Dokumen tersebut membahas strategi untuk meningkatkan daya saing daerah melalui peningkatan kapasitas inovasi, termasuk membangun sistem inovasi, memperkuat hubungan antar pelaku usaha, dan meningkatkan kolaborasi lintas lembaga.
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kemakmuran
Daya Saing
(produktivitas)
Kapasitas
inovatif
•Sumber paling penting dari kemakmuran “diciptakan” oleh manusia,
bukan dari “warisan”
• Produktivitas suatu daerah tidak bergantung dari pada industri “apa” dia
bersaing, melainkan “bagaimana” dia bersaing.
• Kemakmuran suatu daerah bergantung pada produktivitas seluruh
industrinya.
• Inovasi merupakan faktor penting bagi peningkatan produktivitas jangka
panjang.
Produktivitas
merupakan indikator
paling masuk akal
untuk mengukur
daya saing
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Produk berdayasaing
Perusahaan berdaya saing
Klaster industri berdaya saing
Daerah berdaya saing
Perusahaan yang mampu mengatasi perubahan
dan persaingan pasar dalam memperbesar atau
mempertahankan keuntungan, pangsa pasar dan
skala usahanya.
Sehimpunan perusahaan yang saling terkait
dalam hal khusus yang menghasilkan
produktivitas yang lebih tinggi daripada
himpunan perusahaan yang lain.
Daerah yang mampu memberikan iklim
paling produktif bagi dunia usaha.
Produk berupa barang atau jasa yang mampu
selalu menjadi pilihan konsumen untuk membeli.
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
PUPUK memandang
bahwadaya saing
dipengaruhi oleh beberapa
elemen lingkungan usaha
khusus yang saling terkait
pada suatu wilayah
Strategi prsh &
str persaingan
Kondisi
permintaan
Industri
pendukung &
terkait
Kondisi faktor
Sumberdaya alam (fisik)
Sumberdaya manusia
Sumberdaya modal
Infrastruktur fisik
Infrastruktur administratif
Infrastruktur informasi
Infrastruktur iptek
Ketersediaan dan kualitas
pemasok lokal dan industri terkait
Adanya klaster industri yang kuat
Strategi yang diambil
perusahaan
Keadaan persaingan lokal
Konteks Tingkat
permintaan lokal
pemerintah
peluang
9.
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Strategi prsh
&str
persaingan
Kondisi
permintaan
Industri
pendukung
& terkaitKondisi faktor
Sumberdaya alam (fisik)
Sumberdaya manusia
Sumberdaya modal
Infrastruktur fisik
Infrastruktur administratif
Infrastruktur informasi
Infrastruktur iptek
Ketersediaan dan kualitas
pemasok lokal dan industri terkait
Adanya klaster industri yang kuat
Strategi yang diambil
perusahaan
Struktur persaingan lokal
Konteks Tingkat
permintaan lokal
pemerintah
peluang
Lingkungan Usaha
Penentu Daya Saing
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Usaha kecildan menengah
merupakan sasaran utama
program peningkatan.
Usaha mikro merupakan
kelompok yang
memerlukan penanganan
sangat berbeda. Kelompok
ini bisa dilibatkan bersama
skala usaha yang lain.
Usaha Besar
Usaha Besar merupakan
salah satu faktor
lingkungan usaha yang
dapat mendukung
pengembangan usaha kecil
12.
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Usaha Besar
UsahaMenengah
Usaha Kecil
Referensi: “Usaha Besar, Menengah, Kecil”
Nama dokumen: KB-Besar_Menengah_Kecil.pps
Usaha Kecil dapat
berada pada posisi
kelompok industri inti,
pembeli, pemasok,
terkait ataupun
pendukung
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Pelaku Usaha
SkalaKecil
• Usaha Kecil tidak terisolasi dari lingkungan bisnis di antara
skala usaha dan lembaga lainnya
• Pemihakan kepada Usaha kecil adalah memberikan
prioritas untuk mengantarkannya menjadi lebih berdaya
saing
Regionalisasi
• Daerah tidak dapat dilepaskan keterkaitannya dengan
daerah di sekelilingnya
• Kolaborasi lintas daerah merupakan pendukung daya saing
nasional
Pijakan Klaster
Industri
• Keberadaan lapisan pemasok, industri pendukung dan
terkait merupakan landasan formasi klaster industri
• Perkuatan hubungan bisnis (linkage) merupakan agenda
prioritas
Instrumen
Kebijakan
• Agenda kolaborasi, strategi dan prioritas pengembangan
perlu dituangkan dalam instrumen kebijakan.
• Koherensi kebijakan pusat-daerah merupakan isu penting
untuk menjamin sinergi antar tingkat wilayah
Lembaga
Kolaborasi
• Diperlukan kelembagaan yang dapat mengawal agenda
peningkatan daya saing.
• Jika lembaga yang sudah ada tidak mencukupi, dibutuhkan
dibentuknya lembaga baru
17.
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Referensi: “SistemInovasi menuju Daya Saing Daerah”
Nama dokumen: KB-Sistem Inovasi Daerah-12.pps
A
B
C
DE
F
G
H
H1
H3
G4
F2
A2
A5
D4
D3
A4
A6
D5
E2
A3
B2
C2
D1
H2
G3
F3
F4
A1
E3 D2
E1
Mengembangkan kerangka umum
yang kondusif bagi inovasi
Mengembangkan
kelembagaan & daya dukung
iptek serta mengembangkan
kemampuan absorpsi UKM
Menumbuhkembangkan
KolaborasibagiInovasi dan
Meningkatkan DifusiInovasi,
Praktik Baik dan/atau Hasil
Litbang
Membangun budaya
inovasi
Menumbuhkembangkan
SistemInovasi dan Klaster
IndustriNasional dan Daerah
Penyelarasan dengan
perkembangan Global
Pengembangan Daerah
tertinggal
G1 B3
B1
C1F1
G2
Penerapan TeknologiInformasi
dan Komunikasi
Kemakmuran
Daya Saing
(produktivitas)
Kapasitas
inovatif
Kondisipermintaan
Strategiperusahaan
dan persainganKebijakan
inovasi
persediaan
“pengetahuan”
nasional
Sumberdaya
inovasi
Faktorkondisi
Industripendukung
dan terkait
Infrastruktur inovasi
umum
Lingkungan inovasi untuk
klaster spesifik
Kualitas
hubungan
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Perkuatan basisdata
Pembangunan kapasitas
personil pemrakarsa
Apapun strateginya, seluruh rangkaian agenda perlu dimulai
dengan prakarsa perkuatan basis data dan pembangunan
kapasitas (capacity building) pihak pemrakarsa
A
B
C
DE
F
G
H
H1
H3
G4
F2
A2
A5
D4
D3
A4
A6
D5
E2
A3
B2
C2
D1
H2
G3
F3
F4
A1
E3 D2
E1
Mengembangkan kerangka umum
yang kondusif bagi inovasi
Mengembangkan
kelembagaan & daya dukung
iptek serta mengembangkan
kemampuan absorpsi UKM
Menumbuhkembangkan
KolaborasibagiInovasi dan
Meningkatkan DifusiInovasi,
Praktik Baik dan/atau Hasil
Litbang
Membangun budaya
inovasi
Menumbuhkembangkan
SistemInovasi dan Klaster
IndustriNasional dan Daerah
Penyelarasan dengan
perkembangan Global
Pengembangan Daerah
tertinggal
G1 B3
B1
C1F1
G2
Penerapan TeknologiInformasi
dan Komunikasi
Kemakmuran
Daya Saing
(produktivitas)
Kapasitas
inovatif
Kondisipermintaan
Strategiperusahaan
dan persainganKebijakan
inovasi
persediaan
“pengetahuan”
nasional
Sumberdaya
inovasi
Faktorkondisi
Industripendukung
dan terkait
Infrastruktur inovasi
umum
Lingkungan inovasi untuk
klaster spesifik
Kualitas
hubungan
Prinsip-prinsip yang digunakan
Metaplan
Logical framework
Inclusive
Development
Participative planning
Collaborative action
Industrial cluster
Value chain creation
Regional
Competitiveness
Regional Innovation
System
Shared-value
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
*) kata2 di atas adalah istilah “baku” yang memiliki
makna khusus dalam pembangunan.