ke 16 Kerajaan Gowa-Tallo yang 
lebih dikenal sebagai Kerajaan Makassar terdiri dari beberapa 
kerajaan yang bercorak Hindu, antara lain, Gowa, Tallo, Wajo, 
Bone, Soppeng, dan Luwu. Dengan adanya dakwah dari Dato'ri 
Bandang dan Dato' Sulaiman, Sultan Alauddin (Raja Gowa) 
masuk Islam. Setelah raja memeluk Islam, rakyat pun segera 
ikut memeluk Islam.
Sultan Alauddin 
Sultan Alauddin dengan nama asli 
Karaeng Ma’towaya Tumamenanga ri 
Agamanna. Ia merupakan Raja Gowa 
Tallo yang pertama kali memeluk 
agama islam yang memerintah dari 
tahun 1591 – 1638. dibantu 
oleh Daeng Manrabia (Raja Tallo) 
bergelar Sultan Abdullah.
Sultan Hasanuddin 
Sultan Hasanuddin adalah Raja 
Gowa ke-16 dan pahlawan nasional 
Indonesia yang terlahir dengan 
nama I Mallombasi Muhammad Bakir 
Daeng Mattawang Karaeng Bonto 
Mangepe. Setelah memeluk agama 
Islam, ia mendapat tambahan gelar 
Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri 
Balla Pangkana, tetapi lebih dikenal 
dengan Sultan Hasanuddin saja. 
Karena keberaniannya, ia dijuluki De 
Haantjes van Het Oosten oleh 
Belanda yang artinya Ayam Jantan 
dari Timur.
 Di bidang Ekonomi : Sebagian besar masyarakat Makasar 
adalah nelayan dan pedagang 
 Di bidang Sosial : Kehidupannya mereka sangat terikat 
dengan norma adat yang mereka anggap sakral. Masyarakat 
Makasar juga mengenal sistem kasta yaitu golongan 
bangsawan (Anakarung/Karaeng), sedangkan rakyat (to 
Maradeka), dan hamba-sahaya (Ata). 
 Di bidang Kebudayaan : Masyarakat Makasar banyak 
menghasilkan benda-benda budaya yang berkaitan dengan 
dunia pelayaran. Mereka terkenal sebagai pembuat kapal. 
Jenis kapal yang dibuat oleh orang Makasar dikenal dengan 
nama Pinisi dan Lombo.
 Rakyat Makassar yang tidak mau menerima Perjanjian 
Bongaya melarikan diri ke Mataram. 
 Benteng Sombaopu dihancurkan oleh Speelman. 
 Benteng Ujung Pandang dikuasai VOC diganti nama 
menjadi benteng Ford Roterdam.
1. Benteng Fort 
Rotterdam 
2.Masjid 
Katangka 
3. Kompleks 
Makam Raja 
Gowa Tallo 
4. Batu 
Pallantikang
Disusun Oleh : 
Dibimbing oleh :

Kerajaan Gowa-Tallo

  • 1.
  • 2.
    Kerajaan Gowa danTallo lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Makassar. Kerajaan ini terletak di daerah Sulawesi Selatan. Makassar sebenarnya adalah ibukota Gowa yang dulu disebut sebagai Ujungpandang. Secara geografis Sulawesi Selatan memiliki posisi yang penting, karena dekat dengan jalur pelayaran perdagangan Nusantara.
  • 3.
    Pada awalnya, sebelumabad ke 16 Kerajaan Gowa-Tallo yang lebih dikenal sebagai Kerajaan Makassar terdiri dari beberapa kerajaan yang bercorak Hindu, antara lain, Gowa, Tallo, Wajo, Bone, Soppeng, dan Luwu. Dengan adanya dakwah dari Dato'ri Bandang dan Dato' Sulaiman, Sultan Alauddin (Raja Gowa) masuk Islam. Setelah raja memeluk Islam, rakyat pun segera ikut memeluk Islam.
  • 4.
    Sultan Alauddin SultanAlauddin dengan nama asli Karaeng Ma’towaya Tumamenanga ri Agamanna. Ia merupakan Raja Gowa Tallo yang pertama kali memeluk agama islam yang memerintah dari tahun 1591 – 1638. dibantu oleh Daeng Manrabia (Raja Tallo) bergelar Sultan Abdullah.
  • 5.
    Sultan Hasanuddin SultanHasanuddin adalah Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe. Setelah memeluk agama Islam, ia mendapat tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, tetapi lebih dikenal dengan Sultan Hasanuddin saja. Karena keberaniannya, ia dijuluki De Haantjes van Het Oosten oleh Belanda yang artinya Ayam Jantan dari Timur.
  • 6.
     Di bidangEkonomi : Sebagian besar masyarakat Makasar adalah nelayan dan pedagang  Di bidang Sosial : Kehidupannya mereka sangat terikat dengan norma adat yang mereka anggap sakral. Masyarakat Makasar juga mengenal sistem kasta yaitu golongan bangsawan (Anakarung/Karaeng), sedangkan rakyat (to Maradeka), dan hamba-sahaya (Ata).  Di bidang Kebudayaan : Masyarakat Makasar banyak menghasilkan benda-benda budaya yang berkaitan dengan dunia pelayaran. Mereka terkenal sebagai pembuat kapal. Jenis kapal yang dibuat oleh orang Makasar dikenal dengan nama Pinisi dan Lombo.
  • 7.
     Rakyat Makassaryang tidak mau menerima Perjanjian Bongaya melarikan diri ke Mataram.  Benteng Sombaopu dihancurkan oleh Speelman.  Benteng Ujung Pandang dikuasai VOC diganti nama menjadi benteng Ford Roterdam.
  • 8.
    1. Benteng Fort Rotterdam 2.Masjid Katangka 3. Kompleks Makam Raja Gowa Tallo 4. Batu Pallantikang
  • 9.
    Disusun Oleh : Dibimbing oleh :