Pengertian kekuasaan
 Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia
untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain
sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan
keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.
 Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau
kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan
kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan
melebihi kewenangan yang diperolehatau kemampuan seseorang atau
kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain
sesuai dengan keinginan dari pelaku.
 Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk
berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi
(Ramlan Surbakti,1992).
Pandangan Tokoh Tokoh Tentang
Kekuasaan
 Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah
kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik
secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak
langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg
tersedia.
 C. Wright Mills, kekuasaan adalah dominasi, yaitu kemampuan
untuk melaksanakan kemauan kendatipun orang lain
menentangnya(T. Liang Gie, 1986:20)
 Menurut Max Weber, kekuasaan adalah kemampuan
membangun hubungan sosial, melakukan kemauan sendiri
sekalipun mengalami perlawanan dan apa-pun dasar
kemampuani ni(M. Budiardjo, ed., 1983:16)
Yang Berhubungan Dengan
Kekuasaan
 Pengaruh (influence), yaitu kemampuan untuk memengaruhi
sikap dan perilaku seseorang secara sukarela guna memenuhi
kepentingan pihak yang berkuasa;
 Force, yaitu penggunaan tekanan fisik seperti membatasi
kebebasan, menimbulkan rasa sakit, ataupun membatasi
pemenuhan biologis terhadap pihak lain agar melakukan
sesuatu;
 Persuasi, yaitu kemampuan meyakinkan orang lain melalui
alasan kuat untuk melakukan sesuatu
 Manipulasi, yaitu menggunakan pengaruh yang tidak disadari
orang lain untuk memenuhi keinginan pemegang kekuasaan;
 Coercion, yaitu peragaan kekuasaan atau ancaman paksaan yang
dilakukan oleh seseorang atau kelompok kepada pihak lain agar
bersikap dan berperilaku sesuai kehendak pemilik kekuasaan.
Sumber Sumber Kekuasaan
 Sarana paksaan fisik seperti senjata, teknologi dll
 kekayaan seperti uang, tanah, bankir, pengusaha dll
 Normatif seperti pemimpin agama, kepala suku atau pemerintah
yang diakui.
 Popularitas pribadi, seperti bintang film, pemain sepakbola.
 jabatan keahlian seperti pengetahuan, teknologi, keterampilan.
 6. massa yang terorganisir seperti organisasi buruh, petani, guru
dll.
 7. informasi seperti pers yang punya kemampuan membentuk
opini publik.
Sudut pandang kekuasaan
 Kekuasaan bersifat positif, ketika pemegang kekuasaan tertinggi yang dapat
memengaruhi dan mengubah pemikiran orang lain atau kelompok untuk
melakukan suatu tindakan yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan dengan
sungguh-sungguh dan atau bukan karena paksaan baik secara fisik maupun
mental.
 Kekuasaan bersifat Negatif, pemegang kuasa dengan cara paksaan atau
tekanan baik secara fisik maupun mental. Biasanya pemegang kekuasaan yang
bersifat negatif ini tidak memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang
baik,mereka hanya berfikir pendek dalam mengambil keputusan tanpa
melakukan pemikiran yang tajam dalam mengambil suatu tindakan. dan
biasanya kekuasaan dengan karakter negatif tersebut hanya mencari
keuntungan pribadi atau golongan di atas kekuasannya itu. karena mereka
tidak memiliki kemampuan atau modal apapun selain kekuasaan untuk
menghasilkan apapun, dan para pemegang kekuasaan bersifat negatif tersbut
biasanya tidak akan berlangsung lama karena tidak akan mendapatkan
dukungan sepenuhnya oleh rakyatnya.
Hasil penggunaan sumber kekuasaan
 Berapa jumlah individu yang dikendalikan
 Bidang kehidupan yang dikendalikan
 Kedalaman pengaruh kekuasaan
KEWENANGAN POLITIK
 Kewenangan adalah kekuasaan yang mendapatkan
keabsahan atau legitimasi. Kewenangan adalah hak moral
untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik
 Prinsip moral : menentukan siapa yang berhak
memerintah mengatur cara dan prosedur melaksanakan
wewenang. Sebuah bangsa atau negara mempunyai tujuan.
Kegiatan untuk mencapai tujuan disebut tugas.
 Hak moral : untuk melakukan kegiatan mencapai tujuan
disebut kewenangan
Sumber kewenangan
 Tradisi – kepercayaan yang telah berakar dipelihara secara terus-
menerus dalam masyarakat. Contoh: “ darah biru dikerajaan”,keluarga.
 Kekuatan sakral seperti Tuhan, Dewa dan wahyu seperti kerajaan. Oleh
karena itu, hak memerintah dianggap sakral. Contoh: di Jepang Kaisar
Hiro hito (dan penggantinya) menunjukkan kewenangan sebagai
kepala Negara yang berasal dari Dewa Matahari(Amaterasu Omikami)
 Kualitas pribadi sang pemimpin, baik penampilannya yang agung dan
diri pribadinya yang popular maupun karena memiliki karisma.
 Peraturan perundang-undangan yang mengatur prosedur dan syarat-
syarat menjadi pemimpin pemerintahan
 5.Sumber yang bersifat instrumental seperti keahlian dan kekayaan.
Tipe kewenangan
 Kewenangan prosedural yaitu berasal dari peraturan
perundang-undangan
 Kewenangan substansial yaitu berasal dari tradisi,
kekuatan sakral, kualitas pribadi dan instrumental
Peralihan Kewenangan
MenurutPaul Conn, ada tiga cara peralihan kewenangan
 Turun temurun – keturunan atau keluarga, tradisi
kerajaan
 Pemilihan – langsung atau perwakilan yg sesuai
perundangan
 Paksaan – revolusi, kudeta atau ancaman kekerasan,
revolusi
LEGITIMASI
 Pengakuan dan penerimaan masyarakat kepada
pemimpin untuk memerintah, membuat dan
melaksanakan keputusan politik.
Objek legitimasi
 Masyarakat politik - krisis identitas
 Hukum - krisis konstitusi
 Lembaga politik - krisis kelembagaan
 Pemimpin politik - krisis kepemimpinan
 Kebijakan - krisis kebijakan
Perbedaan Kekuasaan,
Kewenangan dan Legitimasi
 Kekuasaan adalah penggunaan sumber-sumber
kekuasaan untuk mempengaruhi pembuat dan
pelaksana kebijakan politik, sedangkan
 Kewenangan adalah hak moral untuk membuat dan
melaksanakan keputusan politik (bersifat top down)
 Legitimasi adalah pengakuan dan penerimaan kepada
pemimpin (bersifat bottom up)
Persamaan Kekuasaan,
Kewenanangan dan Legitimasi
 Persamaan antara kekuasaan, kewenangan dan
legitimasi karena ketiganya berkaitan dengan
hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin atau
masyarakat.

Kekuasaan, kewenangan dan legitimasi politik

  • 2.
    Pengertian kekuasaan  Kekuasaanadalah kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.  Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperolehatau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku.  Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).
  • 3.
    Pandangan Tokoh TokohTentang Kekuasaan  Robert Mac Iver mengatakan bahwa Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah / dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yg tersedia.  C. Wright Mills, kekuasaan adalah dominasi, yaitu kemampuan untuk melaksanakan kemauan kendatipun orang lain menentangnya(T. Liang Gie, 1986:20)  Menurut Max Weber, kekuasaan adalah kemampuan membangun hubungan sosial, melakukan kemauan sendiri sekalipun mengalami perlawanan dan apa-pun dasar kemampuani ni(M. Budiardjo, ed., 1983:16)
  • 4.
    Yang Berhubungan Dengan Kekuasaan Pengaruh (influence), yaitu kemampuan untuk memengaruhi sikap dan perilaku seseorang secara sukarela guna memenuhi kepentingan pihak yang berkuasa;  Force, yaitu penggunaan tekanan fisik seperti membatasi kebebasan, menimbulkan rasa sakit, ataupun membatasi pemenuhan biologis terhadap pihak lain agar melakukan sesuatu;  Persuasi, yaitu kemampuan meyakinkan orang lain melalui alasan kuat untuk melakukan sesuatu  Manipulasi, yaitu menggunakan pengaruh yang tidak disadari orang lain untuk memenuhi keinginan pemegang kekuasaan;  Coercion, yaitu peragaan kekuasaan atau ancaman paksaan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok kepada pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai kehendak pemilik kekuasaan.
  • 5.
    Sumber Sumber Kekuasaan Sarana paksaan fisik seperti senjata, teknologi dll  kekayaan seperti uang, tanah, bankir, pengusaha dll  Normatif seperti pemimpin agama, kepala suku atau pemerintah yang diakui.  Popularitas pribadi, seperti bintang film, pemain sepakbola.  jabatan keahlian seperti pengetahuan, teknologi, keterampilan.  6. massa yang terorganisir seperti organisasi buruh, petani, guru dll.  7. informasi seperti pers yang punya kemampuan membentuk opini publik.
  • 6.
    Sudut pandang kekuasaan Kekuasaan bersifat positif, ketika pemegang kekuasaan tertinggi yang dapat memengaruhi dan mengubah pemikiran orang lain atau kelompok untuk melakukan suatu tindakan yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan dengan sungguh-sungguh dan atau bukan karena paksaan baik secara fisik maupun mental.  Kekuasaan bersifat Negatif, pemegang kuasa dengan cara paksaan atau tekanan baik secara fisik maupun mental. Biasanya pemegang kekuasaan yang bersifat negatif ini tidak memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang baik,mereka hanya berfikir pendek dalam mengambil keputusan tanpa melakukan pemikiran yang tajam dalam mengambil suatu tindakan. dan biasanya kekuasaan dengan karakter negatif tersebut hanya mencari keuntungan pribadi atau golongan di atas kekuasannya itu. karena mereka tidak memiliki kemampuan atau modal apapun selain kekuasaan untuk menghasilkan apapun, dan para pemegang kekuasaan bersifat negatif tersbut biasanya tidak akan berlangsung lama karena tidak akan mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh rakyatnya.
  • 7.
    Hasil penggunaan sumberkekuasaan  Berapa jumlah individu yang dikendalikan  Bidang kehidupan yang dikendalikan  Kedalaman pengaruh kekuasaan
  • 8.
    KEWENANGAN POLITIK  Kewenanganadalah kekuasaan yang mendapatkan keabsahan atau legitimasi. Kewenangan adalah hak moral untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik  Prinsip moral : menentukan siapa yang berhak memerintah mengatur cara dan prosedur melaksanakan wewenang. Sebuah bangsa atau negara mempunyai tujuan. Kegiatan untuk mencapai tujuan disebut tugas.  Hak moral : untuk melakukan kegiatan mencapai tujuan disebut kewenangan
  • 9.
    Sumber kewenangan  Tradisi– kepercayaan yang telah berakar dipelihara secara terus- menerus dalam masyarakat. Contoh: “ darah biru dikerajaan”,keluarga.  Kekuatan sakral seperti Tuhan, Dewa dan wahyu seperti kerajaan. Oleh karena itu, hak memerintah dianggap sakral. Contoh: di Jepang Kaisar Hiro hito (dan penggantinya) menunjukkan kewenangan sebagai kepala Negara yang berasal dari Dewa Matahari(Amaterasu Omikami)  Kualitas pribadi sang pemimpin, baik penampilannya yang agung dan diri pribadinya yang popular maupun karena memiliki karisma.  Peraturan perundang-undangan yang mengatur prosedur dan syarat- syarat menjadi pemimpin pemerintahan  5.Sumber yang bersifat instrumental seperti keahlian dan kekayaan.
  • 10.
    Tipe kewenangan  Kewenanganprosedural yaitu berasal dari peraturan perundang-undangan  Kewenangan substansial yaitu berasal dari tradisi, kekuatan sakral, kualitas pribadi dan instrumental
  • 11.
    Peralihan Kewenangan MenurutPaul Conn,ada tiga cara peralihan kewenangan  Turun temurun – keturunan atau keluarga, tradisi kerajaan  Pemilihan – langsung atau perwakilan yg sesuai perundangan  Paksaan – revolusi, kudeta atau ancaman kekerasan, revolusi
  • 12.
    LEGITIMASI  Pengakuan danpenerimaan masyarakat kepada pemimpin untuk memerintah, membuat dan melaksanakan keputusan politik.
  • 13.
    Objek legitimasi  Masyarakatpolitik - krisis identitas  Hukum - krisis konstitusi  Lembaga politik - krisis kelembagaan  Pemimpin politik - krisis kepemimpinan  Kebijakan - krisis kebijakan
  • 14.
    Perbedaan Kekuasaan, Kewenangan danLegitimasi  Kekuasaan adalah penggunaan sumber-sumber kekuasaan untuk mempengaruhi pembuat dan pelaksana kebijakan politik, sedangkan  Kewenangan adalah hak moral untuk membuat dan melaksanakan keputusan politik (bersifat top down)  Legitimasi adalah pengakuan dan penerimaan kepada pemimpin (bersifat bottom up)
  • 15.
    Persamaan Kekuasaan, Kewenanangan danLegitimasi  Persamaan antara kekuasaan, kewenangan dan legitimasi karena ketiganya berkaitan dengan hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin atau masyarakat.